MENGANALISIS PERAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGURANGAN BIAYA KESEHATAN

PERAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGURANGAN BIAYA KESEHATAN

MENGANALISIS PERAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGURANGAN BIAYA KESEHATAN
Peran aktivitas fisik terhadap pencegahan penyakit

Pengertian Sehat

Peran aktivitas fisik terhadap pencegahan penyakit – Sehat dalam arti yang luas tidak hanya menunjukkan keadaan jasmani saja, seperti bebas penyakit, tidak cacat atau kelemahan melainkan juga mencakup kesehatan mental dan sehat sosial.
Kesehatan mental dapat diartikan sebagai kesehatan jiwa, pikiran dan rohani yang tercermin dalam tingkah laku yang baik dan serasi, yakni antara pikiran, perkataan dan perbuatan.
Kesehatan sosial dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk berada dilingkungannya sesuai dengan adat kehidupan sosial di daerah tersebut.

Pengaruh Aktivitas Jasmani Terhadap Kesehatan
Aktivitas jasmani yang dilakukan secara teratur dan terarah adalah suatu bentuk kegiatan fisik yang mempunyai pengaruh positif terhadap tingkat kemampuan fisik manusia. Manfaat yang dirasakan dari aktifitas jasmani yang teratur dan terarah diantaranya:

1. Meningkatkan imunitas tubuh
2. Merangsang pertumbuhan kerangka badan dan otot-otot gerak
3. Melemaskan persendian
4. Melancarkan peredaran darah dan pernafasan
5. Memperkuat jantung
6. Memperbaiki kemampuan paru paru
7. Merangsang kegiatan kelenjar keringat

Penyakit Menular

1. Penyakit Malaria

a). Penyebab penyakit :

Plasmodium yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

b). Gejala penyakit :

1) Demam disertai badan menggigil.
2) Badan banyak mengeluarkan keringat dingin.
3) Sakit kepala.
4) Terserang demam setiap 3x sehari atau 4x sehari.
5) Kesadaran menurun dan kelumpuhan pada penderita bila Plasmodium sudah menyerang otak.

Baca juga :  Tentang Peran Masyarakat Bagiku

c). Pencegahan penyakit :

1) Lingkungan harus tetap bersih, baik dari sampah, air tergenang,
kaleng kosong, maupun ban bekas yang dijadikan tempat hidup dan
berkembang biak nyamuk
2) Tempat tidur dipasang kelambu atau ventilasi rumah dipasang kawat nyamuk
3) Dianjurkan sebelum tidur kamar menggunakan obat nyamuk, baik yang disemprot/bakar
4) Hindari menggantungkan pakaian di kamar/di balik pintu
5) Hindari bepergian ke daerah yang terjangkit malaria
6) Sangat dianjurkan kerjasama dengan pihak Rt, Rw, Kelurahan dan PUSKESMAS untuk melakukan foging (pengasapan )

d. Pengobatan penyakit : Segera bawa ke dokter.

2. Penyakit Typus Perut (Typus Abdominalis )

a. Penyebab penyakit :

Basil Abdominalis yang ditularkan oleh lalat yang hinggap pada makanan/ minuman.

b. Gejala penyakit :

1) Minggu I, suhu tubuh naik, pusing-pusing, penderita merasa lemah dan adanya gejala sembelit atau diare.
2) Minggu II dan III, suhu tubuh sangat tinggi, kesadaran menurun,
kemungkinan penderita sering mengigau.
3) Minggu IV, suhu tubuh berangsur-angsur menurun sampai normal kembali.

c. Pencegahan penyakit :

1) Lingkungan harus tetap bersih dari sampah atau kotoran lain yang dapat dijadikan tempat hidup dan berkembang biak lalat.
2) Menjaga agar makanan atau minuman tidak dihinggapi lalat.
3) Dianjurkan untuk membeli makanan/minuman yang dibungkus/
ditutup rapih/rapat.

d. Pengobatan penyakit : Segera bawa ke dokter.

3. Penyakit Dysentri Basiler

Baca juga :  Tentang Asal Usul Dan Pengertian Permainan Bola basket

a. Penyebab penyakit :

Basil Shigella Sonnie, Baydir, Dysentrial dan Flekneri, ditularkan oleh lalat yang hinggap pada makanan/minuman.

b. Gejala penyakit :

1) Buang-buang air 10-20 x sehari, kadang-kadang 40x sehari
2) Tinja bercampur lendir dan darah
3) Daerah dubur terasa nyeri
4) Suhu badan meninggil

c. Pencegahan penyakit :

1) Lingkungan harus tetap bersih dari sampah atau kotoran lain yang dapat dijadikan tempat hidup dan berkembang biak lalat.
2) Menjaga agar makanan atau minuman tidak dihinggapi lalat.
3) Dianjurkan untuk membeli makanan/minuman yang dibungkus/ ditutup rapih/rapat.

d. Pengobatan penyakit : Segera bawa ke dokter.

4. Penyakit Kolera (Kholera)

a. Penyebab penyakit :

Vibrio Kholera dan Vibrio Eltor, yang ditularkan oleh lalat hinggap pada makanan/minuman.

b. Gejala penyakit :

Masa tunas hanya beberapa jam sampai 1 hari
1) Perut sakit dan buang-buang air besar 20x sehari dan encer
2) Muntah-muntah
3) Badan kering karena kekurangan zat cair
4) Penyakit dapat berlangsung dari 24 jam-4 hari dan biasanya terjadi kematian

c. Pencegahan penyakit :

1) Lingkungan harus tetap bersih dari sampah atau kotoran lain yang dapat dijadikan tempat hidup dan berkembang biak lalat
2) Menjaga agar makanan atau minuman tidak dihinggapi lalat
3) Dianjurkan untuk membeli makanan/minuman yang dibungkus/
ditutup rapih/rapat

d. Pengobatan penyakit :

1) Minum larutan gula garam (Oralit)
2) Segera bawa ke dokter

Baca juga :  Aktivitas Pembelajaran Variasi Keterapilan Gerak Ritmik

5. Penyakit Panu

a. Penyebab penyakit

Sebangsa Jamur yang penularannya dapat secara kontak langsung dan tidak langsung.

b. Gejala penyakit :

1) Pada permukaan kulit timbul bercak putih secara menyebar.
2) Gatal-gatal, terutama sedang berkeringat.

c. Pencegahan penyakit :

1) Menjaga kebersihan badan, dengan mandi minimal 2x sehari
2) Sangat dianjurkan tidak bertukar pakaian, terutama dengan penderita

d. Pengobatan penyakit : Berobat ke Dokter.

6. Penyakit Kudis (Scabies)

a. Penyebab penyakit :

Sarcoptes Scabei yang penularannya dapat secara kontak langsung dan tidak langsung.

b. Gejala penyakit :

1) Pada permukaan kulit timbul bercak merah dan bintik-bintik.
2) Gatal-gatal pada malam hari.

c. Pencegahan penyakit :

1) Menjaga kebersihan badan, dengan mandi minimal 2x sehari.
2) Sangat dianjurkan tidak bertukar pakaian, terutama dengan
penderita.

d. Pengobatan penyakit : Berobat ke Dokter

7. Penyakit Bisul (Abses)

a. Penyebab penyakit :

Bakteri Staphylococ yang penularannya dapat secara kontak langsung dan tidak langsung.

b. Gejala penyakit :

1) Timbulnya pembengkakan pada kulit hingga warna kulit memerah
dan penderita merasa demam.
2) Timbulnya mata bisul yang berupa timbunan nanah.

c. Pencegahan penyakit :

1) Menjaga kebersihan badan, dengan mandi minimal 2x sehari.
2) Sangat dianjurkan tidak bertukar pakaian, terutama dengan
penderita.

d. Pengobatan penyakit : Berobat ke Dokter.

Peran aktivitas fisik terhadap pencegahan penyakit

Random Posts :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *