Meneladani Karakter dan Sikap Yesus

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus
Meneladani Karakter dan Sikap Yesus

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus – Dalam hidup, kita seringkali membutuhkan seseorang yang dapat dijadikan model untuk mengembangkan diri. Tidak mudah menemukan seseorang untuk dijadikan model. Seseorang dapat dijadikan model biasanya karena orang itu mengagumkan, ia memperlihatkan hal-hal yang luar biasa bukan terutama sebatas apa yang dikatakannya, melainkan keteladanan nyata dalam tindakannya. Bagi orang Katolik, model yang patut diteladani adalah Pribadi Yesus Kristus. Meneladani Yesus tidak hanya berarti mengetahui apa yang dilakukan Yesus, tetapi terutama kesediaan dan keberaniaan melakukan yang sama. Itulah yang secara tegas diinginkan Yesus sebagaimana dikatakan dalam Yoh 13:35 “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Pada dasarnya seluruh hidup Yesus Kristus patut diteladani. Tetapi pada bab ini kamu akan mendalami serta menggeluti beberapa sikap dan sifat Yesus yang menjadi teladanmu dalam mengembangkan diri. Beberapa teladan tersebut akan diuraikan dalam pelajaran, sebagai berikut :

a. Yesus Sang Pendoa

b. Yesus Yang Berbelas Kasih

c. Yesus Sang Pengampun

d. Yesus Pejuang Kesetaraan Gender

e. Yesus Peduli terhadap Penderitaan Sesama

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus – 1. Yesus Sang Pendoa

Masih banyak orang yang meyakini bahwa doa terbukti mempunyai daya kekuatan yang luar biasa dalam kehidupan. Itulah sebabnya banyak orang berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitasnya. Walaupun demikian tidak semua orang memahami dan mempraktekkan doa secara benar, hal itu nampak dalam cara dan isi doa. Ada orang yang menganggap cukup bila sudah berdoa pada hari minggu sehingga hari-hari lainnya tidak pernah bedoa, ada yang kalau berdoa isinya hanya meminta saja, dan sebagainya.

Bagaimana sesungguhnya berdoa yang baik itu ? Dalam pelajaran ini, kamu dapat belajar dari Yesus Sang Pendoa. Yesus adalah Pribadi Pendoa, Ia mengisi awal dan akhir karyaNya dengan doa. Bagi Yesus doa menjadi kekuatan untuk setia dalam melaksanakan tugas dari Bapa sekali pun harus menghadapi berbagai macam godaan dan ancaman. Ia juga mengajar bagaimana kita harus berdoa dengan baik, sebagaimana diuraikan dalam Mat 6:5-15

“Doa Allah Bapa kami yang Mahakasih, Engkau senantiasa menjadi pedoman kami dalam bertindak. Ajarlah kami untuk meneladan Putera-Mu, berdoa sesuai dengan situasi dan kebutuhan kami. Bantulah kami hari ini, agar kami mampu memahami teladan Putera-Mu, dalam menghaturkan doa kepada-Mu. Buatlah kami mampu untuk melaksanakan ajaran Putera-Mu, terlebih dalam ajaran-Nya mengenai doa yang baik. Ajarlah kami untuk mampu berdoa tidak hanya di mulut saja, melainkan berdoa dengan penuh iman kepada-Mu. Engkau kami puji dan kami sembah, ya Bapa, kini dan sepanjang masa. Amin”

Belajar dari Yesus Sang Pendoa

Dalam beberapa kutipan Kitab Suci, kamu dapat menemukan pribadi Yesus sebagai pribadi yang hidupnya tidak lepas dari doa. Sebelum dan sesudah mulai karyaNya, Yesus terbiasa berdoa. Bahkan dalam kesempatan yang paling gentingpun Yesus menghadapinya dengan doa. Salah satu gambaran tentang Yesus Sang Pendoa dapat kita simak dari Mat 6:5-15.

Baca dan renungkan kutipan berikut dengan baik! • Setelah membaca Injil Matius tadi, tanyakanlah hal-hal yang belum dapat kamu pahami !

Karakter Yesus
Karakter Yesus

Matius 6:5-15

5. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi, Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu

Baca juga :  Tentang Pengertian Mengembangkan Kemampuan

7. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

8. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya

9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu,

10. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga

11. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

13. dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selamalamanya Amin]

14. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu

• Masuklah dalam kelompok dan rumuskan jawaban atas beberapa pertanyaan berikut ini!

a. Nasihat apa saja yang disampaikan Yesus dalam hal berdoa?

b. Yesus dalam mengajarkan berdoa, isinya tidak hanya meminta-minta saja.

Unsur- unsur apa sajakah dalam doa yang diajarkan oleh Yesus?

• Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar. Buat doa yang di dalamnya terkandung unsur pujian, syukur, dan permohonan ! Minta kepada Guru untuk dilatih meditasi atau kontemplasi!

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus – 2. Yesus yang Berbelas Kasih 

Kalau kamu mencari data tentang kondisi sosial negara kita, maka sangat mengherankan bahwa angka kemiskinan makin bertambah. Kenyataan itu dapat kamu lihat dengan makin banyak pengemis, gelandangan, anak-anak kecil yang mengamen atau membersihkan kaca mobil tersebar di jalanan, banyak orang mengalami kekurangan makan dan gizi, banyak orang tidak mampu memberikan pengobatan anggota keluarganya, banyak orang terpaksa tinggal di gubuk-gubuk karena tak mampu membangun rumah, dan sebagainya. Dengan kata lain, makin banyak orang yang ada di sekitarmu yang miskin dan menderita yang membutuhkan pertolongan sesamanya. Siapa yang harus menolong mereka ?

Situasi yang serupa dihadapi Yesus semasa hidupnya. Banyak warga masyarakat di sekitar Yesus yang hidup dalam kemiskinan. Menghadapi situasi tersebut, Yesus tidak pertama-tama menyalahkan pemerintah. Ia selalu “tergerak hatiNya” untuk menolong siapun yang dijumpai atau yang datang kepadaNya. Melalui pelajaran ini, kamu akan belajar dari Yesus yang berbelas kasih kepada orang-orang yang miskin, menderita dan tertindas. Dengan demikian dalam kehidupan sehari-hari kamu pun menjadi pribadi yang mudah tergerak oleh belas kasihan untuk senantiasa menolong mereka yang miskin, menderita dan tertindas itu sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki.

Lukas 6:27-37

27”Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan aku, Aku berkata: Kasihanilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang membenci kamu;

28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

29 Barang siapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barang siapa yang menagambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kempbali kedapa orang yang mengambil kepunyaanmu.

31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian kepada mereka. 32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun berbuat demikian.

Baca juga :  Peran Gereja bagi Perkembangan

33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.

34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.

35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan belasan, maka upahmu akan besar dan kamu menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

36Hendaklah kamu murah hati, sama seoertu Bapamu adalah murah hari.”

37”Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.”

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus – 3. Yesus Sang Pengampun

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan baik terhadap diri sendiri, terhadap orang lain maupun terhadap Tuhan. Namun demikian tidak semua orang bila melakukan kesalahan cepat-cepat untuk meminta maaf atas kesalahannya. Demikian pula tidak semua orang yang mau dengan senang hati untuk memaafkan atau memberi pengampunan kepada orang yang bersalah kepadanya, apa lagi jika dirasa bahwa kesalahannya sungguh terlalu berat dan menyakitkan hati. Kasih yang diberikan Yesus tertuju pada semua orang, baik bagi mereka yang menderita, juga bagi mereka yang bersalah kepadaNya. Yesus memberikan teladan kepada kita tentang bagaimana memberikan pengampunan tanpa batas. Hai inilah yang akan kamu dalami bersama pada bagian ini, yaitu tentang bagaimana keteladanan Yesus dalam memberikan pengampunan tanpa batas kepada semua orang yang datang dan memohon pengampunan kepada-Nya.

Mat 18:21-35

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”

22Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya

26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.

27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

28Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!

29Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.

30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.

32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku

33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojoalgojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Baca juga :  Pandangan Gereja tentang Kesederajatan Pria Wanita

35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus – 4. Yesus Pejuang Kesetaraan Gender

Perempuan dan laki-laki tentu saja berbeda secara fisik dan psikis. Tetapi sebagai manusia yang adalah citra Allah, perempuan dan laki-laki memiliki martabat yang sama. Namun kenyataannya dalam masyarakat masih banyak ditemui perlakuan-perlakuan diskriminatif yang didasarkan pada perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Kebanyakan perlakukan diskriminatif tersebut lebih banyak menjadikan kaum perempuan sebagai korban. Lihat saja, banyak warga masyarakat yang menolak perempuan jadi pemimpin masyarakat atau menduduki jabatan tertentu, atau banyak kasus lainnya.

Oleh karena itu sampai saat ini masalah kesetaraan atau kesederajatan masih memerlukan perjuangan, perempuan maupun laki-laki. Yesus pun melakukan perjuangan yang cukup keras dalam menegakkan kesetaraan gender. Pada masa hidupnya, kaum wanita dipandang sebagai kelompok warga masyarakat yang kurang diperhitungkan, maka direndahkan, tidak diperhitungkan, dianggap pendosa dan sebagainya. Bagaimana persisnya perjuangan Yesus dalam menegakkan kesetaraan Gender, dan apa yang dapat kamu lakukan dalam ikut serta memperjuangkan kesetaraan gender. Jawabannya dapat kamu temukan dalam pelajaran ini.

Yohanes 8:2-11

2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka

3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah

4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah

5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah

7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.

8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya

10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus – 5. Yesus Peduli terhadap Penderitaan Manusia

Di dalam kehidupan sehari-hari, ternyata untuk berbuat baik tidak selalu mudah, sering ada hambatan, entah dari diri sendiri, maupun dari orang lain. Akibatnya, hal ini membuat orang menjadi bersikap tidak peduli/acuh tak acuh terhadap sekitarnya karena tidak ingin direpotkan dengan berbagai hal termasuk tidak peduli pada sesamanya yang menderita.

Akhirnya banyak keprihatinan dalam masayarakat disebabkan oleh sikap tidak peduli warga masyarakat terhadap sesama dan lingkungannya.Sikap kurang peduli lebih banyak disebabkan oleh sikap egois, yakni ketika seseorang tidak lagi memikirkan nasib sesamanya dan lebih memikirkan dan mementingkan diri sendiri. Sikap peduli terhadap sesama tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya tanpa membiasakan diri. Kebiasaan itu perlu dipupuk sejak dalam keluarga, sekolah, dan akhirnya dalam masyarakat.

Meneladani Karakter dan Sikap Yesus

Random Posts :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *