Faktor-Faktor Antroposfer

Faktor-Faktor Antroposfer

Para ahli geografi mengemukakan tujuh faktor lingkungan alam yang
mendasari kehidupan manusia. Faktor lingkungan alam tersebut akan
memengaruhi kehidupan manusia dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi,
politik, budaya, dan religi. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.

deds
a. Lokasi Geografis
Lokasi geografis dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) lokasi absolut, yaitu lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan garis bujur
di permukaan bumi. Penentuannya secara matematis dan tidak dapat
diubah, dan
2) lokasi relatif, yaitu berkaitan dengan bentuk daratan atau perairan. Lokasi
ini menyangkut keterjangkauan (assesibilitas) suatu daerah.

b. Topografi atau Relief
Daerah dengan topografi terlalu tinggi, terlalu miring, dan terlalu
bergelombang, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi cenderung lebih
sulit berkembang dibandingkan dengan daerah yang memiliki topografi relatif
datar seperti di daerah dataran rendah. Berbagai usaha pertanian di daerah
yang mempunyai topografi kasar akan
sulit berkembang, misalnya Swiss,
Austria, Tibet, Nepal, serta kawasan di
sepanjang Pegunungan Andes (Amerika
Selatan). Sebaliknya dataran rendah
seperti Cina, tanah rendah di Inggris, dan
kawasan prairie di Amerika Serikat mempunyai
topografi yang baik untuk
pertanian. Konfigurasi garis pantai juga
merupakan jenis topografi yang
berpengaruh pada kegiatan manusia,
misal pantai berteluk-teluk (fyord) di
Norwegia menguntungkan dalam usaha perikanan.

c. Struktur Geologis
Struktur geologis pada permukaan
bumi memengaruhi geomorfologi
suatu wilayah. Geomorfologi
sangat berpengaruh terhadap pola
kehidupan penduduk yang ada di
wilayah tersebut, khususnya kegiatan
di bidang ekonomi.
d. Iklim
Iklim adalah faktor lingkungan
yang sangat penting dalam memengaruhi
kegiatan manusia. Kekayaan
budaya banyak sekali dipengaruhi
oleh iklim misalnya model pakaian,
bentuk bangunan rumah, dan sistem
pertanian.
e. Tanah
Tanah merupakan lapisan paling
atas dari permukaan bumi.
Tanah mempunyai peranan penting
bagi kehidupan manusia di antaranya
untuk tempat tinggal dan sebagai
lahan untuk kegiatan bercocok tanam.
Tanah sebagai salah satu sumber
daya alam perlu dijaga kelestariannya.
f. Tumbuhan
Tumbuhan atau vegetasi, baik

yang alami maupun vegetasi buatan
sebagai hasil budi daya manusia
bermanfaat, antara lain:
1) sebagai sumber bahan makanan
baik bagi manusia maupun
binatang (khususnya binatang
memamah biak);
2) sebagai bahan dasar obat-obatan tradisional;
3) sebagai bahan dasar pembuatan kosmetika;
4) penghasil kayu untuk bahan industri, perumahan, sandang, kerajinan, dan
sebagainya.

g. Hewan
Terdapat hubungan yang erat antara vegetasi dan hewan yang hidup secara
alamiah maupun yang telah dibudidayakan manusia. Manusia memanfaatkan
hewan untuk membantu pekerjaannya, sumber makanan, juga untuk rekreasi.
Namun ada pula hewan yang mengganggu kehidupan manusia, misal hewan
yang mengganggu usaha pertanian seperti belalang, wereng, kumbang, tikus,
dan sebagainya. Ada pula hewan yang menyebarkan penyakit, misalnya nyamuk,
tikus, anjing, unggas, burung, dan sebagainya.

Pengertian tentang Antroposfer

Pengertian tentang Antroposfer

Secara etimologi (asal kata) antroposfer berasal dari dua kata, yaitu antrophos
yang berarti manusia dan sphere yang berarti lapisan. Antroposfer diartikan
sebagai lapisan di mana manusia hidup bertempat tinggal pada permukaan
bumi. Lapisan antroposfer ini lebih tipis dibanding lapisan biosfer yang telah
dijelaskan pada Bab I yang lalu.
Tidak semua tempat di bumi dapat ditinggali manusia. Total luas permukaan
bumi, yang berupa daratan hanya seluas 56,9 juta mil persegi atau 29 persen
dari keseluruhan permukaan bumi, lainnya 71 persen merupakan perairan.
Total luas daratan 29 persen yang dapat ditinggali manusia hanya sekitar 20
persen, 20 persen merupakan daerah kutub, 20 persen daerah gurun, 20 persen
daerah yang bergunung-gunung, dan 20 persen lainnya merupakan daerah hutan
dan rawa.
Manusia sebagai salah satu makhluk hidup yang hidup di bumi bergantung
pada kondisi biosfer, hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Lapisan atmosfer
membentuk cuaca dan iklim yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia.
Lapisan litosfer berpengaruh pada tanah dan bentuk lahan, dan berpengaruh
pula pada manusia dalam memperoleh sumber daya alam. Lapisan hidrosfer
memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dalam hal ketersediaan air dengan
berbagai manfaatnya. Berikut gambar kedudukan antroposfer di antara biosfer,
hidrosfer, litosfer, dan atmosfer.

Pengertian tentang Antroposfer