Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan, Fungi, dan  Hewan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan, Fungi, dan Hewan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan, Fungi, dan Hewan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Alga Cokelat (Phaeophyta)

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan – Semua alga cokelat berbentuk benang atau lembaran, bahkan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi. Umumnya, alga cokelat bersifat makroskopis, dapat mencapai ukuran lebih dari 30 meter, dan mempunyai gelembunggelembung udara yang berfungsi sebagai pelampung. Pigmen yang dikandungnya adalah klorofil, karoten, dan xantofil. Pigmen xantofil lebih dominan sehingga menyebabkan alga ini berwarna cokelat. Hampir semua alga ini terdapat di laut, terutama di laut yang dingin dan jarang ditemukan di air tawar. Alga ini berkembang biak secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan aseksual alga cokelat dilakukan dengan fragmentasi dan pembentukan spora (aplanospora dan zoospora). Zoospora yang dihasilkan memiliki flagel yang tidak sama panjang terletak di bagian lateral.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan
Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan – Perkembangbiakan seksual dilakukan dengan isogami, anisogami, atau oogami. Fucus vesiculosis adalah salah satu contoh alga cokelat yang berkembang biak secara oogami. Pada ujung-ujung lembaran yang fertil terdapat reseptakel, yaitu badan yang mengandung alat perkembangbiakan. Di dalam reseptakel terdapat konseptakel yang menghasilkan ovum dan spermatozoid pada tumbuhan yang berbeda. Coba kamu jelaskan daur hidup Fucus mulai dari pembentukan gamet sampai dihasilkan tumbuhan dewasa! Gambar 4.6 memperlihatkan beberapa contoh alga cokelat.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Alga Merah (Rhodophyta)

Sebagian besar alga merah hidup di laut dan banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Pada umumnya, alga jenis ini multiseluler dan makroskopis, dapat mencapai panjang sampai 1 meter. Pigmen yang dimiliki terdiri atas klorofil, karoten, xantofil, dan fikoeritrin. Akan tetapi, fikoeritrin terdapat dalam jumlah banyak sehingga alga ini berwarna merah. Alga merah dapat tumbuh di kedalaman 200 meter, lebih dalam daripada alga yang lain.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan – Perkembangbiakan aseksual dengan membentuk aplanospora, sedangkan dengan fragmentasi jarang terjadi. Perkembangbiakan seksual terjadi secara oogami, dan mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Berikut ini bagan pergiliran keturunan pada Polysiphonia yaitu salah satu contoh dari Rhodophyta.

Sporofit menghasilkan meiospora yang akan berkembang menjadi gametofit. Gametofit membentuk spermatangia yang menghasilkan spermatia dan carpogonium yang mengandung sel trichogen. Spermatia menempel pada ujung trichogen, terus masuk ke dasar sel. Di sini terjadi peleburan antara inti sperma dan inti sel betina membentuk zigot (goninoblast). Goninoblast adalah filamen yang terbentuk dari zigot dan di ujung filamen terbentuk carposporangium. Selanjutnya, di dalam carposporangium terbentuk carpospora. Carpospora keluar dari carposporangium, untuk selanjutnya tumbuh menjadi sporofit (Polysphonia baru). Dalam pertumbuhannya, Polysiphonia mengalami pergiliran keturunan (metagenesis), yaitu perkembangbiakan aseksual dan perkembangbiakan seksual berlangsung secara bergantian. Alga merah banyak sekali jenisnya, di antaranya, Euchema spinosum, Gelidium coulteri, Porphyra perforata, Halosaccion glandiforme, dan Bossea orbigniana.

Ciri ciri Protista Mirip Tumbuhan

Alga Hijau (Chlorophyta)

Alga hijau meskipun disebut alga, sebenarnya secara struktur dan biokimia lebih mendekati tumbuhan. Saat ini bahkan banyak botanis yang memasukkannya dalam kelompok tumbuhan. Seperti halnya tumbuhan, alga hijau menyimpan karbohidrat dalam bentuk butir-butir pati dalam kloroplas. Dinding sel dari beberapa spesies chlorophyta dibangun oleh selulosa, pektin, dan polisakarida lain, seperti dinding sel tumbuhan. Alga hijau dapat ditemukan di berbagai habitat seperti permukaan laut, danau, karang, pada organisme lain, salju bahkan pada tanah gambut. Beberapa dari mereka juga dapat bersimbiosis dengan fungi, protozoa dan beberapa hewan laut. Saat ini sudah ditemukan ± 7.000 spesies alga hijau. Alga hijau-alga hijau ini termasuk yang uniseluler, filamentus (bentuk benang), dan bentuk-bentuk koloni.

Anggota-anggota alga hijau mempunyai cara reproduksi yang berbedabeda. Contoh klasik reproduksi pada alga ini adalah chlamydomonas. Chloropyta ini bereproduksi secara aseksual ataupun seksual. Banyak species alga hijau berperan sebagai produsen penting di perairan (fitoplankton). Beberapa Chlorophyta multiseluler dengan tubuh cukup besar dan kompleks memenuhi kualifikasi sebagai rumput laut bersama alga cokelat dan alga besar.

Tugas

Kamu tahu bahwa keanekaragaman rumput laut di Indonesia sangat banyak. Rumput laut mempunyai prospek sebagai sumber mata pencaharian. Coba kamu kumpulkan berbagai informasi tentang bagaimana cara budi daya berbagai rumput laut tersebut. Siswa yang tinggal di daerah pantai jika memungkinkan cobalah mempraktikkan cara-cara budi daya tersebut.

Protista yang Menyerupai Fungi

Beberapa tipe Protista, hidup pada tanah lembap sebagai heterotrof yang menyerupai fungi. Mereka mendapatkan makanan dan energi dengan cara menguraikan materi organik berasal dari ranting dan daun yang jatuh, partikel-partikel makanan dan materi organik lain. Kelompok Protista yang menyerupai fungi, terdiri atas Myxomycotina, yaitu jamur lendir sejati dan Acrasiomycotina atau jamur lendir seluler.

1. Myxomycotina Myxomycotina disebut juga kapang lendir sejati. Ciri pembeda dalam kelompok ini adalah fase somatiknya yang disebut plasmodium, yaitu massa protoplasma yang memanjang dan mengandung banyak inti. Ukuran dan warna Myxomycotina sangat beragam dan berubah-ubah bentuknya sewaktu merayap di permukaan substrat tempat hidupnya. Makhluk hidup ini memakan bakteri, spora-spora jamur serta bahan organik kecil dalam bentuk partikel-partikel yang terdapat di tanah, daun-daun mati atau kayu yang ditumbuhinya. Dalam kondisi yang menguntungkan, plasmodium dapat bergerak seperti ameba, mengambil makanan, dan ukurannya dapat bertambah. Apabila keadaan menjadi kurang menguntungkan untuk pertumbuhan, makhluk hidup ini dapat menjadi tidak aktif. Dalam keadaan demikian, jasad renik ini berubah sifatnya menjadi tingkat dorman yang dinamakan sklerotum yang tebal dan keras. Ketika keadaan lingkungan kembali menguntungkan untuk tumbuh, maka struktur tersebut kembali menjadi plasmodium. Kondisi lingkungan diduga juga berpengaruh terhadap awal pembentukan spora. Proses tersebut terjadi melalui pembentukan tubuh buah yang melepaskan spora-spora berflagela, flagela-flagela tersebut dapat menghilang dan kemudian spora berkembang menjadi individu-individu baru yang berplasmodium.

2. Acrasiomycotina Acrasiomycota disebut juga kapang lendir seluler. Makhluk hidup ini hidup bebas dan dapat bersifat ameboid. Plasmodiumnya tidak berinti banyak seperti pada Myxomycotina. Daur hidupnya cukup menarik Organisme ini kebanyakan hidup dalam tanah untuk memperoleh makanan. Makanannya berupa partikel-partikel yang merupakan sisa-sisa sampah hutan atau bakteri. Acrasiomycotina dapat berkembang biak dengan cara pembelahan sel secara mitosis sehingga dihasilkan sel-sel berbentuk ameba dalam jumlah banyak. Jika makanan di lingkungan sedikit, sel-sel berbentuk ameba ini kemudian menggabungkan diri membentuk apa yang disebut clump atau gumpalan. Jadi, dapat dikatakan bahwa kapang lendir seluler adalah bentuk aseksual dan dapat membentuk suatu massa yang lebih besar dengan cara membentuk kelompok atau gumpalan. Dari uraian di atas, coba jelaskan mengapa Protista yang menyerupai fungi merupakan makhluk hidup yang heterotrof.

Protista yang Menyerupai Hewan

Protista ini sering disebut juga protozoa yang berarti hewan pertama. Kelompok tersebut merupakan makhluk hidup bersel tunggal, mempunyai variasi bentuk yang kompleks dan kebanyakan dapat bergerak dengan cara yang berbeda. Seperti halnya hewan, protozoa adalah konsumen, jadi hanya dapat hidup dengan mengambil makanan dari makhluk hidup lain. Protozoa berperan sebagai mata rantai penting dalam rantai makanan terutama di lingkungan perairan. Dalam hal ini Protozoa berperan sebagai zooplankton (plankton hewan) yang menjadi makanan bagi organismeorganisme perairan yang lebih besar. Peran penting lainnya, yaitu mereka dapat menjaga keseimbangan ekologis pada banyak komunitas baik dalam lingkungan daratan basah maupun di lingkungan perairan. Protozoa semacam ini adalah Protozoa saprofitik dan Protozoa pemakan bakteri. Ada beberapa Protozoa yang menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Beberapa protozoa hanya dapat hidup sebagai parasit dan dapat menimbulkan penyakit kronis dan akut pada manusia. Beberapa penyakit yang disebabkan protozoa pada manusia, di antaranya adalah amebiasis usus, penyakit tidur Afrika dan malaria. Protozoa berkembang biak melalui berbagai proses aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual berlangsung dengan pembelahan sel atau pembagian sel. Reproduksi seksual terjadi melalui proses konjugasi, yang merupakan penyatuan fisik sementara antara dua individu yang diikuti dengan penyatuan inti. Hal ini hanya terjadi pada Siliata. Pengelompokan Protozoa didasarkan pada bentuk gerak alihnya (lokomosi) khususnya alat gerak yang digunakan untuk berpindah tempat. Kelompok Mastigophora atau disebut juga Flagelata bergerak dengan menggunakan flagel Sarcodina bergerak dengan cara seperti Ameba, Cilliofora dengan menggunakan silia dan Sporozoa bergerak tanpa menggunakan alat gerak khusus, tetapi secara meluncur.

 Terima kasih telah berkunjung ke web kami, semoga bisa memberikan manfaat !

Pengertian Tentang Protista Mirip Jamur

Pengertian Tentang Protista Mirip Jamur

Pengertian Tentang Protista Mirip Jamur

Protista Mirip Jamur – Protista Menyerupai Jamur Protista yang menyerupai jamur ini mempunyai struktur tubuh dan cara reproduksi yang tidak sama dengan kelompok Fungi. Cara reproduksi jamur lendir hampir sama dengan Fungi, tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom Fungi karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba. Semetara itu, jamur air lebih menyerupai ganggang pada struktur molekulnya, hanya saja tidak mengandung klorofil.

Protista Mirip Jamur
Protista Mirip Jamur

Protista Mirip Jamur

1. Filum Jamur Air (Oomycota) Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan mempunyai oospora sebagai penghasil spora. Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Pada kondisi tertentu, spora akan tumbuh menjadi hifa baru. Jamur ini memiliki ciriciri sebagai berikut: a. dinding sel berupa selulosa, b. mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat, dan c. berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel. Contoh Oomycota adalah Phytophthora, Saphrolegnia, dan Pythium. Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit. Jamur yang hidup secara parasit, misalnya, P. nicotin (tembakau), P. palmifera (kelapa), dan P. infestans (kentang). Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorf.

Protista Mirip Jamur

2. Filum Jamur Lendir (Mycomycota) Ciri-ciri jamur lendir adalah sebagai berikut: a. bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding; b. berinti banyak, bersel satu atau bersel banyak; c. struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba, berbentuk seperti lendir (plasmodium), tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi;

d. berkembang biak secara aseksual dan seksual.

Protista Mirip Jamur – Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. Pada tingkat dewasa, Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. Setelah matang, kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot; e. biasa hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang membusuk, kayu lapuk, atau sampah basah. Jamur lendir (Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Acrasiomycota dan Myxomycota.

Protista Mirip Jamur

a. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat) Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. Saat makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan bergabung membentuk Plasmodium. Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. Pada saat ada makanan, Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. Pada saat kondisi menguntungkan, spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba baru dan siklus akan berulang.

Protista Mirip Jamur

b. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat) Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. Jamur ini berinti banyak, setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat, bersifat uniseluler ataupun multiseluler, dan dapat bergerak bebas. Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk, tanah lembap, sampah basah, kayu lapuk, dan di hutan basah. Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Makanan dicerna dalam vakuola makanan. Sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. Jika telah dewasa, Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora).

Protista Mirip Jamur – Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid, kemudian sel gamet ini melakukan singami. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa. Pada Myxomycota, massa berinti banyak yang disebut Plasmodium (jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria), bergerak berpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan, di daun, kayu busuk untuk memakan bakteri. Plasmodium mempunyai banyak inti, tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel terpisah. Myxomycota yang sedang bergerak dapat seukuran buah anggur. Saat Plasmodium membesar, intinya membelah. Sebaliknya, pada Acrasiomycota, sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler.

1. Mengapa jamur lendir dan jamur air tidak termasuk dalam kingdom Fungi? 2. Sebutkan ciri-ciri jamur lendir! 3. Bagaimana jamur air berkembang biak? 4. Di manakah tempat hidup yang sesuai untuk jamur lendir? 5. Sebutkan perbedaan antara Myxomycota dan Acrasiomycota?

Pengamatan Jamur Lendir dan Jamur Air Tujuan: Tujuan: Mengetahui struktur jamur lendir dan jamur air Alat dan Bahan: Alat dan Bahan: 1. kertas isap atau tisu, 5. botol bermulut lebar, 2. sendok, 6. mikroskop dan perlengkapannya, 3. nasi, 7. bangkai lalat atau bangkai ikan, 4. air sungai, Cara Kerja: Cara Kerja: 1. Pengamatan struktur jamur lendir. a. Letakkan potongan kertas isap atau tisu di dasar botol. b. Masukkan 100 ml air sungai ke dalam botol. c. Masukkan satu sendok nasi, biarkan selama tiga hari. d. Amati, apakah terdapat banyak lendir? e. Jika ada, ambil dan amati di bawah mikroskop! 2. Pengamatan struktur jamur air. a. Masukkan air sungai ke dalam botol. b. Masukkan bangkai lalat atau bangkai ikan, biarkan selama tiga hari. c. Amati bangkai lalat atau bangkai ikan! Apakah terlihat bentukan seperti kapas? d. Ambil bentukan seperti kapas tersebut, amati di bawah mikroskop! Pertanyaan: 1. Mengapa menggunakan nasi? 2. Bagaimana karakteristik jamur lendir? 3. Bagaimana karakteristik jamur air? 4. Diskusikan hasil penelitianmu dengan teman sekelas dan guru!

Rangkuman

1. a. Protista adalah makhluk hidup yang bersel satu atau bersel banyak dan telah memiliki membran inti (selnya bersifat eukariot). b. Protista bukan merupakan hewan ataupun tumbuhan, melainkan hanya mempunyai sifat yang menyerupai hewan, tumbuhan, atau jamur. c. Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Protista yang menyerupai tumbuhan (ganggang atau Algae), Protista yang menyerupai hewan (Protozoa), dan Protista yang menyerupai jamur.

2. a. Protista yang menyerupai ganggang (Algae) memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis, tetapi tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Itulah sebabnya Protista ini dikatakan menyerupai tumbuhan. b. Berdasarkan pigmennya dapat dibagi menjadi filum Euglenophyta, Chlorophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, Pyrrophyta, dan Rhodophyta. 3. a. Protista yang menyerupai hewan biasa disebut Protozoa. b. Protozoa merupakan Protista bersel satu, berukuran mikroskopis, mempunyai alat gerak berupa kaki semu, rambut getar atau flagela, bernapas, menangkap makanan, berkembang biak di dalam sel, hidup bebas di tempat-tempat yang berair, seperti parit, sawah, sungai, waduk, air laut, dan berparasit pada tubuh hewan atau manusia. c. Berdasarkan alat geraknya Protozoa dapat dibedakan menjadi empat, yaitu Rhizopoda (kaki semu), Flagellata (berbulu cambuk), Ciliata (berambut getar), dan Sporozoa (pembentuk spora). 4. a. Protista yang menyerupai jamur terdiri atas jamur air dan jamur lendir. b. Ciri-ciri jamur air (Oomycota) adalah dinding sel yang terdiri atas selulosa, hifanya bersekat, dan berkembang biak secara aseksual dengan membentuk zoospora dan secara seksual dengan membentuk oospora, contohnya, Physarium, Arcyria, dan Saprolegnia. c. Ciri-ciri jamur lendir (Mycomycota) adalah tubuh berlendir, berinti banyak, tanpa dinding sel, dan berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan spora dan secara seksual dengan singami. Contohnya, Phytopthora dan Saprolegnia.

Istilah Penting Diatom Ganggang Globula Nukula Plasmodium Protozoa Singami Talus Vakuola berdenyut (kontraktil) Vakuola makanan Zoospora Refleksi diri Refleksi diri Setelah mempelajari materi tentang Protista, apakah kalian tidak menguasai, sedikit menguasai, menguasai, atau sangat menguasai untuk: 1. mendeskripsikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista; 2. mendeskripsikan peranan Protista bagi kehidupan; 3. menyusun karya ilmiah tentang Protista yang menguntungkan dan yang merugikan; 4. dari materi dan beberapa kegiatan tentang Protista, bagian mana yang paling kalian sukai? Mengapa?

I . Pilih salah satu jawaban yang benar! Pilih salah satu jawaban yang benar! 1. Protista mempunyai sel yang bersifat …. a. eukariotik d. ganda b. prokariotik e. tidak bermembran c. tunggal 2. Zat warna cokelat pada ganggang disebut …. a. plastida d. kitin b. fukosatin e. klorofil c. fikoeritrin 3. Rongga untuk mengeluarkan sisa makanan cair yang dilakukan dengan berdenyut pada Paramecium disebut …. a. vakuola d. nukula b. vakuola makanan e. nukleus c. vakuola berdenyut 4. Vakuola berdenyut atau vakuola kontraktil berfungsi untuk …. a. bernapas b. peredaran darah c. mengeluarkan sisa makanan cair d. berkembang biak e. mengeluarkan sisa makanan padat 5. Tubuh yang tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati disebut …. a. talus d. Algae b. kormus e. tumbuhan hijau c. lumut

Pelajaran Protista Mirip Hewan Protozoa

Pelajaran Protista Mirip Hewan Protozoa

Pelajaran Protista Mirip Hewan Protozoa

Protista Mirip Hewan Protozoa – Protozoa merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan. Protozoa hidup di air tawar (selokan, parit, sungai, dan waduk), air laut, permukaan tanah yang lembap, rendaman jerami, dan di dalam tubuh makhluk hidup lain atau di dalam jasad yang mati. Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang bersifat mikroskopis. Segala aktivitas hidup terjadi di dalam sel itu sendiri. Pada keadaan tertentu, Protozoa dapat membentuk dirinya menjadi kista. Protozoa dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual, secara aseksual dilakukan dengan membelah diri dan secara seksual dengan konjugasi. Protozoa dibagi menjadi enam filum, yaitu Rhizopoda atau Sarcodina (berkaki semu), Actinopoda, Foraminifera, Flagellata atau Mastigophora (bercambuk), Ciliata (berambut getar), dan Sporozoa (penghasil spora). Akan tetapi, yang dibahas dalam bab ini hanya empat filum, yaitu sebagai berikut.

Protista Mirip Hewan Protozoa

Protista Mirip Hewan Protozoa
Protista Mirip Hewan Protozoa

Protista Mirip Hewan Protozoa

1. Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu)

Protista Mirip Hewan Protozoa – Rhizopoda adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). Salah satu contoh Rhizopoda adalah Amoeba sp. Selain Amoeba, ada beberapa Protozoa yang termasuk dalam Rhizopoda, yaitu Foraminifera dan Arcella. Keduanya merupakan Rhizopoda yang diselimuti oleh cangkang. Amoeba Bentuk tubuh Amoeba dapat berubah-ubah. Ia bersel satu dan hidup bebas di tempat-tempat yang becek, berair, dan mengandung makanan. Isi sel telah dilindungi oleh membran sel dan membran plasma yang sekaligus berfungsi sebagai pengatur pertukaran zat, pengeluaran, pertukaran gas, alat gerak, dan penangkap rangsang yang berasal dari luar tubuhnya. Sel berisi sitoplasma yang terdiri dari sitoplasma bagian luar yang kental (ektoplasma), sitoplasma bagian dalam yang encer (endoplasma), dan sebuah inti sel.

Protista Mirip Hewan Protozoa – Dengan kaki semunya, Amoeba dapat menangkap dan mengambil makanan. Mula-mula kaki semu (pseudopoda) dijulurkan ke arah makanan lalu mengelilingi makanan tersebut. Kemudian, membran plasma bergerak mendekati dan mengikuti kaki semu mengelilingi makanan. Bersatunya kedua ujung membran plasma membentuk vakuola. Makanan dicerna di dalam vakuola makanan. Dari sini, sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh. Sisa makanan yang berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut. Amoeba dapat berkembang biak dengan pembelahan biner tanpa melalui tahap-tahap mitosis.

Protista Mirip Hewan Protozoa – Pembelahan dimulai dari membelahnya inti sel menjadi dua, lalu diikuti oleh pembelahan sitoplasma. Pembelahan inti tersebut menimbulkan lekukan yang sangat dalam yang lama-lama akan putus sehingga terjadilah dua sel anak Amoeba. Kedua sel anak ini akan mengalami pembelahan biner sehingga menjadi empat sel, delapan sel, enam belas sel, dan seterusnya. Pada keadaan yang tidak menguntungkan, Amoeba dapat membentuk dirinya menjadi kista. Jika keadaan luar telah membaik, kista Amoeba akan pecah dan Amoeba akan keluar untuk memulai kembali hidupnya. Ada Amoeba yang dapat hidup bebas dan ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Amoeba yang hidup sebagai parasit ini biasa disebut dengan Entamoeba. Misalnya, Entamoeba yang menyebabkan penyakit, seperti Entamoeba histolytica, berparasit dalam usus manusia. Entamoeba hystolytica masuk ke dalam usus melalui makanan yang tidak higienis, mungkin tidak ditutup, terkena debu, atau dihinggapi lalat. Penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica adalah diare. Untuk mencegah diare, hindarilah memakan makanan yang tidak bersih dan tidak ditutup. Kita harus berhati-hati terhadap penyakit ini karena meskipun sudah sembuh, kista Amoeba mungkin saja tertinggal di dalam tubuh, bahkan dapat mencapai hati. Selain Entamoeba histolytica, ada Entamoeba ginggivalis yang hidup sebagai parasit di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan penyakit radang dan gusi berdarah. Entamoeba ginggivalis ini dapat hidup di sela-sela gigi yang kotor. Agar tidak sampai terserang, gosoklah gigi setelah selesai makan dan sebelum tidur.

Kelompok Flagellata atau Mastigophora (Bercambuk)

Flagellata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk (flagela). Flagellata merupakan nenek moyang dari hewan dan tumbuhan. Flagellata dapat hidup bebas di dalam air atau sebagai parasit pada makhluk hidup lain, seperti Trypanosoma dan Trichomonas. Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodiense menyebabkan penyakit tidur yang disebarkan oleh gigitan lalat Tse-tse. Ketika lalat menggigit, lalat juga mengeluarkan air liur yang mengandung Trypanosoma untuk mencegah pembekuan darah. T. evansi merupakan penyebab penyakit sura pada hewan. T. cruzi merupakan penyebab penyakit nagana pada sapi dan kerbau. Pada Trichomonas terdapat tiga flagel atau lebih. Trichomonas vaginalis yang menyerang vagina dapat menyebabkan keputihan.

Kelompok Ciliata (Berambut Getar)

Ciliata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa rambut getar (cilia). Rambut getar ini adalah bulu-bulu halus yang melekat pada membran sel. Dengan menggunakan rambut getar, makhluk hidup dapat bergerak bebas ke segala arah di dalam air.

Bentuk tubuh Ciliata adalah oval, tidak berubah-ubah. Mereka biasa hidup di rawa, sawah, dan tempat-tempat berair yang banyak mengandung bahan organik. Contoh Ciliata yang hidup bebas adalah Paramaecium sp., sedangkan yang hidup berparasit adalah Nyctoterus ovalis, hidupnya menumpang di usus kecoa. Ada juga Ciliata yang hidup di air tawar, yaitu Stylonichia (hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik), Didinium (hidup di perairan yang mengandung Protozoa), Stentor (hidup di perairan sawah yang mengandung bahan organik), dan Vorticella. Paramaecium caudatum Paramaecium caudatum adalah Ciliata yang hidup bebas. Bentuk selnya seperti sandal, ukuran kira-kira 250 mikron, mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma, dan selnya diselubungi oleh pelikel. Sel berisi dua inti sel yang terdiri atas inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronukleus), sitoplasma, vakuola makanan (pencerna makanan), serta vakuola kontraktil (pengeluaran zat sisa). Gerakan Paramaecium caudatum dilakukan dengan menggetarkan cilianya. Gerakan cilia sulit diamati oleh mikroskop karena gerakannya sangat cepat. Paramaecium caudatum dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri menjadi dua anak sel (pembelahan biner) dan secara seksual dengan konjugasi. Konjugasi didahului dengan pertukaran inti antara dua individu lalu berpisah dan masing-masing membelah menjadi dua individu. Bagaimana cara Ciliata mendapatkan makanan? Ciliata mempunyai mulut sel. Pada saat bergetar, rambut di sekitar mulut sel akan bergetar pula. Pada saat ini, terjadilah aliran keluar masuk air pada mulut sel. Air yang masuk dan keluar mulut sel banyak mengandung bakteri atau bahan organik atau bahan makanan lainnya yang tertambat atau terkumpul di dalam mulut sel. Makanan yang terkumpul akan masuk dalam sitofaring (kerongkongan sel) lalu masuk ke dalam vakuola makanan untuk dicerna dan diedarkan ke seluruh tubuhnya. Penyerapan sari makanan terjadi di dalam sitoplasma. Sisa makanan padat dikeluarkan melalui membran plasma, sedangkan sisa makanan berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut yang terletak di kedua ujungnya.

Kelompok Sporozoa (Penghasil Spora)

Tidak seperti Rhizopoda, Ciliata, dan Flagellata yang telah mempunyai alat gerak, Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Sporozoa hidup sebagai parasit pada makhluk hidup lain. Contoh makhluk hidup yang termasuk dalam Sporozoa adalah Plasmodium malariae dan Plasmodium vivax. Plasmodium hidup sebagai parasit pada tubuh manusia yang menyebabkan penyakit malaria. Makanannya adalah sel darah merah. Penularan malaria terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Plasmodium berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan spora terjadi di dalam tubuh manusia dan berkembang biak secara seksual dengan pembentukan gamet. Peleburan gamet jantan dan gamet betina terjadi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Contoh lainnya adalah Babesia dan Theileria. Babesia bigemina menyebabkan penyakit demam Texas dan Theileria parva menyebabkan penyakit demam Pantai Timur (Afrika).

1. Mengapa Protozoa disebut makhluk hidup yang mirip hewan? 2. Apakah perbedaan antara ciliata dan flagelata? 3. Bagaimana cara Amoeba berkembang biak? 4. Sebutkan ciri-ciri Rhizopoda! 5. Apakah yang membedakan kelompok Sporozoa, Rhizopoda, Flagellata, dan Ciliata

Buatlah tabel perbedaan antara Protozoa, Rhizopoda, Flagellata, Ciliata, dan Sporozoa! Berikan sebuah contoh dari masing-masing kelompok Protozoa tersebut, lalu gambarlah! Diskusikan dengan kelompokmu!

Protista Menyerupai Jamur

Protista yang menyerupai jamur ini mempunyai struktur tubuh dan cara reproduksi yang tidak sama dengan kelompok Fungi. Cara reproduksi jamur lendir hampir sama dengan Fungi, tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom Fungi karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba. Semetara itu, jamur air lebih menyerupai ganggang pada struktur molekulnya, hanya saja tidak mengandung klorofil.