Cara-cara Mengubah Musik

Cara-cara Mengubah Musik

Cara-cara Mengubah Musik

Cara-cara Mengubah Musik
Cara-Cara Mengubah Musik

1. Mengamati

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa menggubah berarti menata musik dari yang lama menjadi baru. Baru dalam hal ini tidak selalu secara keseluruhan tetapi dapat hanya sebagian saja, namun harus ada yang baru sebab jika tidak maka hanya meniru atau tepatnya menulis ulang hasil pekerjaan orang lain. Jadi, memungkinkan bagian tertentu yang dibaharui.

Kita luangkan waktu sebentar untuk mendengarkan lagu “Simfoni Yang Indah” . Yang pertama dinyanyikan oleh Bob Tutupoli. Yang kedua adalah lagu yang sama dengan penyanyi yang berbeda, yaitu oleh Once Mekel. Setelah mendengarkan dengan seksama secara keseluruhan kedua musik tersebut, amati baik-baik perbedaan ataupun persamaan kedua karya musik tersebut. Selanjutnya amati dengan cermat bagian-bagian musik yang dikembangkan, yaitu yang berbeda dengan lagu aslinya terutama konsep dan teknik aransemen yang digunakan.

Setelah mengamati dengan baik lagu yang dibandingkan di atas, lanjutkanlah dengan mendalami teknik yang digunakan dalam karya gubahan tersebut. Bila mengamati lagu yang lain, sebaiknya ada satu lagu yang asli (pertama kali dipopulerkan) dan lainnya adalah hasil gubahan (aransemen).  Dapat juga membandingkan lagu lain, seperti lagu daerah atau lagu nusantara

2. Menanya

Bila telah mencatat hasil pengamatan suatu karya gubahan, maka bagian-bagian apa saja yang dapat diolah atau dikembangkan pada karya gubahan tersebut? Apakah semua unsur dasar musik yang mencakup pengembangan unsur melodi, ritme, dan harmoni? Atau hanya sebagian saja?

Pengembangan melodi dapat berupa penataan ulang melodi pokok. Hal ini disebut variasi melodi (melodic variation). Contohnya adalah, ketika seorang penyanyi memberikan nada-nada tambahan pada akhir kalimat musik. Contoh lengkap akan disajikan kemudian.

Pengembangan melodi lainnya adalah dengan menambahkan melodi di luar melodi pokok. Pengembangan ini dapat berupa penambahan melodi pendek di tempat-tempat yang dianggap kosong atau sepi (dead spot). Teknik ini disebut filler, yaitu isian yang dapat dimainkan secara langsung saat memainkan musik (fill-in) atau telah ditulis sebelumnya (melodic filler).

Ada kalanya suatu musik yang hendak diaransemen perlu diberi sentuhan yang mendukung gerakan akor. Pada umumnya suatu lagu memiliki suatu puncak atau klimaks. Sewaktu menuju ke puncak lagu tersebut dapat diberikan suatu gerakan nada yang diambil dari unsur nada akor yang arahnya berlawanan dengan gerakan melodi utama (counter melody). Pengembangan melodi lainnya di luar melodi utama adalah obligato. Obligato adalah melodi kedua yang berfungsi mendukung melodi utama.

3. Mengeksplorasi

Untuk mendalami hal-hal di atas, perhatikan langkahlangkah yang umum digunakan dalam menggubah suatu karya musik. Langkah yang dimaksud adalah sebagai berikut :

a. Pilih lagu yang akan digubah. Mulai dari lagu yang sudah dikenal.

b. Tentukan tujuan menggubah musik. Suatu musik yang akan digubah dapat diperuntukan pada acara tertentu atau kepada kelompok pendengar tertentu sehingga aransemennya juga perlu disesuaikan. Misalnya untuk hiburan atau untuk upacara peringatan hari kemerdekaan negara kita.

c. Tentukan formatnya. Aransemen dapat dibuat untuk vocal, atau instrumental, atau gabungan. Untuk aransemen vocal, lagu yang sama dapat diperuntukkan untuk vocal group atau paduan suara jenis a capella. Untuk instrumental dapat dipilih format seperti combo band atau band orchestra.

d. Buat sketsa. Sebelum menulis partitur lagu secara lengkap ada baiknya untuk membuat garis besarnya terlebih dahulu. Umpamanya pada bagian mana suatu jenis alat musik berbunyi atau di bagian mana musik harus diulang.

e. Tulis partiturnya secara lengkap.

f. Coba mainkan. Setelah menulis partiturnya, maka cobalah mainkan hasil aransemen tersebut sebelum ditampilkan di depan umum.

g. Revisi. Perbaiki hal-hal yang dirasa perlu untuk kesempurnaan. Teliti ulang notasi dan tanda-tanda yang diperlukan agar pemain dapat dengan mudah membaca dan memainkanya. Setelah memahami hal-hal di atas, ambil lagu yang telah dipilih dan mulailah untuk membuat aransemennya.

Contoh latihan pertama adalah Indonesia Pusaka untuk vokal dan latihan berikut adalah lagu Sajojo dari daerah Papua. Indonesia pusaka yang ditulis oleh Ismail Marzuki merupakan lagu wajib dan lagu Sajojo ini suatu lagu yang sudah umum digunakan sebagai lagu pengiring tarian.

Menggubah musik vokal

a. Tulis lengkap melodinya dan dalami detailnya serta maknanya.

b. Berikan akor pada ketukan berat (aksen) atau per birama. Lihat contoh pada birama 1, 3, dan 4 aransemen lagu Indonesia Pusaka.

c. Tambahkan suara lain sebagai suara kedua dengan jarak 3 (tertz) atau 6 (sext) jika dibalik. Perhatikan jangkauan suara (ambitus) penyanyi wanita: Sopran, Alto dan pria: Tenor, Bas

d. Atau, gunakan unsur nada triad pada masing-masing nada, sehingga menghasilkan 3 suara.

4. Mengasosiasi

Perhatikan contoh lagu Indonesia Pusaka yang diaransemen dengan jarak nada 6 sebagai patokan secara keseluruhan antara suara Sopran dan Tenor. Artinya jarak (interval) antara suara yang satu dengan lainnya adalah 6. Namun kedua suara disusun berdasarkan rasa atau gerakan akor yang telah dirancang sebelumnya.

Menggubah musik merupakan aktivitas yang menyenangkan karena kita dapat mengkreasikan bunyi musik yang kita inginkan. Menggubah melalui alat musik, seperti gitar atau piano, lebih leluasa dibandingkan dengan vokal. Musik vokal memiliki keterbatasan jangkauan suara (ambitus). Jangkauan suara piano ada yang mencapai lebih 7 oktaf dan dapat dimainkan lebih dari satu nada (akor) sehingga lebih leluasa untuk menuangkan gagasan musik yang diinginkan.

Menggubah musik, seperti telah dinyatakan sebelumnya, dapat dibuat menjadi baru seluruhnya atau hanya sebagian saja yang ditata ulang. Misalnya, akor lama diganti dengan akor baru atau pola irama lama dipertahankan tetapi bagian melodinya diaransemen kembali. Demikian halnya bila suatu melodi lagu asli dibawakan oleh vokal, kemudian pada aransemen baru dimainkan oleh suatu instrumen musik. Hal ini dapat diaosiasikan dalam seni rupa sebagai perubahan warna. Kapan suatu aransemen musik dibuat menjadi baru seluruhnya atau hanya sebagian saja sangat tergantung dari tujuan penggubahan musik dan pertimbangan rasa keindahan bunyi yang ingin diungkapkan.

Cara-cara Mengubah Musik – Ada beberapa langkah yang dilakukan oleh penggubah dalam mewujudkan karya musiknya. Setiap penggubah tentu mempunyai gaya dan kebiasaan sendiri dalam meng-aransemen musik, namun langkah-langkah berikut ini merupakan gambaran umum tahapan penggubahan musik, yaitu :

a. Pelajari (hayati) lagu yang akan diaransemen terlebih dahulu.

b. Imajinasikan lagu tersebut akan diaransemen menjadi musik seperti apa, misalnya akan diaransemen dengan gaya keroncong, pop, R&B, mars atau himne.

c. Penentuan format dan instrumen musik yang akan digunakan, misalnya solo dengan iringan piano atau permainan bersama, seperti combo band, anasambel, atau band orksetra.

d. Jika aransemen yang akan dibuat menggunakan rhythm style berupa pola irama tertentu, maka dibuat terlebih dahulu rhythm section (iringannya) beserta akornya. Pada combo band, rhythm section dimainkan oleh gitar, piano/kibor, bas, dan drum serta, jika diperlukan, dapat ditambahkan beberapa alat pukul (perkusi) Latin, seperti conga. Pada bagian ini, akor yang digunakan sudah disusun sesuai dengan melodi lagu yang diaransemen.

e. Kemudian, bagian melodi perlu dikembangkan untuk memperkaya aransemen yang akan dibuat.

f. Selama menggubah musik, evaluasi terus dilakukan untuk menjaga agar gambaran (konsep) musikal yang telah dirancang di awal dapat diwujudkan dengan baik. Pencipta lagu disebut juga orang yang menciptakan suatu komposisi lagu.

mengubah musik
mengubah musik

Cara-cara Mengubah Musik – Adapun bagian-bagian yang dikembangkan dalam aransemen dapat mencakup melodi, harmoni (akor), dan irama. Coba dengarkan beberapa karya musik, misalnya lagu popular atau keroncong, ketiga unsur tersebut yang dikembangkan oleh penggubahnya. Sebelum mengembangkan bagian melodi, penataan akor dan irama musik yang akan diaransemen dapat dibuat terlebih dahulu.

Misalnya, bila akan mengransemen dalam gaya musik popular, maka akor-akor pokok (primer: I, IV, V) dapat menjadi dasar pembuatannya. Penggunaan akor sekunder digunakan bila diperlukan. Irama pengiring lagu yang akan diaransemen dapat dipilih salah satu pola irama yang sudah ada, seperti bossanova, reggae, rock, atau keroncong. Beberapa irama musik daerah kita dapat diadaptasi atau dijadikan dasar untuk pengembangan irama pengiring. Irama tersebut disesuaikan dengan alat musik yang tersedia.

5. Mengomunikasikan

Kamu sudah mendalami beberapa konsep dan teknik mengembangkan suatu karya musik. Untuk kegiatan selanjutnya, aransmenlah salah satu karya musik. Buatlah itu dalam format vocal dan atau instrument musik. Kemudian sajikanlah itu dalam bentuk partitur musik. Perhatikan setiap detail musiknya apakah sudah sesuai dengan rasa musik yang dikehendaki dengan teknik penulisan yang sesuai. Sajikan itu didepan kelas, dan bila mungkin mainkanlah itu dengan komputer yang ada program pemutar musiknya.

Berikut ini akan kita pelajari pengembangan melodi sebagai salah satu bagian dalam mengaransemen musik. Pengembangan melodi terdiri dari dua jenis, yaitu pengembangan melodi asli atau melodi utama dan pengembangan melodi di luar melodi utama. Pengembangan melodi utama dapat dilakukan dengan variasi. Pengembangan melodi di luar melodi utama dapat dilakukan dengan menambahkan melodi pendek sebagai pengisi kekosongan (filler) dan obligato yang berfungsi sebagai melodi kedua.

Variasi melodi dapat dibuat apabila melodi utama dirasa kurang sesuai dengan aransemen yang direncanakan. Variasi dapat berupa variasi ritme melodi utama dan variasi nada. Pada variasi ritme, kita dapat melakukannya dengan mendahului (antisipasi) ritme yang seharusnya atau menundanya.

Cara-cara Mengubah Musik – Setelah memahami dan berlatih cara membuat variasi melodi di atas, coba gabungkan variasi ritme dan variasi nada pada salah satu melodi. Nyanyikan dan rasakan hasilnya. Apabila belum sesuai, coba ulangi hingga variasinya sesuai dengan yang diinginkan. Selanjutnya pelajari cara mengembangkan melodi di luar melodi utama. Di sini akan dipaparkan cara membuat filler dan obligato. Filler, sebagai pengisi kekosongan dapat dibuat dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Pelajari terlebih dahulu melodi utama dan tandai tempat yang terasa kosong atau sepi. Umumnya melodi merupakan gabungan antara bagian melodi yang bergerak (pendekpendek) dan nada panjang atau istirahat. Di daerah nada panjang atau istirahat itulah dapat kita anggap kosong (dead spot). Pada bagian yang terasa sepi (dead spot) itulah nantinya yang diberi isian (filler).

b. Sebelum memberi filler tentukan terlebih dahulu akor melodinya. Akor dapat diberikan pada ketukan yang dianggap kuat (aksen) atau per birama sesuai dengan rasa melodinya.

c. Setelah mengetahui letak daerah yang dianggap kosong, berikan isian yang selaras dengan gerakan melodi dan akor. Untuk latihan, buatlah sebanyak mungkin filler, lalu pilih filler terbaik sebagai isian. Tentukan instrumen musik yang membawa filler tersebut.

Perhatikan beberapa contoh menggubah lagu berikut ini. Dengarkan terlebih dahulu lagu “Heal the World” oleh Michael Jackson. Pada bagian akhir lagu ini tepatnya pada kata-kata “You and for Me” terdapat nada panjang (dead spot) pada kata ‘Me’ selama 2 ketuk. Motif ini dinyanyikan secara berulang-ulang oleh penyayi latar (backing vocal). Menjelang nada panjang tersebut disusul oleh vokal Michael Jackson dengan lirik “Make A Better Place” sebagai isian (filler). Ini dinyanyikan sebanyak tiga kali dan dilanjutkan dengan kata-kata “Heal the world we live in, save it for our children”.

 Cara-cara Mengubah Musik

Cara-Cara Memanfaatkan Jasa Bank dalam Kehidupan Sehari-hari

Usaha pokok bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat serta memberi pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat dapat memanfaatkan produk bank dengan cara sebagai berikut. a. Transfer uang (pengiriman uang). b. Menjamin surat-surat berharga yang diperjualbelikan oleh masyarakat. c. Melaksanakan inkaso (penagihan) wesel/surat utang atas nama nasabahnya dari pihak lain. d. Mengeluarkan cek perjalanan. e. Membeli atau menjual uang asing. f. Menyediakan ATM. g. Pembayaran jasa lainnya, seperti telepon, listrik, dan PDAM.

Cara-Cara Mengatasi Inflasi (2)

Cara-Cara Mengatasi Inflasi (2)

b. Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal dilakukan pemerintah untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran negara.

Kebijakan fiskal yang ditempuh untuk mengatasi inflasi di antaranya sebagai berikut. 1) Mengurangi pengeluaran negara. 2) Penghematan pengeluaran pemerintah (disesuaikan dengan rencana). 3) Pengurangan utang luar negeri. 4) Menaikkan atau mengefektifkan pajak.

c. Kebijakan Nonmoneter dan Nonfiskal Kebijakan nonmoneter dan nonfiskal artinya kebijakan untuk mengatasi inflasi dengan tidak memengaruhi jumlah uang yang beredar maupun pendapatan dan pengeluaran negara. Bentuk kebijakan tersebut di antaranya sebagai berikut. 1) Peningkatan produksi dan peningkatan jumlah barang di pasaran. 2) Kebijakan upah dengan menaikkan upah riil yang sudah memperhitungkan inflasi. 3) Pengendalian dan pengawasan harga, misalnya pemerintah menetapkan kebijakan harga maksimum.

pelaku-ekonomi