Materi Memberikan Tulisan Kata Persetujuan atau Dukungan

Materi Memberikan Tulisan Kata Persetujuan atau Dukungan

Materi Memberikan Tulisan Kata Persetujuan atau Dukungan

Memberikan Tulisan Kata
Memberikan Tulisan Kata

Memberikan Tulisan Kata – Sekarang, perhatikan kembali bacaan sebelumnya “Pesawat Cerdas Cegah Terorisme”. Dari informasi tersebut, kita dapat merumuskan pokok persoalan di dalamnya.

Apa isunya? Pengembangan teknologi yang mencegah terjadinya terorisme di pesawat. Siapa yang memunculkan? Perusahaan pesawat terbang Boeing. Kapan dimunculkan? Maret 2007 Apa yang menjadi latar belakangnya? Pengeboman WTC 11 September 2001.

Berdasarkan pokok persoalan tersebut, kita dapat memberikan persetujuan/dukungan dengan bukti pendukung (disertai alasan). Untuk memberikan persetujuan, Anda dapat menggunakan kata kunci saya setuju … karena …. Perhatikan contoh berikut

Saya setuju dengan dikembangkannya teknologi pencegah terjadinya terorisme dalam pesawat karena hal itu akan mempersempit ruang bagi teroris untuk melakukan teror. Selain itu, teknologi tersebut akan makin memberikan rasa aman bagi para penumpang.

Memberikan Tulisan Kata – Apakah Anda punya alasan lain dalam menyatakan persetujuan terhadap informasi tersebut? Silakan berikan persetujuan dengan alasan lain yang sesuai dengan pendapat Anda. Berikut ini terdapat informasi sebuah artikel. Bacalah dengan baik.

Kesenjangan Digital

Memberikan Tulisan Kata – Saat ini, ada dua sektor industri yang perkembangannya spektakuler yaitu rokok dan IT. Dalam bidang IT khususnya telekomunikasi. Berbagai rambu-rambu menutup ruang gerak dalam beriklan, baik dalam bentuk pembatasan waktu tayang maupun adanya peringatan berisi ancaman terhadap kesehatan. Namun, produksi rokok terus meningkat. Jutaan linting rokok terus dibakar dan asapnya diisap dalam dalam oleh para penikmatnya. Seiring dengan kepulan asap, uang pun terus mengalir ke pundipundi pemilik pabrik rokok. Tidak heran jika orang terkaya di Indonesia sekarang ini adalah pemilik salah satu merek rokok terkenal. Setali tiga uang, industri telekomunikasi, khususnya seluler, juga menunjukkan performa luar biasa. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan bisnis telekomunikasi sangat fenomenal.

Memberikan Tulisan Kata – Sejak semakin majunya teknologi satelit dan dibukanya perang tarif antaroperator, bisnis telekomunikasi tiba-tiba saja penuh gairah. Hal ini menunjukkan adanya dampak positif. Pertambahan jumlah pelanggan tiap operator pun sangat signifikan. Inilah periode emas di mana jumlah pelanggan mengalami kenaikan secara merata. Jumlah telepon yang semula sulit beranjak dari angka di bawah sepuluh persen, kini sudah mampu melewati angka 30 persen. Dari total penduduk yang mencapai 240 juta jiwa, saat ini jumlah total pengguna telepon di Indonesia mencapai angka 85 juta lebih. Dalam waktu tiga tahun ke depan, diperkirakan jumlah pengguna telepon di Indonesia mencapai setengah dari jumlah penduduk. Ini berarti pengguna telepon mencapai 50 persen. Tentu saja, pencapaian ini memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi secara makro. Di tengah situasi serba suram akan masa depan pertumbuhan ekonomi nasional dan sulitnya meyakinkan investor menanamkan investasi di Indonesia, sektor telekomunikasi justru tampil penuh percaya diri. Saat ini saja sudah ada 10 operator telekomunikasi seluler yang beroperasi di Indonesia. Jumlah yang sebenarnya terlalu banyak untuk sebuah negara berpenduduk 240 juta jiwa. Hebatnya, masih saja ada investor yang berminat untuk ikut bermain di bisnis pulsa ini. Alasannya cukup simpel, dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta jiwa, masih ada potensi pasar yang bisa dikembangkan untuk bisnis masa depan. Namun demikian, pencapaian yang dialami oleh sektor telekomunikasi di Indonesia, justru memunculkan kekhawatirkan.

Memberikan Tulisan Kata – Salah satu pihak yang khawatir itu adalah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Prof. Mohammad Nuh. Ketika berkunjung ke Redaksi Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung, Senin (30/7), Nuh yang juga pakar IT itu, mengungkapkan rasa mirisnya terhadap perkembangan bisnis telekomunikasi di Indonesia. “Bisnis telekomunikasi ini memang luar biasa perkembangannya. Namun, siapa yang menikmatinya? Pihak yang menikmatinya adalah orang asing. Hal ini karena sebagian besar operator telekomunikasi di Indonesia dimiliki pihak asing dengan modal besar. Selain itu, pertumbuhan yang luar biasa itu juga belum diimbangi dengan pemerataan akses dan alih teknologi. Adapun yang kemudian terjadi malah kesenjangan teknologi dan digital,” kata Nuh. Padahal, menurut Nuh, perputaran uang dalam bisnis telekomunikasi di Indonesia terhitung besar, antara Rp50–60 triliun per tahun. Apa yang dikhawatirkan Pak Menteri memang sangat beralasan. Di balik berbagai gemerlap kemajuan di bisnis telekomunikasi dan informatika, ada persoalan serius yang jika dibiarkan bisa menyebabkan bangsa ini masuk paradoks teknologi. Hal itu di satu pihak ada kelompok yang benar-benar menikmati kemewahan teknologi, sementara di pihak lain masih banyak orang yang hidup dalam zaman batu. Dala hal ini, contohnya kian terlihat jelas. Pelaku bisnis telekomunikasi masih lebih mengutamakan daerah perkotaan ketimbang pedesaan. Orang kota pun kian jauh meninggalkan orang desa. Pada gilirannya, sangat mungkin, kesenjang teknologi dan digital bakal mempertajam kesenjangan sosial yang sekarang ini saja sudah menganga lebar.

Kesenjangan digital (digital divide) sangat dirasakan tidak saja dalam kaitan paradoks kota besar dan kecil, kota dan desa, melainkan juga dalam suatu kota, terutama sejak penggunaan internet secara luas dan meningkatnya arus informasi yang sangat dominan, yang didukung platform teknologi dan sistem informasi. Kesenjangan digital juga terkait dengan kesetaraan memperoleh peluang. Menkominfo tidak mau menyebut tingkat kesenjangan digital di Indonesia “sudah tinggi”, tapi lebih tepatnya “sudah sangat sekali”

Menurutnya, kesenjangan digital itu bisa dilihat dari beberapa parameter, yakni IT literacy, penetrasi komputer, harga bandwidth, serta ketersediaan broadband. “Kesenjangan digital di Indonesia itu komplet. Bayangkan saja, jika Anda pergi ke Papua di sana masih ada yang hidup seperti zaman batu, tetapi di Thamrin Jakarta sudah zaman masa kini,” kata Nuh seperti dikutip detiknet. Jadi, masyarakat Indonesia seakan-akan berada dalam satu kapsul, karena di dalamnya terdapat zaman tani, perdagangan, dan zaman informasi. Lantas, bagaimana mengatasinya? Mengandalkan para pelaku bisnis untuk bermurah hati menanamkan investasinya di area-area “kering” memang agak sulit. Bagaimana pun, prinsip dasar pelaku bisnis adalah mencari keuntungan dan laba. Memang, sejauh ini sudah ada program USO (universal service obligation) dan CSR (corporate social responsibility), program yang mewajibkan tiap institusi perusahaan menyisihkan sebagian keuntungannya untuk pengembangan lingkungan dan masyarakat yang tertinggal. Namun, meski program USO dan CSR bisa berjalan pengaruhnya relatif kecil. Adapun kebijakan yang dibutuhkan adalah munculnya keadaan yang mampu memberi stimulus kepada investor. Hal ini dilakukan agar mereka mau mengembangkan usahanya di areaarea yang dinilai “kurang gemuk”. Ini berarti, harus ada insentif khusus dari pemerintah kepada perusahaan yang mau menanamkan investasinya di area yang selama ini dihindari para pelaku bisnis. Menkominfo sendiri tampaknya sudah mengarah ke sana. Menkominfo akan menerapkan insentif khusus, terutama menyangkut kebijakan pricing (harga) dan mengundang investor. Kita tunggu saja perkembangannya.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah bagaimana pemerintah sebagai regulator mampu menciptakan suatu tatanan dan peraturan yang memungkinkan investor lokal memiliki peluang sama dalam penguasaan bisnis telekomunikasi. Sangat mungkin, saat ini proses alih teknologi sudah berlangsung dan para pakar IT kita sudah cukup canggih dalam menguasai segala hal menyangkut bisnis IT. Namun, seluruh keahlian itu menjadi mubazir dan kurang berdaya guna jika kemudian seluruh keputusan pengambilan kebijakan ada di tangan asing. Hal ini karena sebagian besar perusahaan IT yang beroperasi di Indonesia milik investor asing dengan modal yang besar. Berbagai kebijakan itu, tentu saja, tidak dimaksudkan untuk menutup peluang investor asing ke Indonesia, melainkan agar tercipta kesetaraan dan keadilan. Sungguh ironis rasanya jutaan unit handphone dipasarkan di Indonesia, sementara pabriknya ada di Cina. Mungkinkah pemerintah bisa mendorong agar setiap pelaku bisnis telekomunikasi di Indonesia? Entah itu produsen handphone, vendor jaringan, atau content provider, turut memberi kontribusi langsung bagi terciptanya penurunan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah setempat? Misalnya handset suatu hanphone yang dipasarkan di Indonesia pabriknya memang ada di Indonesia?

Sumber: Pikiran Rakyat, 2 Agustus 2007

Setelah membaca artikel tersebut dengan saksama, Anda dapat mengutarakan persetujuan ataupun ketidaksetujuan Anda. Hal ini memerlukan adanya daya kritis Anda dalam menanggapi suatu permasalahan. Sebelum meyampaikan tanggapan, sebaiknya Anda rinci terlebih dahulu pokok-pokok permasalahan dari bacaan tersebut. Hal ini bertujuan agar tanggapan Anda lebih sistematis dan terfokus pada satu tujuan. Jika Anda mengalami kesulitan dalam memahami artikel tersebut, Anda dapat mengulang pembacaannya. Bacalah kembali dengan saksama, jangan sampai ada satu pun informasi yang Anda lewatkan. Pusatkan konsentrasi Anda. Seraplah informasi tersebut dengan baik. Dengan demikian, Anda dapat mengajukan tanggapan disertai dengan argumen atau alasan yang kuat. Jika tanggapan yang Anda ajukan dilandasi oleh alasan yang kuat, artinya Anda telah menguasai materi yang terdapat dalam bacaan tersebut. Hal ini menandakan adanya peningkatan pada diri Anda dalam hal menyerap informasi.

Tentang Contoh Pesan atau Informasi dari Sumber Tertulis

Tentang Contoh Pesan atau Informasi dari Sumber Tertulis

Tentang Contoh Pesan atau Informasi dari Sumber Tertulis

Contoh Pesan atau Informasi
Contoh Pesan atau Informasi

Contoh Pesan atau Informasi – Banyak informasi yang bisa sangat bermanfaat bagi kita, buka sekadar hiburan atau iklan. Informasi-informasi yang sangat bermanfaat itu antara lain informasi tentang pendidikan, kesehatan, wawasan Nusantara, dan sebagainya. Sekarang, bacalah informasi yang bertema kesehatan berikut ini! Informasi yang disajikan di bawah ini berupa dialog yang dilakukan antara wartawan surat kabar Pikiran Rakyat dan dr. Feti K. Memed, Sp.M., M.Kes. Kepala Unit Mata Anak Rumah Sakit Cicendo Bandung.

Contoh Pesan atau Informasi – Wartawan PR : Berapa banyak kebutaan di dunia ini? Dr. Feti : Saat ini diperkirakan terdapat 50 juta orang buta di dunia, dengan 1,5 juta di antaranya adalah anakanak. Wartawan PR : Apa definisi tentang kebutaan? Dr. Feti : Kebutaan adalah kegagalan penglihatan, yaitu tajam penglihatan terbaik setelah dikoreksi tidak mencapai 3 meter pada mata terbaik. Wartawan PR : Apa sebenarnya penyebab kebutaan pada anak-anak?

Contoh Pesan atau Informasi – Dr. Feti : Pada daerah miskin, penyebab terserang kebutaan adalah buta kornea yang berhubungan dengan gizi dan higienis yang sangat kurang. Pada daerah dengan ekonomi yang sudah mapan, penyebab kebutaan pada anak umumnya adalah Retinopathy of Prematurity, yaitu kelainan retina pada bayi-bayi prematur atau berat lahir rendah. Wartawan PR : Mengapa kebutaan anak harus dikelola tersendiri dan mengapa begitu penting? Dr. Feti : Bila seorang anak buta, dampaknya akan terasa pada seluruh aspek perkembangan anak tersebut, seperti kesempatan bersekolah, bersosialisasi dan bekerja, dengan biaya yang tidak sedikit untuk anak yang buta, juga akan berdampak pada perkembangan motorik, sensoris, dan kognitif anak tersebut. Wartawan PR : Lalu apa yang dapat dilakukan untuk mencegah kebutaan anak? Dr. Feti : Hal itu antara lain bisa diwujudkan dengan membatasi atau mencegah parut kornea yang disebabkan infeksi pada kornea yang berhubungan dengan kekurangan vitamin A pada anak, mecegah infeksi campak dengan imunisasi, mencegah terjadinya Ophthalmia neonatorum pada bayi baru lahir dengan tetes mata antibiotik pada seluruh bayi yang baru lahir. Selain itu, juga perlu dicegah terjadinya Sindroma rubella kongenital. Sumber: Pikiran Rakyat 30 Oktober 2006 dengan perubahan

Contoh Pesan atau Informasi – Jawablah soal-soal berikut ini! 1. Catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam dialog tersebut! 2. Simpulkan isi dialog tersebut! 3. Tuliskan informasi apa saja yang dapat kalian tangkap dari dialog itu! 4. Berilah komentar terhadap narasumber dan pewawancara dalam dialog tersebut! 5. Sampaikanlah informasi tentang kesehatan ini dengan cara memberi penyuluhan kepada para remaja sebaya/adik-adik kelas di lingkungan Anda!

Membahas Isi Puisi

Contoh Pesan atau Informasi – Ketika Anda hendak membahas isi puisi Anda harus memahami gambaran penginderaan, perasaan, pikiran, dan imajinasi yang diciptakan oleh penyair. Gambaran penginderaan adalah ungkapan penyair yang berkaitan dengan indera, misalnya indera penglihatan, indera penciuman, dan sebagainya. Berikut ini kutipan puisi Rendra yang mengungkapkan indera penciuman.

Balada Terbunuhnya Atmo Karpo Dengan kuku-kuku besi kuda menabah perut bumi bulan berkhianat gosok-gosokan tubuhnya di pucuk-pucuk para mengepit kuat-kuat lutut penunggang perampok yang diburu surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang.

Puisi mengungkapkan perasaan penyair. Nada dan perasaan penyair akan dapat kita tangkap kalau puisi itu dibaca keras dalam poetry reading atau deklamasi. Membaca puisi dengan suara keras akan lebih membantu kita menemukan perasaan penyair yang melatarbelakangi terciptanya puisi tersebut. Perasaan yang menjiwai puisi bisa perasaan gembira, sedih, terharu, terasing, tersienggung, patah hati, sombong, tercekam, cemburu, kesepian, takut, dan menyesal.

Contoh Pesan atau Informasi – Bacalah puisi berikut ini, kemudian diskusikan gambaran penginderaan dan perasaan penyair dalam puisi tersebut!

Padamu Jua Amir Hamzah Habis kikis Segala cintaku hilang terbang Pulang kembali aku pada-Mu Seperti dahulu Engkaulah kandil kemerlap Pelita jendela di malam gelap Melambai pulang perlahan Sabar, setia selalu Satu kekasihku Aku manusia Rindu rasa Rindu rupa Di mana Engkau Rupa tiada Suara sayup Hanya merangkai hati Engkau cemburu Engkau ganas Mangsa aku dalam cakarmu Bertukar tangkap dengan lepas Nanar aku, gila sasar Sayang berulang pada jua Engkau pelik menarik ingin Serupa dara di balik tirai Kasihmu sunyi Menunggu seorang diri Lalu waktu-bukan giliranku Mati hari-bukan kawanku … Sumber: Apresiasi Puisi, Herman J. Waluyo, hal 55-56

Cara pembahasan isi puisi dapat pula dilakukan gengan langkah-langkah berikut ini! Puisi yang akan dibahas berjudul “Candi”.

Contoh Pesan atau Informasi – Candi Engkau menahan empasan kala Tinggal berdiri indah permai Tidak mengabaikan serangan segala Megah kuat tiada terperi Engkau berita waktu lalu Masa Indonesia masyhur maju Dilayan putra bangsawan kalbu Dijunjung tinggi penaka ratu Aku memandang suka dan duka Berganti-ganti di dalam hati Terkenang dulu dan waktu nanti Apakah gerangan masa di muka Jadi bangsa yang kucinta ini Adakah tanda megah kembali? Sanusi Pane, 1935

1. Berdiskusilah untuk menentukan jawaban atas pertanyaan “Dapat kembali jayakah Indonesia pada tahun 2007-an ini?” pada simpulan di atas! (jawaban disusun berdasarkan tinjauan dari berbagai sudut pandang) 2. Bacalah puisi di bawah ini! Latihan 2 Buatlah kelompok a. Bahaslah isi puisi “Menyesal” tersebut berkenaan dengan (1) gambaran penginderaan, (2) perasaan, (3) pikiran, dan (4) imajinasi melalui kegiatan berdiskusi dalam kelompok! b. Paparkanlah hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas! Tutor dan kelompok lain menyimak, memberi pertanyaan/sanggahan/saran mengenai hasil diskusi Anda!

Menyesal Pagiku hilang sudah melayang Hari mudaku sudah pergi Sekarang petang membayang Batang usiaku sudah tinggi Aku lalai di hari pagi Beta lengah di masa muda Kini hidup meracun hati Miskin ilmu, miskin hati Akh, apa guna kusesalkan Menyesal tua tiada berguna Hanya menambah luka sukma Kepada yang muda kuharapkan Atur barisan di hari pagi Menuju ke arah padang bakti A. Hasjmy

Baca dan perhatikanlah wacana bertabel di bawah ini!

Vaksin Malaria Semakin Dekat

Setelah sekian banyak vaksin untuk mencegah malaria diuji coba, akhirnya dunia boleh sedikit bernapas lega dengan hasil yang diperoleh di Mozambik, Afrika. Vaksin yang diberi kode RTS S/ASO2A tersebut telah digunakan untuk melindungi 2.022 anak berusia 1-4 tahun di negara yang malarianya merajalela itu. Ternyata hasilnya menggembirakan. Risiko anak-anak terkena malaria yang parah turun hingga 58 persen. Tak heran, jika seperti dikutip BBC News, para ilmuwan berharap vaksin ini sudah bisa disuntikkan paling lambat tahun 2010. Menurut Prof. Pedro Alonso dari University of Barcelona yang memimpin tim uji coba, inilah hasil terbaik yang pernah diperoleh dari berbagai kandidat vaksin selama 25 tahun terakhir. Organisasi kesehatan dunia (WHO) tak kalah gembira. Maklumlah, lebih dari 500 juta orang terinfeksi parasit malaria setiap tahunnya, terutama di negara berkembang. Namun, yang memprihatinkan, lebih dari 40 persen anak-anak di dunia hidup di negara yang endemi malaria. Menurut The Daily Monitor, 90 persen kematian kurang lebih satu juta kasus kematian per tahun terjadi di kawasan Afrika, terutama pada anak-anak berusia di bawah lima tahun. Ini artinya setiap tiga puluh detik terjadi kematian satu anak. Sementara anak yang masih hidup bisa menderita kerusakan otak. Penyebab Kematian Anak-Anak di Afrika No. Penyebab Kematian % 1 2 3 4 5 6 Lain-lain Malaria Infeksi pernapasan Diare HIV/AIDS Campak 32,8 20,3 17,2 12,3 9,0 8,4 Meski tidak segawat di Afrika, sebenarnya hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki kantongkantong yang rawan malaria. Daerah yang hingga kini bebas malaria hanyalah DKI Jakarta. Daerah endemis malaria yang paling parah adalah Papua karena ada di seluruh kabupaten. Demikian pula Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara kawasan rawan malaria di Jawa mencakup sepanjang Pantai Selatan dan Banyuwangi sampai Anyer, serta segitiga Kulon Progo, Magelang, dan Purworejo. Di Bali, daerah endemis terletak di bagian barat, Sulawesi di sepanjang pantai, sedangkan di Kalimantan dan Sumatera umumnya di pedalaman. Lebih dari 50 persen kasus di Papua disebabkan oleh plasmodium falciparum, spesies parasit malaria yang bisa menyebabkan komplikasi (penyakit baru yang timbul dan menjadi tambahan penyakit yang sudah ada) otak. Spesies yang sama mendominasi wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku dan NTT, sedangkan di wilayah barat umumnya adalah Pvivax. Di Indonesia ada 14 spesies nyamuk Anopeles sp yang menjadi vektor (perantara penularan) parasit malaria (Plasmodium sp). Karena itu, pemberantasan malaria perlu dilakukan dengan pendekatan spesifik lokal sesuai dengan tempat perindukan nyamuk dan kondisi sosial masyarakat. Sebelum vaksin malaria benar-benar bisa diimplementasikan, pemberantasan nyamuk malaria memang masih yang terbaik. (Dikutip dengan beberapa perubahan dari Kompas, 26 Oktober 2004)

 

Perkembangbiakan Virus atau Replikasi Virus

Perkembangbiakan Virus atau Replikasi Virus

Perkembangbiakan Virus atau Replikasi Virus

Perkembangbiakan Virus – Virus bukanlah sel yang dapat berkembang biak sendiri. Cara berkembang biak virus berbeda dengan makhluk hidup lain. Virus tidak mampu memperbanyak diri di luar sel-sel hidup sehingga dikatakan bahwa virus bukanlah makhluk hidup yang dapat hidup mandiri. Virus selalu memanfaatkan sel-sel hidup sebagai inang untuk memperbanyak dirinya. Replikasi terjadi di dalam sel inang. Untuk dapat mereplikasi asam nukleat dan mensintesis protein selubungnya, virus bergantung pada sel-sel inang. Replikasi ini menyebabkan rusaknya sel inang. Setelah itu, virus akan keluar dari sel inang. Di luar sel inang, virus disebut sebagai partikel virus yang disebut virion.

Perkembangbiakan Virus

Perkembangbiakan Virus
Perkembangbiakan Virus

Perkembangbiakan Virus – Ada beberapa tahapan dalam replikasi virus, yaitu tahap adsorpsi (penempelan) virus pada inang, tahap injeksi (masuknya) asam inti ke dalam sel inang, tahap sintesis (pembentukan), tahap perakitan, dan tahap litik (pemecahan sel inang). Berdasarkan tahapan tersebut, siklus hidup virus dapat dibedakan lagi menjadi siklus litik dan siklus lisogenik.

Perkembangbiakan Virus

1. Siklus Litik Replikasi virus dalam sel inang merupakan peristiwa yang sangat kompleks, tahap demi tahap dari proses sintesis, mulai dari terinfeksinya sel inang sampai pembebasan partikel-partikel virus. Seperti virus lain, bakteriofag tidak dapat bergerak. Jika suspensi bakteriofag bebas bercampur dengan suspensi bakteri, akan terjadi persinggungan kebetulan yang menyebabkan bakteriofag teradsorpsi pada permukaan bakteri. Selanjutnya, DNA bakteriofag terinjeksi ke dalam bakteri. Setelah beberapa waktu, terjadilah lisis sel-sel inang yang ditandai dengan pembebasan bakteriofag bentukan, kemudian baru ke dalam medium suspensi.

Perkembangbiakan Virus

a. Tahap Adsorpsi a. Tahap Adsorpsi Pada tahap ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri. Virus hanya menempel pada dinding sel yang mengandung protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada dinding sel disebabkan oleh adanya reseptor pada ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.

Perkembangbiakan Virus

b . Tahap Injeksi Tahap Injeksi Proses injeksi DNA ke dalam sel inang ini terdiri atas penambatan lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga ke dalam sel bakteri. Pada peristiwa ini, asam nukleat masuk ke dalam sel, sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri. Jika sudah kosong, selubung protein ini akan terlepas dan tidak berguna lagi.

c . Tahap Sintesis (Pembentukan) Tahap Sintesis (Pembentukan) Virus tidak dapat melakukan sintesis sendiri, tetapi virus akan melakukan sintesis dengan menggunakan sel inangnya. Setelah asam nukleat disuntikan ke dalam sel inang, segera menimbulkan perubahanperubahan besar pada metabolisme sel yang terinfeksi (sel inang atau bakteri). Enzim penghancur yang dihasilkan oleh virus akan menghancurkan DNA bakteri yang menyebabkan sintesis DNA bakteri terhenti. Posisi ini digantikan oleh DNA virus yang kemudian mengendalikan kehidupannya. Dengan fasilitas dari DNA bakteri yang sudah tidak berdaya, DNA virus akan mereplikasi diri berulang kali dengan jalan mengopi diri dalam jumlah yang sangat banyak. Sintesis DNA virus dan protein terbentuk atas kerugian sintesis bakteri yang telah rusak. DNA virus ini kemudian akan mengendalikan sintesis DNA dan protein yang akan dijadikan kapsid virus.

d . Tahap Perakitan Pada tahap ini, kapsid virus yang masih terpisah-pisah antara kepala, ekor, dan serabut ekor akan mengalami proses perakitan menjadi kapsid yang utuh. Kemudian, kepala yang sudah selesai erbentuk diisi dengan DNA virus. Proses ini dapat menghasilkan virus sejumlah 100  200 buah. e . Tahap Litik Dinding sel bakteri yang sudah dilunakkan olen enzim lisozim akan pecah dan diikuti oleh pembebasan virus-virus baru yang siap untuk mencari sel-sel inang yang baru. Pemecahan sel-sel bakteri secara eksplosif dapat diamati dengan mikroskop lapangan gelap. Jangka waktu yang dilewati lima tahap ini dan jumlah virus yang dibebaskan sangat bervariasi, tergantung dari jenis virus, bakteri, dan kondisi lingkungan.

2. Siklus Lisogenik Virus lambda dapat melakukan siklus litik, tetapi kadang-kadang juga melakukan siklus lisogenik. Pada siklus lisogenik, tahap yang dilalui lebih banyak daripada siklus litik. Tahap adsorpsi dan tahap injeksi sama dengan siklus litik. Akan tetapi, sebelum tahap sistesis, terlebih dahulu virus melewati tahap penggabungan dan tahap pembelahan. Kemudian, dilanjutkan dengan tahap perakitan dan tahap litik.

a . Tahap Adsorpsi dan Tahap Injeksi Tahap Adsorpsi dan Tahap Injeksi Tahap adsorpsi dan tahap injeksi pada siklus lisogenik sama seperti tahap adsorpsi dan tahap injeksi siklus litik. b . Tahap Penggabungan Tahap ini adalah tahap ketika DNA virus masuk ke dalam tubuh bakteri dan terjadinya penggabungan antara DNA bakteri dan DNA virus. Proses ini terjadi ketika DNA yang berbentuk kalung tak berujung pangkal terputus dan DNA virus menyisip di antara DNA bakteri yang terputus tadi. Kemudian, terbentuklah rangkaian DNA yang utuh yang telah terinfeksi atau tersisipi DNA virus. c . Tahap Pembelahan DNA virus telah tersambung dengan DNA bakteri. DNA virus tidak dapat bergerak atau disebut sebagai profag. Karena bergabung dengan DNA bakteri, ketika DNA bakteri melakukan replikasi selnya secara langsung, profag juga melakukan replikasi. Demikian juga ketika sel bakteri mengalami pembelahan, secara langsung dua anak sel bakteri yang mengandung profag tersebut juga ikut mengalami pembelahan. Dengan kata lain, jumlah profag sama dengan jumlah sel bakteri inangnya. d . Tahap Sintesis Tahap Sintesis Pada kondisi lingkungan tertentu, profag menjadi aktif. Profag dapat saja memisahkan diri dengan DNA bakteri dan merusak DNA bakteri. Kemudian menggantikan peran DNA bakteri dengan DNA virus untuk sistesis protein yang berfungsi sebagai kapsid bagi virus-virus baru dan replikasi DNA. e . Tahap Perakitan Pada tahap ini, terjadi perakitan kapsid-kapsid virus yang utuh sebagai selubung virus. Setelah kapsid virus utuh, diisi dengan DNA hasil replikasi, terjadilah virus-virus baru. f. Tahap Litik Tahap ini sama dengan tahap litik pada siklus litik saat dinding bakteri akan pecah dan virus baru berhamburan keluar.

Virus baru ini selanjutnya akan menyerang bakteri yang lain. Begitu seterusnya, virus akan mengalami siklus litik atau lisogenik. Berdasarkan asam intinya, replikasi virus dapat dibedakan menjadi virus yang berasam inti DNA dan virus yang berasam inti RNA. 1) Virus dengan Asam Inti DNA Virus ini menginfeksi sel inang dan memperbanyak diri menjadi beberapa DNA. Beberapa DNA virus mengalami transkripsi menjadi mRNA penghasil selubung protein virus. mRNA menghasilkan enzim yang dapat menghancurkan dinding sel inang. Hancurnya sel inang menjadikan virus-virus baru berhamburan keluar dan virus-virus baru ini siap menginfeksi sel-sel inang lain. Contoh virus berasam inti DNA adalah virus cacar, virus herpes, dan bakteriofag. 2) Virus dengan Asam Inti RNA Contohnya adalah virus AIDS. RNA virus AIDS menginfeksi sel inang, lalu melakukan penerjemahan balik membentuk RNA-DNA baru dan membentuk DNA virus. Selanjutnya, DNA virus masuk ke dalam inti sel inang yang menyebabkan DNA inang mengandung DNA virus. DNA virus membentuk mRNA dari inti. RNA virus membentuk protein virus di dalam sitoplasma sel inang. RNA virus dan protein virus akhirnya bergabung membentuk HIV.

Latihan

1. Sebutkan tahap-tahap apa sajakah yang dilewati pada siklus litik! 2. Sebutkan tahap-tahap yang dilewati pada siklus lisogenik! 3. Berdasarkan jenis asam nukleatnya, replikasi virus dapat dibedakan menjadi dua. Sebutkan!

Latihan

1. Apakah virus dapat hidup tanpa bantuan sel inang? Jelaskan! 2. Apakah yang dimaksud dengan virus bakteri? 3. Apa pula yang dimaksud dengan virus tumbuhan, virus patogen untuk hewan, dan virus yang menginfeksi manusia? 4. Apakah virus termasuk benda hidup atau benda mati? Jelaskan! 5. Apakah kamu atau anggota keluargamu pernah tertular virus? Virus apakah itu? Apa penyebabnya? Jelaskan!

Inilah bisa kami sampaikan mengenai materi tentang pengertian dari perkembangbiakan birus atau replikasi virus, materi ini kami sajikan dari buku sumber yang telah di jadikan buku biolgi, jika ada kekeliruan dari penyajian materi ini kami mohon maaf atas segala kekurangan kami dalam menyajikan materi tentang perkembangbiakan virus ini. terima kasih, sekali lagi terima kasih semoga bermanfaat !

Pelajaran ini dipelajari di kelas 10 SMA/MA di mana pun itu berada asal di negara indonesia !

Intermezzo yang enjoy belajarnya ya !