Pengertian Besaran Turunan Dalam Ruang Lingkup Fisika

Pengertian Besaran Turunan Dalam Ruang Lingkup Fisika

Pengertian Besaran Turunan Dalam Ruang Lingkup Fisika

besaran-turunan-dan-satuannya

Besaran turunan adalah besaran yang dapat diturunkan atau didefinisikan dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disesuaikan dengan satuan besaran pokoknya. Salah satu contoh besaran turunan yang sederhana ialah luas. Luas merupakan hasil kali dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar. Oleh karena itu, luas merupakan turunan dari besaran panjang Luas = panjang lebar = besaran panjang besaran panjang Satuan luas = meter meter = meter persegi (m2 ) Besaran turunan yang lain misalnya volume. Volume merupakan kombinasi tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Volume juga merupakan turunan dari besaran panjang. Adapun massa jenis merupakan kombinasi besaran massa dan besaran volume. Selain itu, massa jenis merupakan turunan dari besaran pokok massa dan panjang.

Dimensi Besaran

Besaran Turunan – Dimensi adalah cara penulisan suatu besaran dengan menggunakan simbol (lambang) besaran pokok. Hal ini berarti dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran-besaran pokok. Apa pun jenis satuan besaran yang digunakan tidak memengaruhi dimensi besaran tersebut, misalnya satuan panjang dapat dinyatakan dalam m, cm, km, atau ft, keempat satuan itu mempunyai dimensi yang sama, yaitu L. 

Di dalam mekanika, besaran pokok panjang, massa, dan waktu merupakan besaran yang berdiri bebas satu sama lain, sehingga dapat berperan sebagai dimensi. Dimensi besaran panjang dinyatakan dalam L, besaran massa dalam M, dan besaran waktu dalam T. Persamaan yang dibentuk oleh besaran-besaran pokok tersebut haruslah konsisten secara dimensional, yaitu kedua dimensi pada kedua ruas harus sama.

Analisis Dimensi

Besaran Turunan – Setiap satuan turunan dalam fisika dapat diuraikan atas faktor-faktor yang didasarkan pada besaran-besaran massa, panjang, dan waktu, serta besaran pokok yang lain. Salah satu manfaat dari konsep dimensi adalah untuk menganalisis atau menjabarkan benar atau salahnya suatu persamaan. Metode penjabaran dimensi atau analisis dimensi menggunakan aturan-aturan: a. dimensi ruas kanan = dimensi ruas kiri, b. setiap suku berdimensi sama. Sebagai contoh, untuk menganalisis kebenaran dari dimensi jarak tempuh dapat dilihat persamaan berikut ini. Jarak tempuh = kecepatan waktu s = v t Dari Tabel 1.5 tentang dimensi beberapa besaran turunan dapat diperoleh: – dimensi jarak tempuh = dimensi panjang = [ L] – dimensi kecepatan = [ L][ T ]-1 – dimensi waktu = [T] Maka dimensi jarak tempuh dari rumus s = v t , untuk ruas kanan: [ jarak tempuh] = [ kecepatan] × [waktu] [ L] = [ L][ T ]-1 × [ T ] [ L] = [ L] Dimensi besaran pada kedua ruas persamaan sama, maka dapat disimpulkan bahwa kemungkinan persamaan tersebut benar. Akan tetapi, bila dimensi besaran pada kedua ruas tidak sama, maka dapat dipastikan persaman tersebut salah.

Alat Ukur

Alat-alat ukur panjang yang dipakai untuk mengukur panjang suatu benda antara lain mistar, rollmeter, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.    7″  8 Mistar/penggaris berskala terkecil 1 mm mempunyai ketelitian 0,5 mm. Ketelitian pengukuran menggunakan mistar/penggaris adalah setengah nilai skala terkecilnya.  Dalam setiap pengukuran dengan menggunakan mistar, usahakan kedudukan pengamat (mata) tegak lurus dengan skala yang akan diukur. Hal ini untuk menghindari kesalahan penglihatan (paralaks). Paralaks yaitu kesalahan yang terjadi saat membaca skala suatu alat ukur karena kedudukan mata pengamat tidak tepat. %   7  =%/8 Rollmeter merupakan alat ukur panjang yang dapat digulung, dengan panjang 25 – 50 meter. Meteran ini dipakai oleh tukang bangunan atau pengukur lebar jalan. Ketelitian pengukuran dengan rollmeter sampai 0,5 mm. Meteran ini biasanya dibuat dari plastik atau pelat besi tipis, tampak+ 2  / /  Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang, tebal, kedalaman lubang, dan diameter luar maupun diameter dalam suatu benda dengan batas ketelitian 0,1 mm. Jangka sorong mempunyai dua rahang, yaitu rahang tetap dan rahang sorong. Pada rahang tetap dilengkapi dengan skala utama, sedangkan pada rahang sorong terdapat skala nonius atau skala vernier. Skala nonius mempunyai panjang 9 mm yang terbagi menjadi 10 skala dengan tingkat ketelitian 0,1 mm. Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong berdasarkan angka pada skala utama ditambah angka pada skala nonius yang dihitung dari 0 sampai dengan garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama.

 ” Mikrometer sekrup merupakan alat ukur ketebalan benda yang relatif tipis, misalnya kertas, seng, dan karbon. Pada mikrometer sekrup terdapat dua macam skala, yaitu skala tetap dan skala putar (nonius). 1) Skala tetap (skala utama) Skala tetap terbagi dalam satuan milimeter (mm). Skala ini terdapat pada laras dan terbagi menjadi dua skala, yaitu skala atas dan skala bawah. 2) Skala putar (skala nonius) Skala putar terdapat pada besi penutup laras yang dapat berputar dan dapat bergeser ke depan atau ke belakang. Skala ini terbagi menjadi 50 skala atau bagian ruas yang sama. Satu putaran pada skala ini menyebabkan skala utama bergeser 0,5 mm. Jadi, satu skala pada skala putar mempunyai ukuran: 0,5 mm 0,01mm 50 1 × = . Ukuran ini merupakan batas ketelitian mikrometer sekrup.

Contoh Soal

Hasil pengukuran dengan mikrometer sekrup pada skala utama menunjukkan angka 4,5 mm dan skala putar menunjuk angka 25. Berapakah hasil pengukurannya? Penyelesaian: Bagian skala utama menunjukkan = 4,5 mm Bagian skala nonius menunjukkan = 25 × 0,01 = 0,25 mm Hasil pengukuran = 4,75 mm atau 0,475 cm    /  %%  “ % /       %” & ) %    4/ /, /% 1. Pe

Alat Ukur Besaran

Besaran massa diukur menggunakan neraca. Neraca dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti neraca analitis dua lengan, neraca Ohauss, neraca lengan gantung, dan neraca digital.  A + % C!  Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda, misalnya emas, batu, kristal benda, dan lain-lain. Batas ketelitian neraca analitis dua lengan yaitu 0,1 gram.  A + H, Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium. Kapasitas beban yang ditimbang dengan menggunakan neraca ini adalah 311 gram. Batas ketelitian neraca Ohauss yaitu 0,1 gram. + A +!  $   Neraca ini berguna untuk menentukan massa benda, yang cara kerjanya dengan menggeser beban pemberat di sepanjang batang.  A +C % Neraca digital (neraca elektronik) di dalam penggunaanya sangat praktis, karena besar massa benda yang diukur langsung ditunjuk dan terbaca pada layarnya. Ketelitian neraca digital ini sampai dengan 0,001 gram. 3 % 9 <  Waktu merupakan besaran yang menunjukkan lamanya suatu peristiwa berlangsung. Berikut ini beberapa alat untuk mengukur besaran waktu. a. Stopwatch, dengan ketelitian 0,1 detik karena setiap skala pada stopwatch dibagi menjadi 10 bagian. Alat ini biasanya digunakan untuk pengukuran waktu dalam kegiatan olahraga atau dalam praktik penelitian. b. Arloji, umumnya dengan ketelitian 1 detik. c. Penunjuk waktu elektronik, mencapai ketelitian 1/1000 detik. d. Jam atom Cesium, dibuat dengan ketelitian 1 detik tiap 3.000 tahun, artinya kesalahan pengukuran jam ini kira-kira satu detik dalam kurun waktu 3.000 tahun.  

Kuat Arus

Alat untuk mengukur kuat arus listrik disebut amperemeter. Amperemeter mempunyai hambatan dalam yang sangat kecil, pemakaiannya harus dihubungkan secara seri pada rangkaian yang diukur, sehingga jarum menunjuk angka yang merupakan besarnya arus listrik yang mengalir.

Alat Ukur Suhu

Untuk mengukur suhu suatu sistem umumnya menggunakan termometer. Termometer dibuat berdasarkan prinsip pemuaian. Termometer biasanya terbuat dari sebuah tabung pipa kapiler tertutup yang berisi air raksa yang diberi skala. Ketika suhu bertambah, air raksa dan tabung memuai. Pemuaian yang terjadi pada air raksa lebih besar dibandingkan pemuaian pada tabung kapiler. Naiknya ketinggian permukaan raksa dalam tabung kapiler dibaca sebagai kenaikan suhu. Berdasarkan skala temperaturnya, termometer dibagi dalam empat macam, yaitu termometer skala Fahrenheit, skala Celsius, skala Kelvin, dan skala Reamur. Termometer skala Fahrenheit memiliki titik beku pada suhu 32 o F dan titik didih pada 212 o F. Termometer skala Celsius memiliki titik beku pada suhu 0 o C, dan titik didih pada 100 o C. Termometer skala Kelvin memiliki titik beku pada suhu 273 K dan titik didih pada 373 K. Suhu 0 K disebut suhu nol mutlak, yaitu suhu semua molekul berhenti bergerak. Dan termometer skala Reamur memiliki titik beku pada suhu 0 o R dan titik didih pada 80 o R.

Besaran Vektor adalah jenis besaran yang mempunyai nilai dan arah. Besaran yang termasuk besaran vektor antara lain perpindahan, gaya, kecepatan, percepatan, dan lainlain. Sebuah vektor digambarkan sebagai sebuah ruas garis berarah yang mempunyai titik tangkap (titik pangkal) sebagai tempat permulaan vektor itu bekerja. Panjang garis menunjukkan nilai vektor dan arah panah menunjukkan arah vektor itu bekerja. Garis yang melalui vektor tersebut dinamakan garis kerja. Penulisan sebuah simbol besaran vektor dengan menggunakan huruf tegak dicetak tebal, misalnya vektor AB ditulis AB. Selain itu, dapat pula dinyatakan dengan huruf miring dengan tanda panah di atasnya, misalnya vektor AB ditulis AB . 2

Besaran dan Satuan Pengertian Tentang Dalam Fisika

Besaran dan Satuan Pengertian Tentang Dalam Fisika

Besaran dan Satuan Pengertian Tentang Dalam Fisika

besaran dan satuan
besaran dan satuan

 

Besaran dan SatuanFisika adalah salah satu ilmu pengetahuan alam dasar yang banyak digunakan sebagai dasar bagi ilmu-ilmu yang lain. Fisika adalah ilmu yang mempelajari gejala alam secara keseluruhan. Fisika mempelajari materi, energi, dan fenomena atau kejadian alam, baik yang bersifat makroskopis (berukuran besar, seperti gerak Bumi mengelilingi Matahari) maupun yang bersifat mikroskopis (berukuran kecil, seperti gerak elektron mengelilingi inti) yang berkaitan dengan perubahan zat atau energi. Fisika menjadi dasar berbagai pengembangan ilmu dan teknologi. Kaitan antara fisika dan disiplin ilmu lain membentuk disiplin ilmu yang baru, misalnya dengan ilmu astronomi membentuk ilmu astrofisika, dengan biologi membentuk biofisika, dengan ilmu kesehatan membentuk fisika medis, dengan ilmu bahan membentuk fisika material, dengan geologi membentuk geofisika, dan lain-lain. Pada bab ini akan dipelajari tentang dasar-dasar ilmu fisika.

besaran dan satuan

Ruang Lingkup Fisika 

Fisika berasal dari bahasa Yunani yang berarti “alam”. Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Gejala-gejala ini pada mulanya adalah apa yang dialami oleh indra kita, misalnya penglihatan menemukan optika atau cahaya, pendengaran menemukan pelajaran tentang bunyi, dan indra peraba yang dapat merasakan panas. Mengapa kalian perlu mempelajari Fisika? Fisika menjadi ilmu pengetahuan yang mendasar, karena berhubungan dengan perilaku dan struktur benda, khususnya benda mati. Menurut sejarah, fisika adalah bidang ilmu yang tertua, karena dimulai dengan pengamatanpengamatan dari gerakan benda-benda langit, bagaimana lintasannya, periodenya, usianya, dan lain-lain. Bidang ilmu ini telah dimulai berabad-abad yang lalu, dan berkembang pada zaman Galileo dan Newton. Galileo merumuskan hukum-hukum mengenai benda yang jatuh, sedangkan Newton mempelajari gerak pada umumnya, termasuk gerak planet-planet pada sistem tata surya.

besaran dan satuan – Pada zaman modern seperti sekarang ini, ilmu fisika sangat mendukung perkembangan teknologi, industri, komunikasi, termasuk kerekayasaan (engineering), kimia, biologi, kedokteran, dan lain-lain. Ilmu fisika dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai fenomenafenomena yang menarik. Mengapa bumi dapat mengelilingi matahari? Bagaimana udara dapat menahan pesawat terbang yang berat? Mengapa langit tampak berwarna biru?

besaran dan satuan –  Bagaimana siaran/tayangan TV dapat menjangkau tempattempat yang jauh? Mengapa sifat-sifat listrik sangat diperlukan dalam sistem komunikasi dan industri? Bagaimana peluru kendali dapat diarahkan ke sasaran yang letaknya sangat jauh, bahkan antarbenua? Dan akhirnya, bagaimana pesawat dapat mendarat di bulan? Ini semua dipelajari dalam berbagai bidang ilmu fisika. Bidang fisika secara garis besar terbagi atas dua kelompok, yaitu fisika klasik dan fisika modern. Fisika klasik bersumber pada gejala-gejala yang ditangkap oleh indra. Fisika klasik meliputi mekanika, listrik magnet, panas, bunyi, optika, dan gelombang yang menjadi perbatasan antara fisika klasik dan fisika modern. Fisika modern berkembang mulai abad ke-20, sejak penemuan teori relativitas Einstein dan radioaktivitas oleh keluarga Curie.

2. Hubungan Fisika dengan Ilmu Pengetahuan Lain 

besaran dan satuan – Tujuan mempelajari ilmu fisika adalah agar kita dapat mengetahui bagian-bagian dasar dari benda dan mengerti interaksi antara benda-benda, serta mampu menjelaskan mengenai fenomena-fenomena alam yang terjadi. Walaupun fisika terbagi atas beberapa bidang, hukum fisika berlaku universal. Tinjauan suatu fenomena dari bidang fisika tertentu akan memperoleh hasil yang sama jika ditinjau dari bidang fisika lain. Selain itu konsep-konsep dasar fisika tidak saja mendukung perkembangan fisika sendiri, tetapi juga perkembangan ilmu lain dan teknologi. Ilmu fisika menunjang riset murni maupun terapan. Ahli-ahli geologi dalam risetnya menggunakan metode-metode gravimetri, akustik, listrik, dan mekanika. Peralatan modern di rumah sakit-rumah sakit menerapkan ilmu fisika. Ahli-ahli astronomi memerlukan optik spektografi dan teknik radio. Demikian juga ahli-ahli meteorologi (ilmu cuaca), oseanologi (ilmu kelautan), dan seismologi memerlukan ilmu fisika.

3. Fisika lahir dan berkembang dari hasil percobaan dan pengamatan.

Percobaan (eksperimen) dan pengamatan (observasi) memerlukan pengukuran (measurement) dengan bantuan alat-alat ukur, sehingga diperoleh data/ hasil pengamatan yang bersifat kuantitatif. Sebagai contoh, hasil pengukuran pada suatu percobaan diperoleh panjang terukur 4 meter, volume air 10 cm3 pada suhu 15 o C. Dalam fisika, panjang, volume, dan suhu adalah sesuatu yang dapat diukur. Sesuatu yang dapat diukur itu disebut besaran. Besaran mempunyai dua komponen utama, yaitu nilai dan satuan. Dalam ilmu fisika, perlu diingat bahwa tidak semua besaran fisika mempunyai satuan, sebagai contoh indeks bias dan massa jenis relatif.

Besaran Pokok dan Satuan Standar

Besaran-besaran dalam fisika dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefinisikan atau ditetapkan terlebih dahulu, yang berdiri sendiri, dan tidak tergantung pada besaran lain.

besaran dan satuan – Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari suatu besaran. Sebuah besaran tidak hanya memiliki satu satuan saja. Besaran panjang ada yang menggunakan satuan inci, kaki, mil, dan sebagainya. Untuk massa dapat menggunakan satuan ton, kilogram, gram, dan sebagainya. Adanya berbagai macam satuan untuk besaran yang sama akan menimbulkan kesulitan. Kalian harus melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu untuk memecahkan persoalan yang ada.

Dengan adanya kesulitan tersebut, para ahli sepakat untuk menggunakan satu sistem satuan, yaitu menggunakan satuan standar Sistem Internasional, disebut Systeme Internationale d’Unites (SI). Satuan Internasional adalah satuan yang diakui penggunaannya secara internasional serta memiliki standar yang sudah baku. Satuan ini dibuat untuk menghindari kesalahpahaman yang timbul dalam bidang ilmiah karena adanya perbedaan satuan yang digunakan. Pada awalnya, Sistem Internasional disebut sebagai Metre – Kilogram – Second (MKS). Selanjutnya pada Konferensi Berat dan Pengukuran Tahun 1948, tiga satuan yaitu newton (N), joule (J), dan watt (W) ditambahkan ke dalam SI. Akan tetapi, pada tahun 1960, tujuh Satuan Internasional dari besaran pokok telah ditetapkan yaitu meter, kilogram, sekon, ampere, kelvin, mol, dan kandela.

Sistem MKS menggantikan sistem metrik, yaitu suatu sistem satuan desimal yang mengacu pada meter, gram yang didefinisikan sebagai massa satu sentimeter kubik air, dan detik. Sistem itu juga disebut sistem Centimeter – Gram – Second (CGS). Satuan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu satuan tidak baku dan satuan baku. Standar satuan tidak baku tidak sama di setiap tempat, misalnya jengkal dan hasta. Sementara itu, standar satuan baku telah ditetapkan sama di setiap tempat.

Satuan besaran panjang berdasarkan SI dinyatakan dalam meter (m). Ketika sistem metrik diperkenalkan, satuan meter diusulkan setara dengan sepersepuluh juta kali seperempat garis bujur bumi yang melalui kota Paris. Tetapi, penyelidikan awal geodesik menunjukkan ketidakpastian standar ini, sehingga batang platinairidium yang asli dibuat dan disimpan di Sevres dekat Paris, Prancis. Jadi, para ahli menilai bahwa meter standar itu kurang teliti karena mudah berubah. Para ahli menetapkan lagi patokan panjang yang nilainya selalu konstan. Pada tahun 1960 ditetapkan bahwa satu meter adalah panjang yang sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom-atom gas kripton-86 dalam ruang hampa pada suatu loncatan listrik. Definisi baru menyatakan bahwa satuan panjang SI adalah panjang lintasan yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu 299.792.458 1 sekon.

Satuan standar untuk massa adalah kilogram (kg). Satu kilogram standar adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari platina iridium yang disimpan di Sevres, Prancis. Silinder platina iridium memiliki diameter 3,9 cm dan tinggi 3,9 cm. Massa 1 kg standar mendekati massa 1 liter air murni pada suhu 4 o C.

Satuan SI waktu adalah sekon (s). Mula-mula ditetapkan bahwa satu sekon sama dengan 86.400 1 rata-rata gerak semu matahari mengelilingi Bumi. Dalam pengamatan astronomi, waktu ini ternyata kurang tepat akibat adanya pergeseran, sehingga tidak dapat digunakan sebagai patokan. Selanjutnya, pada tahun 1956 ditetapkan bahwa satu sekon adalah waktu yang dibutuhkan atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.

Satuan standar arus listrik adalah ampere (A). Satu ampere didefinisikan sebagai arus tetap, yang dipertahankan untuk tetap mengalir pada dua batang penghantar sejajar dengan panjang tak terhingga, dengan luas penampang yang dapat diabaikan dan terpisahkan sejauh satu meter dalam vakum, yang akan menghasilkan gaya antara kedua batang penghantar sebesar 2 × 10–7 Nm–1.

Suhu menunjukkan derajat panas suatu benda. Satuan standar suhu adalah kelvin (K), yang didefinisikan sebagai satuan suhu mutlak dalam termodinamika yang besarnya sama dengan 273,16 1 dari suhu titik tripel air. Titik tripel menyatakan temperatur dan tekanan saat terdapat keseimbangan antara uap, cair, dan padat suatu bahan. Titik tripel air adalah 273,16 K dan 611,2 Pa.

Satuan SI untuk jumlah zat adalah mol. Satu mol setara dengan jumlah zat yang mengandung partikel elementer sebanyak jumlah atom di dalam 1,2 10-2 kg karbon-12. Partikel elementer merupakan unsur fundamental yang membentuk materi di alam semesta. Partikel ini dapat berupa atom, molekul, elektron, dan lain-lain.

Materi Tentang Pengertian Satelit Bumi Bulan

Materi Tentang Pengertian Satelit Bumi Bulan

Materi Tentang Pengertian Satelit Bumi Bulan

Satelit Bumi Bulan
Satelit Bumi Bulan

Satelit Bumi Bulan – Bulan merupakan satu-satunya satelit alami yang dimiliki bumi. Bulan melakukan tiga pergerakan yang berpengaruh pada peristiwa-peristiwa yang terjadi di bumi.

1. Bentuk Fisik Bulan Sebagai satelit, bulan memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari planet. Dibandingkan dengan bumi, diameter bulan adalah 0,25 kali diameter bumi (sekitar 476 km) dan massanya adalah 1 : 8. Ketidakberadaan atmosfer di bulan menyebabkan tidak adanya kehidupan di sana. Selain itu, tabrakan bulan dengan benda langit lain pun tidak bisa dihindarkan. Akibatnya, bagian permukaan bulan tidak seperti yang tampak dari bumi. Permukaan bulan dipenuhi oleh kawah-kawah dengan diameter yang bervariasi. Sebagian besar kawah ini terjadi karena hujan meteor. Selain itu, karena tidak adanya atmosfer di bulan, suhu bulan dapat mencapai 110° C saat terkena matahari dan -170° C saat sinar matahari tidak mengenainya.

Satelit Bumi Bulan

2. Gerakan dan Fase Bulan Sebagai satelit, bulan melakukan tiga jenis gerakan, yaitu berotasi terhadap porosnya, berevolusi mengelilingi bumi, dan bersama bumi berevolusi mengelilingi matahari. Waktu yang dilalui oleh bulan untuk berevolusi mengelilingi bumi disebut satu bulan sideris, yaitu selama 27,33 hari perhitungan bumi. Tetapi, waktu yang diperlukan bulan untuk beredar dari keadaan bulan baru dan kembali ke keadaan bulan baru lagi disebut sebagai satu bulan sinodis atau satu bulan komariah, yaitu 29,5 hari. Setiap malam kita melihat bulan, kita akan mendapatkan bentuk penampakan bulan yang berbeda-beda dan berulang membentuk sebuah siklus. Perubahan bentuk penampakan bulan ini disebut siklus fase-fase bulan. Fase-fase ini terjadi sesuai dengan sinar yang dipantulkannya ke bumi.

Satelit Bumi Bulan – Ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, sisi bulan yang tidak terkena matahari akan menghadap ke bumi sehingga bulan tidak nampak di bumi. Fase ini dinamakan fase bulan baru. Sesuai pergerakan yang terjadi, bulan lambat laun akan nampak diawali dengan bentuk sabit. Bulan dalam bentuk ini dinamakan bulan sabit. Bagian bulan yang nampak di bumi akan terus bertambah hingga membentuk bulan separuh. Bulan akan terus mengembang dengan menampakan bagian yang lebih besar hingga membentuk bulatan yang penuh. Saat itu seluruh bagian bulan telah nampak ke bumi. Bulan yang seperti ini dinamakan bulan purnama. Posisi bulan saat purnama tepat berlawanan dengan bulan baru. Setelah mencapai purnama, bulan kembali menyusut melewati bulan separuh, bulan sabit, hingga kembali pada bulan baru. Fase ini akan terus berulang selama revolusi bulan terhadap bumi dan matahari terjadi.

Satelit Bumi Bulan

3. Penanggalan Berdasarkan waktu satu bulan sinodis ini, disusunlah penanggalan yang disebut dengan tahun komariah atau tahun hijriah. Pada penanggalan ini, jumlah hari selama satu tahun komariah adalah 354 hari. Karena waktu satu bulan sinodis adalah 29,5 hari, maka jumlah hari pada tiap-tiap bulan di tahun komariah berselang-seling antara 29 hari dan 30 hari. Selain penanggalan komariah, kita pun mengenal penanggalan masehi. Penanggalan ini berdasarkan pada periode rotasi dan revolusi bumi. Pada penanggalan ini, tahun yang habis dibagi empat disebut dengan tahun kabisat, yakni tahun yang jumlah harinya 366 hari dan yang lainnya disebut tahun basit.

Satelit Bumi Bulan

4. Gerhana Akibat pergerakan yang dilakukan oleh bulan dan bumi, suatu saat akan terjadi peristiwa yang disebut gerhana. Berdasarkan posisi matahari-bumi-bulan, dikenal dua jenis gerhana, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana bulan adalah situasi terhalangnya sinar matahari yang menuju bulan oleh bumi. Sedangkan, gerhana matahari adalah situasi terhalangnya sinar matahari menuju bumi oleh bulan.

Gerhana dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu gerhana total dan gerhana parsial. Gerhana total terjadi jika benda yang menjadi tujuan sinar matahari berada pada daerah umra. Sedangkan, gerhana sebagian atau gerhana parsial terjadi jika benda yang menjadi tujuan datangnya sinar matahari berada pada daerah penumbra.

Satelit Bumi Bulan

Gerhana matahari total hanya berlangsung selama 6 menit, sementara gerhana bulan total dapat terjadi selama 2 jam.

5. Pasang Surut Air Laut Peristiwa naik atau turunnya air laut dari keadaan normal (garis pantai) disebut dengan pasang atau surut. Air laut mengalami pasang surut sebanyak dua kali dalam satu hari. Peristiwa ini terjadi akibat adanya pengaruh gaya gravitasi bulan dan matahari. Karena jarak bulan lebih dekat daripada jarak matahari ke bumi, maka gaya gravitasi bulan memiliki pengaruh yang lebih besar daripada gravitasi matahari terhadap peristiwa pasang surut ini.

1. Jelaskan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh bulan sebagai satelit! 2. Jelaskan aturan penanggalan berdasarkan waktu satu bulan sinodis! 3. Jelaskan proses terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari!

• Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri dari matahari, planet-planet yang berputar mengelilingi matahari, komet, dan asterioid, serta benda-benda langit lainnya. • Bintang adalah anggota tata surya yang mampu memancarkan cahaya sendiri. • Nama-nama planet anggota tata surya adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. • Satelit adalah benda langit anggota tata surya yang selalu mengiringi planet sehingga disebut sebagai pengiring planet. • Asteroid adalah benda angkasa yang berupa pecahan kecil dan terletak pada garis edar yang berada di antara planet Mars dan Jupiter. • Komet adalah benda langin berukuran kecil yang tersusun atas sejumlah partikel-partikel kecil bebatuan, kristal, es, dan gas. • Meteor adalah benda angkasa yang bergerak cepat dengan lintasan yang tak beraturan. • Besarnya energi matahari yang berasal dari reaksi fusi dapat dihitung dengan rumus: E = m ? c2 • Spektrum matahari adalah gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari. • Batu-batuan di bumi dapat dikelompokkan menjadi batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. • Pelapukan adalah perubahan yang terjadi pada batuan akibat adanya kontak atau interaksi dengan atmosfer, hidrosfer, maupun biosfer. • Pengaruh dari rotasi bumi adalah adanya pergantian siang dan malam, terjadinya gerak semu matahari, dan perbedaan waktu. • Peristiwa yang merupakan pengaruh dari revolusi bumi adalah pergantian musim, perubahan lamanya siang dan malam, dan gerak semu matahari. • Dampak negatif dari perkembangan teknologi terhadap lingkungan adalah kebocoran lapisan ozon, hujan asam, dan efek rumah kaca. • Satu bulan sideris adalah waktu yang dilalui oleh bulan untuk berevolusi mengelilingi bumi, yaitu selama 27,33 hari perhitungan bumi. • Satu bulan sinodis atau komariah adalah waktu yang diperlukan bulan untuk beredar dari keadaan bulan baru dan kembali ke keadaan bulan baru lagi, yaitu 29,5 hari. • Gerhana bulan adalah situasi terhalangnya sinar matahari yang menuju bulan oleh bumi. • Gerhana matahari adalah situasi terhalangnya sinar matahari menuju bumi oleh bulan.

Setelah kamu mempelajari tentang tata surya, coba kamu jelaskan kembali sistem tata surya dan benda-benda yang merupakan anggota tata surya! Bagian mana yang belum kamu mengerti? Diskusikanlah bersama guru dan temanmu! Manfaat apa yang kamu peroleh setelah mempelajarinya?

1. Pusat dari tata surya adalah …. a. bintang b. matahari c. bumi d. bulan 2. Pengelompokan planet berdasarkan ukuran dan komposisinya adalah …. a. planet dalam dan luar b. planet besar dan kecil c. planet terestial dan jovian d. planet inferior dan superior 3. Berikut ini adalah pernyataan yang benar mengenai massa Merkurius, kecuali …. a. 27 kali massa bumi b. 3 kali massa mars c. 0,2 kali massa uranus d. 0,09 kali massa Jupiter 4. Lintasan edar asteroid berada di antara planet …. a. Bumi dan Mars b. Mars dan Jupiter c. Jupiter dan Saturnus d. Bumi dan Jupiter 5. Lapisan matahari yang berfungsi sebagai selimut untuk meminimalisir energi yang hilang dari matahari adalah …. a. fotosfer b. inti matahari c. kromosfer d. korona 6. Lapisan bumi yang tersusun oleh batu-batuan adalah …. a. litosfer b. fotosfer c. atmosfer d. daratan 7. Satelit LANDSAT dan Vaguard milik Amerika merupakan satelit buatan yang berfungsi untuk …. a. pencitraan sumber daya alam b. mengetahui cuaca c. alat komunikasi d. penentu posisi 8. Berikut ini yang tidak dipengaruhi oleh revolusi bumi adalah …. a. pergantian musim b. lamanya siang dan malam c. waktu di bagian bumi d. lokasi kemunculan benda langit setiap bulan 9. Yang merupakan tahun kabisat adalah tahun …. a. 2002 b. 2004 c. 2006 d. 2010 10. Posisi yang tepat saat terjadi gerhana matahari adalah …. a. bumi – bulan – matahari b. bulan – bumi – matahari c. bulan – matahari – bumi d. bumi – matahari – bulan

1. Kota A terletak pada 35° BB dan kota B terletak di 15° BT, tentukanlah: a. kota yang terlebih dahulu mengalami tengah malam? Jelaskan! b. waktu di kota B jika waktu yang ditunjukkan oleh jam di kota tersebut adalah pukul 21.30. 2. Jelaskanlah bagaimana proses berikut ini terjadi! a. pembentukan tanah b. pelapukan 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pasang surut dan peristiwa yang mempengaruhinya! 4. Tuliskanlah: a. anggota tata surya dan penjelasannya secara singkat b. jenis-jenis batuan dan proses terbentuknya c. pengertian dan pengaruh rotasi serta revolusi bumi d. manfaat energi matahari dan jenis spektrumnya 5. Jelaskan bagaimana penanggalan disusun!

1. Berdasarkan pengertian dari benda-benda yang termasuk anggota tata surya, coba kamu sebutkan persamaan dan perbedaan di antara benda-benda tersebut! 2. Sebutkan peristiwa-peristiwa yang termasuk pelapukan fisika dan pelapukan kimia! Mengapa kamu mengelompokkan peristiwa tersebut ke dalam pelapukan fisika atau pelapukan kimia? 3. Pemanasan global yang terjadi di bumi kita sekarang ini merupakan dampak negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutmu, faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pemanasan global di bumi? Bagaimana cara untuk mengatasinya? Jelaskan! Diskusikan dengan teman sekelompokmu!