Bentuk – Bentuk Badan Usaha Milik Negara

Bentuk – Bentuk Badan Usaha Milik Negara

Bentuk-Bentuk Badan Usaha Milik Negara

Bentuk Badan Usaha – Sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 17 tahun 1967, perusahaan negara digolongkan dalam tiga bentuk usaha negara, yaitu sebagai berikut.

Bentuk Badan Usaha
Bentuk Badan Usaha

a. Perusahaan Jawatan (Perjan) atau Departemen Agency Perjan adalah perusahaan negara yang modalnya setiap tahun ditetapkan dalam APBN, bagi departemen yang bersangkutan.

Bentuk Badan Usaha – Ciri-ciri Perjan antara lain: – pengabdian/pelayanan kepada masyarakat (public service), – sebagai bagian dari departemen/dirjen/direktorat/ pemerintah daerah, – dipimpin oleh seorang kepala, – memperoleh fasilitas negara, – pegawainya pegawai negeri, – pengawasan dilakukan baik secara hirarki maupun secara fungsional seperti bagian-bagian dari suatu departemen/ pemerintah daerah.

b. Perusahaan Umum (Perum) atau Public

Corporation Perum adalah perusahaan negara yang modal seluruhnya milik negara (berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan).

Bentuk Badan Usaha – Contoh: Perum Husada Bakti, Perum Pegadaian, Perum Pelayaran, dan sebagainya. Ciri-ciri Perum antara lain: – melayani kepentingan umum, – umumnya bergerak dibidang jasa vital (public utility), – dibenarkan memupuk keuntungan, – berstatus badan hukum, – mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta kebebasan bergerak seperti perusahaan swasta, – hubungan hukumnya diatur secara hubungan hukum perdata, – modal seluruhnya dimiliki oleh negara dan kekayaan negara yang dipisahkan, – dipimpin oleh seorang direksi, – pegawainya adalah pegawai perusahaan negara, – laporan tahunan perusahaan, disampaikan kepada pemerintah.

c. Perusahaan Perseroan (Persero) atau Public State

Bentuk Badan Usaha – Company Persero adalah perusahaan negara yang modalnya terdiri dari saham-saham yang dimiliki oleh pemerintah (seluruh atau sebagian besar), yang bergerak di bidang produksi dengan tujuan mencari laba. Contoh: PT Telkom, PT Pos Indonesia, PT Semen Gresik, PT BRI, dan PT Bank Mandiri. Ciri-ciri Persero antara lain: – memupuk keuntungan (profitability), – sebagai badan hukum perdata (yang berbentuk PT), – hubungan usahanya diatur menurut hukum perdata, – modal seluruhnya atau sebagian merupakan kekayaan negara yang dipisahkan (dimungkinkan joint dengan swasta nasional/asing), – tidak memiliki fasilitas-fasilitas negara, – dipimpin oleh seorang direksi, – status pegawainya sebagai pegawai perusahaan swasta, – peranan pemerintah sebagai pemegang saham.

Bentuk Badan Usaha

Badan Usaha Milik Daerah

Bentuk Badan Usaha – Perusahaan daerah adalah perusahaan yang modalnya berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan, baik yang didirikan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Perusahaan daerah bergerak di bidang usaha umum yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Contoh badan usaha yang dikelola oleh pemerintah daerah adalah PDAM, PD Sari Petojo Solo, PD Pasar Jaya Jakarta, Bank Jateng, Bank Jabar, Bank DKI, dan Bank Jatim.

Berdasarkan UU RI Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah, sektor-sektor yang dikelola daerah antara lain sebagai berikut. 1. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. 2. Perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang. 3. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. 4. Penyediaan sarana dan prasarana umum. 5. Penanganan bidang kesehatan. 6. Penyelenggaraan pendidikan. 7. Penanggulangan masalah sosial. 8. Pelayanan bidang ketenagakerjaan. 9. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah. 10. Pengendalian lingkungan hidup. 11. pelayanan pertahanan. 12. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. 13. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. 14. Pelayanan administrasi penanaman modal. 15. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. 16. Urusan wajib lain yang diamanatkan peraturan perundangundangan.

Penggabungan Badan Usaha

Penggabungan atau kombinasi badan usaha adalah kerja sama beberapa perusahaan atau badan usaha yang semula berdiri sendiri-sendiri. Dalam praktik sehari-hari, sering terjadi beberapa badan usaha yang pada mulanya berdiri sendiri bergabung menjadi satu. Gabungan ini ada yang bersifat kekal dan ada pula yang bersifat sementara.

Tugas

Sebutkan badan usaha-badan usaha di daerah tempat tinggalmu yang dikelola oleh pemerintah daerah!

Terima Kasih telah berkunjung di web kami !

Silahkan share jika perlu di share !

Tentang Pengertian BUMS Badan Usaha Milik Swasta

Tentang Pengertian BUMS Badan Usaha Milik Swasta

Tentang Pengertian BUMS Badan Usaha Milik Swasta

 Pengertian BUMS – Di Indonesia terdapat beragam jenis badan usaha swasta. kesemuanya mempunyai peranan yang cukup penting dalam perekonomian Indonesia.

 Pengertian BUMS
Pengertian BUMS

Badan usaha ini seluruh modalnya dimiliki oleh pihak swasta, baik secara perseorangan maupun persekutuan.

1. Bentuk-Bentuk Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Pengertian BUMS – Berdasarkan badan hukum yang dipilih, badan usaha milik swasta dapat dibedakan dalam bentuk badan usaha perseorangan, firma, persekutuan komanditer, perseroan terbatas, dan koperasi.

a. Badan Usaha Perseorangan Badan usaha perseorangan adalah suatu bentuk badan usaha yang hanya didirikan oleh satu orang, modalnya juga dari satu orang yang sekaligus yang memimpin dan bertanggung jawab atas segala pekerjaan dengan tujuan untuk mendapat laba.

Pengertian BUMS – Kebaikan badan usaha perseorangan antara lain:

1) organisasinya yang mudah (easy of organization), karena aktivitas relatif terbatas dan perusahaan relatif kecil, 2) kebebasan bergerak (freedom of action). Pemilik mempunyai kebebasan yang luas, karena setiap keputusannya merupakan kata terakhir, 3) keuntungan jatuh pada seorang (retention of all profits) 4) pajaknya rendah (low tales), 5) rahasia perusahaan lebih terjamin (secrecy), karena umumnya pengusaha sendiri yang menjalankan tugastugas penting, 6) ongkos organisasinya rendah (low organization cost), 7) dapat mengambil keputusan dengan cepat, karena tanpa menunggu persetujuan orang lain, 8) keuntungan yang besar akan menambah dorongan dan semangat bagi pimpinan.

Pengertian BUMS – Kekurangan badan usaha perseorangan: 1) tanggung jawab pimpinam tidak terbatas (unlimited liability), 2) besarnya modal terbatas (limitazian on capital) 3) kelangsungan hidup atau kontinuitas tidak terjamin (lack of continuity), 4) kecakapan pimpinan sangat terbatas, artinya bila pimpinan tidak cakap, maka perusahaan akan mengalami kemunduran, 5) kerugian akan ditanggung sendiri.

b. Badan Usaha Firma

Pengertian BUMS – Firma adalah persekutuan dua orang atau lebih untuk mendirikan dan menjalankan suatu perusahaan di bawah nama bersama, dan masing-masing sekutu atau anggota memiliki tanggung jawab yang sama terhadap perusahaan. Tanggung jawab sekutu tidak terbatas sehingga tidak ada pemisahan antara kekayaan perusahaan dengan kekayaan pribadi atau prive. Apabila perusahaan menderita kerugian, maka seluruh kekayaan pribadinya dapat dijaminkan untuk menutup kerugian firma.

Pengertian BUMS – Kebaikan Firma di antaranya: 1) kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi, 2) pengelolaan perusahaan dapat dibagi-bagi sesuai dengan keahlian masing-masing sekutu, 3) setiap risiko dipikul bersama-sama sehingga dirasakan tidak terlalu berat, 4) keputusan yang diambil lebih baik karena berdasarkan pertimbangan lebih dari seorang, 5) kemampuan untuk mencari kredit lebih besar, karena lebih dipercaya pihak ketiga (bank).

Pengertian BUMS – Adapun kekurangan firma antara lain: 1) terdapat kemungkinan timbulnya perselisihan paham di antara para pemilik atau pendiri, 2) keputusan yang diambil kurang cepat, karena harus menunggu musyawarah, 3) akibat tindakan seorang anggota, akan menyebabkan terlibatnya anggota yang lain, 4) perusahaan dikatakan bubar apabila salah seorang anggota mengundurkan diri atau meninggal dunia. Hal yang penting dalam firma adalah pembagian laba atau rugi, sebagai penjelasan dari tanggung jawab masing-masing sekutu. Pembagian laba atau rugi firma sesuai dengan perjanjian dalam akta pendirian.

c. Badan Usaha Persekutuan

Komanditer Persekutuan komanditer atau CV (Commanditaire Venootschap) adalah persekutuan dua orang atau lebih untuk mendirikan usaha di mana satu atau beberapa orang sebagai sekutu yang hanya menyerahkan modal dan sekutu lainnya yang menjalankan perusahaan. Jadi, dalam persekutuan komanditer dikenal dua sekutu, yaitu: 1) sekutu aktif atau sekutu bekerja /sekutu komplementer, yaitu sekutu yang berhak memimpin perusahaan 2) sekutu pasif atau sekutu tidak bekerja/sekutu komanditer (sleeping partner) yaitu sekutu yang hanya menyerahkan modalnya saja. Sebenarnya persekutuan komanditer dengan firma hampir sama, sehingga kebaikan dan kekurangan firma juga berlaku untuk persekutuan komanditer, kebaikan yang lain yaitu modal CV menjadi lebih besar, sedang kekurangannya sekutu komanditer seolah-olah hanya memercayakan modalnya kepada sekutu pengusaha.

d. Badan Usaha Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu persekutuan yang memperoleh modal dengan mengeluarkan sero atau saham, di mana setiap orang dapat memiliki satu atau lebih saham, serta bertanggung jawab sebesar modal yang diserahkan. Mendirikan PT harus dengan akta notaris dan izin (persetujuan dari menteri kehakiman), serta diumumkan dalam berita negara (Lembaran Berita Negara), sehingga PT berbentuk badan hukum.

Dalam akta pendiriannya harus memuat: 1) nama PT dan tujuannya tidak bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban umum, 2) nama-nama pendiri PT serta alamatnya, 3) tempat kedudukan PT, 4) jumlah modal PT, 5) anggaran dasar PT. Modal yang disebutkan dalam anggaran dasar terdiri atas: 1) modal statuter, yaitu modal yang tecantum dalam neraca PT, 2) modal yang ditempatkan, yaitu sebanyak 20% dari modal statuter harus sudah terjual, 3) modal yang disetor, yaitu modal yang harus disetor ke kas PT, minimal 10% dan modal statuter.

Dalam perseroan terbatas terdapat tiga badan yang menentukan kelangsungan hidup PT, yaitu: 1) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mempunyai kekuasaan tertinggi dalam PT. RUPS berhak memilih dan mengangkat serta menetapkan gaji direksi maupun dewan komisaris. 2) Direksi (direktur utama) adalah seseorang yang memimpin dan bertanggung jawab atas jalannya PT. 3) Dewan komisaris adalah orang-orang yang dipilih para pesero (biasanya pesero yang memiliki sero terbanyak). Tugas komisaris adalah mengawasi dan memberikan nasihat kepada direksi.

Kebaikan Perseroan Terbatas, antara lain: – tanggung jawab pesero terbatas, – kebutuhan akan pengembangan modal mudah dipenuhi, – kontinuitas kehidupan PT lebih terjamin, – lebih dipercaya pihak ketiga dalam hal kredit, – efisiensi dibidang kepemimpinan, – lebih mampu memperhatikan nasib buruh dan karyawan. Sementara itu, kelemahan Perseroan Terbatas antara lain: – perhatian pesero terhadap PT kurang, – biaya dalam PT lebih besar (biaya pendirian, biaya organisasi, dan biaya pajak perseroan), – memimpin PT lebih sulit daripada perusahaan bentuk lain.

e. Badan Usaha Koperasi

Sesuai dengan UU nomor 25 tahun 1992 Bab I Pasal 1 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasar atas azas kekeluargaan. Sementara itu, tujuan koperasi yaitu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam Bab III Pasal 4, disebutkan fungsi dan peran koperasi antara lain sebagai berikut. 1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. 2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat dan manusia. 3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya. 4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Adapun ciri-ciri koperasi dapat dibedakan berdasarkan kepemilikannya, fungsinya, dan permodalannya.

1) Berdasarkan kepemilikannya, koperasi mempunyai ciriciri sebagai berikut. a) Koperasi adalah milik orang seorang dan badan hukum koperasi. b) Kewenangan dan kebijakan koperasi ditetapkan oleh anggota melalui rapat anggota. c) Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam tata kehidupan koperasi. d) Pengelolaan koperasi dan usahanya sehari-hari merupakan tanggung jawab pengurus. e) Semua kewajiban dan risiko yang terjadi menjadi tanggung jawab para anggota. f) Mempunyai perangkat organisasi yang terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas.

2) Berdasarkan fungsinya, koperasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a) Sebagai salah satu lembaga perekonomian masyarakat. b) Sebagai tulang punggung perekonomian negara. c) Sebagai dinamisator dan stabilisator perekonomian masyarakat dan negara. d) Sebagai lembaga produktif untuk memberikan pelayanan kepada anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.e) Sebagai lembaga ekonomi untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam masyarakat. f) Sebagai partner kerja pemerintah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan di bidang ekonomi dan koperasi. 3) Berdasarkan permodalannya,

koperasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a) Modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. 1) Modal sendiri koperasi berasal dari: – simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya yang wajib dibayarkan oleh anggota pada saat masuk menjadi anggota koperasi, – simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama, yang wajib dibayarkan oleh anggota dalam waktu dan kesempatan tertentu, – dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan SHU, dengan tujuan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan, – hibah atau modal sumbangan adalah sejumlah uang atau barang modal yanmg dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah dan tidak mengikat. 2) Modal pinjaman dapat berasal dari – anggota, – koperasi lainnya dan atau anggotanya, – bank dan lembaga keuangan lainnya, – penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, – sumber lainnya yang sah.

 

Pengertian Tentang Badan Usaha dan Perusahaan

Pengertian Tentang Badan Usaha dan Perusahaan

Pengertian Tentang Badan Usaha dan Perusahaan

Badan Usaha dan Perusahaan

Pengertian Badan Usaha

Badan Usaha dan Perusahaan – Kebanyakan orang berpendapat bahwa pengertian badan usaha dan perusahaan tidak terdapat perbedaan. Hal ini didasarkan dari proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan, di mana dari proses produksi tersebut akan dihasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang akan dipasarkan atau dijual dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Sementara itu, kegiatan badan usaha mempunyai tujuan untuk menghasilkan laba atau keuntungan. Oleh karenanya, pengertian antara perusahaan dengan badan usaha seringkali disamakan.

Badan Usaha dan Perusahaan

Badan Usaha dan Perusahaan
Badan Usaha dan Perusahaan

Badan Usaha dan Perusahaan – Untuk lebih jelasnya, pengertian badan usaha dan perusahaan dapat dikemukakan sebagai berikut.

1. Badan usaha adalah suatu kesatuan yiuridis ekonomis yang mendirikan usaha untuk mencari keuntungan. Kesatuan yuridis ekonomis itu terdiri atas seorang atau sekelompok orang yang berorganisasi (bekerja sama) dalam bidang ekonomi yang bertujuan mencari keuntungan dengan mendirikan suatu perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa secara efektif dan efisien.

Badan Usaha dan Perusahaan – Ciri-ciri badan usaha antara lain: a. bertujuan mencari keuntungan, b. menggunakan modal dan tenaga kerja, c. aktivitas operasional perusahaan di bawah pimpinan seorang usahawan. 2. Perusahaan adalah suatu kesatuan teknis dan tempat proses produksi barang dan jasa secara efektif dan efisien. Dengan demikian, dalam perusahaan digunakan tenaga-tenaga dan mesin-mesin serta ongkos-ongkos yang rasional untuk menghasilkan barang sebanyak-banyaknya .

Perbedaan Badan Usaha dengan Perusahaan

Badan Usaha

Badan Usaha dan Perusahaan

1. Merupakan kesatuan yuridis formal. 2. Bertujuan mencari laba dan keuntungan. 3. Bersifat resmi dan formal, serta harus memenuhi syarat-syarat tertentu. 4. Bersifat abstrak, hanya dapat dilihat dari akta pendirian.

Perusahaan 

1. Merupakan kesatuan teknis produksi. 2. Bertujuan menghasilkan barang dan jasa. 3. Tidak selalu bersifat resmi atau formal. 4. Bersifat konkret atau nyata, seperti pabrik, toko, dan bengkel.

Fungsi Badan

Usaha Fungsi badan usaha mengandung arti peranan badan usaha dalam melakukan kegiatan agar dapat memberikan suatu manfaat, baik manfaat bagi badan usaha yang bersangkutan atau dalam rangka mencari keuntungan, maupun bermanfaat bagi orang lain atau masyarakat dalam rangka mengonsumsi barang sehingga tercapai kepuasan. Fungsi badan usaha dalam melaksanakan kegiatannya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Fungsi Manajemen Fungsi ini meliputi tugas-tugas yang harus dimiliki oleh seorang pimpinan untuk menjalankan kegiatan-kegiatan dalam suatu badan usaha. Fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengarahan, serta pengoordinasian dan pengawasan.

2. Fungsi Operasional Fungsi operasional berupa pelaksanaan atas suatu kegiatan badan usaha dalam rangka menghasilkan keuntungan atau laba. Fungsi operasional meliputi bidang produksi, bidang pembelanjaan, bidang personalia, bidang administrasi, dan bidang pemasaran.

Jenis-Jenis Badan Usaha

Secara garis besar, jenis-jenis badan usaha dapat digolongkan berdasarkan lapangan usaha dan kepemilikan modal. Nah, sekarang simaklah uraiannya masing-masing dalam pembahasan berikut ini.

1. Berdasarkan Lapangan Usaha

Badan usaha ditinjau dari lapangan usahanya dapat digolongkan menjadi lima jenis, yaitu yang bergerak di bidang ekstraktif, industri, agraris, perdagangan, dan jasa.

a. Badan usaha ekstraktif adalah badan usaha yang kegiatannya mengambil hasil alam secara langsung, sehingga menimbulkan manfaat tertentu. Contohnya pertambangan, perikanan laut, penebangan kayu, dan pendulangan emas atau intan.

b. Badan usaha agraris adalah badan usaha yang kegiatannya mengolah alam sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih banyak.

Contohnya pertanian, perikanan darat, peternakan, dan perkebunan.

c. Badan usaha industri adalah badan usaha yang kegiatannya mengolah dari bahan mentah menjadi barang jadi yang siap untuk dikonsumsi. Contohnya: perusahaan tekstil, industri logam, kerajinan tangan, dan sebagainya.

d. Badan usaha perdagangan adalah badan usaha yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen, atau kegiatan atau jual beli. Contohnya grosir, pedagang eceran, supermarket, perusahaan ekspor impor, dan sebagainya.

e. Badan usaha jasa adalah badan usaha yang kegiatannya bergerak dalam bidang pelayanan jasa tertentu kepada konsumen. Contoh: salon, dokter, bengkel, notaris, asuransi, bank, dan akuntan.

2. Berdasarkan Kepemilikan Modal

Ditinjau dari kepemilikan modal, badan usaha dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut. a. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh swasta, dapat berbentuk perseorangan maupun persekutuan. Contoh: firma, persekutuan komanditer, perseroan terbatas, koperasi, dan sebagainya. b. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya milik negara, yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN bergerak di sektor-sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak. Contoh: perjan, perum, dan persero. c. Badan usaha campuran adalah badan usaha yang modalnya sebagian milik pemerintah dan sebagian milik swasta. Contohnya Persero di mana modal yang dimiliki oleh badan usaha ini adalah 51% atau lebih dimiliki pemerintah dan paling banyak 49% dimiliki oleh swasta atau investor. Contoh lain adalah PT Telkom, PT Angkasa Pura, dan PT BNI. d. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pemerintah daerah. Contoh: Bank Jateng, Bank Jabar, dan PDAM.