Pengertian Hewan Invertebrata Anthropoda dan Echinodermata

Pengertian Hewan Invertebrata Anthropoda dan Echinodermata

Pengertian Hewan Invertebrata Anthropoda dan Echinodermata

Pengertian Hewan Invertebrata
Pengertian Hewan Invertebrata

Anthropoda atau hewan berbuku-buku 

Pengertian Hewan Invertebrata

b. Insecta (Serangga) Serangga merupakan hewan darat, tetapi sebagian kecil ada juga yang hidup di air tawar dan jarang hidup di laut, mereka mempunyai ukuran tubuh yang sangat bervariasi, mulai dari yang berukuran mikroskopis sampai dengan yang berukuran panjang belasan cm, serta telah memiliki bagian yang jelas antara kepala, dada (thorax), dan perut (abdomen). Dadanya terdiri atas tiga segmen, perut terdiri dari 6 – 11 segmen, memiliki 3 pasang kaki, 2 – 3 pasang sayap, 1 pasang antena, dua mata majemuk, dan 3 oselli, serta bernapas dengan trakea.

Pengertian Hewan Invertebrata – Contoh Insecta adalah capung (Aeshna sp.), kecoa (Periplaneta sp), rayap (Nasutitermis sp), belalang (Brachystola sp), semut (Monomorium sp), kepik (Phytomonus sp), nyamuk (Culex sp., Aedes sp., dan Anopeles sp.), pinjal (Ctenocephalus sp), lalat ( Musca sp., Stomoxys sp., dan Tabanus sp.), kupu-kupu (Papilo sp.), kaper (Malacosoma sp.), kepik kubis (Murgantia sp.), kutu buku (Troces sp.), kutu rambut (Pediculus sp.), walang kadung (Paratenodera sp.), dan lebah madu (Apis sp.). Insecta terbagi menjadi beberapa ordo, antara lain, sebagai berikut. 1) Ordo Thysanura, contohnya, kutu buku (Troces sp.) 2) Ordo Orthoptera, contohnya, walang nona (Stagmomantis sp.), tempiris dan tongkat berjalan (Anisomorpha sp.), belalang (Disostura sp.), jangkrik (Gryllus sp.), dan katidid (Microcentrum sp.).

Pengertian Hewan Invertebrata – 3) Ordo Isoptera, contohnya, Reticuli termes sp. yang hidup di dalam tanah dan kayu, Kalotermes di kayu kering, Zootermes di kayu basah yang dapat mematikan pohon, Amitermes di tanah kering, Macrotermes membentuk rumah tanah, dan Nasutitermes yang membentuk rumah seperti karton di daerah tropis. 4) Ordo Homoptera, contohnya, cikada (Magicicada septemdecem). 5) Ordo Hemiptera, contohnya, kalajengking air (Ranatra sp.), kutu busuk (Cimexlecturalius), dan kepinding air (Lethocerus). 6) Ordo Odonata, contohnya, capung (Aeshna sp. dan Libellula sp.). 7) Ordo Lepidoptera, contohnya, kupu tomat (Protoparce sexta, Aegeria sp., dan Papilia polyxetes), serta kupu ulat sutra (Attacus sp. dan Bombyx mori) yang dipelihara di Indonesia. 8) Ordo Diptera, contohnya, nyamuk (Culex sp., Aedes sp. dan Anopeles sp.), lalat rumah (Musca sp.), lalat buah (Dropophila melanogaster, Ceratitis capitata, dan Dacus dorcalis), lalat kandang (Stomoxys sp.), lalat kuda (Tabanus sp.), lalat pasir (Phlebotomus sp.), serta merutu (Chironomus).

Pengertian Hewan Invertebrata

9) Ordo Siphonoptera, contohnya, pinjal anjing (Ctenocephalus canis), pinjal kucing (Ctenocephalus felis), pinjal manusia (Pulex irritans), dan pinjal tikus (Xenopsylla cheopis). 10) Ordo Hymenoptera, contohnya, lebah madu (Apis mellifera), semut hitam (Monomorium sp.), lebah dengung (Bombus sp.), dan lalat gergaji (Endelomya). Serangga sangat berperan bagi kehidupan manusia, terutama serangga yang memberi keuntungan, contoh: 1) lebah madu menghasilkan madu, 2) ulat sutra menghasilkan sutra, 3) serangga yang membantu penyerbukan bunga, misalnya, lebah dan kupu-kupu, 4) serangga predator yang dapat memakan hama secara biologi, dan 5) serangga yang membantu menguraikan sampah.

Pengertian Hewan Invertebrata

c. Chilopoda (Lipan) Chilopoda merupakan hewan karnivora yang memakan hewan lain. Bentuk tubuh pipih dengan segmen yang jelas. Di setiap segmen tubuhnya terdapat sepasang kaki, juga mempunyai sepasang antena panjang dan sepasang mata yang masing-masing terdiri dari oselli. Pada segmentasi pertama, terdapat gigi-gigi beracun yang berbahaya, serta bernapas dengan menggunakan trakea, contohnya kelabang (Centipedes).

Pengertian Hewan Invertebrata

d. Arachnoidea (Laba-laba) Umumnya, Arachnoidea hidup di darat dan sebagian kecil hidup di air. Ukuran tubuhnya bervariasi, mulai dari yang mikroskopis sampai yang panjangnya beberapa cm. Tubuhnya terbagi menjadi selafothorax dan abdomen. Pada selafothorax, terdapat 6 pasang alat tambahan yang terdiri atas sepasang rahang, sepasang alat pemangsa untuk menangkap mangsa, dan 4 pasang alat berjalan. Arachnoidea tidak mempunyai antena, tetapi memiliki 8 mata sederhana. Hewan ini menggunakan paruparu, trakea, atau keduanya sebagai alat respirasi, tetapi ada juga yang tidak memiliki alat pernapasan. Contohnya, laba-laba (Latrodectes sp. dan Eurypelma sp.), caplak (Boophilus sp.), si panjang kaki (Phalangeum sp.), serta kalajengking (Vejovis sp., Hadrudus sp., dan Centrurus sp.). Sebagian besar Artropoda merupakan hewan pengganggu bagi sistem pertanian, tetapi ada beberapa hewan Arthropoda yang menguntungkan bagi manusia karena merupakan sumber makanan, misalnya, belalang, Crustacea (udang-udangan), tetapi beberapa Arachnida merupakan musuh alami bagi hama sistem pertanian.

Hewan Berkulit Duri (Echinodermata)

Echinodermata berasal dari kata echinos yang artinya ’duri’ dan derma yang berarti ’kulit’. Echinodermata dapat diartikan sebagai hewan berkulit duri. Hewan ini hidup di laut dan tidak ada yang hidup di air tawar. Selain kulitnya yang berduri, hewan ini juga mempunyai ciri dengan jumlah organ tubuh kelipatan lima. Rangka tubuhnya merupakan lempeng zat kapur. Sistem saluran air yang dimiliki oleh hewan berkulit duri ini adalah sistem amburakral. Sistem ini berfungsi untuk bergerak, menangkap mangsa, dan melakukan pernapasan.

erdasarkan bentuk tubuhnya, Echinodermata diklasifikasikan menjadi beberapa kelas, yaitu sebagai berikut. 1) Kelas Asteroidea disebut juga dengan bintang laut, memiliki bentuk seperti bintang dengan 5 lengan, duri-duri pendek dan tumpul, memiliki mulut dan anus, daya regenerasi sangat besar, dan alat gerak berupa kaki ambulakral. Contohnya, Astrias vulgaris (bintang laut besar) dan Ctenodiscus (bintang laut lumpur).

2) Kelas Ophiuroidea. Tubuhnya berbentuk cakram segi lima dengan lengan panjang yang berjumlah 5 buah. Alat gerak kaki ambulakral, memiliki mulut, tetapi tidak memiliki anus, contohnya, Ophiothix fragillis (bintang ular laut).

3) Kelas Echinoidea disebut juga dengan kelas landak laut, tubuh berbentuk bulatan, tidak berlengan, memiliki duri-duri (dari zat kapur) yang dapat digerakkan, sistem gerak dengan kaki ambulakral, beberapa spesies memiliki kelenjar racun pada duridurinya, dan memiliki saluran pencernaan yang komplet, yaitu mulut–anus, contohnya, Echinocardium cordatum (landak laut). 4) Kelas Holothuroidea. Tubuh berbentuk bulat panjang, memiliki osikula yang halus, hidup sesilis, memiliki mulut dan anus, dan di sekitar mulut terdapat tentakel yang dapat digerakkan (ditarik dan dijulurkan). Alat gerak kaki ambulakral, contohnya, Cucumari planci (teripang). 5) Kelas Crinodea, tubuh berbentuk seperti bunga bakung, melekat di dasar laut, hidup di laut dalam dan memiliki daya regenerasi yang tinggi, contohnya, Antodon tanella. Echinodermata dalam ekosistem laut berperan sebagai pemakan sampah di laut. Dalam kehidupan manusia, sebagian Echinodermata merupakan sumber bahan makanan.

Latihan

1. Apakah yang dimaksud dengan hewan Invertebrata? 2. Sebutkan kelompok hewan yang termasuk dalam Invertebrata? 3. Mengapa cacing tanah menguntungkan bagi petani? 4. Sebutkan cacing yang hidupnya sebagai parasit pada makhluk hidup lain! 5. Mengapa Coelenterata disebut sebagai hewan perut berongga?

Tugas

Buatlah tabel perbandingan antara cacing pipih, cacing gilig, dan cacing giling dengan ciri-ciri dan contohnya. Kamu dapat mencarinya di berbagai sumber. Diskusikan hasil kerjamu dengan guru dan teman-teman sekelasmu!

Mengamati Perbedaan Ciri-Ciri Hewan Mengamati Perbedaan Ciri-Ciri Hewan Artropoda Tujuan: Mengetahui perbedaan ciri dari berbagai hewan Arthropoda. Alat dan Bahan: Alat dan Bahan: 1. mikroskop, 2. kaca pembesar, 3. gunting, 4. eter, 5. pinset, 6. papan bedah, 7. cawan petri, 8. air, 9. kapas, dan 10. jenis-jenis Arthropoda, seperti udang, belalang, laba-laba, lipan, dan keluwing. Cara Kerja: Cara Kerja: 1. Ambillah belalang. Amati di atas papan bedah. Temukan bagian kepala, dada, dan ekor. Catat, gambar, dan berilah keterangan. 2. Jangan lupa membius hewan-hewan itu terlebih dahulu sebelum kalian melakukan pengamatan. 3. Masukkan hasil pengamatanmu dalam tabel di dan buatlah laporan lengkapnya, lalu kumpulkan. Lakukan secara berkelompok

 

Materi Tentang Hewan Invetebrata

Materi Tentang Hewan Invetebrata

Materi Tentang Hewan Invetebrata

Hewan Invetebrata
Hewan Invetebrata

Hewan Invetebrata

e. Filum Annelida Annelida berasal dari kata annulus yang berarti cincin-cincin kecil, gelang-gelang atau ruas-ruas, dan oidus yang berarti bentuk. Oleh sebab itu, Annelida juga dikenal sebagai cacing gelang. Cacing tanah sebagai anggota Annelida dapat digunakan untuk memberi gambaran struktur umum dari filum ini. Tubuh cacing tanah memiliki selom bersepta (bersekat), tetapi saluran pencernaan, pembuluh saraf dan tali saraf memanjang menembus septa itu. Sistem pencernaan terdiri atas: faring, esophagus, tembolok, empedal, dan usus halus. Sistem sirkulasi tertutup tersusun atas jaringan pembuluh darah yang memiliki hemoglobin. Pembuluh darah kecil pada permukaan tubuh cacing tanah berfungsi sebagai organ pernapasan.

Hewan Invetebrata – Pada masing-masing segmen tubuh cacing tanah terdapat organ ekskretoris berupa metanephridia bersilia, yang disebut nefrostom. Sistem saraf tersusun atas ganglion saraf yang dihubungkan dengan sepasang tali saraf memanjang disepanjang arah posterior. Cacing tanah merupakan hewan hermafrodit, mereka melakukan pembuahan secara silang. Sel sperma yang dipertukarkan disimpan dalam klitelum untuk kemudian diselubungi mukus (lendir) membentuk kokon. Kokon dilepas dalam tanah dan berkembang menjadi embrio yang siap menjadi individu baru. Perkembangbiakan vegetatifnya dengan cara fragmentasi tubuh yang diikuti dengan regenerasi.

Hewan Invetebrata – Tugas pengamatan

Cobalah kamu cari cacing tanah di sekitarmu, catat kondisi tanah yang banyak kamu temukan cacing tersebut! Taruh di atas kaca, lalu amati cara bergeraknya. Apakah ada jejak bekas perjalanan cacing tanah? Taruh diatas tangan atau kertas, bila cacing mulai berjalan, tariklah bagian posteriornya ke belakang. Adakah sesuatu yang terasa menggores tangan atau kertas? Catatlah apa nama alat itu dan buatlah deskripsi tentang struktur alat gerak cacing tanah tersebut! Gunakan literatur yang sesuai sebagai penunjang.

Hewan Invetebrata – Filum Annelida dibagi dalam tiga kelas, yaitu: Oligochaeta, Polychaeta, dan Hirudinea.

Terdapat sekitar 15.000 spesies Annelida yang telah diketahui menghuni habitat laut, air tawar dan tanah yang lembab. Annelida yang hidup di tanah, berperan penting dalam memperbaiki struktur tanah untuk pertanian dan mengembalikan mineral yang penting untuk menjaga kesuburan tanah. Beberapa contoh kelas Oligochaeta yang penting adalah Pheretima (cacing tanah) yang mampu menghancurkan sampah dan membantu proses sirkulasi bahan organik di tanah serta sebagai makanan sumber protein bagi ternak.

Hewan Invetebrata – Contoh lainnya adalah Perichaeta (cacing hutan), Tubifex (cacing air), Lumbricus rubellus yang banyak diternakkan orang karena berkhasiat untuk mengobati penyakit tifus, ekstraknya sebagai minuman kesehatan dan bahan kosmetik. Kelas Polychaeta, misalnya Nereis vireus (kelabang laut), Eunice viridis (cacing wawo), Lysidice oele (cacing palolo) merupakan cacing yang menghuni lautan. Hirudinea merupakan kelas dari Annelida yang mampu menghasilkan zat hirudin, semacam bahan kimia yang mencegah coagulasi atau pembekuan darah, contohnya Hirudo medicinalis, Haemodipsa javanica.

Hewan Invetebrata

f. Filum Mollusca Mollusca merupakan hewan bertubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang keras yang tersusun dari senyawa kalsium karbonat, kecuali cumi-cumi dan gurita yang cangkangnya tereduksi. Tubuh Mollusca terdiri atas tiga bagian. 1) Kaki berotot, yang digunakan untuk pergerakan. 2) Massa visceral, yang mengandung organ-organ internal.

Tugas pengamatan

Tujuan: mengamati struktur tubuh mollusca

1. Carilah spesies Mollusca yang biasa dipasarkan sebagai bahan makanan seperti kerang, tiram, cumi-cumi, gurita. 2. Lakukanlah pengamatan dengan lup untuk mengamati morfologi tubuhnya! 3. Gambarlah dan sebutkan bagian-bagian tubuhnya! 4. Lakukan pembedahan untuk organ tubuh internalnya! Gambarlah dan sebutkan bagian-bagian tubuhnya! 5. Gunakan berbagai sumber untuk mendeskripsikan Mollusca yang kamu amati tentang struktur tubuhnya, fungsi bagian tubuhnya, sifat-sifat dan tempat hidupnya.

Hingga saat ini telah diketahui ada sekitar 150.000 spesies Mollusca. Sebagian besar merupakan hewan laut, beberapa di antaranya hidup di air tawar dan di darat. Berdasarkan struktur tubuhnya dibedakan atas delapan kelas.

Banyak di antara spesies Mollusca yang memiliki nilai ekonomi bagi manusia, yakni sebagai bahan makanan sumber protein. Kerang mutiara sengaja dibudidayakan agar menghasilkan mutiara. Dalam ekosistem laut, Mollusca berperan sebagai konsumen pada berbagai tingkatan dalam menjaga keseimbangan rantai makanan. Di sentrasentra penjualan ikan di Kota Semarang banyak dijual spesies dari anggota Mollusca.

Tugas observasi

Tujuan: melakukan investigasi distribusi penjualan jenis-jenis mollusca.

Buatlah kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 orang. 1. Lakukanlah investigasi, apakah Mollusca itu berasal dari laut wilayah Kota Semarang? Jika tidak, dari mana asalnya? Bagaimana jaringan pemasarannya hingga ke konsumen? Berapa harganya? Bagaimana proses pengawetannya? Apakah nelayannya mendapat hasil yang sepadan? 2. Gunakan metode wawancara dan observasi untuk mendapat data, kemudian susunlah datanya dalam bentuk makalah dengan kaidah penulisan karya ilmiah!

g. Filum Arthropoda Secara umum tubuh Arthropoda bersegmen dengan eksoskeleton yang keras dari senyawa protein dan chitin. Memiliki tungkai yang bersendi.Tubuh ditutupi oleh kutikula. Organ sensoris berkembang dengan baik, meliputi mata, reseptor pembau, dan antena untuk peraba. Arthtropoda memiliki sistem sirkulasi terbuka, cairan tubuh yang disebut hemolimfa didorong oleh suatu jantung, masuk ke ruang sinus yang mengelilingi jaringan dan organ. Terdapat organ khusus untuk pertukaran gas, seperti spesies akuatik yang bernafas dengan sejenis insang tipis dan berbulu. Pada Arthropoda terrestrial menggunakan trakea untuk pertukaran gas.

Tugas kliping

Tujuan: mendeskripsikan peranan Arthropoda dalam kehidupan manusia.

Buatlah kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 orang.

1. Kumpulkan berbagai artikel dari berbagai media massa seperti koran, majalah, tabloid yang mengungkap satu aspek khusus tentang peranan spesies-spesies anggota Arthropoda! 2. Susunlah menjadi kliping yang baik.

Diperkirakan seluruh populasi seluruh kelas filum Arthropoda yang hidup di bumi saat ini sekitar 10 individu, di antaranya 1 juta spesies serangga yang telah diketahui. Banyak species anggota filum Arhropoda yang memiliki arti penting bagi manusia. Di antaranya digunakan sebagai bahan makanan sumber protein dengan nilai ekonomi tinggi, seperti golongan udang. Banyak diantaranya juga merupakan hama pertanian dan vektor berbagai penyakit pada manusia, terutama dari golongan serangga.

Tugas proyek

Tujuan: mengenal jenis-jenis serangga dengan membuat insektarium

Buatlah kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 orang. 1. Pelajarilah cara membuat insektarium! 2. Kumpulkan berbagai serangga, awetkan, kemudian susunlah menjadi insektarium. 3. Identifikasi jenisnya dengan pelabelan yang benar pada insektarium.

h. Filum Echinodermata Sebagian besar Echinodermata merupakan hewan yang bergerak lamban dengan simetri tubuh radial. Bagian internal hewan ini menjalar dari pusat menuju lengan-lengan yang berjumlah lima. Kulit tipis menutupi eksoskeleton keras yang terbuat dari zat kapur. Sebagian besar Echinodermata merupakan hewan berbulu kasar karena adanya tonjolan kerangka dari duri yang memiliki berbagai fungsi. Yang khas pada filum ini adalah struktur pembuluh air (water vascular system), yaitu suatu jaringan hidrolik yang bercabang menjadi penjuluran, disebut kaki tabung yang berfungsi untuk lokomosi (pergerakan), makan dan pertukaran gas.

Tugas deskripsi

Tujuan: mengamati bagian sistem pembuluh air dan mekanismenya pada bintang laut

Cobalah cari penjelasan tentang bagian-bagian sistem pembuluh air itu! Kemudian jelaskan bagaimana mekanisme berjalan bintang laut sebagaimana gambar di atas! Gunakan literatur yang sesuai!

Reproduksi seksual Echinodermata melibatkan individu jantan dan betina yang membebaskan gametnya ke dalam air laut. Hewan dewasa dengan simetri tubuh radial, berkembang dari larva yang simetris bilateral. Lebih dari 7.000 spesies Echinodermata hidup di laut. Dalam ekosistem laut, hewanhewan anggota filum ini berkedudukan sebagai konsumen dalam berbagai tingkatan, yang berperan menjaga keseimbangan rantai makanan. Dibagi dalam 6 kelas, yaitu: Asteroidea (bintang laut), Ophiuroidea (bintang mengular), Echinoidea (bulu babi), Holothuroidea (mentimun laut) dan Concentrychyloidea (aster laut). Berbagai contoh Echinodermata ditunjukkan dalam gambar di samping ini! Echinodermata merupakan hewan pemakan bangkai dan kotoran hewan di laut sehingga ia mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Secara ekonomis ia hanya sedikit sekali manfaatnya bagi manusia. Beberapa jenis dapat digunakan sebagai bahan makanan, misalnya teripang, dan kerangka dari beberapa jenis Echinodermata dapat digunakan sebagai bahan hiasan.

i. Filum Chordata Sekalipun anggota filum Chordata sangat bervariasi, tetapi mereka memiliki ciri anatomi yang khas, yaitu: notokord, tali saraf dorsal berlubang, celah faring, dan ekor pascaanus berotot. 1) Notokord, merupakan batang fleksibel dan longitudinal, terdapat Notokord di antara saluran pencernaan dan tali saraf. Notokord menyokong kerangka di sepanjang tubuh hewan Chordata. 2) Tali saraf dorsal berlubang, berkembang dari jaringan Tali saraf dorsal berlubang ektoderm yang menggulung membentuk tabung yang terletak di bagian dorsal notokord. Tali saraf ini berkembang menjadi sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Anggota filum lain memiliki tali saraf tidak berlubang dan terletak di bagian ventral tubuh. 3) Celah faring, merupakan suatu struktur yang memungkinkan Celah faring air yang masuk melalui mulut dapat keluar tanpa harus terus mengalir melalui seluruh saluran pencernaan.

4) Ekor pascaanus berotot Ekor pascaanus berotot. S Ekor pascaanus berotot ebagian besar Chordata memiliki ekor memanjang kearah posterior tubuh. Ekor Chordata memiliki otot kerangka. Pada Chordata akuatik, struktur ini digunakan sebagai pendorong ketika bergerak. Filum Chordata dibagi atas 2 Subfilum, yaitu Subfilum Invertebrata dan Subfilum Vertebrata. Subfilum Invertebrata terdiri atas Urochordata dan Cephalochordata. Subfilum Vertebrata dibagi atas dua superkelas, yaitu Superkelas Agnatha dan Gnathostomata. Superkelas Agnatha terdiri atas 2 kelas, yaitu Myxini dan Cephalaspidomorphi. Sedangkan, superkelas Gnathostomata terdiri atas 6 kelas, yaitu Chondrichtyes, Osteichtyes, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia. Spesies-spesies anggota Subfilum Invetebrata sebagian besar hidup di laut sebagai plankton. Di antaranya ada yang hidup bebas, menempel pada batuan, galangan kapal atau pada dinding sampan. Spesies-spesies ini tidak memiliki nilai ekonomis yang penting. Sebaliknya banyak spesies anggota Subfilum Vertebrata memiliki nilai ekonomis penting bagi manusia.