Seni Bernegosiasi dalam Kewirausahaan

Seni Bernegosiasi dalam Kewirausahaan

Seni Bernegosiasi dalam Kewirausahaan

1.  Negosiasi adalah suatu bentuk interaksi sosial yang berguna untuk mencapai kesepakatan di antara beberapa pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Dalam bernegosiasi, pihak-pihak tersebut akan berusaha menyelesaikan perbedaan itu dengan cara berdialog. Contoh negosiasi yang nyata yaitu penyelesaian sengketa internasional Sipadan-Lingitan antara Indonesia dan Malaysia

2. Negosiasi dilakukan oleh karena pihak-pihak yang berkepentingan perlu untuk membuat kesepakatan mengenai persoalan yang menuntut penyelesaian secara bersama. Tujuan diadakan negosiasi adalah untuk mengurangi perbedaan posisi setiap pihak yang bersengketa. Mereka akan mencari cara untuk menemukan butir-butir yang sama sehingga pada akhirnya kesepakatan dapat dibuat dan diterima bersama. Sebelum melakukan negosiasi perlu ditetapkan terlebih dulu orang-orang yang menjadi wakil dari setiap pihak. Selain daripada itu, bentuk atau struktur interaksi yang direncanakan juga perlu untuk disepakati, misalnya dialog secara langsung atau melalui mediasi.

3. Beberapa rangkaian tindakan harus dilakukan agar negosiasi berjalan lancar. Dan tindakan tersebut yaitu :

(1) mengajak untuk membuat kesepakatan;

Baca juga :  Tentang Pengertian Wawasan Seni

(2) memberikan alasan mengapa harus ada kesepakatan;

(3) membandingkan beberapa pilihan;

(4) memperjelas dan menguji pandangan yang dikemukakan;

(5) mengevaluasi kekuatan dan komitmen bersama; dan

(6) menetapkan dan menegaskan kembali tujuan negosiasi.

4. Selama melakukan negosiasi, hendaknya dihindari hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak. Untuk itu, komunikasi dalam negosiasi dilakukan dengan cara yang santun. Cara itu dapat ditempuh dengan:

(1) menyesuaikan pembicaraan ke arah tujuan praktis;

(2) mengakomodasi butir-butir perbedaan dari kedua belah pihak.

(3) mengajukan beberapa pandangan baru dan mengabaikan pandangan yang sudah ada tanpa memalukan kedua belah pihak.

(4) mengalokasikan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.

(5) memprioritaskan dan mengelompokkan bebrapa saran atau pendapat dari kedua belah pihak.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Random Posts :