Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Rakyat  – Begitu perlunya kita mempelajari cerita rakyat, sebab cerita rakyat merupakan peninggalan masa lalu. Orang bijak adalah orang yang tidak melupakan masa lalu. Pada Bab ini kalian akan melanjutkan pembelajaran mendengarkan cerita rakyat. Kalian pun harus mengulang lagi pembelajaran mendengarkan informasi dari media cetak atau elektronik. Pembelajaran tentang memahami karya sastra Melayu klasik pun harus kalian perdalam. Di dalamnya mengandung petuah, unsur moral, dan pendidikan. Pembelajaran baru dalam bagian ini adalah kalian belajar menyusun teks pidato dan menghubungkan isi puisi dengan realita.

Dongeng Cerita Rakyat
Dongeng Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Rakyat

Mendengarkan Cerita Rakyat

Pada Bab X, kalian telah membahas cerita rakyat. Kalian telah dapat menemukan hal-hal menarik tentang tokoh cerita rakyat. Pada pertemuan ini, kalian akan melanjutkan membahas cerita rakyat. Hal yang akan kalian pelajari adalah hal-hal menarik tentang latar cerita rakyat. Agar lebih jelas, dengarkan cerita rakyat yang akan dibacakan temanmu berikut!

Dongeng Cerita Rakyat  – Sandubaya dan Lala Seruni

Suatu malam di bulan purnama, Raja Lombok pergi bersembahyang ke Pura Kayangan. Pada waktu itu, Raja Lombok masih beragama Hindu, begitu pula rakyatnya. Raja Lombok, Prabu Kertajagat, pergi bersama istri dan keluarga kerajaan. Malam diterangi bulan. Di sekitar pura dipasang lampu minyak kelapa sehingga pelataran pura itu semakin terang. Para patih dan punggawa ikut bersembahyang dengan khidmat. Di pura itu hadir pula sepasang pengantin baru bernama Demung Sandubaya dan istrinya, Lala Seruni. Sandubaya adalah adik Demung Brangbantun, sedangkan Lala Seruni anak Rangga Bumbang. Baru sebulan mereka menikah. Kehadiran Lala Seruni dilihat oleh raja. Raja sangat takjub melihat kecantikan Lala Seruni. Kecantikannya tidak ada bandingnya di tempat itu. Cahaya wajah Seruni bagaikan bulan purnama yang sedang bersinar di langit. Raja langsung tergila-gila kepada Lala Seruni dan ingin memperistrinya. Pendeta istana dan para patih menjadi gelisah. Kemudian, para pembesar negeri berunding. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengambil Lala Seruni sebagai istri raja. Lalu, mereka mencari cara untuk memisahkan Sandubaya dengan istrinya. Sandubaya sengaja diajak pergi berburu ke Gamba 11.1 hutan Gebong.

Dongeng Cerita Rakyat

Pada malam harinya, sebelum berangkat ke hutan Gebong, Lala Seruni memperingatkan suaminya akan niat busuk raja. Ia melarang suaminya pergi berburu bersama raja. Sandubaya menolak bujukan istrinya karena tidak mau ingkar kepada raja untuk ikut berburu. ”Adikku, Lala Seruni, relakanlah Kakak pergi ke hutan Gebong. Bila Kakak menemui ajal di situ, akan kunantikan arwahmu di Menanga Baris,” kata Sandubaya kepada istrinya. Lanjutnya, ”Adikku, bila nanti kudaku, si Gagar Mayang, pulang sendiri, itu tandanya Kakak sudah mati. Segeralah engkau mencariku ke hutan Gebong!” Lala Seruni menangis sedih mendengar pesan suaminya itu.

Pagi-pagi sekali, berangkatlah Sandubaya bersama rombongan raja ke hutan Gebong. Sewaktu Sandubaya sedang asyik mengejar rusa, tiba-tiba beberapa orang prajurit raja menombaknya dari belakang. Sandubaya pun terjatuh dari kudanya dengan berlumuran darah. Kuda Gagar Mayang segera berlari pulang. Anjing pemburu Sandubaya yang bernama si Getah menyerang para prajurit. Akan tetapi, si Getah ditombak dan mati bersama tuannya. Lala Seruni yang gelisah menunggu kedatangan suaminya. Melihat Gagar Mayang pulang sendirian, tahulah ia bahwa suaminya telah dibunuh. Ia pun melompat ke punggung Gagar Mayang dan secepat kilat menuju hutan Gebong. Sesampai di tempat suaminya terbunuh, Lala Seruni melompat turun dari kuda. Ia memeluk mayat suaminya sambil menangis. Lukaluka suaminya diusap dengan rambutnya yang panjang lebat. Air matanya dipakai untuk memandikan mayat Sandubaya.

Dongeng Cerita Rakyat

Gagar Mayang menyepak-nyepak tanah untuk membuat kubur. Ketika matahari akan terbenam, Sandubaya dikuburkan di bawah sebatang pohon maja. Keluarga dan kerabat hadir pula di situ dalam keadaan sedih. Keesokan harinya, datanglah rombongan raja ke rumah Lala Seruni. Mereka ingin membawa Lala Seruni ke istana. Lala Seruni memberontak, tetapi tidak berdaya melawan para prajurit. Patih Lombok juga ingin mengambil Gagar Mayang, tetapi kuda itu marah. Dia menggigit dan menyepak sang patih sampai luka parah. Lalu, para prajurit menombak si Gagar Mayang sampai mati. Lala Seruni dibawa ke istana dengan tandu dalam keadaan pingsan. Sesampai di istana, ia mengamuk seperti orang gila. Berharihari ia tidak mau makan dan minum. Raja sempat sedih dan berusaha membujuk Lala Seruni setiap hari. Suatu hari, tiba-tiba Lala Seruni berubah menjadi tenang. Ketika raja mendekatinya, ia minta agar sebelum dinikahi, hendaknya ia diberi kesempatan untuk mandi di Menanga Baris. Raja sangat bersuka cita mendengar permintaan Lala Seruni. Lalu, dipanggilnya patih untuk mempersiapkan para pengiring. Tidak lama kemudian, berangkatlah Lala Seruni bersama raja dan rakyat menuju Menanga Baris. Lala Seruni meminta untuk dipetikkan bunga teratai merah itu. Raja memerintahkan para prajurit untuk memetik bunga teratai itu. Begitu prajurit berjalan ke tengah air, mereka diserang sekelompok ikan laut dan kerang. Mereka menjerit kesakitan. Banyak prajurit terluka parah. Akan tetapi, Lala Seruni tetap meminta raja agar memetik teratai itu. Akhirnya, Prabu Kertajagat sendiri berenang ke tengah laut. Ketika raja berenang, datang beratus-ratus ikan menyerangnya. Raja berteriak minta tolong. Cepat-cepat, patih menyelamatkan rajanya yang sudah pingsan diserang ikan dan kerang.

Teratai merah semakin menepi ke arah Lala Seruni. Setelah dekat, ia melompat ke atas bunga teratai merah itu. Kemudian, teratai merah itu lenyap membawa Lala Seruni ke tempat penantian suaminya di alam barzah. Demung Brangbantun, kakak Sandubaya, sangat marah mendengar berita kematian adiknya. ”Hai, Raja Jahil, tunggu pembalasanku!” teriaknya di depan para pengikutnya. Ia mempersiapkan pasukan untuk memberontak kepada Raja Lombok. Pasukan Brangbantun sangat gesit dan sakti. Mereka mengendarai kuda-kuda yang sangat kencang larinya. Dalam waktu satu bulan berperang, kalahlah pasukan Raja Lombok di medan pertempuran. Raja Lombok sangat kecewa mendengar berita kekalahan pasukannya. Lalu, Prabu Kertajagat mengakhiri hidupnya. Matilah raja zalim itu. Mayatnya dibakar di Pura Kayangan dan abunya dibuang di Selat Alas.

Dongeng Cerita Rakyat

Sumber: Cerita Rakyat dari Lombok, G. Parman dan Slamet Riyadi Ali

1. Apakah amanat yang dapat kalian tangkap dari cerita rakyat ”Sandubaya dan Lala Seruni”? 2. Jelaskan hal yang menarik tentang latar dalam cerita rakyat tersebut!

Mengomentari Informasi 

Pada Bab X, kalian telah belajar menyampaikan tanggapan berupa dukungan terhadap informasi. Pada pertemuan ini, kalian akan kembali menanggapi informasi dengan kritikan. Tentu saja ketika mengkritik sebuah informasi dari media cetak ataupun elektronik, hendaknya kritik tersebut bersifat membangun. Maksudnya, selain mencari kekurangan, juga harus memberikan solusi pemecahan. Dengan demikian, sebuah informasi akan lebih lengkap, baik, dan benar serta bermanfaat. Perhatikan informasi dari media cetak berikut dengan saksama!

Cara Mudah Belajar

Fisika Pelajaran ilmu pasti seperti fisika sering kali dianggap momok yang menakutkan bagi sebagian besar siswa sekolah. Tak heran jika nilai yang diperoleh sering kali jauh dari eskpektasi yang diharapkan. Padahal, hal ini mungkin tidak akan terjadi jika cara belajar siswa diubah. Siapa tahu dengan metode baru ini, fisika bisa menjadi salah satu mata pelajaran favorit yang diminati para siswa. Alih-alih belajar menggunakan teks book, siswa bisa memanfaatkan komputer untuk memahami fisika. Caranya dengan menggunakan software edutainment Hallo Physics. Peranti lunak ini memadukan antara pendidikan dan entertainment. Peranti lunak yang dikembangkan oleh PT Equinox Sains Media ditujukan untuk menghadirkan metode belajar fisika secara interaktif, mudah, dan menyenangkan. Pembuatannya melibatkan Prof. Yohanes Surya yang sukses menelurkan juara-juara olimpiade, sebagai narasumber. Menurut Roy Adimulyo, Direktur PT Equinox Sains Media, Hallo Physics adalah software pendidikan yang khusus ditujukan bagi para pengguna komputer, terutama pelajar sekolah menengah yang ingin mengeksplorasi penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran ilmu sains secara efektif dan interaktif. Software ini mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih komunikatif, yaitu dengan menggunakan sisten interaktif yang didukung oleh tampilan grafis dan animasi yang menarik. Penggunaan visualisasi sebagai pengganti kata-kata membuat materi pengajaran menjadi lebih mudah dipahami siswa. Dengan adanya gambar dan suara, diharapkan siswa dapat memahami fisika dengan lebih mudah. Proses belajar pun menjadi lebih aktif dan efektif. Seluruh materi yang dikaji langsung oleh para ahli sains membuat akurasi data menjadi bagian penting dari media alternatif ini. Penggunaan animasi grafis menjadi sangat efektif untuk menggambarkan proses atau mekanisme suatu fenomena sains kepada siswa. Ini merupakan salah satu hal yang cukup sulit disampaikan dalam proses mengajar secara konvensional di sekolah. Software yang akan tersedia mulai Maret 2007 ini dikemas bersama produk PC desktop terbaru Hewlett Packard (HP), yaitu HP Pavilion a5000 Series. Sumber: Republika, 5 Maret 2006

Mengidentifikasi  Sastra Unsur Sebuah Cerita dan Contoh Cerita

Mengidentifikasi Sastra Unsur Sebuah Cerita dan Contoh Cerita

Mengidentifikasi  Sastra Unsur Sebuah Cerita dan Contoh Cerita 

Unsur Sebuah Cerita
Unsur Sebuah Cerita

Unsur Sebuah Cerita – Mari kita belajar mengidentifikasi unsur sastra, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat dalam cerita rakyat. Kalian akan diajak belajar memperkenalkan diri dan orang lain dalam forum resmi, dan harus mau diperbaiki kesalahan-kesalahan pengucapan oleh teman kalian. Untuk memahami teks nonsastra, kalian akan diajak membaca ekstensif dan membuat ringkasan dari hasil membaca. Untuk memupuk keterampilan menulis, kalian akan diajak membuat paragraf deskriptif dari hasil observasi di lapangan dan hasilnya disunting dengan teman kalian. Pada bagian sastra, kalian akan diajak untuk belajar membaca puisi dan menemukan unsur-unsur yang membentuk puisi.

Mengidentifikasi Unsur Sastra Sebuah Cerita

Unsur Sebuah Cerita – Tahukah kalian, apa yang dimaksud cerita rakyat? Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang di suatu daerah dan dianggap sebagai karya kolektif (milik bersama) masyarakat daerah itu. Pasti kalian pernah mendengar cerita Malin Kundang, Si Pahit Lidah, Roro Jonggrang, Jaka Tarub, semua cerita itu termasuk dalam cerita rakyat. Banyak manfaat yang akan kalian dapatkan dengan mendengarkan cerita rakyat. Salah satunya, kalian akan memperoleh pengalaman berharga dari cerita tersebut, melalui peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh-tokohnya. Di dalam cerita rakyat terkandung pesan moral yang berguna bagi pembacanya. Pesan (amanat) dalam cerita kadang diungkapkan secara langsung, tetapi terkadang diungkapkan secara tidak langsung melalui tingkah laku tokohtokohnya. Ketika kalian belajar di jenjang SMP, kalian telah belajar tentang macam-macam tokoh. Kalian masih ingat, bukan? Tokoh dalam cerita rakyat memiliki karakter sendiri-sendiri. Ada tokoh baik (protagonis); ada tokoh jahat (antagonis), dan ada juga tokoh yang memiliki sebagian sifat baik dan jahat (tritagonis). Di dalam cerita, watak tokoh-tokoh tersebut ada yang dijelaskan secara langsung, ada juga yang dijelaskan secara tidak langsung. Secara tidak langsung, watak tokoh dalam cerita dapat diketahui melalui dialog antartokoh tersebut. Apakah kalian suka membaca cerita? Membaca cerita adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Kalian akan memperoleh pengalaman dari tokoh-tokoh cerita. Ada tokoh yang baik, jujur, ada pula tokoh jahat, yang malas, sombong, dan serakah. Mari kita membaca cerita berikut! Perhatikan watak tokoh-tokoh pada cerita tersebut!

Unsur Sebuah Cerita

Balingkang

Delapan abad yang lalu, tersebutlah sebuah daerah hutan yang luas. Wilayahnya membentang dari pantai Utara Bali hingga Pegunungan Kintamani. Penduduknya yang hidup bertani tinggal berjauhan satu sama lainnya. Mereka hidup dalam kelompokkelompok kecil. Sering terjadi pertengkaran dan perebutan lahan di antara mereka. Hal itu terjadi karena mereka tidak mempunyai pemimpin yang sanggup menegakkan keadilan. Pada suatu hari, sekelompok orang menghadap Ida Batara di Jambudwipa. Mereka mohon agar diberikan seorang pemimpin berwibawa. Diangkatlah Ali Jayapangus, putra Batara Jambudwipa. Bersama rakyatnya, ia membangun sebuah kerajaan yang diberi nama Kerajaan Panerajon. Atas petunjuk Mpu Siwagandu, penasihat raja, Raja Ali Jayapangus membangun kerajaan sesuai dengan ajaran agama dan undang-undang pemerintahan.

Unsur Sebuah Cerita – Dalam waktu singkat, rakyat sudah dapat menikmati kehidupan yang aman sejahtera, rukun, dan penuh persaudaraan. Tak seorang pun yang berani menentang rajanya yang berwibawa dan menjadi suri teladan itu. Pada suatu musim angin pancaroba, sebuah perahu merapat di pantai. Penumpangnya adalah seorang saudagar Cina bernama Subandar dan seorang anak perempuannya, Kang Cing We. Putri yang cantik itu sangat menarik perhatian penduduk. Akhirnya, berita putri Cina yang cantik itu terdengar pula sampai ke istana. Raja Jayapangus pun memanggil Subandar agar datang ke istana bersama putrinya. Rupanya, pertemuan itu telah membuat hati Raja Jayapangus terpesona. Raja Jayapangus pun menemui penasihat kerajaan, Mpu Siwagandu. Raja mengutarakan niatnya untuk menikahi Putri Kang Cing We. ”Apa?” Mpu Siwagandu terkejut mendengar penuturan Raja Jayapangus. ”Pikirkan kembali niatmu itu, Raja!” katanya menasihati. Akan tetapi, niat Raja Jayapangus sudah bulat. Mpu Siwagandu menyesalkan mengapa perkenalan sepasang muda mudi itu cepat benar menjadi jalinan cinta. Sangat berat akibatnya kalau hubungan itu menjadi pernikahan. Oleh karena itu, penasihat raja itu berusaha mencegahnya, lalu katanya, ”Ini pertanda buruk, Tuanku!” Mpu Siwagandu menahan marah. Ia lalu bersemadi di suatu tempat yang sepi. Tak lama berselang, dua sejoli itu menikah. Sebagai tanda ikatan tali kasih, ayah Kang Cing We membekali putrinya dua keping pis bolong (uang kepeng Cina). Pernikahan yang bersejarah itu bukan saja membahagiakan kedua mempelai, melainkan juga keluarga istana. Hampir setiap malam mereka mempersembahkan pertunjukan kesenian di halaman istana.

Di tengah-tengah kemeriahan pesta pernikahan itu, tiba-tiba turun hujan yang sangat lebat. Tumpahan air dari langit itu tak henti-hentinya, ditambah lagi dengan tiupan badai dari segala penjuru. Raja, permaisuri, dan keluarga istana berhamburan menyelamatkan diri. Rakyat yang tinggal di sekitar istana pun mengungsi entah ke mana. Raja Jayapangus tidak mau membatalkan pernikahannya dengan putri Cina yang dicintainya itu. Kerajaan Panerajon harus tetap berdiri. Oleh karena itu, Raja Jayapangus mengajak rakyatnya yang masih setia mendirikan pusat kerajaan yang baru. Dipilihnya hutan Jong Les yang terletak di sebelah Barat Laut Gunung Batur. Pusat kerajaan yang baru itu diberi nama Balingkang, berasal dari kata bali dan kang. Nama itu merupakan kenangan abadi pernikahan antara seorang putra Bali dengan putri Cina, Kang Cing We. Sumber: Balingkang dengan penyederhanaan, hlm. 1–6

Kalian telah membaca sebuah cerita rakyat dari Bali, yang berjudul Balingkang. Banyak orang yang memercayai bahwa cerita tersebut benar-benar terjadi. Bagaimana pendapat kalian sendiri? Apakah kalian juga percaya bahwa peristiwa pada cerita rakyat tersebut benar-benar terjadi?

Unsur Sebuah Cerita

Untuk mengetahui pendapat teman-teman kalian, cobalah kalian lakukan diskusi kelas! Dalam diskusi tersebut, cobalah kalian bahas hal-hal berikut!

1. Di dalam cerita di atas kalian dapat menemukan nilai-nilai adat atau tradisi. Untuk mengetahui nilai tradisi atau adat dalam cerita rakyat tersebut, silakan kalian perhatikan penggalan cerita ini! Tak lama berselang, dua sejoli itu menikah. Sebagai tanda ikatan tali kasih, ayah Kang Cing We membekali putrinya, dua keping pis bolong (uang kepeng Cina). Di dalam adat Cina, jika seorang anak gadis menikah, orang tua akan memberikan uang. Uang itu dianggap sebagai modal hidup bagi si anak untuk menjalani kehidupan bersama sang suami. a. Adakah nilai-nilai lain yang kalian temukan di dalam cerita rakyat tersebut? Misalnya: 1) nilai sejarah …. 2) nilai budaya …. b. Di dalam kehidupan sehari-hari saat ini, dapatkah kalian menemukan nilai-nilai di atas? Menurutmu, masih mungkinkah nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan modern? 2. Ada pesan yang dapat kalian ambil dari cerita ”Balingkang”. Pesan itu adalah perbedaan budaya atau adat istiadat tidak harus dipertentangkan karena perbedaan itu merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Apakah kalian dapat menyebutkan pesan lainnya? Silakan kalian diskusikan bersama teman-temanmu!

Buatlah sinopsis (ringkasan) cerita rakyat ”Balingkang” tersebut. Kemudian, sampaikan secara lisan di depan kelas!

Carilah sebuah cerita dari buku, majalah, atau koran, kemudian kerjakan soal-soal berikut! 1. Catatlah peristiwa-peristiwa pada cerita tersebut secara urut! 2. Catatlah tokoh-tokoh yang mengalami peristiwa-peristiwa tersebut! 3. Sebutkan setting cerita tersebut! 4. Bagaimanakah watak tokoh-tokoh dalam cerita tersebut?

Ada beberapa prosa lama, antara lain – hikayat, – sage, – epos, – fabel, – ode, – mitos, dan – dongeng, – legenda.

Di dalam cerita di atas kalian dapat menjumpai bentuk majas. Perhatikan ungkapan berikut! 1. Api cinta antara Ali Jayapangus dengan Kang Cing We tidak dapat dipadamkan. 2. Di tengah-tengah kemeriahan pesta pernikahan, tiba-tiba turun hujan yang sangat lebat. Tumpahan air itu tak henti-hentinya, ditambah lagi dengan tiupan badai dari segala penjuru. Kedua ungkapan tersebut mengandung majas, yaitu majas metafora (Contoh 1) dan majas hiperbola (Contoh 2). Pada Contoh 1 cinta diibaratkan sebagai api yang dapat dipadamkan. Pada contoh 2 terdapat penggambaran tentang sebuah bencana secara berlebihan. Metafora termasuk dalam jenis majas perbandingan. Metafora adalah majas yang melukiskan suatu gambaran yang jelas melalui perbandingan. Metafora sering disebut kiasan dan merupakan majas perbandingan yang tersirat (implisit). Hiperbola termasuk dalam jenis majas pertentangan. Hiperbola merupakan majas yang mengandung pernyataan berlebih-lebihan, baik jumlah, ukuran, maupun sifatnya. Tujuannya adalah untuk memberi penekanan atau penyangatan.

Unsur Sebuah Cerita

Pada Bab I, kalian telah belajar memperkenalkan diri pada acara diskusi. Memperkenalkan diri sebelum menyampaikan pendapat dalam diskusi termasuk dalam etika berdiskusi. Makin sering kalian mengikuti acara diskusi dan menyampaikan pendapat, makin terlatih pula kemampuan kalian mengucapkan kalimat perkenalan. Oleh karena itu, kalian perlu terus berlatih mencari variasi kalimat untuk memperkenalkan diri. Sebelum memulai kegiatan berdiskusi, cobalah kalian membuat variasi kalimat untuk menyampaikan pendapat, menolak pendapat, dan menerima pendapat.