Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan, Fungi, dan  Hewan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan, Fungi, dan Hewan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan, Fungi, dan Hewan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Alga Cokelat (Phaeophyta)

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan – Semua alga cokelat berbentuk benang atau lembaran, bahkan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi. Umumnya, alga cokelat bersifat makroskopis, dapat mencapai ukuran lebih dari 30 meter, dan mempunyai gelembunggelembung udara yang berfungsi sebagai pelampung. Pigmen yang dikandungnya adalah klorofil, karoten, dan xantofil. Pigmen xantofil lebih dominan sehingga menyebabkan alga ini berwarna cokelat. Hampir semua alga ini terdapat di laut, terutama di laut yang dingin dan jarang ditemukan di air tawar. Alga ini berkembang biak secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan aseksual alga cokelat dilakukan dengan fragmentasi dan pembentukan spora (aplanospora dan zoospora). Zoospora yang dihasilkan memiliki flagel yang tidak sama panjang terletak di bagian lateral.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan
Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan – Perkembangbiakan seksual dilakukan dengan isogami, anisogami, atau oogami. Fucus vesiculosis adalah salah satu contoh alga cokelat yang berkembang biak secara oogami. Pada ujung-ujung lembaran yang fertil terdapat reseptakel, yaitu badan yang mengandung alat perkembangbiakan. Di dalam reseptakel terdapat konseptakel yang menghasilkan ovum dan spermatozoid pada tumbuhan yang berbeda. Coba kamu jelaskan daur hidup Fucus mulai dari pembentukan gamet sampai dihasilkan tumbuhan dewasa! Gambar 4.6 memperlihatkan beberapa contoh alga cokelat.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Alga Merah (Rhodophyta)

Sebagian besar alga merah hidup di laut dan banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Pada umumnya, alga jenis ini multiseluler dan makroskopis, dapat mencapai panjang sampai 1 meter. Pigmen yang dimiliki terdiri atas klorofil, karoten, xantofil, dan fikoeritrin. Akan tetapi, fikoeritrin terdapat dalam jumlah banyak sehingga alga ini berwarna merah. Alga merah dapat tumbuh di kedalaman 200 meter, lebih dalam daripada alga yang lain.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan – Perkembangbiakan aseksual dengan membentuk aplanospora, sedangkan dengan fragmentasi jarang terjadi. Perkembangbiakan seksual terjadi secara oogami, dan mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Berikut ini bagan pergiliran keturunan pada Polysiphonia yaitu salah satu contoh dari Rhodophyta.

Sporofit menghasilkan meiospora yang akan berkembang menjadi gametofit. Gametofit membentuk spermatangia yang menghasilkan spermatia dan carpogonium yang mengandung sel trichogen. Spermatia menempel pada ujung trichogen, terus masuk ke dasar sel. Di sini terjadi peleburan antara inti sperma dan inti sel betina membentuk zigot (goninoblast). Goninoblast adalah filamen yang terbentuk dari zigot dan di ujung filamen terbentuk carposporangium. Selanjutnya, di dalam carposporangium terbentuk carpospora. Carpospora keluar dari carposporangium, untuk selanjutnya tumbuh menjadi sporofit (Polysphonia baru). Dalam pertumbuhannya, Polysiphonia mengalami pergiliran keturunan (metagenesis), yaitu perkembangbiakan aseksual dan perkembangbiakan seksual berlangsung secara bergantian. Alga merah banyak sekali jenisnya, di antaranya, Euchema spinosum, Gelidium coulteri, Porphyra perforata, Halosaccion glandiforme, dan Bossea orbigniana.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Alga Hijau (Chlorophyta)

Alga hijau meskipun disebut alga, sebenarnya secara struktur dan biokimia lebih mendekati tumbuhan. Saat ini bahkan banyak botanis yang memasukkannya dalam kelompok tumbuhan. Seperti halnya tumbuhan, alga hijau menyimpan karbohidrat dalam bentuk butir-butir pati dalam kloroplas. Dinding sel dari beberapa spesies chlorophyta dibangun oleh selulosa, pektin, dan polisakarida lain, seperti dinding sel tumbuhan. Alga hijau dapat ditemukan di berbagai habitat seperti permukaan laut, danau, karang, pada organisme lain, salju bahkan pada tanah gambut. Beberapa dari mereka juga dapat bersimbiosis dengan fungi, protozoa dan beberapa hewan laut. Saat ini sudah ditemukan ± 7.000 spesies alga hijau. Alga hijau-alga hijau ini termasuk yang uniseluler, filamentus (bentuk benang), dan bentuk-bentuk koloni.

Anggota-anggota alga hijau mempunyai cara reproduksi yang berbedabeda. Contoh klasik reproduksi pada alga ini adalah chlamydomonas. Chloropyta ini bereproduksi secara aseksual ataupun seksual. Banyak species alga hijau berperan sebagai produsen penting di perairan (fitoplankton). Beberapa Chlorophyta multiseluler dengan tubuh cukup besar dan kompleks memenuhi kualifikasi sebagai rumput laut bersama alga cokelat dan alga besar.

Tugas

Kamu tahu bahwa keanekaragaman rumput laut di Indonesia sangat banyak. Rumput laut mempunyai prospek sebagai sumber mata pencaharian. Coba kamu kumpulkan berbagai informasi tentang bagaimana cara budi daya berbagai rumput laut tersebut. Siswa yang tinggal di daerah pantai jika memungkinkan cobalah mempraktikkan cara-cara budi daya tersebut.

Protista yang Menyerupai Fungi

Beberapa tipe Protista, hidup pada tanah lembap sebagai heterotrof yang menyerupai fungi. Mereka mendapatkan makanan dan energi dengan cara menguraikan materi organik berasal dari ranting dan daun yang jatuh, partikel-partikel makanan dan materi organik lain. Kelompok Protista yang menyerupai fungi, terdiri atas Myxomycotina, yaitu jamur lendir sejati dan Acrasiomycotina atau jamur lendir seluler.

1. Myxomycotina Myxomycotina disebut juga kapang lendir sejati. Ciri pembeda dalam kelompok ini adalah fase somatiknya yang disebut plasmodium, yaitu massa protoplasma yang memanjang dan mengandung banyak inti. Ukuran dan warna Myxomycotina sangat beragam dan berubah-ubah bentuknya sewaktu merayap di permukaan substrat tempat hidupnya. Makhluk hidup ini memakan bakteri, spora-spora jamur serta bahan organik kecil dalam bentuk partikel-partikel yang terdapat di tanah, daun-daun mati atau kayu yang ditumbuhinya. Dalam kondisi yang menguntungkan, plasmodium dapat bergerak seperti ameba, mengambil makanan, dan ukurannya dapat bertambah. Apabila keadaan menjadi kurang menguntungkan untuk pertumbuhan, makhluk hidup ini dapat menjadi tidak aktif. Dalam keadaan demikian, jasad renik ini berubah sifatnya menjadi tingkat dorman yang dinamakan sklerotum yang tebal dan keras. Ketika keadaan lingkungan kembali menguntungkan untuk tumbuh, maka struktur tersebut kembali menjadi plasmodium. Kondisi lingkungan diduga juga berpengaruh terhadap awal pembentukan spora. Proses tersebut terjadi melalui pembentukan tubuh buah yang melepaskan spora-spora berflagela, flagela-flagela tersebut dapat menghilang dan kemudian spora berkembang menjadi individu-individu baru yang berplasmodium.

2. Acrasiomycotina Acrasiomycota disebut juga kapang lendir seluler. Makhluk hidup ini hidup bebas dan dapat bersifat ameboid. Plasmodiumnya tidak berinti banyak seperti pada Myxomycotina. Daur hidupnya cukup menarik Organisme ini kebanyakan hidup dalam tanah untuk memperoleh makanan. Makanannya berupa partikel-partikel yang merupakan sisa-sisa sampah hutan atau bakteri. Acrasiomycotina dapat berkembang biak dengan cara pembelahan sel secara mitosis sehingga dihasilkan sel-sel berbentuk ameba dalam jumlah banyak. Jika makanan di lingkungan sedikit, sel-sel berbentuk ameba ini kemudian menggabungkan diri membentuk apa yang disebut clump atau gumpalan. Jadi, dapat dikatakan bahwa kapang lendir seluler adalah bentuk aseksual dan dapat membentuk suatu massa yang lebih besar dengan cara membentuk kelompok atau gumpalan. Dari uraian di atas, coba jelaskan mengapa Protista yang menyerupai fungi merupakan makhluk hidup yang heterotrof.

Protista yang Menyerupai Hewan

Protista ini sering disebut juga protozoa yang berarti hewan pertama. Kelompok tersebut merupakan makhluk hidup bersel tunggal, mempunyai variasi bentuk yang kompleks dan kebanyakan dapat bergerak dengan cara yang berbeda. Seperti halnya hewan, protozoa adalah konsumen, jadi hanya dapat hidup dengan mengambil makanan dari makhluk hidup lain. Protozoa berperan sebagai mata rantai penting dalam rantai makanan terutama di lingkungan perairan. Dalam hal ini Protozoa berperan sebagai zooplankton (plankton hewan) yang menjadi makanan bagi organismeorganisme perairan yang lebih besar. Peran penting lainnya, yaitu mereka dapat menjaga keseimbangan ekologis pada banyak komunitas baik dalam lingkungan daratan basah maupun di lingkungan perairan. Protozoa semacam ini adalah Protozoa saprofitik dan Protozoa pemakan bakteri. Ada beberapa Protozoa yang menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Beberapa protozoa hanya dapat hidup sebagai parasit dan dapat menimbulkan penyakit kronis dan akut pada manusia. Beberapa penyakit yang disebabkan protozoa pada manusia, di antaranya adalah amebiasis usus, penyakit tidur Afrika dan malaria. Protozoa berkembang biak melalui berbagai proses aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual berlangsung dengan pembelahan sel atau pembagian sel. Reproduksi seksual terjadi melalui proses konjugasi, yang merupakan penyatuan fisik sementara antara dua individu yang diikuti dengan penyatuan inti. Hal ini hanya terjadi pada Siliata. Pengelompokan Protozoa didasarkan pada bentuk gerak alihnya (lokomosi) khususnya alat gerak yang digunakan untuk berpindah tempat. Kelompok Mastigophora atau disebut juga Flagelata bergerak dengan menggunakan flagel Sarcodina bergerak dengan cara seperti Ameba, Cilliofora dengan menggunakan silia dan Sporozoa bergerak tanpa menggunakan alat gerak khusus, tetapi secara meluncur.

 Terima kasih telah berkunjung ke web kami, semoga bisa memberikan manfaat !

Pelajaran Tentang Pengertian Contoh Protista

Pelajaran Tentang Pengertian Contoh Protista

Pelajaran Tentang Pengertian Contoh Protista

Pengertian Contoh Protista
Pengertian Contoh Protista

Pengertian Contoh Protista

d . Contoh-Contoh Chlorophyta Beberapa contoh ganggang hijau yang sering dijumpai adalah sebagai berikut. 1) Chlorococcum dan Chlorella merupakan Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. Kloroplasnya berbentuk mangkuk, berukuran mikroskopis, dan hidup sebagai plankton air tawar. Chlorococcum dan Chlorella dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk zoospora yang bergerak dengan dua flagella. Chlorella dapat berkembang biak dengan pembelahan sel. Chlorella dapat dimanfaatkan sebagai obat, bahkan sekarang sedang dikembangkan untuk obat yang dikemas dalam bentuk kapsul. 2) Chlamydomonas merupakan Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak dan bersifat mikroskopis.

Pengertian Contoh Protista – Selnya berbentuk bulat telur. Sel Chlamydomonas mengandung satu inti, satu vakuola, dan kloroplas. Alat gerak berupa dua flagel. Kloroplas berbentuk mangkuk. Bintik mata dan pirenoid terletak di dalam mangkuk yang berfungsi sebagai tempat pembentukan zat tepung. Chlamydomonas dapat berkembang biak dengan dua cara, yaitu dengan pembentukan zoosprora dan konjugasi. 3) Spirogyra dan Oedogonium adalah sel yang membentuk benang atau untaian memanjang seperti benang dan bersifat mikroskopis. Spirogyra dan Oedogonium banyak hidup di air tawar. Spirogyra mempunyai sel yang mengandung kloroplas berbentuk pita spiral dan dalam satu sel mengandung satu inti, dapat berkembang biak secara fragmentasi dan konjugasi.

Pengertian Contoh Protista – Oedogonium mempunyai kloroplas berbentuk jala dan dalam satu sel mengandung satu inti serta dapat berkembang biak dengan zoospora dan peleburan spermatozoid (anteridium) dengan ovum (oogonium) yang dihasilkan oleh benang yang berbeda. Hasil peleburan tersebut adalah zigot yang dapat tumbuh menjadi individu baru. 4) Chara dan Ulva merupakan Chlorophyta yang berbentuk lembaran. Chara merupakan ganggang yang hidup di air tawar, mempunyai ruas-ruas yang mengandung nukula dan globula. Nukula mengandung arkegonium penghasil ovum. Globula mengandung anteridium penghasil spermatozoid.

Pengertian Contoh Protista – Pembuahan ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigospora yang selanjutnya akan berkembang menjadi individu baru. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi. Ulva adalah ganggang yang hidup di air laut, memiliki kromosom diploid (2n), berkembang biak secara aseksual dengan spora yang menghasilkan Ulva haploid (n). Ulva haploid (n) akan berkembang biak secara seksual menghasilkan Ulva diploid (2n). 5) Hydrodictyon merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni tak bergerak. Banyak terdapat di air tawar dan bentuk koloninya seperti jala. Berkembang biak secara aseksual dengan spora dan fragmentasi, sedangkan secara seksual dengan konjugasi. 6) Volvox merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni dan bergerak. Volvox hidup di air tawar dan tiap sel mempunyai dua flagel dan stigma, bentuk koloni seperti bola dengan jumlah sel 500 – 50.000 buah. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi, sedangkan secara seksual dengan konjugasi.

Pengertian Contoh Protista

Filum Ganggang Cokelat (Phaeophyta)

Pengertian Contoh Protista – Ganggang cokelat berwarna cokelat karena selain mengandung klorofil juga memiliki zat warna cokelat (fukosantin). Ganggang ini hidup di air laut, mempunyai tubuh yang multiseluler, berbentuk seperti lembaran atau tumbuhan tinggi (memiliki alat, seperti akar, batang, dan daun), serta sering digunakan sebagai bahan pakan ternak, obat-obatan, dan bahan cat. Contoh ganggang cokelat adalah Fucus, Tulbilaria, Laminaria, dan Sargasum. Ganggang cokelat berkembang biak secara aseksual dengan fragmentasi, sedangkan secara seksual dilakukan dengan cara pembentukan konseptakel jantan yang mengandung anteridium penghasil spermatozoid dan konseptakel betina yang mengandung oogonium penghasil ovum. Pembuahan sperma dan ovum menghasilkan zigot. Selanjutnya, zigot akan tumbuh menjadi individu baru.

Filum Ganggang Pirang atau Keemasan (Chrysophyta)

Chrysophyta ada yang berwarna kuning kecokelatan, hijau kekuningan, dan kuning keemasan (diatom). Chrysophyta ada yang bersel satu, bersel banyak, dan bersifat mikroskopis. Chrysophyta merupakan penyusun plankton yang terbesar. Chrysophyta hijau kekuningan (Xanthophyceae) mengandung klorofil dan pigmen kuning (xentofil). Contohnya, Vaucheria yang mempunyai ciri berbentuk seperti benang, bercabang tidak bersekat, bersel banyak, dan benang berinti banyak (senosit). Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk zoospora, secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. Chrysophyta kuning kecokelatan (Chrysophyceae) mengandung klorofil dan karoten (pigmen keemasan), bersel satu (Ochromonas), dan berkoloni (Synura). Chrysophyta yang disebut diatom (Bacillariophyceae) berbentuk seperti kotak yang saling menutupi dan dapat hidup di tempat yang basah, baik air tawar, air payau, maupun air laut. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri. Contoh ganggang ini adalah Diatom, Navicula, Cyclotella, dan Pinnularia. Dinding sel Diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang pirang sering disebut juga ganggang kersik. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri, misalnya, sebagai bahan penggosok dan bahan isolasi.

Filum Ganggang Merah (Rhodophyta)

Ganggang merah merupakan makhluk hidup bersel banyak. Berwarna merah tua karena selain mengandung klorofil, juga mengandung zat warna merah (fikoeritrin). Ganggang ini hidup di laut, memiliki bentuk seperti rumput maka sering disebut rumput laut (sea weed) dan bersel banyak (berbentuk seperti lembaran). Berkembang biak secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. Ganggang merah dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan dan kosmetika. Contoh ganggang merah yang digunakan sebagai bahan makanan, antara lain, Euchema spinosum dan Gellidium yang digunakan manusia untuk bahan agar-agar. Selain untuk bahan makanan, agar-agar juga dimanfaatkan sebagai medium kultur mikroorganisme, kosmetik, obat, pelapis daging kaleng, pengeras es krim, serta pengelmusi lemak dan cokelat batangan.

Filum Ganggang Api (Pyrrhophyta)

Ganggang api sering disebut dengan Dinoflagelata. Sebagian besar hidup di laut dan ada juga yang hidup di air tawar. Ganggang ini mempunyai ciri tubuhnya bersel satu, dinding sel berupa lempengan selulosa yang rapat, dapat bergerak aktif, di luar sel terdapat celah dan alur yang masing-masing dilengkapi dengan satu flagel, berklorofil, mengandung pigmen kuning kecokelatan, dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Contohnya adalah Peridinium.

Peranan Ganggang (Algae) bagi Kehidupan Manusia

Ganggang dapat memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat ganggang bagi kehidupan manusia adalah sebagai berikut. a. Ganggang hijau merupakan sumber fitoplanton yang digunakan sebagai pakan ikan dan hewan air lainnya. Dapat dikatakan bahwa pada ekosistem perairan, ganggang hijaulah yang merupakan produsen bagi hewan-hewan air lainnya. b. Ganggang cokelat (Macrocrytis pyrifera) mengandung yodium yang mengandung Na, P, N, dan Ca yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen untuk hewan ternak. Selain itu, ganggang cokelat yang mengandung asam alginat dapat dimanfaatkan sebagai pengental produk makanan, industri, dan alat-alat kecantikan (Laminaria, Macrocystis, Ascophylum, dan Fucus). c. Ganggang merah dapat dimanfaatkan untuk makanan suplemen kesehatan (Porphyra), sumber makanan (Rhodymenia palmata), pembuatan agar (Gellidium), dan penghasil karagenan (pengental es krim). d. Dinding sel diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang keemasan sering disebut juga ganggang kersik. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri, seperti bahan penggosok, penyaring, industri kaca, dan bahan isolasi.

1. Apakah yang membedakan Protista dengan Monera? 2. Sebutkan makhluk hidup yang termasuk dalam Protista? 3. Mengapa ganggang hijau dikatakan sebagai produsen? 4. Bagaimana peran ganggang bagi kehidupan manusia! 5. Sebutkan perbedaan dan persamaan antara Xanthophyceae dan Chrysophyceae!

Buatlah dalam bentuk tabel persamaan dan perbedaan yang mendasar antara ganggang cokelat, hijau, pirang, dan merah. Persamaan dan perbedaan ganggang-ganggang tersebut ditinjau dari tubuh, warna, tempat hidup, dan manfaatnya.

Mengetahui Jenis-jenis Ganggang Hijau

Tujuan: Tujuan: Mengetahui berbagai jenis ganggang hijau yang hidup di air tawar. Alat dan bahan: 1. mikroskop, 2. stoples atau botol bekas (bekas air mineral), 3. pipet, 4. kaca penutup, 5. kaca benda, dan 6. air kolam, air sawah, atau air danau yang berwarna hijau. Cara kerja: Cara kerja: 1. Mula-mula ambillah air kolam, air parit, atau air sawah, lalu masukkan ke dalam stoples atau botol bekas. 2. Ambillah air tersebut dengan menggunakan pipet, kemudian teteskan di atas kaca benda. Tutuplah tetesan air tersebut dengan menggunakan kaca penutup. Usahakan tidak ada gelembung udara di dalamnya. 3. Lakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop. 4. Catat dan gambarlah hasilnya, kemudian cocokkan dengan gambar yang ada di buku! Pertanyaan: 1. Jenis ganggang apa sajakah yang kalian temukan? 2. Jenis ganggang manakah yang banyak kalian temukan? 3. Apakah semua ganggang bergerak? 4. Sebutkan jenis ganggang yang dapat bergerak aktif!


Protista yang Menyerupai Hewan (Protozoa)

Protozoa merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan. Protozoa hidup di air tawar (selokan, parit, sungai, dan waduk), air laut, permukaan tanah yang lembap, rendaman jerami, dan di dalam tubuh makhluk hidup lain atau di dalam jasad yang mati. Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang bersifat mikroskopis.

Pelajaran Tentang Pengertian Protista

Pelajaran Tentang Pengertian Protista

Pelajaran Tentang Pengertian Protista

Pengertian Protista – Apakah kalian tahu mengapa air danau itu tampak hijau? Coba cari dan mendekatlah ke pinggir kolam. Lihatlah apakah ada sesuatu yang berwarna hijau kecil yang melayang-layang di dalam air atau melekat di dasar kolam? Coba kalian ambil satu tetes, dan lihatlah dengan mikroskop! Apa yang terlihat? Terlihat sesuatu berwarna hijau, ada yang diam, atau bergerak sangat cepat. Makhluk apakah yang kita lihat di bawah miroskop tersebut? Untuk mengetahuinya, mari kita bahas tentang makhluk hidup yang mirip tumbuhan dan mirip hewan. Para ahli tumbuhan memasukkan makhluk hidup tersebut ke dalam dunia tumbuhan karena berklorofil, sedangkan para ahli hewan memasukkannya ke dunia hewan karena bergerak aktif dan memiliki bintik mata. Sebagai jalan tengah, dimunculkan kingdom Protista. Jadi, semua anggota kingdom Protista adalah makhluk hidup yang ”bukan hewan dan bukan pula tumbuhan”. Protista merupakan makhluk hidup bersel satu atau bersel banyak dan telah memiliki membran inti (selnya bersifat eukariot).

Pengertian Protista

Pengertian Protista
Pengertian Protista

Pengertian Protista – Protista bukan merupakan hewan ataupun tumbuhan, tetapi hanya mempunyai sifat yang menyerupai hewan, menyerupai tumbuhan, ataupun menyerupai jamur. Semua makhluk hidup eukariotik yang bukan merupakan hewan dan tumbuhan masuk dalam kelompok Protista. Kelompok makhluk hidup Protista yang menyerupai tumbuhan adalah ganggang (Algae), kelompok Protista yang menyerupai hewan adalah Protozoa, sedangkan kelompok Protista yang menyerupai jamur adalah jamur lendir dan jamur air. Protista biasanya ditemukan di dalam air, dapat berupa plankton yang melayang-layang di dalam air atau melekat di dasar sungai, laut, atau danau. Protista dapat pula hidup di dalam tanah dan di tempattempat yang lembap, baik sebagai parasit maupun sebagai saprofit, serta dapat pula hidup bersimbiosis dengan organisme lainnya.

Pengertian Protista – Umumnya, Protista bersifat aerobik dan menggunakan mitokondria untuk respirasi. Pada kenyataannya, ada Protista yang dapat berlaku sebagai produsen. Protista tersebut dapat melakukan fotosintesis (dapat membuat makanan sendiri). Nutrisi yang diperoleh dari fotosintesis Protista tersebut dapat bersifat fototropik, heterotropik, atau keduanya. Protista memiliki flagela atau cilia dalam hidupnya dan dapat berkembang secara aseksual atau seksual. Pada kondisi yang kurang menguntungkan, Protista dapat membentuk kistae. Secara taksonomis, Protista dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.

Pengertian Protista

1 . Protista yang Menyerupai Tumbuhan Protista dikatakan menyerupai tumbuhan karena ia bersifat autotrof, memiliki klorofil, dan dengan bantuan cahaya matahari mampu melakukan fotosintesis. Contoh Protista yang menyerupai tumbuhan adalah ganggang yang terdiri atas filum Euglenophyta, ganggang hijau (Chlorophyta), ganggang cokelat (Phaeophyta), ganggang pirang (Chrysophhyta), ganggang merah (Rhodophyta), dan ganggang api (Pyrhophyta).

Pengertian Protista

2 . Protista yang Menyerupai Hewan Dikatakan menyerupai hewan karena Protista ini bersifat heterotrof. Protista ini dapat memasukkan makanan dengan cara menelan melalui mulut pada membran selnya. Protista ini tidak dapat membuat makanan sendiri karena tidak mengandung klorofil. Contoh Protista yang menyerupai hewan adalah Protozoa, terdiri atas filum Rhizopoda (berkaki semu), Flagellata (berbulu cambuk), Ciliata (berambut getar), dan Sporozoa (penghasil spora)

3 . Protista yang Menyerupai Jamur Protista ini melakukan pencernaan makanan di luar sel, kemudian terjadi penyerapan sari-sari makanan hasil pencernaan makanan oleh tubuh. Contoh Protista yang menyerupai jamur ini adalah jamur air dan jamur lendir.

Protista Menyerupai Tumbuhan (Ganggang atau Algae)

Ganggang adalah Protista yang menyerupai tumbuhan, berwarna hijau, dan berbentuk seperti benang-benang halus. Mengapa dikatakan menyerupai tumbuhan? Karena ganggang merupakan Protista yang mengandung klorofil dan dapat berfotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri. Mengapa ganggang hanya dikatakan menyerupai tumbuhan? Bukankah ganggang dapat membuat makanan sendiri? Ganggang memang bukan merupakan tumbuhan karena ganggang tidak mempunyai akar, batang, dan daun sejati seperti yang dimiliki oleh tumbuhan. Coba kalian perhatikan dasar kolam pada musim kemarau! Benarkah dasar kolam tersebut berwarna hijau? Mengapa air kolam berwarna hijau? Apakah warna hijau di dasar air kolam tersebut disebabkan adanya ganggang hijau yang tumbuh di dalamnya?

Ganggang dapat hidup di air tawar dan di air laut, tetapi ada pula yang hidup di tempat-tempat yang lembap, seperti dinding tembok kamar mandi, batu-batuan, atap rumah, atau kulit-kulit pohon. Ganggang juga memiliki ciri lain yang sama dengan Protista, yaitu memiliki membran inti, ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler. Ganggang dapat berbentuk benang, lembaran, atau koloni sel. Reproduksi ganggang dapat dilakukan secara seksual dan aseksual. Secara seksual dilakukan dengan cara isogami dan oogami. Isogami terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan. Dari peleburan dua sel kelamin tersebut, akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot. Zigot akan terus berkembang menjadi individu baru. Ganggang dapat dikelompokkan menurut pigmen yang dimilikinya menjadi beberapa golongan, yaitu ganggang cokelat (Phaeophyta), ganggang pirang (Chrysophyta), ganggang merah (Rhodophyta), ganggang hijau (Chlorophyta), dan ganggang Euglenophyta.

1. FilumEuglenophyta Euglenophyta merupakan ganggang bersel satu. Euglena biasa hidup di air tawar, misalnya, air kolam, sawah, sungai, atau parit. Makhluk hidup ini berwarna hijau, berklorofil, dan berfotosintesis sehingga dimasukkan ke dalam dalam kelompok makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. Makhluk hidup ini juga mempunyai ciri-ciri yang menyerupai hewan karena dapat bergerak aktif, cara memasukkan makanan melalui mulut sel, tidak berdinding sel, dan mempunyai bintik mata sehingga Euglena ini merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan dan sekaligus juga merupakan makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan, contohnya, Euglena viridis. a . Ciri-Ciri Euglena Euglena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1) berwarna hijau karena mengandung klorofil, 2) sel berbentuk oval memanjang, 3) di salah satu ujungnya terdapat mulut sel, 4) dari mulutnya muncul satu flagela (cambuk) yang berfungsi sebagai alat gerak, dan 5) mempunyai bintik mata yang terletak di dekat mulut sel yang berfungsi untuk membedakan antara gelap dan terang. b . Cara Euglena Memperoleh Makanan Sebagai organisme yang menyerupai tumbuhan, Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis. Dengan bantuan cahaya matahari, makhluk hidup ini dapat mengubah klorofil menjadi energi. Selain berfotosintesis, makhluk hidup ini dapat pula memasukkan bahan makanan melalui mulut sel yang dimilikinya sehingga Euglena dapat disebut sebagai organisme fotoautotrof dan organisme heterotrof. c . Cara Euglena Bereproduksi Cara Euglena Bereproduksi Reproduksi Euglena dilakukan dengan membelah diri. Dari pembelahan ini akan dihasilkan dua sel anak. Setiap sel anak mempunyai inti sel, membran sel, dan sitoplasma.

2. Filum Ganggang Hijau (Chlorophyta) Chlorophyta adalah ganggang yang mengandung klorofil dan karotin berwarna kuning sehingga warnanya menjadi hijau kekuningan. Biasanya, ganggang ini hidup di air tawar, seperti air kolam, air danau, ataupun air sungai. Air kolam, sungai, atau danau akan berwarna hijau karena adanya jenis ganggang hijau di dalamnya. Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan plankton yang hidup melayang-layang di air tawar atau laut. Ganggang hijau dapat berbentuk benang, filamen, ataupun berkoloni. Contoh ganggang hijau, antara lain, Volvox sp., Spirogyra sp., dan Ulothrix sp. Dengan bantuan cahaya matahari, Chlorophyta dapat melakukan fotosintesis. Plankton ini merupakan sumber makanan utama bagi hewan-hewan yang hidup di dalamnya. Plankton disebut sebagai produsen. Bagaimana kalian tahu jika Chlorophyta sedang melakukan fotosintesis? Amati dan perhatikan kolam ikan air tawar pada siang hari. Jika kalian perhatikan dengan baik, ganggang yang terkena cahaya matahari akan mengeluarkan gas berupa gelembung-gelembung kecil yang menempel pada pinggir-pinggir kolam, gas itu adalah oksigen. Oksigen adalah gas yang dihasilkan dalam proses fotosintesis. a . Ciri-ciri Chlorophyta Ganggang hijau (Chlorophyta) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) tubuhnya mengandung klorofil dan berwarna hijau. Sel mengandung kloroplas yang berisi klorofil a.b. karoten dan xantofil, 2) hidup melayang-layang di air tawar atau air laut, 3) merupakan makhluk hidup bersel satu yang berbentuk benang, lembaran, dan berkoloni, 4) telah memiliki dinding sel, dan 5) cadangan makanan disimpan di suatu rongga yang berbentuk bulat. Rongga ini terletak di dekat kloroplas yang disebut pirenoid. b . Cara Mendapatkan Makanan Ganggang hijau mengandung klorofil dan dapat melakukan fotosintesis untuk mendapatkan makanannya. Ganggang hijau berperan sebagai pemasok bahan makanan utama bagi hewan-hewan yang ada di perairan tersebut.

Di perairan tersebut, ganggang hijau disebut sebagai produsen. c . Cara Chlorophyta Bereproduksi Cara Chlorophyta Bereproduksi Reproduksi Chlorophyta dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan dan betina serta ada juga yang secara konjugasi. Reproduksi secara aseksual dilakukan tanpa adanya peleburan sel jantan dan betina, tetapi dilakukan dengan pembelahan biner (ganggang bersel satu), fragmentasi (ganggang berbentuk benang dan berkoloni), serta pembentukan zoospora (spora kembara). d . Contoh-Contoh Chlorophyta Beberapa contoh ganggang hijau yang sering dijumpai adalah sebagai berikut. 1) Chlorococcum dan Chlorella merupakan Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. Kloroplasnya berbentuk mangkuk, berukuran mikroskopis, dan hidup sebagai