Tentang Merangkum Menulis Laporan Informasi Isi Teks Buku

Tentang Merangkum Menulis Laporan Informasi Isi Teks Buku

Tentang Merangkum Menulis Laporan Informasi Isi Teks Buku

Menulis Laporan Informasi
Menulis Laporan Informasi

Menulis Laporan Informasi – Rangkuman dapat diartikan penyajian singkat dari suatu karangan asli, dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandangan pengarangnya. Dengan demikian, merangkum merupakan kegiatan menyingkat bacaan dengan tetap mempertahankan urutan isinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat ringkasan atau rangkuman, yakni sebagai berikut. 1. Membaca naskah aslinya. Sebelum merangkum, kita harus membaca teks bacaan seluruhnya untuk mengetahui kesan umum, terutama maksud penulis dan sudut pandangannya. 2. Mencatat gagasan utama. Semua gagasan utama dapat dicatat terlebih dahulu atau cukup digarisbawahi. Contohnya:

a. Tataran bahasa terdiri atas fonologi, morfologi, sintaksis, dan wacana. b. Bahasa terdiri atas dua unsur, yaitu unsur segmental dan suprasegmental. c. Yang termasuk unsur segmental ialah fon, suku kata, morfem, kata, frase, klausa, kalimat, alinea, bagian (sejumlah alinea), anak bab, bab, dan karangan utuh. d. Yang termasuk unsur suprasegmental ialah nada, tekanan keras, panjang, dan intonasi. e. Kata merupakan suatu unsur yang dibicarakan dalam morfologi. f. Frase adalah suatu konstruksi yang terdiri atas dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan dan kesatuan tersebut dapat menimbulkan makna baru yang sebelumnya tidak ada. Misalnya, frase rumah ayah muncul makna baru yang menyatakan milik. g. Klausa adalah suatu konstruksi yang sekurang-kurangnya mengandung satu subjek, satu predikat, dan secara fakultatif satu objek. h. Kata, frase, ataupun klausa dapat menjadi sebuah kalimat apabila diberikan unsur suprasegmental.

3. Membuat reproduksi. Setelah melalui kedua tahap tersebut, barulah kita menyusun kembali bacaan tersebut dalam suatu karangan singkat berdasarkan gagasan utama yang telah dicatat. Contohnya:

Menulis Laporan Informasi – Tataran bahasa terdiri atas fonologi, morfologi, sintaksis, dan wacana. Adapun bahasa terdiri atas dua unsur, yaitu unsur segmental dan suprasegmental. Adapun yang termasuk unsur segmental ialah fon, suku kata, morfem, kata, frase klausa, kalimat, alinea, bagian (sejumlah alinea), anak bab, bab, dan karangan utuh. Berikutnya yang termasuk unsur suprasegmental ialah nada, tekanan keras, panjang, dan intonasi. Kata merupakan suatu unsur yang dibicarakan dalam morfologi. Frase adalah konstruksi yang terdiri atas dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan yang dapat menimbulkan makna baru yang sebelumnya tidak ada. Misalnya, dalam frase rumah ayah muncul makna baru yang menyatakan milik. Adapun klausa adalah suatu konstruksi yang di dalamnya sekurang-kurangnya mengandung satu subjek, satu predikat, dan secara fakultatif satu objek. Kata, frase, ataupun klausa dapat menjadi sebuah kalimat apabila diberikan unsur suprasegmental.

Menulis Laporan Informasi – Sekarang, bacalah kutipan informasi dari buku Upacara Tradisional Jawa-Menggali Untaian Kearifan Lokal halaman 1–4 yang ditulis Dr. Purwadi, M. Hum. berikut.

Nilai Filosofis Upacara Tradisional Jawa

Menulis Laporan Informasi – Pengertian Upacara Tradisional Upacara tradisional merupakan salah satu wujud peninggalan kebudayaan. Kebudayaan adalah warisan sosial yang hanya dapat dimiliki oleh warga masyarakat pendukungnya dengan jalan mempelajarinya. Ada caracara atau mekanisme tertentu dalam tiap masyarakat untuk memaksa tiap warganya mempelajari kebudayaan. Kebudayaan tersebut mengandung norma-norma serta nilai-nilai kehidupan yang berlaku dalam tata pergaulan masyarakat yang bersangkutan. Sikap mematuhi norma serta menjunjung nilai-nilai itu penting bagi warga masyarakat demi kelestarian hidup bermasyarakat. Dalam masyarakat yang sudah maju, normanorma dan nilai-nilai kehidupan itu dipelajari melalui jalur pendidikan, baik secara formal maupun nonformal. Lembaga-lembaga pendidikan merupakan tempat belajar bagi para siswa secara formal untuk mempersiapkan diri sebagai warga masyarakat yang me-nguasai keterampilan hidup sehari-hari serta memiliki sikap bawaan. Di luar lembaga pendidikan yang formal, warga masyarakat juga mengalami proses sosialisasi dengan jalan pergaulan serta menghayati pengalaman bersama dengan warga masyarakat lain. Dengan demikian, mereka mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kehidupan sosial budayanya. Proses sosialisasi ditempuh secara nonformal dan yang paling dirasakan akrab ialah pergaulan antarsesama anggota keluarga. Di samping pendidikan formal dan nonformal tersebut, ada suatu bentuk sarana sosialisasi bagi warga masyarakat tradisional, khususnya, yang disebut “upacara tradisional.” Penyelenggaraan upacara itu penting bagi pembinaan sosial budaya warga masyarakat yang bersangkutan. Salah satu fungsinya antara lain adalah pengokoh norma-norma,serta nilai-nilai budaya yang telah berlaku turun-temurun. Upacara tradisional Jawa mengandung nilai filsafat yang tinggi. Kata “filsafat” berasal dari kata majemuk dalam bahasa Yunani, philosophia yang berarti cinta kebijaksanaan. Adapun orang yang melakukannya disebut filsuf yang berasal dari kata Yunani philosopos. Kedua kata itu sudah lama dipakai orang. Dari sejarah telah terungkap bahwa kata-kata itu sudah dipakai oleh filsuf Sokrates dan Plato pada Abad ke-5 Sebelum Masehi. Seorang filsuf berarti seorang pecinta kebijaksanaan, berarti orang tersebut telah mencapai status adimanusiawi atau wicaksana. Orang yang wicaksana disebut juga sebagai jalma sulaksana, waskhita ngerti sadurunge winarah atau jalma limpat seprapat (Mulyono, 1989:16).

Menulis Laporan Informasi- Jika di Barat filsafat diartikan cinta kearifan, di Jawa berarti cinta kesempurnaan atau ngudi kawicaksanan atau kearifan (wisdom). Di Barat lebih ditekankan sebagai hasil renungan dengan rasio atau cipta-akal, pikir-nalar dan berarti pengetahuan berbagai bidang yang dapat memberi petunjuk pelaksanaan sehari-hari. Di dalam kebudayaan Jawa, kesempurnaan berarti mengerti akan awal dan akhir hidup atau wikan sangkan paran. Kesempurnaan dihayati dengan seluruh kesempurnaan cipta-rasa-karsa. Manusia sempurna berarti telah menghayati dan mengerti awal akhir hidupnya. Orang menyebutnya mulih mula, mulanira atau manunggal. Manusia telah kembali dan manunggal dengan penciptanya, manunggaling kawula Gusti. Manusia sempurna memiliki kawicaksanan dan kemampuan mengetahui peristiwa-peristiwa di luar jangkauan ruang dan waktu atau kawaskithan (Ciptoprawiro, 1986: 82). Pandangan hidup orang Jawa atau filsafat Jawa terbentuk dari gabungan alam pikir Jawa tradisional, kepercayaan Hindu atau filsafat India, dan ajaran tasawuf atau mistik Islam. Pandangan hidup tersebut banyak tertuang dalam karya-karya sastra berbentuk prosa dan puisi (Satoto, 1978: 73–74). Dalam budaya Jawa pandangan hidup lazim disebut ilmu kejawen atau yang dalam kesusasteraan Jawa dikenal pula sebagai ngelmu kasampurnan. Wejangan tentang ngelmu kasampurnan Jawa ini termasuk ilmu kebatinan atau dalam filsafat Islam disebut dengan tasawuf atau sufisme. Orang Jawa sendiri menyebutkan suluk atau mistik. Kejawen itu sebenarnya bukan aliran agama, tetapi adat kepercayaan. Dalam kejawen terdapat ajaran yang berdasarkan kepercayaan terhadapTuhan dan lebih tepat lagi disebut pandangan hidup atau filsafat hidup Jawa. Masyarakat lebih sebagai gambaran ideal itu adalah masyarakat yang cara kerjanya berdasarkan suatu tata. Tata dengan kedua aspeknya yaitu formal dan material, batin dan lahir, serta bentuk dan bahan. Cara dengan kedua aspeknya yaitu efisiensi dan efektivitas. Hubungan antara kota dan desa, pusat dan daerah, Jawa dan Luar Jawa dapat dipolakan sebagai hubungan antara tata dan cara. Sudah saatnya upacara yang tidak lagi relevan diganti dengan tata cara atau cara kerja yang maju. Sebuah simpul desa mawa cara, negara mawa tata. Menurut Damardjati (1993), hubungan antara tata dan cara itu adalah juga analog dengan hubungan antara jangka dan jangkah serta orientasi dan operasionalisasinya. Salah satu hal yang memberikan telaah tentang hal itu ialah telaah kosmologis.

Perkembangan pikiran dunia dalam hubungan ini dapat disifatkan berproses mulai dari, kosmosentrisme, teosentrisme, antroposentrisme, teknosentrisme, lalu kembali ke logosentrisme. Logosentrisme Abad 21 ditandai oleh gejala alam sebagai titik balik (turning point), yaitu ketika manusia mulai dikembalikan akibat amalan-amalannya yang negatif. Ketentuan alam ini disadari sebagai tekstur atau anyaman ayat-ayat Tuhan yang Akbar. Orang mulai tertarik kepada telaah tentang Megatrend 2000 dan telaah futurologi lainnya. Adapun bidang agroindustri dimaksudkan untuk kesejahteraan manusia berarti menjadikan manusia tetap sebagai subjek, bukan menjadi objek. Segala sesuatu perlu persiapan yang matang.

Menulis Laporan Informasi – Uji Materi

1. Catatlah pokok-pokok informasi pada kutipan tersebut. 2. Buatlah rangkuman informasi yang diperoleh dari kutipan tersebut ke dalam beberapa kalimat. 3. Bahaslah rangkuman yang telah dibuat dan diskusikan bersama teman-teman Anda. 4. Identifikasikan klausa yang terdapat dalam kutipan informasi dari buku tersebut. 5. Amatilah pekerjaan teman Anda dengan memberikan penilaian berdasarkan tabel penilaian

Kegiatan

1. Bacalah sebuah buku yang Anda minati. 2. Tentukan salah satu bab dalam buku tersebut yang ingin diketahui isinya. Anda dapat menentukannya dengan melihat daftar isinya terlebih dahulu. 3. Catatlah pokok-pokok informasi dari bab tersebut. 4. Buatlah rangkuman dari bab tersebut berdasarkan pokok-pokok informasi yang telah ditulis. 5. Identifikasi pula klausa dalam bab tersebut. 6. Bahaslah rangkuman yang telah dibuat bersama teman-teman Anda. 7. Amatilah pekerjaan teman Anda dengan memberikan penilaian berdasarkan tabel penilaian

Penjelasan Buku Besar Umum atau Buku Besar Utama

Penjelasan Buku Besar Umum atau Buku Besar Utama

Penjelasan Buku Besar Umum atau Buku Besar Utama

Penjelasan Buku Besar Umum  – Kamu telah mengetahui bahwa dalam akuntansi perusahaan dagang terdapat dua macam buku besar, yaitu buku besar umum dan buku besar pembantu.

1. Pengertian Buku Besar Umum atau Buku Besar

Penjelasan Buku Besar Umum  – Utama Buku besar umum atau buku besar utama adalah tempat mencatat seluruh perubahan harta, utang, modal, pendapatan dan beban. Dengan kata lain, buku besar utama merupakan perkiraan kontrol atau perkiraan pengendali dan buku besar pembantu merupakan rincian dari perkiraan kontrol.

Jadi, buku besar umum (ledger) adalah kumpulan perkiraan-perkiraan yang berfungsi sebagai tempat untuk mencatat perubahan harta, utang, modal, pendapatan, dan beban. Pencatatan ke buku besar umum dilakukan secara berkala atau setiap akhir bulan berdasarkan jurnal khusus atau hasil rekapitulasi jurnal khusus, sedangkan pencatatan buku besar pembantu dilakukan setiap terjadi transaksi berdasarkan buku transaksi.

2. Posting ke Buku Besar Umum atau Buku Besar

Utama Posting adalah proses memindahkan catatan dari jurnal ke buku besar. Adapun langkah-langkah melakukan posting (memindahbukukan) dari jurnal khusus ke buku besar utama adalah sebagai berikut

a. Menutup jurnal khusus dengan cara menjumlahkan angka dalam kolom masing-masing perkiraan.

b. Memindahkan ke dalam buku besar dari hasil penjumlahan tersebut sesuai dengan perkiraan yang digunakan, baik sebelah debit maupun sebelah kredit.

c. Mengisi kolom ref pada jurnal khusus dengan memberi tanda cek () atau nomor kode perkiraan, dan mengisi kolom ref pada buku besar dengan nomor halaman jurnal.

1) Jurnal Penerimaan Kas diberi kode JKM. 2) Jurnal Pengeluaran Kas diberi kode JKK. 3) Jurnal Penjualan diberi kode JP. 4) Jurnal Pembelian diberi kode JB. 5) Jurnal Umum diberi kode JU. d. Tanggal posting yang digunakan yaitu tanggal akhir bulan yang bersangkutan. e. Bentuk buku besarnya sama dengan buku besar yang lazim dipergunakan. Contoh: Berikut ini adalah data jurnal khusus yang diambil dari pembukuan PD Kurnia, Bandung selama bulan Mei 2006.

Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum

Diminta: Catatlah ke dalam buku besar umum (posting) sesuai dengan akun yang digunakan!

Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum
Penjelasan Buku Besar Umum

 

Pengertian Buku Besar Pembantu Subsidiary Ledger

Pengertian Buku Besar Pembantu Subsidiary Ledger

Pengertian Buku Besar Pembantu Subsidiary Ledger

Pengertian Buku Besar – Dalam perusahaan dagang terdapat dua macam buku besar, yaitu buku besar utama (ledger) dan buku besar pembantu (subsidiary ledger). Buku besar pembantu adalah buku tempat mencatat informasi lain yang diperlukan, di samping informasi yang terdapat pada buku besar utama. Secara singkat, buku besar pembantu merupakan pencatatan secara rinci nama-nama pelanggan beserta jumlahnya dari perkiraan buku besar umum.

Pengertian Buku Besar – Adapun macam buku besar pembantu dalam perusahaan dagang, antara lain sebagai berikut. a. Buku pembantu piutang dagang, adalah buku tempat mencatat rincian piutang perusahaan menurut nama pelanggan atau debitur. b. Buku pembantu utang dagang, adalah buku tempat mencatat rincian utang perusahaan menurut nama kreditur. c. Buku pembantu persediaan barang dagangan, adalah buku tempat mencatat secara rinci persediaan barang dagangan, baik jenis, jumlah, harga per unit, maupun harga pokok secara keseluruhan. Simaklah contoh perkiraan pengendali (buku besar umum) dan buku besar pembantu berikut ini.

Pengertian Buku Besar
Pengertian Buku Besar

1. Sumber Pencatatan Buku Besar Pembantu

Pengertian Buku Besar – Setelah mencatat transaksi ke dalam jurnal khusus langkah berikutnya adalah memindahkan (posting) ke buku besar, baik buku besar utama maupun buku besar pembantu. Nah, dalam materi kali ini kita hanya akan membahas sumber pencatatan untuk buku besar pembantu piutang dagang dan buku besar pembantu utang dagang. a. Sumber buku besar pembantu piutang dagang adalah:

1) bukti transaksi penjualan kredit atau jurnal penjualan,

2) bukti transaksi retur penjualan atau jurnal umum,

3) bukti transaksi pelunasan piutang atau jurnal penerimaan kas.

b. Sumber buku besar pembantu utang dagang adalah:

1) bukti transaksi pembelian kredit atau jurnal pembelian,

2) bukti transaksi retur pembelian atau jurnal umum,

3) bukti transaksi pelunasan utang atau jurnal pengeluaran kas.

2. Bentuk Buku Besar Pembantu Bentuk buku besar pembantu dalam perusahaan dagang sama dengan bentuk buku besar yang lazim digunakan yaitu bentuk perkiraan/huruf T dan bentuk kolom atau saldo.

Sementara itu, pencatatan transaksi ke dalam buku besar pembantu dilakukan setiap terjadi transaksi keuangan, sedangkan untuk buku besar utama, pencatatan dilakukan sebulan sekali tiap akhir bulan. a. Pencatatan Buku Besar Pembantu Piutang Dagang Perhatikan data jurnal khusus yang terdiri atas jurnal penjualan dan pengeluaran kas yang diambil dari Pembukuan PD Jadi Makmur, Jakarta berikut ini.

Buku Besar Pembantu Subsidiary Ledger
Buku Besar Pembantu Subsidiary Ledger
Buku Besar Pembantu Subsidiary Ledger
Buku Besar Pembantu Subsidiary Ledger

Diminta: 1) Posting ke buku besar piutang dagang dan buku besar pembantu piutang dagang! 2) Susunlah daftar saldo piutang dagang per 31 Januari 2006! Jawab: 1) Posting ke buku besar piutang dagang

b. Daftar saldo piutang dagang per 31 Januari 2005 Penyusunan daftar saldo piutang dagang bersumber dari data akhir (saldo) yang tampak pada buku besar pembantu piutang dagang, sehingga daftar saldo piutang dagang akan dapat disusun sebagai berikut .

Maaf tidak bisa menampilkan

3. Pencatatan Buku Pembantu Utang Dagang

Perhatikan data jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, dan jurnal umum yang diambil dari pembukuan PD Jadi Makmur.

Diminta:

a. Posting ke buku besar utang dagang dan buku besar pembantu utang dagang! b. Susunlah daftar saldo utang dagang per 31 Januari 2006! Jawab: a. Posting ke buku besar utang dagang

b. Daftar saldo utang dagang per 31 Januari 2006 Penyusunan daftar saldo utang dagang bersumber dari data akhir (saldo) yang tampak pada buku besar pembantu utang dagang, sehingga daftar saldo utang dagang akan dapat disusun.