Menanggapi Contoh Isi Berita dan Nonberita

Menanggapi Contoh Isi Berita dan Nonberita

Menanggapi Contoh Isi Berita dan Nonberita

Contoh Isi Berita
Contoh Isi Berita

Contoh Isi Berita – Anda sering mendengarkan siaran atau informasi dari media elektronik seperti radio, televisi, atau internet? Sebagai salah satu sumber informasi, siaran media elektronik memberikan multimanfaat bagi kehidupan. Tidak hanya siaran berita, siaran nonberita pun penting untuk didengarkan. Siaran nonberita dapat berbentuk sebuah perbincangan, wawancara dengan tokoh tertentu, tipstips menarik, dan masih banyak lagi. Untuk melatih kemampuan Anda dalam menyampaikan ringkasan siaran atau informasi dan memberikan tanggapan terhadap siaran atau informasi itu dalam forum diskusi, kerjakan latihan berikut. Pada pelajaran ini, Anda akan diajak menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita). Sebelum memberikan tanggapan Anda harus membuat ringkasan informasi tersebut untuk disampaikan pada temanteman lainnya.

Contoh Isi Berita – Untuk membuat ringkasan siaran atau informasi yang berupa berita, Anda harus menemukan pokok-pokok isi berita tersebut. Pokok-pokok isi berita dapat Anda temukan dengan menggunakan 6 pertanyaan pokok (rumus 5 W + 1 H), yakni who (siapa), where (di mana), why (mengapa), what (apa), when (kapan), dan how (bagaimana) sebagai acuan. Keenam pertanyaan tersebut biasanya ditempatkan di bagian awal teks berita. Bagian awal berita ini juga sering disebut lead. Lead memaparkan klimaks kejadian secara ringkas, lengkap, dan jelas. Bagaimana membuat ringkasan siaran berita atau informasi berupa teks nonberita? Jika Anda akan meringkas isi berita, Anda dapat menggunakan 6 pertanyaan pada lead berita, sedangkan untuk ringkasan nonberita Anda harus menemukan gagasan-gagasan utama dari teks nonberita tersebut. Berikut ini contoh membuat ringkasan teks berita.

Truk Padati Pelabuhan Merak

Contoh Isi Berita – Sepuluh hari menjalang Lebaran, Sabtu (15/11), Pelabuhan Penyeberangan Merak mulai dipadati truk-truk yang mengangkut barang nonsembilan bahan pokok. Tingginya arus truk dalam dua hari terakhir berkaitan dengan adanya larangan melintas bagi truk nonsembilan bahan pokok (sembako) pada 21-25 November. Larangan itu berlaku bagi truk bersumbu lebih dari dua, truk gandengan, truk tempelan, dan truk kontainer. Penumpukan truk di Pelabuhan Merak kemarin menyebabkan antrean truk sekitar 100 meter dari pintu masuk kapal. Antrean terjadi di dermaga satu hingga dermaga empat, tetapi masih dalam batas normal dan belum membeludak ke luar area parkir pelabuhan. Meskipun demikian, akibat penumpukan itu, beberapa sopir truk mengaku harus menunggu sekitar dua hingga empat hari untuk bisa masuk kapal. Sumber: Kompas, 16 November 2003 dengan perubahan

Contoh Isi Berita – Berdasarkan pokok-pokok berita tersebut, berita tersebut dapat diringkas sebagai berikut!

Terjadinya pemadatan oleh truk-truk pengangkut barang nonsembako di Pelabuhan Merak pada sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu (15/11). Truktruk itu antre di pintu masuk kapal. Peristiwa itu terjadi karena adanya larangan bagi truk nonsembako pada 21-25 November.

Latihan 1

Contoh Isi Berita – Dengarkanlah berita yang akan dibacakan oleh guru Anda berikut ini!

Metrotvnews.com, Garut: Tiga ruangan kelas Sekolah Dasar Negeri Sindangsuka 3 di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (21/3) dini hari, roboh akibat terpaan angin dan hujan deras. Tidak terdapat korban jiwa, namun sekitar185 siswa dari hampir semua kelas terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar.

Menurut Kepala SD Sindangsuka 3, Ondi Suwandi, hujan disertai angin kencang terjadi dini hari tadi. Ondi meyakini, selain karena angin kencang, rubuhnya tiga kelas sekolahnya juga karena faktor usia. Sekolah tersebut sudah rusak sejak lima tahun lalu dan telah diusulkan untuk diperbaiki. Hingga kini pemerintah daerah setempat belum menanggapi robohnya ruangan sekolah tersebut. (DEN) Sumber: Disiarkan Metrotv: Rabu, 21 Maret 2007 22:11 WIB

1. Catat pokok-pokok isi siaran berita di atas! 3. Rumuskanlah pokok-pokok isi berita tersebut ke dalam beberapa kalimat (ringkaslah)! 4. Berilah tanggapan terhadap isi berita tersebut! 5. Sampaikan hasil ringkasan Anda secara jelas dalam forum diskusi kelas!

Latihan 2

1. Dengarkanlah siaran berita dan nonberita di radio atau televisi! 2. Catatlah isi/pesan yang terkandung dalam kedua siaran atau informasi yang Anda pilih! Tulis dalam bentuk ringkasan! 3. Kemukakanlah tanggapan Anda terhadap isi berita dan nonberita tersebut! 4. Kemukakan ringkasan beserta tanggapan Anda tersebut di depan kelas secara jelas!

Memperkenalkan Diri Sendiri dan Orang Lain dalam Forum Resmi

Ketika berbicara dalam forum resmi, seyogianya kita menggunakan bahasa yang komunikatif dengan memerhatikan intonasi sehingga tidak monoton. Pembicara yang monoton atau kurang variatif akan membuat pendengar cepat bosan. Reaksi pendengar terhadap pembicara yang membosankan biasanya mengantuk, bergerak atau melihat ke sana kemari, bahkan ngobrol bisik-bisik, sementara si pembicara terus berbicara.

Dalam forum resmi seseorang akan memperkenalkan diri kepada banyak orang yang turut berpartisipasi dalam forum tersebut. Pada kesempatan seperti ini setiap orang perlu memerhatikan tata cara memperkenalkan diri kepada orang lain atau memperkenalkan orang lain kepada pihak tertentu.

Contoh Isi Berita – Hal-hal yang perlu dicermati pada saat memperkenalkan diri antara lain adalah: 1. tidak merendahkan diri secara berlebihan, 2. menggunakan bahasa yang sopan dan resmi, 3. nada bicara atau suara tidak tinggi/keras, dan 4. memperkenalkan diri sendiri atau orang lain dengan menjelaskan identitas seperti nama lengkap, pekerjaan, pengalaman organisasi, dan lain sebagainya. Menyebut gelar akademik atau jabatan adakalanya tidak perlu karena mungkin ada kesan sombong/angkuh. Dengan sikap seperti itu, orang lain malah penasaran ingin tahu.

Contoh memperkenalkan diri sendiri dan orang lain.

Selamat siang. Dalam diskusi siang ini, kelompok kami akan mengetengahkan topik kiat-kiat menjaga lingkungan tetap sehat. Saya, Aya, bertindak sebagai moderator. Di sebelah saya, Diki, Rendra, dan Siska akan menjadi narasumber dalam diskusi ini. Kepada Diki, Rendra, dan Siska, saya persilakan untuk menjabarkan topik diskusi kita kali ini.

Latihan 3

1. Bagilah kelas Anda menjadi beberapa kelompok! 2. Tunjuklah seorang teman Anda untuk memimpin simulasi kegiatan rapat/ pertemuan! 3. Laksanakanlah simulasi pertemuan/rapat atau perayaan HUT RI yang dihadiri oleh pejabat setempat yang perlu diperkenalkan kepada hadirin! Misalnya, memperkenalkan kepala desa (lurah), camat, dan tokoh masyarakat. Hal yang diperkenalkan adalah nama, alamat, riwayat pendidikan, dan hasil-hasil yang telah dicapai selama menjalankan tugas. 4. Perhatikan ketepatan jeda dalam pengucapan kalimat! Kemudian, catatlah kekurangan yang terdapat pada pengucapan kalimat oleh teman Anda! 5. Perbaiki pengucapan kalimat yang kurang pas! Kemudian, kemukakanlah dalam forum diskusi!

Membaca Cepat

Pernahkah Anda mendengar istilah membaca cepat? Membaca cepat artinya membaca dengan mengutamakan kecepatan tanpa mengabaikan pemahamannya. Biasanya, kecepatan itu dikaitkan dengan tujuan membaca, keperluan (aspek bacaan yang digali), dan berat ringannya bahan bacaan. Artinya, seorang pembaca cepat yang baik tidak menerapkan kecepatan membacanya secara konstan dalam berbagai keadaan membaca. Untuk menjadi pembaca yang mahir diperlukan keuletan dan latihan yang berulang-ulang serta terus-menerus sehingga dapat mencapai hasil yang optimal.

Seorang pembaca cepat hendaklah melakukan lompatan-lompatan dalam membaca. Maksudnya, melompati bagian-bagian bacaan tertentu yang tidak penting sehingga panjang bacaan menjadi berkurang hingga 30-40 %. Bagianbagian yang boleh dilompati antara lain adalah bagian yang tidak informatif atau yang dianggap tidak perlu mendapat respons, termasuk bagian yang sudah diketahui dan bagian kalimat yang tidak berpengaruh jika dihilangkan.

Nah, sekarang latihlah kemampuan membaca cepat Anda. Bacalah wacana di bawah ini dengan cara membaca cepat!

Nata Dibuat, Lingkungan Sehat

Sejak dahulu, pabrik tahu terkenal sebagai sumber pencemaran sungai dan bau busuk. Limbahnya sering menimbulkan protes penduduk, sedangkan sungai yang dibuangi limbah turun mutu airnya. Pada tahun 1990, ditemukan cara pemanfaatan limbah tahu itu menjadi nata de soya yang kalau dilakukan beramai-ramai secara nasional, bisa mengurangi limbah yang mengganggu lingkungan sekitar pabrik. Kalau nata de coco (sari kelapa) sudah lama diusahakan orang untuk mengurangi limbah air kelapa, tetapi tentang nata de soya baru akhir-akhir ini tersiar berita pemanfaatannya. Nata de coco yang seperti agar-agar tetapi lebih kenyal itu setelah dipotong menjadi bentuk dadu kecilkecil banyak dipakai sebagai campuran koktail, es krim, atau es teler. Seperti itu pula bentuk nata de soya yang dibuat dari limbah cair pabrik tahu. Disebut soya karena bahan baku tahu itu kedelai yang dahulu pernah disebut Glycine Soya dan Glycine max, tetapi belakangan diaduk-aduk menjadi soya max.

Dirintis oleh Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor, pembuatan nata de soya ini sudah menyebar luas ke kalangan perajin bahan makanan seperti tahu dan tempe di Sukabumi, Bandung, Sumedang, dan Majalengka. Di kota lain yang ada pabrik tahunya belum! Padahal lumayan banyak, kota-kota ini! Kalau perajin tahu dan tempe sudah kehabisan waktu dalam industrinya sendiri masing-masing, untuk usaha nata ini diperlukan barisan perajin baru. Itu berarti akan tercipta lapangan kerja baru, untuk mengurangi pengangguran. Pengolahan limbah tahu menjadi nata itu melibatkan bakteri (hewan) Acetobacter xilinum, yang memakai protein dan karbohidrat dalam limbah itu sebagai sumber energi untuk hidup dan berbiak. Dalam proses itu dihasilkan nata berupa lapisan padat seperti agar-agar di dekat permukaan cairan pemeliharaan. Kalau nata de coco dari kelapa diedarkan sebagai sari kelapa, nata de soya barangkali boleh dipanggil sari tahu. Sayang tidak laku karena kurang keren. Bibit Acetobacter xilinum dapat diperoleh dari Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor. Dianjurkan oleh balai itu agar setiap membeli 10 botol, hendaknya menyisipkan 2 botol untuk membuat kultur bakteri sendiri, sebagai persediaan untuk usaha berikutnya. Jadi kalau nanti persediaan dari balai habis, pengusaha nata de soya masih mempunyai biang bakteri yang masih bagus, untuk meneruskan pembuatan nata. Mula-mula, limbah tahu cair yang sudah disaring dan terbebas dari limbah padat, dicampur dahulu dengan gula pasir, urea, dan aminium pospat, lalu direbus selama seperempat jam. Sesudah ditambah asam asetat (cuka) pekat, agar ph larutan turun sampai 4, larutan dibuang ke dalam bak fermentasi setinggi 2 cm, lalu didinginkan tetapi harus ditutup dengan kertas bersih dan diikat, supaya tidak tercemar kotoran dari luar.

Sesudah dingin larutan dituangi bibit bakteri dalam larutan, sebanyak 10 ? 20 % volume larutan sari tahu lalu dibiarkan menjalani fermentasi selama 8 ? 10 hari. Di dekat permukaan cairan akan terbentuk lapisan nata setebal ± 2 cm. Inilah yang dipanen yang setelah direndam dalam air bersih yang baru selama 3 hari, akan bersih dari sisa-sisa asam cuka dan kimia lainnya. Dengan mengolah limbah tahu menjadi nata de soya, pencemaran lingkungan dapat dikurangi. Pengurangan ini hanya kecil memang, tetapi kalau orang yang bertindak mengurangi ini banyak banyak sekali maka secara nasional pengurangan pencemaran itu sangat berarti. Sumber: Dikutip dengan perubahan seperlunya dari Intisari

 

Tentang Menanggapi Naskah Siaran Berita dalam Tayangan

Tentang Menanggapi Naskah Siaran Berita dalam Tayangan

Tentang Menanggapi Naskah Siaran Berita dalam Tayangan

Naskah Siaran Berita
Naskah Siaran Berita

Naskah Siaran Berita

Naskah Siaran Berita – Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik. Anda akan berlatih mengemukakan komentar terhadap informasi yang telah didapatkan. Sebelumnya, Anda akan memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan menyimak. Dengan demikian, kemampuan menyimak dan berpikir kritis Anda akan terlatih.

Naskah Siaran Berita- Informasi yang kita dapatkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus peningkatan diri kita dalam menyikapi situasi dan kondisi. Biasanya, informasi yang hadir ke tengah masyarakat akan menimbulkan beragam tanggapan. Tanggapan tersebut dapat berupa tanggapan mendukung, menolak, atau mengkritik. Hal ini sesuai dengan sudut pandang setiap penerima informasi. Informasi yang didapat dari sebuah berita televisi atau radio akan menimbulkan tanggapan beragam. Pola pikir dalam menyimak informasi tidak selamanya harus sejalan dengan kondisi penerima informasi. Anda pun mungkin memiliki pandangan tersendiri terhadap informasi yang Anda simak. Menyimak adalah suatu kegiatan yang merupakan suatu proses. Tentunya dalam proses ini terdapat tahap-tahap. Adapun tahapantahapan saat kita menyimak informasi adalah sebagai berikut.

Naskah Siaran Berita

1. Tahap Mendengar Dalam tahap ini, kita baru mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh sang pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya. Jadi kita masih berada dalam tahap hearing. 2. Tahap Memahami Setelah kita mendengar, akan ada keinginan bagi kita untuk mengerti atau memahami dengan baik isi pembicaraan yang disampaikan oleh sang pembicara. Maka sampailah, kita dalam tahap pemahaman. 3. Tahap Menginterpretasi Dalam tahap ini, penyimak yang baik, yang cermat dan teliti, belum puas kalau hanya mendengar dan memahami isi ujaran sang pembicara; dia ingin menafsirkan atau rnenginterpretasikan isi, butirbutir pendapat yang terdapat dan tersirat dalam ujaran itu. Dengan demikian, sang penyimak telah tiba pada tahap interpreting. 4. Tahap Mengevaluasi Setelah memahami serta dapat menafsir atau menginterpretasikan isi pembicaraan, sang penyimak pun mulailah menilai atau mengevaluasi pendapat serta gagasan sang pembicara, di mana keunggulan dan kelemahan, di mana kebaikan dan kekurangan sang pembicara; maka dengan demikian sudah sampai pada tahap evaluating. 5. Tahap Menanggapi Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam kegiatan menyimak; sang penyimak menyambut, mencamkan, menyerap serta menerima gagasan atau ide yang dikemukakan oleh sang pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya; sang penyimak pun sampailah pada tahap menanggapi (responding). Tanggapan dapat berupa penolakan atau pendapat.

Bacalah informasi berikut oleh salah seorang di antara Anda. Bacalah seperti seorang pembaca berita membawakan isi teks berita yang dibacanya. Selama teman Anda membacakannya, tutuplah buku Anda. Simaklah dengan saksama hal-hal yang disampaikan dalam isi berita berikut.

Ratusan Warga Pesisir Selatan Butuh Bantuan

Pemirsa Headline News, Ratusan warga korban gempa di Kanagarian Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Selasa (18/9), masih bertahan di tenda-tenda darurat. Kini, mereka butuh bantuan. Sejak terjadi gempa, Rabu pekan lalu, setiap orang baru menerima bantuan beras empat kilogram dan dua bungkus mi instan. Warga setempat juga mengaku membutuhkan pelayanan kesehatan. Anak-anak mereka, mulai menderita berbagai penyakit akibat tidur di tenda terbuka. Hingga kini, warga Kanagarian Sungai Tunu hanya menyimpan 50 helai selimut. Jumlah ini tidak sesuai dengan jumlah warga yang tinggal di tenda darurat. Lain lagi dengan ratusan warga korban gempa di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Mereka terpaksa kembali ke desa, karena kesal tak kunjung menerima bantuan. Kebanyakan pengungsi adalah transmigran asal Jawa di Desa Rawa Bangun Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko. Sejak terjadi gempa, warga Desa Rawa Bangun mengungsi ke Bukit Solang, wilayah paling utara Provinsi Bengkulu yang berbatasan dengan Sumatra Barat. Menurut Nurcahyo, salah seorang pengungsi, selama tiga hari mengungsi, mereka baru mendapat 10 karung beras dari masyarakat peduli gempa yang kebetulan melintas di pengungsian. Sumber: www.metrotvnews.com

Dari isi berita tersebut Anda dapat mengerucutkan permasalahan untuk ditanggapi dengan menjawab hal-hal berikut. 1. Apa yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat? 2. Bagaimana keadaan warga setempat di sana? 3. Mengapa mereka membutuhkan bantuan? 4. Siapakah yang berkewajiban membantu mereka? 5. Di manakah tempat pengungsian mereka?

Naskah Siaran Berita – Uji Materi

1. Buatlah kelompok dengan jumlah anggota lima orang. 2. Bacalah dengan baik teks berikut oleh salah seorang di antara Anda. 3. Tutuplah buku Anda selama teman Anda membacakan dan catatlah hal-hal yang kiranya penting.

Jalur Alternatif Pantura Rusak

Pemirsa Headline News, Menjelang arus mudik Lebaran 2007, sejumlah jalur alternatif di kawasan Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) di Pekalongan hingga Tegal, Jawa Tengah, rusak parah dan rawan longsor. Salah satunya jalur alternatif yang menghubungkan Pemalang-Tegal-Purwokerto sepanjang 100 kilometer yang menjadi jalan tembus jalur Pantura ke jalur Selatan. Jalan di eks Kerisedanan Pekalongan ini bergelombang, amblas dan terjadi penggelembungan serta aspal mengelupas. Kini, di permukaan jalan hanya tertinggal pecahan batu yang membahayakan apabila dilalui. Jalur ini selalu digunakan pemudik apabila terjadi kemacetan di jalur utama Pantura setiap musim arus mudik lebaran. Di jalur alternatif Kedung Jati, Pemalang-Tegal, misalnya. Jalur alternatif sepanjang 30 kilometer ini nyaris tidak bisa dilalui kendaraan akibat kondisi jalan yang cukup parah. Jalur yang menjadi satu-satunya alternatif kendaraan dari arah Pemalang menuju Purwokerto ini dipastikan tidak bisa dilalui pada arus mudik mendatang. Sumber: www.metrotvnews.com

4. Sampaikanlah tanggapan dan solusi Anda terhadap permasalahan yang terdapat dalam isi berita tersebut. 5. Berikan tanggapan terhadap solusi yang disampaikan oleh kelompok lain. Gunakanlah tabel penilaian

Rangkuman 1. Cerpen sebagai karya fiksi dibangun oleh unsur-unsur pembangun yang sama. Cerpen dibangun dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. 2. Dalam cerpen terdapat hal-hal menarik yang dapat dianalisis dan diidentifikasi. Hal-hal tersebut berkenaan dengan realitas sosial yang ada di masyarakat. Ini membuktikan bahwa cerpen merepresentasikan kehidupan masyarakat. 3. Tahapan dalam kegiatan menyimak berita, antara lain tahap mendengar, tahap memahami, tahap menginterpretasi, tahap mengevaluasi, dan tahap menanggapi.

Naskah Siaran Berita – Refleksi Pelajaran

Kegiatan mendiskusikan hal menarik sebuah cerpen akan membuat Anda kritis dan lebih mengetahui unsur-unsur yang terkandung cerpen tersebut. Selain itu, pengetahuan dan tingkat apresiasi Anda akan lebih terolah dengan mengetahui secara mendalam hal-hal yang menyangkut masalah kehidupan dalam karya sastra. Anda dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari karya sastra yang dibaca. Adapun kegiatan menanggapi siaran berita akan meningkatkan daya simak Anda. Di samping itu, Anda akan terbiasa menyerap informasi-informasi aktual yang bermanfaat. Dengan banyak menyerap informasi, Anda akan mendapat banyak inspirasi yang dapat dituangkan ke dalam tulisan.

Naskah Siaran Berita – Mabuk Karya Raisal Kahf

“Ayo! Buruan dong jalannya! Lama banget sih? Please degh!” teriak Vicky sambil memegang-megang pentungan imitasi yang terbuat dari gagang pengki sodokan sampah. “Ayo, ayo! Matanya jangan belanja! Ini bukan pasar baru woi!” Rahmi tidak mau kalah. Sementara itu, di mulut tenda, Raisal malah asyik dengan handphone-nya. Di alam pegunungan seperti ini memang sering terjadi krisis sinyal. Siasia saja membawa handphone ke tempat ini. “Uh! tahu gini sih engga usah bawa-bawa handphone segala,” gerutu Raisal sambil mengayunayunkan handphone-nya. “Sal, Rani sama Yudi ke mana? Kok dari tadi nggak keliatan sih?” tanya Rahmi sambil mengolesi wajah adik-adik tingkatnya dengan arang. “Iya nih, udah acara kita padet banget, seniorsenior kita belum pada dateng, eh, si Rani sama Yudi malah ngilang gitu aja. Masa sih cuma kita yang kerepotan.” “Ya udah deh, aku nyari mereka dulu ya?” ujar Raisal. “O, tapi jangan lama-lama, udah sore nih!” ujar Vicky sambil terus mengerjai adik-adik tingkatnya. “Oks!” *** Semburat ungu menghias di langit jingga. Hari sudah senja. Tak lama lagi gemerlap bintang akan singgah di lanskap langit. Raisal masih sibuk mencari Yudi dan Rani, temannya sesama panitia penerimaan anggota baru ekstrakurikuler kabaret. Ya, ini adalah kali kedua bagi mereka singgah di bumi perkemahan Rancaupas Ciwidey. Tahun lalu mereka pun berada di sini. Hanya saja saat itu mereka masih jadi junior yang harus menikmati gemblengan dari seniorsenior mereka. Raisal belum juga berhasil menemukan Yudi dan Rani. Kemudian tanpa sengaja Raisal sampai di sebuah tempat yang membawa ingatannya ke masa lalu, tepatnya setahun lalu. Saat itu Raisal dan Rani mencuri-curi kesempatan untuk beristirahat. Mereka capek karena terus-terusan dibombardir oleh omelan para senior. “Sal, ngumpetnya di sini aja ya? Capek nih!” ujar Rani terengah-engah.

“O ya udah. Aku juga capek banget tau!” ujar Raisal sambil menyemprotkan parfum Aqua di Gio ke lehernya. “Lho? Hare gene sempet-sempetnya bawa parfum? Buseeet!” ujar Rani sambil menyikut lengan Raisal. “Kenapa? Mau? Niiih…..” Raisal menyemprotkan parfumnya pada Rani. “Iihhh…apaan sih…eh…kok wanginya enak ya? Wah, beli di mana, Sal?” “Ada deh…yah lumayanlah biar nggak bau, soalnya dari kemaren nggak mandi gitu loh!” Raisal memasukkan botol parfum mininya itu ke dalam saku. “Halah, itu kan kamu, kalo aku sih engga usah mandi dan pake parfum juga tetep aja wangi, emangnya kamu, hehehe…” ledek Rani. Tiba-tiba mata Rani tertuju pada sesuatu di atas kepalanya. “Ih, ya ampun! Bunga apaan tuh? Serem amat, mirip pocong!” ujar Rani asal. Raisal segera menengadahkan kepala. “Oh, itu bunga kecubung Ran, bagus yah? Eh, tapi jangan salah lho, bunga itu bisa bikin mabuk lho!” Rani beranjak dari duduknya. Dia mengamati bunga berwarna putih itu dengan saksama. “Ih, ternyata lucu juga ya? Tapi masa iya sih bunga cantik gitu bikin mabuk? Sal, mau dong. Tolong ambilin satu aja, pliz,” pinta Rani. Raisal pun segera memetik salah satu bunga itu. Dia lalu memberikan bunga itu pada Rani. Mendadak muncul euforia dalam hatinya. Dadanya berdegup kencang. Kelebat angin lalu-lalang di sekitar mereka. Rambut panjang Rani melayang ringan terbawa angin. Benar-benar mirip adegan romantis dalam sinetron! Sejak itulah muncul sebuah perasaan dalam diri Raisal. Perasaan yang entah datang dari mana dan entah apa namanya. Senja melatari munculnya benih-benih cinta Raisal pada Rani. Kemilau jingga berpadu dengan aroma Aqua di Gio yang bertebaran bersama angin sore itu. Semua seakan berpadu menyaksikan bangkitnya cinta dalam diri Raisal. Ternyata bunga kecubung memang memabukkan. Bunga itu telah membuat Raisal mabuk cinta. *** Setahun setelah kejadian itu, ternyata Raisal masih mabuk cinta pada Rani. Tetapi, dia belum mampu mengungkapkan perasaannya pada Rani. Sampai saat ini Raisal belum menemukan saat yang tepat untuk mengutarakan perasaannya. Bagi Raisal saat paling tepat adalah saat dirinya dan Rani berada di tempat yang sama di mana perasaan Raisal tumbuh untuk pertama kalinya setahun yang lalu. Mungkin hari ini. Sambil berjalan menyusuri jalan kenangannya dengan Rani, Raisal mengamati bunga kecubung yang merekah di mana-mana. Seperti juga perasaan cintanya pada Rani. Merekah dan siap untuk dipetik. Bungabunga itu semakin membuatnya mabuk! Tiba-tiba perhatian Raisal tertuju pada dua sosok orang di depannya yang terhalang deretan pohon.

“Lho? Itu kan Rani sama Yudi.” Raisal segera berlari mendekat ke arah mereka. Harapannya, dia bisa mengobrol dengan mereka. “Ra…” tiba-tiba mulutnya mendadak bungkam. Raisal melihat Yudi menyelipkan setangkai bunga kecubung kecil di telinga Rani. Dari wajah Rani terpancar kebahagiaan, begitu juga dengan Yudi. Mungkin bunga kecubung itu telah membuat mereka mabuk cinta. Ya, bunga kecubung memang memabukkan! Raisal segera pergi meninggalkan Rani dan Yudi dengan hati yang patah. Baginya, cinta telah berakhir di batas pematang jagat raya jiwanya. Semuanya mendadak bagai ruang hampa udara yang sunyi.

Naskah Siaran Berita – Sumber: www.kahfiez.blogspot.com

 

Tentang Materi Pengertian Berita di Surat Kabar

Tentang Materi Pengertian Berita di Surat Kabar

Tentang Materi Pengertian Berita di Surat Kabar

Pengertian Berita
Pengertian Berita

Pengertian Berita – elatih konsentrasi itu perlu, misalnya ketika mendengarkan informasi dari media elektronik, baik berita maupun nonberita. Setelah mendengarkan berita tersebut, kalian harus mampu mencatat pokokpokok informasi tersebut. Membedakan antara fakta dan pendapat dan harus bisa diungkapkan kepada orang lain. Mengasah kepekaan juga perlu, misalnya dalam membaca cerpen. Karena cerpen merupakan karya seni, yaitu seni sastra maka kalian harus menemukan nilai-nilai dalam cerita pendek. Tahukah kalian, untuk melatih konsentrasi dan kepekaan itu bermula dari berlatih membaca? Salah satu yang akan diajarkan pada kalian adalah membaca ekstensif teks nonsastra agar kalian mampu menemukan informasi dari bahan bacaan tersebut. Untuk melatih ekspresi, kalian akan berlatih menulis puisi lama. Sebelum menulis puisi lama kalian harus mengerti ciri-ciri puisi lama, dan memahami fungsi bait, rima, dan irama dalam puisi lama.

Menanggapi Informasi dari Media Elektronik

Pengertian Berita – Pada Bab I, II, III, dan IV, kalian telah belajar mendengarkan berita untuk menuliskan ringkasan isi berita. Pada Bab VI kali ini, kalian akan kembali belajar menanggapi berita dengan jalan 1) mencatat pokok-pokok informasi, 2) menuliskan butir-butir yang merupakan fakta dan pendapat, 3) menyampaikan pendapat, dan 4) menyampaikan kembali informasi. Di bawah ini disajikan sebuah teks berita tentang kiat Kabupaten Jembrana dalam mengentaskan kemiskinan. Krisis ekonomi yang terjadi di negara kita tidak hanya dirasakan oleh sebagian daerah. Hampir di semua daerah pun mulai merasakan dampak krisis ekonomi. Pendapatan berkurang, sementara harga barang-barang terus naik. Diam dan pasrah tentu saja bukan solusi yang tepat dalam menghadapi krisis. Terus berusaha dan berdoa barangkali justru menjadi jalan keluar terbaik. Seperti yang dilakukan masyarakat Kabupaten Jembrana, kini mereka bangkit untuk mengentaskan kemiskinan. Bagaimana upaya mereka untuk melakukan hal itu? Marilah kita mendengarkan pembacaan teks berita dari internet berikut! Teks ini dibacakan salah seorang siswa. Kiat Kabupaten Jembrana Mengentaskan Kemiskinan Kabupaten Jembrana tergolong miskin di Provinsi Bali dengan angka kemiskinan mencapai 20 persen. Akan tetapi, dengan pendapatan asli daerah sebesar Rp11,5 miliar per tahun, tingkat kesejahteraan masyarakatnya kini mulai merata sejak tiga tahun terakhir. Semua itu berkat pola efisiensi dan upaya berkelanjutan dari pemerintah daerah setempat dalam memajukan mutu pendidikan dan kesehatan masyarakatnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Jembrana membangun sekolah kajian dengan kurikulum tambahan dan fasilitas terbaik. Sekolah itu ditunjang tenaga pendidik dengan jenjang S1 serta perjalanan studi banding hingga ke mancanegara. Selain pendidikan, faktor kesehatan juga tidak luput dari perhatian Pemkab Jembrana, yang terbagi menjadi empat wilayah, yakni Melaya, Negara, Mendoyo, dan Pekutatan dengan jumlah penduduk 231.500 jiwa dan luas wilayah 841,80 hektare. Seluruh warganya diharuskan memiliki asuransi kesehatan yang disebut Jaminan Kesehatan Jembrana– berlaku di puskesmas, rumah sakit, dan praktik-praktik dokter swasta. Faktor lain yang mendorong pening-katan kualitas hidup di kabupaten yang terletak di sebelah barat Pulau Dewata ini juga terwujud dengan peningkatan daya beli masyarakat. Untuk itu, Pemkab Jembrana memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang ingin melakukan usaha. Dukungan pemkab itu dibuktikan dengan pengembangan peternakan susu kambing yang sebagian besar.

Pengertian Berita

dipelihara secara tradisional. Tentu saja langkah dan komitmen tersebut harus dijalankan secara berkesinambungan. Dengan cara lebih terarah, hasilnya pada masa mendatang akan makin nyata. Sumber: www–sctv.com

Setelah mendengarkan pembacaan teks tersebut, marilah kita mencatat pokok-pokok penting tentang isi informasi tersebut! Salah satu pokok penting pada informasi di atas adalah sebagai berikut. • Kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jembrana, Bali mulai merata. 1. Temukan pokok-pokok penting lain dari informasi yang kalian dengar tersebut! 2. Berikan tanggapanmu atas isi teks berita tersebut dan sertakan alasanmu!

Pada Bab sebelumnya, kalian telah belajar membedakan opini dan fakta. Memahami opini dan fakta ketika membaca atau mendengarkan berita sangat penting. Hal itu disebabkan, ada berita yang merupakan perpaduan antara fakta dan pendapat penulis.

Soal-Soal Pengembangan Kompetensi 1

Pengertian Berita

1. Bacalah dalam hati teks berikut! Delapan Kejuaraan Praolimpiade Mata Pelajaran Disabet, Aditya dkk. Melaju ke Seleksi WSDC Nasional Siswa SMAN 1 Surakarta kembali menunjukkan prestasinya dalam bidang akademik. Sekolah favorit ini berhasil memboyong delapan gelar juara dalam seleksi Praolimpiade Mata Pelajaran Tingkat SMA Kota Solo yang digelar Rabu (28/4) di SMAN 6 Solo. Selain itu, tiga siswa yang mengikuti seleksi World Student Debate Championship (WSDC) tingkat Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Rabu, juga berhasil meraih juara I. Dalam seleksi Praolimpiade tersebut, SMAN 1 berhasil memborong gelar juara I, II, dan III sekaligus untuk kelompok mata pelajaran Kimia dan Komputer, sedangkan untuk mata pelajaran Matematika meraih Juara III dan mata pelajaran Fisika berhasil meraih juara I. Wakasek Humas SMAN 1, Sutikno, kepada Espos, Jumat (30/4) mengatakan kedelapan siswa tersebut adalah Kurnia Endah, Robertus Dimas D.P., Bambang Eko P., Inas Luthfi, Ardiansyah Bayu N., Kurniawan Eko Putro, Anik Budiati, dan Ig. Prasetyo D.W. Adapun ketiga siswa yang berhasil lolos seleksi WSDC tingkat provinsi adalah Aditya Dharma Surya, Aditya Mahendra, dan Sony Hendrawan Saputra. Selanjutnya tim WSDC ini akan mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk seleksi tingkat nasional di Jakarta pada bulan Juni nanti. Melalui para guru yang tergabung dalam sebuah tim, ketiga siswa tersebut akan mendapatkan pengayaan sebagai persiapan menghadapi seleksi tingkat nasional. Dikutip dari Solopos, 1 Mei 2004

a. Tulislah isi teks tersebut secara ringkas! b. Sampaikan isi ringkasan tersebut secara lisan!

2. Apakah kalian pernah menonton sinetron? Sampaikan pendapatmu tentang sinetron Indonesia! Ceritakan berdasarkan pengalamanmu menonton sinetron! 3. Bacalah penggalan cerpen berikut dengan saksama! Kemudian, jelaskan sudut pandang pengarang dalam penggalan cerpen tersebut!

Pengertian Berita

La Riru Mas’ud Bakry Hari masih pagi sekali. Masih subuh. Dengan melangkahi badan adik-adiknya, ia keluar dan turun ke halaman. Dekat kandang, dia melihat ayahnya dan dua orang lain duduk mengitari unggun. Ayahnya menoleh melihat dia datang. ”Kau sudah bangun? Hari masih subuh.” Ia tidak menjawab, berjalan terus mendapatkan teko kopi yang terletak di atas bangku dekat unggun itu. Diguncangnya. Masih ada. ”Bawa kemari,” kata ayahnya. ”Panaskan dulu.” Ia mengantarkan teko itu kepada ayahnya. Sementara ayahnya menjerangkan teko di atas unggun, ia menuju kandang dan masuk ke sana. Ringkik seekor kuda menyambutnya. ”Tidurmu nyenyak semalam?” Dia bertanya pelan ke telinga kuda itu. ”Nyenyak?” tanyanya lagi. ”Aku hampir tak bisa tidur. Dinihari tadi baru lenyap sedikit.” Dia memasukkan tangan ke dalam tong, memeriksa makanan kudanya. ”Hi hi, licin kau makan. Rakus ya?” ”Ayah!” panggilnya ke luar. ”Makanannya habis.” ”Baru saja ditambah tadi,” jawab ayahnya. ………………………………………………………………………………………

Sumber: Cerita Pendek Indonesia III, Gramedia, Jakarta, 1986 tanpa pengubahan

4. Bacakan puisi berikut dengan penuh penghayatan! Puisi 1 Sebelah Tangan Heni Wahyuni Tiada yang terasa tak pedih bila suatu tak diraih Tiada terasa yang tak sayang bila sesuatu hanya dalam lamunan Air mata kesejukan adalah debar kepalsuan dalam roman khayalan inilah suratan tiada datang ilham menjelang Ku tiada mengerti mengapa sekali akan melangkah jatuh lagi Ku tiada menduga mengapa yang membuatku gelisah Ketika ingin kugapai sesuatu itu terbang Ketika ingin kuraih sesuatu itu kandas dan karam Dan wajah itu semakin menjadi menawan Oleh setipis senyuman Biarlah dia membuat simpatiku selamanya Biarlah aku telanjur jatuh padanya Dan biarlah dia hanya hadir dalam lamunan dan angan yang tersisa Memang sesuatu itu belum punyaku Dan tiada pernah akan menjadi milikku (Tapi damaikan hati ini dari resahmu …!) Sumber: Apresiasi Puisi Remaja, Catatan Mengolah Cinta Riris K. Toha Sarumpaet. 2002. Jakarta: Grasindo

Pengertian Berita

a. Apa tema puisi di atas? b. Apa amanatnya? c. Pernahkah kamu mengalami kegagalan meraih sebuah impian? Apa yang kamu rasakan? Apa yang kamu lakukan? Coba kamu ceritakan pengalamanmu secara lisan! Puisi 2 Pertimbangan dan Keputusan Tani kampung tani di desa Sawah ladang dengan pematang Putusan penting jangan tergesa Pikirkan dahulu matang-matang Sumber: Kebijakan dalam 1001 Pantun. John Gawa. 2004. Jakarta: Kompas

a. Termasuk jenis apa puisi di atas? b. Apakah tema puisi di atas? c. Pesan apa yang terdapat pada puisi di atas? 5. Amatilah sebuah objek yang kalian senangi! 6. Tulislah hasil pengamatanmu dalam bentuk paragraf deskriptif!

Belalang telah menjadi elang. Orang bodoh telah berubah menjadi cerdik; orang hina telah berubah menjadi mulia