Pembentukan Sel Kelamin Pria

Pembentukan Sel Kelamin Pria

Pembentukan Sel Kelamin Pria

Pembentukan Sel Kelamin Pria
Pembentukan Sel Kelamin Pria

Seorang pria normal yang sudah menginjak usia dewasa akan menghasilkan sel kelamin pria atau sering disebut sperma. Sperma dibentuk di dalam testis. Proses pembentukan sel kelamin pria atau sperma disebut spermatogenesis. Di dalam sel induk sperma terdapat kromoson sebanyak 23 pasang. Sel induk sperma tersebut disebut spermatogonia.

Kita sudah tahu bahwa sperma diproduksi oleh tubulus seminiferus. Yang paling mengagumkan dari cara kerja tubulus seminiferus ini adalah kemampuannya untuk memproduksi sperma sekitar 100 juta spermatozoa per hari. Jumlah normal spermatozoa berkisar antara 35 juta – 200 juta, namun bisa juga seseorang hanya memproduksi kurang dari 20 juta, dan dapat dikatakan orang itu kurang subur.

Faktor usia sangat mempengaruhi jumlah produksi sperma. Seorang pria berumur lebih dari 55 tahun jumlah produksi spermanya menurun secara pelan-pelan. Dan pada umur di atas 90 tahun, pria akan kehilangan tingkat kesuburannya, kecuali Tuhan berkenan kepadanya.

Disamping umur, faktor lain yang juga mengurangi kesuburan adalah sering tidaknya pria melakukan hubungan kelamin. Seorang pria yang sering berhubungan badan akan berkurang kesuburannya. Hal tersebut disebabkan karena sperma belum sempat menjadi dewasa lalu tidak dapat membuahi sel telur. Sebaliknya jika sperma tidak pernah dikeluarkan maka spermatozoa yang sudah tua akan mati kemudian diserap oleh tubuh.

a. Spermatogenesis

Proses terbentuknya sperma mula-mula dari pembelahan sel secara mitosis dari sel-sel spermatogonia, kemudian sel-sel spermatogonia itu mengalami pertumbuhan menjadi spermatosit primer. Spermatosit primer masih memiliki sifat diploid dan mempunyai kromosom sebanyak 23 pasang. Pada pembelahan secara meiosis tahap I, spermatosit primer yang diploid itu akan memproduksi spermatosit sekunder yang sifatnya haploid.

Kemudian spermatosit sekunder mengalami pembelahan meiosis tahap II yang memproduksi 4 spermatid kemudian mengalami diferensiasi. Pada proses tersebut selanjutnya akan kehilangan banyak sitoplasma membentuk spermatozoa atau sel-sel sperma.

b. Struktur Sperma

Sel-sel sperma mempunyai struktur yang khas. Kalian dapat memahami struktur sel-sel sperma, dengan mengamati langsung melalui mikroskop terhadap sel-sel sperma, baik berupa preparat awetan maupun preparat segar yang sudah kalian buat sebelumnya. Untuk membandingkan dengan pengamatan yang telah Anda lakukan.

Bila diperhatikan, struktur spermatozoa itu terlihat memiliki bentuk mirip anak katak yang baru menetas (kecebong), memiliki bagian kepala dan ekor.

Pembentukan Sel Kelamin Pria
Pembentukan Sel Kelamin Pria

Berdasarkan hasil pengamatan melalui mikroskop, akan terlihat bahwa sel-sel kelamin pria mempunyai struktur :

1) Kepala

Inti sel ada di dalam bagian ini. Bagian kepala ini juga dilengkapi dengan sebuah bagian yang dinamakan akrosom yaitu bagian ujung kepala sperma yang berbentuk rada runcing dan memproduksi enzim hialuronidase yang berguna untuk menembus dinding sel telur. Pada bagian kepala terdapat 22 kromosom tubuh dan 1 kromosom kelamin yaitu kromosom X atau kromosom Y.

Kromosom X berguna untuk membentuk bayi yang mempunyai kelamin perempuan; sedang kromosom Y berguna untuk membentuk bayi yang berkelamin pria. Kromosom kelamin pria inilah yang nantinya akan menentukan jenis kelamin seorang bayi.

2) Bagian tengah

Bagian pada tengahnya mengandung mitokondria yang berguna untuk membentuk energi, yang berguna untuk pergerakan dan kehidupan sel sperma. Bahan bakar untuk membentuk energi ini adalah fruktosa.

3) Ekor

Di bagian ekor ini sifatnya banyak bergerak atau motil dan lebih panjang. Gunanya adalah untuk alat pergerakan sperma agar bisa mencapai sel telur. Pergerakan sel ini ke depan didorong oleh bagian ekor dengan pergerakan mirip sirip belakang ikan.

Pembentukan sperma terpengaruh oleh LH (Lutenizing Hormone) dan hormon FSH (Folicel Stimulating Hormone). Pembentukan LH dan FSH dikendalikan oleh hormon gonadotropin yaitu hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipothalamus dari otak.

Proses spermatogenesis dibantu juga oleh hormon testosteron. Sperma yang telah terbentuk di dalam testis seperti proses di atas, lalu akan disalurkan ke bagian epididimis, kemudian ke vas deferens dan bercampur dengan sekret dari kelenjar prostat dan cowperi. Dari situ kemudian dikeluarkan melalui uretra yang ada di dalam penis. Uretra merupakan saluran kencing sehingga kemungkinan akan timbul pertanyaan, bisakah sperma ini keluar bersamaan air seni? Jika kejadian ini terjadi maka spermatozoa akan mati, karena air seni sifatnya asam, sehingga kejadian ini tidak mungkin terjadi. Telah diatur dengan baik oleh saraf-saraf uretra untuk pembagian kedua tugas ini.

Sewaktu pria dan wanita melakukan hubungan intim (bersenggama), saraf akan mengontrol katup uretra agar tidak terbuka. Dan juga sebelum terjadinya ejakulasi, cairan basa dari kelenjar cowperi akan menetralkan sisa-sisa air seni yang berada di dalam saluran itu.

Sistem Koordinasi dan Alat Indera pada Manusia

Sistem Koordinasi dan Alat Indera pada Manusia

Sistem Koordinasi dan Alat Indera pada Manusia

Alat Indera
Alat Indera

Alat Indera – Pernahkah kamu menginjak benda yang panas? Tanpa kamu sadari, kamu langsung menarik kakimu. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini terjadi karena kamu memiliki sistem saraf yang berfungsi untuk merespons rangsangan dan melaporkannya ke otak. Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi tubuh. Selain sistem saraf, terdapat sistem hormon yang mengendalikan sistem fisiologis tubuh. Sistem saraf berhubungan erat dengan alat indera manusia. Misalnya, ketika kamu menyentuh batang bunga yang berduri, kamu terlebih dahulu melihat batang tersebut dengan mata. Kemudian, kamu menyentuh duri tersebut, lalu kamu terkejut karena duri tersebut melukai kulitmu. Dari responmu tersebut pun sistem saraf telah bekerja.

Alat Indera

A. Sistem Saraf

Sistem saraf disusun oleh satuan terkecil yang disebut sel saraf. Sistem saraf terdiri atas otak, sumsum tulang belakang, dan saraf (neuron). Fungsi sistem saraf adalah sebagai pengatur koordinasi alat-alat tubuh dan sebagai pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran.

Alat Indera

1. Sel Saraf

Sel saraf atau neuron merupakan unit dasar dari sistem saraf. Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibagi menjadi dua macam, yaitu neuron dan neuroglia. Neuron berfungsi sebagai pembawa impuls dari organ ke saraf pusat atau sebaliknya. Sedangkan, neuroglia berperan untuk mendukung neuron melaksanakan tugasnya dengan baik.

Alat Indera – Neuron terdiri atas tiga bagian, yaitu: badan sel, dendrit, dan neurit. Badan sel memiliki sebuah inti dan di dalam sitoplasmanya terdapat butir-butir Nissl yang mengandung RNA. Butir-butir Nissl ini berfungsi untuk mensintesis protein. Dendrit berfungsi untuk menyampaikan impuls (rangsangan) menuju badan sel. Sedangkan, neurit berfungsi menyampaikan informasi dari badan sel ke sel lainnya. Pertemuan antara neurit dengan dendrit disebut sinapsis.

Alat Indera

Di dalam neurit terdapat serabut-serabut halus yang disebut neurofibril. Neurofibril diselubungi oleh selaput mielin yang berfungsi melindungi dan memberi makan neurit. Pada tempat tertentu, terdapat penyempitan yang tidak diselubungi selaput mielin, disebut nodus ranvier.

Alat Indera

Berdasarkan struktur dan fungsinya, terdapat tiga macam sel saraf, yaitu sel saraf sensorik, motoris, dan konektor (interneuron).

a. Neuron Sensorik Neuron sensorik (neuron aferen) berfungsi untuk menghantarkan impuls dari indera ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). b. Neuron Motoris Neuron motoris (neuron eferen) berfungsi untuk menghantar impuls dari sistem saraf pusat ke kelenjar atau otot. c. Neuron Konektor (Interneuron) Interneuron berfungsi untuk meneruskan impuls (rangsangan) dari neuron sensorik ke neuron motoris. Interneuron merupakan sel saraf yang memiliki banyak dendrit dan akson (multipolar).

2. Gerak Biasa dan Gerak Refleks

Gerak adalah suatu aktivitas tubuh karena adanya rangsangan oleh saraf. Gerak dibagi menjadi dua macam, yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Gerak biasa adalah gerak yang dilakukan dengan kesadaran. Sedangkan, gerak refleks dilakukan di luar kesadaran. Gerak refleks sangat dibutuhkan untuk menghindari bahaya. Berdasarkan letak neuron penghubung (neuron konektor), gerak refleks dibagi menjadi dua macam, yaitu refleks otak dan refleks tulang belakang. Jika neuron konektornya terletak di otak disebut refleks otak. Contohnya, gerakan pupil mata yang menyempit dan melebar karena terkena rangsangan cahaya. Jika neuron konektornya terletak di sumsum tulang belakang disebut refleks sumsum tulang belakang. Contohnya, gerakan lutut yang tidak disengaja.

3. Sistem Saraf Pusat dan Saraf Tepi

Sistem saraf dibagi menjadi dua macam, yaitu sistem saraf pusat dan saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan, sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar (saraf kraniospinal) dan saraf tak sadar (saraf otonom).

a. Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat merupakan pusat pengaturan informasi. Seluruh aktivitas tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak dilindungi oleh tengkorak dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Otak dan sumsum tulang belakang dibungkus oleh selaput meningia yang melindungi sistem saraf halus, membawa pembuluh darah, dan dengan mensekresi sejenis cairan yang disebut cairan serebrospinal, selaput meningia dapat memperkecil benturan dan guncangan. Meningia terdiri atas tiga lapisan, yaitu piamater, arachnoid, dan duramater.

1) Otak Otak merupakan pusat saraf yang terletak di dalam rongga tengkorak. Otak manusia terdiri atas dua belahan, yaitu otak kiri dan kanan. Otak kiri mengendalikan tubuh bagian kanan. Sebaliknya, otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri. Hal ini terjadi karena pindah silang pada jalurjalur spinal. Otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sumsum lanjutan. a) Otak besar (cerebrum) Otak besar pada manusia dewasa memiliki volume sekitar ± 1500 cm3 . Permukaan otak berlipat-lipat sehingga dapat memuat jutaan neuron. Bagian luar otak berisi neuron sehingga berwarna kelabu (substansia grissea). Sedangkan, otak bagian dalam berisi neurit dan dendrit sehingga berwarna putih (substansia alba). Otak besar merupakan pusat ingatan, kesadaran, kecerdasan, dan kemauan. Selain itu, otak besar juga merupakan sumber semua kegiatan yang manusia sadari. Otak besar terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

1) bagian depan : pusat gerakan otot 2) bagian tengah : pusat perkembangan ingatan dan kecerdasan 3) bagian samping : pusat pendengaran 4) bagian belakang : pusat penglihatan .

b) Otak tengah (mesensefalon) Otak tengah merupakan bagian otak yang terletak di antara pons vasoli dan diensefalon. Otak tengah berhubungan dengan sistem penglihatan dan pendengaran. Di bagian depan dari otak tengah terdapat: 1) Talamus, yaitu bagian yang menjalankan pemisahan pertama impuls yang tiba dan mengarahkan impuls ke bagian cerebrum yang berbeda, serta mengarahkan sebagian dari impuls ke sumsum tulang belakang. 2) Hipotalamus, yaitu bagian yang mengatur suhu tubuh, selera makan, dan keseimbangan cairan tubuh.

c) Otak kecil (cerebelum) Otak kecil terletak di bawah otak besar, di dalam rongga tengkorak bagian belakang. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur keseimbangan tubuh, posisi tubuh, dan gerakan otot yang disadari. Bagian kiri dan bagian kanan otak kecil dihubungkan oleh suatu penghubung yang disebut jembatan varol, seperti otak besar. Bagian luar otak kecil (korteks) berwarna kelabu dan bagian dalam (medula) berwarna putih.

d) Sumsum lanjutan (medula oblongata) Sumsum lanjutan terdapat di muka otak kecil dan di bawah otak besar, dan merupakan perpanjangan dari sumsum tulang belakang. Bagian dalamnya berisi neuron sehingga berwarna kelabu. Sedangkan, bagian luarnya berwarna putih karena berisi neurit dan dendrit. Fungsi sumsum lanjutan adalah sebagai pengatur pernapasan, gerakan jantung, dan gerak alat pencernaan.

2) Sumsum tulang belakang (medula spinalis) Sumsum tulang belakang dilindungi atau berada di dalam ruas-ruas tulang belakang. Bagian luarnya berwarna putih dan bagian dalam berwarna kelabu.

Sumsum tulang belakang terletak memanjang dari ruas-ruas leher sampai ruas pinggang yang kedua. Selaput otak juga menyelaputi sumsum tulang belakang. Fungsi sumsum tulang belakang, yaitu: a) Pusat perantara antara susunan saraf tepi dan otak. b) Menghantarkan impuls menuju atau dari otak. c) Mengatur gerak refleks tubuh. Penampang melintang sumsum tulang belakang terlihat seperti gambar kupu-kupu dengan warna kelabu, berisi neuron. Rangsang disampaikan ke otot lewat serabut saraf sensorik. Sedangkan, tanggapan dari pusat ke efektor disampaikan lewat serabut saraf motorik. Serabut saraf tersebut terdapat di sumsum tulang belakang. b. Sistem Saraf Tepi Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. Sistem saraf sadar meliputi sistem saraf kepala (kranial). Sedangkan, sistem saraf tidak sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik.

1) Sistem saraf sadar Sistem saraf sadar (kraniospinal) merupakan saraf yang mengatur gerakan yang dilakukan secara sadar. Sistem saraf sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu kranial dan spinal. Sistem saraf kranial atau kepala disusun oleh 42 pasang saraf yang keluar dari otak. Saraf kranial berhubungan dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala. Sedangkan, saraf spinal disusun oleh 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. 2) Sistem saraf tak sadar (saraf otonom) Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua bagian, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik yang memiliki susunan dan fungsi yang khas. a) Sistem saraf simpatik Sistem saraf simpatik terdiri atas serangkaian urat kembar berupa ganglion-ganglion yang tersebar di beberapa daerah, seperti daerah leher, daerah dada, daerah pinggang, dan daerah pelvis. Serabut saraf simpatik berfungsi untuk merangsang kerja otot jantung, otot-otot tak sadar semua pembuluh darah, dan semua alat-alat dalam, seperti lambung, pankreas, dan usus. Selain itu, merangsang serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat dan mempertahankan tonus semua otot, termasuk tonus otot sadar. b) Sistem saraf parasimpatik Susunan saraf parasimpatik berupa jaringan susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi kebalikan dari saraf simpatik.

Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari

Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari

Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari

Pada bagian awal bab ini, kamu telah menyebutkan berbagai macam alat optik yang pernah kamu jumpai. Bahkan mungkin juga, beberapa alat optik yang kamu sebutkan itu pernah kamu gunakan. Pada bagian ini kamu akan mempelajari berbagai macam alat optik. Selain itu, kamu juga akan mempelajari prinsip penggunaan alat-alat optik tersebut. Sebelum mempelajari alat optik lebih dalam, lakukan kegiatan berikut.

Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari
Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari

Membuat Kamera Obscura

Apa yang harus kamu persiapkan? 1. Kaleng bekas susu bubuk 1 buah 2. Kertas minyak putih atau kertas kalkir atau kertas polos yang tipis 3. Kertas karton hitam 4. Karet gelang 5. Paku kecil 6. Palu 7. Gunting 8. Lilin lampu

Apa yang harus kamu lakukan?

1. Buat lubang kecil dengan paku di tengah-tengah dasar kaleng. 2. Tutup bagian kaleng yang terbuka dengan kertas minyak atau kertas kalkir. Kemudian, ikat dengan karet gelang hingga kuat. 3. Tutup bagian ini dengan karton hitam sehingga kertas minyak berada di dalam gulungan kertas hitam dan terlindung dari cahaya. 4. Nyalakan lilin. Kemudian, letakkan di muka lubang pada kaleng. 5. Lihat kertas minyak melalui lubang kertas hitam. Apa yang kamu lihat? 6. Geser-geser kameramu sehingga bayangan lilin pada kertas minyak terlihat jelas. 7. Bagaimana sifat bayangan yang terbentuk? 8. Bandingkan dengan gambar berikut!

1. Kamera

Apakah kamu pernah mengambil gambar teman atau orang-orang terdekatmu dengan menggunakan kamera? Pernahkah kamu berpikir tentang bagaimana proses pembentukan bayangan (gambar) pada kamera?

Pada saat kamu mengambil gambar suatu benda dengan sebuah kamera, cahaya dipantulkan dari benda tersebut dan masuk ke lensa kamera. Kamera memiliki diafragma dan pengatur cahaya (shutter) untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa. Dengan jumlah cahaya yang tepat akan diperoleh foto atau gambar yang jelas. Sementara itu, untuk memperoleh foto yang tajam dan tidak kabur perlu mengatur fokus lensa. Cahaya yang melalui lensa kamera tersebut memfokuskan bayangan benda pada film foto. Bayangannya nyata, terbalik, dan lebih kecil dari benda aslinya. Perhatikan persamaan prinsip kerja kamera sederhana ini dengan diagram cahaya lensa cembung. Ukuran bayangan tersebut bergantung pada panjang fokus lensa, dan jarak lensa itu pada film tersebut. Jika diperhatikan, bagian-bagian dari kamea memiliki kemiripan dengan mata. Coba identifikasikan bagian-bagian kamera tersebut yang memiliki fungsi yang serupa dengan bagian-bagian mata!

2. Kaca Pembesar (Lup)

Pernahkah kamu melihat film yang mengisahkan tentang detektif? Ketika detektif tersebut mengungkap suatu kasus maka mereka ada yang membawa suatu benda di tangannya. Apakah benda itu? Apa fungsi benda tersebut?  agar kamu dapat menjawab pertanyaan di atas. Sebuah kaca pembesar memungkinkan kita untuk menempatkan objek tersebut lebih dekat ke mata kita sehingga objek tersebut tampak terlihat sudut lebih besar. Seberapa besar suatu objek terlihat dengan mata, dan seberapa jelas kita dapat melihat bagian-bagian kecil pada objek tersebut? Hal ini bergantung pada ukuran bayangan objek tersebut pada retina. Ukuran bayangan tersebut bergantung pada sudut pada mata yang berhadapan dengan objeknya. Agar mata tidak mudah lelah (berakomodasi minimum) saat menggunakan lup, letakkan benda tepat di titik fokus lup.

3. Mikroskop

Jika kamu mau melihat penampang batang tumbuhan, alat apa yang kamu gunakan? Apa ciri-ciri alat tersebut? Ingat kembali tentang benda tersebut di buku Kelas VII.  Mikroskop menggunakan dua lensa okuler dan dua lensa objektif. Lensa okuler adalah lensa yang posisinya dengan mata pengamat. Lensa objektif adalah lensa yang posisinya dekat dengan objek/benda yang sedang diamati. Benda yang diamati ditempatkan pada sebuah slide transparan (preparat) dan disinari dari bawah. Cahaya melalui lensa objektif dan membentuk bayangan nyata dan diperbesar. Bayangan itu diperbesar, sebab benda itu terletak di antara satu dan dua jarak fokus lensa objektif tersebut. Selanjutnya, bayangan nyata tersebut diperbesar lagi oleh lensa okuler untuk menghasilkan bayangan maya dan diperbesar. Susunan lensa seperti ini memungkinkan menghasilkan bayangan ratusan kali lebih besar dari objek aslinya.

4. Teleskop

Kamu tentunya pernah melihat bulan pada malam hari. Apakah kamu dapat melihat secara jelas permukaan bulan dengan menggunakan mata telanjang? Dengan menggunakan sebuah teleskop, kamu akan dapat melihat kawah dan ciri-ciri lain di permukaan bulan secara jelas. Teleskop dirancang untuk mengumpulkan cahaya dari benda-benda yang jauh. Teleskop dapat berupa teleskop bias dan teleskop pantul.

a. Teleskop Bias Teleskop adalah alat optik yang dapat membuat benda-benda yang berada pada tempat yang jauh menjadi terlihat dekat. Teleskop bias sederhana merupakan kombinasi antara dua lensa cembung yang terletak pada bagian pipa. Lensa yang lebih besar adalah lensa objektif, sedangkan yang lebih kecil adalah lensa okuler (lensa mata). Lensa objektif membentuk sebuah bayangan dan kemudian bayangan tersebut akan diperbesar oleh lensa okuler. Lensa objektif pada teleskop bias memiliki diameter yang lebih besar daripada diameter mata kamu saat membuka. Hal ini berarti akan lebih banyak cahaya yang dipantulkan oleh objek yang dapat masuk ke dalam lensa yang kemudian akan masuk ke dalam mata. Dengan demikian, bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif akan lebih jelas daripada bayangan yang terbentuk oleh mata. Karena bayangan yang terbentuk sangat jelas, maka objek yang terlihat juga menjadi lebih detail.

b. Teleskop Pantul Lensa objektif yang terdapat pada teleskop pantul digantikan oleh cermin cekung. Bayangan dari sebuah objek yang letaknya jauh terbentuk di dalam tabung teleskop ketika cahaya dipantulkan dari cermin cekung. Cahaya yang dipantulkan objek yang jauh memasuki salah satu ujung tabung dan ditangkap oleh cermin lain pada ujung yang lain. Cahaya ini dipantulkan dari cermin cekung ke cermin datar yang ada di dalam tabung. Cermin datar kemudian memantulkan cahaya ke lensa okuler, yang berfungsi memperbesar gambar.