Tentang Materi Cara Membaca Cepat Teks

Tentang Materi Cara Membaca Cepat Teks

Tentang Materi Cara Membaca Cepat Teks

Cara Membaca Cepat
Cara Membaca Cepat

Cara Membaca Cepat – Kalian pernah belajar membaca cepat ketika mengikuti kegiatan pada Bab I dan Bab III. Masih ingatkah kalian, berapa kecepatan membacamu saat itu? Perlu kalian ingat, standar kecepatan minimal siswa kelas X SMA adalah 250 KPM. Karena itu, jika kecepatanmu belum mencapai itu, teruslah berlatih membaca. Jika kecepatanmu telah mencapai kecepatan minimal, kalian harus tetap berlatih untuk membaca teks yang panjangnya lebih dari 250 kata. Di bawah ini disajikan sebuah teks yang panjangnya ± 400 kata. Bacalah teks tersebut secara cepat tanpa meninggalkan pemahaman isi. Jangan lupa untuk mencatat waktu yang kalian perlukan untuk membaca teks tersebut!

Waspadai Perdagangan Anak

Anak-anak merupakan korban musibah Aceh yang paling menderita. Di antara mereka ada yang kehilangan orang tuanya karena orang tuanya sudah meninggal dunia atau terpisah oleh gelombang laut. Ratusan, bahkan ribuan anak Aceh kini hidup telantar. Mereka jelas memerlukan pertolongan. Yang menarik dan sekaligus memprihatinkan, ternyata di antara ”penolong” itu ada yang bermaksud jelek alias memanfaatkan kesempatan di saat kesempitan Ya, itulah yang disinyalir Pejabat Sementara (Pjs) Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring. Kepada pers, Minggu (2/1) Tifatul Sembiring mengatakan, pihaknya akan mewaspadai tindakan oknum-oknum yang berniat jahat yang memanfaatkan keadaan sulit di Aceh dengan memperdagangkan anak-anak yatim atau piatu korban bencana. ”Kami sudah menengarai banyak anak korban bencana di Aceh yang akan diperdagangkan,” kata Tifatul ketika ditemui usai apel siaga peluncuran Komite Kemanusiaan untuk Aceh (KKA) di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan. Tindakan orang yang mengambil anak-anak korban bencana alam di Aceh tanpa surat identitas serta surat keterangan dari pihak berwenang setempat yang membuktikan mereka adalah keluarga korban merupakan tindak penculikan. Sementara itu, Ketua KKA-PKS, Soeripto, menyebutkan di Bandara Polonia, Medan, sudah banyak orang tanpa keterangan jelas yang mengambil anak-anak yatim korban bencana. ”KKA-PKS akan mengupayakan untuk mendirikan sebuah posko khusus untuk mengawasi perdagangan anak-anak korban bencana di Bandar Udara Polonia, Medan,” kata Soeripto. Sementara itu, Ny. Hj. Ninih Muthmainnah, istri K.H. Abdullah Gymnastiar menyatakan, nasib anak-anak di Aceh merupakan tanggung jawab kita. Sewaktu bersama suaminya mengunjungi Banda Aceh dan bertemu dengan para pengungsi, ia merasakan betul betapa sedihnya para orang tua yang anak-anaknya meninggal dan anak-anak yang kehilangan orang tua. Di antara anak-anak itu, ada yang orang tuanya meninggal dan ada yang tidak tahu entah ke mana orang tuanya. Anak-anak itu menangis, kelaparan, dan kehausan. Beberapa anak menyatakan, besar harapan orang tuanya masih hidup dan bisa bertemu kembali. Mereka ingin memperoleh belaian kasih sayang dan bisa terjamin kehidupannya. Mereka masih mau sekolah, mengenyam pendidikan, dan merasakan kehangatan kasih sayang orang tuanya.

Cara Membaca Cepat

”Untuk itulah, kita yang berada di daerah yang selamat, sepatutnya membantu meringankan beban penderitaan anak-anak. Mari kita membantu menjadi orang tua asuh, membantu meringankan, atau menanggung biaya pendidikan anak-anak korban musibah Aceh,” ujarnya. Dikutip dengan pengubahan dari Pikiran Rakyat, 3 Januari 2005

Berapa lama waktu yang kalian gunakan untuk membaca teks di atas? Jika kalian berhasil membaca teks tersebut dalam waktu satu menit, berarti kalian telah berhasil membaca cepat teks tersebut. Kemudian, lanjutkan dengan menjawab pertanyaan berikut! 1. Gagasan apa yang dikemukakan dalam teks tersebut? 2. Anak-anak merupakan korban musibah di Aceh yang paling menderita. Mengapa anak-anak dikatakan menderita? 3. Siapakah yang mengungkapkan telah terjadi praktik perdagangan anak di Aceh? 4. Tindakan memperdagangkan anak diibaratkan sebagai tindak penculikan. Apa maksudnya? 5. Apa upaya Komite Kemanusiaan untuk Aceh (KKA) dalam mencegah praktik perdagangan anak? 6. Bagaimana pandangan Ny. Ninih Muthmainah terhadap anakanak yang menjadi korban bencana di Aceh? 7. Menurut Ny. Ninih Muthmainah, apa yang harus dilakukan masyarakat untuk meringankan penderitaan anak-anak tersebut?

Cara Membaca Cepat

Kumpulkan jawaban kalian untuk dinilai oleh guru. Jika jawaban kalian telah diberi nilai, hitunglah skor kemampuan efektif membaca (KEM) kalian! Kalian masih ingat rumus menghitung KEM, bukan? Rumus itu adalah KEM = KB = (SM : 60) × (PI : 100) KPM Bantulah teman kalian yang kesulitan menghitung skor KEM-nya!

Buka Wawasan

Kalian perlu terus berlatih mengasah kemampuan membaca cepat kalian agar skor KEM kalian terus meningkat. Standar kemampuan membaca cepat siswa kelas X SMA adalah 250 kata per menit.

Membaca Cerpen Melayu Klasik

Cara Membaca Cepat  – Hal yang membedakan antara cerita klasik dan cerita modern adalah bentuknya. Cerita klasik pada umumnya dibuka dengan kalimat pembuka, seperti Maka kata sahibul hikayat …. Kata pendahuluan lainnya adalah Kata sahibul hikayat, di negeri Malaka …. Sebaliknya, cerita modern tidak didahului kalimat pembuka seperti itu.

Membaca karya sastra suatu daerah akan memberi banyak manfaat. Di antaranya adalah kita akan mengenal adat, tradisi, dan kebiasaan suatu daerah melalui karya sastra itu. Kita dapat membandingkan nilai-nilai yang berlaku di suatu daerah dengan nilai-nilai yang berlaku di daerah kita. Di bawah ini disajikan sebuah cerpen Melayu Klasik, berjudul ”Alkisah Ceritera yang Kelima”. Apa yang ingin diceritakan pada cerita tersebut? Marilah kita membaca cerpen ini!

Alkisah Ceritera yang Kelima

Kata sahibul hikayat maka tersebutlah perkataan batara Majapahit. Maka baginda beranak dengan anak raja bukit Siguntang itu dua orang laki-laki dan yang tua Raden Inu Martawangsa namanya maka dirajakan baginda di Majapahit. Dan yang muda Raden Emas Pemari namanya maka dirajakan baginda jua di Majapahit, karena negeri itu negeri besar. Syahdan telah batara Majapahit hilang, maka ananda baginda yang tua itulah ganti batara Majapahit. Terlalu sekali besar kerajaannya baginda, pada zaman itu seluruh tanah Jawa itu semuanya di dalam hukum baginda dan segala raja-raja Nusa Tamara pun setengah sudah tunduk kepada baginda. Setelah batara Majapahit mendengar Singapura negeri besar, rajanya tiada menyembah pada baginda dan raja Singapura itu saudara sepupu baginda, maka batara Majapahit pun menyuruh utusan ke Singapura, bingkisnya sekeping tatal, tujuh depa panjangnya ditaruh tiada putus dan nipisnya seperti kertas, digulungnya seperti subang. Maka utusan batara Majapahit itu berlayarlah ke Singapura. Berapa lamanya di jalan, sampailah ke Singapura. Maka disuruh sambut oleh paduka Seri Pikramawira persembahkan surat dan bingkisan itu. Maka disuruh baca kepada khatib, demikian bunyinya ”Lihatlah oleh paduka adinda utas orang Jawa. Adakah Singapura utas, yang pandai demikian ini?” Maka disuruh buka oleh baginda, maka dilihatnya tatal bergulung seperti subang. Maka baginda pun tersenyum, tahu baginda akan ibarat kehendak batara Majapahit itu. Maka titah baginda, ”Dipertindaknya laki-laki kita oleh batara Majapahit, maka kita dikirimi subang.” Maka sembah utusan itu, ”Bukan demikian kehendak paduka kakanda itu adakah orang yang pandai bawah duli paduka sangulun yang demikian?” Setelah paduka Seri Pikramawira mendengar sembah utusan itu, maka titah baginda ”Lebih daripada itu ada orang yang pandai kepada kita.”

Maka paduka Seri Pikramawira menyuruh panggil seorang pandai. Pawang Bintan namanya. Telah ia datang, maka disuruh oleh baginda ambil seorang budak. Maka dititahkan oleh baginda pandai itu menaruh rambut budak itu di hadapan utusan Jawa itu. Maka oleh karangan itu ditaruhnyalah kepala budak itu. Maka budak itu pun menangis dan kepalanya dilenggang-lenggangnya. Dalam demikian itupun ditarahnya juga oleh pandai itu. Dengan sesaat itu juga habis kepala budak itu seperti dicukur.

Cara Membaca Cepat

Sumber: Bunga Rampai Melayu Kuno

1. Bagaimana struktur (pola) karya sastra di atas? 2. Bagaimana bahasa yang digunakan pada karya sastra itu? 3. Nilai-nilai apa yang dapat diambil dari cerita itu? Bandingkan nilai-nilai itu dengan nilai-nilai zaman sekarang! 4. Ceritakan kembali cerita itu dengan bahasa yang mudah dipahami!

Lensa Bahasa

Perhatikan penggalan cerpen berikut!

Cik Dadang. Katanya ia orang Malaka, lahir di sana, besar pun di sana. Kata setengah orang ia orang Serawak, besar di Malaka. Mana yang benar, payah menentukannya. Dan bagi kita pun hal itu, tak penting. Itu perkara dia. Bandingkan wacana tersebut dengan wacana berikut! Namanya Cik Dang. Orang-orang mengatakan bahwa ia adalah orang Malaka. Lahir dan besarnya di sana. Sebagian orang mengatakan bahwa ia besar di Malaka. Pernyataan mana yang benar, sulit ditentukan. Bagi kita pun itu bukanlah hal yang penting karena itu persoalan dia. Inti kedua wacana di atas sebenarnya sama. Hal yang membedakan adalah, wacana pertama menggunakan ragam bahasa lisan, sedangkan wacana kedua menggunakan ragam bahasa tulis. Penentuan sebuah ragam wacana dapat dilihat dari penggunaan bahasanya. Ragam bahasa lisan pada umumnya lebih bersifat nonformal (santai) dibanding ragam bahasa tulis. Hal itu dapat dilihat dari penggunaan kata-kata katanya, kata setengah orang, dan mana yang benar. Ragam bahasa lisan sering dijumpai pada teks-teks fiksi.

Cara Membaca Cepat

Pengertian Belajar Membaca Cepat dan Memindai Teks Nonsastra

Pengertian Belajar Membaca Cepat dan Memindai Teks Nonsastra

 Pengertian Belajar Membaca Cepat dan Memindai Teks Nonsastra

 Belajar Membaca Cepat
Belajar Membaca Cepat

Belajar Membaca Cepat – Remaja saat ini sedang mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satu hal yang disoroti dari remaja berkaitan dengan krisis moral. Banyaknya kasus tawuran antarpelajar dan tindak kriminal lainnya yang melibatkan remaja merupakan bukti bahwa moralitas remaja masih rendah. Dengan dasar itulah, berbagai pihak memandang perlu pembelajaran budi pekerti di sekolah. Apakah kalian setuju dengan pendapat tersebut? Menurut kalian, perlukah pendidikan budi pekerti diajarkan di sekolah? Bagaimana bentuk pembelajaran budi pekerti itu?

Agar kalian lebih memahami pembelajaran budi pekerti, marilah kita membaca teks berikut! Waktu yang kalian gunakan hanya dua menit.

Etika Penyiaran dalam Islam Oleh Ibnu Djarir 

Belajar Membaca Cepat – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyayangkan maraknya tayangan mistis di sejumlah televisi yang mendorong masyarakat tertarik untuk menggunakan cara-cara mistis yang jauh dari akal sehat. Presiden mengajak agar generasi muda diselamatkan dari gaya hidup mistis atau mengejar kesenangan hidup duniawi tanpa akal sehat serta melalui jalan pintas. Pernyataan itu disampaikan pada acara reuni dan silaturrahmi peserta pelatihan guru dalam Program Corporate Social Responsibility Telkom-Republika di Istana Negara, Jakarta (2/6/07). Jika ingin menjadi bangsa maju, kata SBY, harus belajar dengan keras. Kalau melalui mistik, maka kalau ada masalah tidak dipecahkan dengan akal dan nalarnya sambil mohon rida Tuhan, melainkan ke dukun. Itu jelas berbahaya. Tayangan mistis di televisi sudah lama menimbulkan kekecewaan pada masyarakat yang kuat rasa keagamaannya. Hal itu bisa mengakibatkan pendangkalan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui dukun mistis, manusia tidak lagi memohon kepada Tuhan melainkan kepada makhluk halus dengan cara memanipulasi sang dukun yang umumnya bertentangan dengan akal sehat. Memohon kepada makhluk halus, menurut pandangan Islam termasuk musyrik. Potret Masyarakat Indonesia Beberapa tokoh masyarakat telah memberikan komentar tentang kondisi masyarakat yang dilanda kemerosotan moral. Di antaranya, K.H. Hasyim Muzadi (ketua umum NU) menyatakan, keterpurukan bangsa kita sudah sempurna. Prof. Dr. H.A. Syafii Maarif (mantan ketua PP Muhammadiyah) kemerosotan moral bangsa kita nyaris sempurna. Prof. Dr. Damardjati Supadjar menyatakan, kita telah memasuki zaman Kala Bendu, kemerosotan budi pekerti merajalela, berbagai macam musibah menimpa bangsa kita silih berganti. Ki dalang sering menceritakan, Kali ilang kedhunge, pasar ilang kumandhange, wong wadon ilang wirange. Ditambahkan, ”jika pornografi dan pronoaksi sudah menjadi makanan sehari-hari, lihat saja nasib bangsa kita.” Menurut lembaga Political and Economic Consultancy, negara Indonesia terkorup nomor satu di Asia.

Belajar Membaca Cepat – Associated Press memberitakan, Indonesia negara terkorup nomor enam dunia. Negara kita juga merupakan negara paling porno nomor dua di dunia sesudah Rusia dan Swedia. Memerhatikan fenomena tersebut seharusnya para pemuka masyarakat, pemuka agama, para pendidik, dan para pengelola media massa tergugah hatinya untuk mengambil langkah positif guna membenahi dan meningkatkan kualitas untuk menjadi bangsa bermanfaat dan terhormat. Di antara aspek kehidupan bangsa kita yang perlu segera dibenahi adalah sikap mental dan moralitas bangsa. Kita ingat pada pernyataan proklamator kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, bahwa kita harus mengutamakan nation and character building. Langkah ini harus diiringi dengan pembenahan dalam aspek kehidupan yang lain, seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan nasional. Terbitnya UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran tidak lain adalah untuk mengarahkan, menata, dan mengawasi isi siaran media elektronik, agar lembaga penyiaran tersebut membimbing masyarakat ke arah memerlukan integrasi nasional, meningkatkan iman dan takwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memajukan kesejahteraan umum.

Belajar Membaca Cepat – Etika Penyiaran Dalam era informasi ini media massa mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan opini publik. Dengan kemajuan teknologi komunikasi, informasi tentang berbagai hal, yang baik maupun yang buruk, dapat mencapai masyarakat yang sangat luas sampai ke pelosok pedalaman. Oleh karena itu, para pengelola media massa khususnya penyelenggara penyiaran televisi dan radio, diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara proporsional dan bertanggung jawab dalam rangka ikut serta mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan beradab. Dalam kenyataannya sering terjadi fungsi itu tidak berjalan seimbang. Fungsi menghibur sering lebih menonjol karena dorongan berbagai kepentingan, di antaranya kepentingan bisnis, sehingga fungsi pendidikan terdesak atau terkalahkan. Dalam kondisi demikian itulah kita perlu acuan bentuk seperangkat etika penyiaran, yang di antara sumbernya adalah dari ajaran agama. Prinsip etika penyiaran menurut padangan Islam di antaranya adalah sebagai berikut. Satu, menggunakan cara yang bijaksana (hikmah). Dalam menyiarkan informasi, baik informasi keagamaan hendaknya dengan cara yang bijaksana (Al-Quran Surah An-Nahl Ayat 125). Yang dimaksud dengan hikmah dalam konteks ini adalah memerhatikan waktu, tempat, dan kondisi masyarakat, termasuk frame of reference mereka. Dua, dengan pelajaran/pendidikan yang baik. Isi siaran hendaknya mengandung nilai pendidikan yang baik, mendorong manusia untuk maju, hidup saleh, sejahtera, memiliki budi pekerti yang luhur, dan sifat-sifat mulia, sebagaimana tersirat pada ayat tersebut di atas. Tiga, bertukar pikiran. Sesuai ayat di atas, orang menyampaikan informasi bisa juga dilakukan melalui tukar pikiran (diskusi) dengan cara yang baik, misalnya melalui talk show. Empat, menyampaikan berita/informasi yang benar. Sumber: Suara Merdeka, 15 Juni 2007

Jawablah soal-soal di bawah ini tanpa melihat ulang ke dalam wacana! 1. Apakah tujuan utama penyiaran agama menurut undang-undang? 2. Upaya apa yang dilakukan lembaga keagamaan dalam merespons merosotnya akhlak masyarakat? 3. Selain faktor pendidikan agama, masih ada faktor lain yang membentuk moral manusia. Faktor apa saja itu? 4. Tugas pemerintah membenahi tayangan televisi sangat kuat. Mengapa? 5. Masalah apa saja yang dihadapi tokoh agama dalam membelajarkan pendidikan moral kepada siswa? 6. Menurutmu, bagaimana cara membelajarkan pendidikan budi pekerti secara efektif? 7. Apakah penyebab terjadinya krisis multidimensi di negara kita? 8. Apakah pentingnya pelajaran agama diterapkan di sekolah? 9. Setujukah kalian bahwa TV sekarang lebih buruk tayangan acaranya dibanding TV dahulu? 10. Ungkapkan kembali apa yang dapat kalian tangkap dari teks tersebut dengan ringkas!

Setelah itu, dengan bimbingan guru, periksa dan berilah nilai jawaban kalian tersebut. Berlakulah jujur dalam menilai. Hasil penilaian tersebut menjadi data skor kemampuan membaca yang pada tugas selanjutnya akan dihitung untuk mengetahui kemampuan membaca efektif kalian.

Belajar Membaca Cepat – Carilah ide pokok paragraf teks ”Membenahi Pendidikan Agama”! Perhatikan paragraf teks ”Membenahi Pendidikan Agama” berikut ini!

Proses pelaksanaan pendidikan agama di Tanah Air kita, meliputi semua agama, telah berlangsung sejak awal masuknya agama-agama itu di kepulauan kita, yang waktu itu belum bernama Indonesia. Semua agama membawa misi pendidikan. Mula-mula pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk dan metode yang sederhana, kemudian lambat laun mengalami perkembangan dan penyempurnaan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, tujuan pokok pendidikan agama adalah terwujudnya manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi warga negara Indonesia yang baik dalam pengertian yang luas.

Apakah ide pokok paragraf di atas? Ide pokok paragraf di atas adalah Proses pelaksanaan pendidikan agama di Indonesia sudah berlangsung sejak lama. Ide pokok paragraf tersebut terletak di awal paragraf. Bagaimana ide pokok paragraf lainnya? Sekarang, silakan kalian mencari ide pokok paragraf lainnya!

Buatlah ringkasan teks tersebut dengan kalimat kalian! Bagaimana cara menyajikan isi teks secara ringkas? Cara mudah untuk membuat ringkasan teks tersebut adalah dengan menuliskan kembali ide-ide pokok setiap paragraf secara urut. Tuliskan kembali ringkasan teks ”Membenahi Pendidikan Agama” berdasarkan ide pokok teks tersebut!

Hitunglah kemampuan membaca cepat kalian! Caranya sebagai berikut. 1. Hitunglah jumlah kata pada wacana di atas. Caranya, dapat dihitung satu-satu atau dengan mengalikan jumlah kata dalam satu baris dengan jumlah baris pada wacana tersebut! 2. Catatlah waktu yang digunakan dalam membaca wacana tersebut. Catat dalam hitungan detik. Misalnya, kalian membaca dengan waktu 2 menit 23 detik, itu berarti 143 detik! 3. Hitunglah persentase pemahaman isi. Caranya, periksalah jawaban kalian atas soal-soal pelatihan tersebut bersama guru. Kemudian, hitung skor jawaban masing-masing! Untuk memudah-kan, rentang skor yang digunakan adalah antara 0 sampai 100 atau setiap soal diberi bobot 10. Konsultasikan penilaian jawaban itu dengan guru. Persentase pemahaman isi dihitung dengan membagi skor yang didapat dengan 100. 4. Masukkan angka-angka hasil menghitung di atas pada rumus berikut!

Belajar Membaca Cepat

KM = KB : (SM : 60) × (PI : 100) KPM

KM = Kemampuan membaca KB = Jumlah kata dalam wacana SM = Jumlah second (detik) dalam membaca PI = Pemahaman isi KPM = Kata per menit

Contoh: Jumlah kata dalam wacana adalah 800. Fachri membaca dalam waktu 2 menit 40 detik, berarti 160 detik. Skor pemahamannya, setelah jawabannya diperiksa sebesar 70. Berarti kemampuan membacanya adalah KM = KB : (SM : 60) × (PI : 100) KPM KM = 800 : (160 : 60) × (70 : 100) KPM = 800 : 2,66 × 0,7 KPM = 300 × 0,7 KPM = 210 KPM Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa kemampuan membaca Fachri adalah 210 kata per menit. Rata-rata kemampuan membaca siswa SMA yang ditargetkan dalam kurikulum adalah 250 KPM. Dengan demikian, kemampuan Fachri tersebut masih di bawah rata-rata ideal. Jika kemampuan kalian sama dengan Fachri, kalian harus segera secara intensif (sungguh-sungguh) meningkatkan kemampuan membaca. Caranya, tidak lain dengan memperbanyak frekuensi membaca. Makin sering dan banyak membaca, kalian akan makin terlatih dan mahir

 

Aktivitas belajar gerakan jalan cepat

Aktivitas belajar gerakan jalan cepat

Aktivitas belajar gerakan jalan cepat

Aktivitas belajar gerakan jalan cepat
Aktivitas belajar gerakan jalan cepat

Guru memberikan penjelasan tentang teknik jalan cepat melalui informasi secara lisan, gambar, demontrasi gerakan dan siswa mengamati, memperhatikan penjelasan dan demontrasi gerakan. Coba Anda lakukan aktivitas belajar keterampilan jalan cepat melalui aktivitas sebagai berikut:

a. Aktivitas Latihan pertama : Belajar Natural / Alami (1)Memperkenal peraturan dan suatu model teknis kasar. (2)Berjalan dengan tempo semakin meningkat, jagan berubah menjadi berlari.

(3)Melangkah dengan nyaman dan berjalan tinggi dengan suatu irama yang halus minimal 100 m.

(4) Tujuan : untuk memperkenalkan gerak berjalan.

b. Aktivitas Latihan kedua : Lomba Jalan Cepat. 

(1) Seperti pada latihan 1, tetapi dorongan lebih besar dari kaki belakang, meregangkan pinggang dan kaki ke depan pada tiap langkah (2) Pertahankan kontak dan lutut lurus, mendarat dengan jari-jari kaki menunjuk ke atas. (3) Tujuan : untuk mengembangkan dorongan kaki belakang yang lebih kuat dan menambah pangjang langkah.

c. Aktivitas Latihan ketiga : Berjalan Di Atas Garis

(1) Seperti latihan 2, namun berjalan di ats garis sehingga setiap langkah adalah pada garis. (2) Melangkah menyilang garis (menyebakan pemindahan berat ke ats pinggang penopang setelah kehilangan kontak dengan tanah). (3) Tujuan : untuk mengembangkan gerak rotasi pinggang yang sempurna.

d. Aktivitas Latihan keempat : Latihan-Latihan Mobillitas Khusus 

(1) Jalan-cepat dengan kecepatan sedang dengan lengan lengan direntang ke samping, ke depan, dalam gerakan baling-baling. (2) Kombinasikan latihan diatas, termasuk menyilang garis. (3) Tujuan : mengembangkan fleksibilitas bahu dan pinggang.

e. Aktivitas Latihan kelima : Jalan Cepat yang Divariasikan 

(1) Langkah bervariasi atas jarak 100 m. (2) Dikombinasi posisi lengan yang berbeda-beda (misal: 20-30 m lengan ke depan, kemudian lengan digunakan dengan benar). (3) Tujuan :untuk meng-adaptasi / membiasakan teknik dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda.

f. Aktivitas Latihan keenam : Jalan-Cepat Jarak-Jauh.

(1) Jalan-cepat minimal atas 400 m. (2) Berkonsentrasilah untuk memelihara teknik yang syah dari pada kecepatan. (3) Tujuan : guna memelihara teknik dibawah kondisi kelelahan.

Ringkasan

Pengertian jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Atau dalam periode satu langkah di mana satu kaki harus berada ditanah, maka kaki itu harus diluruskan (tidak bengkok pada lutut) dan kaki menumpu dalam posisi tegak lurus atau vetikal. Bedanya kalau jalan yaitu sewaktu kita melakukan jalan, badan kita tidak ada saat melayang di udara. Dan saat lari, badan kita ada saat melayang di udara.

Kata Pengantar

Kemajuan peradaban telah menciptakan pola hidup praktis, cepat, dan instan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kebugaran jasmani. Kegiatan sehari-hari yang menggunakan sebagian kecil anggota tubuh saja dengan usaha minimal, termasuk makan makanan siap saji, adalah pola hidup yang terjadi akibat kemajuan peradaban. Kenyataan ini sangat perlu diimbangi dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebugaran dan kesehatan jasmani, yang telah dirumuskan dalam kompetensi keterampilan Kurikulum 2013 yaitu memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah konkret dan abstrak, sebagai arahan akan pentingnya kesadaran atas kebugaran dan kesehatan jasmani. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk Pendidikan Menengah Kelas X yang disajikan dalam buku ini memuat aktivitas dan materi yang diperlukan untuk memberikan kesadaran itu; termasuk juga pengetahuan dan teknik yang diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang dirancang untuk memperkuat kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh, PJOK bukan hanya untuk mengasah kompetensi keterampilan motorik, atau terbagi menjadi pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan berolahraga. PJOK adalah mata pelajaran yang memuat pengetahuan tentang gerak jasmani dalam berolahraga serta faktor kesehatan yang dapat mempengaruhinya, keterampilan konkret dan abstrak yang dibentuk melalui pengetahuan tersebut, serta sikap perilaku yang dituntut dalam berolahraga dan menjaga kesehatan sebagai suatu kesatuan utuh. Sehingga terbentuk peserta didik yang sadar kebugaran jasmani, sadar olahraga, dan sadar kesehatan. Pembelajarannya dirancang berbasis aktivitas tentang jenis gerak jasmani/olahraga dan usaha-usaha menjaga kesehatan yang sesuai untuk siswa Pendidikan Menengah Kelas X. Aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk membiasakan siswa melakukan gerak jasmani dan berolahraga dengan senang hati karena sadar pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan melalui gerak jasmani, olahraga dan dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan yang mempengaruhinya. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal dan relevan dengan mata pelajaran ini sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan dari buku ini. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Implementasi terbatas Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapatkan tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Jakarta, Januari 2014

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Mohammad Nuh