El Nino dan La Nina

El Nino dan La Nina
El Nino dan La Nina

El Nino dan La Nina, mirip seperti nama orang. Tapi, sebenarnya El Nino dan La Nina adalah merupakan gejala iklim yang menyimpang dari kondisi normal. Penyimpangannya berupa gejala ekstrem osilasi selatan yang penyebabnya masih belum jelas. Gejala El Nino dan La Nina terjadi setiap jangka waktu 2 sampai dengan 10 tahun. Wilayah yang biasa terdampak dari El Nino dan La Nina adalah Asia, Australia, Afrika, dan Amerika Selatan. Bagaimana terjadinya El Nino dan La Nina dan apa dampaknya? Simak paparan berikut ini.

El Nino

Pada keadaan pola cuaca yang normal, angin timur di Samudra Pasifik bertiup ke barat dan mendorong air laut hangat ke permukaan. Akibatnya, air laut di bagian barat samudra menjadi lebih hangat 2° C dan lebih tinggi 40 cm. Dan pada bagian timur samudra, air laut dingin menggantikan air laut hangat. Situasi ini mengakibatkan udara lembap hangat naik pada bagian barat dengan membawa uap air dan menimbulkan hujan. Sedangkan udara di bagian timur yang kering dan dingin turun dan bertiup di pantai Amerika selatan.

Baca juga :  Jenis-Jenis Tanah

El Nino menyebabkan pola cuaca normal mengalami pergeseran. Angin pasat tenggara melemah sehingga arus laut hangat yang biasanya sampai di bagian barat Samudra Pasifik kembali ke timur. Sebenarnya, pola Sirkum El Nino sama dengan pola cuaca normal, hanya arah alirannya terbalik. Keadaan ini menyebabkan angin pasat yang kaya uap air dan berpotensi mendatangkan banyak hujan tidak sampai wilayah Asia dan Australia, sehingga menimbulkan kekeringan hebat di wilayah ini, termasuk Indonesia. Angin pasat yang kembali ke arah timur dengan membawa banyak uap air menyebabkan hujan sangat lebat di wilayah Amerika selatan, seperti Peru dan Ekuador. Bahkan, gurun di wilayah ini mengalami banjir dan tanah longsor.

La Nina

Sifat dari La Nina berlawanan dengan El Nino. La Nina terjadi apabila arus udara dan arus air laut saling memperkuat sehingga angin pasat bertiup dengan kencang. Angin pasat yang bertiup kencang menyebabkan air laut hangat mengalir ke arah barat. Akibatnya, wilayah barat, yaitu wilayah bagian Asia, Australia, dan Afrika mengalami musim hujan sangat lebat. Sebaliknya, wilayah Amerika Selatan mengalami kekeringan hebat.

Loading...

Satu komentar pada “El Nino dan La Nina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Random Posts :