Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Ancaman terhadap Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas – Sudah merupakan suatu hal biasa kalau orang-orang pencinta lingkungan hidup selalu mengumandangkan kekhawatiran mereka tentang kelestarian hayati. Berbagai imbauan, peringatan, dan kekhawatiran tentang hal ini telah dilakukan baik melalui iklan media massa, penyuluhan maupun diklat-diklat. Pada abad sekarang, manakala manusia sudah mengikuti arus industrialisasi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, banyak kegiatan yang tanpa sadar mengancam kelestarian biodiversitas. Jika hal ini dibiarkan, keanekaragaman hayati dapat mengalami penurunan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Memang bukan hanya kegiatan manusia yang dapat mengancam penurunan biodiversitas. Namun, penyebab lain pun secara tidak langsung merupakan campur tangan manusia. Berikut ini dapat kita simak beberapa hal tersebut.

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas
Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

1. Perusakan, Fragmentasi, dan Pemusnahan Habitat

Di Indonesia, problem kepadatan penduduk menjadi faktor yang langsung mengancam biodiversitas. Program transmigrasi dari Pulau Jawa ke pulau lain yang merupakan lahan habitat makhluk hidup kekayaan dunia telah menjadi penyebab rusak atau musnahnya habitat. Berbagai hutan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi dibuka dan dimusnahkan untuk area pemukiman.

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

2. Masuknya Jenis Hewan dan Tumbuhan Baru pada Suatu Habitat tanpa Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang Saksama

Akibat kelalaian proses litbang, masuknya hewan dan tumbuhan baru pada suatu habitat akan mengganggu keseimbangan ekosistem. Tanpa diteliti karakternya, kemungkinan hewan dan tumbuhan baru tersebut menjadi pesaing bagi hewan dan tumbuhan yang ada. Kompetitor ini mungkin akan memusnahkan organisme tuan rumah. Dapat pula hewan baru ternyata menjadi hama dan gulma.

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas

3. Penggunaan yang Berlebihan Jenis Tumbuhan dan Hewan pada Suatu Habitat

Manusia membutuhkan makanan, pakaian, rumah, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya dengan memanfaatkan hewan dan tumbuhan di sekitarnya. Tanpa memperhitungkan proses reproduksi hewan dan tumbuhan, manusia terus-menerus mengeksploitasi kedua jenis makhluk hidup sampai pada suatu saat banyak hewan dan tumbuhan menjadi langka atau punah.

Keanekaragaman Hayati Biodiversitas – Hewan liar diburu di berbagai tempat. Jumlah yang diburu sangat banyak. Pemburu bukan hanya tidak mempunyai izin berburu, tetapi juga melakukan perburuan di kawasan konservasi termasuk taman nasional. Perburuan komersial yang tidak terkendali merupakan masalah gawat untuk jenis tertentu. Banyak hewan buruan yang sangat disukai di Indonesia, misalnya babi rusa (Babyrousa babyrussa), anoa (Bubalus depressicornis dan B. quarlesi), Kuau raja (Argusianus argus), walabi saham (Macropus agile), rusa jawa (Cervus timorensis), kasuari (Casuarius cauaris), ular sanca batik (Phyton reticulatus), burung rangkong (Bucros bicornis), berbagai burung hias, di antaranya kakaktua raja (Proboscijer atterrimus), Kepodang (Oriolus chinensis), Curik Bali (Leucopsar roschildi), Beo (Gracula religiosa), Perkutut Jawa (Geopelia striata), ayam hutan (Gallus varius), Ikan arwana (Scleropages formosus) juga menjadi ikan yang banyak diburu.

Info Biologi

Akibat Impor Tumbuhan Asing

Akibat bebasnya mendatangkan hewan dan tumbuhan asing ke dalam wilayah Indonesia, masuknya tumbuhan Akasia berduri dari Afrika mendatangkan malapetaka. Awalnya diniatkan untuk membuat jalur pembatas padang rumput di taman Nasional Baluran Jawa Timur, dengan menanam sejumlah Akasia berduri dari Afrika. Namun, Akasia ini tumbuh begitu cepat, bukan lagi di jalur pembatas, melainkaan di seluruh area padang rumput, merusak eksistensi tanaman yang ada. Untuk mencegah meluasnya pertumbuhan Akasia tersebut, pengelola taman nasinal Baluran melakukan buldoser. Sumber: media elektronik, TV .

Pencemaran (Air, Tanah, Udara) dalam Ekosistem

Manusia semakin banyak. Sisa kebutuhan hidupnya merupakan limbah yang mengancam. Limbah pabrik maupun limbah domestik (dari rumahrumah) merupakan bahan pencemar lingkungan. Satu contoh saja, mengenai limbah detergen. Detergen tidak mudah diuraikan, zat ini akan membunuh organisme perairan. Jika di perairan tersebut terdapat eceng gondok, dengan adanya detergen akan terjadi eutrofikasi, dalam waktu singkat terjadi ledakan pertumbuhan eceng gondok hingga menutup permukaan perairan. Cahaya matahari sulit masuk ke dalam perairan, menyebabkan tumbuhan air sulit melakukan fotosintesis. Rentetan berikutnya adalah kekurangan oksigen dan biota perairan mati.

Perubahan Iklim Global (Pemanasan Bumi)

Penggunaan zat kimia tertentu oleh manusia (misalnya PVC), pembakaran zat tertentu, telah menyebabkan ozon atmosfer berubah wujud secara kimiawi. Akibatnya fungsi ozon sebagai penangkal cahaya matahari hilang, dan bumi menjadi panas. Bumi mengalami efek rumah kaca. Atmosfer yang rusak ozonnya disebut memiliki lubang ozon. Intensitas cahaya matahari yang dapat ditangkal sekitar 90% oleh ozon, kini mengancam bumi 100% karena lubang ozon. Bumi akan mengalami pemanasan global karena panas yang masuk tidak dapat dipantulkan melewati atmosfer bumi. Selain itu, musnahnya hutan-hutan yang menjadi paru-paru dunia, akibat eksploitasi kayu-kayu oleh manusia, menyebabkan bumi bertambah panas.

Perkembangan Industri Pertanian dan Industri Perhutanan

Menurut Global Diversity Assesment, Heywod, 1995, pertanian komersial modern telah mendatangkan aspek negatif terhadap keanekaragaman hayati pada semua tingkat dari keanekaragaman ekosistem, spesies, dan genetik. Sebagai contoh, coba kita diskusikan dengan teman-teman, apa yang akan terjadi jika sebuah hutan diubah menjadi lahan monokultur. Lahan monokultur yang ada di Indonesia biasanya sawah. Sawah hanya ditanami satu jenis tanaman yaitu padi. Tentu dampaknya sangat merugikan eksistensi keanekaragaman hayati apabila hutan diubah menjadi sawah. Lahan akan kehilangan banyak plasma nutfah, ekosistem berubah, terjadi ledakan hama yang kehilangan habitatnya. Tanah pada lahan hutan yang diubah menjadi sawah lambat laun akan kehilangan banyak macam unsur hara. Dunia pertanian modern juga telah melahirkan pupuk buatan, dan pestisida kimiawi yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pemanfaatan hasil hutan untuk segala sektor kehidupan, juga telah menyebabkan punahnya plasma nutfah.

Penambangan Logam dan Pemanfaatan Biota Laut

Penambangan logam biasanya diikuti dengan pengubahan suatu daerah menjadi daerah penambangan. Hutan dibuka, lalu dibangun daerah pertambangan. Sisa bidang-bidang habitat alami semakin kecil dan terasing, sehingga jenis margasatwa setempat cenderung punah. Padahal kepunahan berarti hanya menjadi sejarah. Kita harus memerhatikan kondisi yang dianugerahkan Tuhan yang menuntut kepedulian manusia agar tidak mempercepat kepunahan suatu jenis makhluk. Kondisi tersebut, di antaranya:

a. persebarannya sedikit dan kemampuan menyesuaikannya kecil; b. hanya ditemukan di daerah sempit; c. membutuhkan daerah luas untuk dapat bertahan hidup; d. dan tumbuhan dengan kekhususan tinggi. e. pemangsa besar yang diburu oleh manusia; f. mempunyai nilai komersial; g. pernah mempunyai kisaran luas dan berdekatan, tetapi sekarang terbatas pada kantong-kantong kecil habitat. Biota laut yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai sumber makanan, diambil oleh nelayan dengan cara-cara yang merusak habitat, misalnya dengan menggunakan pukat harimau. Untuk mengantisipasi ancaman terhadap keanekaragaman hayati Indonesia, diperlukan upaya-upaya untuk melestarikannya sebagaimana dijelaskan dalam uraian berikut.

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Tekanan berbagai kepentingan pemanfaatan hayati di banyak kawasan, mengancam kekayaan margasatwa Indonesia. Kepulauan Indonesia berupa alam sangat luas dan penting baik secara nasional, maupun internasional. Indonesia mempunyai tanggung jawab dunia dan nasional untuk memerhatikan secara sungguh-sungguh mengenai perlindungan. Kini lebih dari 350 daerah di Indonesia ditetapkan untuk konservasi, meliputi upaya pelestarian ekosistem dan melindungi tanah dan air. Selain itu, Indonesia juga harus memerhatikan hal-hal yang mengkhawatirkan, seperti: 1) bagian terkaya daerah pelestarian telah hilang di daerah hutan penebangan; 2) petani mencari keuntungan lebih untuk nafkah hidup; 3) pembangunan jalan melintasi batas hutan dan menembus taman nasional; 4) pencarian dan penambangan mineral di banyak taman nasional dan kawasan lindung, sehingga mengganggu hutan dan margasatwa, juga pencemaran yang tinggi; 5) kelambanan penanganan pelestarian akan mempercepat hilangnya hayat, hilangnya banyak daerah dan jenis khas yang tak tergantikan.

Agar ekosistem yang rusak cepat pulih, kita harus memberikan kesempatan pada ekosistem tersebut untuk melakukan pemulihan alami karena ekosistem mempunyai kekuatan pemulihan luar biasa. Ada dua cara pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu sebagai berikut. 1. Budi daya atau pemuliaan hayati di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan sebagainya. 2. Pelestarian hayati, meliputi upaya in situ dan ex situ. a. Pelestarian secara in situ, yaitu melindungi sumber hayati di tempat aslinya. Hal ini dilakukan sehubungan dengan keberadaan organisme yang memerlukan habitat khusus, dan akan membahayakan kehidupan organisme tersebut jika dipindahkan ke tempat lainnya, contoh: cagar alam, hutan lindung, suaka margasatwa, taman laut. b. Pelestarian secara ex situ, merupakan bentuk perlindungan kenanekaragaman hayati Indonesia dengan cara memindahkan hewan atau tumbuhan ke tempat lainnya yang cocok bagi kehidupannya, contoh: kebun raya, hutan nasional, hutan produksi, kebun binatang, Tabulampot (tanaman budi daya dalam pot).

Membuat Kebun Tanaman Dapur atau Tanaman Obat Keluarga

Sebagai manusia kita akan selalu membutuhkan makhluk lain. Kita juga membutuhkan lingkungan hidup yang sehat, bersih, hijau agar kegiatan tidak terganggu oleh penyakit, atau gangguan pada aspek fisiologis tubuh. Salah satu cara menata lingkungan hidup kita berdasarkan karakter alami adalah dengan penghijauan (greening), baik di rumah maupun di sekolah. Untuk melakukannya, kita dapat membuat kebun tanaman dapur atau kebun tanaman obat keluarga. Langkah yang dapat lakukan adalah sebagai berikut

1. Menentukan lahan di sekolah. Manfaatkan lahan seluas apa pun, di depan kelas, di halaman sekolah, di depan laboratorium, ataupun di depan perpustakaan. Jika lahan di sekolah tidak ada, kita dapat membuat kebun dengan cara tabulampot (tanaman budi daya dalam pot). 2. Menentukan jenis tanaman yang akan dibudidayakan, apakah kelompok tanaman dapur atau kelompok tanaman obat.

Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami

Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami

Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami

Tsunami adalah gelombang besar yang diakibatkan oleh pergeseran bumi di dasar laut. Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti “gelombang pelabuhan” karena bencana ini hanya terjadi di wilayah pesisir. Kapan tsunami terjadi? Tsunami bisa terjadi kapan saja, pada saat musim hujan ataupun musim kemarau baik siang maupun malam hari. Dampak yang diakibatkan bencana tsunami sangat luar biasa baik jiwa maupun harta seperti Kerugian besar banyak terjadi karena bencana tsunami yang mendadak dan banyak masyarakat tidak menyadari datangnya bencana serta kekuatan bencana sangat besar.

Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami
Ancaman Lingkungan Bencana Tsunami

1. Tindakan kesiapsiagaan Tindakan kesiapsiagaan terhadap bencana tsunami adalah mengenali gejala yang mungkin terjadi. Tanda peringatan akan terjadinya bencana tsunami antara lain adalah: a) Pada umumnya diawali gempa bumi yang sangat kuat, bisa lebih dari 6 skala Richter, berlokasi di bawah laut. Anda dapat merasakan gempa tersebut jika berada dekat dengan pusat gempa. Namun tsunami bisa tetap terjadi meskipun Anda tidak merasakan goncangan. b) Bila Anda menyaksikan permukaan laut turun secara tiba-tiba, waspadalah karena itu tanda gelombang raksasa akan datang (merupakan tanda peringatan datangnya tsunami). c) Hembusan angin berbau air laut yang keras.d) Tsunami adalah rangkaian gelombang, bukan gelombang pertama yang besar dan mengancam, tetapi beberapa saat setelah gelombang pertama akan menyusul gelombang yang jauh lebih besar. e) Bila Anda melihat laut menjadi berwarna gelap atau mendengar suara gemuruh lebih keras dari biasanya, itu dapat berarti gelombang tsunami sedang mendeka .

2. Tindakan saat terjadi tsunami Mengurangi dampak dari tsunami berdasarkan pengalaman atau melihat peristiwa di wilayah lain dapat berupa tindakan preventif dan tindakan saat terjadi tsunami. Secara preventif disarankan untuk menanam tanaman yang mampu menahan gelombang seperti bakau, palem, ketapang, waru, beringin atau jenis lainnya. Ikuti tata guna lahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Membuat bangunan bertingkat dengan ruang aman di bagian atas, bagian dinding yang lebar usahakan tidak sejajar dengan garis pantai. Hindari bertempat tinggal di daerah tepi pantai yang landai kurang dari 10 meter dari permukaan laut.

Berdasarkan penelitian, daerah ini merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat bencana tsunami, badai dan angin ribut. Tindakan saat terjadi tsunami perlu diperhatikan beberapa prinsipprinsip cara penyelamatan diri :

a) Bila sedang berada di pantai atau dekat laut dan merasakan bumi bergetar, segera berlari ke tempat yang tinggi dan jauh dari pantai. Naik ke lantai yang lebih tinggi, atap rumah atau memanjat pohon. Tidak perlu menunggu peringatan tsunami. b) Tsunami dapat muncul melalui sungai dekat laut, jadi jangan berada di sekitarnya. c) Selamatkan diri anda, bukan barang anda. d) Jangan hiraukan kerusakan di sekitar, teruslah berlari. e) Jika terseret tsunami, carilah benda terapung yang dapat digunakan sebagai rakit. f) Saling tolong-menolong, ajaklah tetangga tinggal di rumah anda, bila rumah Anda selamat. g) Utamakan anak-anak, wanita hamil, orang jompo dan orang cacat. h) Selamatkan diri melalui jalur evakuasi tsunami ke tempat evakuasi yang sudah disepakati bersama. i) Tetaplah bertahan di daerah ketinggian sampai ada pemberitahuan resmi dari pihak berwenang tentang keadaan aman. j) Jika anda berpegangan pada pohon saat gelombang tsunami berlangsung jangan membelakangi arah laut supaya terhindar dari benturan benda benda yang dibawa oleh gelombang. Anda dapat membalikkan badan saat gelombang berbalik arah kembali ke laut. k) Tetap berpegangan kuat hingga gelombang benar-benar reda.

3. Tindakan setelah tsunami Tindakan setelah terjadi bencana adalah sangat penting segera dilakukan untuk menghindari kecelakaan lain akibat kelalaian, seperti tersengat listrik, terperosok, atau tertimpa reruntuhan susulan. Tindakan ini juga sebagai upaya bangkit kembali ke kehidupan baru, oleh karena itu perlu diketahui beberapa hal: a) Hindari instalasi listrik bertegangan tinggi dan laporkan jika menemukan kerusakan kepada PLN. b) Hindari memasuki wilayah kerusakan kecuali setelah dinyatakan aman. c) Jauhi reruntuhan bangunan. d) Laporkan diri ke lembaga pemerintah, lembaga adat atau lembaga keagamaan! e) Upayakan penampungan sendiri kalau memungkinkan. Ajaklah sesama warga untuk melakukan kegiatan yang positif. Misalnya mengubur jenazah, mengumpulkan benda-benda yang dapat digunakan kembali, sembahyang bersama, dan lain sebagainya. f) Segera melakukan pendataan, tindakan ini akan dapat menolong kita untuk segera bangkit, dan membangun kembali kehidupan. g) Bila diperlukan, carilah bantuan dan bekerjasama dengan sesama serta lembaga pemerintah, adat, keagaamaan atau lembaga swadaya masyarakat. h) Ceritakan tentang bencana ini kepada keluarga, anak, dan teman Anda untuk memberikan pengetahuan yang jelas dan tepat. Ceritakan juga apa yang harus dilakukan bila ada tanda-tanda tsunami akan datang.

 

Ancaman Konflik Untuk Lingkungan

Ancaman Konflik Untuk Lingkungan

Ancaman Konflik Untuk Lingkungan

Jenis-jenis Konflik

Teori-teori konflik pada umumnya memusatkan perhatiannya terhadap pengenalan dan penganalisisan kehadiran konflik dalam kehidupan sosial, penyebabnya dan bentuknya, serta akibatnya dalam menimbulkan perubahan sosial. Dapat dikatakan bahwa, teori konflik merupakan teori terpenting pada saat kini, oleh karena penekanannya pada kenyataan sosial di tingkat struktur sosial dibandingkan di tingkat individual, antarpribadi atau budaya. Sehingga konflik yang terjadi antara seorang warga Muslim dan warga Kristen di Maluku, ditengarai bukanlah merupakan cerminan kebencian pribadi antara mereka, melainkan lebih sebagai cerminan ketidaksesuaian atau oposisi antara kepentingankepentingan mereka seperti yang ditentukan oleh posisi mereka dalam masing-masing kelompok agama mereka.

Ancaman Konflik Untuk Lingkungan
Ancaman Konflik Untuk Lingkungan

Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam: 1. konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran), 2. konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank), 3. konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa), dan 4. konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara), antar atau tidak antar agama, antar politik.

Contoh dan Akibat Konflik

Kekhawatiran tentang perpecahan (disintegrasi) bangsa di tanah air dewasa ini yang dapat digambarkan sebagai penuh konflik dan pertikaian, gelombang reformasi yang tengah berjalan menimbulkan berbagai kecenderungan dan realitas baru. Segala hal yang terkait dengan Orde Baru termasuk format politik dan paradigmanya dihujat dan dibongkar.

Bermunculan pula aliansi ideologi dan politik yang ditandai dengan menjamurnya partai-partai politik baru. Seiring dengan itu lahir sejumlah tuntutan daerah-daerah diluar Jawa agar mendapatkan otonomi yang lebih luas atau merdeka yang dengan sendirinya makin menambah problem, manakala diwarnai terjadinya konflik dan benturan antar etnik dengan segala permasalahannya. Beberapa contoh konflik dengan berbagai macam latar belakang: 1. Konflik yang didasarkan atas identitas agama seperti konflik Ambon, Konflik Katolik-Protestan di Irlandia Utara. 2. Konflik Vietnam berubah menjadi perang.

3. Konflik Timur Tengah merupakan contoh konflik yang tidak terkontrol, sehingga timbul kekerasan. hal ini dapat dilihat dalam konflik Israel dan Palestina. 4. Banyak konflik yang terjadi karena perbedaan ras dan etnis. Ini termasuk konflik Bosnia-Kroasia (lihat Kosovo), konflik di Rwanda, dan konflik di Kazakhsta. 5. Konflik karena kebijakan atau perdata, seperti penggusuran lapak PKL, penggusuran rumah dinas, sengketa pemilikan rumah, konflik lahan garapan Situbondo, dll. 6. Konflik yang didasarkan kesenjangan ekonomi, pihak yang berkonflik adalah kelas atau kelompok sosial ekonomi, termasuk kaum penganggur, buruh, petani, pedagang, pengusaha dan pejabat.

Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain. 2. Keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai. 3. Perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga, dll. 4. Kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia. 5. Dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

Konflik sosial merupakan ancaman lingkungan sosial terhadap kehidupan. Dampak luas dari konflik sosial adalah kerusakan kehidupan yang tidak secara aktif terlibat dalam konflik. konflik perang membawa derita anak-anak, sengketa tanah dilampiaskan dengan mencabuti tanaman padi sehingga gagal panen. Saat konflik berlaku psikologi massa, mudah terpancing emosi sehingga tidak mampu mengendalikan jiwa individu, tidak dapat memikir akibat yang dilakukan, penyesalan sering disampaikan bila kembalinya jiwa individu yang normal, namun sering pula menyisakan dendam baru akibat konflik.

Rangkuman

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri melainkan saling bergantung dengan orang lain. Selama saling berhubungan antarindividu atau kelompok dimungkinkan terjadi perbedaan yang berlanjut pada konflik. Berbagai macam latar belakang dan tujuan dalam hidup merupakan sumber terjadinya konflik. Perbedaan suku, agama, keyakinan dan tujuan kekuasaan, politik banyak menimbulkan konflik sosial. Akibat dari konflik sosial adalah terjadi kerusakan tatanan kehidupan dan kerugian material, dampak lebih luas adalah masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam konflik, seperti anak-anak. Konflik social adalah bentuk ancaman lingkungan social bagi kehidupan.