Ciri Umum Animalia

Ciri Umum Animalia

Ciri Umum Animalia – Bila kita identifikasi, umumnya hewan memiliki karakter atau
menunjukkan ciri sebagai berikut.
1. Hewan merupakan organisme eukariota, multiseluler,
heterotrofik. Berbeda dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan,
hewan memasukkan bahan organik yang sudah jadi, ke dalam
tubuhnya dengan cara menelan (ingestion) atau memakan
organisme lain, atau memakan bahan organik yang terurai.
2. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh
dengan kuat, seperti pada tumbuhan atau jamur. Komponen
terbesar sel-sel hewan terdiri atas protein struktural kolagen.
3. Keunikan hewan yang lain adalah adanya dua jaringan yang
bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan  aitu jaringan saraf dan jaringan otot sehingga dapat bergerak
secara aktif.
4. Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, dengan
tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya.
Memang tidak mudah membuat definisi yang tepat untuk hewan.
Hal ini disebabkan karena adanya banyak variasi sifat-sifat dunia
hewan, selalu ada saja pengecualian dari sifat-sifat umum pada suatu
kelompok hewan tertentu.
Penggolongan Animalia
Dalam sistem klasifikasi 5 kingdom, animalia (dunia hewan)
digolongkan berdasarkan struktur tubuhnya. Ada empat ciri struktur
tubuh yang menggambarkan perkembangan dunia hewan secara
filogenetik , yaitu ada atau tidak adanya jaringan sejati, simetri tubuh
(radial,diploblastik atau bilateral triploblastik), ada atau tidak adanya
rongga tubuh (selom), dan tipe selom (selom dari kumpulan sel atau
selom dari pipa saluran pencernaan).
Berbagai Filum pada Animalia
Hewan memiliki habitat kehidupan hampir pada semua
lingkungan di bumi ini, ada yang hidup di lingkungan akuatik baik di
air tawar maupun di lautan. Sebagian lagi beradaptasi pada kehidupan di darat.

a.
Filum Porifera (Spons)
Diperkirakan terdapat ± 9000 spesies spons, sebagian besar
hidup di laut, hanya sekitar 100 spesies yang hidup di air tawar.
Spons berukuran 1-2 cm, tubuhnya sederhana, mirip suatu
kantung yang berpori atau berlubang (Porifera berarti mengandung
pori). Spons tidak memiliki saraf atau otot, tetapi masing-masing sel
dapat mengindera dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan.
Pada bagian dalam rongga tengah tubuhnya dilapisi oleh koanosit
berflagel. Koanosit ini berperan dalam pencernaan makanan. Gerakan
flagel akan membangkitkan arus aliran air, dengan demikian makanan
masuk dan koanosit memakannya secara fagositosis.

Filum Cnidaria
Hewan Cnidaria tubuhnya sederhana dan tidak memiliki
mesoderm, yaitu hydra, ubur-ubur, anemone laut dan karang.
Cnidaria juga disebut Coelenterata berasal dari kata Coelos yang
berarti rongga dan enteron yang berarti usus, sebab mempunyai
rongga gastrovaskuler untuk pencernaan makanan. Oskulum
berfungsi sebagai mulut dan anus sekaligus, memiliki saraf dan
otot sederhana. Mempunyai knidoblas yang mengandung
benang berduri berisi racun yang disebut nematosis (alat
penyengat). Alat penyengat ini terdapat di tentakel dan berfungsi
untuk melumpuhkan mangsanya.

Filum Platyhelminthes (cacing pipih)
Anggota Platyhelminthes ada yang memiliki ukuran
tubuhnya mikroskopis dan ada yang memiliki panjang tubuh
hingga lebih dari 20 cm, seperti cacing pita. Tubuh bilateral
simetris, pipih dorsoventral, dan triploblastik. Dibanding filum
Porifera dan Cnidaria, Platyhelminthes memiliki struktur tubuh
yang lebih kompleks.Otot pada dinding tubuh berkembang baik,
sistem saraf terdiri atas ganglion (simpul saraf) anterior yang
dihubungkan oleh tali saraf yang memanjang. Alat ekskresi
berupa sel api (flame cell).
Filum Nematoda (Cacing gilig)
Anggota filum Nematoda memiliki panjang tubuh antara 1 mm
hingga lebih dari 1 m. Tubuh silindris, tak bersegmen, dan bagian
ujungnya meruncing membentuk ujung yang halus ke arah posterior
sehingga menjadi suatu ujung buntu pada bagian kepala. Permukaan
tubuh dilapisi kutikula. Nematoda memiliki pencernaan sempurna,
tetapi tidak memiliki sistem sirkulasi. Nutrisi diangkut ke seluruh tubuh
melalui cairan tubuh dalam pseudoselom. Otot dapat memanjang
dan berkontraksi.
Cacing gilig atau nematoda yang hidup
bebas, berperan penting dalam pembusukan
dan daur ulang mineral. Namun banyak
Nematoda merupakan hama pertanian yang
menyerang akar tumbuhan.
Beberapa jenis Nematoda yang merugikan,
yaitu:
1) Ascaris lumbricoides, hidup sebagai
parasit pada usus halus manusia.
Larvanya masuk bersama–sama
makanan.
2) Necator americanus, parasit pada
manusia, larva masuk dengan cara
menembus kulit kaki.
3) Oxyuris vermicularis, cacing kremi,
larvanya masuk bersama makanan.
Cacing betina saat bertelur menuju anus.
4) Wucheria bancrofti dan Filaria brancrofti,
hidup parasit pada pembuluh limfa
manusia, menyebabkan penyakit Filariasis atau elephantiasis (kaki gajah),
vektornya nyamuk Culex
e . Filum Annelida
Annelida berasal dari kata annulus yang
berarti cincin-cincin kecil, gelang-gelang atau
ruas-ruas, dan oidus yang berarti bentuk.
Oleh sebab itu, Annelida juga dikenal sebagai
cacing gelang. Cacing tanah sebagai anggota
Annelida dapat digunakan untuk memberi
gambaran struktur umum dari filum ini. Tubuh
cacing tanah memiliki selom bersepta
(bersekat), tetapi saluran pencernaan,
pembuluh saraf dan tali saraf memanjang
menembus septa itu. Sistem pencernaan
terdiri atas: faring, esophagus, tembolok,
empedal, dan usus halus. Sistem sirkulasi
tertutup tersusun atas jaringan pembuluh
darah yang memiliki hemoglobin. Pembuluh
darah kecil pada permukaan tubuh cacing
tanah berfungsi sebagai organ pernapasan.
f . Filum Mollusca
Mollusca merupakan hewan bertubuh lunak yang dilindungi oleh
cangkang keras yang tersusun dari senyawa kalsium karbonat, kecuali
cumi-cumi dan gurita yang cangkangnya tereduksi. Tubuh Mollusca
terdiri atas tiga bagian.
1) Kaki berotot, yang digunakan untuk pergerakan.
2) Massa visceral, yang mengandung organ-organ internal
Filum Arthropoda
Secara umum tubuh Arthropoda
bersegmen dengan eksoskeleton yang keras
dari senyawa protein dan chitin. Memiliki
tungkai yang bersendi.Tubuh ditutupi oleh
kutikula. Organ sensoris berkembang dengan
baik, meliputi mata, reseptor pembau, dan
antena untuk peraba.
Arthtropoda memiliki sistem sirkulasi
terbuka, cairan tubuh yang disebut hemolimfa
didorong oleh suatu jantung, masuk ke ruang
sinus yang mengelilingi jaringan dan organ.
Terdapat organ khusus untuk pertukaran gas,
seperti spesies akuatik yang bernafas dengan
sejenis insang tipis dan berbulu. Pada Arthropoda terrestrial menggunakan trakea untuk
pertukaran gas.
Filum Echinodermata
Sebagian besar Echinodermata merupakan hewan yang bergerak lamban dengan
simetri tubuh radial. Bagian internal hewan ini
menjalar dari pusat menuju lengan-lengan
yang berjumlah lima. Kulit tipis menutupi
eksoskeleton keras yang terbuat dari zat
kapur. Sebagian besar Echinodermata
merupakan hewan berbulu kasar karena
adanya tonjolan kerangka dari duri yang
memiliki berbagai fungsi. Yang khas pada
filum ini adalah struktur pembuluh air (water
vascular system), yaitu suatu jaringan hidrolik
yang bercabang menjadi penjuluran, disebut
kaki tabung yang berfungsi untuk lokomosi
(pergerakan), makan dan pertukaran gas.

Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan berbiji meliputi semua tumbuhan yang
menghasilkan biji. Tumbuhan ini memiliki arti penting bagi
organisme lain di bumi. Bahan makanan manusia dan hewan
banyak yang berasal dari tumbuhan berbiji. Dapatkah kamu
menyebutkan biji-bijian yang menjadi makanan hewan dan
manusia? Untuk dapat mengenali keanekaragamannya kita harus
mempelajari berbagai ciri, daur hidup dan habitatnya.
Semua tumbuhan berbiji adalah heterospora, yang berarti
memiliki dua jenis sporangia berbeda. Megasporangia
menghasilkan megaspora yang akan menjadi gametofit betina,
dan mikrosporangia menghasilkan mikrospora yang akan
menjadi gametofit jantan. Megaspora terbentuk dalam megasporangium yang dilindungi oleh integumen, yang secara keseluruhan
struktur tersebut disebut ovulum atau bakal biji. Perkembangan
megaspora inilah yang akan membentuk sel telur (ovum), jika
ovum dibuahi oleh sel sperma maka akan tumbuh menjadi zigot.
Zigot berkembang menjadi embrio sporofit. Keseluruhan bakal
biji akhirnya berkembang membentuk biji.
Dalam sistem klasifikasi 5 kingdom, tumbuhan berbiji
digolongkan menjadi dua golongan, yaitu tumbuhan berbiji terbuka
(Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Dalam buku ini, pembahasan tumbuhan berbiji dimaksudkan
untuk mengenalkan keanekaragamannya. Dengan demikian,
tidak membahas ciri morfologis dan fungsi fisiologisnya secara
mendalam.
1. Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae)
a. Ciri-ciri umum
Pernahkah kamu mengamati tumbuhan melinjo, pakis haji dan
pinus? Dapatkah kamu menjelaskan perbedaan cirinya dengan
tumbuhan berbiji lain? Salah satu ciri khas yang membedakan
Gymnospermae dengan tumbuhan berbiji lain adalah struktur bijinya!
Cobalah lakukan aktivitas berikut ini untuk mempelajari struktur biji
Gymnospermae!

b. Penggolongan dan peranannya
Tumbuhan berbiji terbuka yang hingga kini masih dapat ditemukan
adalah divisi Coniferophyta (konifer), Cycadophyta (Sikas),
Ginkgophyta (ginkgo), Gnetophyta (melinjo).
1 ) Coniferophyta(konifer)
Divisio ini banyak anggotanya yang
masih dapat dijumpai hingga sekarang.
Ingatkah kamu tumbuhan apakah yang
terdapat pada hutan di daerah beriklim dingin
di kutub utara? Atau hutan pada pegunungan
di daerah tropis?
Pada umumnya conifer tidak mengalami
gugur daun, daunnya berbentuk jarum, hidup
sebagai perdu atau pohon, memiliki strobilus berbentuk kerucut. Ada dua macam strobilus, strobilus biji atau strobilus betina dan
strobilus serbuk sari atau strobilus jantan.
Contoh: Pinus, Cupressus, Araucaria,
Agathis, Sequoia, Juniperus, Taxus.
2)
Cycadophyta (Sikas)
Golongan sikas ditemukan di daerah
tropis hingga sub-tropis. Ciri yang khas untuk
tumbuhan ini adalah batang yang tidak
bercabang, daun majemuk, seperti kulit,
tersusun sebagai tajuk di puncak batang
yang memanjang. Seluruh anggotanya
berumah dua. Contoh: Cycas rumphii (pakis
haji), ditanam sebagai tanaman hias.
3)
Ginkgophyta (Ginko)
Anggota divisio ini yang masih ada
adalah Ginkgo biloba (Ginko). Ginkgo
merupakan pohon besar, dapat mencapai  ketinggian lebih dari 30 meter. Daun lebar berbentuk seperti kipas,
dengan belahan yang berlekuk dalam. Tulang daun berbentuk
menggarpu. Ginko merupakan tumbuhan Gymnospermae yang
meranggas, berumah dua, biji keras berwarna kekuningan,
berukuran sebesar kelereng, berbau tidak enak. Ginko digunakan
sebagai bahan obat-obatan dan kosmetik.
4 ) Gnetophyta
Divisio ini memiliki strobilus jantan yang tersusun majemuk,
daun berhadapan atau melingkar, seluruh pembuluh terdapat pada
kayu sekunder dan tidak terdapat saluran resin. Contoh: Gnetum
gnemon (melinjo), daun muda, biji dan bunganya dapat disayur. Bijinya
dibuat menjadi emping,kulit kayunya digunakan sebagai bahan
pembuatan benang atau kertas.
2. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
Sekarang ini Angiospermae merupakan tumbuhan yang
dominan, beraneka ragam, dan menempati daerah persebaran yang
paling luas di permukaan bumi. Diperkirakan hingga sekarang terdapat
sekitar 250.000 spesies Angiospermae.
a.
Ciri-ciri umum
Angiospermae memiliki bakal biji atau biji
berada di dalam struktur yang tertutup yang
disebut daun buah (carpels). Daun buah
dikelilingi oleh alat khusus yang membentuk
struktur pembiakan majemuk yang disebut
bunga. Pada umumnya tumbuhan berupa
pohon, perdu, semak, liana, atau herba. Di
antara Angiospermae ada yang hidup tahunan
ada yang semusim, berumah satu atau berumah
dua.
b. Penggolongan dan peranannya
Semua Angiospermae digolongkan dalam divisio tunggal, yaitu
Anthophyta. Divisio ini terdiri atas dua kelas yaitu Monocotyledonae
(monokotil) dan Dicotyledonae (dikotil). Ingatkah kamu berbagai ciri
yang membedakan keduanya?
1 ) Monocotyledonae (Monokotil)
Mencakup semua tumbuhan berbunga yang memiliki
kotiledon tunggal (berkeping biji tunggal), batang bagian atas
tidak bercabang. Umumnya berdaun tunggal, kecuali pada
golongan palma (kelapa, palem) dengan tulang daun
melengkung atau sejajar. Jaringan xilem dan floem pada
batang dan akar tersusun tersebar dan tidak berkambium.
Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 3, bentuk
tidak beraturan dan berwarna tidak menyolok.
Beberapa contoh yang penting misalnya;
a) Famili Liliaceae. Contohnya adalah
Lilium longiflorum (lilia gereja), Gloriosa
superba (kembang sungsang).
b) Famili Amaryllidaceae. Contohnya
adalah Agave cantala (kantala), Agave
sisalana (sisal).
c) Famili Poaceae. Contohnya adalah
Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung),
Andropogon sorghum (cantel), Panicum
miliaceum (jewawut).
d) Famili Zingiberaceae. Contohnya adalah
Zingiber officinalle (jahe), Curcuma
domestica (kunyit), Alphinia galanga
(laos), Kaempferia galanga (kencur).
e) Famili Musaceae. Contohnya adalah
Musa paradisica (pisang), Musa textilis
(manila henep).
f) Famili Orchidaceae. Contohnya adalah
Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan),
Dendrobium phalaenopsis (larat).
g) Famili Arecaceae. Contohnya adalah
Cocos nucifera (kelapa), Arenga pinata
(aren), Areca catechu (pinang), Elais
quineensis (kelapa sawit).
h) Famili Areceae. Contohnya adalah
Colocasia esculenta (talas),
Xanthosoma violaceum (bentul),
Alocasia macrorhiza (sente).
Apakah kamu mengenali tumbuhan di
bawah? Coba sebutkan nama-namanya!
2)
Dicotyledonae(Dikotil)
Mencakup semua tumbuhan berbunga yang memiliki 2 kotiledon
(berkeping biji dua). Daun dengan pertulangan menjari atau menyirip.

Pengertian dan Penjelasan Plantaelumut dan paku

Pengertian dan Penjelasan Plantaelumut dan paku

Pengertian dan Penjelasan Plantaelumut dan paku
Pengertian dan Penjelasan Plantaelumut dan paku

Pengertian dan Penjelasan Plantaelumut dan paku – Dunia tumbuhan (Plantae) mencakup semua organisme multiseluler, autotrop, fotosintetik. Dinding sel tumbuhan disusun atas senyawa selulosa, dan menyimpan kelebihan karbohidratnya dalam bentuk amilum. Akan tetapi, ternyata tidak semua organisme dengan ciri seperti itu dapat digolongkan sebagai tumbuhan. Bagaimana dengan ganggang hijau? Kamu tahu ganggang ini bersifat fotosintetik! Jika demikian, bagaimanakah membedakan ganggang multiseluler dengan tumbuhan?

Tumbuhan merupakan organisme yang sepenuhnya menyesuaikan diri dengan kehidupan di darat, meskipun beberapa di antaranya hidup di air seperti teratai. Oleh karena itu, tumbuhan (Plantae) berupa kormus (memiliki akar, batang dan daun sejati), bahan-bahan yang diperlukan tumbuhan, seperti cahaya, CO2, air, dan mineral diperoleh melalui berbagai proses yang terjadi pada ketiga organ tersebut.

Ciri-ciri dan sifat lumut. Pada umumnya kita menyebut “lumut” untuk semua tumbuhan yang hidup di permukaan tanah, batu, tembok atau pohon yang basah, bahkan yang hidup di air. Padahal tidak semuanya benar. Kalau kita cermati, mereka semua masih berupa talus jadi belum memiliki kormus yang jelas. Semua lumut merupakan tumbuhan autotrop fotosintetik, tak berpembuluh, tetapi sudah memiliki batang dan daun yang jelas dapat diamati meskipun akarnya masih berupa rizoid.

Maka lumut dianggap sebagai peralihan antara tumbuhan thallus ke tumbuhan berkormus, karena memiliki ciri thallus berupa rizoid dan kormus yang telah menampakkan adanya bagian batang dan daun. Bryophyta tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh lignin, oleh karenanya memiliki profil yang rendah, tingginya hanya 1–2 cm dan yang paling besar tingginya tidak lebih dari 20 cm. Untuk mempelajari struktur tubuh lumut lakukanlah aktivitas berikut ini!

Penggolongan dan peranan lumut Lumut yang hidup di berbagai tempat di bumi dapat digolongkan atas:

a. Lumut daun
Lumut ini dapat dengan mudah ditemukan di tempat yang basah atau lembap, menempel pada permukaan batu bata, tembok dan tempat-tempat terbuka. Tubuhnya berukuran kecil, berbatang semu tegak dan lembaran daunnya tersusun spiral. Pada pangkal batang terdapat rizoid yang bercabang dan bersepta berfungsi sebagai akar. Letak antheridium dan archegonium terpisah. Sekalipun lumut daun berukuran kecil, tetapi dampak kolektifnya pada bumi sangat besar. Misalnya, lumut gambut (Sphagnum sp.) menutup paling tidak 30% permukaan daratan di bumi, dengan kerapatan tertinggi terdapat di kutub utara.

b. Lumut hati
Lumut hati berbentuk lembaran (talus), rizoidnya tidak bercabang terdapat di bawah tangkai atau lembarannya. Letak antheridium dan archegonium terpisah. Cermati gambar 7.5 dan 7.6. Pada umumnya lumut hati mudah ditemukan pada tebing-tebing yang basah. Contoh lumut ini antara lain Ricciocarpus sp. dan Marchantia sp.

Pengertian dan Penjelasan Plantaelumut dan paku

1 ) Ricciocarpussp.
Hidup terapung di atas air, tubuh berupa lembaran. Daur hidupnya terdapat dalam generasi sporofit yang menghasilkan spora dan generasi gametofit yang menghasilkan gamet.

2) Marchantia polymorpha
Tubuh berbentuk lembaran (thalus), tumbuh menempel di atas permukaan tanah, batu, pohon atau tebing yang basah. Di bagian bawah terdapat rizoid yang digunakan untuk menempel dan mengisap air dan mineral, tidak berbatang dan berdaun. Reproduksi vegetatif dengan membentuk gemma atau kuncup. Sementara itu, reproduksi generatif dengan membentuk gamet. Organ pembentuk gamet jantan (antheridium) dan organ pembentuk gamet betina (archegonium) terpisah pada lembaran berbeda. Lumut ini dapat digunakan sebagai obat hepatitis (radang hati).

c . Lumut tanduk
Lumut tanduk sering dijumpai hidup di tepi danau, sungai atau di sepanjang selokan. Lumut ini juga mengalami pergiliran keturunan  antara generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofitnya membentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk. Contohnya Anthoceros sp. Struktur tubuh dan habitat tumbuhan paku Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji, memiliki susunan tubuh khas yang membedakannya dengan tumbuhan yang lain.

Untuk memahami struktur tubuh tumbuhan paku lakukanlah aktivitas di bawah mini! rizom terdapat akar, seperti rambut yang merupakan akar serabut. Ada pula tumbuhan paku yang batangnya mirip batang palem, misalnya paku pohon (Cyathea). Paku pohon ini masih banyak dijumpai di daerah dataran tinggi yang berhawa dingin seperti di kaki Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang dan pedalaman Gunungpati di Kota Semarang. Ada pula tumbuhan paku yang tubuhnya seperti kawat (paku kawat, Lycopodium).

Cermati gambar tumbuhan paku pada gambar 7.8! Adakah tangkai daunnya? Bagaimanakah bentuk helaian daunnya? Bagaimanakah bentuk tulang daunnya? Bagaimanakah keadaan daunnya ketika masih muda? Coba kamu jelaskan! Ada daun paku yang berukuran kecil (mikrofil) dan ada pula yang berukuran besar(makrofil). Ada daun tumbuhan paku yang khusus menghasilkan spora, daun ini disebut sporofil dan ada daun yang tidak menghasilkan spora, disebut tropofil.

Akan tetapi, tidak semua tumbuhan paku memiliki tipe daun yang berfungsi khusus. Misalnya pada suplir, semua daun dapat menghasilkan spora. Akar, batang dan daun tumbuhan paku memiliki berkas pengangkut xilem dan floem. Masih ingatkah kamu fungsi keduanya?

Pengertian dan Penjelasan Plantaelumut dan paku – Coba lakukan aktivitas di bawah ini! Daur hidup tumbuhan paku Tumbuhan paku memiliki kotak spora atau sporangium. Pada sporangium dihasilkan spora. Banyak sporangium terkumpul dalam satu wadah yang disebut sorus, yang dilindungi oleh suatu selaput indusium. Penggolongan dan peranan tumbuhan paku Dengan klasifikasi sistem 5 kingdom, tumbuhan paku dibedakan atas 3 divisio, yaitu Lycophyta, Sphenophyta, Pterophyta.

a. Lycophyta (Paku kawat)
Tumbuhan paku ini berdaun kecil, tersusun spiral, sporangium terkumpul dalam strobilus dan muncul di ketiak daun, batang seperti kawat. Contoh:
Lycopodium sp.(paku tanduk rusa), ditanam sebagai tanaman hias. Lycopodium clavatum, digunakan sebagai bahan obat-obatan.

b. Sphenophyta (Paku ekor kuda)

Berdaun kecil, tunggal dan tersusun melingkar. Sporangium tersusun dalam strobilus. Contoh: Equisetum debile (paku ekor kuda), tumbuh di dataran tinggi, batang berongga, berbuku-buku, dan tumbuh tegak. Daun kecil (mikrofil), terdapat pada setiap buku, melingkar, berbentuk sisik,

c . Pterophyta (Paku sejati)
Pterophyta merupakan tumbuhan paku yang banyak dijumpai disekitar kita, umumnya disebut pakis. Tumbuhan paku ini berdaun besar, daun muda menggulung, sporangium terdapat pada sporofil. Contoh: Alsophilla glauca (paku tiang),banyak ditemukan di daerah pegunungan berhawa dingin, batangnya hitam digunakan untuk menanam anggrek. Adiantum cuneatum (suplir) dan Asplenium nidus (paku sarang burung), ditanam sebagai tanaman hias. Marsilea crenata (semanggi), hidup di rawa atau tanah berair, digunakan untuk sayur.

Pengertian dan Penjelasan Plantaelumut dan paku