Pengertian Tentang Struktur dan Pengertian Ribosom

Pengertian Tentang Struktur dan Pengertian Ribosom

Struktur dan Pengertian Ribosom

Pengertian Ribosom – Struktur Ribosom

Pengertian Ribosom – Ribosom ditemukan baik pada sel prokariota maupun eukariota. Pada sel prokariota ribosom terdapat bebas di sitosol. Sedangkan pada sel eukariota selain terdapat bebas di sitosol juga terdapat di matriks mitokondria, stroma kloroplas atau menepel pada permukaan membrane REK. Hasil penelitian secara biokimia menunjukkan bahwa ribosom sel-sel prokariota memiliki massa molekul yang lebih kecil jika dibandingkan dengan massa molekul ribisom pada sel eukariota . Hasil ini didapat dengan analisis sedimentasi. Analisis ini mendasarkan pada pengukuran laju pengendapan suatu molekul di dalam larutan kental biasanya larutan sukrosa yang dipusing dalam kecepatan yang sangat tinggi. Koefisien sedimentasi dinyatakan dalam S yaitu unit Svedberg, ribosom sel prokariota memiliki koefisien sedimentasi 70S, sedangkan sel eukariota koefisien sedimentasinya 80S. selain koefisien Svedberg, laju pengendapan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yaitu berat molekul, bentuk makromolekul, atau rakitan, makromolekulnya. Beberapa buah ribosom terkadang berkumpul membentuk lingkaran-lingkaran kecil disebut polisom. Hasil pengamatan dengan teknik pewarnaan negatif dan pengamatan dengan mikroskop elektron menghasilkan petunjuk bahwa ribosom terdiri dari dua bagian yang tidak sama besar.

Struktur dan Pengertian Ribosom
Struktur dan Pengertian Ribosom

Ribosom terbentuk globular dengan dimeter sekitar 250 sampai 350 nm. Ribosom mampu menyebarkan maupun menyerap electron dengan sangat kuat sehingga mikroskop electron dapat digunakan secara intensif untuk meniliti ribosom lebih dalam.sebenarna selain dengan mikrosof electron, ribosom dapat diteliti dengan berbagai cara antara lain dengan defraksi sinar X, sentrifugasi atau pemusingan, maupun dengan imunositokimia. Analisis biokimia juga bias dilakukan untuk mengetahui jumlah dan mengidentifikasi protein-ptein dalam sub unit ribosom.

Ribosom subunit kecil, tampilannya mirip embrio yaitu seperti memiliki kepala dan badan yang dihubungkan dengan leher yang pendek. Leher tersebut dibentuk dengan takikan (sedikit lekukan) pada satu sisi dan lekukan yang dalam paa sisi yang lain. Badannya berbentuk batang yang membengkak. Pada subunit kecil terdapat daerah datar pada satu sisi bagian ini menempel pada sub unit.
Analisis kimia pada sub unit-sub unit ribosom tersebut menunjukkan bahwa sub unit besar ribosom sel-sel prokariotik mengandung dua molekul rRNA masine-masing dengan koefisien seimentasi 23S dan 5S selain rRNA juga terdapat 31 sampai 34 macam protein. Sedangkan pada sub unit kecil ribosom hanya menganung sebuah rRNA dengan koefisien seimentasi 16S dan 21 macam protein.pada eukariota, ribosomnya teriri dari 2 sub unit yaitu sub unit besar dan sub unit kecil. Sub unit besar mempunyai 3 buah rRNA masing-masing dengan koefisien sedimentasi 28S, 5S, 8S, dan 5S serta mengandung 45-49 macam protein. sedangkan sub unit kecil hanya memiliki satu rRNA dengan koefisien sedimentasi 18S dan 33 macam protein.
Strukur dari ribosom memilki sifat sebagai berikut :

1. Bentuknya universal, pada potongan longitudinal berbentuk elips.
2. Pada teknik pewarnaan negatif, tampak adanya satu alur transversal, tegak lurus pada sumbu, terbagi dalam dua sub unit yang memiliki dimensi berbeda.
3. Setiap sub unit dicirikan oleh koefisiensi sedimentasi yang dinyatakan dalam unit Svedberg (S). Sehingga koefisien sedimentasi dari prokariot adalah 70S untuk keseluruhan ribosom (50S untuk sub unit yang besar dan 30S untuk yang kecil). Untuk eukariot adalah 80S untuk keseluruhan ribosom (60S untuk sub unit besar dan 40S untuk yang kecil).
4. Dimensi ribosom serta bentuk menjadi bervariasi. Pada prokariot, panjang ribosom adalah 29 nm dengan besar 21 nm. Dan eukariot, ukurannya 32 nm dengan besar 22 nm.
5. Pada prokariot sub unitnya kecil, memanjang, bentuk melengkung dengan 2 ekstremitas, memiliki 3 digitasi, menyerupai kursi. Pada eukariot, bentuk sub unit besar menyerupai ribosom E. coli.
Komposisi kimia dari ribosom antara lain sebagai berikut :

Protein Ribosom

a. Sub unit kecil (30S prokariot): 21 protein digambarkan berturut-turut dengan huruf S dan satu angka antara 1 dan 21 (S1, S2, S21). Berat moleku130.000 – 40.000 Dalton. Berada pada permukaan ribosom, mengelilingi rRNA. Protein memainkan peranan sebagai reseptor pada faktor pemanjangan sedangkan yang lainnya mengontrol transducti.
b. Sub unit besar: 33 protein dikenal sebagai Li sampai L33. Terlibat dalam:
– Translokasi oleh adanya GTP (melekat pada ribosam) yang memberikan energi untuk memindahkan inRNA dan pembebasan tRNA asetil.
– Fiksasi (protein L7 dan L1z) dari suatu faktor pemanjangan (EF-6)
– Dalam pembentukan suatu ikatan peptida antar rantai peptida yang telah dibentuk dan suatu asetil-NH2 baru.
– Dalam konstruksi suatu alur longitudinal, menempatkan rantai protein dengan pembentukan dan melindunginya meiawan enzim proteolitik. Alur ini memiliki panjang sesuai dengan rantai polipeptida 35 asetil-NH2.

 Asam Nukleat Ribosom

a. Sub unit besar dibentuk dari protein dan RNA dalam kuantitas yang seimbang, mengandung 2 tipe rRNA, yakni:
– Satu rRNA 28S
– Satu rRNA SS

b. Sub unit kecil mengandung r RNA 18s
Diketahui bahwa, dengan ketiadaan RNA 185, maka sub unit besar tidak dapat berasosiasi pada sub unit kecil. Sedangkan RNA 28s memungkinkan asosiasi tersebut. RNA SS melekat pada sequence asam nukleat ini yaitu tRNA. Bilamana terbaca maka tRNA melekat pada site yang merupakan bagian RNA 285. Perpindahan dari tRNA yang melekat pada molekul mRNA menyebabkan pergerakan translasi mRNA masing-masing.

Pengertian Ribosom

Ribosom merupakan salah satu organel tidak bermembran yang ditemukan pada semua sel, baik sel prokariotik maupun eukariotik. Pada eukariotik , organel ini terdapat pada sitoplasma, menempel pada permukaan luar retikulum endoplasma, didalam metriks mitokondria dan didalam stroma kloroplas.

Pengertian Struktur dan Macam Endoplasma

Pengertian Struktur dan Macam Endoplasma

Pengertian Struktur dan Macam Endoplasma 

Macam Endoplasma – Struktur Retikulum Endoplasma

Pengertian Struktur dan Macam Endoplasma
Pengertian Struktur dan Macam Endoplasma

Macam Endoplasma – Semua sel eukariota mengandung retikulum endoplasma. Secara umum retikulum endoplasma berperan sebagai jalur transportasi intraseluler bagi sel. Ruang yang terdapat di dalam retikulum endoplasma(RE) disebut lumen atau ruang sisternal RE. Lumen RE terpisahdari sitosol oleh suatu membran tunggal (membran RE) yangmemudahkan komunikasi diantara kedua kompartemen ini. Ruangan-ruangan kosong yang ditutupi dengan membran retikulum endoplasma mempunyai ketebalan 4 nm (nanometer, 10-9 meter). Membran ini berhubungan langsung dengan selimut nukleus. Membran RE berkesinambungan dengan membran luar inti.Struktur membran retikulum endoplasma sesuai dengan model membran mosaik cair dari Singer dan Nicolson. Dalambeberapa hal, membran retikulum endoplasma berbeda denganmembran plasma, antara lain:

a. Rasio kolesterol
Konsenstrasi kolesterol yang terdapat pada membranplasma lebih sedikit dibandingkan dengan konsentrasikolesterol yang terdapat pada membran retikulumendoplasma.

Macam Endoplasma

b. Rasio protein
Jumlah protein yang terdapat dalam membran plasma lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah protein yang terdapatdalam membran retikulum endoplasma. Hal tersebutmenyebabkan struktur membran pada retikulum endoplasmalebih stabil dari pada membran plasma.

c.Ketebalan membran
Membran plasma lebih tebal dari membran retikulumendoplasma. Membran plasma memiliki ketebalan berkisarantara 8-10 nm, sedangkan membran retikulum endoplasmamemiliki ketebalan berkisar 5 nm. Perbandingan tebal antara membran retikulum plasmadengan membran retikulum endoplasma.

Macam Endoplasma

d. Fluiditas
Membran plasma lebih bersifat cair dibandingkan denganmembran retikulum endoplasma. Hal ini disebabkan karenakandungan protein yang terdapat pada membran plasma lebih sedikit dibandingkan dengan membran retikulumendoplasma.

 Pengertian Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma (RE, atau endoplasmic reticula) berasal dari kata endoplasmic berarti “didalam sitoplasma” dan reticulum yang berarti “jaringan” adalah organel yang dapat ditemukan pada semua sel eukariotik. Retikulum endoplasma adalah sistem membran kantung terlipat dan saluran yang saling berhubungan yang berfungsi sebagai lokasi untuk protein dan sintesis lipid. Berbagai lipatan retikulum endoplasma menyediakan permukaan yang besar di mana fungsi seluler dapat terjadi.

C. Macam-Macam Retikulum Endoplasma

Berdasarkan topografinya Retikulum Endoplasma terdiri dari :

Retikulum Endoplasma Halus

Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus terbetuk dari satu labirin dengan kanalikuli yang halus, saling berhubungan, serta berinfiltrasi dalam semua sitoplasma. Retikulum endoplasma halus atau licin biasanya dalam bentuk vesikula atau tubulus. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. Jalur yang dibuka dengan RE halus adalah jalur nutrisi dan mineral yang berhubungan dengan mitokondria, tempat glikogen dan juga peroksisom. RE halus merupakan jalinan tubuli-tubuli yang saling berkaitan dan tanpa adanya ribosom. Retikulum endoplasma halus ditemukan berlimpah dalam sel-sel dari organ reproduksi, di mana mereka memproduksi hormon steroid, seperti estrogen dan testosteron.

Dalam beberapa jenis sel otot, Retikulum endoplasma halus (disebut sebagai retikulum sarkoplasma) menyimpan ion kalsium. Hasil rilis ion kalsium ini pada kontraksi otot. Ini organel sel memiliki fungsi detoksifikasi dalam sel hati. Retikulum endoplasma halus yang ditemukan dalam sel-sel hati mengandung enzim-enzim detoksifikasi yang dapat menonaktifkan racun berbahaya, seperti obat-obatan dan sisa metabolisme.

3. Retikulum Endoplasma Sarkoplasmik.
RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

Retikulum Endoplasma Kasar

Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom sehingga membran tidak tampak bersih. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE kasar memiliki struktur khas yaitu setiap lembarannya tersusun atas 2 membran sel yang kemudian menjadi satu pada bagian tepi sel masing-masing. Retikulum endoplasma kasar terdapat dalam bentuk lamella berupa kantung-kantung yang pipih . Membran ini dibatasi oleh kantong yang berbentuk sakulus.
Bentuk dan letak sakulus bervariasi, sesuai dengan jenis, struktur dan fungsi sel.Misalnya RE kasar yang yang berada di pankreas, sakulus menjadi tampak sistematis, terarah, serta paralel antara satu kantung dengan kantung lainnya. Contoh RE kasar yang lain tampak pada sel-sel glandula dari acini pankreas dan paratoide terdapat pada maxilla. Hampir seluruh sakulus yang diamati di bawah mikroskop menempati bagian basal sitoplasma. Semakin aktif sebuah sel, maka jumlah ribosom dan sakulur akan kian banyak.
Pada permukaan hyaloplasmik membran retikulumendoplasma kasar, terdapat partikel-partikel ribosom yangmenempel atau tertanam.Ribosom-ribosom (80S, 60S dan 40S) melekat pada membranretikulum endoplasma melalui perantaraan glikoprotein khususyang disebut riboforin. Riboforin ini merupakan reseptor untukpartikel ribosom.

Riboforin merupakan protein integral membran yangterdapat pada retikulum endoplasma kasar. Bagian ribosomyang berasosiasi dengan kompleks ribosom adalah ribosom subunit besra. Dari gambaran di atas, menunjukkan bahwamembran retikulum endoplasma dan membran sel padaumumnya bukan hanya asimetris dari aspek strukturalnya,tetapi juga simetris dari aspek fungsionalnya. Masing masing ruangan mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda pada retikulum endoplasma kasar, yang kemudian dapat dibedakan tiga jenis :
1. Sisterna, ruangan pada retikulum endoplasma yang berbentuk ruangan gepeng, yang kadang-kadang tersusun berlapis lapis dan saling berhubungan.
2. Tubuler, berbentuk sebagai pipa pipa kecil yang saling berhubungan.
3. Vesikuler, ruangan pada retikulum endoplasma yang berbentuk seperti gelembung gelembung kecil berlapis.
Retikulum endoplasma kasar memiliki daerah yang sebagian besar tidak mengandung ribosom. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah peralihan, karena dari situlah dibentuk vesikula-vesikula transpor atau vesikula transisi atau retikulum endoplasma transisi. Vesikula-vesikula tersebut megandung protein atau lipida yang diangkut secara intraseluler.Vesikula-vesikula transisi atau vesikula transpor berperan mengangkut makromolekul (protein) dari retikulumendoplasma. Di dalam vesikula transport terdapat protein yanglarut yang berasal dari lumen retikulum endoplasma (proteinsekretori) atau protein yang terikat pada membran vesikula (protein membran). Vesikula-vesikula dapat bergabung dengan membran sasaran dan melepaskan isinya. Membran vesikula merupakan bagian dari membran sasaran.Pada sel-sel yang aktif mensintesis hormon steroid,retikulum endoplasma licin atau halus memiliki enzim-enzimuntuk sintesis kolesterol, yang merupakan prazat untuk sintesishormon steroid. Sintesis lipida berlangsung di dalam retikulum endoplasma licin. Semua lipida yang dibuat di dalam sel disintesis pada membran retikulum endoplasma kecuali fosfatil dilgliserat dan kardiolipin.

Tentang Pengertian dan Struktur Lisosom

Tentang Pengertian dan Struktur Lisosom

Tentang Pengertian dan Struktur Lisosom

Pengertian dan Struktur Lisosom

  • Pengertian Lisosom

Lisosom berasal dari kata lyso = pencernaan dan soma = tubuh. Pengertian  Lisosom ini sendiri  ialah kantong yang berbentuk agak bulat dikelilingi membran tunggal yang digunakan sel untuk mencerna makromolekul.

Pengertian dan Struktur Lisosom – Lisosom ditemukan oleh de Duve dkk., pada awal tahun 1950 setelah mempelajari distribusi beberapa jenis enzim yang terlibat di dalam metabolisme karbohidrat. Salah satu enzim yang dipelajari adalah fosfatase asam yang memecah gugus fosfat pada beberapa fosfat yang mengandung ester fosfat. Lisosom mengandung hidrolase asam, enzim enzim yang merombak protein, asam-asam nukleat serta karbohidrat pada pH asam. Lisosom dapat di temuka pada hampir semua sel, kecuali dalam sel darah merah (eritrosit) manusia dan sel kulit yang sepenuhnya mengalami keratinisasi (pengerasan/penebalan). Lisosom dikatakann sebagai sistem pencernaan sebuah sel. Lisosom yang baru terbentuk dari pertunasan Badan golgi yang disebut lisosom primer.

Pengertian dan Struktur Lisosom – Beberapa sel dalam tubuh organisme mengandung lisosoma serta mengandung bahan lain selain hidrolase asam. Contoh pada sel darah putih (leukosit) yang mengandung lisosom dengan beberapa bahan basa yang merusakkan sel bakteri.

Pengertian dan Struktur Lisosom
Pengertian dan Struktur Lisosom
  • Struktur Lisosom

Pengertian dan Struktur Lisosom – Lisosom berisi enzim yang dapat memecahkan (mencerna) polisakarida, lipid, fosfolipid, asam nukleat, dan protein. Enzim itu dinamakan lisozim. Lisosom berperan penting  dalam pencernaan intra sel,contohnya  pada protozoa atau sel darah putih, juga dalam autofagus. Contoh nya pada amoeba dan banyak protista lain makan dengan jalan menelan organisme atau partikel makanan lain yang lebih kecil, suatu proses yang disebut  fagositosis (berasal dari bahasa Yunani, phagein yang berarti “memakan” dan kytos yang berarti wadah. Wadah disini yang dimaksud adalah sel). Sebagian sel manusia juga melakukan fagositosis, diantaranya adalah makrofage, sel membantu mempertahankan tubuh dengan merusak bakteri dan penyerang lainnya. Lisosom adalah vesikula yang berbatas membran dimana di dalamnya terkandung enzim-enzim hidrolase. Suatu organel dapat didefinisikan sebagai lisosom bilamana memenuhi beberapa kriteria, yaitu:

  1. Organel yang bersangkutan berbatas membran
  2. Mengandung dua atau lebih enzim-enzim hidrolase yang semuanya adalah asam hidrolase
  3. Memiliki sifat kelatenan enzim.

Pengertian dan Struktur Lisosom – Lisosom dibatasi oleh membran tunggal dan di dalamnya terkandung kurang lebih 40 jenis enzim yang semuanya adalah enzim hidrolase seperti protease, nuklease,glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, dan sulfatase. Enzim- enzim hidrolase bekerja dengan baik pada pH kurang lebih 5. Untuk mempertahankan pH tersebut, maka secara terus menerus terjadi pemompaanion hidrogen ke dalam lumen lisosom dengan melibatkan hidrolisis ATP sebagai sumber energi. Lisosom memiliki protein maker yang disebut sebagai “Docking-marker acceptor”. Dengan demikian, lisosom akan dapat berfusi dengan vesikula-vesikula target dengan tepat. Beberapa molekul sederhana dapat menembus membran lisosom, misalnya quinakrin. Quinakrin dapat meningkatkan pH di dalam lisosom jika diberikan ke dalam sel. Enzim-enzim hidrolase memiliki kemampuan untuk memecahkan berbagai jenis molekul organik seperti polisakarida, protein, lipida, fosfolipida, dan asam-asam nukleat.

  • Fungsi Lisosom

  • Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.
  • Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.
  • Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

Fungsi utama lisosom adalah untuk pencernaan intra sel. Materi yang dicerna oleh lisosom dapat berasal dari luar sel atau dari dalam sel itu sendiri. Materi dari luar sel masuk ke dalam sitoplasma melalui pinositosis dan fagositosis. Pencernaan intra sel selalu terjadi di dalam lisosom, enzim, hidorolitik tidak pernah keluar dari dalam lisosom sehinggan pencernaan berlangsung optimal. Akan tetapi, jika membran lisosom pecah, maka enzim hidrolitik pada lisosom akan keluar dan mencerna sel itu sendiri,selain itu perombakan organel sel yang telah tua ,proses metamoifosis pada katak, misalnya menyusutnya ekor pada berudu karena dicerna oleh enzim katepsin di dalam lisosom, pemulihan ukuran uterus setelah kehamilan, proses fertiliasi, dimana bagian kepala sperma yang dinamakan akrosom, mengandung enzim hialuronidase untuk mencerna zona pelusida pada sel telur.

  • Pembentukan dan Macam-macam Lisosom

  1. Pembentukan Lisosom

Asal dan pembentukan lisosom telah dipelajari dengan sangat intensif. Dari berbagai hasil temuan, ada dua pendapat yang berkenaan dengan asal dan pembentukan lisosom, yaitu:

  1. Berbagai bukti telah ditemukan bahwa protein-protein hidrolitik dibentuk oleh ribosom yang terdapat pada retikulum endoplasma. Dari retikulum endoplasma kasar, selanjutnya protein tersebut ditranslokasikan menuju permukaan pembentukan badan golgi untuk diproses lebih lanjut. Setelah itu, protein-protein hidrolitik dikemas dan dibungkus dalam bentuk vesikula-vesikula untuk selanjutnya dilepaskan sebagai lisosom primer.
  2. Protein-protein hidrolitik dibentuk pada ribosom yang terdapat pada reticulum endoplasma kasar, selanjutnya ia dilepaskan dalam bentuk vesikula menuju daerah GERL (Golgi associated Endoplasmic Reticulum giving rise to Lisosom) yang berdekatan dengan daerah permukaan matang badan golgi. Dari GERL, selanjutnya dilepaskan vesiula-vesikula yang disebut lisosom primer .

Lisosom yang pertama dibentuk oleh sel dan belum terlibat dalam aktivitas pencernaan sel disebut lisosom primer. Sedangkan lisosom sekunder adalah lisosom yang merupakan hasil fusi berulang antara lisosom primer dengan berbagai substrat yang berbatas membran (Albert et al., 1983). Dengan demikian, lisosom sekunder telah terlibat dalam aktivitas pencernaan sel dan di dalam lumennya terdapat substrat dan enzim-enzim hidrolitik. Lisosom sekunder memiliki dua fungsi yang berbeda, yaitu:

  1. Heterolisosom, yaitu bila substrat yang dicerna berasal dari luar sel. Dengan demikian, heterolisosom dibentuk dari hasil fusi antara lisosom primer dengan fagosom atau endosom. Heterolisosom sering disebut sebagai vakuola pencerna. Albert et al. (1983) membagi heterolisosom menjadi dua tipe, yaitu:
  • Vakuola pencerna, yaitu hasil fusi antara fagosom (partikelpartikel yang difagositosis seperti bakteri) dengan lisosom primer.
  • Badan-badan multivesikula, yaitu hasil fusi antara beberapa endosom (substrat yang masuk secara endositosis dan bukan dalam bentuk partikel) dengan lisosom primer. Dengan demikian, badan-badan multivesikula merupakan kantung-kantung berbatas membran dimana di dalamnya mengandung banyak vesikulavesikula kecil dengan diameter berkisar 50 nm.
  1. Vakuola autofagi atau autolisosom, yaitu lisosom yang mengandung dan mungkin mencerna substrat-substrat intraseluler yang berbatas membran (sitosegresom), misalnya organel-organel intraseluler seperti mitokondria. Autolisosom dibentuk dari hasil fusi antara sitosegresom dengan lisosom primer.
  2. Macam – Macam Lisosom

Hasil pengamatan mikroskop electron menujukan bahwa bentuk dan ukuran lisosom sangat bervariasi. Meski demikian lisosom tetap dapat diintenfikasi sebagai salah satu organela sel .Lisosom di tinjau dari segi fisiologis terdiri dari dua katagori yaitu lisosom primer yang hanya berisi enzim – enzim hidrolase  terdapat satu lisosom sekunder yang selain berisi enzim hidrolase juga terdapat substrat yang sedang dicerna terdapat 3 macam yaitu :

  • Heterofagosom, merupakan gabungan antara lisosom primer dengan fagosom
  • Sitolisosom merupakan gabungan antara lisosom primer dengan autosom
  • Badan Residu, adalah vakuola yang berisi sisa materi yang tidak tercerna