Permintaan dan Penawaran Beserta Faktor Memperngaruhinya

Permintaan dan Penawaran Beserta Faktor Memperngaruhinya

Permintaan dan Penawaran Beserta Faktor Memperngaruhinya

Permintaan dan Penawaran
Permintaan dan Penawaran

Permintaan dan Penawaran

A. Permintaan Permintaan adalah jumlah barang dan jasa tertentu yang diminta (dibeli) pada berbagai kemungkinan tingkat harga dan dalam waktu tertentu. Permintaan tercipta apabila pembeli memiliki keinginan untuk membeli barang dan jasa yang disertai oleh kemampuan untuk membayarnya. Apakah setiap individu mempunyai keinginan dan kemampuan yang sama dalam setiap membeli barang? Tentu saja tidak! Mengapa? Karena ada banyak hal yang memengaruhinya.

Permintaan dan Penawaran

1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Dalam praktiknya, permintaan individu atau masyarakat terhadap suatu barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.

Permintaan dan Penawaran

a. Harga Barang Substitusi dan Barang Komplementer Permintaan terhadap suatu barang dapat dipengaruhi oleh harga barang-barang lain yang ada kaitannya seperti barang dapat saling menggantikan (substitusi) dan barang yang saling melengkapi (komplementer). Naik turunnya harga barang pengganti (substitusi) dapat memengaruhi permintaan terhadap barang yang digantikannya. Misalnya, jika harga tiket kereta api naik maka akan memengaruhi naiknya permintaan tiket bus, demikian pula jika harga tiket kereta api turun, maka permintaan tiket bus akan ikut menurun. Demikian pula dengan barang yang saling melengkapi (komplementer). Barang komplementer atau barang pelengkap yaitu barang yang akan memberikan manfaat penuh apabila digunakan bersama-sama dengan barang lainnya. Misalnya, kopi dan gula, jarum dan benang, bensin dan motor, kapur dan papan, kamera dan film, dan sebagainya. Apabila harga kamera turun, maka dimungkinkan permintaan film akan bertambah. Sebaliknya jika harga kamera naik maka dimungkinkan permintaan film akan turun.

Permintaan dan Penawaran

b. Pendapatan Konsumen Pendapatan konsumen (sebagai pembeli) merupakan faktor yang sangat penting di dalam menentukan permintaan terhadap berbagai jenis barang. Bila pendapatan konsumen meningkat, berarti daya beli juga meningkat.

Permintaan dan Penawaran – Bayangkan saja, seandainya kalian mempunyai banyak uang, tentu kalian ingin membelanjakan uang tersebut dan tidak memperdulikan tinggi rendahnya harga. Lain halnya, jika kalian mempunyai uang pas-pasan. Kalian akan berpikir dua kali untuk membelanjakan uang tersebut, dan kemungkinan kalian akan mencari harga barang yang lebih murah dan sesuai dengan kemampuan dana yang kalian miliki.

c. Jumlah Penduduk Pertambahan jumlah penduduk jelas menambah jumlah barang yang dikonsumsi, akan tetapi proporsinya akan sangat tergantung pada pertambahan dalam kesempatan kerja. Apabila pertambahan penduduk diiringi oleh pertambahan dalam kesempatan kerja, maka akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan, sehingga daya beli masyarakat akan meningkat. Meningkatnya daya beli masyarakat berarti akan meningkatkan permintaan terhadap barang atau jasa.

Permintaan dan Penawaran

d. Selera Konsumen Selera konsumen mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang atau jasa-jasa. Contohnya, pada masa-masa tertentu orang lebih suka terhadap barang konsumsi yang bersifat instan (siap saji), sehingga permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah. Akan tetapi pada saat yang lain orang akan meninggalkan barang konsumsi yang bersifat instan tersebut karena mengandung bahan pengawet yang berbahaya untuk kesehatan sehingga permintaan terhadap barang konsumsi tersebut akan berkurang.

e. Ekspektasi (Harapan Konsumen) Perubahan yang diramalkan akan terjadi di masa datang akan dapat memengaruhi permintaan. Jika para konsumen meramalkan bahwa akan terjadi kenaikan harga-harga barang di masa mendatang, maka pada saat sekarang konsumen akan melakukan pembelian yang lebih banyak terhadap barang-barang yang akan mengalami kenaikan harga tersebut. Contoh, saat BBM akan naik, konsumen akan melakukan pembelian BBM lebih banyak sebelum BBM naik, bahkan mungkin ada yang menimbunnya.

Permintaan dan Penawaran

2. Hukum Permintaan Sifat keterkaitan antara permintaan terhadap suatu barang dan harganya dijelaskan dalam Hukum Permintaan yang berbunyi sebagai berikut: Apabila harga suatu barang turun maka permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah, sebaliknya jika harga suatu barang naik maka permintaan terhadap barang akan berkurang.

3. Kurva Permintaan Hukum permintaan akan lebih jelas dan mudah dipahami apabila dituangkan dalam bentuk gambar, yaitu sebuah grafik atau kurva yang disebut kurva permintaan. Dengan menggunakan skedul permintaan, besarnya permintaan barang dan jasa pada berbagai tingkat harga dapat diketahui dengan mudah. Dalam menganalisis permintaan perlu diketahui perbedaan antara dua istilah yaitu permintaan dan jumlah barang yang diminta. Permintaan adalah keseluruhan dari kurva permintaan. Jadi permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah permintaan. Adapun jumlah barang yang diminta adalah banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu. Untuk menggambarkan kurva permintaan tolok ukur yang digunakan adalah faktor harga. Faktor-faktor lain dianggap tetap atau konstan.

4. Permintaan Individu dan Permintaan Pasar Permintaan terhadap suatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh individu dan permintaan yang dilakukan oleh semua individu dalam pasar .

5. Pergeseran Kurva Permintaan Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan terhadap suatu barang yang disebabkan oleh perubahan faktor-faktor di luar harga barang itu sendiri. Faktorfaktor tersebut adalah pendapatan, selera, jumlah, penduduk, promosi perusahaan, dan ramalan di masa datang (faktor-faktor ini telah dijelaskan sebelumnya). Setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu, akan menggeser kurva permintaan ke kanan. Sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan jumlah permintaan akan menggeser kurva permintaan ke kiri.

B. Penawaran Transaksi di pasar tidak terwujud bila hanya ada permintaan dari pihak pembeli saja. Permintaan dapat terwujud apabila ada barang-barang dan jasa yang disediakan penjual (penawaran). Dengan demikian, bila ada permintaan dan penawaran terjadilah transaksi di pasar. Adapun yang dimaksud penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual. Keinginan para penjual dalam menawarkan barang-barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor.

1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran Dalam menawarkan barang dan jasa di pasar, penjual biasanya akan memerhatikan beberapa faktor, antara lain:

a. Harga Barang Itu Sendiri Harga barang menentukan tingkat penawaran. Contoh, menanam kelapa sawit merupakan kegiatan yang menguntungkan bagi petani kelapa sawit ketika harga kelapa sawit tinggi. Petani akan menanam kelapa sawit sebanyak-banyaknya agar memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Jika perlu, petani akan menambah lahan dan tenaga kerja untuk menanam kelapa sawit. Sebaliknya, bila harga kelapa sawit turun, tentu petani tersebut akan mengurangi produksinya, bahkan mungkin tidak menanam kelapa sawit sama sekali. b. Biaya untuk Memperoleh Faktor Produksi Pembayaran kepada faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam proses produksi. Pengeluaran tersebut mempunyai peran yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Biaya produksi akan naik jika harga faktor-faktor produksi naik. Biaya produksi yang melebihi hasil penjualan akan menyebabkan kerugian. Hal ini dapat menimbulkan jumlah barang yang ditawarkan berkurang. Jika penawaran semakin berkurang menyebabkan pengusaha akan menutup usahanya karena tingkat keuntungan usaha tersebut tidak menarik lagi, atau pindah ke usaha lain. c. Teknologi Produksi Teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan banyak barang yang dapat ditawarkan. Semakin canggih alat-alat yang digunakan dalam kegiatan produksi, makin mempercepat proses produksinya sehingga produk yang dihasilkan semakin banyak juga. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi mutu barang, dan dapat menciptakan barang-barang baru. Dengan demikian kemajuan teknologi cenderung menimbulkan kenaikan penawaran dan keuntungan pun bertambah tinggi. d. Ekspektasi (Harapan Produsen) Perkiraan di masa datang berkaitan dengan harga barang. Apabila diperkirakan bulan depan harga minyak tanah naik, maka produsen dan distributor akan menyimpan sebagian minyak tanah tersebut untuk ditimbun dan dijual bulan depan. Dapat dipastikan penjualan minyak tanah saat ini akan turun sehingga penawaran minyak tanah di pasar menjadi berkurang pula.

2. Hukum Penawaran Hukum penawaran pada dasarnya menjelaskan sifat hubungan antara harga barang dan jasa dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan para penjual. Hukum penawaran mengatakan bahwa apabila harga suatu barang meningkat maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah. Sebaliknya apabila harga suatu barang menurun maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan berkurang (dengan asumsi ceteris paribus atau hal-hal lain dianggap tetap).

C. Harga Keseimbangan (Ekuilibrium) Pada umumnya, seorang pembeli selalu menginginkan barang dan jasa yang dibutuhkannya dengan mutu yang baik dan harga yang murah. Namun keinginan pembeli tersebut bertolak belakang dengan keinginan penjual.

Seorang penjual tentu saja ingin menjual produknya dengan harga tinggi agar mendapat keuntungan yang maksimal. Keinginan antara penjual dan pembeli yang bertolak belakang ini, bila bertemu di pasar akan menyebabkan adanya tawar menawar. Apabila terjadi kesepakatan dalam kegiatan tawar menawar ini, maka terjadilah permintaan dan penawaran.

1. Pasar di Luar Titik Keseimbangan Pada dasarnya, di pasar pembeli dan penjual selalu mengambil tindakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan. Namun dalam keseimbangan pasar ada tiga keadaan yang terjadi, yaitu: a. Keadaan kelebihan penawaran (surplus), terjadi apabila jumlah yang ditawarkan di pasar melebihi dari jumlah barang yang diminta. b. Keadaan kelebihan permintaan (shortage), terjadi apabila jumlah yang diminta para pembeli melebihi dari jumlah yang ditawarkan penjual. c. Keadaan ekuilibrium, terjadi apabila jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan jumlah yang diinginkan pembeli.

2. Perubahan-Perubahan dalam Ekuilibrium Permintaan dan penawaran dapat berubah karena ada banyak faktor yang memengaruhi seperti selera konsumen, pendapatan, biaya produksi, dan lain-lain. Hal ini mengakibatkan kurva permintaan dan kurva penawaran mengalami pergeseran seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Perubahan permintaan dan penawaran ini dapat memengaruhi keadaan keseimbangan. Ada empat kemungkinan yang menyebabkan perubahan ekuilibrium yaitu: a. permintaan bertambah, b. permintaan berkurang, c. penawaran bertambah, dan d. penawaran berkurang.

D. Elastisitas 

Konsep elastisitas sangat berguna untuk mengetahui sejauh mana responsifnya permintaan terhadap perubahan harga. Oleh sebab itu perlu dikembangkan satu pengukuran kuantitas yang menunjukkan sampai di mana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan. Ukuran ini dinamakan elastisitas permintaan. Adapun ukuran kuantitatif sebagai akibat perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan disebut elastisitas penawaran.

1. Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan digunakan untuk mengukur besarnya kepekaan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri. Tingkat elastisitas permintaan terhadap berbagai macam barang dan jasa akan berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini. a. Tingkat Kemudahan Barang yang Bersangkutan untuk Digantikan oleh Barang Lain Dalam suatu perekonomian, jika suatu barang tertentu banyak terdapat barang penggantinya maka permintaan terhadap barang tersebut cenderung bersifat elastis, artinya perubahan dalam harga barang tersebut sedikit saja akan menimbulkan perubahan yang besar terhadap jumlah barang penggantinya. Sebaliknya, permintaan terhadap barang yang tidak banyak penggantinya akan cenderung bersifat inelastisitas. b. Besarnya Proporsi Pendapatan yang Digunakan Jika konsumen menganggarkan pendapatannya dengan proporsi yang besar untuk membeli suatu jenis barang, maka permintaan terhadap barang tersebut akan semakin elastis. c. Jangka Waktu Analisis Jangka waktu analisis yang dimaksud adalah kesempatan untuk mengetahui informasi-informasi atau perubahan-perubahan yang terjadi di pasar. Semakin pendek atau semacam tidak ada kesempatan bagi konsumen untuk mengetahui informasi-informasi pasar, maka permintaan terhadap suatu barang tertentu akan semakin tidak elastis. Sebaliknya semakin panjang jangka waktu analisis, semakin banyak perubahan-perubahan yang diketahui konsumen sehingga permintaan terhadap suatu barang akan semakin elastis.

2. Menghitung Koefisien Elastisitas Permintaan Penghitungan koefisien permintaan dimaksudkan untuk melihat derajat kepekaan permintaan suatu barang terhadap harga. Koefisien elastisitas permintaan diukur dari persentase perubahan kuantitas yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga.

3. Elastisitas Penawaran Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pengukuran elastisitas tidak hanya berlaku untuk permintaan saja, namun konsep elastisitas, juga dapat digunakan untuk menerangkan perubahan penawaran. Elastisitas penawaran mengukur responsif penawaran sebagai akibat perubahan harga. Tingkat elastisitas penawaran dipengaruhi oleh dua faktor yang dianggap sangat penting di dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu:

a. Sifat Perubahan Biaya Produksi Penawaran akan bersifat tidak elastis apabila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Namun jika penawaran dapat ditambah dengan mengeluarkan biaya tambahan yang tidak terlalu besar maka penawaran bersifat elastis.

b. Jangka Waktu Analisis Pengaruh waktu pada elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga jenis jangka waktu yaitu masa amat singkat, jangka pendek, dan jangka panjang. 1) Masa amat singkat; yaitu jangka waktu di mana para penjual tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawarannya bersifat tidak elastis sempurna. 2) Jangka pendek; di dalam jangka pendek kapasitas alat-alat produksi yang ada tidak dapat ditambah. Tetapi perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia itu dengan menggunakan faktorfaktor produksi, termasuk barang modal secara lebih intensif, antara lain dengan cara memperpanjang jam kerja, memperbaiki manajemen produksi, menggunakan tenaga kerja lebih efektif, dan sebagainya. Usaha ini akan dapat menambah produksi barang yang ditawarkan. 3) Jangka panjang; produksi dan jumlah barang yang ditawarkan dapat dengan mudah ditambah dalam jangka panjang, sehingga penawaran bersifat elastis.

2. Menghitung Koefisien Elastisitas Penawaran Perhitungan koefisien elastisitas penawaran sama dengan rumus untuk menghitung koefisien elastisitas penerimaan.

 

Pencemaran Tanah dan Perubahan Lingkungan Hidup

Pencemaran Tanah dan Perubahan Lingkungan Hidup

Pencemaran Tanah dan Perubahan Lingkungan Hidup

Perubahan Lingkungan Hidup
Perubahan Lingkungan Hidup

Pencemaran tanah

Perubahan Lingkungan Hidup

a. Penyebab Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh beberapa sebab, di antaranya sebagai berikut.

1. Sampah plastik, pecahan kaca, logam maupun karet yang ditimbun dalam tanah.

2. Sisa pestisida dari kegiatan pertanian yang meresap ke tanah.

3. Limbah deterjen yang dibuang ke tanah.

4. Pengikisan lapisan humus (topsoil) oleh air.

5. Deposit senyawa asam dari peristiwa hujan asam.

b. Dampak Sampah plastik, pecahan kaca, logam dan karet yang ditimbun dalam tanah sulit diuraikan pengurai dalam tanah. Keberadaannya dalam tanah dapat menurunkan kesuburan tanah. Pembuangan limbah deterjen dan kandungan pestisida dalam tanah dapat membunuh organisme pengurai dalam tanah sehingga mengganggu proses penguraian senyawa organik. Terkikisnya lapisan humus dari permukaan tanah dapat menurunkan produktivitas tanah, tanah menjadi kurang subur. Deposit senyawa asam dari hujan asam dapat menyebabkan perubahan derajat keasaman (pH) tanah, hal ini berdampak pada aktivitas organisme pengurai dalam tanah. Perubahan keasaman tanah ini juga berpengaruh tidak baik terhadap penyerapan zat hara dari tanah oleh tumbuhan.

c. Pencegahan dan penanggulangan Pencegahan pencemaran tanah bisa diupayakan dengan melakukan daur ulang sampah plastik, logam, kaca, karet. Limbah deterjen sebaiknya jangan dibuang ke tanah, tetapi ditampung ke dalam bak penampungan untuk selanjutnya dilakukan pengendapan, penyaringan, dan penjernihan. Untuk menghindari pengikisan lapisan humus oleh air hujan dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian tanaman, karena tanaman dapat menyerap air, seresah dedaunan yang dihasilkan dapat menyerap dan menahan air, serta perakarannya dapat menahan dan mengikat tanah agar tidak mudah tererosi.

Menurut bahan pencemarnya, pencemaran dibedakan menjadi berikut ini.

1. Pencemaran fisik, disebabkan oleh benda-benda yang secara fisik menyebabkan pencemaran, seperti kaca, logam, kalengkaleng bekas, plastik.

2. Pencemaran kimia, disebabkan oleh pestisida, pupuk, logamlogam berat (Pb, Hg, Cd, Zn).

3. Pencemaran biologi, disebabkan oleh bakteri (terutama bakteri pathogen), virus, protozoa, maupun jamur.

4. Pencemaran suara, disebabkan oleh suara kendaraan bermotor, mobil, kereta api, pesawat yang tinggal landas, tape recorder yang volumenya terlalu keras.

5. Pencemaran radioaktif, disebabkan oleh unsur-unsur radioaktif alam, limbah nuklir, kebocoran reaktor nuklir, ledakan bom atom, percobaan senjata nuklir.

Perubahan Lingkungan

Lingkungan dapat mengalami perubahan baik karena kegiatan manusia atau peristiwa alam. Perubahan lingkungan dapat menurunkan mutu lingkungan, yang pada akhirnya dapat menurunkan daya dukung lingkungan. Beberapa tindakan manusia yang dapat menyebabkan perubahan lingkungan di antaranya berikut ini.

1. Penebangan hutan Secara alamiah hutan memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan. Di samping sebagai sumber plasma nutfah karena menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Hutan juga berfungsi sebagai sumber perekonomian yang penting bagi negara. Dari hasil hutan negara mendapatkan penghasilan yang cukup besar. Hutan menghasilkan kayu untuk bahan baku industri maupun sebagai komoditas ekspor. Beberapa jenis anggrek langka yang bernilai ekonomi dan ekologi sangat tinggi terdapat di hutan Kalimantan dan Papua. Hutan memiliki peran penting dalam daur hidrologi karena kemampuannya menyerap dan menyimpan air hujan, sehingga mengurangi tingkat erosi tanah dan bahaya banjir. Tindakan yang kurang bijaksana seperti penebangan hutan secara liar dan tanpa disertai upaya-upaya pelestariannya sangat menurunkan fungsi hutan. Kegiatan perambahan hutan oleh warga sekitar hutan makin memperparah kerusakan ekosistem hutan. Hampir setiap musim kemarau tiba selalu terjadi kebakaran hutan akibat dari pembukaan lahan pertanian dan perkebunan dengan cara membakar semak belukar.

Di samping mengganggu keseimbangan ekosistem hutan, pembakaran atau kebakaran hutan menimbulkan dampak terjadinya polusi udara. Kabut asap yang terjadi setiap tahun menimbulkan kerugian secara ekonomi, seperti tertundanya jadwal penerbangan pesawat, terganggunya aktivitas warga untuk bekerja, bahkan timbul berbagai penyakit yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan yang memerlukan biaya untuk pengobatan dan penyembuhannya. Kerusakan hutan juga berdampak pada terganggunya daur hidrologi, penebangan hutan akan menghilangkan kemampuan hutan menyerap dan menyimpan air hujan. Sabuk hutan tidak dapat menahan derasnya air hujan, akar tumbuhan tidak dapat menahan tanah dan menyimpan air hujan. Akibatnya air hujan mengikis permukaan lapisan tanah di dasar hutan. Di samping bahaya kekeringan pada musim kemarau, sebagai dampak kerusakan hutan banjir dan tanah longsor selalu mengancam pada saat musim hujan. Oleh karena itu pemberian sanksi yang tegas bagi pengusaha pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang melakukan perusakan ekosistem hutan sangat perlu ditegakkan.

Masyarakat perlu diberi penyuluhan dan penyadaran arti pentingnya hutan bagi kehidupan, pemanfaatan hutan secara bijaksana dan berkelanjutan, serta upaya pelestariannya. Melakukan pengawasan lingkungan hutan diperlukan untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan sedini mungkin. Pemerintah secara khusus telah menugaskan polisi hutan dan manggala agni untuk melaksanakan upaya pelestarian hutan dan mencegah bahaya kebakaran hutan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah upaya memberdayakan dan memperbaiki tingkat perekonomian warga sekitar hutan, dengan demikian kegiatan perambahan hutan diharapkan makin berkurang.

Penggunaan pestisida dan sistem pertanian monokultur

Untuk mengimbangi peningkatan populasi penduduk yang sangat pesat, diperlukan upaya peningkatan produksi pertanian. Usaha yang dapat ditempuh di antaranya dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama pertanian, di samping mampu meningkatkan produksi pertanian namun juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Selain membunuh hama pestisida dapat menyebabkan kematian hewan lain yang bukan sasaran, seperti parasitoid yang merupakan musuh alami dari hama tersebut. Pestisida juga dapat menyebabkan kematian organisme pengurai dan bakteri dalam tanah. Penyemprotan pestisida dalam dosis yang kurang tepat bahkan dapat meningkatkan resistensi hama terhadap jenis pestisida tersebut.

Oleh karena itu penggunaan pestisida sebaiknya dibatasi atau dihentikan. Pemberantasan dan pengendalian populasi hama dapat dilakukan dengan kontrol biologi, yaitu memanfaatkan musuh alami hama dan parasitoid yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan pupuk anorganik dalam pertanian juga menimbulkan dampak negatif berupa perubahan struktur fisik dan sifat tanah. Oleh karena itu sebaiknya digunakan pupuk organik, seperti kompos dan pupuk hijau. Pertanian sistem monokultur yaitu cara bercocok tanam dengan cara menanami lahan pertanian dengan satu jenis tanaman saja. Secara ekologis pertanian monokultur akan meningkatkan kompetisi antartanaman dalam memenuhi kebutuhan zat hara. Setiap jenis tanaman memerlukan macam zat hara yang relatif sama. Jika pertanian monokultur dilakukan terus-menerus akan terjadi pengurasan zat hara tertentu sehingga tanah menjadi miskin zat hara. Sistem monokultur juga menyebabkan lemahnya ekosistem. Hama dan penyakit tanaman lebih mudah berkembang. Sistem monokultur juga mengurangi diversitas tanaman, yang mengarah pada terjadinya penyederhanaan ekosistem.

Pelestarian Lingkungan

Lingkungan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan dalam kehidupannya. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya makhluk hidup memanfaatkan lingkungan sebagai sumber untuk memperoleh kebutuhan hidupnya. Agar lingkungan tetap memiliki kemampuan dalam mendukung manusia dan makhluk hidup lainnya maka pelestarian lingkungan sangat diperlukan. Pelestarian lingkungan bukanlah masalah nasional, tetapi sudah merupakan isu global. Berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta sangat berkepentingan dalam mengupayakan pelestarian lingkungan. Bagi pemerintah pelestarian lingkungan memiliki arti strategis berkaitan dengan program pembangunan nasional yang berkelanjutan (Sustainable Development) dan pembangunan berwawasan lingkungan (Ecodevelopment). Dalam UUD 1945 Pasal 33 telah diamanatkan bahwa “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat “. Oleh karena itu pemerintah berusaha mengimplementasikan amanat tesebut dalam program-program pembangunan yang terencana dan berkelanjutan. Pemerintah telah membuat undang-undang untuk mendukung pelaksanaan UUD 1945.

Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Lingkungan Hidup, yaitu berikut ini. 1. Undang-Undang Nomor 4 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Lingkungan Hidup, diperbaiki dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1987 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya terpadu dalam penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup memiliki azas tanggung jawab, azas berkelanjutan, azas manfaat yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Sasaran pengelolaan lingkungan hidup adalah:

1. tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dengan lingkungan,

2. terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan pelindung dan pembina lingkungan,

3. terjaganya kepentingan dari generasi ke generasi,

4. tercapainya keselarasan fungsi lingkungan hidup,

5. terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana,

6. terlindunginya negara dari dampak usaha/kegiatan yang menyebabkan pencemaran dan perusakan lingkungan.

Perubahan Lingkungan Hidup – Peran serta masyarakat dalam pelestarian lingkungan dapat diwujudkan dengan melakukan pengelolaan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah rumah tangga dapat dilakukan dengan memisahkan sampah yang dapat didaur ulang dengan sampah yang tidak dapat didaur ulang, melakukan daur ulang sampah organik dengan pengomposan sampah, serta membuang sampah pada tempatnya. Upaya lain dapat dilakukan dengan menggalakkan gerakan penghijauan di lingkungan sekitar tempat tinggal masingmasing. Hendaknya masyarakat lebih memilih menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti bahan-bahan yang mudah didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan.

 

Tentang Materi Dampak Negatif Migrasi

Tentang Materi Dampak Negatif Migrasi

Tentang Materi Dampak Negatif Migrasi

Dampak Negatif Migrasi
Dampak Negatif Migrasi

Dampak Negatif Migrasi

Dampak negatif migrasi internasional

Dampak Negatif Migrasi – Selain memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat, migrasi juga dapat menimbulkan dampak negatif yang kurang baik. Dampak negatif yang ditimbulkan migrasi internasional berbeda dengan dampak negatif migrasi nasional. 1) Dampak negatif imigrasi adalah sebagai berikut. a) Orang-orang yang melakukan imigrasi adakalanya di antara mereka terdapat orang-orang yang bertujuan tidak baik, seperti pengedar narkoba, bertujuan politik, memata-matai, dan sebagainya. b) Imigran asing yang datang untuk bekerja kadang-kadang dapat menimbulkan kecemburuan sosial antara tenaga kerja asing dan tenaga kerja dalam negeri. c) Berkembangnya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.

Dampak Negatif Migrasi – Apabila filter dari masyarakat rendah, dapat merusak budaya kita. 2) Dampak negatif emigrasi adalah sebagai berikut. a) Tenaga-tenaga terampil dalam negeri lebih memilih tinggal di luar negeri, apabila kehidupan di luar negeri lebih baik. b) Jika emigran-emigran dari Indonesia ke luar negeri merupakan tenaga-tenaga ahli/terampil, akan mengurangi tenaga ahli yang ada di dalam negeri. c) Oknum emigran-emigran dari Indonesia yang melakukan tindakan-tindakan yang dilarang di negara lain, dapat memperburuk citra Indonesia di luar negeri.

Dampak negatif migrasi nasional

Dampak Negatif Migrasi – Migrasi nasional yang banyak terjadi di Indonesia terutama transmigrasi dan urbanisasi. 1) Dampak negatif transmigrasi adalah sebagai berikut. a) Transmigrasi memerlukan dana yang cukup besar sehingga banyak menghabiskan keuangan negara. b) Terkadang mendorong kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dan para transmigran. c) Adanya transmigran yang kurang sungguh-sungguh dapat menyebabkan kegagalan dalam pelaksanaan transmigrasi sehingga dana yang dikeluarkan menjadi sia-sia. d) Beberapa orang dari transmigran tidak betah di tempat tinggal yang baru dan kembali lagi ke tempat asalnya. Hal ini menyebabkan citra transmigrasi menjadi kurang baik.

Dampak Negatif Migrasi – Dalam mengatasi dampak negatif dari transmigrasi, dapat dilakukan beberapa upaya, di antaranya sebagai berikut.

a) Dalam rangka mengurangi biaya yang dikeluarkan pemerintah, jenis proyek transmigrasi dapat lebih diutamakan transmigrasi spontan atau swakarsa.

b) Dilakukan proses seleksi yang lebih baik kepada calon-calon transmigran sehingga orang-orang yang ditransmigrasikan benar-benar telah siap mental maupun fisik.

c) Menyiapkan lahan yang baik dan siap untuk ditempati.

d) Dilakukan kerja sama dengan masyarakat setempat di daerah dekat transmigrasi, seperti diadakan pelatihan bersama dan bantuan berupa fasilitas yang hampir sama dengan yang diberikan kepada para transmigran.

2) Dampak negatif urbanisasi Urbanisasi yang terus-menerus berlangsung dapat menyebabkan jumlah penduduk kota meningkat dengan cepat sehingga terjadilah ledakan penduduk di perkotaan dan sebaliknya persentase penduduk desa terus mengalami penurunan.

Pertumbuhan jumlah penduduk kota yang sebagian berasal dari urbanisasi, telah menimbulkan berbagai masalah yang merupakan dampak negatif dari urbanisasi antara lain sebagai berikut. a) Terhadap desa: (1) Produktivitas desa menjadi rendah karena penduduk yang tinggal di desa kebanyakan orang-orang tua. Para pemudanya biasanya lebih senang tinggal di kota. (2) Tenaga terampil di desa berkurang dengan berpindahnya tenaga berpendidikan dan terampil ke kota. (3) Umumnya orang-orang desa yang berurbanisasi ke kota yang melanjutkan pendidikan enggan kembali sehingga desa kekurangan tenaga terdidik.

b) Terhadap kota: (1) Mendorong terjadinya kemacetan lalu lintas. (2) Mendorong meningkatnya harga lahan di kota sehingga sulit dijangkau oleh masyarakat kecil. (3) Banyaknya yang tinggal di kota menyebabkan persediaan tenaga kerja lebih besar daripada kesempatan kerja sehingga terjadilah pengangguran. (4) Banyaknya pengangguran dapat mendorong meningkatnya kriminalitas. (5) Padatnya penduduk di kota menyebabkan timbulnya permukimanpermukiman kumuh. Beberapa dampak negatif di atas tentunya perlu diatasi dengan sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan akibat yang lebih parah, baik bagi kehidupan di perkotaan maupun di pedesan. Di antara upaya yang dapat dilakukan di antaranya adalah:

a) Pemerataan pembangunan ke daerah-daerah sehingga penduduk tidak selalu terdorong untuk pindah ke kota. b) Pengembangan perekonomian desa sehingga kesempatan kerja dan sumbersumber keuangan tersedia pula di desa. c) Pembangunan sarana dan prasarana umum seperti jalan raya, listrik, telepon dan sebagainya di pedesaan sehingga hubungan antara desa dan kota menjadi lancar. d) Pembangunan sarana pendidikan yang memadai sehingga orang desa tidak harus selalu pergi ke kota untuk melanjutkan pendidikannya.

Rangkuman 

1. Penduduk menurut UUD 1945 Bab X Pasal 26 adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. 2. Perubahan jumlah penduduk di suatu daerah dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi. 3. Fertilitas (kelahiran) adalah tingkat kelahiran hidup dari seorang wanita selama masa reproduksinya. Maksudnya, masa seorang wanita siap untuk melahirkan keturunan. 4. Mortalitas (kematian) adalah meninggalnya seorang penduduk menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk. 5. Migrasi adalah berpindahnya seorang penduduk dari suatu tempat ke tempat lain yang menyebabkan berkurang atau bertambahnya jumlah penduduk. 6. Bentuk migrasi di antaranya, imigrasi (pindahnya penduduk ke negara lain), emigrasi (masuknya penduduk dari negara lain), transmigrasi (pindahnya penduduk ke pulau lain dalam suatu negara), dan urbanisasi (pindahnya penduduk dari desa ke kota). 7. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas. Tingkat kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kepadatan penduduk aritmatik dan kepadatan penduduk agraris. 8. Piramida penduduk adalah diagram batang komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin dan umur yang disusun horizontal. 9. Komposisi penduduk adalah susunan atau tata susun penduduk suatu negara atau suatu wilayah berdasarkan kriteria tertentu. 10. Usia harapan hidup dapat diartikan pula dengan banyaknya tahun yang ditempuh penduduk yang masih hidup sampai umur tertentu.

REFLEKSI Jika terdapat materi yang belum dipahami, pelajari kembali secara seksama dan diskusikan bersama kelompok belajarmu, carilah referensi lain yang relevan, termasuk Internet. Lebih lanjut, tanyakan kepada guru bidang studi IPS di sekolahmu agar semua materi dapat dikuasai!

Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang menurut kamu paling benar!

1. Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Definisi tersebut diungkapkan dalam UUD 1945 …. a. Pasal 26 c. Pasal 28 b. Pasal 27 d. Pasal 19

2. Keseluruhan proses pengumpulan, pengolahan, dan publikasi data demografis di suatu negara untuk seluruh penduduk pada periode waktu tertentu disebut …. a. survei penduduk b. sensus penduduk c. pendataan penduduk d. statistik penduduk

3. Berikut ini bukan termasuk faktor utama yang secara langsung berpengaruh terhadap jumlah penduduk adalah …. a. migrasi b. kelahiran c. kematian d. sensus penduduk

4. Meninggalnya seorang penduduk menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk disebut …. a. mortalitas c. fertilitas b. natalitas d. nuptialitas

5. Susunan atau tata susun penduduk suatu negara atau suatu wilayah berdasarkan kriteria tertentu disebut …. a. piramida penduduk b. ledakan penduduk c. sensus penduduk d. komposisi penduduk

6. Kepadatan penduduk aritmatik ditentukan oleh perbandingan antara jumlah penduduk dan …. a. penyebaran penduduk b. luas wilayah c. pertumbuhan penduduk d. kelahiran dan kematian

7. Besarnya angka harapan hidup dipengaruhi oleh …. a. umur maksimum yang mungkin dicapai b. jumlah kematian bayi c. jumlah penduduk usia tua menurun d. pertumbuhan penduduk menurun 8. Pelaksanaan transmigrasi yang biayanya ditanggung bersama oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah tujuan transmigrasi disebut …. a. sektoral b. khusus c. swakarsa d. swakarya

9. Berikut yang bukan merupakan tujuan transmigrasi adalah …. b. meningkatkan produksi pangan c. menciptakan manusia Indonesia seutuhnya d. meningkatkan taraf hidup penduduk e. menciptakan lapangan kerja

10. Dampak positif dari urbanisasi antara lain …. a. membuat kota semakin ramai b. jumlah penduduk desa semakin berkurang c. mengurangi pengangguran di desa d. memperlancar hubungan desa dengan kota

Uraian Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Jelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk! 2. Sebutkan faktor-faktor yang dapat menghambat kelahiran! 3. Jelaskan perbedaan kepadatan penduduk aritmatik dan agraris! 4. Jelaskan dampak positif dari adanya program transmigrasi! 5. Jelaskan pendapatmu tentang ungkapan “banyak anak banyak rejeki” !

Tugas !

Berkunjunglah ke kelurahan atau kantor kepala desa tempat kamu tinggal. Mintalah informasi tentang jumlah penduduk. Kemudian, kelompokan antara berdasarkan jenis kelamin, kategori penduduk asli atau pendatang, rata-rata usia dan tingkat pendidikan. Kemudian, buatlah grafik dari masing-masing pengelompokan tersebut dengan menggunakan komputer. Laporkan kepada gurumu yang mengajar mata pelajaran IPS!

Terima kasih telah berkunjung di web kami, kami hanya menyediakan materi yang kami dapat di sumber yang terpencaya, semoga bermanfaat !