Tentang Mengidentifikasi Latar Cerita Rakyat dan Unsur Cerita

Tentang Mengidentifikasi Latar Cerita Rakyat dan Unsur Cerita

Tentang Mengidentifikasi Latar Cerita Rakyat dan Unsur Cerita

Latar Cerita Rakyat

Latar Cerita Rakyat – Apakah Anda memiliki peranan aktif dalam masyarakat? Anda dapat memanfaatkan kemampuan menulis untuk berperan serta secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat, Anda dapat mengungkapkan gagasan-gagasan yang dimiliki dalam bentuk tulisan informatif. Paragraf argumentatif merupakan salah satu sumber informasi yang berawal dari sebuah gagasan. Dalam pelajaran ini, Anda dapat berlatih menulis paragraf argumentatif. Selain itu, Anda pun akan berlatih memahami sumber informasi lainnya, antara lain cerita rakyat dan grafik. Pada pembelajaran membaca grafik, Anda akan berlatih merangkum informasi yang ada dalam grafik tersebut. Sementara itu, dalam bidang sastra Anda akan berlatih menganalisis halhal menarik yang berkaitan dengan latar dalam cerita rakyat. Adapun bentuk penyajian cerita rakyat tersebut dapat berupa bacaan ataupun rekaman. Dengan begitu, Anda akan semakin jeli dalam memahami hal-hal yang terkandung dalam sebuah karya sastra.

Latar Cerita Rakyat
Latar Cerita Rakyat

Mengidentifikasi Latar  Cerita Rakyat

Latar Cerita Rakyat – Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih mengidentifikasi latar cerita rakyat yang disampaikan secara langsung. Anda akan menganalisis unsur-unsur pembangunnya, kemudian Anda susun sinopsisnya. Dengan demikian, pengetahuan Anda seputar cerita rakyat akan bertambah. Anda pun akan semakin menghargai kebudayaan bangsa.

Dalam pelajaran 9, Anda telah belajar membaca cerita rakyat. Sekarang, Anda akan melanjutkan pelajaran tersebut. Dalam pelajaran sebelumnya, Anda telah mengenal karakteristik cerita rakyat dan unsur-unsur intrinsik dalam cerita rakyat. Sebaiknya, Anda baca kembali pelajaran tersebut karena materi yang dipelajari juga akan dipelajar sekarang ini. Dalam pelajaran ini, Anda juga akan berlatih mengidentifikasi karakteristik cerita rakyat yang didengarkan; menentukan isi dan atau amanat yang terdapat dalam cerita rakyat; membandingkan nilai-nilai dalam cerita rakyat dengan nilai-nilai masa kini dengan menggunakan kalimat yang efektif; dan mengungkapkan kembali cerita rakyat dalam bentuk sinopsis. Namun, jika sebelumnya Anda belajar menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat, sekarang Anda belajar menemukan hal-hal yang menarik tentang latar cerita rakyat. Anda telah menemukan hal-hal menarik tentang tokoh cerita rakyat “Raden Sandhi”. Sekarang, temukanlah hal-hal menarik tentang latar cerita rakyat tersebut. Hal-hal menarik tentang latar tersebut dapat berupa latar tempat, latar waktu, atau keadaan terjadinya peristiwa dalam cerita rakyat tersebut. Misalnya, tentang kemistikan daerah Paloh. Selanjutnya, mintalah salah seorang temanmu untuk membacakan cerita rakyat berikut di depan kelas. Teman-teman yang lainnya mendengarkan dengan baik.

Asal Mula Terjadinya Burung Ruai

Latar Cerita Rakyat – Konon, pada zaman dahulu, di daerah Kabupaten Sambas, tepatnya di pedalaman benua Bantahan sebelah Timur Kota Sekura, Ibukota Kecamatan Teluk Keramat yang dihuni oleh Suku Dayak, telah terjadi peristiwa yang sangat menakjubkan untuk diketahui dan menarik untuk dikaji, sehingga peristiwa itu diangkat ke permukaan. Menurut informasi orang bahwa di daerah tersebut terdapat sebuah kerajaan yang kecil, letaknya tidak jauh dari Gunung Bawang yang berdampingan dengan Gunung Ruai. Tidak jauh dari kedua gunung dimaksud terdapatlah sebuah gua yang bernama “Gua Batu”, di dalamnya terdapat banyak aliran sungai kecil yang di dalamnya terdapat banyak ikan dan gua tersebut dihuni oleh seorang kakek tua renta yang boleh dikatakan sakti. Cerita dimulai dengan seorang raja yang memerintah pada kerajaan di atas dan mempunyai tujuh orang putri. Raja itu tidak mempunyai istri lagi sejak meninggalnya permaisuri atau ibu dari ketujuh orang putrinya. Di antara ketujuh orang putri tersebut ada satu orang putri raja yang bungsu atau si bungsu. Si bungsu mempunyai budi pekerti yang baik, rajin, suka menolong dan taat pada orang tua, oleh karena itu tidak heran sang ayah sangat menyayanginya. Lain pula halnya dengan keenam kakak-kakaknya, perilakunya sangat berbeda jauh dengan si bungsu. Keenam kakaknya mempunyai hati yang jahat, iri hati, dengki, suka membantah orang tua, dan malas bekerja. Setiap hari yang dikerjakannya hanya bermain-main.

Latar Cerita Rakyat – Dengan kedua latar belakang inilah, sang ayah (raja) menjadi pilih kasih terhadap putri-putrinya. Hampir setiap hari keenam kakak si bungsu dimarahi oleh ayahnya, sedangkan si bungsu sangat dimanjakannya. Melihat perlakuan inilah, keenam kakak si bungsu menjadi dendam. Mereka bahkan benci terhadap adik kandungnya sendiri. Apabila ayahnya tidak ada di tempat, sasaran sang kakak adalah melampiaskan dendam kepada si bungsu dengan memukul habis-habisan tanpa ada rasa kasihan. Tubuh si bungsu pun menjadi kebiru-biruan. Karena takut dipukuli lagi, si bungsu menjadi takut dengan kakaknya. Untuk itu, segala hal yang diperintahkan kakaknya, mau tidak mau si bungsu harus menurut. Ia harus mencuci pakaian kakaknya, membersihkan rumah dan halaman, memasak, mencuci piring, bahkan yang paling mengerikan lagi, sibungsu biasa disuruh untuk mendatangkan beberapa orang taruna muda untuk teman/menemani kakaknya yang enam orang tadi. Semua pekerjaan hanya dikerjakan si bungsu sendirian sementara keenam orang kakaknya hanya bersenda gurau. Sekali waktu, pernah akibat perlakuan keenam kakaknya itu, terhadap si bungsu diketahui oleh sang raja (ayah) dengan melihat badan (tubuh) si bungsu yang biru karena habis dipukul. Ia takut untuk mengatakan yang sebenarnya pada sang ayah.Jika sang ayah menanyakan peristiwa yang menimpa si bungsu kepada keenam kakaknya, mereka membuat alasan-alasan yang menjadikan sang ayah percaya seratus persen bahwa tidak terjadi apa-apa. Salah satu yang dibuat alasan sang kakak adalah sebab badan si bungsu biru karena si bungsu mencuri pepaya tetangga, kemudian ketahuan dan dipukul oleh tetangga tersebut. Karena terlalu percaya terhadap cerita dari sang kakak, sang ayah tidak memperpanjang permasalahan dimaksud. Begitulah kehidupan si bungsu yang dialami bersama keenam kakaknya. Meskipun demikian, si bungsu masih bersikap tidak menghadapi perlakuan keenam kakaknya. Kadang-kadang, si bungsu menangis tersedu-sedu menyesali dirinya mengapa ibunya begitu cepat meninggalkannya. sehingga ia tidak dapat memperoleh perlindungan. Untuk perlindungan dari sang ayah boleh dikatakan masih sangat kurang. Karena ayahnya sibuk dengan urusan kerajaan dan urusan pemerintahan. Setelah mengalami hari-hari yang penuh kesengsaraan, maka pada suatu hari berkumpullah seluruh penghuni istana untuk mendengarkan berita bahwa sang raja akan berangkat ke kerajaan lain untuk lebih mempererat hubungan kekerabatan di antara mereka selama satu bulan. Ketujuh anak (putrinya) tidak ketinggalan untuk mendengarkan berita tentang kepergian ayahnya tersebut. Pada pertemuan itu pula, diumumkan bahwa kekuasaan sang raja selama satu bulan itu dilimpahkan kepada si bungsu. Hal yang penting jika sang raja tidak ada di tempat, masalah-masalah yang berhubungan dengan kerajaan (pemerintahan) harus mohon (minta) petunjuk terlebih dahulu dari si bungsu. Mendengar berita itu, keenam kakaknya terkejut dan timbul niat masing-masing di dalam hati kakaknya untuk melampiaskan rasa dengkinya, bila sang ayah sudah berangkat nanti. Timbullah dalam hati masing-masing kakaknya mengapa kepercayaan ayahnya dilimpahkan kepada si bungsu, bukan kepada mereka. Para prajurit berdamping dalam keberangkatan sang raja sangat sibuk untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Pada keesokan harinya, berangkatlah pasukan sang raja dengan bendera dan kuda yang disaksikan oleh seluruh rakyat kerajaan dan dilepas oleh ketujuh orang putrinya. Keberangkatan sang ayah sudah berlangsung satu minggu yang lewat. Sampai tibalah saatnya, yaitu saatsaat yang dinantikan oleh keenam kakaknya si bungsu untuk melampiaskan nafsu jahatnya. Mereka ingin memusnahkan si bungsu supaya jangan tinggal bersama lagi dan bila perlu si bungsu harus dibunuh.

Latar Cerita Rakyat – Tanda-tanda ini diketahui oleh si bungsu lewat mimpinya yang ingin dibunuh oleh kakanya pada waktu tidur di malam hari. Setelah mengadakan perundingan di antara keenam kakaknya, rencana pun sudah matang, maka pada suatu siang keenam kakak di bungsu tersebut memanggil si bungsu. Apakah yang di-lakukannya? Ternyata, keenam kakaknya mengajak si bungsu untuk mencari ikan (menangguk) yang di dalam bahasa Melayu Sambas mencari ikan dengan alat yang dinamakan tangguk yang dibuat dari rotan dan bentuknya seperti bujur telur (oval). Karena sangat gembira kakaknya mau berteman lagi dengannya, si bungsu menerima ajakan tersebut. Padahal, dalam ajakan tersebut terselip sebuah balas dendam kakaknya terhadap si bungsu, tetapi si bungsu tidak menduga hal itu sama sekali. Tanpa berpikir panjang lagi, berangkatlah ketujuh orang putri raja tersebut pada siang itu. Mereka masing-masing membawa tangguk dan sampailah mereka bertujuh di tempat yang akan mereka tuju (lokasi menangguk), yaitu gua batu. Si bungsu disuruh masuk terlebih dahulu ke dalam gua kemudian diikuti oleh keenam kakaknya. Setelah mereka masuk, si bungsu disuruh berpisah dalam menangguk ikan supaya mendapat lebih banyak dan ia tidak tahu bahwa ia tertinggal jauh dengan kakak-kakanya. Si bungsu sudah berada lebih jauh ke dalam gua. Adapun keenam kakaknya masih saja berada di muka gua dan mendoakan supaya si bungsu tidak dapat menemukan jejak untuk pulang nantinya. Keenam kakaknya tertawa terbahak-bahak sebab si bungsu telah hilang dari penglihatan. Suasana gua yang gelap gulita membuat si bungsu menjadi betul-betul kehabisan akal untuk mencari jalan keluar dari gua itu. Tidak lama kemudian, keenam kakaknya pulang dari gua batu menuju rumahnya tanpa membawa si bungsu dan pada akhirnya si bungsu pun tersesat. Merasa bahwa si bungsu telah dipermainkan oleh kakaknya tadi, tinggallah ia seorang diri di dalam gua batu tersebut. Ia duduk bersimpuh di atas batu pada aliran sungai dalam gua untuk meratapi nasibnya yang telah diperdayakan oleh keenam kakaknya. Si bungsu hanya dapat menangis siang dan malam sebab tidak ada satu pun makhluk yang dapat menolong dalam gua itu kecuali keadaan yang gelap gulita serta ikan yang berenang ke sana ke mari.

Bagaimana nasib si bungsu? Tanpa terasa si bungsu berada dalam gua itu sudah tujuh hari tujuh malam lamanya. Namun, ia masih belum bisa untuk pulang. Pada hari ketujuh, si bungsu berada di dalam gua itu, tanpa disangka-sangka terjadilah peristiwa yang sangat menakutkan di dalam gua batu itu. Suara gemuruh menggelegar-gelegar sepertinya ingin merobohkan gua batu tersebut. Si bungsu pun hanya bisa menangis dan menjerit-jerit untuk menahan rasa ketakutannya. Pada saat itu ,dengan disertai bunyi yang menggelegar, muncullah seorang kakek tua renta yang sakti dan berada tepat di hadapan si bungsu. Si bungsu pun terkejut melihatnya. Tidak lama kemudian, kakek itu berkata, “Sedang apa kamu di sini cucuku ?”, lalu si bungsu pun menjawab,” Hamba ditinggalkan oleh kakak-kakak hamba, Kek!” Si bungsu pun menangis ketakutan sehingga air matanya tidak berhenti keluar.

Tanpa diduga-duga, pada saat itu dengan kesaktian kakek tersebut, titik-titik air mata si bungsu secara perlahan-lahan berubah menjadi telur-telur putih yang besar dan banyak jumlahnya.Si bungsu pun telah diubah bentuknya oleh si kakek sakti menjadi seekor burung yang indah bulu-bulunya. Si bungsu masih bisa berbicara seperti manusia pada saat itu, lalu kakek itu berkata lagi, “Cucuku aku akan menolong kamu dari kesengsaraan yang menimpa hidupmu tapi dengan cara engkau telah kuubah bentukmu menjadi seekor burung dan kamu akan aku beri nama Burung Ruai. Apabila aku telah hilang dari pandanganmu, eramlah telur-telur itu supaya jadi burung-burung sebagai temanmu!”. Kemudian secara tiba-tiba si bungsu telah berubah menjadi seekor burung dengan menjawab pembicaraan kakek sakti itu dengan jawaban kwek … kwek … kwek … kwek …. kwek. Bersamaan dengan itu, kakek sakti menghilang bersama asap dan burung ruai yang sangat banyak jumlahnya dan pada saat itu pula burung-burung itu pergi meninggalkan gua dan hidup di pohon depan tempat tinggal si bungsu dahulu, dengan bersuara kwek … kwek …. kwek … kwek …. kwek. Mereka menyaksikan kakak-kakak si bungsu yang dihukum oleh ayahnya karena telah membunuh si bungsu. Sumber: www.sambas.go.id

 

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat
Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat – Kalian tahu bahwa sastra lisan atau cerita rakyat memiliki nilai budaya, moral, dan pendidikan. Oleh karena itu, kalian harus mampu memahami isi cerita rakyat, terutama mengenai hal-hal yang menarik, pesan moral, dan pendidikan. Melanjutkan pembelajaran terdahulu, pada pembelajaran kali ini kalian akan memperdalam pembelajaran menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik. Isi berita yang berada di dalam teks, bisa dipahami dengan cara memindai. Kalian akan diajak belajar berwawancara dan menuliskan hasil wawancara ke dalam bentuk karya jurnalistik. Kalian belajar menulis karya jurnalistik dengan rumus 5W+1H, what-who-where-when-why dan how. Kalian akan belajar bahasa tentang kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Mendengarkan Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Banyak cerita yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Ceritacerita tersebut kadang masih dipercayai kebenarannya oleh masyarakat. Ada berbagai macam cerita rakyat, baik yang berupa legenda, mite, maupun dongeng. Cerita rakyat apa saja yang kalian ketahui? Untuk menambah wawasanmu tentang cerita rakyat, dengarkan cerita rakyat yang akan dibacakan temanmu berikut!

Asal Usul Gunung Penanggungan

Dahulu kala, Pulau Jawa masih dalam keadaan terapung-apung di lautan luas. Tempatnya pun berpindah-pindah. Arus lautlah yang membuat Pulau Jawa berpindah-pindah. Hal itu karena Pulau Jawa saat itu masih sangat ringan. Belum banyak pegunungan yang menjadi pemberatnya. Keadaan Pulau Jawa saat itu membuat Batara Guru prihatin. Batara Guru adalah raja para dewa. Dia dengan dibantu para dewa bertugas menjaga seluruh dunia ciptaan Tuhan. Batara Guru mencari akal untuk membuat Pulau Jawa menjadi berat agar tidak selalu berpindah-pindah tempat. Kegundahan hati Batara Guru diketahui oleh Batara Narada. Batara Narada adalah dewa tertua yang menjadi penasihat Batara Guru. Batara Narada segera menemui Batara Guru. Batara Guru berterus terang kepada Batara Narada. Batara Narada menganggukangguk setelah mengetahui persoalan yang membuat hati Batara Guru gundah.

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

”Sebaiknya, kita potong saja puncak Gunung Mahameru di India. Potongan puncaknya kita bawa ke Pulau Jawa. Dengan begitu, Pulau Jawa akan menjadi berat,” kata Batara Narada. ”Benar juga pendapat Kanda Narada. Baiklah, sekarang kumpulkan para dewa. Suruh mereka memotong puncak Gunung Mahameru. Taruh potongan puncak gunung itu di Pulau Jawa!” kata Batara Guru. Batara Narada segera melaksanakan perintah Batara Guru. Dikumpulkannya seluruh dewa. Diajaknya mereka terbang ke India untuk memotong puncak Gunung Mahameru. Potongan puncak Gunung Mahameru itu digotong beramai-ramai oleh para dewa. Mereka menggotongnya sambil terbang. Saat sampai di sebelah barat Pulau Jawa, para dewa kelelahan. Potongan puncak gunung itu pun meluncur jatuh. Akibatnya, Pulau Jawa menjadi miring ke barat. ”Apa yang kalian lakukan? Lihat! Akibat perbuatan kalian, Pulau Jawa menjadi miring ke barat. Cepat ambil potongan puncak gunung itu!” teriak Batara Narada. Para dewa cepat mengambil potongan puncak gunung itu. Mereka terbang kembali sambil membawa potongan puncak gunung menuju ke timur. Saat dibawa menuju ke timur itulah, ada serpihanserpihan tanah yang tercecer. Serpihan-serpihan itu jatuh dan menjadi beberapa gunung. Di atas Pulau Jawa sebelah timur, para dewa kembali kelelahan. Potongan puncak gunung yang mereka bawa pun jatuh lagi. Kini, Pulau Jawa menjadi miring ke timur. Namun, kemiringannya tidaklah banyak. Batara Narada terbang berkeliling untuk melakukan pengamatan dengan jeli. Sambil terbang berkeliling, pikirannya sibuk mencari akal agar Pulau Jawa dapat seimbang. Akhirnya, ditemukan juga jalan keluarnya.

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Batara Narada segera menyuruh para dewa membawa terbang kembali potongan puncak gunung yang jatuh itu. ”Ayo, ikut aku!” ajak Batara Narada pada para dewa yang membawa terbang potongan puncak gunung. ”Kalau aku bilang jatuhkan, segera jatuhkan potongan puncak gunung itu!” Di atas sebuah tempat, Batara Narada berhenti. Ia mengamati ke bawah. Sesekali, ia juga memandang ke barat dan timur. Batara Narada pun mengangguk-angguk puas. ”Ya, sekarang jatuhkan!” ujar Batara Narada. Para dewa segera menjatuhkan potongan puncak gunung itu. Potongan puncak gunung itu kemudian menjadi sebuah gunung. Gunung itulah yang menanggung keseimbangan Pulau Jawa. Batara Narada menamakan gunung itu Gunung Penanggungan. Para dewa bisa bernapas lega. Batara Narada juga tersenyum puas. Batara Narada kemudian terbang untuk melaporkan kepada Batara Guru. ”Tugas yang Dinda bebankan kepada Kanda sudah selesai. Pulau Jawa tak akan hanyut lagi terbawa arus lautan. Potongan puncak Gunung Mahameru sudah kuletakkan di tempat yang tepat. Potongan puncak Gunung Mahameru itu telah menjadi sebuah gunung yang kuberi nama Gunung Penanggungan,” kata Batara Narada. ”Terima kasih, Kanda Narada. Sekarang, antarkan aku melihat potongan puncak Gunung Mahameru itu kauletakkan!” ”Baik, Dinda Guru!” Batara Narada dan Batara Guru terbang bersama. Dari atas awan, Batara Guru melihat keadaan Pulau Jawa yang sekarang telah banyak gunungnya. Pulau Jawa pun sudah seimbang. Tidak lagi terombangambing oleh ombak lautan. Batara Guru lalu memerhatikan sebuah gunung. Gamba 10.1 ”Ya, sekarang jatuhkan!” ujar Batara Narada.

”Itukah Gunung Penanggungan itu, Kanda Narada?” tanya Batara Guru. ”Benar, Dinda Guru!” ”Aku ingin turun ke Gunung Penanggungan itu. Ayo, Kanda Narada juga turun menemaniku!” Batara Guru dan Batara Narada turun ke Gunung Penanggungan. Mereka berdua melihat-lihat keadaan Gunung Penanggungan dari dekat. Sewaktu melihat-lihat itulah, Batara Guru mandi sampai enam kali. Akibatnya, seluruh air di Gunung Penanggungan menjadi habis. ”Seluruh air Gunung Penanggungan sudah habis kupakai mandi. Padahal, aku masih ingin mandi lagi,” kata Batara Guru. ”Di sebelah Gunung Penanggungan masih ada gunung lagi, Dinda Guru. Kelihatannya, airnya juga masih banyak. Mandilah ke sana!” Benar juga. Ternyata, gunung di sebelah Gunung Penanggungan masih banyak airnya. Hanya saja, air gunung itu berbau welirang (belerang). Oleh Batara Guru, gunung itu dinamakan Gunung Welirang. Sumber: Cerita Rakyat dari Mojokerto, Edy Sutanto

Dongeng Cerita Cerita Rakyat – Buka Wawasan

Legenda merupakan cerita yang mengisahkan terjadinya suatu tempat. Misalnya, terjadinya hutan, sungai, danau, dan lain-lain

1. Termasuk jenis apakah cerita rakyat tersebut? Jelaskan alasanmu! 2. Siapa tokoh dalam cerita tersebut? 3. Tuliskan hal menarik tentang tokoh dalam cerita tersebut! Dengarkan sebuah cerita rakyat yang disiarkan di radio atau di televisi dan tuliskan hal menarik tentang tokoh cerita tersebut!

Menanggapi Siaran atau Informasi dari Media Elektronik 

Kalian tentu sering mendengarkan siaran radio. Mungkin ada acara-acara tertentu yang kalian sukai. Misalnya, dunia kesehatan, pendidikan, atau siaran tentang dunia remaja. Jika kalian suka, berarti kalian dapat menyebutkan atau mengungkapkan dukungan terhadap acara tersebut.

Bacalah wacana di bawah ini dengan nada menyerupai penyiar radio! Selamat malam pendengar Super FM, terutama sobat muda yang selalu menemani saya di acara ”Koridor Sekolah”. Acara ini tidak saja diperuntukkan bagi kaum pelajar, tetapi untuk para guru dan orang tua. Acara ini merupakan ajang komunikasi dan interaksi antara siswa, guru, dan orang tua sebab mungkin saja antara anak-anak dengan gurunya atau dengan orang tua tidak nyambung. Mereka mengalami kemacetan sehingga penghuni ”Koridor Sekolah”, yaitu siswa-siswa malas belajar atau malas pulang ke rumah karena ada hubungan yang terputus dengan orang tuanya.

O, ya, topik kita kali ini tentang siswa bernama Handayani, siswa SMA kelas 3, dia mengeluh malas belajar. Padahal, sebentar lagi Handayani ini akan mengikuti UN. Handayani ini bukan siswa pemalas, tapi kenapa sekarang jadi malas, jadi ogah-ogahan sekolah. Handayani merasa prestasinya menurun, nilai-nilai ulangannya jeblok. Padahal, ia tidak pernah mendapat nilai 5 untuk Fisika, nilai 6 untuk Matematika, tapi kenyataannya sekarang begitu. Katanya, sih, jangankan untuk membaca buku, membukanya saja sudah malas. Alasannya, Handayani itu dipaksa oleh orang tuanya masuk ke fakultas kedokteran karena memang kedua orang tuanya dokter, begitu juga kakaknya. Orang tuanya bercita-cita ingin membuka klinik. Makanya, Handayani dipaksa masuk fakultas kedokteran. Namun, Handayani ngotot ingin masuk fakultas teknik karena merasa cita-citanya, dorongan hatinya, dan bakatnya ada di dunia teknik, bukan di kedokteran. Handayani lantas curhat ke gurunya. Kata Handayani, gurunya mengatakan, orang tua begitu karena sayang, karena sudah merencanakan masa depannya. Handayani berpikir, apakah masa depan harus ada di tangan orang tua? Apakah seorang anak tidak berhak menentukan nasibnya sendiri? Kalau memberontak terus, Handayani takut berdosa, takut menjadi anak durhaka! Nah, sekarang Handayani minta saran, baik dari orang tua, guru-guru, atau dari sobat-sobat mudanya. Untuk saran atau usulan dapat langsung telepon ke nomor radio kesayangan kalian ini, ya!

Teks tersebut dibacakan oleh salah seorang teman kalian, usahakan mirip dengan seorang penyiar yang tengah berbicara di radio. Silakan kalian menyimaknya, kemudian kerjakan soal-soal berikut! 1. Pokok-pokok informasi apa saja yang dikemukakan oleh penyiar tersebut? 2. Apa yang kalian ketahui tentang kasus Handayani? 3. Coba beri tanggapan terhadap acara radio tersebut berupa dukungan .

Dongeng Cerita Cerita Rakyat