Teknik Teknik Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

Teknik Teknik Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

Teknik Teknik Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

Teknik Membaca Cepat
Teknik Membaca Cepat

Teknik Membaca Cepat – Banyak manfaat yang Anda peroleh dari kegiatan membaca. Misalnya, menambah wawasan dan menambah informasi. Namun, pernahkah Anda mengukur berapa kecepatan membaca cepat Anda? Tahukah Anda, apakah yang dimaksud dengan membaca cepat? Pada pelajaran ini, Anda akan belajar membaca cepat. Dengan demikian, Anda akan tahu berapa kecepatan membaca Anda dengan waktu yang telah ditentukan. Pada pelajaran ini, Anda pun akan belajar membedakan peng gunaan pada tekanan kata dan kalimat. Sebaiknya, Anda mengikuti pelajaran ini dengan tepat. Anda pun akan semakin pandai.

Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

1. Membaca cepat permulaan (120–150 kata) per menit

Teknik Membaca Cepat – Pernahkah Anda mengukur berapa kecepatan membaca Anda? Berapa kata yang dapat Anda baca dalam waktu satu menit? Kecepatan seseorang dalam membaca wacana berbedabeda. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor kurangnya berlatih membaca wacana dengan waktu yang ditentukan dan melakukan kesalahan-kesalahan ketika membaca. Misalnya, jari tangan ikut bergerak ketika membaca, bibir ikut berguman, dan menggerakgerakkan kepala mengikuti alur kalimat yang dibaca. Kecepatan membaca sebuah wacana tentu harus dibarengi oleh kecepatan dalam menyerap isinya. Dalam istilah membaca, cara membaca demikian dikenal dengan istilah membaca cepat. Cermatilah petunjuk membaca berikut. Petunjuk tersebut membantu Anda dalam membaca cepat.

Teknik Membaca Cepat

a. Pahamilah kata-kata kunci yang menjadi petunjuk. Misalnya, untuk mengetahui penduduk suatu daerah tertentu dengan kata kunci sensus, demografi, kependudukan, dan pem ukiman. b. Kenali organisasi tulisan dan strukturnya untuk mem – perkirakan letak jawaban. Lihat juga grafik, ilustrasi, dan tabel yang berhubungan dengan jawaban. c. Gerakkan mata secara sistematis dan cepat seperti anak panah langsung ke tengah meluncur ke bawah, dengan cara pola spiral atau zigzag. d. Lambatkan kecepatan membaca untuk meyakinkan kebenaran informasi yang dicari.

Teknik Membaca Cepat

2. Membaca cepat lanjutan dengan menerapkan teknik memindai (scanning) dan layap (skimming)

Membaca cepat merupakan suatu kegiatan membaca dengan tempo yang cepat untuk mendapatkan sesuatu yang dikendalikan dengan waktu yang cepat pula. Tujuan membaca cepat adalah untuk dapat memahami isi dan makna bacaan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Membaca cepat dapat dilakukan dengan cara membaca memindai (scanning) dan membaca layap (skimming).

a. Membaca memindai (scanning) Membaca memindai adalah teknik membaca cepat untuk mendapatkan informasi tanpa membaca yang lain dan langsung menuju fakta dan informasi. Teknik membaca memindai bisanya dilakukan untuk mencari fakta khusus, seperti mencari nomor telepon, mencari arti kata dalam kamus, melihat acara siaran televisi, dan melihat daftar penjelasan. Membaca memindai biasanya juga digunakan untuk mengumpulkan bahan-bahan mengenai topik tertentu. Pengumpulan topik tersebut tidak perlu dilakukan dengan cara membaca secara keseluruh an, tetapi cukup dengan membaca daftar isi. Misalnya saja, Anda akan mencari kata di dalam kamus dengan teknik scanning. Nah, jika kita ingin melihat kata dalam kamus, gunakanlah petunjuk berikut. 1. Perhatikan ejaan kata itu dengan saksama. 2. Perhatikan cara pengucapannya, panjang pendeknya, dan aksennya (tekanannya). 3. Jangan terlalu cepat memilih suatu pengertian. Bandingkan pengertian yang ada dan cocokan dengan konteks yang Anda baca. Pengertian itu biasanya dirinci dengan a, b, c, dst.

4. Perhatikan contoh kalimat. Hal ini akan memperjelas pengertian yang kita cari. 5. Agar segera menemukan kata yang dicari, perhatikan petunjuk halaman yang ada di setiap halaman.

b. Membaca layap (skimming) Membaca layap (skimming) adalah teknik membaca cepat yang bertujuan untuk mengambil intisari isi bacaan. Skimming bacaan berarti mencari hal-hal yang penting dari bacaan. Membaca skimming dilakukan untuk memperoleh kesan atau gambaran umum dari suatu bacaan. Banyak yang mengartikan skimming sebagai kegiatan sekedar menyapu halaman, tetapi sebenarnya skimming merupakan keterampilan membaca yang diatur untuk mendapatkan hasil yang efisien dan untuk berbagi tujuan. Teknik membaca ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui topik bacaan, mengetahui pendapat orang lain (opini), mendapatkan bagian penting yang diperlukannya tanpa membaca keseluruhan isi buku, mengetahui kerangka penulisan, dan mengingatkan apa yang telah dibaca.

3. Menentukan pokok-pokok isi wacana Setiap wacana mengandung ide pokok. Ide pokok tersebar dalam beberapa paragraf dari wacana tersebut. Seperti diketahui, dalam setiap paragraf terkandung gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan utama merupakan pokok pikiran paragraf. Dengan demikian, apabila Anda ingin menemukan pokok-pokok isi wacana, dapat ditemukan pada gagasan utama setiap paragraf. Paragraf adalah seperangkat kalimat tersusun logis-sistematis yang merupakan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok tersirat dalam keseluruhan karangan dan merupakan bagian bab dalam karangan tersebut yang ditandai dengan garis baru. Untuk mengenali kalimat kunci dalam setiap paragraf dapat dilakukan dengan cara berikut: a. mencari kata benda atau kata ganti yang dominan; b. mencari pernyataan umum; dan c. membaca secara detail jika ide pokoknya sulit.

4. Menjelaskan bagian bacaan tertentu sesuai dengan pokok-pokok isi bacaan yang telah ditemukan dengan bahasa sendiri Pada pelajaran sebelumnya Anda telah berlatih membuat catatan berupa ringkasan. Ringkasan merupakan bentuk penyajian bacaan agar menjadi lebih singkat. Dalam meringkas Anda bisa menggunakan bahasa sendiri. Namun, perlu diingat bahwa meringkas dengan menggunakan bahasa sendiri membutuhkan daya tangkap dan ketelitian yang tinggi terha dap isi bacaan.

B. Mengucapkan Kalimat dengan Jelas, Lancar, Bernalar, dan Wajar 

1. Membedakan penggunaan pola tekanan kata dan kalimat Dalam berkomunikasi, jalinan kata dan kalimat perlu dikemas dalam harmonisasi yang utuh. Artinya, dalam menyampaikan informasi kita harus menggunakan pola tekanan kata dan kalimat. Hal ini dilakukan agar orang lain memahami isi informasi yang kita ungkapkan.

Mengucapkan kalimat merupakan wujud kegiatan berbicara. Pembicara yang satu dengan pembicara yang lain, dalam hal-hal tertentu kadang-kadang berbeda, meskipun vokal, konsonan, kata atau kalimat yang diucapkannya sama. Ketidaktepatan pengucapan bunyi bahasa dapat meng – alihkan mengganggu perhatian pendengar, bahkan mungkin dapat menimbulkan salah pentafsiran. Misalnya, dalam pengucapan kata gerakkan menjadi geraan, menyatakan menjadi menyataken, menaikkan menjadi menaian. Contoh lain, kita sering mendengar pembicara tidak sesuai atau salah ucap dalam menyampaikan informasi. Pengucpan konsonan s menjadi c pada kata sasak diucapkan cacak. Kata suka diucapkan cuka. Selain itu, pengucapan konsonan r menjadi l pada kata rusuh diucapkan lusuh, kata rima diucapkan lima. Penyebab terjadinya kesalahan pengucapan konsonan tertentu, seperti contoh ter sebut disebabkan faktor intern pembicara, mungkin karena bentuk atau ukuran alat ucapnya tidak normal.

Kita juga sering mendengar pengucapan e (pepet) menjadi e (taling) pada kata peka (e pepet) diucapkan peka (e taling), mendengar (e pepet) diucapkan mendengar (e taling), beli (e pepet) diucapkan beli (e-taling). Pengucapan f (ef) diucapkan p (pe) pada kata fakultas (pakultas), aktif diucapkan (aktip), fihak diucapkan (pihak), dan normatif diucapkan (normatip). Kita juga sering mendengar pengucapan kata-kata berikut. a. memfoto diucapkan atau ditulis memoto b. memfitnah diucapkan atau ditulis memitnah c. mencintai diucapkan atau ditulis menyintai d. membawakan diucapkan atau ditulis membawaan e. tujukan diucapkan atau ditulis tujuken Ketidaktepatan pengucapan fonem (vokal dan konsonan) seperti pada kata-kata tersebut tentu akan mengganggu pendengar ketika menyimak. Oleh karena itu, pengucapan vokal, konsonan, dan kata harus jelas. Tekanan kata atau kalimat akan berkenaan juga dengan jenis kalimat yang disampaikan. Oleh karena itu, sekarang kita akan belajar mengenali jenis-jenis kalimat.

a. Kalimat berita Kalimat berita adalah kalimat yang berisi berita untuk me nyampaikan informasi kepada orang lain. Tanggapan yang diharapkan dari kalimat berita hanyalah berupa perhatian sesuai dengan maksud penutur melalui intonasi (kata yang dipentingkan).

Contoh: 1) Ami sedang menyiram bunga. (bukan orang lain) 2) Ami sedang menyiram bunga. (bukan waktu yang lalu atau nanti) 3) Ami sedang menyiram bunga di kebun. (bukan memupuk atau kegiatan lain) 4) Ami sedang menyiram bunga. (bukan tumbuhan lain) Kata bercetak miring adalah kata yang dipentingkan dalam kalimat tersebut. Berdasarkan kata yang ditulis miring dalam ketiga kalimat tersebut, tentu mempunyai perbedaan arti atau perbedaan tujuan

b. Kalimat tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang meminta tanggapan berupa jawaban. Kalimat tanya mempunyai pola intonasi yang khusus. Kalimat tanya biasanya mempergunakan kata tanya apa, siapa, mengapa, di mana, dan partikel lah. Lagu dasar kalimat tanya adalah kata pertama dari kalimat tanya suaranya naik, kemudian diikuti dengan suara rendah dan pada akhir kalimat suara tinggi. Contoh: Itu …. rumah Anda? Jika menggunakan tanda tanya, tekanan agak tinggi jatuh pada kata tanya yang digunakannya, sedangkan kata-kata lainnya datar. Contoh: 1) Kapan kamu akan bermain ke rumah saya? 2) Harus pergikah saya pada malam ini?

c. Kalimat perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang maknanya memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Ciri umum kalimat perintah adalah intonasi keras mendatar, bernada tinggi, dan umumnya menggunakan partikel lah. Kalimat perintah biasanya bernada tinggi dan menggunakan tanda seru (!) Contoh: 1) Silakan kalian belajar dengan baik. 2) Jawablah soal-soal di bawah ini. 3) Awas ada pencopet!

2. Membaca lirik lagu, naskah pengumuman, atau pidato dengan menggunakan tekanan dan intonasi secara jelas dan tepat

a. Membaca lirik lagu Membaca lirik lagu tentu berbeda dengan ketika kita menyanyikannya. Membaca lirik lagu dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan isi lagu dengan nada atau intonasi suara. Isi lagu perjuangan harus dibaca dengan nada atau intonasi yang mengandung semangat patriotisme. Sebaliknya, lagu yang ber isi rintihan cinta seseorang dibaca dengan nada yang sedih atau mendayu-dayu.

b. Membaca teks pidato Anda tentu pernahkah mendengarkan pembacaan naskah pidato presiden di televisi atau radio? Bagaimana tanggapan Anda atas pembacaan pidato tersebut? Pertanyaan tersebut merupakan landasan kegiatan Anda yang berkenaan dengan membacakan teks pidato. Membacakan teks pidato tidaklah sama dengan kegiatan membaca wacana lain. Di samping menuntut adanya mimik, gerakan tubuh, dan tangan. Hal lain yang juga paling penting dalam membaca teks pidato adalah intonasi.

 

Membaca Cepat Teks Nonsastra Mendiskusikan Masalah

Membaca Cepat Teks Nonsastra Mendiskusikan Masalah

Membaca Cepat Teks Nonsastra Mendiskusikan Masalah

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Pernahkah Anda melakukan diskusi? Masalah apa yang menjadi perbincangan dalam diskusi tersebut? Dalam pelajaran ini. Anda akan belajar mendiskusikan masalah yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku. Kemudian memberikan tanggapan atas permasalahan yang sedang dibahas tersebut. Selain itu, Anda akan belajar membaca cepat dengan kecepatan 250 kata/ menit. Anda juga akan belajar menulis puisi baru, diawali dengan menentukan tema, kemudian mengembangkan ide dalam bentuk puisi dengan pilihan kata dan majas yang sesuai.

Membaca Cepat Teks Nonsastra

Membaca Cepat Teks Nonsastra
Membaca Cepat Teks Nonsastra

Mendiskusikan Masalah

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Memecahkan suatu masalah akan lebih mudah jika dilakukan dalam forum diskusi. Masalah-masalah dalam informasi yang akan Anda dengarkan pada pembelajaran 5A ini, dapat ditemukan pemecahannya dengan berdiskusi. Misalnya, informasi tentang langkanya pupuk dalam teks ber judul “Penyelundupan Pemicu Utama Kelangkaan Pupuk”, dapat Anda perhatikan dalam kutipan berikut.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Pemerintah mengakui penyelundupan pupuk urea bersubsidi ke luar negeri adalah salah satu pemicu utama kelangkaan pupuk belakangan ini. Salah satu daerah yang dikategorikan rawan penyelundupan adalah Sumatra Utara.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Berdasarkan kutipan tersebut, dapat timbul berbagai tanggapan, baik itu berupa sikap setuju, tidak setuju, atau pun pertanyaan-pertanyaan. Semakin banyak tang gapan yang masuk, semakin membuka peluang untuk menemukan solusinya. Oleh karena itu, biasakanlah berdiskusi untuk memecahkan masalah. Diskusi pada dasarnya merupakan suatu bentuk tukar pikiran yang teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil maupun besar. Tujuannya untuk mendapatkan suatu pengerti an, kesepakatan, dan keputusan bersama mengenai suatu masalah.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Dengan demikian, bertukar pikiran baru dapat dikatakan berdiskusi jika: 1. ada masalah yang dibicarakan; 2. ada seseorang yang bertindak sebagai pemimpin diskusi; 3. ada peserta sebagai anggota diskusi; 4. setiap anggota diskusi mengemukakan pendapatnya dengan teratur; 5. jika ada kesimpulan atau keputusan hasil diskusi, harus disetujui semua peserta diskusi.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Dalam suatu forum diskusi yang lebih besar, pembicara biasanya menyampaikan permasalahan yang telah disusun sebelumnya dalam bentuk makalah. Penyaji makalah dalam diskusi disebut pemrasaran. melalui makalah yang disajikannya pemrasaran harus dapat memancing pendapat orang lain untuk turut berpikir dan aktif dalam pembahasan masalah yang didiskusikan. Kegiatan diskusi memerlukan adanya seorang ketua, seorang pemimpin diskusi ( moderator), seorang sekretaris (notulis), satu atau beberapa penyaji, dan peserta diskusi yang dituntut untuk aktif.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Ketua diskusi bertindak sebagai pelaksana yang mengurusi keperluan pelaksanaan diskusi sejak persiapan sampai dengan pelaporan. Pemimpin diskusi adalah orang yang netral, tidak berpihak. Oleh karena itu, pemimpin diskusi biasa juga disebut moderator. Tugasnya adalah menjaga agar diskusi tetap berjalan dalam batas pembahasan masalah yang sedang didiskusikan. Perhatikanlah contoh memberikan tanggapan yang men dukung berikut.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ditjen Bea dan Cukai untuk membasmi penyelundupan. Tanggapan Saya sangat setuju dengan langkah yang dilakukan Menteri Perdagangan. Dengan mengawasi jalur keluar masuknya barang oleh Bea dan Cukai akan mengurangi praktik penyelundupan. Namun, hal ini pun harus di dukung oleh keseriusan petugas Bea dan Cukai sendiri. Jangan sampai terjadi praktik kecurangan lain, seperti kolusi. Menteri Perdagangan harus serius mengawasi dan menin dak tegas pelakunya.

Membaca Cepat Teks Nonsastra

Setelah Anda belajar memperkenalkan diri dan memperkenalkan orang lain, apakah Anda dapat mempraktikkannya? Jika Anda belum dapat mengungkapkannya secara lisan, tanpa teks, buatlah terlebih dahulu hal-hal yang ingin Anda sampaikan, baik itu hal-hal tentang diri Anda ataupun orang lain. Sebagai sarana untuk melatih diri dengan pembelajaran yang akan Anda pelajari, sekarang coba bacalah teks perkenalan berikut secara cepat dalam waktu satu menit.

Tugas Kelompok B Hadirin yang berbahagia, perkenalkan nama saya Anjas. Saya akan memperkenalkan dan menceritakan biografi seorang sastrawan Indonesia yang kini namanya tengah naik daun. Ia lahir di Surabaya, tanggal 7 Juni 1972 dengan nama lengkap Dwifira Maharani Basuki. Selepas dari SMA Regina Pacis, Bogor di tahun 1991, ia meneruskan studi Jurusan Antropologi, Universitas Indonesia, sebelum akhirnya setahun kemudian menjalankan studi ke Amerika. Di musim panas 1995, ia lulus dengan gelar sarjana di bidang seni. Selanjutnya, selama musim panas hingga musim gugur 1995 ia meneruskan studi master. Selama musim semi hingga musim panas 1996 ia melakukan studi di bidang yang sama di universitas yang berbeda.

Agar meningkatkan kecepatan membaca Anda ada cara tertentu untuk melatihnya. Berikut ini merupakan beberapa cara untuk meningkatkan kecepatan membaca. 1. Usahakan dalam membaca, jangan membaca kata demi kata, melainkan secara berkelompok. 2. Jangan mengulang suatu kata yang menurut Anda sulit dipahami. Hal ini akan mengurangi kecepatan membaca Anda. Biasanya, makna kata sulit tersebut dapat Anda pahami setelah membaca keseluruhan isi teks. 3. Jika membaca teks surat kabar (berupa kolom-kolom), arahkan gerak mata secara vertikal atau melingkar. Sekarang, bacalah bacaan berikut dengan cepat dan bacalah menggunakan cara membaca cepat. Mintalah teman Anda untuk menghitung waktu yang diperlukan saat membaca dengan menggunakan jam tangan atau stopwatch. Lakukan lah secara ber gantian. Berapa waktu yang Anda perlukan untuk membaca bacaan tersebut? Jika kecepatan membaca yang diharapkan 250 kata/ menit, Anda seharusnya dapat menyelesaikan bacaan tersebut maksimal tiga menit. Jika itu tercapai, kecepatan membaca Anda sudah baik. Kalau belum, Anda harus berlatih lagi.

Menulis Puisi Baru

Apa yang telah Anda pahami tentang puisi? Tentu Anda pernah membaca dan mendengarkannya. Pada pelajaran sebelumnya, Anda telah memelajarinya. Sekarang, ingatlah kembali pelajaran yang telah Anda pelajari tersebut. Puisi merupakan salah satu genre sastra Indonesia, selain prosa dan drama. Puisi digolongkan ke dalam sastra imajinatif. Perbedaan dengan prosa adalah pada penggunaan bahasa. Pada puisi, unsur bahasa dipergunakan semaksimal mungkin, baik dalam arti, intensitas, irama, maupun bunyi katanya. Bahasa pada puisi adalah bahasa yang berkembang dan multimakna. Sementara itu pada bahasa prosa lebih menjurus kepada satu, seperti yang dimaksud kan pengarangnya.

Ada beberapa bentuk gaya bahasa (majas) yang dapat Anda gunakan, di antaranya sebagai berikut.

1. Majas perumpamaan adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, namun dianggap sama. Contoh: sikapnya seperti air tenang menghanyutkan. 2. Majas metafora adalah perbandingan yang implisittanpa kata seperti, sebagai, atau laksana di antara dua hal yang berbeda. Contoh: punggungnya landasan matahari. 3. Majas personifikasi adalah majas yang melekatkan sifatsifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Contoh: bumi mengasuh umat manusia. 4. Majas hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan. Contoh: badannya kurus kering tiada daya karena keku rangan pangan. 5. Majas litotes adalah majas yang dalam pengungkapannya menyatakan sesuatu yang positif dalam bentuk yang negatif.

Contoh: Shakespeare bukanlah dramawan picisan. Setelah mengetahui hal-hal tentang puisi, apakah Anda memiliki keinginan untuk menulis sebuah puisi? Sebagai bahan untuk menulis puisi, Anda pun dapat mengambil tema puisi berdasarkan pembelajaran yang telah Anda pelajari. Misalnya, pada pembelajaran 5 sub A dalam teks “Petani dan Pohon Industri Padi” Anda dapat memberi judul puisi anda seperti: Petani Kau Sungguh Berjasa, Petani Ku Rindu Jasamu. Untuk melatih kemampuan menulis puisi, biasakanlah menulis puisi sesering mungkin. Hal ini akan mempertajam keahlian anda dalam merangkai kata-kata.

Latihan Pemahaman

1. Buatlah puisi bertema pertanian atau Anda dapat menentukan sendiri tema yang lebih menarik. Anda pun dapat membayangkan, mengembangkan imajinasi, atau melakukan pengamatan terhadap keadaan sekitar, untuk memperoleh gagasan puisi. 2. Setelah selesai, tukarkanlah dengan puisi karya teman Anda untuk saling mengapresiasi. Berilah komentar atau tanggapan karya puisi tersebut. 3. Perhatikanlah penggunaan gaya bahasa yang menarik dan mengan dung makna konotasi dalam puisi berikut.

Lanskap Retak

aku adalah rakyat dari berjuta-juta yang lain melintas perlahan di depan pamandangan terbakar aku dari berjuta yang lain, hidup tak sekejap pun mau berhenti setiap pagi merebus airmata, menanak batu terburu-buru memakai baju dan celana sambil berlari mengikat tali sepatu bagai sperma segar pagi buta berlepasan dari gang-gang sempit melarikan mimpi dari tidur nyanyak ranjangku tersaruk-saruk disaput cuaca buta kami ditenung kekuasaan jadi kerangka batu mengabadi dalam etalase museummu terpajang manis seperti boneka-boneka cantik lalu kauundang anak cucumu membuat penelitian mengasyikan mereka catat tanggal lahirku kapan wafatku, serta sebab musabab kamatian yang luput dari keharuan karena aku adalah rakyat dari jutaan yang lain yang kehilangan kerja jantung dalam peristiwa keseharian kami yang melangkah tak seimbang di atas titi keadilan adalah aku rakyat sebagai pemandangan retak terukir sempurna di tubuh gerabah negeri yang rebah Karya: Jimmy S Johansyah Sumber: wwwsuaramerdekaonline.

Materi Tentang Membaca Memindai Teks

Materi Tentang Membaca Memindai Teks

Materi Tentang Membaca Memindai Teks

Membaca Memindai Teks
Membaca Memindai Teks

Membaca Memindai Teks – Membaca Memindai Teks Kalian telah tahu bahwa untuk memahami isi suatu teks atau buku, kalian harus membaca secara saksama. Setelah membaca, kalian juga dapat membuat rangkuman atas teks atau buku tersebut. Untuk dapat merangkum teks atau buku, kalian harus menemukan pokok-pokok isi teks atau buku tersebut. Sebelum merangkum isi sebuah buku, bacalah dan temukan pokok-pokok isi teks berikut.

Membaca Memindai Teks

Penyakit Demam Berdarah Perlu Penanganan

Korban penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Lampung Timur (Lamtim) terus meningkat. Dari catatan dinas kesehatan setempat, selama periode Januari ini jumlah warga yang terserang penyakit itu bertambah 9 orang sehingga menjadi 22 orang dari sebelumnya 13 orang. Sedangkan periode Desember 2007 lalu, 7 warga positif terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegepty tersebut. Sehingga selama periode Desember 2007–Januari 2008, warga Lamtim yang terserang DBD mencapai 30 orang. Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Sartono menjelaskan, untuk mengantisipasi penyebaran wabah DBD, pihaknya telah melakukan fogging focus (pengasapan) di lingkungan sekitar warga yang terserang. Selain itu, pihaknya juga telah mendistribusikan bubuk abate kepada warga melalui kader kesehatan yang ada di setiap desa. Kemudian, Diskes Lamtim telah menyiagakan 200 liter molation (bahan aktif untuk fogging focus) dan 125 kg bubuk abate serta 10 unit alat fogging.

Membaca Memindai Teks – Persoalannya, terang Sartono, hingga kemarin dana penanggulangan DBD yang dianggarkan melalui APBD 2008 belum turun. Sehingga, seluruh biaya operasional pencegahan DBD masih menggunakan dana talangan dari Dinas Kesehatan. ”Kalau menunggu dana cair, kami khawatir wabah DBD semakin meluas,” terangnya. Dalam kesempatan yang sama, Sartono menjelaskan dari hasil evaluasi wilayah Lamtim yang termasuk daerah endemik DBD tersebar di Kecamatan Sekampung, Batanghari, Pekalongan, Bandarsribawono, Sekampungudik, dan Wayjepara. Karenanya kepada masyarakat yang tinggal di daerah endemik, Sartono mengimbau segera melakukan upaya pencegahan penyebaran DBD. Upaya yang paling efektif adalah melalui kegiatan 3 M (menutup, mengubur, dan menguras) tempat-tempat yang potensial untuk perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty. Sumber: Radar Lampung, 23 Januari 2008

Membaca Memindai Teks

1. Temukan pokok-pokok isi teks tersebut! 2. Buatlah rangkuman isi teks tersebut!

Menulis Hasil Wawancara

Dalam dunia jurnalistik, dikenal dengan rumus 5W + 1H, yaitu what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana). Sampai sekarang, rumus ini masih digunakan untuk menulis berita di koran, baik berupa berita yang masih hangat (hot news), berita kriminal (crime news), berita singkat (spotnews), dan karangan khas (feature). Misalnya, seorang wartawan yang sedang meliput kejadian pencurian di kompleks perumahan. Wartawan bertanya kepada Pak Agam, pemilik rumah yang dibobol pencuri. Wartawan : Pukul berapa, kejadiannya, Pak? Pak Agam : Kira-kira pukul 2 malam. Wartawan : Apa saja yang diambil pencuri, Pak? Pak Agam : Televisi, radio, VCD, dan laptop. Wartawan : Mengapa hanya barang elektronik yang diambil, tidak uang atau perhiasan? Pak Agam : Mungkin kalau pencuri itu masuk kamar, takut saya dan istri saya terbangun! Kan, repot kalau ketahuan! Wartawan : Oya, ini termasuk wilayah kepolisian mana, Pak? Pak Agam : Perumahan Cinta Damai ini termasuk Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Pantang Mundur, wilayah hukum Polres Pantang Mundur. Wartawan : Bapak sudah punya dugaan, siapa kira-kira pencurinya itu? Pak Agam : Lah, gak tahu, ya! Kalau sudah tahu, tentu saja sudah saya tangkap. Tapi melihat jendela yang rusak, seperti sudah tahu bahwa jendela dekat pojok sana engselnya rusak. Saya curiga, jangan-jangan orangnya tahu rumah saya. Itu hanya kecurigaan! Yang jelas saya tidak menuduh siapa-siapa, takut menjadi fitnah! Fitnah, itu kan, dosa. Nanti sama dosanya dengan yang mencuri barang-barang saya ini! Wartawan : Bagaimana setelah kejadian itu? Trauma atau ada harapan untuk segera dituntaskan tindak kriminal ini! Pak Agam : Ya, trauma, sih, tentu saja! Baru pertama kali, kok, rumah dibobol pencuri. Ya, saya berharap pihak yang berwajib segera bertindak. Paling tidak, keamanan masyarakat terjaga, jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini. Hasil wawancara di atas, dapat saja ditulis oleh wartawan dengan pola 5W + 1H seperti berikut ini.

Membaca Memindai Teks

Bandung, (PR): Pencurian semakin merajalela. Kali ini menimpa keluarga Agam (60), warga Perumahan Cinta Damai, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Pantang Mundur. Rumahnya dibobol pencuri pada Sabtu (23/5) pukul 2 dini hari. Rumah pensiunan sebuah BUMN itu dibobol pencuri ketika penghuni rumah terlelap tidur. Pencuri mencukil pintu serambi sebelah kiri, yang memang sudah longgar. Barang-barang yang dicuri, yaitu televisi, radio, VCD, dan laptop. Barang berharga lainnya selamat karena menurut Agam, pencuri ketakutan jika penghuni akan terbangun.

Bacalah teks wawancara berikut, kemudian kerjakan soal-soal di bawahnya!

Hati-Hati Terjebak Aliran Sesat

”Jika ingin tahu bagaimana mencari jalan terang di tengah kegelapan, bertanyalah kepada Nasaruddin Umar,” ujar sastrawan Danarto, ”Pria ini senantiasa berada di tengah jantung masyarakat dan bisa menjadi pencerah.” Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama ini memang tak segan-segan turun di ”daerah konflik” saat terjadi bebagai kegentingan. Pada saat pro-kontra ”aliran sesat”, misalnya, ia memilih berdialog dengan orang-orang yang dianggap sesat ketimbang menghajar mereka dengan pentung dan api marah. Apa komentar dia tentang 2007 yang kerap dianggap orang sebagai ”tahun kegelapan”? Berikut petingan perbicangan dengan dia di Jakarta, belum lama ini. Perjalanan bangsa Indonesia sepanjang tahun 2007 berada dalam kegelapan. Begitu banyak sendi kehidupan rusak, begitu kerap bencana alam tejadi. Apa yang salah pada bangsa ini? Ada tiga komponen yang dalam Islam terkait bencana. Ada musibah balak dan azab. Jangan dicampuradukkan ketiganya sehingga terjadi pemahaman yang salah. Azab itu siksaan Tuhan karena kezaliman umat seperti yang terjadi pada umat-umat sebelum Nabi Muhammad, saw. Seperti umat Nabi Nuh yang kapitalistik dan umat Nabi Luth yang melakukan penyimpangan dan kejahatan seksual. Akan tetapi, yang diazab itu orang-orang yang durhaka, bukan orang-orang yang saleh. Orang yang saleh walau ada di sekitarnya, seperti kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib, tidak terkena serangan burung terhadap pasukan Abrahah. Adapun musibah atau ujian itu tidak mengenal agama dan etnik. Begitu datang bisa mengenai semuanya. Nabi sudah minta kepada Allah agar umatnya tidak diberi azab sebagaimana umat-umat terdahulu. Allah mengabulkan permintaan itu sehingga pasca Muhammad tidak ada lagi azab yang ditimpakan.

Membaca Memindai Teks

Jadi, semuanya berbentuk musibah. Lalu ada balak yang bersifat lebih personal, seperti kita sembrono bawa mobil lalu kecelakaan, ya itu kita terkena balak. Kondisi yang menimpa bangsa Indonesia saat ini adalah musibah. Ada dua faktor yang memengaruhi. Pertama, karena siklus kealaman itu sendiri. Ada siklus sepuluh tahunan, duapuluh tahunan, dan lima puluh tahunan. Ilmu pengetahuan sudah menjawab dan terbukti ada siklus. Jadi, jangan langsung menghubung-hubungkan atau memistikkan suatu permasalahan pada era SBY–JK, dengan serangkaian musibah yang terjadi saat ini, itu syirik. Selain sabar dan optimis, apa yang perlu kita sebagai pribadi dan bangsa lakukan dalam menghadapi musibah ini? Dengan keikhlasan.

Membaca Memindai Teks – Tidak semua persoalan diselesaikan dengan uang. Banyak problem itu bisa diselesaikan dengan semangat dan keikhlasan. Kalau ikhlas, kita tidak mengenal lelah. Kalau kita ikhlas, dana itu nomor dua. Ikhlas juga tidak mengejar popularitas karena hakikatnya apa artinya terkenal di bumi tetapi tidak terkenal di akhirat. Mengenai keterpurukan di berbagai sendi kehidupan saat ini, saya mengibaratkan sebagai lentingan bola. Untuk menaikkan bola ke atas, itu perlu mengantam lantai terlebih dahulu. Yang perlu juga dipahami tidak pernah ada musibah itu tanpa hikmah. Di mana ada musibah di situ pula ada pembelajaran. Jadi, masih ada titik cerah. Coba lihat, bangsa-bangsa lain yang maju, pasti dalam tahapan sejarah mereka, ada sesuatu masalah yang krusial. Coba kita renungkan, apabila kita ada bencana tsunami, maka kita tidak pernah sedikit pun berpikir bagaimana merencanakan sebuah pembangunan yang berdimensi penanggulangan terhadap tsunami. Saya lama di Amerika dan beberapa negara Eropa. Begitu dapat musibah seperti badai atau listrik mati total, langsung timbul kepanikan dan kekacauan yang luar biasa. Coba lihat, peristiwa 9– 11 di Amerika bagaimana negara besar, negara adidaya yang sangat disegani di dunia merasakan kekalahan yang begitu besar, beitu telak di negeri mereka sendiri. Dengan banyak musibah di negeri ini janganlah membuat kita kecil hati. Harus kita ubah cara pandang kita dengan pola pikir karena musibah kita justru dibuat lebih matang dalam menghadapi tantangan alam dalam kehidupan ini. Sumber: Suara Merdeka, 30 Desember 2007

Membaca Memindai Teks

1. Catatlah pokok-pokok informasi dari hasil wawancara tersebut! 2. Tuliskan hasil wawancara itu dalam beberapa paragraf dengan ejaan dan tanda baca yang benar!