Pengertian Peranan Animalia dalam Kehidupan

Pengertian Peranan Animalia dalam Kehidupan

Peranan Animalia – Berbagai jenis hewan ada yang menguntungkan bagi manusia. Di alam, anggota Porifera berperan penting sebagai penyusun biodiversitas di dasar samudera. Anggota fi lum ini juga mampu bersimbiosis dengan bakteri dan menghasilkan “bioaktif”. Bioaktif ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat, misalnya sebagai obat anti kanker. Filum Cnidaria juga memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Hewanhewan tersebut membentuk lingkungan terumbu karang (coral reef) yang berfungsi sebagai pelindung pantai, tempat hidup berba gai anggota Avertebrata lain, tempat berlindung dan tempat mencari makan bagi ikan, tempat bertelurnya berbagai jenis biota laut, serta tempat pemijahan ikan dan udang secara alami. Karang-karang yang berwarna-warni juga sangat indah dan menarik untuk wisata alam, khususnya bagi orang-orang yang senang bertualang di dalam laut.

Peranan Animalia

Peranan Animalia
Peranan Animalia

Pengertian Peranan Animalia dalam Kehidupan

Peranan Animalia – Jelly fi sh atau ubur-ubur merupakan hewan yang dapat dikonsumsi sebagai sumber protein, karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Annelida juga merupakan hewan yang menguntungkan bagi kehidupan. Beberapa jenis Annelida dapat dimakan dan merupakan sumber protein hewani, misalnya cacing palolo dan cacing wawo. Jenis lain adalah cacing tanah, yang juga menguntungkan karena membantu menguraikan sampah dan menggemburkan tanah sehingga tanah menjadi subur. Filum Mollusca juga memiliki peran yang menguntungkan. Cumicumi, siput, tiram, kerang, dan sotong adalah sumber protein hewani yang cukup tinggi. Mutiara, yaitu permata yang dihasilkan sejenis kerang Pecten sp. merupakan komoditas ekspor nonmigas yang cukup penting. Sekarang mutiara banyak dibudidayakan dengan hasil berupa mutiara bulat atau setengah bulat (mutiara blister). Contoh lain adalah bekicot (Achatina fulica) dan siput telanjang (Vaginula sp.) yang banyak diekspor karena merupakan komoditi makanan yang mengandung protein tinggi. Filum Echinodermata dapat berperan langsung bagi kehidupan manusia sebagai sumber nutrisi dan diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Misalnya, teripang dan telur landak laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan.

Peranan Animalia – Teripang juga menjaga keseimbangan ekosistem laut sebagai detritivor dalam ekosistem laut. Filum Arthropoda juga menguntungkan bagi kehidupan. Anggota Crustacea seperti udang, kepiting, dan rajungan merupakan sumber makanan yang berprotein tinggi bagi manusia. Anggota Crustacea yang berupa zooplankton merupakan salah satu bagian penting dalam mata rantai makanan bagi ekosistem perairan. Beberapa jenis lebah dan kupu-kupu membantu penyerbukan dan juga beberapa ada yang menghasilkan madu. Ada pula jenis lain yang merupakan model penelitian di bidang genetika, yaitu lalat buah (Drosophila melanogaster). Perhatikan Gambar 8.66. Serangga dapat pula dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Salah satu pemanfaatan serangga adalah sebagai sumber makanan. Di berbagai wilayah di dunia, seperti di Afrika, Australia, Amerika Latin, dan Asia, serangga telah lama dikonsumsi sebagai makanan tradisional. Pada masa kini, beberapa jenis serangga telah menjadi menu makanan istimewa bagi kalangan terpandang di Th ailand, Jepang, dan Meksiko. Diperkirakan terdapat sekitar 500 jenis serangga yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Jenis serangga yang banyak dikonsumsi antara lain belalang, laron, jangkrik, lebah, semut, rayap dan beberapa serangga air dan berbagai jenis ulat. Anggota Chordata juga banyak memberikan manfaat bagi manusia.

Baca juga :  Pengertian tentang Antroposfer

Peranan Animalia – Banyak jenis merupakan sumber protein, seperti ayam, itik, ikan, kambing, sapi dan sebagainya. Beberapa jenis yang lain menjadi sumber bahan sandang, seperti domba yang menghasilkan wol dan sapi penghasil kulit samakan. Dalam bidang kesehatan, minyak ular, minyak penyu, dan sirip ikan hiu dapat diolah menjadi obat-obatan. Selain menguntungkan, sebagian hewan juga bisa merugikan kehidupan manusia. Nemathelminthes yang hidup parasit dapat menyebabkan penyakit pada vertebrata yang menjadi hospesnya, termasuk manusia. Golongan ini menimbulkan bermacam-macam penyakit seperti penyakit kaki gajah (Elephantiasis) dan cacingan pada anak yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides. Beberapa anggota Platyhelminthes juga merugikan tubuh vertebrata seperti cacing pita dan cacing hati. Mollusca juga mempunyai beberapa jenis yang merugikan, misalnya Tredo navalis yang merupakan kerang-kerang yang hidup pada bangunan kapal. Contoh lain adalah Lymnea javanica yang menjadi inang perantara cacing Fasciola hepatica. Beberapa jenis yang lain juga merupa kan perusak tanaman, seperti bekicot dan siput telanjang. Sedangkan anggota Filum Arthropoda yang merugikan bagi kehidupan misalnya adalah Isopoda karena menggerek kayu, dan kutu ikan (Argulus indicus) karena menimbulkan penyakit pada ikan piaraan. Acarina juga merupakan Arthropoda yang sangat merugikan karena menyebabkan penyakit pada manusia, ternak, dan tanaman budidaya. Jenis lainnya yang merugikan adalah Bactrocera sp., yaitu sejenis lalat buah yang sangat merusak.

Uji Kompetensi

Peranan Animalia – Selesaikan soal-soal berikut dengan tepat. 1. Vertebrata merupakan kelompok hewan yang bertulang belakang. Di dalam taksonomi, apakah Vertebrata termasuk dalam kategori takson? Jelaskan. 2. Jelaskan ciri-ciri Filum Chordata. 3. Sebutkan ciri-ciri 5 kelas yang ada di dalam Filum Chordata. 4. Sebutkan 5 contoh jenis hewan bertulang belakang yang kalian ketahui. Termasuk kelas manakah hewan-hewan tersebut? 5. Jelaskan peranan Animalia dalam kehidupan.

Ikhtisar

1. Porifera berarti hewan berpori yang hidup di air laut dan air tawar. Filum Porifera terbagi menjadi 3 kelas, yaitu Kelas Calcarea, Hexactinellida, Desmospongia. 2. Cnidaria disebut juga Coelenterata karena mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuh. Cnidaria mempunyai sel-sel penyengat pada bagian epidermis. Mempunyai dua bentuk tubuh dalam hidupnya, yaitu polip dan medusa. Filum Cnidaria terbagi menjadi tiga kelas yaitu Kelas Hydrozoa, Scyphozoa, Anthozoa. 3. Platyhelminthes disebut juga cacing pipih, bertubuh lunak dan berbentuk seperti pita atau daun, biasanya merugikan karena menjadi parasit pada Vertebrata. Filum Platyhelminthes terbagi menjadi tiga kelas yaitu Kelas Turbelaria, Trematoda, Cestoda. 4. Nemathelminthes berarti cacing benang atau cacing tambang karena tubuh tidak beruas-ruas dan sel pencernaan sudah berkembang sempurna. Habitat cacing ini di air, tanah dan parasit pada vertebrata. Filum Nemathelminthes terbagi menjadi dua kelas, yaitu Kelas Nematoda dan Nematomorpha. 5. Annelida berarti cacing cincin atau gelang, karena tubuhnya bersegmen seolah seperti sederetan cincin memanjang. Annelida bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti penyubur tanah, sebagai sumber makanan, berperan dalam bidang medis dengan zat hirudin dan lain-lain. Filum Annelida terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Kelas Oligochaeta, Polychaeta, Hirudinea. 6. Mollusca berarti hewan bertubuh lunak, berbentuk bulat simetris dan tidak bersegmen. Habitatnya di air laut, air tawar, dan darat. Sebagaian besar jenis Mollusca mempunyai cangkang (mantel), tetapi ada yang tidak punya mantel seperti guruta. Filum Mollusca terbagi menjadi 5 kelas, yaitu Kelas Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Pelecypoda, dan Cephalopoda. 7. Echinodermata berarti hewan berduri, merupakan hewan yang tidak memiliki segmen, kulitnya berduri dan tersusun atas lempeng-lempeng zat kapur. Sebagian besar anggota Echinodermata dapat bergerak aktif, tetapi ada pula yang menetap seperti tumbuhan. Filum Echinodermata terbagi menjadi lima kelas, yaitu Kelas Arachnoidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holothuroidea. 8. Arthropoda merupakan hewan yang mempunyai tubuh dan kaki bersegmen-segmen. Jumlah kaki mengalami modifikasi sesuai dengan kelasnya. Hewan ini memiliki keanekaragaman terbesar di dunia. Filum Arthropoda dibagi menjadi empat kelas, yaitu Kelas Crustacea, Insecta, Myriapoda, dan Arachnida. 9. Chordata merupakan hewan yang memiliki chorda dorsalis yang memanjang menjadi kerangka sumbu tubuh. Filum Chordata terbagi menjadi lima kelas, yaitu Kelas Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia

Baca juga :  Menstruasi pada Wanita

Pilihlah jawaban yang paling tepat.

1. Berikut yang tidak termasuk ciri-ciri umum Animalia adalah …. a. organisme eukariotik b. multiselular c. heterotrof d. memiliki dinding sel dan khlorofi l e. memiliki vertebrae 3. Berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, Filum Cnidaria dibagi menjadi tiga kelas. Bentuk polip dan medusa dijumpai pada kelas …. a. Hydrozoa b. Scyphozoa c. Anthozoa d. Calcarea e. Arthropoda 4. Ada hewan yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: tubuh pipih, lunak, simetri bilateral dan bersifat hermaprodit. dapat dibedakan dengan tegas antara posterior dan anterior, dorsal dan ventral, sistem pencernaan makanan gastrovaskuler, kemungkinan hewan tersebut masuk kedalam fi lum …. a. Porifera b. Cnidaria c. Plathyhelminthes d. Nemathelminthes e. Arthropoda 5. Fasciola hepatica merupakan anggota Plathyhelminthes yang mempunyai daur hidup sebagai berikut …. a. embrio-sporokist-mirasidium-rediaserkaria- metaserkaria b. embrio-mirasidium- sporokist- metaserkaria- serkaria- redia c. embrio-mirasidium-redia-serkariametaserkaria- sporokist d. metaserkaria-embrio-redia-sporokistmirasidium- embrio e. redia-embrio-serkaria-metaserkariasporokist- mirasidium 6. Orang di RRC yang makan ikan yang dimasak kurang sempurna, dapat terinfeksi jenis cacing …. a. Schistisoma sp. b. Fasciolopsis sp. c. Chlonorchis sinensis d. Fasciola hepatica e. Taenia solium 7. Suatu cacing pipih hidup sebagai parasit dalam usus halus manusia, sedangkan dalam daur hidupnya pernah berada dalam daging sapi. Dari ciri-ciri di atas dapat disimpulkan bahwa cacing tersebut adalah …. a. Taenia solium b. Echinococcus granulosus c. Diphyllobathrium alatum d. Clonorchis sinensis e. Taenia saginata 8. Penyakit fi lariasis atau elephantiasis disebabkan oleh cacing anggota Kelas …. a. Nematoda b. Nematophora c. Cestoda d. Polychaeta e. Turbellaria 9. Anggota Annelida yang dilengkapi parapodia adalah …. a. Pheretima sp. b. Tubifex sp. c. Palolo viridis d. Neopilina sp. e. Hirudo medicinalis 10. Nama hewan sering dikaitkan dengan bentuk organ yang dipunyai oleh kelompok hewan tersebut. Misalnya nama Lamella branchiata yang termasuk Gastropoda, ada kaitannya dengan organ …. a. kaki yang berbentuk pipih b. cangkang yang berjumlah sepasang c. kaki dapat dijulurkan d. insang yang berjumlah dua pasang e. insang yang berbentuk lempeng 11. Ditemukan hewan dengan ciri-ciri: 1) tubuh lunak dan tertutup cangkang, 2) menggunakan perut untuk berjalan, 3) jika berjalan meninggalkan jejak berupa lendir, 4) pada bagian kepala terdapat dua pasang tentakel, 5) bersifat hermaprodit. Hewan tersebut termasuk kelas …. a. Gastropoda b. Lamellibranchiata c. Amphineura d. Pelecypoda e. Bivalvia 12. Nautilus sp. merupakan salah satu perkecualian dari kelas Cepaholopoda karena …. a. Memiliki daya regerasi tinggi b. Tidak mempunyai tentakel c. Mempunyai kantong tinta d. Mempunyai cangkang luar e. Cangkang terdapat di dalam tubuh 13. Uropod, pleopod, karapaks, cephalothorax merupakan istilah untuk menyebut bagianbagian hewan anggota kelas …. a. Insecta b. Myriapoda c. Arachnida d. Crustacea e. Apterygota

Random Posts :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *