Bagian Indera Pendengaran Bergetar Menimbulkan Bunyi

Bagian Indera Pendengaran Bergetar Menimbulkan Bunyi

Bagian Indera Pendengaran Bergetar Menimbulkan Bunyi

Indera Pendengaran – Setiap hari, kita dapat mendengar suara burung berkicau, orang bernyanyi, klakson mobil atau kendaraan bermotor. Mengapa kamu dapat mendengar suara tersebut? Suara yang kamu dengar dikenal dengan bunyi. Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang merambatkan energi gelombang di udara sampai terdengar oleh reseptor pendengar. Untuk mengetahui bagaimana bunyi ini dibentuk, lakukan kegiatan berikut.

Indera Pendengaran

Indera Pendengaran
Indera Pendengaran

Indera Pendengaran

Bergetar Menimbulkan Bunyi

Indera Pendengaran – Apa yang harus kamu siapkan? Gitar, tong, garpu tala Apa yang harus kamu lakukan? 1. Memetik gitar a. Petiklah gitar sehingga berbunyi! b. Amatilah senar yang dipetik, bagaimanakah keadaan senar? c. Pegang senar yang dipetik, apa yang kamu rasakan dan apakah kamu masih dapat mendengarkan suara gitar yang dipetik? 2. Memukul gong a. Pukullah gong atau tong hingga berbunyi! b. Sentuhlah gong/tong itu secara perlahan dengan jarimu, apa yang kamu rasakan? c. Hentikan bunyi tong, dengan cara memegangnya, pada saat gong/tong tidak berbunyi, sentuhlah dengan jarimu. Apakah yang kamu rasakan?

Indera Pendengaran

3. Memukul garpu tala a. Peganglah garpu tala! b. Pukullah garpu tala dengan pensilmu hingga berbunyi. Rasakan pada tanganmu, apakah garpu tala itu bergetar? Setelah garpu tala tidak berbunyi, apakah garpu tala masih bergetar? B. Proses Pendengaran Model yang kamu buat kemarin masih disimpan bukan? Coba lipat lagi seperti gambar di samping!

Indera Pendengaran

1. Berbicaralah di dekat model telinga (dekat daun telinga) amati semua bagian kertas ! Apakah semua bagian model telinga bergetar ? ______________________________________________________________________ ______________________________________________________________________

2. Berdasarkan pengamatan pada bagan B. 1. Cobalah susunlah secara skematis bagaimana proses mendengar yang terjadi pada diri kamu ?

Indera Pendengaran – Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, kamu mendapatkan bahwa tong, senar dan garpu tala berbunyi pada saat benda-benda tersebut bergetar. Namun pada saat bendabenda itu diam, ketiga benda itu tidak berbunyi. Coba tempelkan jarimu pada batang tenggorokan, kamu akan merasakan ada getaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bunyi ditimbulkan oleh benda-benda yang bergetar. Bunyi garpu tala menuju telinga dihantarkan oleh rapatan dan regangan partikel-partikel udara. Pada waktu bunyi keluar dari garpu tala, langsung akan menumbuk molekul-molekul udara. Molekul udara ini akan menumbuk udara disebelahnya yang mengakibatkan terjadinya rapatan dan regangan demikian seterusnya sampai ke telinga.

Apakah molekul udara berpindah? Molekul udara tidak berpindah, tetapi hanya merapat dan meregang. Bunyi sampai telinga karena merambat dalam bentuk gelombang. Gelombang yang tersusun dari rapatan dan regangan adalah gelombang longitudinal. Tanpa adanya medium atau zat perantara, bunyi tak dapat merambat.

Hal ini mengakibatkan bunyi termasuk jenis gelombang mekanik. Begitu pula ketika kita mendengar bunyi akan dirambatkan ke telinga kita melalui udara. Jadi dapat disimpulkan bahwa bunyi dapat terdengar bila ada 1) sumber bunyi, 2) medium/zat perantara, dan 3) alat penerima/pendengar. Seberapa cepat kita dapat mendengar bunyi? Ahli fisika bernama Miller melakukan percobaan untuk mengukur kecepatan bunyi di udara dengan menembakkan peluru sebagai sumber bunyi dan meletakkan detektor pada jarak tertentu. Kecepatan bunyi tergantung pada temperatur. Semakin rendah suhu lingkungan semakin besar kecepatan bunyi.

Hal ini membuktikan mengapa pada malam hari bunyi terdengar lebih jelas daripada siang hari. Pada siang hari gelombang bunyi dibiaskan ke arah udara yang lebih panas (ke arah atas) karena suhu udara di permukaan bumi lebih dingin dibandingkan dengan udara pada bagian atasnya. Berlawanan pada malam hari, gelombang bunyi dibiaskan ke arah yang lebih bawah karena suhu permukaan bumi lebih hangat dibandingkan dengan udara pada bagian atasnya. Selain dipengaruhi oleh suhu, cepat rambat bunyi di udara juga dipengaruhi oleh medium. Medium manakah yang akan menghantarkan bunyi paling cepat?

 

Indera Alat Pendengaran pada Manusia

Indera Alat Pendengaran pada Manusia

Indera Alat Pendengaran pada Manusia

Alat Pendengaran

a. Gelombang Pada saat kamu memukul panci di dekat plastik yang diatasnya ditaruh segenggam beras, maka beras akan bergetar. Mengapa hal itu dapat terjadi? Ternyata, energi getaran yang dihasilkan dari pukulan panci akan merambat sehingga menyebabkan plastik ikut bergerak. Dalam bentuk apa energi getaran itu merambat? Energi getaran akan merambat dalam bentuk gelombang. Pada perambatan gelombang yang merambat adalah energi, sedangkan zat perantaranya tidak ikut merambat (hanya ikut bergetar). Seperti pada saat kita mendengar getaran akan merambat dalam bentuk gelombang yang membawa sejumlah energi, sehingga sampai ke saraf yang menghubungkan ke otak kita.

Alat Pendengaran

Alat Pendengaran
Alat Pendengaran

Alat Pendengaran – Berdasarkan energinya, gelombang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Perambatan gelombang mekanik memerlukan medium, misal gelombang tali, gelombang air, dan gelombang bunyi. Perambatan gelombang elektromagnetik tidak memerlukan medium, misal gelombang radio, gelombang cahaya, dan gelombang radar. Dari kedua jenis gelombang tersebut, yang akan kamu pelajari adalah gelombang mekanik. Apakah yang dirambatkan oleh gelombang tersebut? Untuk mengetahuinya, lakukan kegiatan berikut.

Alat Pendengaran – Gelombang Apa yang harus kamu siapkan? Tali dengan panjang 3 m dan karet gelang. Apa yang harus kamu lakukan? 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. 2. Ikatlah karet gelang pada tali kira-kira pada jarak 0,5 m. 3. Peganglah salah satu ujungnya olehmu dan ujung yang lain oleh temanmu, kemudian getarkan tali ke atas dan ke bawah. 4. Amati yang terjadi pada tali dan karet gelang yang diikatkan tadi. Ayo Pecahkan 1. Pada saat kamu getarkan, apakah karet gelang ikut bergerak bersama gelombang? 2. Apakah bagian tali ikut berpindah merambat bersama gelombang? 3. Apa yang dirambatkan oleh gelombang? 4. Mintalah temanmu untuk menggetar-getarkan tali tersebut dengan cepat. Apakah kamu merasakan sesuatu?

Alat Pendengaran – Pada saat menggetarkan tali, gelombang akan merambat pada tali ke arah temanmu, tetapi karet gelang yang diikatkan tidak ikut merambat bersama gelombang. Demikian pula dengan tali juga tidak ikut merambat. Jadi hal tersebut membuktikan bahwa gelombang merambat hanya menghantarkan energi, medium perambatannya tidak ikut bergetar. Berdasarkan arah rambat dan arah getarannya, gelombang dibedakan menjadi gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

1) Gelombang Transversal Untuk membahas gelombang transversal, lakukan kegiatan berikut

Alat Pendengaran – Apa yang harus kamu lakukan? Sediakan tali, letakkan tali di atas lantai dan mintalah temanmu untuk memegang salah satu ujung tali, berilah getaran pada tali beberapa kali ke arah samping, coba amati arah rambat gelombangnya. Ayo Pikirkan 1. Kemanakah arah rambat gelombang? 2. Apakah arah getar dengan arah rambat gelombang tegak lurus?

Ketika tali diberi simpangan, tali akan bergetar dengan arah getaran ke atas dan ke bawah. Pada tali, gelombang merambat tegak lurus dengan arah getarnya. Bentukan seperti ini disebut gelombang transversal. Contoh lain gelombang transversal ada pada permukaan air dan gelombang cahaya. Panjang gelombang transversal sama dengan jarak satu bukit gelombang dan satu lembah gelombang. Panjang satu gelombang dilambangkan dengan ? (dibaca lamda) dengan satuan meter. Simpangan terbesar dari gelombang itu disebut amplitudo (bb’ atau dd’ pada Gambar 9.8). Dasar gelombang terletak pada titik terendah gelombang, yaitu d dan h, dan puncak gelombang terletak pada titik tertinggi yaitu b dan f. Lengkungan c-d-e dan g-h-i merupakan lembah gelombang. Lengkungan a-b-c dan e-f-g merupakan bukit gelombang.

Waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang disebut periode gelombang, satuannya sekon (s) dan dilambangkan dengan T. Jumlah gelombang yang terbentuk dalam 1 sekon disebut frekuensi gelombang. Lambang untuk frekuensi adalah f dan satuannya Hertz (Hz). Gelombang yang merambat dari ujung satu ke ujung yang lain memiliki kecepatan tertentu, dengan menempuh jarak tertentu dalam waktu tertentu pula.

2) Gelombang Longitudinal Gelombang longitudinal dapat kamu amati pada slinki atau pegas yang diletakkan di atas lantai. Ketika slinki digerakkan maju-mundur secara terus-menerus, akan terjadi gelombang yang merambat pada slinki dan membentuk pola rapatan dan regangan. Gelombang longitudinal memiliki arah rambat yang sejajar dengan arah getarannya.

Seperti halnya pada gelombang transversal, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu gelombang pada gelombang longitudinal disebut periode gelombang dengan satuan sekon (s) dan dilambangkan dengan T. Jumlah gelombang yang terbentuk dalam 1 sekon disebut frekuensi gelombang. Lambang untuk frekuensi adalah f dengan satuannya hertz (Hz). Bagaimana hubungan antara panjang gelombang, frekuensi, cepat rambat, dan periode gelombang? Mari pelajari bahasan berikut. Gelombang yang merambat dari ujung satu ke ujung yang lain memiliki kecepatan tertentu, dengan menempuh jarak tertentu dalam waktu tertentu pula.

 

Materi Indera Alat Pendengaran pada Manusia

Materi Indera Alat Pendengaran pada Manusia

Materi Indera Alat Pendengaran pada Manusia

Indera Alat Pendengaran – Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam, seperti pada Gambar 9.6. Bunyi yang terdengar oleh telinga kita memerlukan medium. Jadi, mungkinkah kita dapat mendengar di ruang hampa udara? Tentu saja tidak. Bunyi memerlukan medium untuk merambat. Apakah di telinga terdapat medium untuk merambatkan bunyi? Telinga luar dan telinga tengah terisi oleh udara dan rongga telinga dalam terisi oleh cairan limfa.

Indera Alat Pendengaran

Indera Alat Pendengaran
Indera Alat Pendengaran

Bagian bagian dan fungsi telinga

Indera Alat Pendengaran – Bagian luar a. Daun telinga b. Saluran telinga (menghasilkan minyak serumen) Mengumpulkan gelombang suara ke saluran telinga Menangkap debu yang masuk ke saluran telinga Mencegah hewan berukuran kecil masuk ke dalam telinga Bagian tengah a. Gendang telinga/membran timpani b. Tulang telinga (maleus/ martil, inkus/landasan, stapes/sanggurdi) c. Saluran eustachius Menangkap gelombang suara dan mengubahnya menjadi getaran yang diteruskan ke tulang telinga Meneruskan getaran dari gendang telinga ke rumah siput Menghubungkan ruang telinga tengah dengan rongga mulut (faring) berfungsi untuk menjaga tekanan udara antara telinga tengah dengan saluran di telinga luar agar seimbang. Tekanan udara yang terlalu tinggi atau rendah disalurkan ke telinga luar dan akan mengakibatkan gendang telinga tertekan kuat sehingga dapat sobek Bagian dalam

Indera Alat Pendengaran

a. Rumah siput (koklea) Koklea merupakan saluran berbentuk spiral yang menyerupai rumah siput. Di dalam koklea terdapat adanya organ korti yang merupakan fonoreseptor. Organ korti berisi ribuan sel rambut yang peka terhadap tekanan getaran. Getaran akan diubah menjadi impuls syaraf di dalam sel rambut tersebut dan kemudian diteruskan oleh syaraf ke otak. b. Saluran gelang (labirin) Terdiri atas saluran setengah lingkaran (semisirkularis) yang berfungsi untuk mengetahui posisi tubuh (alat keseimbangan)

Indera Alat Pendengaran

1. Getaran

Semua benda akan bergetar apabila diberi gangguan. Benda yang bergetar ada yang dapat terlihat secara kasat mata karena simpangan yang diberikan besar, ada pula yang tidak dapat dilihat karena simpangannya kecil. Benda dapat dikatakan bergetar jika benda bergerak bolak-balik secara teratur melalui titik kesetimbangan.

Indera Alat Pendengaran

Sebuah bandul sederhana mula-mula diam pada kedudukan O (kedudukan setimbang). Bandul tersebut ditarik ke kedudukan A (diberi simpangan kecil). Pada saat benda dilepas dari kedudukan A, bandul akan bergerak bolak-balik secara teratur A-OB-O-A dan gerak bolak balik ini disebut satu getaran. Salah satu ciri dari getaran adalah adanya amplitudo (simpangan terbesar). Jarak OA atau OB merupakan amplitudo. Sekarang muncul pertanyaan, setiap kali bergetar berapa banyak waktu yang dibutuhkan? Apa saja yang mempengaruhi getaran tersebut?

Getaran pada Bandul

Apa yang harus kamu siapkan? Bandul, statif, stop watch, dan tali nilon berukuran 15 cm dan 30 cm. Apa yang harus kamu lakukan? 1. Ikatkan bandul pada statif sehingga menggantung. 2. Tarik bandul ke samping untuk memberi simpangan kecil (kurang dari 100 ) kemudian lepaskan. Bersamaan dengan melepaskan bandul, hidupkan stop watch! 3. Catatlah waktu yang diperlukan bandul untuk bergerak bolak-balik (bergetar) sebanyak 5, 10, 15, dan 20 getaran. 4. Ubahlah ukuran tali menjadi lebih panjang atau pendek, kemudian ikuti kembali langkah ketiga. 5. Tentukan waktu yang dibutuhkan untuk bergetar satu kali getaran. 6. Tentukan jumlah getaran yang terjadi dalam waktu satu detik. 7. Catatlah dan masukkan data hasil kegiatanmu

Ayo Analisis

1. Bedasarkan data pengamatan yang kamu peroleh, simpulan apakah yang diperoleh dari hasil percobaan tersebut? 2. Menurut kamu, apakah amplitudo bandul memengaruhi periode dan frekuensi bandul? Coba kamu selidiki kembali dengan menggunakan alat dan bahan yang disediakan. Ayo Pecahkan 1. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 1 getaran dengan panjang tali 15 cm adalah … dan dengan panjang tali 30 cm adalah …. Waktu yang diperlukan bandul untuk melakukan satu getaran disebut …. 2. Jumlah getaran yang terjadi dalam satu sekon pada panjang tali 15 cm adalah … dan pada panjang tali 30 cm adalah …. Jumlah getaran yang terjadi dalam waktu satu sekon disebut …. 3. Hubungan antara frekuensi dan periode secara matematis dapat kamu tulis

Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kali getaran disebut periode getar yang dilambangkan dengan T. Banyaknya getaran dalam satu sekon disebut frekuensi (f). Satuan periode adalah sekon dan satuan frekuensi adalah getaran per sekon atau disebut dengan Hertz (Hz).