Pengertian Media Belajar dan Sumber Belajar

Pengertian Media Belajar dan Sumber Belajar

Pengertian Media Belajar dan Sumber Belajar

Media Belajar
Media Belajar

Media Belajar

A. Media Pembelajaran Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat, secara umum dapat membantu : 1. Memperjelas penyajian bahan ajar agar tidak verbalistik 2. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu serta daya indra siswa 3. Mengatasi sikap pasif siswa dalam belajar 4. Mengatasi dan mengakomodasi perbedaan individual siswa.

Media Belajar

B. Sumber Belajar Sumber belajar yang paling kongkrit yang tersedia di sekolah untuk difungsikan daolam proses pembelajaran adalah koleksi perpustakaan tujuan, fungsi dan peran perpustakaan di sekolah adalah membantu, memperkaya dan sekaligus sebagai tempat belajar-mengajar. Perpustakaan sebagai unit layanan pendidikan yang berisi jumlah khasanah informasi terpilih, berfungsi sebagai pusat informasi dan sumber belajar-mengajar.

Media Belajar –  Secara finansial memang untuk memiliki koleksi perpustakaan yang baik dan memadai memrlukan biaya yang cukup besar. Namun demikian berfungsi atau tidaknya perpustakaan dalam proses pembalajaran yang lebih utama adalah sejauh mana sumber infiormasi ini disertakan secara integratif dengan proses pembelajaran di kelas. Tidak ada artinya perpustakaan yang memiliki koleksi yang cukup banyak dan lengkap apabila tidak dimanfaatkan dengan baik.

Media Belajar – Adapun jenis-jenis sumber balajar yang perlu diketahui dan dimanfaatakan dalam proses pembelajaran adalah : buku-buku pelajaran, kamus ensiklopedia, majalah, surat kabar, buku-buku bacaan, media pandang dengar, dan sebagainya. Agar sumber belajar di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal, guru-guru dituntut untuk memahami esensi tentang rentangan, karakteristik dan kegunaan masing-masing bahwa setiap jenis dan format sumber belajar mempunyai karakteristik dan kegunaan masing-masing yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Konsultasi dan kerjasama dengan pustakawan sekolah akan sangat membantu implementasi pendayagunaan sumber belajar.

Media Belajar – Membiasakan siswa untuk senantiasa berhubungan langsung dengan sumber belajar selain dapat membantu meningkatkan kulitas pembelajaran, juga akan melatih kebiasaan belajar siswa yang positif dengan gaya dan kecepatan belajar siswa yang sangat beragam melalui penggunaan sumber belajar secara tepat akan sangat membantu mendalami materi pembelajaran, yang akhirnya berpengaruh terhadap prestasi belajar. Namun demikian sumber belajar tidak hanya terdiri dari sumbersumber informasi yang tersedia di perpustakaan sebagaimana halnya dengan media pembelajaran, sumber belajar pun banyak teresdia di sekeliling kita. Orang, benda, hewan, realita kehidupan, organisasi kemasyarakatan, merupakan contoh-contoh sumber belajar yang dapat dimanfaatkan.

Media Belajar

C. Penggunaan Media Pembelajaran dan Sumber Belajar Secara strategis, proses pemberdayaan media pembelajaran dan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas dapat diimplementasikan ke dalam beberapa kategori / pendekatan sebagai berikut :

A. Di awal proses pembelajaran, dengan maksud untuk meningkatkan minat, intensitas perhatian dan motivasi belajar para siswa. Pendekatan seperti ini dapat membantu dan mempermudah upaya guru untuk memusatkan perhatian para siswa terhadap materi pelajaran yang akan disajikan. B. Di dalam proses pembalajaran yang sedang berlangsung yang dikombinasikan secara fungsional, proporsional dengan penjelasan yang sedang disampaikan oleh guru.

Media Belajar – Di dalam fase kegiata ini, penyajiam media pembelajaran dapat merangsang para siswa untuk lebih mendalami materi pelajaran yang disajikan dan mendorong siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menarik makna dari bahan ajar, dan memunculkan ide dan proses kreatif para siswa. C. Di akhir proses pembelajaran dengan maksud untuk memberi kesempatan dan peluang kepada para siswa untuk mengkaji dan menelaah kembali serta memperdalam secara lebih leluasa materi pelajaran yang baru disajikan di kelas. D. Di luar proses pembalajaran yang berbentuk tatap muka di dalam kelas. Kegiatan ini lebih dikenal dengan proses “Independent Studi”. Para siswa baik secara perorangan dan ataupun kelompok (kecil) melalui tugas berstruktur dan mandiri yang ditugaskan olah guru perlu diberi kelaluasaan yang sebesar-besarnya untuk “Bermain” dan berkomunikasi, baik dengan media pembelajaran maupun dengan berbagai format sumber belajar. E. Berbagai kegiatan atas dasar inisiatif siswa sendiri baik perorangan maupun dalam bentuk kelompok. Kegiatan seperti ini tidak harus terkait langsung dengan program pembelajaran di kelas. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong kebiasaan siswa dalam membaca dan belajar.

Untuk bisa memberdayakan media pembelajaran dan sumber belajar secara efektif dan efisien, guru tidak mungkin untuk melaksanakannya secara sendiri-sendiri. Kerjasama fungsiuonal dengan tenaga kependidikan lainnya, seperti : Pustakawan, terkhnisi. Laboratorium (laboran), pembimbing pramuka, guru bimbingan dan konseling, sangat diperlukan. Untuk terealisirnya kerjasama ini perlu dikoordinasikan dan diprogramkan secara kelembagaan sebagai suatu kebijakan sekolah. Beberapa hal yang perlu ditekankan dalam program kerjasama antar tenaga kependidikan melalui koordinasi kelembagaan di bawah pimpinan kepala sekolah adalah : 1. Kepala sekolah senantiasa mengagendakan rapat akademis secara periodik yang melibatkan seluruh tenaga kependidikan di sekolah yang bersangkutan. 2. Guru menginformasikan kebutuhan kerjasama dan bantuan dari tenaga kependidikan lain dalam memperkuat, memlihara dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang sedang/akan dijalankan. 3. Program kerjasama yang telah disepakati yang harus dilakukan dan menjadi tanggung jawab fungsional masing-masing tenaga kependidikan. Kerjasama ini harus diikuti oleh proses monitoring, pengawasan dan evaluasi bersama secara proporsional. 4. Menginformasikan kesepakatan kerjasama tersebut kepada para siswa sehingga mampum mendorong mereka untuk melakukan kegiatan belajar lebih produktif dengan memanfaatkan layanan pendidikan yang tersedia di sekolah. 5. Koordinasi dan monitoring yang periodik dilakukan oleh kepala sekolah dalam konteks efisiensi dan efektifitas kerja untuk dapat ditemukan dan diatasi berbagai permasalahan yang menghambat program peningkatan kualitas pendidikan yang ditetapkan.

D. Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. 1. Pengertian a. Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang ada pada lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan bagian integral dari sekolah yang bersangkutan yang merupakan sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan (Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Perputakaan Nasional tahun 2007). b. Pusat sumber belajar adalah : pengorgansasian kegiatan meliputi pendayagunaan tenaga dan peralatan, khusunya pasilitas untuk memproduksi bahan-bahan media, perlengkapan dan persentasi instruksional dan pengembang yang berkaitan dengan kurikulum dan pengajaran. (Merill dan Drob) 2. Tujuan Mendukung proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. 3. Fungsi a. Fungsi pendidikan b. Fungsi informasi c. Fungsi pembentukan watak dan rekreasi d. Fungsi penelitian sederhana 4. Komponen Perpustakaan sekolah.

2. Sarana gedung / ruang perpustakaan, meliputi : a) Tempat penyimpanan bahan pustaka b) Tempat aksitifitas layanan c) Tempat bekerja petugas perpustakaan dengan tata ruang, dekorasi penerangan yang memadai, dengan ukuran minmal 12 m2 . perabotan dan perlengkapan seperti meja sirkulasi/peminjaman, rak penitipan /loker, rak buku, rak majalah, rak surat kabar, meja baca dan kursi, meja belajar (studi carrel), lemari katalog, rak atlas, rak kamus, display, papan pengumuman dan meubeleir lainnya. 3. Koleksi a) Buku pelajaran pokok sekolah yang bersangkutan semua mata pelajaran. b) Buku pelajaran pelengkap yang digunakan di sekolah. c) Buku bacaan yang mendukung semua mata pelajaran dan bacaan yang dapat memberikan hiburan sehat d) Buku sumber/referensi/rujukan e) Buku pegangan guru f) Buku untuk pengembangan guru g) Buku penunjang administrasi perkantoran minimal 1000 jumlah 2500 eksmplar dengan komposisi 70 % pengetahuan/non fiksi, 30% fiksi. 4. Tenaga Tenaga pengelola perpustakaan sekolah diharapkan memliki kompetensi dalam mengelola perpustakaan dan memiliki minat di bidang perpustakaan, kepedulian yang tinggi. Pribadi yang baik, berpengetahuan luas, kemampuan berkomunikasi, inisiatif dan kreatif, peka terhadap perkembangan IPTEK. 5. Pengguna Perpustakaan Pengguna perpustakaan sekolah terdiri dari guru, siswa, karyawan sekolah, alumni, orang tua siswa, masyarakat lingkunga sekitarnya dan pihak lain yang terkait. 6. Layanan Perpustakaan a) Jenis Layanan : – Layanan Sirkulasi (peminjaman) Merupakan layanan peminjaman dan pengembalian koleksi yang dibaca di tempat ataupun dibawa pulang, seingga pemakai lebih leluasa dalam membaca sesuai kesempatan yang ada. – Layanan Membaca di Perpustakaan Layanan mem baca ini adalah layanan perpustakaan kepada pengguna perpustakaan dengan menyediakan ruang khusus untuk membaca/belajar yang dilengkapi dengan meja dan kursi baca. – Layanan Rujukan/Referensi Merupakan layanan kepada pengguna perpustakaan untuk menemukan informasi secara tepat, bersumber pada koleksi rujukan. – Layanan Internet Merupakan layanan kepada pengguna perpustakaan untuk menemukan informasi secara cepat, tepat, dan akurat melalui internet. – Layanan Fotocopy Merupakan layanan kepada pengguna perpustakaan untuk memfotocopy bahan-bahan dari koleksi perpustakaan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. b) Waktu Layanan Waktu layanan diusahakan agar dapat memenuhi kebutuhan siswa. Keperluan siswa di perpustakaan, tidak cukup hanya pada jam istirahat karena yang bersangkutan pada waktu istirahat banyak keperluan lain (makan, minum, sembahyang, dan lain-lain), perlu ada kesempatan lain di luar jam istirahat. – Sekolah yang jam belajarnya dari pagi sampai sore, siswa dapat ke perpustakaan sebelum atau sesudah masuk kelas. – Sekolah yang jam belajarnya dari pagi sampai siang, perlu ada jam khusus sesudah jam belajar (1 jam – 2 jam). – Ada jadwal khusus siswa berkunjung ke perpustakaan (1 jam – 2 jam dalam 1 minggu). 7. Anggaran Anggaran perpustakaan sekolah seharusnya dimasukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belajna Sekolah (RAPBS), sehingga mempunyai anggaran tetap untuk biaya opersional  perpustakaan, bisa juga dialokasikan dari APBN, APBD maupun swadaya. 5. Peran perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar. 1. Perpustakaan sebagai jantung suatu lembaga pendidikan yang memiliki kekuatan dan kemampuan yang langsung mempengaruhi hasil pendidikan serta menentukan masa depan pendidikan itu sendiri. 2. Perpustakaan serta pusat kegiatan belajar mengajar, sehingga mutu perpustakaan menentukan mutu pendidikan di suatu lembaga pendidikan. 3. Perpustakaan dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk memperluas dan menghidupkan pembelajaran. 4. Mendorong pengguna cara-cara belajar akademis dan kewajibankewajiban institusional lainnya. 5. Memberikan pelayanan-pelayanan dalam perencanaaan produksi, operasional, dan tindakan lanjutan untuk pengembangan sistem intruksional. 6. Hal-hal Yang Mendukung Terhadap Peningkatan dan Pengembangan Perpustakaan Sekolah. 1. Faktor Internal a. Adanya kebijakan yang jelas dari kepala sekolah. b. Adanya pengelola perpustakaan sekolah secara khusus (bisa guru bidang studi yang telah mengikuti pelatihan perpustakaan) c. Adanya koleksi (di luar buku paket ) penunjang/suplemen, buku wajib. d. Adanya comitmen bersama antara guru-guru untuk sama-sama melakukan/melibatkan pemberdayaan perpustakaan sekolah dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. e. Adanya pembinaan secara insentif terutama terhadap siswa tentang pentingnya perpustakaan sekolah, antara lain bisa dilakukan melalui Organisasi Intra Sekolah (OSIS) yang diprakarsai oleh urusan kesiswaan. f. Pada saat orientasi sekolah bagi siswa baru, alokasikan waktu untuk study tour/berkunjung ke Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota atau jenis-jenis perpustakaan lain yang dianggap representatif untuk pengenalan dunia perpustakaan terhadap siswa.

g. Adanya apresiasi terhadap siswa yang aktif ke perpustakaan. h. Adanya gerakan peningkatan minat baca, misalnya melalui lomba-lomba, pemeran, dan lain sebagainya. 2. Faktor Eksternal a. Adanya dukungan dari Dinas Pendidikan Propinsi/Kabupaten/Kota terhadap eksistensi perpustakaan sekolah, seperti : alokasi dana khusus untuk perpustakaan sekolah (meliputi sarana dan prasarana). b. Adanya dukungan serta partisipasi aktif dari dewan sekolah maupun masyarakat. c. Dapat melakukan terobosan-terobosan dengan pihak terkait pemerintah maupun swasta yang konsen terhadap perpustakaan sekolah. 7. Kendala-kendala Yang Dihadapi 1. Faktor Internal a. Pada umunya masih ditemui para kepala sekolah yang belum memprioritaskan terhadap perpustakaan sekolah, bahkan ada di beberapa sekolah yang sudah memiliki perpustakaan digunkan untuk ruang belajar atau ada perpustakaan sekolah menjadi gudang buku yang tidak digunakan. b. Belum diangkatnya fungsional pustakawan sekolah/lulusan jurusan perpustakaan. c. Belum adanya penghargaan terhadap jam perpustakaan yang dilakukan guru bidang studi/merangkap guru pustakawan sebagaimana layaknya guru kelas/guru piket/guru BK. d. Belum teralokasinya jam kunjung perpustakaan secara memadai. e. Guru perpustakaan cenderung guru yanmg “kurang dipakai” atau bila siswa dihukum dikarantina diperpustakaan. f. Penataan perpustakaan yang kaku “kurang enjoy” untuk dikunjungi. g. Belum terciptanya kerjasama yang baik antara kepala sekolah, guru bidang studi, guru pustakawan dan siswa. h. Belum terselenggaranya pemasyarakatan perpustakaan sekolah di lingkungan sekolah.

2. Fakor Eksternal a. Tingkat kepedulian pihak-pihak terkait dalam pembinaan minat baca masih terbatas. b. Jaringan kerjasama antar perpustakaan sekolah masih terbatas bahkan cenderung tidak ada. c. Penulisan dan penerbitan belum banyak berpartisipasi dalam pembinaan minat baca di sekolah. d. Apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan masih rendah

 

Belajar Bersyukur dari Kisah Sepuluh Orang  Kusta

Belajar Bersyukur dari Kisah Sepuluh Orang Kusta

Belajar Bersyukur dari Kisah Sepuluh Orang Kusta

Belajar Bersyukur dari Kisah Sepuluh Orang Kusta

Belajar Bersyukur dari Kisah
Belajar Bersyukur dari Kisah

Kisah berikut mengajak kita untuk mampu merefleksikan pentingnya bersyukur dalam hidup. Baca dalam hati, resapkan, dan temukan makna kisahnya.

Coba perhatikan teks tersebut dengan cermat, lalu telusuri beberapa hal berikut!

Kesepuluh Orang Kusta (Luk 17: 11-19) 11Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” 14Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imamimam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. 15Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,16lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” 19Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

a. Apa yang seharusnya mendorong kesepuluh orang kusta tersebut untuk kembali dan memuliakan Allah? ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

b. Perhatikan ayat 16 ! Dikatakan bahwa yang datang kembali untuk bersyukur itu adalah orang Samaria. Carilah dalam kamus Alkitab keterangan tentang siapa orang Samaria itu di mata orang –orang beragama Yahudi pada zaman Yesus? ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

c. Setelah memahami makna “orang Samaria”, apa kesimpulanmu tentang ayat itu? ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

Berbagai Cara Mengungkapkan dan Mewujudkan Syukur Di atas sudah dijelaskan, bahwa rasa syukur dapat diungkapkan melalui ibadah dan diwujudkan dalam tindakan. Diskusikan dengan teman-temanmu beberapa hal berikut!

1. Rasa syukur dapat diwujudkan dalam bentuk ibadah atau doa. Kapan sebaiknya kita berdoa? Apa yang seharusnya mendorong kita berdoa? ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

2. Rasa syukur dapat diwujudkan dalam tindakan nyata sebagai tanggapan atas kebaikan Allah. Tuliskan contoh tindakan tersebut! ………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………

4.Refleksi dan Aksi

Duduk dalam keadaan hening sambil menuliskan hal-hal dalam hidupmu selama satu tahun ini yang dirasa patut disyukuri. Mungkin berupa kekaguman tentang apa yang ada dalam dirimu, atau berbagai pengalaman yang berkesan, menyenangkan atau menyedihkan, mungkin tentang apa yang pernah kalian lihat, dan sebagainya Jika sudah selesai susunlah menjadi sebuah Litani Syukur Kemudian tuliskan pula dua tindakan aksi nyata yang akan dilakukan sebagai wujud syukur. Contoh Litani syukur: Engkau telah memberiku seorang ibu yang sabar dan peduli, syukur bagiMu ya Allah Engkau telah mengaruniakan kepintaran, syukur bagiMu ya Allah

Doa Litani Syukur (Cuplikan dari Puji Syukur No. 154) Allah yang Maha Pengasih dan penyayang, kami bersyukur kepada-Mu, karena karya-karya-Mu yang agung di tengah kami. Syukur karena sifat-sifat Allah Engkau maha agung S y u k u r kepada-Mu Engkau maha kudus S y u k u r kepada-Mu Engkau maha baik S y u k u r kepada-Mu Syukur karena alam semesta, Kami bersyukur kepada-Mu karena langit dan bumi S y u k u r kepada-Mu Karena matahari, bulan dan bintang S y u k u r kepada-Mu Karena hujan dan embun S y u k u r kepada-Mu Karena hawa sejuk dan dingin S y u k u r kepada-Mu Syukur karena jemaat dan pelayanannya Kami bersyukur karena keguyuban jemaat S y u k u r kepada-Mu Karena para pewarta Injil S y u k u r kepada-Mu Karena para Imam S y u k u r kepada-Mu Syukur karena kelurga, Kamu bersyukur kepada-Mu Karena orang tua S y u k u r kepada-Mu Karena sanak saudara S y u k u r kepada-Mu Karena sahabat dan handai taulan S y u k u r kepada-Mu

Syukur karena aneka pengalaman, Kami bersyukur kepada-Mu Karena keberhasilan S y u k u r kepada-Mu Karena kegagalan S y u k u r kepada-Mu Karena suka dan duka S y u k u r kepada-Mu Syukur karena sejarah keselamatan, Kami bersyukur kepada-Mu Karena Engkau telah menciptakan kami S y u k u r kepada-Mu Karena telah memelihara kami S y u k u r kepada-Mu Karena telah menyelamatkan kami S y u k u r kepada-Mu Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan Sepanjang segala abad. Amin.

Aku Diciptakan sebagai Perempuan atau Laki-laki

Tak ada seorang manusia pun tercipta atas kemauannya sendiri. Jika kalian adalah perempuan atau laki-laki, itu semua bukan kemauan sendiri, mungkin keinginan orang tua, tetapi yang paling utama karena memang Tuhan menciptakan dan menghendaki kalian terlahir sebagai perempuan atau laki-laki. Sesungguhnya kehidupan manusia bukan soal apakah dia perempuan atau laki-laki. Di hadapan Allah, perempuan atau laki-laki sama dikasihiNya, karena Dialah yang menciptakannya. Mari kita pikirkan apa maksud dan panggilan Tuhan menciptakan kita sebagai perempuan atau laki-laki ? Untuk mengantar kita agar memiliki rasa bangga menjadi perempuan atau laki-laki, dalam Bab ini akan dibahas tiga topik sebagai berikut. A. Aku bangga sebagai perempuan atau laki-laki B. Kesederajatan perempuan dan laki-laki C. Panggilan sebagai perempuan atau laki-laki

Aku Bangga sebagai Perempuan atau Laki-laki

Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa saat ini kamu seorang perempuan atau laki-laki. Kamu tidak lagi dapat meminta kepada siapapun, termasuk kepada kedua orang tuamu, untuk dilahirkan kembali dalam keadaan yang lain. Kenyataan ini bukan semata-mata takdir, melainkan anugerah dan kasih Allah bagi dirimu. Anugerah dan kasih itu adalah bahwa kamu telah ditetapkan sejak semula olehNya untuk menjadi seorang perempuan atau laki-laki, dan telah diciptakan Allah dengan sangat baik adanya dan sangat indah. Masing-masing kamu mempunyai kekhasan dan kekhususan yang tidak dimiliki orang yang lain. Maka patutlah kamu merasa bangga dengan dirimu. Allah memang luar biasa. Doa Allah, Bapa Maha Pencipta, kami bersyukur karena Engkau telah menciptakan kami perempuan dan laki-laki seturut citra-Mu, dan Engkau mengaruniakan kepada kami masing-masing dengan keindahan dan kekhasan, supaya saling mengagumi dan saling memperkembangkan, demi keluhuran ciptaan-Mu dan demi kemuliaan nama-Mu. Amin.

1. Perempuan dan Laki-laki Berbeda tetapi Saling Membutuhkan dan Saling Melengkapi Apa jadinya jika di dunia ini hanya ada manusia perempuan saja, atau hanya ada manusia laki-laki saja. Tetapi kenyataan yang tidak dapat disangkal adalah bahwa sejak semula Allah telah menciptakan manusia baik perempuan maupun laki-laki. Apakah masing-masing pribadi perempuan dan laki-laki itu menempatkan diri secara benar dalam berelasi satu sama lain?

Untuk memahami hal tersebut, cobalah simak cerita berikut!

Tuhan Menciptakan Pria dan Wanita

Sebuah cerita rakyat mengisahkan bahwa manusia pria dan wanita pertama diciptakan Tuhan dari sebatang pohon, pohon kehidupan. Menurut cerita itu dikisahkan bahwa pada suatu hari, ketika matahari sedang terik-teriknya, badai bertiup kencang, sungai-sungai dan lautan bergemuruh, Tuhan menebang sebatang pohon dan dari batang pohon itu Tuhan memahat dan mengukir sosok tubuh manusia lakilaki sesuai gambaran yang berada pada pikiran dan hatinya. Tuhan bekerja keras untuk memahat dan mengukir bakal sosok tubuh lakilaki itu karena sebatang pohon itu banyak urat dan mata kayunya. Sesudah selesai memahat dan mengukir bakal sosok tubuh laki-laki itu, Allah meniupkan nafas-Nya ke dalam hidung patung kayu itu, maka terciptalah manusia laki-laki yang pertama, kuat, kokoh, tegap dan perkasa.

Sesudah itu Tuhan melihat bahwa tidak baik hanya menciptakan manusia sejenis, laki-laki saja. Maka Tuhan menciptakan manusia yang lain, yaitu manusia wanita, supaya keduanya dapat saling melengkapi. Ketika hendak menciptakan manusia wanita, Tuhan tidak menciptakan wanita dari batang pohon, tetapi dari daun-daun dan bunga-bunga pohon yang dipakai saat menciptakan laki-laki. Tuhan merangkai daun-daun dan bunga-bunga itu menjadi sebuah janur yang menyerupai sosok wanita sesuai dengan gambaran yang berada dalam pikiran dan hatinya.

Lalu Tuhan meniupkan napas kehidupan ke dalam hidungnya, maka terciptalah wanita pertama yang cantik, lemah lembut perilakunya dan halus bahasanya. Sesudah itu Tuhan mengantar manusia wanita itu kepada laki-laki. Manusia laki-laki menerima dengan sangat gembira teman hidupnya itu. Setelah beberapa hari, manusia laki-laki itu datang kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, makhluk yang Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tak bahagia. Dia mempersoalkan hal yang kecilkecil, berbicara tanpa henti. Cengengnya minta ampun. Saya mau mengembalikannya kepadaMu!” Tuhan berkata: “Baiklah!” dan Tuhan menerima wanita itu kembali.

Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV/ AIDS

Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV/ AIDS

Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV
Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV

Cobalah kalian baca dan pelajari semua hal tentang bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS di atas, kemudian lakukan aktivitas belajar berikut ini: 1. Buatlah kelompok 5-6 orang. 2. Tentukanlah ketua kelompok secara demokratis. 3. Amati dan carilah segala sesuatu yang berhubungan dengan bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS dari berbagai sumber, baik di Internet, buku, majalah, surat kabar dan sebagainya. 4. Diskusikan dengan teman satu kelompok tentang bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Usahakan setiap anggota kelompok memberikan pendapatnya. 5. Buatlah urutan dan penjelasan bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Usahakan ditambahkan foto atau video yang berhubungan. 6. Presentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas dengan mengikuti pentunjuk yang ditentukan guru.

Ringkasan

HIV yaitu virus atau jasad renik yang sangat kecil yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Bentuk HIV seperti binatang bulu babi (binatang laut) yang berbulu tegak dan tajam. Dengan demikian sel-sel darah putih melindungi seseorang dari jatuh sakit. Inilah yang disebut kekebalan tubuh manusia, yang merupakan daya tahan tubuh seseorang. Jika seseorang terinfeksi oleh HIV maka virus ini akan menyerang sel darah putih. Selanjutnya ia akan merusak dinding sel darah putih untuk masuk ke dalam sel dan merusak bagian yang memegang peranan pada kekebalan tubuh. Sel darah putih yang telah dirusak tersebut menjadi lemah, dan tidak lagi mampu melawan kuman-kuman penyakit. Lambat-laun sel darah putih yang sehat akan sangat berkurang. Akibatnya, kekebalan tubuh orang tersebut menjadi menurun dan akhirnya ia sangat mudah terserang penyakit.