Macam-Macam Bakteri dan Ganggang Biru

Macam-Macam Bakteri dan Ganggang Biru

Macam-Macam Bakteri dan Ganggang Biru

Bakteri dan Ganggang Biru
Bakteri dan Ganggang Biru

Bakteri dan Ganggang Biru

Dalam subbab ini akan dibahas tentang bakteri berdasarkan cara memperoleh makanannya dan kebutuhan oksigennya.

Bakteri dan Ganggang Biru

a. Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya 1 ) Bakteri Heterotrof Bakteri Heterotrof Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati, misalnya, sampah, bangkai, atau kotoran. Bakteri ini sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampah-sampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia, contohnya, bakteri Eschericia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus garicus yang berperan dalam pembuatan yogurt. Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit.

Bakteri dan Ganggang Biru – Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini, antara lain, kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, disentri disebabkan oleh bakteri Shigella dysenterriae, sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, dan radang paruparu (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae. Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat melalui makanan, minuman, pernapasan, ataupun kontak langsung dengan penderita, baik secara langsung maupun tidak langsung. 2 ) Bakteri Autotrof Bakteri Autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri. Berdasarkan asal energi yang digunakan, bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof.

Bakteri dan Ganggang Biru – Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia, misalnya, proses oksidasi senyawa tertentu. Contohnya, bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH3 , bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO2 , bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang, Nitosococcus, dan Nitrobacter. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis, seperti tumbuhan hijau. Contohnya bakteribakteri yang mempunyai zat warna, antara lain, dari golongan Thiorhodaceae (bakteri belerang berzat warna).

Bakteri dan Ganggang Biru

b. Berdasarkan Kebutuhan Oksigennya Berdasarkan kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri anaerob. 1 ) Bakteri Aerob Bakteri aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas. Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air, CO2 , dan energi. Bakteri aerob secara obligat adalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya, misalnya, bakteri Nitrosomonas. 2 ) Bakteri Anaerob Bakteri anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas, misalnya, bakteri asam susu, bakteri Lactobacillus bulgaricus, dan Clostridium tetani. Akan tetapi, jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen, bakteri itu disebut bakteri anaerob fakultatif.

Bakteri dan Ganggang Biru

1. Carilah informasi dari media lain (internet, majalah, atau koran) tentang bakteri saprofit dan bakteri parasit. Catat contoh-contoh bakterinya! Apakah di antara contoh itu dapat menimbulkan penyakit? Hasilnya diskusikan dengan teman dan gurumu! 2. Mengapa penderita tetanus lukanya tidak boleh ditutup? Hubungkan dengan cara hidup bakteri dalam memperoleh energi.

5. Peran Bakteri bagi Kehidupan Manusia

Telah dijelaskan di atas bahwa bakteri dapat hidup di berbagai tempat sehingga keberadaan bakteri tersebut dapat menimbulkan efek yang besar bagi kehidupan manusia. Bagi kehidupan manusia, bakteri ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan.

a. Bakteri yang Menguntungkan Bakteri yang menguntungkan bagi kehidupan manusia, antara lain, sebagai berikut. 1) Rhizobium bersimbiosis pada akar leguminosarum untuk mengikat nitrogen. 2) Azotobacter hidup di dalam tanah dan dapat mengikat nitrogen sehingga dapat menyuburkan tanah. 3) E. coli membantu pembusukan makanan di dalam usus besar dan penghasil vitamin K yang membantu pembekuan darah. 4) Lactobacillus sp. dimanfaatkan untuk proses pembuatan susu yogurt dan susu keju. 5) Acetobacter xylium dimanfaatkan untuk pembuatan nata de coco. 6) Acetobacter dimanfaatkan untuk mengubah air cuka menjadi alkohol dan alkohol menjadi asam cuka. 7) Bakteri saprofit anaerob dimanfaatkan untuk pembuatan gas bio atau biogas. 9) Streptococcus griceus dimanfaatkan untuk penghasil antibiotik streptomisin sehingga banyak dimanfaatkan dalam industri obatobatan

Pernahkah kalian makan nata de coco? Bagaimana cara membuatnya? Coba kalian mencari informasi tentang proses pembuatan nata de coco! Dapatkah kalian menjelaskan di depan teman-teman sekelas kalian?

Bakteri yang Merugikan Bakteri yang merugikan bagi kehidupan manusia, antara lain, sebagai berikut: 1) Salmonella typhosa penyebab penyakit tifus, 2) Shigella dysenteriae penyebab penyakit disentri, 3) Neisseria meningitidis penyebab penyakit meningitis, 4) Neisseria gonorrhoeae penyebab penyakit kencing nanah, 5) Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit tuberkulosis, dan 6) Mycobacterium leprae penyebab penyakit lepra.

6. Sterilisasi Sterilisasi adalah pembebasan alat dan bahan makanan dari bakteri dan mikroorganisme atau pencucian alat dan bahan makanan dari hama. Semua alat dan bahan yang telah disterilkan harus dimasukkan ke dalam suatu tempat yang tertutup rapat dan tidak terhubung dengan udara luar. Jika tidak tertutup, alat dan bahan tersebut akan terkontaminasi oleh bakteri. Hal ini juga harus dilakukan pada ruang operasi agar pasien operasi tidak terinfeksi bakteri.

Sterilisasi dapat dilakukan pada alat dan bahan makanan. Sterilisasi alat dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain, dengan pemanasan dan penguapan. Pemanasan dapat dilakukan dengan memasukkan alat yang telah dibersihkan ke dalam oven dengan suhu 180o C selama 2 jam. Keadaan ini dapat mematikan mikroorganisme dan spora. Selain itu, pemanasan juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat pensteril yang disebut autoklaf. Alat dimasukkan pada autoklaf dengan suhu 121o C dan tekanan 15 atm/cm2 selama 15 menit. Sementara itu, penguapan dilakukan dengan memasukkan alat yang akan disterilkan dan telah dibungkus rapat ke dalam dandang selama 1 jam dengan suhu 100o C. Untuk dapat mematikan spora bakteri, pemanasan harus dilakukan sebanyak 3 kali dengan selang waktu kurang dari 24 jam. Sterilisasi bahan makanan dapat dilakukan dengan penguapan dalam uap air selama 1 jam pada suhu 100o C dan diulang sebanyak 3 kali. Sterilisasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan autoklaf.

Mengetahui Pertumbuhan Bakteri

Mengetahui Pertumbuhan Bakteri Tujuan: Tujuan: Menghambat pertumbuhan bakteri. Alat dan Bahan: Alat dan Bahan: 1. tepung kanji, gula, dan garam, 2. tiga buah botol berleher lebar, 3. sendok, dan 4. air bersih, Cara Kerja: Cara Kerja: 1. Campurkan dua sendok tepung kanji dengan sedikit air, lalu aduk hingga merata. Kemudian, tuangkan 1 liter air mendidih ke dalam larutan tepung kanji tersebut. 2. Tuangkan larutan tepung kanji tersebut ke dalam botol hingga masingmasing berisi 2/3-nya. Lalu berilah label I, II, dan III. 3. Dalam keadaan yang masih panas, tambahkan tiga hingga empat sendok gula pasir ke dalam botol I. 4. Dalam keadaan masih panas, masukkan 3  4 sendok garam dapur ke dalam botol II. 5. Larutan dalam botol III biarkan tanpa ada tambahan bahan. 6. Dalam keadaan terbuka, diamkan botol 3  4 jam. Setelah itu, tutup yang rapat dan simpan di tempat yang gelap. 7. Amatilah apa yang terjadi pada larutan dalam botol I, II, dan III setelah tiga hari.

Pertanyaan: Pertanyaan: 1. Pada botol manakah terjadi perubahan warna larutan? 2. Apakah ada gelembung udara yang terlihat di dalam botol tersebut? Botol yang mana? 3. Apakah ada lendir dalam larutan tersebut? Botol yang mana? 4. Menurut pendapatmu, manakah di antara larutan dalam ketiga botol tersebut yang banyak mengandung bakteri? Mengapa demikian? 5. Dapatkah kalian membuktikannya? 6. Tariklah suatu kesimpulan dan diskusikan hasilmu dengan temanteman sekelasmu!

Ganggang Biru (Cyanobacteria)

1. Ciri-Ciri Ganggang Biru Seperti halnya bakteri, ganggang biru juga merupakan organisme yang belum bermembran dan belum memiliki beberapa macam organel (mitokondria dan plastida) seperti yang telah dimiliki sel eukariotik. Ganggang biru merupakan salah satu contoh Eubacteria negatif, ada yang bersel satu dan ada yang berkoloni bersel banyak membentuk untaian beberapa sel dengan struktur tubuh yang masih sederhana, berwarna biru kehijauan, serta mengandung klorofil a (autotrof) dan pigmen biru (fikosianin). Klorofil terdapat pada membran tilakoid, bukan pada kloroplas. Dengan adanya klorofil ini, ganggang biru dapat melakukan fotosintesis dan dapat membedakannya dengan bakteri. Umumnya, ganggang ini dapat mengikat nitrogen di udara. Pengikatan ini dilakukan oleh sel heterosista yang berbentuk benang, tetapi bisa juga bersifat racun karena mengeluarkan toksin yang dapat mematikan makhluk hidup lain di sekitarnya. Dalam tubuh ganggang biru, tidak ditemukan inti dan kromotofora. Dinding selnya mengandung pektin, hemiselulosa, dan selulosa yang kadang-kadang berlendir. Dinding lendir ini berlekatan dengan plasma. Di tengah sel terdapat bagian yang tidak berwarna yang mengandung asam dioksi-ribonukleat dan ribonukleat. Kedua asam nukleat ini terkumpul di tengah sitoplasma seperti inti dalam tumbuhan tinggi. Kromosom belum tampak dan belum bermembran plasma. Ganggang biru dapat hidup di atas tanah lembap, batu-batuan, kulit kayu, air tawar, air laut, dan dapat menempel pada tumbuhan atau hewan.

2. Cara Reproduksi Ganggang Biru Seperti halnya bakteri, ganggang biru juga berkembang biak dengan pembelahan sel. Selain dengan pembelahan sel, ganggang biru juga dapat berkembang biak dengan cara fragmentasi dan pembentukan spora khusus yang disebut akinet. Fragmentasi merupakan cara berkembang biak dengan jalan memutuskan salah satu bagian tubuh ganggang dan membentuk fragmen-fragmen. Fragmen tersebut kemudian akan berkembang menjadi individu baru. Pembelahan sel terjadi pada ganggang biru bersel tunggal, sedangkan fragmentasi terjadi pada ganggang biru yang berbentuk filamen. Beberapa ganggang biru dapat membentuk akinet yang berdinding tebal sehingga dalam kondisi yang kurang menguntungkan (kondisi gelap, kekeringan, sangat dingin) spora akinet dapat bertahan hidup jika kondisi lingkungan telah membaik, dinding spora tersebut akan pecah dan isinya akan berkecambah membentuk individu baru.

3. Peranan Ganggang Biru bagi Manusia Ganggang biru ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan bagi kehidupan manusia. Beberapa contoh ganggang biru yang menguntungkan, antara lain, Gloeocapsa, Nostoc, dan Anabaena yang dapat menangkap nitrogen di udara. Misalnya, Anabaena azollae dapat bersimbiosis dengan Azola pinnata sehingga Azola pinnata banyak mengandung amonia yang dapat menyuburkan tanah dan menguntungkan petani karena dapat dijadikan pupuk hijau atau nitrogen. Selain itu, ada uga ganggang biru yang merupakan sumber protein yang bergizi tinggi, yaitu Spirulina. Beberapa contoh ganggang biru yang merugikan adalah Anabaena flosaquae dan Microcytis yang menyebabkan kematian makhluk hidup dalam air. Ganggang biru yang menempel pada tembok atau batu dapat menyebabkan pelapukan.

Pelajaran Mengenal Pengertian Dunia Tumbuhan

Pelajaran Mengenal Pengertian Dunia Tumbuhan

Pelajaran Mengenal Pengertian Dunia Tumbuhan

Pengertian Dunia Tumbuhan
Pengertian Dunia Tumbuhan

Pengertian Dunia Tumbuhan – Coba kalian lihat indahnya bunga yang mekar, mencium aroma basah di pagi hari saat embun menempel pada dedaunan. Tumbuhan memberi warna pada dunia. Tumbuhan beraneka ragam, mulai dari tumbuhan mikroskopis seperti alga hijau, sampai pohon sequoia (kayu merah) raksasa yang dapat mencapai tinggi 100 meter.

Setelah mempelajari bab ini kalian diharapkan dapat mendeskripsikan filum-filum dari Kingdom Plantae secara lengkap dan mengenal jenis-jenis tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan.

Pengertian Dunia Tumbuhan – Adakah perbedaan antara orang yang mengetahui eksistensi suatu tanaman dan orang awam? Tentu kamu dapat mengambil manfaat mengenal atau mengetahui sesuatu apalagi tentang dunia tumbuhan. Perhatikan petikan berikut! Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menyebutkan, saat ini sudah ada hasil penelitian sementara yang menunjukkan bahwa sembilan tanaman obat asli Indonesia yang aman dan bermanfaat. Selanjutnya, sembilan tanaman obat itu akan diteliti sampai tingkat uji klinis dalam kurun waktu 2 tahun.

Pengertian Dunia Tumbuhan – Sembilan tanaman obat itu sebagai penurun kolesterol (kunyit, temulawak, jati belanda), penurun kadar gula darah (mengkudu dan daun salam), anti-heoplasma (sambiloto dan jahe merah), dan anti-dengue (daun jambu biji).” (Sumber: KOMPAS, Rabu, 12 Mei 2004 halaman 10) Dalam bab ini kamu akan diajak mengenal berbagai ciri dan macam organisme kingdom plantae dan mendiskripsikan berbagai jenis serta manfaatnya bagi kehidupan.

Ciri Umum Plantae

Pengertian Dunia Tumbuhan – Dunia tumbuhan (Plantae) mencakup semua organisme multiseluler, autotrop, fotosintetik. Dinding sel tumbuhan disusun atas senyawa selulosa, dan menyimpan kelebihan karbohidratnya dalam bentuk amilum. Akan tetapi, ternyata tidak semua organisme dengan ciri seperti itu dapat digolongkan sebagai tumbuhan. Bagaimana dengan ganggang hijau? Kamu tahu ganggang ini bersifat fotosintetik! Jika demikian, bagaimanakah membedakan ganggang multiseluler dengan tumbuhan? Tumbuhan merupakan organisme yang sepenuhnya menyesuaikan diri dengan kehidupan di darat, meskipun beberapa di antaranya hidup di air seperti teratai. Oleh karena itu, tumbuhan (Plantae) berupa kormus (memiliki akar, batang dan daun sejati), bahan-bahan yang diperlukan tumbuhan, seperti cahaya, CO2 , air, dan mineral diperoleh melalui berbagai proses yang terjadi pada ketiga organ tersebut.

Pengertian Dunia Tumbuhan – Selain itu, semua tumbuhan memiliki kloroplas dengan klorofil a dan klorofil b. Ganggang hijau diketahui hanya memiliki klorofil b. Dalam sistem klasifikasi 5 kingdom, tumbuhan (Plantae) dibagi dalam beberapa divisio. Termasuk di dalamnya jenis-jenis tumbuhan golongan lumut, paku-pakuan, dan tumbuhan berbiji.

Pengertian Dunia Tumbuhan

Lumut

1. Ciri-ciri dan sifat lumut

Pada umumnya kita menyebut “lumut” untuk semua tumbuhan yang hidup di permukaan tanah, batu, tembok atau pohon yang basah, bahkan yang hidup di air. Padahal tidak semuanya benar. Kalau kita cermati, mereka semua masih berupa talus jadi belum memiliki kormus yang jelas. Semua lumut merupakan tumbuhan autotrop fotosintetik, tak berpembuluh, tetapi sudah memiliki batang dan daun yang jelas dapat diamati meskipun akarnya masih berupa rizoid. Maka lumut dianggap sebagai peralihan antara tumbuhan thallus ke tumbuhan berkormus, karena memiliki ciri thallus berupa rizoid dan kormus yang telah menampakkan adanya bagian batang dan daun. Bryophyta tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh lignin, oleh karenanya memiliki profil yang rendah, tingginya hanya 1–2 cm dan yang paling besar tingginya tidak lebih dari 20 cm.

Tujuan: mengamati susunan tubuh tumbuhan lumut 

Buatlah kelompok dengan anggota maksimal 5 orang. 1. Carilah tumbuhan yang tumbuh seperti beludru yang menempel pada tumpukan batu bata basah atau di pematang. Ambil dan tempatkan pada plastik, usahakan tetap dalam keadaan basah ketika membawanya ke laboratorium. 2. Lakukanlah pengamatan dengan lup atau mikroskop! 3. Gambarlah dan sebutkan bagian-bagian tubuhnya! 4. Gunakan berbagai sumber untuk mendeskripsikan lumut yang kamu amati tentang struktur tubuhnya, sifat-sifatnya dan tempat hidupnya.

Lumut dapat dengan mudah dijumpai di tempat yang lembap atau basah, seperti menempel pada pohon dan di permukaan batu bata. Di kutub, lumut merupakan penyusun ekosistem tundra (padang lumut). Lumut yang hidup di permukaan batu bata berbentuk seperti beludru yang berwarna hijau. Ada juga yang berupa lembaran menempel pada tebing atau dinding sumur. Lumut yang hidup di pohon, tubuhnya menjulur panjang, menggantung. Lumut kering yang dijual sebagai media tanaman disebut moss. Lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Dalam daur hidupnya, lumut mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid). Alat perkembangbiakan jantan berupa antheridium dan alat perkembangbiakan betina berupa archegonium.

Tujuan: mendeskripsikan perbedaan alat perkembangbiakan tumbuhan lumut. 

1. Cermati gambar alat perkembangbiakan lumut hati berikut ini! Kemudian buatlah tabel perbedaan antara antheridium dan archegonium! 2. Gunakan literatur yang sesuai untuk bahan penunjang!

Dalam daur hidup lumut, misalnya lumut daun, generasi gametofit (haploid) merupakan generasi yang dominan. Generasi sporofitnya lebih kecil dan hidup lebih pendek. Generasi sporofit (diploid) menghasilkan spora haploid melalui pembelahan meiosis dalam suatu struktur yang disebut sporangium. Spora yang kecil, apabila menyebar dan menemukan tempat yang sesuai akan berkembang menjadi tumbuhan gametofit yang baru.

Penggolongan dan peranan lumut

Lumut yang hidup di berbagai tempat di bumi dapat digolongkan atas:

a. Lumut daun Lumut ini dapat dengan mudah ditemukan di tempat yang basah atau lembap, menempel pada permukaan batu bata, tembok dan tempat-tempat terbuka. Tubuhnya berukuran kecil, berbatang semu tegak dan lembaran daunnya tersusun spiral. Pada pangkal batang terdapat rizoid yang bercabang dan bersepta berfungsi sebagai akar. Letak antheridium dan archegonium terpisah. Sekalipun lumut daun berukuran kecil, tetapi dampak kolektifnya pada bumi sangat besar. Misalnya, lumut gambut (Sphagnum sp.) menutup paling tidak 30% permukaan daratan di bumi, dengan kerapatan tertinggi terdapat di kutub utara. Timbunan gambut pada lapisan tanah gambut yang tebal dapat mengikat senyawa karbon organik. Mekanisme ini sangat penting untuk menstabilkan konsentrasi karbondioksida di atmosfer bumi, sehingga mengurangi dampak efek rumah kaca. Contoh golongan lumut daun adalah Polytrichum sp. yang berbentuk seperti beludru dan sering ditemukan menempel pada permukaan batu bata basah.

b. Lumut hati Lumut hati berbentuk lembaran (talus), rizoidnya tidak bercabang terdapat di bawah tangkai atau lembarannya. Letak antheridium dan archegonium terpisah. Cermati gambar 7.5 dan 7.6. Pada umumnya lumut hati mudah ditemukan pada tebing-tebing yang basah. Contoh lumut ini antara lain Ricciocarpus sp. dan Marchantia sp. 1) Ricciocarpus sp. Hidup terapung di atas air, tubuh berupa lembaran. Daur hidupnya terdapat dalam generasi sporofit yang menghasilkan spora dan generasi gametofit yang menghasilkan gamet.

2) Marchantia polymorpha Tubuh berbentuk lembaran (thalus), tumbuh menempel di atas permukaan tanah, batu, pohon atau tebing yang basah. Di bagian bawah terdapat rizoid yang digunakan untuk menempel dan mengisap air dan mineral, tidak berbatang dan berdaun. Reproduksi vegetatif dengan membentuk gemma atau kuncup. Sementara itu, reproduksi generatif dengan membentuk gamet. Organ pembentuk gamet jantan (antheridium) dan organ pembentuk gamet betina (archegonium) terpisah pada lembaran berbeda. Lumut ini dapat digunakan sebagai obat hepatitis (radang hati).

c. Lumut tanduk Lumut tanduk sering dijumpai hidup di tepi danau, sungai atau di sepanjang selokan. Lumut ini juga mengalami pergiliran keturunan antara generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofitnya membentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk. Contohnya Anthoceros sp.

Tumbuhan Paku (Pakis)

Paku adalah tumbuhan darat tertua yang ada sejak zaman Devon dan Karbon. Artinya telah hidup sejak 300 – 350 juta tahun yang lalu. Fosil paku merupakan sumber batu bara di bumi. Tumbuhan paku umum dijumpai di tempat lembab, menempel pada tumbuhan lain, dan saprofit bahkan hidup di air.

Tumbuhan paku atau dikenal juga dengan nama pakis, beberapa di antaranya dijadikan sebagai tanaman hias. Bahkan ada penggemar tanaman yang mengoleksi tumbuhan paku beraneka jenis yang diperoleh dari tempat yang berbeda-beda. Dapatkah kamu menyebutkan contoh tumbuhan paku yang ditanam sebagai tanaman hias? Bagaimanakah cara perawatannya? Samakah syarat-syarat hidupnya dengan tanaman hias yang lain?

Tugas pengamatan

Tujuan: mengamati struktur morfologi tubuh tumbuhan paku.

Buatlah kelompok maksimal terdiri dari 5 orang. 1. Carilah tumbuhan semanggi di tepi sungai atau pematang, cari pula tanaman suplir, atau tumbuhan paku lain yang mudah di dapat di sekitar tempat tinggal kamu! Ambillah yang bagian tubuhnya lengkap, pilih yang daunnya berspora (di permukaan bawah daun tampak bintik-bintik hitam berderet di pinggir daun). 2. Lakukanlah pengamatan dengan lup atau mikroskop! 3. Gambarlah dan sebutkan bagian-bagian tubuhnya! 4. Gunakan berbagai sumber untuk mendeskripsikan tumbuhan paku yang kamu amati tentang struktur tubuhnya, fungsi bagian tubuhnya, sifat-sifat dan tempat hidupnya.

 

Pelajaran Tentang Mengenal Dunia Protista

Pelajaran Tentang Mengenal Dunia Protista

Pelajaran Tentang Mengenal Dunia Protista

Dunia Protista
Dunia Protista

Dunia Protista – Seekor bakteri yang berenang di dekat amuba, pasti dengan cepat akan ditangkap oleh kaki-kaki semunya. Amuba termasuk dalam kingdom protista, yaitu hewan sederhana bersel satu.

Dunia Protista – Setelah mempelajari bab ini kalian diharapkan dapat mengenal organisme protista dengan mendeskripsikan ciri-ciri umum dan peranannya bagi kehidupan di muka bumi.

Dunia Protista – “Setelah lama dianggap aman dari wabah penyakit malaria, masyarakat menjadi kurang perhatian terhadap penyakit ini. Pada awal hingga pertengahan tahun 2004, diberitakan kembali beberapa daerah di Indonesia terserang wabah penyakit malaria. Penyakit ini disebabkan oleh Plasmodium sp. Suatu jenis mikroorganisme yang digolongkan dalam Kingdom Protista. Tidak hanya Plasmodium yang merugikan manusia.

Dunia Protista – Pertengahan Mei 2004 telah terjadi booming populasi alga menggegerkan para nelayan pantai Ancol Jakarta akibat matinya sejumlah besar udang, ikan, kepiting, kerang dan remis.” (Sumber: Harian Kompas Sabtu, 15 Mei 2004 hal.11) Alga dan Plasmodium yang merugikan itu termasuk ke dalam Kingdom Protista. Untuk dapat memberantas dan memanfaatkannya kita harus mengenal sisi kehidupan dari kingdom ini. Dalam bab ini kamu akan mengenal lebih dekat semua anggota kingdom Protista. Bagaimanakah ciri-ciri kingdom Protista? Organisme apa sajakah yang termasuk protista? Bagaimanakah peranannya dalam kehidupan?

Dunia Protista

Ciri-Ciri Protista 

Protista berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula, dan ksitos artinya menyusun. Maka kingdom ini beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana. Meskipun begitu, dibandingkan dengan monera, protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota. Protista diperkirakan sudah ada di bumi kita sejak 1-2 miliar tahun yang lalu, sebelum ada organisme tingkat tinggi.

Dunia Protista – Organisme yang tergabung dalam protista pernah membuat bingung para ahli taksonomi karena ada yang mirip tumbuhan, ada yang mirip dengan hewan, dan ada pula yang mirip dengan jamur. Untuk menjebatani perbedaan itu maka lahirlah kingdom baru, yaitu Protista. Untuk memahami ciri-ciri umum protista, coba kamu identifikasikan tiga contoh di samping ini! Anggota kingdom Protista umumnya organisme bersel satu, ada yang berkoloni dan ada pula yang bersel banyak, tetapi belum memiliki jaringan. Hampir semua protista hidup di air, baik air tawar maupun air laut, dan beberapa yang hidup pada jaringan hewan lain. Kingdom ini ada yang menyerupai hewan, tumbuhan, maupun jamur. Sebagian protista bersifat autotrop, yaitu dapat berfotosintesis karena memiliki pigmen fotosintetik, seperti alga dan protozoa fotosintetik, misalnya Euglena. Sebagian lainnya merupakan Protozoa non fotosintetik yang hidup sebagai heterotrop, baik secara Fagotrop dan Osmotrop. Protozoa yang merupakan jamur memiliki siklus hidup dengan fase muda bersifat seperti amoeba dan reproduksinya mirip dengan jamur, yang meliputi jamur air dan jamur lendir.

Protista yang Menyerupai Hewan (Protozoa)

1. Ciri-ciri Protozoa Protozoa merupakan organisme bersel tunggal yang sudah memiliki membran inti (eukariota). Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 100 sampai 300 mikron. Bentuk sel Protozoa sangat bervariasi ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah. Protozoa umumnya dapat bergerak aktif karena memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagellum), bulu getar (cilia), namun ada juga yang tidak memiliki alat gerak. Sebagian besar Protozoa hidup bebas di air tawar dan laut sebagai komponen biotik. Beberapa jenis Protozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Protozoa hidup secara heterotrop dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme.

2. Reproduksi Protozoa Protozoa sebagian besar melakukan reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Sebagian lagi Protozoa melakukan reproduksi seksual dengan penyatuan sel generatif (sel gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif. Reproduksi seksual dengan penyatuan inti vegetatif disebut konjugasi.

3. Penggolongan Protozoa Berdasarkan alat geraknya, digolongkan atas;

a. Mastigophora atau Flagellata, bergerak menggunakan bulu cambuk (Flagela) contohnya Trypanosoma gambiense.

b. Sarcodina atau Rhizopoda, bergerak menggunakan kaki semu (pseudopodia), contohnya Amoeba proteus. c. Ciliata atau Ciliophora, bergerak menggunakan bulu getar (silia), contoh: Paramaecium, Didinium, Stentor, Vorticella. d. Sporozoa, tidak memiliki alat gerak khusus dan berkembang biak dengan spora, contohnya Plasmodium.

Tugas pengamatan

Buatlah kelompok dengan anggota maksimal 4 orang. Membiakkan Protozoa Untuk mengamati berbagai Protozoa yang ada di sekitar kita, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Menyiapkan media biakan Medium biakan dapat disiapkan dengan merebus 30 gr kubis, kacang tanah, daun selada yang dipotong kecil-kecil atau 70 gr jerami dalam 1 liter air hingga mendidih. Setelah dingin, disaring dengan kain kasa, kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol dan dibiarkan selama 2 hari. 2. Membiakkan protozoa Memasukkan air sungai, air kolam atau air selokan ke dalam medium. Biakan ini dibiarkan terbuka di tempat yang tidak terkena cahaya selama 5 hari. Ujung botol ditutup dengan kapas. Mengamati Protozoa Lakukan pengamatan di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi protozoa apa saja yang dapat kamu temukan pada biakan tersebut. Gambarkan. Jelaskan ciri-ciri morfologi hasil pengamatan. Gunakan contoh tabel .

Petunjuk : 1. Gunakan buku atau sumber yang sesuai untuk membantu mengidentifikasi nama ilmiahnya! 2. Beri kode pada kolom gambar, kemudian gambar dibuat dalam lembar kerja mikroskopis yang dilampirkan dalam laporan. 3. Susun laporan dengan mengikuti kaidah pelaporan kegiatan ilmiah.

a. Mastigophora atau Flagellata Flagellata berasal dari kata flagel artinya cambuk atau Mastigophora dari mastig artinya cambuk, phora artinya gerakan. Semua anggota filum flagellata bergerak menggunakan flagel. Bentuk tubuh flagellata tetap karena dilindungi oleh pelikel. Di antara Flagellata ada yang hidup bebas, ada pula yang hidup bersimbiosis dalam tubuh hewan, tetapi kebanyakan bersifat parasit. Perhatikan tabel 5.1 di atas! Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksual belum banyak diketahui.

b. Rhizopoda atau Sarcodina Contoh Rhizopoda yang sangat dikenal adalah Amoeba sp. Amoeba memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). Bentuk sel amoeba tidak tetap, sitoplasmanya terdiri dari ektoplasma dan endoplasma.

Habitat organisme ini di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian kecil hidup di dalam tubuh hewan atau manusia. Ektoplasma Amoeba sp. bersifat lebih kental dari endoplasma, sehingga aliran endoplasma dan ektoplasma tersebut berperan dalam penjuluran dan penarikan pseudopodia. Dengan cara ini Amoeba bergerak untuk menangkap makanan.

Amoeba berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner. Apabila kondisi lingkungan tidak menguntungkan, amoeba dapat memper-tahankan hidupnya dengan membentuk kista. Kista adalah bentuk penebalan plasma guna melindungi diri dari lingkungan yang tidak menguntungkan.

c. Ciliata Ciliata bergerak dengan menggunakan rambut getar (silia). Silia ini ada yang tumbuh merata pada seluruh permukaan tubuh, tetapi ada pula yang hanya tumbuh pada bagian tertentu dari tubuh hewan tersebut. Coba perhatikan gambar 5.5! Ciliata umumnya hidup bebas di lingkungan berair yang banyak mengandung bahan organik, dan ada pula yang hidup parasit. Ciliata yang hidup bebas contohnya Paramaecium caudatum, Didinium, Stentor, dan Vorticella. Hanya sedikit jenis ciliata yang hidup sebagai parasit, contohnya Balantidium yang hidup pada usus besar ternak atau manusia. Ciliata berkembang biak secara aseksual dengan pem-belahan biner membujur. Repro-duksi seksual dilakukan dengan konjugasi.

d. Sporozoa Hewan-hewan bersel satu yang tidak memiliki alat gerak dikelompokkan dalam sporozoa. Anggota filum Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Pada salah satu tahapan siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora. Tubuh Sporozoa berbentuk bulat atau oval, mempunyai nukleus, tetapi tidak mempunyai vakuola kontraktil. Makanan diserap langsung dari hospesnya melalui permukaan tubuh, demikian pula respirasi dan ekskresinya melalui permukaan tubuh. Beberapa contoh hewan yang termasuk dalam filum Sporozoa adalah Toxoplasma gondii yang menyebabkan penyakit Toksoplasmosis. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma gondii membahayakan bagi ibu hamil karena dapat mengakibatkan bayi yang lahir cacat, bahkan dapat membunuh embrio. Contoh lainnya adalah Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia.

Plasmodium masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Di dalam tubuh manusia, Plasmodium menyerang sel darah merah dan sel hati. Dikenal ada 4 jenis Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria, yaitu Plasmodium vivax, Plasmodium ovale yang menyebabkan penyakit malaria tertiana, Plasmodium falciparum menyebabkan penyakit malaria tropikana, dan Plasmodium malariae menyebabkan penyakit malaria kuartana. Siklus hidup Plasmodium terbagi menjadi dua, yaitu di dalam tubuh manusia dan di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. Tahukah anda mengapa penyakit malaria tersebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina?

Fase dalam tubuh manusia (fase aseksual) Ketika nyamuk Anopheles betina menggigit manusia, melalui air liur, sporozoid Plasmodium (berbentuk pipih, bergerak) masuk ke dalam tubuh, mengikuti aliran darah hingga akhirnya mencapai sel-sel hati atau sistem limfa. Dalam sel-sel hati, sporozoid membelah membentuk sel-sel baru yang disebut merozoid. Merozoid dapat menginfeksi sel-sel hati yang lain dan menyerang eritrosit. Eritrosit yang diserang merozoid akan pecah. Merozoid akan membelah dengan sangat cepat, sehingga banyak sekali eritrosit yang pecah. Oleh karena itu, penderita akan menunjukkan gejala anemia. Pada saat eritrosit pecah, suhu tubuh penderita akan naik. Siklus pembentukan merozoid akan berulang setiap 48 atau 72 jam, atau dalam waktu tidak tentu bergantung pada jenis Plasmodium.

2) Fase dalam tubuh nyamuk (fase seksual) Fase seksual Plasmodium mulai terjadi ketika merozoid tumbuh menjadi sel penghasil gamet (gametosit). Terdapat dua macam gametosit, yaitu makrogametosit (penghasil gamet betina) dan penghasil mikrogametosit (penghasil gamet jantan). Gametosit ini hanya dapat dihasilkan dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. Jadi, sekarang kalian mengetahui mengapa penyakit malaria ditularkan melalui vektor nyamuk Anopheles betina.

Selanjutnya gametosit akan membentuk gamet, makrogametosit membentuk makrogamet dan mikrogametosit membentuk mikrogamet. Peleburan kedua gamet ini akan menghasilkan zigot. Proses ini terjadi pada usus nyamuk. Zigot yang terbentuk akan menembus dinding usus nyamuk. Dalam dinding usus nyamuk, zigot tumbuh menjadi oosit (kista berdinding tebal). Oosit akan berkembang menjadi sporozoid yang banyak sekali dan bergerak menuju kelenjar liur nyamuk. Jika nyamuk ini menggigit orang yang sehat maka dimulailah siklus hidup Plasmodium.