Kisi-Kisi USBN dan UN Tahun Pelajaran 2017-2018

Kisi-Kisi USBN dan UN Tahun Pelajaran 2017-2018

Kisi-kisi USBN dan UN tahun pelajaran 2017-2018 – Saat ini Pemerintah sudah mengeluarkan Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) jauh lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya.

Adapun maksud dan tujuan dikeluarkannya Kisi-kisi USBN dan UN tahun pelajaran 2017-2018 ini adalah agar para guru dan siswa bisa mempersiapkan lebih dini untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun ajaran 2017-2018.

kisi-kisi usbn dan un tahun pelajaran 2017-2018

Kisi-Kisi USBN dan UN Tahun Pelajaran 2017-2018

Kali ini Kisi-kisi USBN dan UN tahun ajaran 2017-2018 dibuat berdasarkan kepada Kurikulum 2006 dan 2013.

Berikut di bawah ini adalah Kisi-kisi USBN dan UN yang bersumber dari Surat Edaran Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0080/SDAR/BSNP/VIII/2017 tentang Kisi-Kisi USBN dan UN Tahun Pelajaran 2017-2018 (unduh disini).

Kisi-Kisi USBN Tahun Pelajaran 2017/2018

Kisi-Kisi USBN SMP Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi USBN SMA Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi USBN SMAK Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi USBN SMK Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi USBN SMTK Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi UN Tahun Pelajaran 2017/2018

Kisi-Kisi UN SMK/MAK Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi UN SMA/MA Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi UN SMTK/SMAK Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi UN Paket B Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi UN Paket C Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi UN SMP Luar Biasa Ketunaan Netra/Daksa/Laras, Ketunaan Rungu Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi UN SMA Luar Biasa Ketunaan Netra/Daksa/Laras, Ketunaan Rungu Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Kisi-Kisi UN SMP/MTs Tahun Pelajaran 2017/2018 (Klik Disini)

Demikian kisi-kisi usbn dan un tahun pelajaran 2017-2018 yang dipersembahkan oleh siswa.top.

Semoga bermanfaat!

Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam

Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam

Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam – Indonesia merupakan suatu negara yang mempunyai garis pantai terpanjang ke-2 di dunia yaitu dengan garis pantai sepanjang : 54.716 km. Dengan garis pantai sepanjang itu, Indonesia masih tetap kekurangan bahan dasar pokok utama yaitu garam.

Dengan ketidaktersediaan garam di dalam negeri dan semakin terdesaknya kebutuhan untuk sehari-hari, maka Indonesia mau tidak mau harus melakukan pengadaan garam secara cepat yaitu dengan cara impor garam dari Australia, negara dengan garis pantai terpanjang urutan ke-7 sedunia.

Bayangkan sekarang harga garam di pasar tradisional naik 100%. Yang tadinya sebungkus harganya Rp. 3.000 , sekarang sebungkus dihargai Rp. 6.000.

Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam

Daftar 10 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang

1. Kanada

Lokasi : Benua Amerika Utara
Luas Wilayah : 9.984.670 km2
Panjang Garis Pantai : 202.800 km

2. Indonesia

Lokasi : Benua Asia
Luas Wilayah : 1.904.569 km2
Panjang Garis Pantai : 54.716 km

3. Greenland (Otonomi Denmark)

Lokasi : Benua Amerika Utara/Samudera Arktik
Luas Wilayah : 2.166.086 km2
Panjang Garis Pantai : 44.087 km

4. Rusia

Lokasi : Benua Asia
Luas Wilayah : 17.098.242 km2
Panjang Garis Pantai : 37.653 km

5. Filipina

Lokasi : Benua Asia
Luas Wilayah : 300.000 km2
Panjang Garis Pantai : 36.289 km

6. Jepang

Lokasi : Benua Asia
Luas Wilayah : 377.915 km2
Panjang Garis Pantai : 29.751 km

7. Australia

Lokasi : Benua Australia
Luas Wilayah : 7.741.220 km2
Panjang Garis Pantai : 25.760 km

8. Norwegia

Lokasi : Benua Eropa
Luas Wilayah : 323.802 km2
Panjang Garis Pantai : 25.148 km

9. Amerika Serikat

Lokasi : Benua Amerika
Luas Wilayah : 9.826.675 km2
Panjang Garis Pantai : 19.924 km

10. Selandia Baru

Lokasi : Osenia
Luas Wilayah : 267.710 km2
Panjang Garis Pantai : 15.134 km

Cara Membuat Garam

Penulis pikir setiap orang, hampir setiap orang sudah tahu cara membuat garam yaitu air laut dipanaskan sinar matahari dan setelah air laut mengering, yang tinggal adalah garam. Kemudian garam itu dipanen oleh kita. Lalu bagaimana jika tidak ada panas matahari? Ya gunakan otak untuk pemecahan masalahnya! Jangan malu untuk berguru ke negeri orang yang sudah mempunyai tekhnologi untuk masalah tersebut!

Impor Garam : Tidak Masuk Akal

Menurut penulis adalah hal yang aneh bin ajaib dan tidak masuk akal sehat jika negara Indonesia kekurangan garam. Ketidakmampuan negara ini “hanya” membuat garam saja seakan menjadi tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pengelolaan sumber daya alam di negara ini.

Impor Garam : Melecehkan Pemberian Tuhan

Menurut penulis, dengan ketidaktersediaan garam di negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia ini adalah suatu bentuk pelecehan bagi Tuhan YME yang telah memberikan sumber daya yang begitu melimpah.

Apa kata negara yang terkurung daratan dan tidak mempunyai sejengkalpun garis pantai seperti Laos, Uganda, Swiss dll tentang negara kita yang mengimpor garam, padahal garis pantai negara Indonesia ini sangatlah panjang? Apa memang bangsa Indonesia ini tidak punya rasa malu? Atau bangsa Indonesia ini memang bodoh?

Alasan Klasik : Cuaca Buruk, Kaga Lucu!

Sangatlah tidak fair, tidak dapat diterima dan tidak lucu jika ada yang bilang ketidaktersediaan garam ini disebabkan karena faktor cuaca buruk. Semuanya karena cuaca buruk seolah kita ini tidak diberikan akal oleh Tuhan untuk berpikir.

Memang paling mudah menyalahkan faktor cuaca buruk tetapi kita lupa bahwa kita sebagai manusia telah diberikan akal budi dan pikiran oleh Tuhan untuk menguasai dan mengelola seluruh potensi alam di bumi ini baik di darat, laut dan udara.

Dengan menunjuk faktor cuaca buruk yang menjadi penyebab dan alasannya, sebenarnya ini telah menunjukkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang malas dan orang-orang yang maunya enak melulu tanpa usaha. Tidak berpikir tentang masa depan dan tidak berpikir “nanti bagaimana”.

Dengan menyalahkan faktor cuaca seolah menjadi pelecehan jilid 2 kepada Tuhan YME.

Ketidakmampuan mengolah air laut menjadi garam seakan menjadikan bangsa kita bangsa yang terbelakang. Carut marut negara ini dengan banyaknya korupsi dan saling jegal menjegal antar elit politik atau saling “sandera” akan suatu kepentingan, seolah telah melupakan kepentingan masyarakat pada umumnya.

Mulai Berpikir Hai Para Pemimpin Negeri

Mungkin sudah saatnya para pemimpin di negeri ini mulai berpikir tentang upaya pemenuhan segala kebutuhan dasar masyarakat, jangan sampai ada lagi impor-impor barang atau makanan dasar yang tidak masuk akal sehat. [cangkul pun kita impor, di mana akal sehat kita berada?]

Jika tidak mampu, ya mundur saja! Jangan sampai ketidak-mampuan dan ketidak-becusan seseorang atau sekelompok orang menyebabkan kesengsaraan masyarakat dan memalukan bangsa Indonesia ini. Biarkan orang-orang yang lebih mampu dan orang-orang yang berakal sehat untuk mengelola negeri ini.

Semoga Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam yang sangat memalukan tahun ini tidak akan terulang lagi pada saat Hut RI selanjutnya.

Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka!

Kegunaan Program Imunisasi MR (Measles Rubella) dan Penolakan Program Imunisasi MR Sebagian Siswa

Kegunaan Program Imunisasi MR (Measles Rubella) dan Penolakan Program Imunisasi MR Sebagian Siswa

Program Imunisasi MR

Tinggal beberapa hari lagi program imunisasi campak atau measles rubella (MR) atau campak rubella atau campak jerman akan dilaksanakan serentak di seluruh sekolah di Pulau Jawa. Ini merupakan langkah pemerintah dalam memasukkan kampanye program imunisasi MR sebagai imunisasi wajib yang berguna untuk menghilangkan penyakit yang sangat berbahaya ini.

program imunisasi MR

Dr. dr. Toto Wishnu Hendrarto, SpA(K), DTM&H, berpendapat bahwa sindrom rubella kongenital akan menjadikan beban penyakit yang dapat memberatkan situasi negara jika tidak dicegah sedini mungkin. Dari data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sudah terdapat sekitar 326.000 kasus sindrom rubella kongenital setiap tahunnya di dunia. Sementara itu di Indonesia terdapat sekitar 5.000 – 6.000 kasus tiap tahun.

Dr. Toto pada saat seminar media Hari Anak Nasional di Gedung IDAI Jakarta, Kamis 27/7/2017, mengatakan “Program imunisasi ini untuk memutus mata rantai penularan, bukan hanya pada yang diimunisasi saja tapi juga janin pada ibu-ibu hamil. Selama ini masih ada mispersepsi, bahwa pencegahan pada anak padahal yang kita sasar adalah janin-janin yang akan dilahirkan.”

Untuk mengetahui pentingnya imunisasi MR ini, harus dilihat bagaimana beban penyakit dari MR ini, lanjut Toto. Campak atau Measles harus dieliminasi karena dua hal. Alasan pertama dan yang paling utama, penyakit ini tidak menular ke binatang dan hanya ada di manusia. “Karena ada di manusia, kalau kita kontrol manusianya, maka proses infeksi pada manusia bisa dikontrol dan bisa dieliminasi penyakitnya.” Toto menjelaskan.

Alasan yang kedua kenapa campak atau Measles harus dieliminasi adalah karena penyebabnya adalah virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus rubella, kata Toto, hingga saat ini belum ada obat yang efektif menanganinya. Karenanya, paling bagus adalah dengan mencegah jangan sampai sakit.

Begitu juga dengan rubella, pencegahan penting dilakukan karena pada rubella ada penularan vertikal. Ini bisa jadi masalah. “Khusus bagi rubella, karena tidak ada obatnya, saat menginfeksi dia akan masuk ke dalam sel. Itu akan dapat menetap sehingga suatu saat bisa reaktivasi virus. Makanya diusahakan jangan sampai masuk badan. Terutama ke anak perempuan,” ujar Toto.

Karena itulah, pencegahan dini terutama pada perempuan sangat penting dilakukan karena jika ada sel ini di dalam diri perempuan, suatu saat dia hamil dan terjadi reaktivasi akan terjadi sindrom rubella kongenital. Anak yang dikandung bisa mengalami cacat seperti tuli, penyakit jantung bawaan, bahkan hingga kematian.

program imunisasi MR

Penolakan Program Imunisasi MR

Terdapat sebanyak 8 sekolah berbasis agama dan pondok pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta menolak imunisasi campak dan rubella yang diadakan serentak mulai awal Agustus mendatang. Sekolah setingkat SD dan SMP itu tersebar di Bantul, Sleman dan Yogyakarta.

“Mereka beralasan imunisasi bahannya tidak halal, bisnis obat dari perusahaan obat, dan karena setiap orang punya kekebalan tubuh sendiri,” ujar Muhammad Lutfi Hamid, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Rabu (26/7/2017).

Ia mengaku prihatin dengan kenyataan itu dan tetap berupaya melakukan sosialisasi serta memberi penjelasan kepada sekolah. Sekolah itu tidak mempertimbangkan virus berkembang. Ia juga mengkhawatirkan alasan ideologis menjadi dasar utama penolakan, yakni menciptakan prasangka buruk kepada pemerintah. “Ini yang bahaya dari radikalisme,” ucapnya.

Lutfi mengatakan penolakan tidak tertuang dalam surat resmi, akan tetapi sekolah menolak kedatangan tim imunisasi dari puskesmas. Ia berupaya melakukan pendekatan ke sekolah dan pondok pesantren untuk menjelaskan imunisasi merupakan kebutuhan dan bukan tren.

“Kami mencoba meminimalkan pergerakan mereka, apakah akan memberi peringatan, sanksi, dan sebagainya dipikirkan belakangan,” kata Lutfi.

Sebanyak 10.384 sekolah dan posyandu di DIY menjadi sasaran program imunisasi MR (measles rubella) pada Agustus-September mendatang. DIY menjadi provinsi pertama yang menerapkan program imunisasi MR nasional 2017.

“Tujuannya menjadikan Indonesia bebas campak dan rubella pada 2020,” ujar Pembajun Setyaningastuti, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Kamis, 20 Juli 2017. Ia menyebutkan, pada Agustus imunisasi menyasar siswa dari tingkat pendidikan terendah sampai SMP. Ada 571.398 siswa dari 4.211 sekolah yang akan mendapat imunisasi campak. Sementara, pada September program imunisasi MR menyasar 199.201 balita di 5.572 posyandu.

“Kami menargetkan 95 persen terpenuhi,” ucapnya.

Dinkes DIY juga mencatat terjadi 176 kasus campak dan rubella pada 2016. Pembajun berharap Presiden Jokowi bisa hadir untuk membuka acara pada Agustus mendatang.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan menggelar kampanye program imunisasi MR (Measles Rubella) bagi anak-anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun sepanjang bulan Agustus – September 2017 untuk wilayah Pulau Jawa dan Agustus – September 2018 untuk daerah di luar Pulau Jawa. Kegiatan ini menjadi langkah pemerintah untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat.

Pada Agustus 2017, imunisasi MR akan diberikan untuk anak usia sekolah (SD/MI/Sederajat, SMP/MTS/sederajat). Sedangkan pada September 2017, program imunisasi MR ini akan diberikan serentak di Puskesmas, Posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

program imunisasi MR

Penjelasan Tentang Vaksin MR

Berikut ini adalah 10 hal yang orangtua siswa perlu ketahui tentang vaksin MR:

1. Vaksin MR adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah dua penyakit sekaligus, yaitu campak dan rubella. Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini, tapi keduanya bisa dicegah dengan program imunisasi MR. Campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus.

2. Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan dan kematian.

3. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak. Tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan bayi saat dilahirkan atau disebut dengan Sindroma Rubella Kongenital seperti kelainan pada jantung dan mata, tuli dan keterlambatan perkembangan.

4. Program Imunisasi MR diberikan kepada anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun.

5. Reaksi normal umum terjadi setelah suntikan imunisasi seperti demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan. Reaksi ini akan menghilang dalam 2-3 hari.

6. Tahun ini, pemerintah memberikan Imunisasi MR secara gratis. Kemenkes telah menyediakan vaksin MR sebanyak 4.777.150 vial beserta alat suntik dan logistik pendukungnya.

7. Penyelenggaraan vaksin MR massal akan dilakukan di 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 Puskesmas, dengan jumlah anak mencapai 34.964.384 anak.

8. Vaksin yang digunakan pemerintah untuk vaksin MR massal ini sudah mendapat rekomendasi dari WHO (Badan Kesehatan Dunia ) dan izin edar dari BPOM. Vaksin MR ini dipercaya 95% efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella dan telah digunakan di 141 negara di dunia.

9. Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) No. 4 tahun 2016 menjelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya penyakit.

10. Setelah masa kampanye, imunisasi MR akan masuk dalam jadwal imunisasi rutin untuk anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat.

Demikian penjelasan tentang program imunisasi MR atau measles rubella atau campak rubella beserta kegunaannya untuk para siswa. Semoga bisa ditanggapi dengan kepala dingin dan bijaksana demi kesehatan kita semua dan kemajuan bersama bagi bangsa kita.