HUBUNGAN LETAK GEOGRAFIS DENGAN WAKTU

HUBUNGAN LETAK GEOGRAFIS DENGAN WAKTU

HUBUNGAN LETAK GEOGRAFIS DENGAN WAKTU

LETAK GEOGRAFIS – Bumi kita berbentuk bulat dan setiap harinya selalu berputar. Bumi berputar pada porosnya disebut rotasi. Bumi kita berputar pada sumbunya dari arah barat ke timur. Untuk satu kali putaran dibutuhkan waktu 24 jam. Maksud sekali putaran adalah bumi berputar 360o dalam waktu 24 jam. Dengan demikian, setiap jam bumi berputar 360o : 24 = 15o .

LETAK GEOGRAFIS

LETAK GEOGRAFIS
LETAK GEOGRAFIS

LETAK GEOGRAFIS – Adapun akibat dari rotasi bumi adalah sebagai berikut: 1) terjadinya siang dan malam; 2) terjadinya perbedaan waktu pada tempat yang berbeda letak meridian/bujurnya; 3) pembelokan arah angin. Jika memperhatikan perhitungan waktu yang telah dipaparkan di atas, dapat ditentukan bahwa apabila matahari di tempat A mulai tampak, di tempat yang terletak 15o sebelah baratnya matahari akan tampak satu jam kemudian. Jadi, pada setiap wilayah yang terletak antara pergeseran 15o BT dari timur ke barat berselisih waktu 1 jam. Misalnya, Kota Jayapura di Provinsi Irian Jaya terletak pada 140o BT, dan Kota Manado di Sulawesi Utara terletak pada 125o BT. Selisih kedua kota tersebut dari garis BT adalah 140o – 125o = 15o . Maka, apabila di Jayapura pukul tujuh, di Manado berarti pukul enam.

LETAK GEOGRAFIS – Menurut perhitungan, lebar bujur di tanah air kita adalah 46o sebab letaknya antara 95o BT- 141o BT. Jadi, selisihnya adalah 141o – 95o = 46o . Berdasarkan hal tersebut, Indonesia dibagi dalam tiga wilayah waktu, yaitu sebagai berikut.

1) Standar wilayah meridian 105o BT, ditetapkan Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) yang meliputi seluruh wilayah Pulau Sumatra, Jawa dan Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah. Perbedaan waktu antara WIB dengan GMT atau waktu Greenwich adalah sebanyak 7 jam. 2) Standar meridian 120o BT, ditetapkan Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA), yang meliputi wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, dan Sulawesi. Perbedaan waktu antara WITA dengan GMT adalah sebanyak 8 jam. 3) Standar meridian 135o BT, ditetapkan Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), yang meliputi Kepulauan Maluku dan Irian Jaya.

LETAK GEOGRAFIS – Perbedaan dengan GMT sebanyak 9 jam. Dari penetapan tersebut, dapat diketahui bahwa selisih waktu untuk Indonesia barat, tengah, dan timur adalah 60 menit atau satu jam. Adapun yang menjadi pegangan dalam menentukan waktu adalah garis bujur. Sejarah Pembagian wilayah waktu di Indonesia dimulai dengan terbitnya Keputusan Presiden RI. No.243 Tahun 1963 yang membagi Indonesia dalam 3 (tiga) wilayah waktu dan berlaku mulai 1 Januari 1964.

LETAK GEOGRAFIS – PERUBAHAN MUSIM DI INDONESIA

Seperti yang sudah kamu ketahui dari pembahasan sebelumnya, Indonesia merupakan wilayah iklim tropik dan memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.

1. Musim Kemarau di Indonesia Berlangsungnya musim kemarau di Indonesia bersamaan dengan bertiupnya angin musim timur dan terjadi antara bulan Maret-September. Namun pada bulan Maret dan September, gerakan angin belum menentu sehingga pada bulan tersebut dapat terjadi turun hujan. Secara umum, jika iklimnya berjalan normal, musim kemarau di Indonesia kebanyakan berlangsung antara bulan April sampai bulan September. Pada saat itu, kelembapan udara sangat rendah sehingga terjadi kekeringan di beberapa daerah Indonesia.

2. Musim Hujan di Indonesia Berlangsungnya musim hujan di Indonesia bersamaan dengan bertiupnya angin musim barat dan terjadi antara bulan September dan bulan Maret. Namun pada bulan itu, gerakan angin belum menentu sehingga kemungkinan bulan tersebut curah hujannya belum menentu. Secara umum jika iklimnya berjalan normal, musim hujan di Indonesia kebanyakan berlangsung antara bulan Oktober sampai bulan Febuari. Di beberapa wilayah sering kali hujannya sedemikian lebat hingga terjadi banjir.

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA

Pada zaman glasial, yaitu suatu zaman ketika air permukaan didominasi dalam bentuk es yang beku dan terakumulasi di sekitar kutub, volume air laut masih sedikit sehingga permukaan darat lebih luas. Pada saat itu, landas kontinental (lempeng) Asia masih dalam bentuk daratan yang bersatu dan tidak terpisahkan oleh laut sehingga fauna yang ada di wilayah Asia dapat bermigrasi, baik yang melalui perjalanan darat maupun terbawa angin atau sungai. Begitu pula yang terjadi di landas kontinental (lempeng) Australia.

Setelah zaman glasial berakhir, es di kutub mencair dan volume air laut bertambah sehingga dataran rendah di pesisir banyak yang tergenang dan berubah seperti sekarang ini. Oleh karena itu, ada kesamaan fauna antara Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya karena wilayah tersebut tadinya terhampar dalam satu daratan yang tidak terpisah oleh laut.

Berdasarkan wilayah flora dan fauna, Indonesia terbagi menjadi tiga yaitu sebagai berikut. 1) Indonesia bagian barat, meliputi Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya. 2) Indonesia bagian tengah, meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Kepulauan Nusa Tenggara; 3) Indonesia bagian timur, meliputi wilayah Papua dan pulau-pulau lain di sekitarnya. Wilayah fauna Indonesia bagian barat dengan fauna bagian tengah dibatasi oleh garis Wallace, sedangkan wilayah fauna Indonesia bagian tengah dengan wilayah Indonesia bagian timur dibatasi oleh garis Weber. Penyebaran flora dan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor tersebut di antaranya: 1) keadaan iklim; 2) keadaan tanah; 3) pengaruh makhluk hidup atau biotik.

Flora dan Fauna di Landas Kontinen Asia (Dangkalan Sunda)

Jenis fauna yang ada di wilayah Indonesia bagian barat di antaranya sebagai berikut.

a) Jenis mamalia yang terdiri atas gajah, badak bercula satu, tapir, rusa, banteng, kerbau, monyet, orang utan, macan, tikus, bajing, kijang, landak, dan babi hutan. b) Jenis reptil yang terdiri atas buaya, kura-kura, kadal, biawak, ular, bunglon, dan trenggiling. c) Jenis burung terdiri atas burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang, dan berbagai macam unggas. d) Berbagai jenis serangga. e) Berbagai macam ikan tawar, yaitu sejenis lumba-lumba dari Sungai Mahakam.

Flora dan fauna yang ada di wilayah Indonesia bagian barat (Dangkalan Sunda) dapat dibedakan menjadi sebagai berikut. a. Flora dan Fauna di Pulau Sumatra dan Sekitarnya Flora khas Sumatra yang masih terpelihara dengan baik di antaranya terdapat di Taman Nasional Gunung Leuser.

Taman Nasional Gunung Leuser terdapat di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kekhasan flora pada beberapa daerah ada yang dijadikan maskot atau identitas daerah, seperti cempaka kuning dijadikan maskot Nanggroe Aceh Darussalam. Adapun fauna yang dijadikan maskotnya adalah burung murai kuning atau murai emas. Oleh karena itu, maskot Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sering disebut burung cempaka kuning. Bunga kenanga dijadikan maskot masyarakat Sumatra Utara. Bunga ini digunakan untuk upacara adat terutama pada upacara pemakaman dan ziarah kubur. Burung beo merupakan burung khas Pulau Nias. Adapun pohon andalas dijadikan maskot Sumatra Barat. Fauna kawasan Sumatra Barat terdapat berbagai jenis hewan liar, seperti gajah, harimau, rusa, dan kera.

Jenis flora yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser juga tersebar di Bengkulu, seperti meranti, damar, kayu manis, dan suweg raksasa yang dijadikan maskot pemerintah Bengkulu, sedangkan faunanya beruang madu. Di Provinsi Riau, banyak dijumpai meranti, kemenyan, kamper, merawang, rotan, dan damar. Provinsi Riau mempunyai tanaman langka, yaitu nibung. Tanaman ini digunakan untuk pipa air bagi lantai rumah panggung, dan bahan jembatan. Selain pohon nibung, burung serindit juga dijadikan maskot Provinsi Riau. Adapun di Provinsi Jambi, flora terkenal di antaranya pohon pinang yang merupakan tanaman hias. Faunanya yang terkenal adalah harimau sumatra.

Flora khas Provinsi Sumatra Selatan adalah tanaman buah duku. Faunanya yang terkenal adalah gajah, badak, harimau, tapir, siamang, beruang, buaya, dan ikan duyung. Di Provinsi Lampung, flora khas yang terkenal adalah jenis bunga yang mempunyai kebiasaan mekar di waktu sore, yaitu bunga ashar. Fauna yang banyak ditemukan adalah gajah, badak sumatra, harimau, kera, babi, badak, kijang, dan musang.

b. Flora dan Fauna Pulau Jawa dan Bali

Flora khas DKI Jakarta di antaranya salak condet. Tanaman ini banyak ditanam di daerah Condet. Provinsi DKI Jakarta pada awalnya memiliki banyak rawa dan hutan mangrove (bakau). Hutan ini sebagai habitat yang baik untuk berbagai jenis burung di antaranya elang bendol. Elang bendol ini dijadikan maskot Provinsi DKI Jakarta. Flora khas Banten banyak dijumpai adalah hutan hujan tropis. Hujan sekundernya banyak dijumpai di daerah yang padat penduduknya, seperti hutan jati, pinus, albasia, dan kayu putih. Fauna khas Provinsi Banten adalah badak bercula satu, kera, banteng, kurakura, penyu, dan buaya. Flora khas yang banyak dijumpai di Provinsi Jawa Barat adalah hutan hujan tropik. Hutan sekundernya banyak dijumpai yaitu karet, kina, cengkeh, kopi, cokelat, tebu, kapuk, dan lain-lain. Flora yang dijadikan maskot Provinsi Jawa Barat adalah Gandaria. Flora khas yang banyak dijumpai di Provinsi Jawa Tengah adalah jati dan tembakau. Faunanya banyak dijumpai di hutan sebagai satwa liar, di antaranya kera, harimau, babi hutan, dan ular. Flora khas yang dijumpai di Provinsi DI Yogyakarta adalah pohon kepel. Tanaman ini dijadikan maskot Provinsi DI Yogyakarta. Fauna khas Yogyakarta di antaranya musang, harimau, landak, dan burung. Burung perkutut adalah binatang yang dijadikan maskot Provinsi DI Yogyakarta. Flora khas Provinsi Jawa Timur antara lain jati, mahoni, dan akasia. Fauna yang dijumpai antara lain rusa, babi hutan, anjing hutan, dan harimau jawa. Flora identitas Jawa Timur adalah bunga sedap malam. Flora yang terkenal di Provinsi Bali antara lain sawo kecik, kepelan, munde, kwanitan, pandak, cempaka kuning, dan duren. Fauna yang ada di Provinsi Bali antara lain babi hutan, kijang, rusa, banteng, dan harimau.

c. Flora dan Fauna di Daerah Pulau Kalimantan

Flora yang dijumpai di Provinsi Kalimantan Barat adalah tengkawang tungkul. Fauna yang ada di Kalimantan Barat antara lain burung enggang gading yang dijadikan maskot daerah. Flora khas di Provinsi Kalimantan Tengah adalah tenggaring. Tanaman ini mirip dengan rambutan di Jawa Barat. Tanaman ini dijadikan maskot daerah Kalimantan Tengah. Fauna maskot Kalimantan Tengah adalah burung kuau melayu. Adapun flora yang terkenal di Provinsi Kalimantan Timur di antaranya meranti, ulin, keruing, damar, lempung, agates, rotan, bambo, dan pakis. Flora yang dijadikan maskotnya adalah anggrek hitam. Fauna yang banyak ditemukan di Provinsi Kalimantan Timur antara lain kera, orang utan, babi, musang, dan ikan. Sementara, flora yang terdapat di Provinsi Kalimantan Selatan antara lain hutan primer, hutan sekunder, semak belukar, padang ilalang, dan rawa. Flora endemik Kalimantan Selatan adalah kasturi. Fauna endemik yang perlu dilindungi dan dijadikan maskot Provinsi Kalimantan Selatan adalah bekantan. Binatang ini merupakan spesies kera, sejenis lutung.

GEOGRAFI GEOGRAFIS DAN ASTRONOMIS INDONESIA

GEOGRAFI GEOGRAFIS DAN ASTRONOMIS INDONESIA

GEOGRAFI GEOGRAFIS DAN ASTRONOMIS INDONESIA

GEOGRAFI

Letak Geografis Indonesia Letak geografis suatu wilayah adalah keberadaan posisi wilayah tersebut sesuai dengan bentuk dan letaknya di bumi.

GEOGRAFI
GEOGRAFI

GEOGRAFI

a) Letak Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia. b) Letak Indonesia di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Beberapa keuntungan yang diperoleh berdasarkan letak geografis Indonesia, antara lain sebagai berikut.

a) Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudra memungkinkan menjadi persimpangan lalu lintas dunia, baik lalu lintas udara maupun laut.

GEOGRAFI

b) Indonesia sebagai titik persilangan kegiatan perekonomian dunia, antara perdagangan negara-negara industri dan negara-negara yang sedang berkembang. Misalnya antara Jepang, Korea, dan RRC dengan negara-negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Karena letak geografisnya pula Indonesia mendapat pengaruh berbagai kebudayaan dan peradaban dunia, serta secara alami dipengaruhi oleh angin musim.

GEOGRAFI

Sekitar bulan Oktober-April angin bertiup dari Asia ke Australia yang membawa banyak uap air dari Samudra Pasifik sehingga menimbulkan musim hujan. Sekitar bulan April-Oktober angin bertiup dari Australia ke Asia yang sedikit membawa uap air dari Samudra Hindia sehingga menimbulkan musim kemarau.

GEOGRAFI

Pengaruh musim tersebut di atas menyebabkan Indonesia menjadi negara agraris terkemuka. Pertanian di Indonesia maju pesat dan banyak menghasilkan beras, jagung, sayur-sayuran, buah-buahan, karet, kopi, gula, tembakau, dan lain-lain yang sangat berguna bagi kemakmuran dan keberlangsungan penduduk Indonesia, secara ekonomi pun menjadi peluang untuk berperan serta dalam perdagangan internasional. Letak geografis Indonesia mempunyai pengaruh terhadap aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek budaya.

GEOGRAFI

a. Pengaruh aspek ekonomi Sebagai bangsa yang hidup di wilayah persimpangan kegiatan perekonomian dunia, Indonesia tentu akan terlibat dalam kegiatan tersebut. Keikutsertaannya akan memberi dampak yang positif bagi negara dalam rangka meningkatkan prokdutivitas ekonomi dan menambah sumber-sumber pembiayaan bagi pembangunan nasional.

b. Pengaruh sosial Letak Indonesia berpengaruh juga terhadap bidang sosial. Letaknya yang strategis memudahkan bangsa Indonesia berhubungan dengan bangsa-bangsa lain sehingga proses interaksi sosial lebih dinamis.

GEOGRAFI

c. Pengaruh kebudayaan Wilayah Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau yang dipisahkan oleh selat dan laut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kondisi tersebut melahirkan keanekaragaman bahasa, suku, agama, dan kebudayaan. Keragaman tersebut menjadi kekhasan dan daya tarik tersendiri bagi pihak-pihak luar serta memperkaya kebudayaan nasional.

2. Letak Astronomis Indonesia Letak astronomis adalah letak suatu wilayah dipandang dari kedudukan garis lintang dan garis bujur. Letak wilayah Indonesia dari segi astronomis adalah di antara 6ºLU- 11ºLS dan antara 95º BT- 141ºBT. Berdasarkan letak tersebut, Indonesia memiliki iklim tropis. Dengan posisi wilayah Indonesia berada di antara garis lintang dan garis bujur, maka wilayah Indonesia dilewati oleh garis khatulistiwa.

Garis khatulistiwa adalah garis khayal keliling bumi, terletak melintang pada nol derajat yang membagi bumi menjadi dua belahan yang sama, yaitu Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan. Beberapa tempat atau wilayah Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa antara lain Bonjol (Sumatra Barat), Pontianak (Kalimantan Barat), Tambu (Sulawesi Tengah), dan Halmahera (Maluku). Letak astronomis wilayah Indonesia sangat berpengaruh terhadap keadaan iklim yang sangat menguntungkan, seperti cukup mendapat air hujan, cukup memperoleh cahaya matahari sepanjang tahun, dan angin yang bertiup rata-rata berkecepatan sedang.

Suhu udara pun tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Suhu udara rata-rata di Indonesia sebesar 26ºC menyebabkan beberapa hal berikut ini:

a. Terjadinya hujan zenithal, yaitu hujan yang disebabkan oleh naiknya udara yang mengandung uap air ke angkasa secara tegak. Selanjutnya, mengalami kondensasi karena pendinginan temperatur akhirnya turun menjadi hujan. Naiknya udara tersebut karena adanya pemanasan di atas permukaan bumi sehingga udara membumbung ke atas. b. Batu-batuan lebih cepat melapuk. c. Adanya berbagai macam tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah tropis. d. Adanya sikap tertentu dari penduduk untuk menghadapi suhu udara tropis seperti tecermin pada perumahan, pakaian, dan mata pencaharian.

HUBUNGAN LETAK GEOGRAFIS DENGAN IKLIM

Berdasarkan posisi, garis lintangnya, dan ketinggiannya, setiap wilayah di permukaan bumi mempunyai ciri-ciri yang berbeda-beda, baik secara fisik maupun aktivitas kehidupannya.

Faktor fisik tersebut meliputi topografis, lingkungan georafis, cuaca, iklim, dan sinar matahari. Iklim adalah pola cuaca khas di suatu daerah dalam jangka waktu yang lama. Secara umum, iklim dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal berikut ini: 1. Lintang astronomis yang disebut juga klasifikasi iklim berdasarkan kedudukan matahari atau iklim matahari yang pembagiannya sebagai berikut:

a) Daerah iklim tropik, yaitu daerah yang melingkari globe bumi, dibatasi oleh 23 1 2 o Lintang Utara dan 23 o Lintang Selatan. b) Daerah iklim sedang yang letaknya di daerah bumi utara. Posisinya terletak pada globe bumi yang dibatasi oleh oleh 23 o dan 66 o Lintang Utara atau lingkungan Kutub Utara, sedangkan di Belahan Bumi Selatan daerah ini dibatasi oleh 23 o dan 66 o Lintang Selatan (lingkungan Kutub Selatan). c) Daerah kutub di Belahan Bumi Utara yang dibatasi lintang terluarnya 66 o Lintang Utara, dengan titik Kutub Utara sebagai titik pusatnya dan di Belahan Bumi Selatan dibatasi oleh lintang terluarnya 66 o Lintang Selatan dan titik kutub selatan sebagai titik pusatnya.

2. Variabel fisikal sebagai proyeksi dari radiasi matahari yang disebut sistem iklim fisikal, yaitu sebagai berkut: a) variabel suhu (temperature); b) pembakuan bulan terdingin; c) pembakuan bulan terpanas; d) variabel curahan hujan; e) pembakuan bulan kering; f) pembakuan bulan basah; g) indikator (penunjuk) vegetasi; h) potensi penguapan; i) periode-periode yang berhubungan dengan suhu dan curahan hujan. Berdasarkan kedudukan bumi terhadap matahari, bumi dapat dibagi menjadi tujuh wilayah iklim sebagai berikut.

1. Wilayah Iklim Tropik Wilayah iklim tropik terletak di antara garis lintang 23o 30’ LU – 23o 30’ LS, suhu udara rata-rata tinggi sepanjang tahun, yaitu berkisar 20o C – 28o C. Daerah musim tropik sebagai tempat gerakan-gerakan aliran udara konveksi atau gerakan udara secara vertikal. Wilayah iklim tropik meliputi Indonesia, Malaysia, Amazon, Kongo, Kamerun, dan Guenia hulu. Wilayah iklim tropik di daerah sabana terletak pada garis lintang 5o – 15o LU/LS, perbedaan musim hujan dan musim kemaraunya akan tampak jelas. Iklim sabana ditandai dengan jarang hujan sehingga jenis vegetasinya berbentuk semak belukar dan padang rumput. Wilayah Indonesia yang memiliki iklim sabana adalah Aceh Timur, Aceh Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

2. Wilayah Iklim Subtropik Utara dan Selatan Wilayah beriklim subtropik utara dan selatan terletak di garis lintang 23o 30’ LU – 40o LU dan 23o 30’ LS – 40o LS. Temperatur udara di wilayah musim subtropik tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Wilayah ini sebagai tempat turunnya angin antipasat yang kering dan panas. Selain itu, wilayah ini mempunyai tekanan udara maksimum.Wilayah subtropik mengenal empat macam musim, yaitu musim panas (summer), semi (spring), dingin (winter), dan gugur (autumn).

3. Wilayah Iklim Sedang Utara dan Selatan Wilayah iklim ini terletak di antara 40o LU – 66o 30’ LU dan 40o LS – 66o 30’ LS. Wilayah iklim ini dipengaruhi oleh iklim laut serta dipengaruhi oleh sifat keringnya udara yang bertiup di atas garis atau continental. Wilayah ini mempunyai empat musim, yaitu musim panas (summer), musim semi (spring), musim dingin (winter), dan musim gugur (autumn). Keadaan wilayah iklim sedang di wilayah Eropa, cuaca atau udaranya lembap, langit berawan, dan curah hujan tinggi. Wilayah-wilayah yang beriklim continental besifat panas, kering, dan jarang turun hujan. Pada musim panas udaranya panas, dan pada musim dingin temperaturnya rendah. Wilayah yang iklimnya sedang meliputi Amerika Utara dan Amerika Timur, ujung Amerika Selatan, Eropa Timur, ujung Afrika Selatan, Kanada Tengah, dan Australia Selatan.

4. Wilayah Iklim Dingin Wilayah iklim dingin terletak di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan, tepatnya pada garis lintang 66o 30’ LU – 90o LU dan 66o 30’ LS – 90o LS. Wilayah ini setiap tahun selama 8 – 11 bulan rata-rata suhu udara di bawah 0o . Wilayah iklim dingin dibagi dua, yaitu sebagai berikut.

1) Wilayah iklim tundra di sekitar Laut Arktik, pesisir Amerika Utara, Kanada Utara, dan Siberia Utara.

2) Wilayah iklim dingin diwarnai corak musim dingin sangat panjang sehingga hampir semua daratan tertutup salju putih dan es tebal. Pembagian iklim di atas sudah memberikan gambaran kepadamu tentang macammacam iklim yang ada di bumi. Untuk memperkaya pengetahuanmu, berikut akan diuraikan tentang pembagian iklim menurut beberapa ahli klimatologi.

a. Wladimir Koppen Wladimir Koppen adalah seorang ahli klimatologi dari Austria. Ia membagi iklim atas dasar rata-rata suhu udara dan curah hujan bulanan dan tahunan. Koppen berpendapat bahwa suatu iklim termasuk basah atau kering ditentukan oleh indeks hujan. Klasifikasi iklim menurut Koppen dapat diperinci sebagai berikut.

1) Iklim A (tropis), yaitu daerah bersuhu 18o C untuk bulan terdingin. 2) Iklim B (tundra dan kutub), yaitu daerah bersuhu 10o C untuk bulan terpanas. 3) Iklim C dan D (sedang), iklim C menempati pinggiran benua yang dipengaruhi iklim laut sehingga disebut iklim sedang hangat. Iklim D menempati pedalaman benua sehingga dinamakan iklim salju atau boreal. Adapun batas antara iklm C dan D pada daerah bersuhu 3o C untuk bulan terdingin.

Berdasarkan klasifikasi iklim di atas, Indonesia termasuk iklim A (tropis). Menurut Koppen, iklim A dapat dikelompokkan menjadi beberapa daerah sebagai berikut. 1) Iklim hujan tropis meliputi beberapa daerah yang bercurah hujan tinggi. Daerah yang bercurah hujan tinggi terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua. 2) Iklim sabana meliputi daerah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya. 3) Iklim laut basah meliputi hampir seluruh kepulauan Indonesia terutama Sumatra, Kalimantan, dan Papua. 4) Iklim salju abadi terdapat di puncak Pegunungan Jaya Wijaya.

b. Schmidt-Ferguson Schmidt-Ferguson membagi kriteria iklimnya sebagai berikut. 1) Bulan basah, artinya suatu daerah yang dalam satu tahun curah hujannya lebih dari 100 mm/bulan. 2) Bulan lembap, artinya suatu daerah yang dalam satu tahun curah hujannya 60 sampai dengan 100mm/bulan. 3) Bulan kering, artinya suatu daerah yang dalam satu tahun memiliki curah hujan kurang dari 60mm/bulan. c. Oldeman Oldeman membagi kriteria iklim dengan pedoman jumlah bulan basah secara berurutan sebagai berikut. 1) Bulan basah, artinya suatu daerah dalam satu tahun memiliki curah hujan lebih dari 200mm/bulan. 2) Bulan lembap, artinya suatu daerah dalam satu tahun memiliki curah hujan antara 100 sampai dengan 200mm/bulan.

3) Bulan kering, artinya suatu daerah dalam satu tahun memiliki curah hujan kurang dari 100mm/bulan. Prinsip dasar penentuam iklim menurut Oldeman adalah jika bulan basah berturutturut sebagai berikut. 1) Iklim A jika jumlah bulan basah suatu daerah secara berturut-turut lebih dari 9 bulan. 2) Iklim B jika jumlah bulan basah suatu daerah secara berturut-turut antara 7-9 bulan. 3) Iklim C jika jumlah bulan basah suatu daerah secara berturut-turut antara 5-6 bulan. 4) Iklim D jika jumlah bulan basah suatu daerah secara berturut-turut antara 3-4 bulan. 5) Iklim E jika jumlah bulan basah suatu daerah secara berturut-turut kurang dari 3 bulan. Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik benang merahnya bahwa letak Indonesia yang berada di daerah tropis atau berada di sekitar garis khatulistiwa serta diapit oleh dua benua dan dua samudra, sangat berpengaruh terhadap keadaan iklimnya. Indonesia mempunyai iklim tropis yang ditandai dengan temperatur udara yang tinggi serta curah hujan yang dipengaruhi oleh musim. Adanya perubahan arah angin juga berpengaruh terhadap keadaan musim di Indonesia yang terbagi menjadi musim hujan dan musim kemarau.

 

Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam

Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam

Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam

Letak Wilayah  – Letak suatu tempat di permukaan bumi tidak hanya sekadar posisi suatu objek di permukaan bumi, tetapi juga karakteristik yang ada pada tempat tersebut. Setiap tempat akan menunjukkan perbedaan dengan tempat lainnya di permukaan bumi. Bagaimanakah dengan letak wilayah Indonesia? Apakah letak wilayah Indonesia mempengaruhi keadaan alamnya? Gambaran umum tentang pengaruh letak Indonesia terhadap keadaan alamnya akan diuraikan berikut ini.

Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam
Letak Wilayah dan Pengaruhnya Bagi Keadaan Alam

1. Letak Astronomis Letak astronomis adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Garis lintang adalah garis khayal yang melintang melingkari bumi. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Secara astronomis, Indonesia terletak antara 95O BT – 141O BT dan 6O LU – 11O LS. Dengan letak astronomis tersebut, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis. Wilayah tropis dibatasi oleh lintang 23,5O LU dan 23,5O LS. Perhatikanlah batas wilayah tropis dan letak astronomis Indonesia pada peta berikut ini. Benarkah Indonesia terletak di wilayah tropis?

Wawasan

Letak astronomis Indonesia relatif aman dari bencana alam angin siklon atau badai. Angin siklon terjadi di daerah lintang 10O > 20O LU/ LS . Karena itu, kamu wajib bersyukur tinggal di negara yang tidak terkena pengaruh yang berarti dari angin siklon yang dapat menimbulkan kerugian harta benda maupun jiwa.

Kamu patut bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa karena tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Sinar matahari selalu ada sepanjang tahun dan suhu udara tidak ekstrim (tidak jauh berbeda antarmusim) sehingga masih cukup nyaman untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam dan di luar rumah. Lama siang dan malam juga hampir sama, yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam.

Bandingkan dengan negara-negara yang terletak di lintang sedang misalnya, Amerika Serikat. Pada musim panas, lama siang jauh lebih lama dibandingkan dengan malam. Sebaliknya, pada musim dingin, lama siangnya lebih pendek. Keadaan suhu di daerah tropis berbeda dengan suhu di negara-negara yang terletak pada lintang sedang dengan empat musim, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur. Pada musim dingin, udara sangat dingin sampai mencapai puluhan derajat di bawah nol celsius, sehingga diperlukan penghangat ruangan. Jalanan tertutup salju, sehingga kendaraan tidak bebas berlalu lalang.

Pada saat itu, banyak penduduk melakukan kegiatannya di dalam ruangan, baik di rumah maupun di kantor. Sebagian dari mereka pergi berwisata ke daerah yang lebih hangat, yaitu di daerah tropis. Pada saat musim panas, keadaan sebaliknya dapat terjadi. Pada saat itu, udara sangat panas, bahkan suhu udara dapat melampaui 40O celsius. Akibatnya, diperlukan pendingin ruangan agar tetap nyaman. Tentu saja kegiatan di luar ruangan sangat tidak nyaman karena suhu udara terlalu tinggi. Jika kamu merasa udara panas, apa yang biasa kamu lakukan? apakah kamu punya ide kreatif? sampaikan pada teman-teman di kelasmu.

2. Letak Geografis

Letak geografis adalah letak suatu negara di permukaan bumi. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia dan Benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia. Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia. Wilayah Indonesia juga berbatasan dengan sejumlah wilayah.

Batasbatas wilayah Indonesia dengan wilayah lainnya adalah seperti berikut. • Di sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Palau, Filipina dan Laut Cina Selatan. • Di sebelah selatan, Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia. • Di sebelah barat, Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia. • Di sebelah timur, Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Apa manfaat letak geografis bagi Indonesia? Letak geografis Indonesia sangat strategis karena menjadi jalur lalu lintas perdagangan dunia antara negara-negara dari Asia Timur dengan negara-negara di Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan India. Kapal-kapal dagang yang mengangkut berbagai komoditas dari China, Jepang, dan negara-negara lainnya melewati Indonesia menuju negara-negara tujuan di Eropa. Indonesia juga dilewati jalur perdagangan dari Asia ke arah Australia dan Selandia Baru. Letak geografis memberi pengaruh bagi Indonesia, baik secara sosial, ekonomi, maupun budaya.

Karena menjadi jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia, bangsa Indonesia telah lama menjalin interaksi sosial dengan bangsa lain. Interaksi sosial melalui perdagangan tersebut kemudian menjadi jalan bagi masuknya berbagai agama ke Indonesia, seperti Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan lain-lain. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam menjual berbagai komoditas atau hasil bumi seperti kayu cendana, pala, lada, cengkih, dan hasil perkebunan lainnya.

Sementara negara-negara lain seperti India dan Cina menjual berbagai produk barang seperti kain dan tenunan halus, porselen, dan lain-lain ke Indonesia. Manfaat letak geografis Indonesia juga memberi dampak yang merugikan. Budaya dari negara lain yang tidak selalu sesuai dengan budaya Indonesia kemudian masuk dan memengaruhi kehidupan budaya bangsa Indonesia, misalnya pergaulan bebas, kesantunan, dan lain-lain. Selain itu, Indonesia juga rentan terhadap masuknya barang-barang terlarang, misalnya narkoba, dan barang-barang selundupan lainnya.