Mengenalkan Diri dan Menemukan Kalimat Contoh Ide Pokok

Mengenalkan Diri dan Menemukan Kalimat Contoh Ide Pokok

Mengenalkan Diri dan Menemukan Kalimat Contoh Ide Pokok

Contoh Ide Pokok
Contoh Ide Pokok

Contoh Ide Pokok – “sepasang burung, jalur-jalur kawat, langit semakin tua waktu hampir lengkap, menunggu senja…” (kutipan puisi “Lanskap”, Sapardi Djoko Damono) Lingkungan dapat menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karangan. Contohnya, kutipan puisi tersebut. Inspirasi dapat dituangkan menjadi bacaan. Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih membaca cepat dan menyerap gagasan yang dikemukakan oleh penulisnya. Selain itu, inspirasi yang didapat dari lingkungan tersebut dapat pula Anda tuangkan ke dalam sebuah puisi. Sementara itu, dalam kehidupan di lingkungan masyarakat, Anda tentu sering melaksanakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah diskusi atau seminar. Kedua hal tersebut merupakan bentuk forum resmi. Dalam forum resmi, Anda dituntut untuk memiliki kemampuan berbicara antara lain dengan memperkenalkan diri. Dengan begitu, kemampuan Anda dalam berinteraksi dengan lingkungan pun akan bertambah. Rasa percaya diri Anda pun akan meningkat .

Contoh Ide Pokok

Memperkenalkan Diri dalam Forum Resmi

Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih memperkenalkan diri dan orang lain dalam sebuah forum. Sebelumnya, Anda akan terlebih dahulu memahami hal-hal yang diperlukan dalam kegiatan memperkenalkan diri. Dengan demikian, diharapkan kemampuan berkomunikasi Anda pun akan bertambah.

Apakah Anda pernah memperkenalkan diri di hadapan khalayak? Saat Anda masuk Kelas X, tentunya Anda saling memperkenalkan diri. Kegiatan memperkenalkan diri dilakukan di forum-forum resmi, misalnya dalam kegiatan seminar atau diskusi. Dalam kegiatan tersebut, Anda juga dapat memperkenalkan orang lain, misalnya pembicara atau pemateri, notulis, dan moderator.

“Selamat pagi! Dalam acara diskusi tentang peran lingkungan sekolah ini, perkenankan kami dari Kelompok 5 untuk memperkenalkan diri. Saya, Guntur Ajiputra, bertindak sebagai moderator dalam acara diskusi kita kali ini. Adapun yang berada di sebelah kanan saya adalah Lintang Kristina. Saudari Lintang akan bertindak sebagai pembicara dalam diskusi ini. Adapun di sebelah kiri saya adalah Sigit Hermawan yang bertindak sebagai notulis.”

Contoh Ide Pokok – Selain itu, Anda juga dapat mengikuti diskusi dengan lingkup yang lebih luas. Misalnya, Anda mengikuti diskusi panel dengan pembicara yang lebih tua. Dalam hal ini, tentunya bahasa yang dipergunakan berbeda pula. Saat memperkenalkan diri, kita harus menggunakan bahasa dengan ragam formal. Selain itu, perhatikan pula usia para peserta, tingkat pendidikan, dan strata sosialnya. Berikut ini adalah contoh cara memperkenalkan orang lain dalam diskusi yang peserta dan pembicaranya lebih umum.

“Saudara-saudara peserta diskusi, sebelum acara diskusi ini dimulai, saya akan memperkenalkan pembicara utama. Pembicara kita kali ini adalah Ibu Dwita Wahyuningtyas. Beliau adalah staf ahli di Kementerian Lingkungan Hidup. Beliau lahir di Langkat, Sumatra Utara, pada 6 Juni 1971. Sekarang, beliau beralamat di Jalan Cemara, Medan, Sumatra Utara. Pada 1996, beliau me nyelesaikan pendidikan sarjananya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Sekarang, beliau masih menuntut program pascasarjana di Universitas Kebangsaan Malaysia.”

Sebagai bahan perkenalan untuk orang lain, dapat pula disertakan daftar riwayat hidup. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mendapatkan informasi mengenai orang yang akan diperkenalkan. Daftar riwayat hidup tersebut terdiri atas: 1. nama lengkap (plus gelar); 2. nama panggilan; 3. tempat dan tanggal lahir; 4. alamat; 5. hobi; 6. riwayat pendidikan; dan 7. riwayat pekerjaan. Daftar riwayat hidup tersebut dapat pula ditambah dengan kolom isian lain sesuai dengan kebutuhan untuk perkenalan.

Contoh Ide Pokok – Uji materi

1. Lakukanlah diskusi di kelas dengan menghadirkan moderator dan pembicara. 2. Pilihlah salah satu tema diskusi mengenai lingkungan hidup. 3. Pilihlah salah satu di antara Anda untuk menjadi moderator. 4. Pergunakanlah daftar isi riwayat hidup sesuai dengan contoh dalam materi pembelajaran. 5. Sebelum acara diskusi dimulai, lakukanlah perkenalan moderator dan pembicara oleh pembawa acara. Teknisnya adalah sebagai berikut. a. Pembawa acara terlebih dahulu memperkenalkan diri kemudian mempersilakan moderator maju. b. Moderator maju kemudian memperkenalkan pembicara. c. Selama diskusi berlangsung, saat akan memberi tanggapan atau pertanyaan, setiap peserta wajib untuk memperkenalkan dirinya kepada forum. 6. Selama kegiatan berlangsung, berikan tanggapan atas kekurangan yang terdapat dalam pengucapan kalimat perkenalan.

Contoh Ide Pokok – Kaidah Bahasa

Mungkin Anda pernah mendengar kalimat berikut dalam sebuah diskusi atau pertemuan. Acara selanjutnya adalah sambutan dari ketua panitia. Waktu dan tempat kami persilakan. Kalimat waktu dan tempat kami persilakan termasuk kalimat yang tidak logis karena kalimat ini tidak dapat diterima akal yang sehat. Padahal, yang harus memberikan sambutan adalah ketua panitia. Apakah betul waktu dan tempat dapat memberikan sambutan? Dalam kalimat sebelumnya, jelas bahwa yang akan memberikan sambutan adalah sang ketua panitia, bukan waktu dan tempat. Akan tetapi, dalam kalimat selanjutnya jalan pikiran pembawa acara tergelincir, yakni dengan mempersilakan waktu dan tempat. Dalam hal ini, seolah-olah yang diundangkan untuk datang ke mimbar pertemuan itu adalah waktu dan tempat. Kalimat yang bernalar dari ucapan pembawa acara adalah sebagai berikut. Acara selanjutnya adalah sambutan dari ketua panitia; ketua panitia kami persilakan. Jika Anda ingin lebih memahami tentang beberapa kesalahan penggunaan bahasa dan pemecahannya, Anda dapat membaca buku 1001 Kesalahan Berbahasa yang ditulis oleh E. Zainal Arifin dan Farid Hadi.

Menemukan Ide Pokok dengan Membaca Cepat

Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih membaca cepat. Anda dituntut untuk dapat menemukan ide pokok dalam sebuah teks dengan kecepatan tertentu. Dengan demikian, kemampuan membaca Anda akan bertambah. Minat baca Anda pun akan semakin terpacu.

Dalam membaca cepat, Anda dituntut mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Biasanya, kecepatan ini dikaitkan dengan tujuan membaca, keperluan, dan bahan bacaan. Kecepatan membaca dapat diukur dengan berapa banyak kata yang terbaca setiap menit. Secepat apakah kemampuan membaca Anda? Untuk dapat menguasai teknik membaca cepat, Anda harus memperhatikan hal-hal berikut.

1. Motivasi atau Minat Motivasi dapat ditumbuhkan melalui sikap ilmiah berupa rasa ingin tahu atau penasaran. Semakin tinggi rasa ingin tahu, semakin banyak kegiatan membaca yang harus Anda lakukan. 2. Penguasaan Kosakata Semakin banyak perbendaharaan kata yang dimiliki, semakin baik pula kemampuan Anda memahami suatu bacaan. 3. Kemampuan Menemukan Ide Pokok Dengan kemampuan ini, Anda dapat dengan cepat menentukan bagian mana yang harus dibaca dan bagian mana yang harus dilewatkan dari sebuah bacaan. 4. Konsentrasi Ketika membaca, usahakan Anda dapat berkonsentrasi terhadap bahan bacaan. Ingatlah isi bacaan tersebut dengan baik. 5. Gerak Mata Gerakan mata pada saat membaca tidak perlu diikuti dengan gerakan kepala. Dengan demikian, kegiatan membaca akan menjadi lebih efektif dan efisien. Untuk memiliki kemampuan membaca cepat, Anda harus melatih kecepatan gerak mata.

Adapun langkah-langkah yang harus Anda lakukan dalam mengukur kecepatan membaca adalah sebagai berikut. 1. Siapkan jam tangan atau stopwatch. 2. Bacalah teks tersebut dalam waktu 1 menit (60 detik). 3. Tandailah saat Anda mulai membaca (lebih mudah jika dimulai dari judul bacaan). 4. Bacalah teks bacaan tersebut dengan kecepatan yang menurut Anda memadai. 5. Tandailah kata akhir yang Anda baca. 6. Hitung jumlah kata dalam teks yang Anda baca (tanda baca juga ikut dihitung). Untuk lebih melatih Anda, ikutilah latihan berikut.

Contoh Ide Pokok – Uji Materi

1. Sebelum Anda membaca teks bacaan berikut, persiapkanlah jam tangan atau stopwatch untuk mengukur kecepatan membaca Anda. 2. Mulailah Anda baca teks bacaan berikut dengan memperhatikan cara membaca cepat yang baik. 3. Hitunglah kapan waktu mulai dan berakhirnya membaca.

Pencemaran Sungai Jadi Ancaman

Keberadaan Sungai Cenrana dan Teluk Bone tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu kebanggaan para petambak di Bone, khususnya di Desa Pallima. Bukan apa-apa, perpaduan air sungai dan air laut dari teluk inilah yang diakui menjadi salah satu faktor penyebab kepiting pallima unggul. Keberadaan dua perairan ini pula yang diakui para petambak menjadi lokasi paling bagus bagi tumbuh kembangnya kepiting pallima. Siapa sangka, saat ini sungai dan teluk ini pula yang menjadi ancaman bagi kelangsungan usaha kepiting pallima. Pencemaran besar-besaran yang terjadi di Sungai Cenrana saat ini menjadi hal yang menakutkan bagi para petambak di sepanjang sungai tersebut. Mimpi buruk ini sudah mulai menyata beberapa tahun terakhir. Saat kemarau, Sungai Cenrana mendangkal. Hutan-hutan bakau dan nipah di sepanjang bantaran sungai pun ikut menanggung akibatnya. Padahal, sebagaimana diketahui, hutan ini adalah istana bagi para kepiting. Sebaliknya, setiap kali hujan, sungai ini langsung meluap. Tentu saja bibit-bibit kepiting serta tambak-tambak warga pun ikut meluap. Saat banjir menggenang di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) akhir tahun 2003 lalu, Cenrana lagi-lagi meluap. Beruntung, kejadiannya tidak separah tahun 2001. Akan tetapi, hujan atau sebaliknya, tetap saja menjadi mimpi buruk bagi warga di sepanjang Sungai Cenrana. Adapun yang membuat warga semakin bersedih sebenarnya karena pencemaran ini lebih banyak disebabkan oleh pencemaran yang terjadi di hulu sungai, bukan lagi disebabkan oleh warga sekitar. Secara geografis, Sungai Cenrana memang menjadi muara dari sejumlah sungai besar dan kecil di Sulsel. Dalam peta, jelas terlihat bagaimana Sungai Bila, Walanae, Sa’dan, dan beberapa sungai lainnya .

Contoh Ide Pokok – mengalirkan sebagian besar airnya ke Danau Tempe, salah satu danau terbesar di Sulsel. Khusus Danau Tempe, satu-satunya tempat keluarnya air dari danau ini hanyalah Sungai Cenrana. Dari Sungai Cenrana air kemudian dibawa ke Teluk Bone. ………………….250 Kata Sungai Bila, Walanae, dan Sa’dan adalah tiga sungai besar di Sulsel yang berada di posisi hulu dan ketinggian. Persoalannya, lingkungan hulu sungai besar ini umumnya sudah rusak. Hutan-hutan di sepanjang bantaran sungai, sebagian besar sudah gundul. Bahkan, sisi-sisi sungai tidak ada lagi tanaman berakar kuat untuk menahan erosi. Sebagian bantaran sungai berubah menjadi permukiman, kebun sayur, sawah, dan lainnya. Ini ditambah lagi perlakuan masyarakat di sepanjang hulu sungai yang ikut menjadi penyumbang terbesar rusaknya sungai. Akibatnya, setiap kali air sungai ini mengalir membawa serta tanah, lumpur, dan berbagai sampah, termasuk potongan-potongan kayu. Sebagai tempat keluarnya air Danau Tempe, Sungai Cenrana pun menanggung akibatnya dan mengalami pendangkalan hebat. Diibaratkan botol, Danau Tempe adalah badan botol yang besar, sementara Sungai Cenrana adalah leher botol yang kian hari kian menyempit. Sementara di Teluk Bone, abrasi dan kerusakan lingkungan lainnya membuat teluk ini mulai kehilangan fungsinya sebagai muara. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi pada warga di Desa Pallima jika pada saat bersamaan air Sungai Cenrana meluap dan air Teluk Bone pasang. Kemarau sebenarnya adalah saat paling bagus untuk memelihara kepiting. Pasalnya, saat itu perpaduan antara air laut dan air sungai cukup bagus dan tidak berlebihan sehingga sangat bagus bukan hanya untuk perkembangan kepiting, tetapi juga untuk rasa kepiting. ………………………………………………………………………….500 Kata

Sebenarnya, untuk masalah lingkungan ini, warga di Desa Pallima dan sekitarnya sudah melakukan berbagai upaya, di antaranya menggalakkan penanaman pohon bakau di sepanjang sisi-sisi tambak. Sementara terhadap pohon-pohon bakau dan nipah yang sudah ada, para petambak tetap menjaganya dan bahkan melarang untuk ditebang. Ini masih pula ditambah aturan lain, seperti tidak mengotori sungai dan perbuatan lain yang dianggap dapat mencemari sungai. “Tetapi, sebaik apapun usaha kami menjaga lingkungan sekitar sini, kalau di hulu tetap rusak, usaha kami tentu sia-sia. Kami sudah mati-matian tidak mengotori sungai, tetapi air yang mengalir ke sini tidak henti-hentinya membawa lumpur, tanah, dan sampah dari tempat lain,” ujar H. Sultan. Diakui petambak setempat, masalah lingkungan ini mulai berdampak pada usaha tambak mereka. Ini bukan hanya pada kualitas, tetapi juga kuantitasnya. Bahkan, secara umum luas tambak pun mulai berkurang, terutama saat musim hujan, karena tersapu luapan air. Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone menunjukkan pengurangan luas tambak sepanjang tahun 2000–2001. Kalau tahun 2000 luas tambak kepiting masih 2.850 hektar, tahun 2001 berkurang menjadi 2.189 hektar. Bahkan jumlah ini pun diyakini petambak terus berkurang hingga kini. Belajar dari pengalaman banjir beberapa tahun belakangan ini, mimpi masyarakat tentang Sungai Cenrana menjadi makin buruk. “Kalau sekarang saja sudah begini parah, bagaimana tahun-tahun nanti,” tutur H. Mandu, sedih. ……………………………………..700 Kata Sumber: Kompas, 11 Maret 2007

 

Membangun Diri Seturut Teladan  Yesus

Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang
Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang

Remaja pada umumnya memiliki tokoh yang diidolakan dalam hidup. Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang yang terkenal, rupawan, dan berprestasi. Dengan memiliki tokoh idola, kita dapat menjadikan tokoh idola sebagai acuan dalam kehidupan. Tokoh idola dapat menjadi semacam inspirasi, motivasi dan pendorong semangat dalam setiap segi kehidupan. Bagaimana dengan Yesus? Apakah kita saat ini mengidolakan Yesus? Remaja SMP merupakan remaja yang masih mencari tokoh idola. Dengan pelajaran kita semakin mengenal Yesus secara lebih luas dan lebih mendalam, sehingga memungkinkan kita untuk menjadikan Yesus sebagai tokoh idola.

Doa

Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur kepadaMu, karena telah mengasihi kami dan memberi kesempatan kepada kami untuk mengenal Engkau dan Yesus Putera-Mu. Mohon terang dan bimbingan-Mu Bapa, agar pada hari ini kami dapat semakin mengenal Yesus Putera-Mu. Dengan semakin mengenal Putera-Mu, Kami dapat menjadikan-Nya sebagai idola kami dalam hidup sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin

1. Tokoh idola dalm masyarakat Lakukan dialog dengan teman dan atau guru untuk menemukan jawaban dari beberapa pertanyaan di bawah ini !

a. Siapakah tokoh idolamu? Mengapa memilihnya sebagai tokoh idola? ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

b. Apa yang kalian kagumi dari tokoh idolamu itu?

……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

c. Apa yang kalian lakukan untuk meneladani tokoh idolamu?

……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

Menemukan pribadi Yesus sebagai tokoh idola Lakukan beberapa kegiatan berikut ini!

a. Baca Alkitab. b. Temukan sikap/ sifat/ atau tindakan Yesus yang menurutmu luar biasa dan mengagumkan. c. Tulis berbagai sikap/ sifat/ atau tindakan Yesus yang luar biasa dan mengagumkan tersebut dalam lembar kertas laporan. d. Diskusikan hasil temuan itu dengan teman-temanmu. Bentuk kelompok, dan lakukan kegiatan sebagai berikut!

1. Baca dengan perlahan-lahan “Syahadat Kehidupan” berikut ini! ”Aku percaya akan Allah Sang Pencinta kehidupan, Allah yang senantiasa mencintai diriku tanpa syarat apapun, Allah yang selalu menginginkan diriku hidup dengan penuh kelimpahan Aku percaya akan Allah yang selalau mengampuni diriku serta membukakan masa depan bagiku, masa depan yang penuh kehidupan dan harapan. Aku percaya akan Allah yang selalu menyertai perjalanan hidupku, bersedia membantuku, menyembuhkan luka-luka dalam hidupku, menguatkan aku, menderita bersamaku, serta menjadi sahabatku yang terbaik. Aku percaya akan Allah yang hanya mengenal cinta dan kasih setia (compassion); Allah pencinta kehidupan dan selalu mengundang aku untuk memilih kehidupan tersebut. Dalam iman seperti ini, aku menemukan kebahagiaan dan rasa damai yang mendalam di dalam kehidupanku sekarang ini, maupun harapan akan kehidupan yang akan datang”

2. Buat suasana hening dalam kelompok dan secara pribadi renungkan kata demi kata “Syahadat Kehidupan” tersebut. 3. Tuliskan niatmu dalam membangun sikap-sikap yang akan diwujudkan untuk meneladan Yesus. 4. Sampaikan niat itu kepada temanmu dalam kelompok!

Tugas 1. Bagi kelas menjadi tiga kelompok dan setiap kelompok diminta untuk mendramakan salah satu perikop Kitab Suci: a. Mat 18:21-35; b. Luk 15:11-32; c. Mat 20:1-16. 2. Setelah kelompok mendramakan cerita dalam Kitab Suci, salah satu anggota kelompok menyampaikan makna atau pesan Kitab Suci yang didramakan oleh kelompok.

1. Refleksi dan Aksi

Sebagai orang yang mengimani Yesus, bukan hal yang salah jika kita mengidolakan Dia dalam hidup kita. Dia yang telah kita kenal melalui sabda dan perbuatan-Nya, dapat menjadi idola bagi kita semua. Sikap Yesus yang seperti apakah yang ingin kalian teladani? Apa saja usahamu untuk mewujudkan itu dalam hidup sehari-hari? Setelah mengikuti proses di atas, tuliskan hasil refleksi tersebut dalam buku catatanmu!

Doa Marilah kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa bersama-sama! Yesus yang Mahabaik, Engkau adalah teladan kami dalam seluruh kehidupan ini. Kami bangga dan bersyukur, karena boleh percaya dan mengimani Engkau. Ajarlah kami ya Yesus, agar kami dapat meneladan-Mu. Ajarlah kami ya Yesus, agar kami mempu menjadi seperti-Mu, yang senantiasa mengasihi, senantiasa memperhatikan dan juga senantiasa mengampuni. Perkenankanlah kami menjadikan-Mu sosok idola bagi kami. Kami membuka diri, agar Engkau berkenan menjadi idola kami, yang memotivasi kami, yang mewarnai hidup kami, yang menginspirasi hidup kami serta mendorong kami untuk senantiasa hidup seturut kehendak-Mu. Engkau kami puji dan kami sembah ya Tuhan, kini dan sepanjang masa. Amin.

Glosarium

Ad Gentes Dokumen Konsili Vatikan II berisi Dekrit tentang Karya Misioner Gereja Berbelarasa turut merasakan nasib orang lain (solider/peduli) Citra rupa; gambar atau gambaran Doa sarana berkomunikasi dengan Allah Eskatologis berkaitan dengan akhir zaman seperti hari kiamat dan kebangkitan Gaudium et Spes Dokumen Konsili Vatikan II berisi Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini Gereja persekutuan umat beriman yang percaya kepada Yesus Kristus Hak asasi hak-hak yang sifatnya mendasar Idola orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan Katekismus manual doktrin dalam bentuk tanya jawab untuk dihafalkan Kerajaan Allah suasana damai ketika Allah merajai atau menguasai hati kita Keunikan kekhususan atau keistimewaan Komplementer saling membutuhkan dan saling tergantung satu sama lain Masyarakat sekumpulan orang yang hidup bersama pada suatu tempat atau wilayah dengan ikatan aturan tertentu Mengampuni memaafkan dan tidak memperhitungkan lagi kesalahan orang lain Miskin dihadapan Allah pengakuan bahwa dirinya lemah atau tidak berdaya dan bersikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah Murah hati suka (mudah) memberi; tidak pelit; penyayang dan pengasih; suka menolong; baik hati Glosarium 154 Kelas VII SMP Edisi Revisi Refleksi sebuah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar berupa penilaian tertulis maupun lisan (umumnya tulisan) oleh anak didik (siswa) kepada guru/dosen, berisi ungkapan kesan, pesan, harapan serta kritik membangun atas pembelajaran yang diterimanya. Sederajat memiliki martabat dan kedudukan yang sama tinggi Seks jenis kelamin Seksualitas ciri, sifat atau peranan seks Talenta pembawaan orang sejak lahir; bakat

Daftar Pustaka

Abineno, Dr., J.L.Ch. 2002. Seksualitas dan Pendidikan Seksualitas, Cet. ke- 6. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Agoeng, P. Noegroho S., Pr. 2008. Formasi Dasar Orang Muda untuk Remaja Setingkat SMP, Yogyakarta: Kanisius. Auer, Jim. 2002. Seks & Remaja Kristen, Yogyakarta, Kanisius. Bakker, A., SVD. 1988. Ajaran Iman Katolik 1 untuk Mahasiswa, Yogyakarta: Kanisius. Barry, William A., S.J. 2000. Menemukan Tuhan dalam Segala Sesuatu. Yogyakarta: Kanisius. Centi, Paul J. 2006. Mengapa Rendah Diri, Cetakan XIII. Yogyakarta: Kanisius. Chandra, Julius. 1994. Hidup Bersama Orang Lain, Cet. ke-11, Yogyakarta: Kanisius. Chandra Julius dan Rini Chandra. 2001. Melangkah ke Alam Kedewasaan. Cet. Ke-9, Yogyakarta: Kanisius. de Mello, Anthony, S.J. 2001. Hidup di Hadirat Allah, Cet. Ke-7, Yogyakarta: Kanisius. Dokumen Konsili Vatikan II. 2003. Cetakan VII. Jakarta: Obor. Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan Pancasila Jilid III. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Hakenewerth, Quentin, SM. 1987. Ikutlah Panggilan Hidupmu, Jakarta: CLC. Handaya, Ben. 2001. Etiket dan Pergaulan. Cet. ke-17, Yogyakarta: Kanisus Hello, Yosef Marianus, S.Pd. 2004. Menjadi Keluarga Beriman, Yogyakarta: Pustaka Nusatama. Lanur, Alex, OFM. 2000. Menemukan Diri, Cet. ke-9, Yogyakarta: Kanisius. Katekismus Gereja Katolik. 1995. Ende: Arnoldus. Kieser, Bernard, S.J. Moral Dasar. Yogyakarta: Kanisius. Kirchberger, George dan Vincent de Ornay (Penyadur). 1999. Panggilan Keluarga Kristen. Jakarta: Penerbit LPBAJ dan Celesty Hieronika. Komkat KWI. 2004. Persekutuan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMP Kelas VII. Yogyakarta: Kanisius. Komkat KWI. 2010. Membangun Komunitas Murid Yesus, Buku Teks Pendidikan Agama Katolik untuk SMP Kelas VII, Yogyakarta, Kanisius. Komisi Waligereja Indonesia. 1996. Iman Katolik Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius. Lalu, Yosef, Pr. 2008. Percikan Kisah Anak Manusia, Jakarta: Komkat KWI. Leahy, Louis. 1997. Sains dan Agama dalam Konteks Zaman Ini, Yogyakarta: Kanisius. Mangunhardjana, A. M. 2002. Mengatasi Hambatan-Hambatan Kepribadian, Cet. 17, Yogyakarta: Kanisius. Martasudjita, E., Pr. 2000. Komunitas Peziarah, Sebuah Spiritualitas Hidup Bersama. Yogyakarta: Kanisius. Moi, Alberto A. Djono, O. Carm. 2003. Proses Aktualisasi Diri, Malang: Dioma. Powell, John. Mengapa Takut Mencinta. Jakarta: Cipta Loka Caraka. Rausch, Thomas P. 2001. Katolisisme-Teologi bagi Kaum Awam. Yogyakarta: Kanisius. Sanggar Talenta. 2005. Biarkan Kami Bicara tentang Sekolah dan Cita-cita, Seri Pustaka Remaja, cetakan IV, Yogyakarta: Kanisius. Soekanto, Soerjono, Prof. Dr. 1997. Remaja dan Masalah-Masalahnya. Cet. 7, Yogyakarta. Kanisius. Suherman, F. X., Pr. 2007. Allah Memberi Hidup Manusia Menghidupi, Yogyakarta, Pustaka Nusatama. Tari, Ignas, MSF. 2011. Cinta yang Membesarkan Hati, Cetakan II, Jakarta, Fidei Press. Tim Pembinaan Persiapan Berkeluarga DIY. 1981. Membangun Keluarga Kristiani. Yogyakarta: Kanisius. Tjahaja, Liria. 1999. Bertumbuh dan Beriman, Pendidikan Seksualitas untuk Peserta didik SLTP. Jakarta: Komkat & Kom-KK KAJ. Torney, John C. 2005. Only You can Make You Happy, Tips Praktis Hidup Bahagia. Yogyakarta: Kanisius. Valles, Carlos G. 2005. Courage to be Myself Berani Menjadi Diri Sendiri, Yogyakarta: Kanisius. Vallet, Robert E. 1989. Aku Mengembangkan Diriku, Jakarta: CLC. van Breemen, P. , S.J. 1983. Kupanggil Engkau dengan Namamu, Yogyakarta: Kanisius. Wicks, Robert J. 2002. Self-Care for Every Day, Kasihilah Dirimu dari Hari ke Hari. Yogyakarta: Kanisius.

Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri

Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri

Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri Menjadi

Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri Menjadi
Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri Menjadi

Perempuan dan Laki-laki

Sejati Sebagaimana telah diuraikan dalam pelajaran sebelumnya, Allah menciptakan manusia baik perempuan maupun laki-laki sebagai citraNya. Maka panggilan manusia, entah sebagai perempuan atau laki-laki, menampilkan dan memancarkan diri sebagai Citra Allah, sebagaimana diungkapkan dalam Katekismus Gereja Katolik berikut.

Artikel 2335

kedua jenis kelamin mempunyai martabat yang sama dan, walaupun atas cara yang berbeda-beda, merupakan citra kekuatan dan cinta kasih Allah yang lemah lembut. Panggilan yang tak kalah pentingnya adalah menjaga kesuciaan dan kemurnian diri sebagai perempuan atau laki-laki.

Artikel 2342

memperoleh pengendalian diri adalah satu tugas yang membutuhkan waktu. Kita tidak boleh berpendapat bahwa kita telah memperolehnya untuk selama-lamanya. Kita harus selalu berusaha terus-menerus dalam segala situasi kehidupan. Dalam bagian kehidupan tertentu, di mana kepribadian dibentuk, ia menuntut satu usaha khusus, misalnya dalam masa kanak-kanak dan dalam masa muda.

Baca juga : Tuhan Menciptakan Pria dan Wanita

Artikel 2343

kemurnian mengikuti hukum pertumbuhan : ia melewati beberapa tahap, dimana ia masih tidak sempurna dan mudah untuk berdosa. Manusia yang berkebajikan dan murni adalah “ suatu makhluk dalam sejarah, yang dari hari ke hari membentuk diri. Melalui sekian banyak keputusannya yang bebas; karena itu ia mengenal, mencintai dan melaksanakan kebaikan moral juga secara bertahap” (FC 34).

Artikel 2344

Kemurnian adalah satu tugas pribadi; tetapi ia menuntut juga satu usaha kultural, karena “pertumbuhan pribadi manusia dan perkembangan masyarakat sendiri saling tergantung” (GS 25,1). Kemurnian mengandaikan penghormatan kepada hak-hak manusia, terutama sekali hak atas pembinaan dan pendidikan, yang memperhatikan dimensi susila dan rohani kehidupan manusia. Artikel 2345 Kemurnian adalah satu kebajikan susila. Ia juga merupakan anugerah Allah, satu rahmat, satu buah roh Roh Kudus yang menganugerahkan kekuatan untuk mengikuti kemurnian Kristus kepada mereka yang dilahirkan kembali dalam air Pembaptisan.

• Setelah membaca artikel tersebut, cobalah memahaminya lebih dalam dengan cara menjawab pertanyaan berikut dalam kelompok. • Diskusikanlah pertanyaan berikut ini dan komunikasikan hasilnya:

a. Apa yang kalian pahami, bila manusia itu, perempuan atau laki-laki harus mampu menjadi citra kekuatan dan kasih Allah yang lemah lembut?

b. Artikel 2342-2344, berbicara mengenai perlunya menjaga kemurnian/ kesucian diri sebagai perempuan atau laki-laki. Apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesucian/ kemurnian tersebut? Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar.

Refleksi dan Aksi Cermati cerita berikut!

Sepasang gadis dan perjaka yang saling mengasihi memutuskan untuk menikah. Setelah menikah, mereka tinggal di sebuah rumah kecil, jauh dari kedua orang tuanya. Tetapi rupanya kebahagiaan yang mereka bayangkan tentang pernikahan, justru mulai pudar sejak mereka hidup bersama. Masalah demi masalah mulai muncul dari hal-hal sepele. Suaminya mengeluhkan istrinya karena tidak dapat memasak, tidak bersih kalau mencuci pakaian, dan tidak dapat mengatur dan mengurus rumah Istrinya juga demikian. Ia sering mengeluhkan suaminya, yang masih sering begadang dengan teman-temannya dulu, sepulang bekerja masih keluyuran, kadang-kadang pulang sudah larut malam.Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Ternyata, sang istri semasa mudanya tak pernah belajar melihat dan membantu Ibunya memasak. Ia tak pernah belajar mencuci pakaian sendiri. Ia tak pernah belajar menjadi seorang perempuan. Ia tidak belajar menjadi seorang Ibu. Demikian pula sang suami. Ia tidak pernah belajar menjadi seorang Bapak yang melindungi, memberi rasa aman, dan peduli terhadap keadaan rumah.

pikirkan apa yang sebaiknya kamu lakukan untuk mengembankan diri sebagai laki atau perempuan. Tuliskan dalam catatanmu!

Doa Didoakan oleh siswa perempuan Allah Maha Pencipta, tanamkanlah dalam diri kami tanggung jawab untuk melatih dan membekali diri dengan sifat-sifat seorang perempuan sejati sebagaimana nampak dalam Bunda Maria, yang taat, tulus hati dan penuh kepasrahan pada kehendakMu, setia pada Yesus PuteraMu Didoakan oleh siswa laki-laki Allah Maha Pencipta, tanamkanlah dalam diri kami tanggung jawab untuk melatih dan membekali diri dengan sifat-sifat seorang laki-laki sejati, sebagaimana nampak dalam diri Yesus puteraMu, yang bijaksana dan tegas melawan semua godaan, yang melindungi orangorang lemah, yang bersahabat dengan siapa saja Tugas Merumuskan pesan dari kutipan 1 Korintus 6:13-20 berkaitan dengan panggilan memperkembangkan diri

Tumbuh dan Berkembang Bersama Orang Lain 

Manusia diciptakan Allah sebagai pribadi unik, sebagai perempuan atau laki-laki. Dalam perkembangan dan pertumbuhannya manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Ia tidak dapat hidup tanpa bantuan sesama. Itulah sebabnya manusia disebut makhluk sosial. Empat lingkup hidup tempat manusia bertumbuh dan berkembang, adalah keluarga, jemaat (Gereja), sekolah, dan masyarakat. Masing-masing lingkup memberi peran dan pengaruh secara khas. Dalam bab ini, kamu akan diajak untuk melihat dan menyadari kembali peranan keempat lingkup hidup itu dalam perkembangan diri. Dengan demikian diharapkan kamu dapat semakin mampu bersikap positif terhadap keempat lingkup tersebut, dan mampu menempatkan diri lebih baik lagi dalam pergaulan dengan sesama. Topik-topik yang akan dibahas dalam Bab ini adalah sebagai berikut. A. Peran Keluarga bagi perkembanganku B. Peran sekolah bagi perkembanganku C. Peran Gereja bagi perkembanganku D. Peran masyarakat bagi perkembanganku E. Berteman F. Bersahabat G. Berpacaran

Peran Keluarga bagi Perkembanganku Doa Allah,

Bapa Yang Pengasih dan Penyayang, kami bersyukur karena kasihMu kepada kami melalui keluarga kami, terutama melalui kedua orang tua kami, yang dengan penuh cinta dan pengabdian telah memelihara kami. Bantulah kami, agar kami pun dapat mencintai mereka melalui doa dan peran kami dalam keluarga, Keluarga Kudus Nazaret, hadirkanlah semangatMu dalam keluarga kami agar keluarga kami menjadi surga yang indah tempat kami saling mengasihi dan tempat kami untuk meluhurkan nama-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Keluarga yang Diidamkan dan Tantangannya

Beberapa tahun yang lalu, salah satu stasiun TV swasta menayangkan satu sinetron bertema keluarga. Sinetron tersebut menggambarkan dinamika kehidupan sebuah keluarga sederhana yang sangat indah. Simak dan resapi syair lagu berikut. Keluarga Cemara Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga. Selamat pagi emak. Selamat pagi abah. Mentari pagi ini bersinar indah. Terima kasih emak. Terima kasih abah. Bentuk kami perkasa. Putra-putri yang siap berbakti. (Soundtrack Film “Keluarga Cemara” Stasiun Televisi RCTI)

1. Tanyakanlah apa yang belum kamu pahami dari syair lagu Keluarga Cemara tersebut ! 2. Ungkapkanlah kesanmu terhadap syair lagu tersebut! 3. Diskusikan bersama teman-temanmu pertanyaan berikut ini: a. Menurutmu apa yang menjadi ciri keluarga ideal/yang diidamkan? b. Siapakah yang bertanggung jawab untuk mewujudkan keluarga ideal yang kamu idamkan itu? Bagaimana cara melakukannya ? c. Apa tantangan yang dapat menghambat terwujudnya keluarga zaman sekarang sehingga kondisi ideal itu sulit tercapai ? d. Pertanyaaannya sama dengan pertanyaan no 5 hal 49

Peran Keluarga Bagiku

Keluarga adalah satu bentuk persekutuan hidup atau komunitas terkecil yang terdiri atas beberapa anggota yang memiliki sikap, karakter, kesibukan, masalah, dan kepentingan berbeda-beda. Maka untuk menciptakan keluarga yang ideal butuh peran aktif, tangung jawab, dan pengorbanan dari setiap anggotanya. Di balik masih adanya kekurangan dalam keluargamu, kamu perlu sadar bahwa bagaimanapun keluarga dan setiap anggota keluarga mempunyai peran yang cukup besar dalam pertumbuhan dan perkembanganmu.

a. Setelah mengamati foto-foto di atas, coba temukan dan tuliskan pengetahuan dan keterampilan apa yang kamu peroleh dalam keluarga, sejak kecil hingga sekarang ini dalam buku catatanmu?

b. Dalam keadaan hening kamu ingat kembali peran masing-masing angggota keluarga bagi pertumbuhan dan perkembanganmu. Untuk merumuskan hal tersebut.

Peran Keluarga bagi Perkembangan Diri Menurut Ajaran Gereja

Gereja memandang penting peranan keluarga sebagai wadah pembinaan anak-anak. Keluarga menjadi tempat dan lingkungan pertama bagi setiap orang sejak ia dilahirkan. Oleh karena itu, apa saja yang diterima dalam keluarga akan sangat berpengaruh pada perkembangan diri seseorang. Pandangan tersebut dapat kita simak dari Konsili Vatikan II , Pernyataan tentang Pendidikan Kristen, sebagai berikut.

Artikel 3

Karena orang tua telah menyalurkan kehidupan kepada anak-anak, terikat kewajiban amat berat untuk mendidik anak mereka. Maka orang tualah yang harus diakui sebagai pendidik mereka yang pertama dan utama. Begitu pentinglah tugas mendidik itu, sehingga bila diabaikan, sangat sukar pula dapat dilengkapi. Sebab merupakan kewajiban orang tua: menciptakan lingkungan keluarga, yang diliputi semangat bakti kepada Allah dan kasih sayang terhadap sesama sedemikian rupa, sehingga menunjang keutuhan pendidikan pribadi dan sosial anakanak mereka.

Maka keluarga itulah lingkungan pendidikan pertama keutamaan-keutamaan sosial, yang dibutuhkan oleh setiap masyarakat. Adapun terutama dalam keluaraga kristen, yang diperkaya dengan rahmat serta kewajiban Sakramen Perkawinan, anak-anak sudah sejak dini harus diajar mengenal Allah serta berbakti kepada-Nya dan mengasihi sesama, seturut iman yang telah mereka terima dalam Baptis. Disitulah anak-anak menemukan pengalaman pertama masyarakat manusia yang sehat serta Gereja. Melalui keluargalah akhirnya mereka lambat-laun diajak berintegrasi dalam masyarakat manusia dan umat Allah. Maka hendaklah para orang tua menyadari, betapa pentinglah keluarga yang sungguh kristen untuk kehidupan dan kemajuan umat Allah sendiri.