Pengertian Energi dan Daya Listrik

Pengertian Energi dan Daya Listrik

Pengertian Energi dan Daya Listrik

Energi dan Daya Listrik – Peralatan listrik yang digunakan untuk berbagai keperluan akan mengurangi jumlah energi yang tersedia karena energi listrik berubah menjadi bentuk energi yang lain. Besarnya energi listrik yang berubah tersebut ditentukan oleh besarnya daya dari alat listrik yang digunakan. Apakah yang dimaksud dengan energi listrik dan daya listrik? Apa hubungan keduanya? Bagaimanakah penerapannya dalam kehidupan sehari-hari? Kamu akan menemukan jawabannya setelah mempelajari bab ini.

Energi dan Daya Listrik

Energi dan Daya Listrik
Energi dan Daya Listrik

Energi dan Daya Listrik – Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kamu dapat mendeskripsikan pengertian energi dan daya listrik, mendeskripsikan hubungan energi dengan daya listrik, serta menghitung besarnya energi listrik yang digunakan dan biaya yang harus dibayarkan.

Energi dan Daya Listrik – Dalam kehidupan sehari-hari, kamu dapat melihat betapa pentingnya listrik untuk kehidupanmu. Misalnya, kamu dapat belajar di malam hari dengan bantuan cahaya dari lampu, ibu dapat membuat kue dengan bantuan alatalat listrik, dan sebagainya. Sekarang, coba kamu cermati uraian berikut ini agar kamu dapat memahami hubungan antara energi dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Energi Listrik

Energi dan Daya Listrik – Sebelum kamu mempelajari energi dan daya listrik, ayo ingat kembali hukum kekekalan energi yang berbunyi: “Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya bisa berubah bentuk dari bentuk yang satu ke bentuk lainnya”. Dengan kata lain, tidak ada manusia yang dapat menciptakan atau menghilangkan energi. Berdasarkan hukum tersebut, energi hanya dapat berubah bentuk ke bentuk lainnya. Perubahan-perubahan energi inilah yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup manusia. Energi listrik yang dihasilkan dari energi kinetik dapat berubah bentuk menajdi energi cahaya, energi gerak, energi bunyi, dan bentuk energi lainnya yang dibutuhkan oleh manusia. Besarnya energi listrik yang dikeluarkan sumber energi listrik dipengaruhi oleh besarnya tegangan (V), kuat arus (I) dan waktu (t) sehingga apabila penghantar yang hambatannya R diberikan tegangan V pada ujung-ujungnya, dan arus I melaluinya, maka dalam waktu t detik, besar energi listrik yang diperoleh dapat dirumuskan sebagai berikut: W = V I t Dengan memanfaatkan hukum Ohm, V = I R, .

Energi dan Daya Listrik – James Watt (1736- 1819) adalah seorang insinyur besar dari Skotlandia, Britania Raya. Ia dilahirkan di Greenock, Skotlandia, pada 19 Januari 1736. Ia berhasil menciptakan mesin uap pertama yang efisien. Ternyata mesin uap ini merupakan salah satu kekuatan yang mendorong terjadinya Revolusi Industri, khususnya di Britania dan Eropa pada umumnya. Ia meninggal di Birmingham, Inggris, pada 19 Agustus 1819. Untuk menghargai jasanya, nama belakangnya, yaitu Watt digunakan sebagai nama satuan daya, misalnya daya mesin dan daya listrik.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak alat-alat yang menggunakan energi listrik sebagai sumber energinya. Alat-alat ini mengubah energi listrik menjadi energi lain yang lebih praktis digunakan manusia. Perubahan tersebut di antaranya: 1) Energi listrik menjadi energi panas, contohnya pada peralatan rumah tangga, seperti setrika, solder, kompor listrik, dan hair dryer. 2) Energi listrik menjadi energi cahaya, contohnya pada lampu. 3) Energi listrik menjadi energi gerak, contohnya pada kipas angin, dinamo.

Dua buah hambatan masing-masing besarnya 3 ? dan 6 ? dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan sebuah baterai sehingga kuat arus yang masuk sebesar 2 A. Jika kuat arus mengalir selama 5 menit, tentukanlah: a. energi listrik yang diberikan baterai b. energi listrik termal yang muncul pada masingmasing hambatan Penyelesaian: Diketahui: R1 = 3 ? dan R2 = 6 ? I = 2 A t = 5 menit = 300 s

Ditanya: a. W yang diberikan baterai b. W termal yang timbul pada R1 dan R2 Jawab: a. Hambatan penggantinya adalah: Rtotal = R1 + R2 = 3 + 6 = 9 ? Maka, energi yang diberikan baterai: W = I 2 Rtotal t = (2 A)2 ? (9 ?) ? (300 s) = 10.800 joule Jadi, energi listrik yang diberikan baterai adalah 10,8 kJ. b. Ingat bahwa pada rangkaian seri, kuat arus listrik masing-masing hambatan adalah sama. Pada R1 , W = I 2 R1 t = (2 A)2 ? (3 ?)?(300 s) = 3.600 J Pada R2 , W = I 2 R2 t = (2 A)2 ? (6 ?)?(300 s) = 7.200 J

1. Tiga buah lampu dipasang secara pararel dengan hambatan masing-masing adalah 2 ?, 3 ? dan 6 ?, dihubungkan dengan tegangan sebesar 18 V. Jika lampu tersebut menyala selama 8 jam, tentukanlah: a. energi listrik yang dihasilkan b. energi listrik pada masing-masing lampu

2. Energi listrik yang dihasilkan sebuah lampu pijar yang memiliki hambatan 4 ohm ketika dialiri arus listrik selama 2 menit adalah 4320 Joule. Berapakah kuat arus yang mengalir pada lampu pijar tersebut?

Daya Listrik

Pernahkah kamu perhatikan alat-alat listrik yang ada di rumahmu? Jika kamu perhatikan dengan cermat, setiap peralatan listrik tersebut selalu mencantumkan spesifikasi dari alat-alat tersebut. Misalnya, pada setrika listrik tercantum tulisan 220 V – 300 W. Berarti, jika diberi tegangan 220 V, maka daya listrik yang dipakai oleh setrika listrik tersebut adalah 300 W. Lalu, apa yang dimaksud dengan daya listrik? Daya listrik diartikan sebagai kecepatan energi listrik untuk berubah bentuk. Setiap peralatan listrik memiliki daya yang berbeda dan besarnya daya listrik tersebut dipengaruhi oleh tegangan dan kuat arus yang mengalir. Hubungan tersebut secara matematis dapat ditulis dalam persamaan:

P = V I

dengan: P = daya listrik (watt, W) I = kuat arus listrik (ampere, A) V = tegangan listrik (volt, V)

Karena V = I R dan I = –— , maka persamaannya dapat ditulis menjadi: P = I 2 R atau P = —V2 R

Hubungan antara Daya dan Energi Listrik

Kita tahu bahwa besarnya energi listrik diperoleh berdasarkan rumus W = V I t atau dapat ditulis: VI = —W t

Dengan menggunakan persamaan di atas, diperoleh hubungan antara energi listrik dan dayanya, yaitu: P = VI = —W t

dengan: P = daya listrik (watt) W = energi listrik (Joule) t = waktu (detik/sekon)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa daya listrik sebanding dengan energi listrik, dan berbanding terbalik dengan waktu penggunaannya. Hubungan antara daya dan energi listrik dapat dilihat dalam perhitungan besarnya energi listrik yang digunakan oleh suatu keluarga. Besarnya energi listrik yang digunakan dapat dihitung dari besarnya daya suatu alat listrik, dikalikan dengan lamanya waktu pemakaian. Makin besar daya dari alat listrik tersebut dan makin lama waktu pemakaiannya, maka energi listrik yang terpakai akan makin besar. Oleh karena itu, untuk menghemat energi listrik, kamu harus menggunakan peralatan listrik yang dayanya kecil dan meminimalkan waktu pemakaiannya.

1. Pada sebuah alat listrik tercantum spesifikasi 440 W – 220 V. Tentukan: a. besarnya hambatan kawat alat tersebut b. energi yang dihasilkan selama 1 jam

2. Hambatan sebuah alat listrik yang dihubungkan dengan tegangan 9 V adalah 2 ohm. Jika alat tersebut digunakan dalam waktu 5 menit, tentukanlah: a. daya alat tersebut b. energi listrik yang dimiliki alat tersebut.

Hubungan antara Satuan Watt, Joule, dan kWh

Seperti kita ketahui sebelumnya bahwa rumus daya listrik adalah P = —, dengan satuan 1 watt = 1 joule/1 sekon atau 1 J = 1 Ws. Jadi, 1 joule menyatakan banyaknya energi listrik yang dihasilkan oleh daya 1 watt selama 1 sekon. Karena satuan ini terlalu kecil untuk menyatakan pemakaian energi listrik di rumah-rumah atau gedung-gedung, maka digunakan satuan yang lebih besar, yaitu kilowatt hour (kWh). Alat yang digunakan untuk mengukurnya disebut kWh meter. Satu kWh menyatakan energi listrik yang dihasilkan oleh daya 1 kilowatt selama 1 jam. 1 kWh = 1 kW × 1 jam = 1.000 W × 3.600 s = 3.600.000 J = 3,6 × 106 J .

1. Sebuah rumah menggunakan peralatan-peralatan listrik sebagai berikut: • 5 buah lampu dengan daya 60 W dinyalakan 8 jam setiap hari. • 3 buah lampu dengan daya 100 W dinyalakan 5 jam setiap hari. • Pesawat televisi dengan daya 250 W dinyalakan 5 jam setiap hari. • Setrika listrik dengan daya 300 W dinyalakan 3 jam setiap hari. • Lemari es dengan daya 200 W dinyalakan 24 jam setiap hari. • Komputer dengan daya 300 W dinyalakan 10 jam setiap hari. Berapakah besar biaya yang harus dibayar oleh pemilik rumah tersebut pada bulan Desember jika harga 1 kWh Rp500,00? 2. Sebuah perusahaan menggunakan peralatan-peralatan listrik sebagai berikut: • 15 buah lampu dengan daya 25 W dinyalakan 12 jam setiap hari. • 3 buah lampu dengan daya 50 W dinyalakan 7 jam setiap hari. • 8 buah lampu dengan daya 10 W dinyalakan 5 jam setiap hari. • 4 buah pesawat televisi dengan daya 250 W dinyalakan 8 jam setiap hari. • 2 buah pesawat televisi dengan daya 250 W dinyalakan 5 jam setiap hari. • 5 buah printer dengan daya 250 W dinyalakan 8 jam setiap hari. • 10 buah komputer dengan daya 400 W dinyalakan 12 jam setiap hari. • 2 buah lemari es dengan daya 450 W dinyalakan sepanjang hari. Jika harga 1 kWh Rp750,00, berapakah besar biaya pemakaian listrik yang harus dibayar oleh perusahaan tersebut pada setiap bulannya?

Baca juga : Medan Magnet di Sekitar Sumber Arus Listrik

Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia

Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia

Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia

Kebutuhan Manusia
Kebutuhan Manusia

Kebutuhan Manusia – Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya dengan sumber daya yang langka. Oleh karena itu, inti masalah dalam ilmu ekonomi adalah adanya kelangkaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Konsep kelangkaan dalam ilmu ekonomi diartikan sebagai suatu keadaan saat manusia ingin mengonsumsi suatu barang atau jasa lebih banyak daripada jumlah barang dan jasa yang tersedia. Dengan demikian, kelangkaan bukan berarti barang tersebut tidak ada, melainkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan jumlah barang yang tersedia.

Kebutuhan Manusia – Kelangkaan dalam ilmu ekonomi dapat diartikan juga ketersediannya tidak memenuhi kebutuhan yang ada sehingga untuk memperoleh barang dan jasa tersebut dibutuhkan pengorbanan. Adanya keterbatasan alat pemuas kebutuhan manusia disebabkan oleh adanya keterbatasan pula dalam sumber daya ekonomi.

Kebutuhan Manusia – Sumber daya ekonomi yang lebih dikenal juga dengan sebutan faktor-faktor produksi ini jumlahnya terbatas sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Sumber daya alam sebagai salah satu sumber daya ekonomi keberadaannya memang sudah ada di alam. Namun untuk dapat digunakan, harus melalui proses produksi terlebih dahulu. Secara kasat mata, sumber daya alam sepertinya berjumlah banyak dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Namun pada kenyataannya, sumber daya alam yang tersedia kian hari kian berkurang jumlahnya karena terus-menerus digunakan. Contohnya, sumber daya alam berupa minyak bumi.

Kebutuhan Manusia – Penggunaan minyak bumi secara terus-menerus mengakibatkan jumlah persediaannya semakin menipis. Hal ini berdampak pada adanya kelangkaan bahan bakar minyak. Kalangkaan bahan bakar minyak ini sekarang sangat dirasakan oleh kita semua. Oleh karena itu, sekarang digalakan gerakan hemat bahan bakar minyak. Sumber daya ekonomi lainnya adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat jika penggunaan kemampuannya dimanfaatkan secara optimal. Sumber daya manusia yang dianggap langka adalah sumber daya manusia yang berkualitas.

Kebutuhan Manusia – Jika dilihat berdasarkan jumlahnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang banyak. Akan tetapi, yang benar-benar berkualitas jumlahnya sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah kebutuhan di pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menggunakan jasa ahli dari luar negeri. Sumber daya modal merupakan salah satu contoh sumber daya ekonomi. Sumber daya modal ini dapat berupa uang, teknologi, mesin-mesin, dan lain sebagainya. Adanya kelangkaan sumber daya modal tentu saja membuat Negara kita harus mendatangkan sumber daya tersebut dari luar negeri. Sebagai contoh, Negara Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.

Kebutuhan Manusia – Akan tetapi, karena ketersediaan teknologi pengolahannya terbatas, terpaksa Indonesia harus bekerja sama dengan pihak luar negeri untuk mengolah sumber daya alam tersebut. Contohnya pengolahan tambang emas di Irian Jaya oleh PT Free Port. Adanya berbagai kelangkaan pada sumber daya ekonomi, terutama sumber daya alam, mendorong manusia baik individu maupun masyarakat melakukan efisiensi sehingga apa yang dilakukan dalam kegiatan produksi mendatangkan keuntungan. Dengan demkian, dapat disimpulkan bahwa kelangkaan muncul karena adanya keterbatasan sumber daya ekonomi, sedangkan kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas.

Kebutuhan Manusia dan Alat Pemenuhnya 

Kebutuhan Manusia – Dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia memerlukan berbagai macam barang dan jasa sebagai alat untuk memenuhi semua kebutuhannya. Kebutuhan manusia beraneka ragam macam dan jenisnya, serta jumlahnya tidak terbatas. Contohnya, sebagai pelajar tentu kamu membutuhkan seragam, alat tulis, buku pelajaran, sepatu, dan sebagainya. Semua barang yang kamu butuhkan tersebut harus melalui proses produksi terlebih dahulu dengan bahan dasar yang beraneka ragam pula. Selain peralatan untuk sekolah, tentu kamu membutuhkan berbagai macam barang lainnya, bukan? apakah yang dimaksud dengan kebutuhan? Kebutuhan merupakan semua keinginan manusia yang menuntut untuk dipenuhi, jika tidak terpenuhi maka dapat menimbulkan masalah. Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam, bahkan tidak terbatas.

Tidak terbatasnya kebutuhan manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya yaitu: 1) jumlah manusia yang semakin bertambah, 2) kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, 3) tingkat pendidikan, 4) tingkat pendapatan, 5) sifat manusia yang tidak pernah puas.

Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok sebagai berikut.

1. Kebutuhan Berdasarkan Intensitasnya

Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan manusia dapat dikelompokkan lagi menjadi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.

a) Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang benar-benar harus dipenuhi oleh manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Contoh kebutuhan primer, yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, dan pakaian. b) Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contoh kebutuhan sekunder, yaitu barang-barang elektronik. c) Kebutuhan tersier merupakan kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan setelah kebutuhan primer dan sekunder dipenuhi. Contoh kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan akan barang-barang mewah, seperti mobil mewah dan perhiasan yang mahal.

2. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhannya

Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan sekarang dan kebutuhan masa datang. a) Kebutuhan sekarang merupakan kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan tidak dapat ditunda. Contohnya, minum bagi orang yang haus dan makan bagi orang yang lapar. b) Kebutuhan masa datang merupakan kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan pada masa yang akan datang. Contohnya, kabutuhan tempat tinggal sendiri untuk anak remaja.

3. Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan manusia dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. a) Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang bersifat fisik dan materi. Contohnya, kebutuhan akan makanan, minum, dan olahraga. b) Kebutuhan rohani merupakan kebutuhan yang erat hubungannya dengan rohani dan hanya dapat dirasakan oleh jiwa manusia. Contohnya, kebutuhan akan keagamaan, rekreasi, pendidikan, dan hiburan.

Apabila kita perhatikan lebih jauh, setiap orang memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda-beda, perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut.

1. Keadaan Ekonomi Keadaan ekonomi seseorang sangat memengaruhi kebutuhannya. Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang maka tingkat kebutuhannya akan semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah tingkat ekonomi seseorang maka kebutuhannya pun cenderung sedikit. Contohnya, orang dengan golongan ekonomi lemah pemenuhan kebutuhannya akan lebih terfokus pada kebutuhan yang sifatnya primer seperti kebutuhan akan makanan. Sebaliknya, orang yang tingkat ekonominya sudah tinggi maka fokus kebutuhannya biasanya sudah ukan kebutuhan primer lagi, tetapi mereka sudah terfokus pada kebutuhan yang sifatnya tersier seperti perhiasan atau barang mewah lainnya.

2. Lingkungan Sosial Budaya Lingkungan sosial budaya akan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang. Dalam suatu masyarakat tertentu, semakin tinggi status sosial seseorang maka akan semakin banyak kebutuhannya. Perbedaan budaya juga akan berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang. Contohnya, bagi masyarakat perkotaan yang sibuk dengan profesinya, layanan usaha bidang laundry sudah menjadi kebutuhan tersendiri, terlebih bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaannya dan tidak memiliki pembantu di rumahnya. Hal tersebut akan berbeda dengan masyarakat di pedesaan.

3. Keadaan Fisik Kedaan fisik akan berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan seseorang. Perbedaan fisik dan jenis kelamin akan menentukan kebutuhan setiap orang. Contohnya, orang yang tubuhnya besar biasanya akan membutuhkan makanan lebih banyak dibandingkan orang yang tubuhnya kurus. Perempuan membutuhkan kosmetik, sedangkan laki-laki tidak.

4. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap kebutuhan seseorang, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang biasanya kebutuhannya pun semakin banyak. Sebaliknya, semakin rendah kebutuhan seseorang maka kebutuhannya pun tidak sebanyak orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Misalnya, seseorang yang pendidikannya sampai perguruan tinggi maka akan lebih banyak membutuhkan biaya dan alat pendidikan dibandingkan dengan orang yang pendidikannya sampai SMP.

5. Intensitas Kebutuhan Intensistas (mendesak atau tidak mendesak) kebutuhan akan sangat menentukan jumlah kebutuhan seseorang. Semakin mendesak kebutuhan maka biasanya tingkat kebutuhan akan semakin meningkat. Sebaliknya, semakin tidak mendesak kebutuhan maka tingkat kebutuhan akan semakin menurun. Contohnya, pada musim hujan orang membutuhkan payung, sehingga permintaan terhadap payung akan meningkat.

6. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Kemajuan Iptek akan sangat memengaruhi kebutuhan seseorang. Seperti berkembangnya teknologi di bidang ponsel (telepon seluler) mendorong seseorang mengalokasikan sebagian dari pendapatannya untuk mendapatkan ponsel dalam rangka lebih melancarkan komunikasi dengan sahabat atau rekan kerjanya. Terlebih bagi mereka yang tinggal di perkotaan atau yang memiliki intensitas kesibukan yang tinggi, biasanya intensitas kebutuhan akan hasil teknologi semakin tinggi pula.

7. Kebijakan Pemerintah Kebijakan yang ditetapkan pemerintah dapat memengaruhi kebutuhan seseorang terhadap suatu barang. Contohnya, ketika harga beras tinggi dan pemerintah menetapkan adanya operasi pasar besar murah, maka hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk berbelanja lebih banyak beras. Kebutuhan manusia jumlahnya sangat tidak terbatas dan beraneka ragam jenisnya. Oleh karena itu, alat pemuas kebutuhan manusia pun beraneka ragam jenisnya. Adapun alat pemuas kebutuhan manusia ini dapat berupa barang dan jasa.

Barang merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang berbentuk benda berwujud, sedangkan jasa merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang tidak berwujud namun dapat dirasakan manfaatnya. Barang sebagai salah satu alat pemuas kebutuhan manusia dapat dibedakan berdasarkan cara memperolehnya, sifat hubungannya, tujuan penggunaannya, kegunaannya untuk jaminan kredit, dan berdasarkan tingkat kesiapannya dalam proses produksi.

1. Barang Berdasarkan Cara Memperolehnya Berdasarkan cara memperolehnya, barang dibedakan menjadi barang ekonomi, dan barang bebas. a) Barang ekonomi merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang jumlahnya terbatas sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Contohnya, pakaian, alat sekolah, dan sebagainya. b) Barang bebas merupakan alat kebutuhan manusia yang jumlahnya tidak terbatas. Untuk memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan karena jumlahnya banyak jika dibandingkan kebutuhan manusia. Contohnya, udara di alam terbuka dan pasir di padang pasir.

2. Barang Berdasarkan Sifat Hubungannya Berdasarkan sifat hubungannya dengan barang lain, barang dapat dibedakan menjadi barang subtitusi dan barang komplementer. a) Barang subtitusi merupakan barang yang penggunaannya dapat saling menggantikan dengan barang lain. Contohnya, tikar dapat menggantikan karpet. b) Barang komplementer merupakan barang yang pemanfaatannya harus diikuti dengan pemanfaatan barang lain. Contohnya, motor dapat dimanfaatkan jika menggunakan bensin dan balpoin dapat digunakan jika ada tintanya.

3. Barang Berdasarkan Tujuan Penggunaannya Dilihat berdasarkan tujuan penggunaannya, barang dapat digolongkan menjadi barang konsumsi dan barang produksi.

a) Barang konsumsi adalah barang yang dapat langsung digunakan untuk keperluan konsumsi. Contohnya, nasi, pakaian jadi, dan buah-buahan. b) Barang produksi merupakan barang yang memerlukan proses produksi sebelum dapat digunakan. Contohnya, kayu dan benang.

4. Barang Berdasarkan Kegunaannya untuk Jaminan Kredit Dilihat berdasarkan kegunaannya untuk jaminan kredit, barang digolongkan menjadi barang bergerak dan barang tidak bergerak. a) Barang bergerak merupakan barang yang dapat digunakan untuk mendapatkan kredit dalam jangka pendek. Contohnya, Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), perhiasan dan sebagainya. b) Barang tidak bergerak merupakan barang yang dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit dalam jangka panjang. Contohnya rumah, tanah, dan gedung.

5. Barang Berdasarkan Tingkat Kesiapannya dalam Proses Produksi Berdasarkan tingkat kesiapannya dalam proses produksi, barang dapat digolongkan menjadi barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi. a) Barang mentah adalah barang yang perlu diolah terlebih dahulu agar dapat digunakan. Contohnya, tebu untuk membuat gula, kapas untuk membuat kain, dan sebagainya. b) Barang setengah jadi merupakan barang yang sudah melalui proses produksi, namun untuk menggunakannya diperlukan proses produksi lebih lanjut. Contohnya, kain untuk pakaian, tepung untuk membuat kue, dan sebagainya. c) Barang jadi merupakan barang yang siap pakai, contohnya baju, sepatu, dan sebagainya.

 

Pengertian Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Pengertian Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Pengertian Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Sumber Daya Alam – Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Pemanfaatan sumber daya alam telah dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas yang disesuaikan dengan sumber daya alam yang dimiliki. Aktivitas pemanfaatan sumber daya alam dapat dibagi ke dalam beberapa bentuk, antara lain aktivitas pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan, dan kehutanan.

Sumber Daya Alam

a. Aktivitas Pertanian Aktivitas pertanian merupakan aktivitas yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Keadaan tanah yang subur serta iklimnya yang mendukung membuat penduduk Indonesia banyak yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas pertanian. Secara umum, aktivitas pertanian di Indonesia dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu sebagai berikut.

Sumber Daya Alam

Sumber Daya Alam
Sumber Daya Alam

1) Pertanian Lahan Basah

Sumber Daya Alam – Pertanian lahan basah atau disebut pula pertanian sawah banyak dilakukan oleh petani di Indonesia. Pertanian lahan basah sangat baik dikembangkan di dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 300 meter. Pada daerah tersebut, air cukup tersedia dari sungai-sungai atau saluran irigasi yang ada di sekitarnya. Jenis tanaman yang umumnya dibudidayakan pada lahan basah adalah padi. Contoh aktivitas pertanian lahan basah tersebut terdapat di Pantai Utara Jawa, Kalimantan, dan Sumatra.

2) Pertanian Lahan Kering

Sumber Daya Alam – Pertanian lahan kering ialah pertanian yang diusahakan tanpa penggenangan lahan garapan. Tanaman yang diusahakan adalah tanaman yang tidak memerlukan penggenangan lahan. Contoh jenis tanaman yang cocok dilahan ini antara lain palawijja, padigogo, sayuran, bunga dan buah-buahan. aktivitas perladangan merupakan salah satu bentuk pertanian lahan kering yang banyak dilakukan oleh penduduk Indonesia.

Sumber Daya Alam – Indonesia merupakan produsen dari sejumlah komoditas pertanian. Komoditas yang banyak dihasilkan adalah padi, jagung, ubi kayu, kedelai, dan kacang tanah.

Aktivitas Kelompok

Kamu telah belajar tentang aktivitas penduduk dalam bidang pertanian. Untuk dapat memahami kegiatan pertanian di daerahmu, lakukan hal-hal berikut.

2. Carilah informasi dari berbagai sumber, bagaimanakah aktivitas pertanian pada masa Praaksara, Hindu-Buddha dan Islam?

3. Perlu diketahui pada saat ini cukup banyak mengimpor bahan pangan dari negara lain. Carilah informasi dari berbagai sumber tentang:

a. Apa saja komoditas pangan yang banyak diimpor oleh negara kita ? b. Faktor apa saja yang menyebabkan bangsa kita harus mengimpor beberapa komoditas pangan c. Kemukakan ide kamu untuk memecahkan masalah tersebut Buatlah laporan tertulis hasil pekerjaanmu, dan sajikan di depan kelas. Setiap orang dapat menanggapi laporan yang disajikan.

Rangkuman 

Tuhan Yang Maha Esa menciptakan keragaman potensi wilayah. Andai saja setiap wilayah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, tidak akan ada pertukaran hasil pertanian antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Satu komoditas hanya tersedia atau cocok di wilayah tertentu, tetapi tidak tersedia atau cocok di wilayah lainnya. Karena itulah, terjadi interaksi antarwilayah dalam bentuk perdagangan. Kita patut bersyukur karena dengan cara demikian manusia berinteraksi antarwilayah antarbangsa, dan antarnegara.

b. Aktivitas Perkebunan

Perkebunan merupakan aktivitas budi daya tanaman tertentu pada lahan yang luas. Tanaman tertentu adalah tanaman semusim dan atau tanaman tahunan yang jenis pengelolaannya ditetapkan sebagai tanaman perkebunan (UU No. 18 Tahun 2004). Perkebunan dapat dibedakan menjadi perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Perkebunan besar adalah perkebunan yang dikelola oleh perusahaan yang berbadan hukum. Sementara itu, perkebunan rakyat adalah perkebunan yang diselenggarakan oleh rakyat. Perkebunan tersebut luas lahannya lebih kecil daripada luas lahan perkebunan besar.

Perkebunan ditujukan untuk menghasilkan komoditas pertanian dalam jumlah yang besar. Biasanya, aktivitas perkebunan disertai dengan industri pengolahan hasil perkebunan yang sengaja dibangun di area perkebunan. Komoditas yang dihasilkan diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum dijual ke konsumen. Komoditas perkebunan yang dikembangkan di Indonesia di antaranya adalah teh, karet, kelapa, kopi, cokelat, dan kelapa sawit.

Amati daerah penghasil perkebunan di Indonesia! Mampukah hasil perkebunan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia? Indonesia telah lama dikenal sebagai penghasil berbagai komoditas perkebunan. Kepulauan Indonesia merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil rempahrempah terbesar di dunia.

Hal ini membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke Indonesia untuk membeli rempah-rempah yang akan dijual kembali ke daerah asal mereka, termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Bangsa Eropa juga datang ke Indonesia dengan tujuan mencari rempah-rempah. Perjalanan mereka sangat jauh untuk memperoleh rempahrempah yang mereka butuhkan. Saat ini Indonesia menjadi penghasil sejumlah komoditas perkebunan, di antaranya kelapa sawit, cengkih, tebu, teh, tembakau, kopi, kelapa, pala, vanili, karet, lada, dan cokelat.

c. Aktivitas Peternakan

Apa saja hewan ternak yang dibudidayakan di Indonesia? Budi daya peternakan yang d i k e m b a n g k a n d i Indonesia di antaranya kerbau, kuda, sapi, babi. Sebenarnya, masih banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara mandiri, misalnya ayam, kambing/domba, dan lain-lain.

d. Aktivitas Perikanan

Sumber daya perairan Indonesia sangat berlimpah. Curah hujan yang tinggi membuat banyak wilayah yang memiliki sungai, danau, dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah dimanfaatkan untuk aktivitas perikanan oleh penduduk. Tentu saja sumber daya alam perikanan yang jauh lebih besar adalah sumber daya alam yang ada di laut. Luas laut yang sangat besar atau 2/3 dari luas wilayah Indonesia, menyimpan berbagai kekayaan alam, khususnya ikan.

Aktivitas pemanfaatan sumber daya laut telah dilakukan oleh nelayan sejak lama. Dengan pengetahuan dan pengalamannya, mereka menemukan lokasi-lokasi yang banyak ikannya. Namun, karena perahu yang dimiliki masih sederhana dan ukurannya relatif kecil, umumnya mereka mencari ikan di tempat yang tidak terlampau jauh dan hasilnya tidak terlampau banyak.

Selain itu, banyak di antara mereka yang tidak memiliki perahu sendiri atau menyewa pada pemilik perahu. Akibatnya, kondisi sosial ekonomi nelayan Indonesia tergolong rendah. Dengan berbagai keterbatasan kondisi nelayan tersebut, pemanfaatan sumber daya alam laut Indonesia masih terbatas. Pemanfaatannya masih jauh dari potensi yang dimilikinya. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kemampuan nelayan dan perusahaan perikanan untuk meningkatkan pemanfaatan potensi laut yang berlimpah.

Namun, orientasi penduduk Indonesia m a s i h k e d a r a t sehingga potensi laut belum dimanfaatkan dengan baik. Aktivitas perikanan dapat dikelompokkan menjadi aktivitas perikanan tangkap dan b u d i d a y a . Aktivitas perikanan tangkap dilakukan dengan menangkap i k a n d i l a u t , sedangkan aktivitas perikanan budi daya dilakukan dengan mengembangbiakkan dan memelihara ikan tertentu di tambak, jaring terapung, dan lain-lain. Berdasarkan data BPS tahun 2011, jumlah produksi ikan tangkap di laut Indonesia mencapai angka 5.345.729 ton. Sementara itu, produksi perikanan budi daya mencapai 4,605,827 ton.

Aktivitas perikanan budi daya di Indonesia umumnya berupa udang dan bandeng. Namun demikian, banyak penduduk yang juga mengembangkan jenis budi daya perikanan lain secara mandiri dan skalanya sangat kecil berupa budi daya ikan air tawar, misalnya ikan lele, patin, nila, mas, dan lain-lain. Di samping itu, hasil perikanan juga dipasok dari hasil tangkapan laut oleh nelayan. Beberapa sentra perikanan dan daerah tangkapan ikan antara lain seperti berikut.

1. Budi daya udang dan bandeng, banyak dikembangkan di pantai utara Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. 2. Budi daya ikan darat, banyak dikembangkan di kolamkolam penduduk, terutama di Jawa Barat, bendungan/ waduk (misalnya keramba terapung di Waduk Jatiluhur), danau, sawah, dan sungai. 3. Daerah penangkapan ikan laut biasanya tersebar di Sumatra Timur (Bagan Siapi-api) dan Bengkalis (ikan terubuk). Kepulauan Maluku banyak menghasilkan tongkol, tiram, mutiara. Laut Jawa, Selat Sunda, Pantai Cilacap, Selat Makassar, Selat Flores, dan Kepulauan Maluku banyak menghasilkan cumi, udang, dan rumput laut.

Kegiatan perikanan di Indonesia umumnya dilakukan secara tradisional, baik perikanan darat maupun perikanan laut. Demikian halnya dengan kegiatan perikanan budi daya maupun kegiatan perikanan tangkap. Keadaan tersebut membuat produksi ikan di Indonesia belum sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

e. Aktivitas Pertambangan

Perusahaan pertambangan dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan swasta dari luar Indonesia yang ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan sistem bagi hasil dengan pemeritah Indonesia.

Minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik rumah tangga, industri, kendaraan bermotor sampai Perusahaan Listrik Negara (PLN). Produksi minyak bumi Indonesia pada tahun 2011 mencapai 329.249 ribu barel. Sementara itu, produksi gas alam mencapai angka 3.256.379 MMSCF (Million Standard Cubic Feet). Angka produksi tidak mampu memenuhi kebutuhan sebagian diantaranya diimpor dari negara lain.

Pemanfaatan sumber daya alam lainnya adalah batu bara. Batu bara dimanfaatkan untuk kepentingan rumah tangga (memasak) dan berbagai industri seperti industri besi baja dan semen.

Produksi batu bara Indonesia pada tahun 2011 mencapai 353.387.341 ton. Batu bara yang dihasilkan sebagian besar diekspor ke Jepang, India, Korea Selatan, Cina, dan sebagian lagi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

f. Aktivitas Kehutanan

Sumber daya alam yang juga sangat berlimpah di Indonesia adalah sumber daya alam hutan. Hutan telah lama dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan serta sumber tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan kemudian dilakukan secara intensif dengan mengambil sumber daya yang ada di dalamnya secara besar-besaran.

Aktivitas penebangan hutan terus dilakukan untuk diambil kayunya dan atau dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Akibatnya, luas hutan Indonesia makin berkurang dan banyak kerusakan. Tidak sedikit spesies yang terancam punah bahkan telah punah. Kayu merupakan hasil hutan yang banyak dimanfaatkan penduduk Indonesia, misalnya untuk bahan bangunan furniture, bahan bakar, dan lain-lain. Oleh karena itu, agar hutan tidak rusak, pemerintah menjadikan kawasan untuk dikembangkan sebagai huan produksi. hutan yang sengaja ditanam untuk diambil kayunya. Industri kehutanan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.