Tentang Mengidentifikasi Tokoh Cerita Rakyat dan Cerita Dongeng

Tentang Mengidentifikasi Tokoh Cerita Rakyat dan Cerita Dongeng

Tentang Mengidentifikasi Tokoh Cerita Rakyat dan Cerita Dongeng

Tokoh Cerita Rakyat
Tokoh Cerita Rakyat

Tokoh Cerita Rakyat – Pernahkah Anda membaca atau mendengar cerita rakyat Nusantara? Contohnya, Legenda Gunung Tangkuban Perahu, cerita Bawang Putih Bawang Merah, Yuyu Kangkang, dan lainlain. Semua itu adalah kekayaan negeri kita. Kita harus bangga karenanya. Dengan adanya cerita rakyat tersebut, artinya bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya. Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih memahami informasi yang berasal dari cerita rakyat, buku teks, dan hasil wawancara. Ketiga hal tersebut dapat didentifikasi sehingga Anda dapat memberikan tanggapan atas hasil rangkuman atau simpulannya. Pada latihan pengidentifikasian cerita rakyat, Anda akan berlatih menganalisis unsur-unsur karya sastra sekaligus menyerap nilai-nilai didaktik yang terkandung di dalamnya. Keduanya merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian cerita rakyat Nusantara. Kemudian, dengan banyak membaca buku, Anda telah mencerminkan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Di samping itu, dengan melakukan analisis terhadap hasil wawancara, Anda dapat belajar memahami prinsipprinsip kesopanan dalam bertindak tutur.

Tokoh Cerita Rakyat

Mengidentifikasi Tokoh Cerita Rakyat

Dalam pelajaran 7C dan 8C, Anda telah belajar membaca karya sastra Melayu klasik berupa hikayat. Karakteristik hikayat hampir sama dengan cerita rekaan. Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih menganalisis hal-hal menarik dari tokoh cerita rakyat. Anda akan mempelajari jenis-jenis cerita rakyat dan menganalisis keunikankeunikannya. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah menguasai dan memahami pelajaran tentang cerita rakyat.

Untuk dapat memahami cerita rakyat dengan baik, Anda akan belajar mengidentifikasi karakteristik cerita rakyat yang didengarkan, menentukan isi dan atau amanat yang terdapat dalam cerita rakyat, menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat, membandingkan nilai-nilai dalam cerita rakyat dengan nilai-nilai masa kini dengan menggunakan kalimat efektif, dan mengungkapkan kembali cerita rakyat dalam bentuk sinopsis. Berikut ini ada cerita rakyat dari daerah Sambas. Cerita rakyat berikut dapat dituturkan oleh salah seorang teman atau guru Anda. Anda dan teman-teman Anda yang lain mendengarkan dengan saksama. Agar dapat mendengarkan dengan baik, tutuplah buku masing-masing.

Raden Sandhi

Tokoh Cerita Rakyat – Sekarang kita sudah berkumpul, saya akan menceritakan tentang kisah kematian Raden Sandhi. Menurut kepercayaan orang Sambas, Raden Sandhi itu bukannya mati, mayatnya dibawa orang kebenaran, orang halus, orang Paloh. Sebelum saya ceritakan Raden Sandhi itu, lebih baik saya ceritakan tentang Paloh, yakni tentang keangkerannya. Sampai saat ini mungkin orang daerah Sambas di sini masih percaya dengan keangkerannya, soalsoal mistik begitulah kita sekarang. Menurut kepercayaan orang daerah Sambas kalau kita akan pergi ke Paloh, pertama kita tidak boleh berteriak-teriak atau memekik di dalam hutan. Kedua bersiul juga dilarang. Ketiga berkata tidak baik, Nah begitulah cerita orang Sambas tentang daerah Paloh. Nah, sekarang saya akan bercerita tentang kematian Raden Sandhi tadi. Raden Sandhi itu termasuk keluarga orang yang baik-baik beliau keturunan Rajaraja Sambas. Kelakuannya sangat berbeda dengan saudaranya yang lain.

Tokoh Cerita Rakyat – Salah satu kebiasaan yang paling disukai dan sering dilakukannya yaitu berburu. Kalau sudah berburu biasanya dua atau tiga hari baru pulang ke rumah. Dan hal inilah, sekali-kali orang tuanya memberi teguran. Pada suatu ketika, Raden Sandhi dipanggil oleh orang tuanya dan berkata : “Sandhi, kamu aku lihat lain dari pada saudara-saudaramu. Selalu saja kau pergi kehutan, atau sampai ke daerah Paloh berburu mencari burung, kijang, pelanduk. Hasilnya tidak ada juga. Jadi aku rasa lebih baik kamu tinggal di rumah saja, itu anak istrimu siapa yang akan mengurusnya. Kami memang sanggup memberinya makan, tapi kamu sebagai suaminya, kamu yang lebih banyak memberi perhatian, mendidik. Baik itu kepada anakanakmu, istrimu, itu adalah tanggung jawabmu. Raden Sandhi, orangnya pendiam dan tidak suka berbicara yang tidak ada gunanya, terlebih-lebih kepada orang tuanya dan bagaimanapun kemarahan orang tuanya tadi, ia diam saja, namun di dalam hatinya karena itu telah menjadi kebiasaannya yang suka berburu. Pada suatu hari Raden Sandhi seperti biasa, akan pergi berburu senjatanya yang akan dipergunakan untuk pergi berburu. Lalu ia pergi menemui istrinya, ” Oi, hari ini, aku akan pergi berburu lagi. Entah satu hari, dua hari aku tidak tahu. Cuma aku minta, supaya kepergianku itu, jangan kau ceritakan dengan ayah, dengan ibu,” mengapa pula, kata istrinya, saya baru saja dimarahi oleh ibu, supaya jangan pergi berburu, padahal hatiku selalu saja ingin pergi berburu. Jadi seorang istri haruslah patuh terhadap suami,”. Mengerti, jawab sang istri. Hanya jangan lama-lama. Maklumlah di dalam hutan, mesti ada sesuatu yang dikhawatirkan,”. Tidak, aku pergi tidak terlalu lama, mungkin hanya dua hari saja. Baiklah, kata istrinya.” Nanti kalau ayah bertanya, katakan aku tidak pergi kemana-mana. Hanya pergi dekat saja. Hanya nanti kalau kamu akan pergi bawalah teman. Jangan pergi sendiri, maklumlah di dalam hutan. Binatang banyak, seperti ular, beruang, dan binatang lainnya yang dapat menyusahkan kita, kata istrinya. “Ialah aku membawa kawan, tapi siapakah kawanku, kata Raden Sandhi. Maka berangkatlah Raden Sandhi tadi. Dengan kedua orang temannya pergilah mereka bertiga berjalan. Mereka berjalan keluar masuk hutan, keluar masuk jurang tidak juga bertemu dengan binatang yang dicari. Apalagi rusa, kijang, pelanduk, burungpun tidak dijumpai. Karena belum juga ketemu dengan binatang buruannya dan sudah menjadi sifat Raden Sandhi, kalau belum dapat belum pula ia puas. Makan pun Raden Sandhi lupa apalagi minum. Akhirnya sampailah mereka ke daerah Paloh. Sesampai di Paloh, terdengar burung, Ciit …. Ciit ……. Ciit”. Kawan Raden Sandhipun berkata, ” Den itu ada bunyi burung. “Mana ? “itu, di batang kayu.” Raden Sandhipun melihat ke atas. Dilihatnya benar, ada seekor burung, namun burung itu sangat aneh bentuknya. Sangat berbeda dengan burung-burung yang lain. Tidak juga besar, tidak juga kecil. Burungnya bagus, cantik benar burung itu. Warnanya bermacam-macam, ada hijau, ada merah, kakinya kekuning-kuningan. Pendek kata menarik, sangat menarik hati. “Ku sumpit saja burung itu. Kalau ku sumpit, mudah-mudahan burung itu tidak mati dan aku dapat memeliharanya,” kata Raden Sandhi. Kemudian di sumpitnya lah burung itu dan kena, tepat di kepalanya dan matilah burung tersebut. Sedihlah hati Raden Sandhi karena burung tersebut mati. ” Sayang, burung itu, kalau tidak mati akan kupelihara”. Apa boleh buat, walaupun mati akan kubawa pulang. Kata Raden Sandhi pada temannya.

Tokoh Cerita Rakyat – “Wah, wah, kita pulang saja, sudah hampir dua hari kita berburu tidak juga mendapat hasil buruan hanya dapat burung satu ekor saja. Akan kusalai, agar bulunya tidak rusak sewaktu dibungkus dan akan kusimpan saja. ” Iyalah, ” jawab teman – temannya. Pulanglah Raden Sandhi, sampai di rumahnya Raden Sandhi bercerita, badannya kurang sehat, mengapa ya badanku kurang sehat, bulu kuduk terasa berdiri. Mungkin aku sakit. Pada mulanya tidak merasakan apa-apa sampai beberapa hari kemudian, badan Raden Sandhi masih juga belum sehat. Raden Sandhi merasakan demam setelah pergi ke Paloh !. Lalu dia pergi menghampiri istrinya, ada apa dengan badanku, kata Raden Sandhi kepada istrinya. Sakit barangkali aku ini.” Sudah tiga hari badanku ini panas dingin, bulu kuduk aku terasa berdiri, rasanya tidak nyaman sekali, apa ya obatnya ?”. kata Raden Sandhi kepada istrinya. Tidak tahu, jawab istrinya. Cari dukun saja yang dekat-dekat sini. Maka sang istri mencari dukun untuk mengobati suaminya tadi. Tidak lama kemudian datanglah sang dukun dan bertanya kepada Raden Sandhi, “Sakit apa, Den ?” “Entahlah, badan aku ini rasanya kian hari kian melemah saja, bulu kuduk terasa berdiri. Demam ada juga tapi badan rasanya sakit semua. Raden dari mana, sampai sakit begini ? tanya sang dukun kepada Raden Sandhi. Saya pergi berburu ke Paloh, pulang dari berburu, badan saya terasa panas dingin, rasanya bulu merinding. Oh kalau begitu Raden terkena orang halus barangkali, kata sang dukun pula. Lalu diobatinya Raden Sandhi, sesudah diobati dengan obat orang kampung tadi, dengan berjenis-jenis ramuan yang terbuat dari kayu-kayu, lalu dibacakannyalah mantra. Setelah dukun tadi pulang, sakit Raden Sandhi bukannya sembuh, tapi penyakitnya bertambah parah, akhirnya Raden Sandhi tidak mau makan. Setelah beberapa lamanya Raden Sandhi sakit dan sakitnya tidak juga sembuh, akhirnya Raden Sandhi meninggal dunia. Layaknya orang meninggal tentulah dimandikan, dikapankan lalu dikuburkan seperti layaknya upacara penguburan. Setelah upacara penguburan selesai dilaksanakan, pada malam harinya istri Raden Sandhi mendapat mempi, dalam mimpi itu, mengatakan bahwa sebenarnya Raden Sandhi tidaklah mati, Raden Sandhi dibawa oleh orang halus pergi ke Paloh, untuk dijadikan raja oleh orang halus di sana karena raja mereka sudah tua, Raden Sandhi akan dijadikan menantu dan raja orang halus di tempat tersebut. Yang dimakamkan itu bukannya Raden Sandhi, melainkan hanya sebatang kedebok pisang saja dan itulah yang ditanam, kata orang halus di dalam mimpi sang istri. Orang halus tadi juga berpesan untuk memberitahukan mimpinya kepada orang tua Raden Sandhi.

Tokoh Cerita Rakyat – Lalu tersadarlah sang istri dari mimpinya, dan kemudian bercerita kepada kedua orang tua Raden Sandhi beserta keluarganya. Bahwa yang dikuburkan itu bukanlah jasad tubuh Raden Sandhi melainkan hanya sebatang gedebok pisang dan suaminya dibawa pergi ke paloh oleh orang halus untuk dinikahkan dengan anak Raja Paloh. Begitulah cerita istri Raden Sandhi, maka gemparlah mereka mendengar cerita sang istri tadi. Sang ayah menyesali kelakuan Raden Sandhi yang sudah sering diingatkan untuk tidak pergi berburu, apalagi pergi berburu sampai ke Paloh. “Sudah kita tahu bersama, bahwa Paloh itu tempat orang-orang kebenaran, apalagi kedatangannya ke Paloh hanya untuk pergi berburu, membunuh binatang lagi. Namun apa daya semuanya telah terjadi. Mungkin itu sudah suratan takdir Raden Sandhi,” kata ayahnya. Kita teruskan cerita kita dahulu, setelah Raden Sandhi dibawa ke Paloh, Raden Sandhi dinikahkan dengan anak Raja Paloh. Pada masa itulah Raden Sandhi menjadi Raja Paloh dan berkuasa di daerah Paloh. Pada saat sekarang ini juga masih banyak masyarakat yang mempercayainya dan menurut cerita apabila akan pergi ke Paloh, jangan lupa menyebut nama Raden Sandhi, sambil berkata, “Den, Raden, kami datang ke Paloh daerah kekuasaan dato’ ( panggilan untuk Raden Sandhi ) kami juga masih keluarga dari Sambas, janganlah kami diganggu”, begitlah bunyi ucapannya. Selain itu ada juga syarat yang harus dilakukan bagi yang akan ke Paloh yaitu 1. Jangan sekali-sekali berani berteriak-teriak 2. Jangan sekali-kali bersiul-siul itu tabu sekali dilakukan 3. Jangan sekali-kali membunuh binatang yang berguna seperti burung ( jenis apa saja ) dan yang lainnya. Selain itu juga tidak boleh berbicara kotor dan bersiul-siul. Apabila hal-hal semacam ini dilanggar maka akan ada akibatnya. Begitulah, ceritanya. Jadi kepercayaan itu masih tetap dipegang hingga saat ini. Orang yang masuk ke daerah Paloh tidak berani sembarangan. Daerah itu ( Paloh ) dijaga oleh Raden Sandhi. Benar atau tidaknya cerita ini’, Wallahualam.

Sumber: www.sambas.go.id

 

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Rakyat  – Begitu perlunya kita mempelajari cerita rakyat, sebab cerita rakyat merupakan peninggalan masa lalu. Orang bijak adalah orang yang tidak melupakan masa lalu. Pada Bab ini kalian akan melanjutkan pembelajaran mendengarkan cerita rakyat. Kalian pun harus mengulang lagi pembelajaran mendengarkan informasi dari media cetak atau elektronik. Pembelajaran tentang memahami karya sastra Melayu klasik pun harus kalian perdalam. Di dalamnya mengandung petuah, unsur moral, dan pendidikan. Pembelajaran baru dalam bagian ini adalah kalian belajar menyusun teks pidato dan menghubungkan isi puisi dengan realita.

Dongeng Cerita Rakyat
Dongeng Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Rakyat

Mendengarkan Cerita Rakyat

Pada Bab X, kalian telah membahas cerita rakyat. Kalian telah dapat menemukan hal-hal menarik tentang tokoh cerita rakyat. Pada pertemuan ini, kalian akan melanjutkan membahas cerita rakyat. Hal yang akan kalian pelajari adalah hal-hal menarik tentang latar cerita rakyat. Agar lebih jelas, dengarkan cerita rakyat yang akan dibacakan temanmu berikut!

Dongeng Cerita Rakyat  – Sandubaya dan Lala Seruni

Suatu malam di bulan purnama, Raja Lombok pergi bersembahyang ke Pura Kayangan. Pada waktu itu, Raja Lombok masih beragama Hindu, begitu pula rakyatnya. Raja Lombok, Prabu Kertajagat, pergi bersama istri dan keluarga kerajaan. Malam diterangi bulan. Di sekitar pura dipasang lampu minyak kelapa sehingga pelataran pura itu semakin terang. Para patih dan punggawa ikut bersembahyang dengan khidmat. Di pura itu hadir pula sepasang pengantin baru bernama Demung Sandubaya dan istrinya, Lala Seruni. Sandubaya adalah adik Demung Brangbantun, sedangkan Lala Seruni anak Rangga Bumbang. Baru sebulan mereka menikah. Kehadiran Lala Seruni dilihat oleh raja. Raja sangat takjub melihat kecantikan Lala Seruni. Kecantikannya tidak ada bandingnya di tempat itu. Cahaya wajah Seruni bagaikan bulan purnama yang sedang bersinar di langit. Raja langsung tergila-gila kepada Lala Seruni dan ingin memperistrinya. Pendeta istana dan para patih menjadi gelisah. Kemudian, para pembesar negeri berunding. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengambil Lala Seruni sebagai istri raja. Lalu, mereka mencari cara untuk memisahkan Sandubaya dengan istrinya. Sandubaya sengaja diajak pergi berburu ke Gamba 11.1 hutan Gebong.

Dongeng Cerita Rakyat

Pada malam harinya, sebelum berangkat ke hutan Gebong, Lala Seruni memperingatkan suaminya akan niat busuk raja. Ia melarang suaminya pergi berburu bersama raja. Sandubaya menolak bujukan istrinya karena tidak mau ingkar kepada raja untuk ikut berburu. ”Adikku, Lala Seruni, relakanlah Kakak pergi ke hutan Gebong. Bila Kakak menemui ajal di situ, akan kunantikan arwahmu di Menanga Baris,” kata Sandubaya kepada istrinya. Lanjutnya, ”Adikku, bila nanti kudaku, si Gagar Mayang, pulang sendiri, itu tandanya Kakak sudah mati. Segeralah engkau mencariku ke hutan Gebong!” Lala Seruni menangis sedih mendengar pesan suaminya itu.

Pagi-pagi sekali, berangkatlah Sandubaya bersama rombongan raja ke hutan Gebong. Sewaktu Sandubaya sedang asyik mengejar rusa, tiba-tiba beberapa orang prajurit raja menombaknya dari belakang. Sandubaya pun terjatuh dari kudanya dengan berlumuran darah. Kuda Gagar Mayang segera berlari pulang. Anjing pemburu Sandubaya yang bernama si Getah menyerang para prajurit. Akan tetapi, si Getah ditombak dan mati bersama tuannya. Lala Seruni yang gelisah menunggu kedatangan suaminya. Melihat Gagar Mayang pulang sendirian, tahulah ia bahwa suaminya telah dibunuh. Ia pun melompat ke punggung Gagar Mayang dan secepat kilat menuju hutan Gebong. Sesampai di tempat suaminya terbunuh, Lala Seruni melompat turun dari kuda. Ia memeluk mayat suaminya sambil menangis. Lukaluka suaminya diusap dengan rambutnya yang panjang lebat. Air matanya dipakai untuk memandikan mayat Sandubaya.

Dongeng Cerita Rakyat

Gagar Mayang menyepak-nyepak tanah untuk membuat kubur. Ketika matahari akan terbenam, Sandubaya dikuburkan di bawah sebatang pohon maja. Keluarga dan kerabat hadir pula di situ dalam keadaan sedih. Keesokan harinya, datanglah rombongan raja ke rumah Lala Seruni. Mereka ingin membawa Lala Seruni ke istana. Lala Seruni memberontak, tetapi tidak berdaya melawan para prajurit. Patih Lombok juga ingin mengambil Gagar Mayang, tetapi kuda itu marah. Dia menggigit dan menyepak sang patih sampai luka parah. Lalu, para prajurit menombak si Gagar Mayang sampai mati. Lala Seruni dibawa ke istana dengan tandu dalam keadaan pingsan. Sesampai di istana, ia mengamuk seperti orang gila. Berharihari ia tidak mau makan dan minum. Raja sempat sedih dan berusaha membujuk Lala Seruni setiap hari. Suatu hari, tiba-tiba Lala Seruni berubah menjadi tenang. Ketika raja mendekatinya, ia minta agar sebelum dinikahi, hendaknya ia diberi kesempatan untuk mandi di Menanga Baris. Raja sangat bersuka cita mendengar permintaan Lala Seruni. Lalu, dipanggilnya patih untuk mempersiapkan para pengiring. Tidak lama kemudian, berangkatlah Lala Seruni bersama raja dan rakyat menuju Menanga Baris. Lala Seruni meminta untuk dipetikkan bunga teratai merah itu. Raja memerintahkan para prajurit untuk memetik bunga teratai itu. Begitu prajurit berjalan ke tengah air, mereka diserang sekelompok ikan laut dan kerang. Mereka menjerit kesakitan. Banyak prajurit terluka parah. Akan tetapi, Lala Seruni tetap meminta raja agar memetik teratai itu. Akhirnya, Prabu Kertajagat sendiri berenang ke tengah laut. Ketika raja berenang, datang beratus-ratus ikan menyerangnya. Raja berteriak minta tolong. Cepat-cepat, patih menyelamatkan rajanya yang sudah pingsan diserang ikan dan kerang.

Teratai merah semakin menepi ke arah Lala Seruni. Setelah dekat, ia melompat ke atas bunga teratai merah itu. Kemudian, teratai merah itu lenyap membawa Lala Seruni ke tempat penantian suaminya di alam barzah. Demung Brangbantun, kakak Sandubaya, sangat marah mendengar berita kematian adiknya. ”Hai, Raja Jahil, tunggu pembalasanku!” teriaknya di depan para pengikutnya. Ia mempersiapkan pasukan untuk memberontak kepada Raja Lombok. Pasukan Brangbantun sangat gesit dan sakti. Mereka mengendarai kuda-kuda yang sangat kencang larinya. Dalam waktu satu bulan berperang, kalahlah pasukan Raja Lombok di medan pertempuran. Raja Lombok sangat kecewa mendengar berita kekalahan pasukannya. Lalu, Prabu Kertajagat mengakhiri hidupnya. Matilah raja zalim itu. Mayatnya dibakar di Pura Kayangan dan abunya dibuang di Selat Alas.

Dongeng Cerita Rakyat

Sumber: Cerita Rakyat dari Lombok, G. Parman dan Slamet Riyadi Ali

1. Apakah amanat yang dapat kalian tangkap dari cerita rakyat ”Sandubaya dan Lala Seruni”? 2. Jelaskan hal yang menarik tentang latar dalam cerita rakyat tersebut!

Mengomentari Informasi 

Pada Bab X, kalian telah belajar menyampaikan tanggapan berupa dukungan terhadap informasi. Pada pertemuan ini, kalian akan kembali menanggapi informasi dengan kritikan. Tentu saja ketika mengkritik sebuah informasi dari media cetak ataupun elektronik, hendaknya kritik tersebut bersifat membangun. Maksudnya, selain mencari kekurangan, juga harus memberikan solusi pemecahan. Dengan demikian, sebuah informasi akan lebih lengkap, baik, dan benar serta bermanfaat. Perhatikan informasi dari media cetak berikut dengan saksama!

Cara Mudah Belajar

Fisika Pelajaran ilmu pasti seperti fisika sering kali dianggap momok yang menakutkan bagi sebagian besar siswa sekolah. Tak heran jika nilai yang diperoleh sering kali jauh dari eskpektasi yang diharapkan. Padahal, hal ini mungkin tidak akan terjadi jika cara belajar siswa diubah. Siapa tahu dengan metode baru ini, fisika bisa menjadi salah satu mata pelajaran favorit yang diminati para siswa. Alih-alih belajar menggunakan teks book, siswa bisa memanfaatkan komputer untuk memahami fisika. Caranya dengan menggunakan software edutainment Hallo Physics. Peranti lunak ini memadukan antara pendidikan dan entertainment. Peranti lunak yang dikembangkan oleh PT Equinox Sains Media ditujukan untuk menghadirkan metode belajar fisika secara interaktif, mudah, dan menyenangkan. Pembuatannya melibatkan Prof. Yohanes Surya yang sukses menelurkan juara-juara olimpiade, sebagai narasumber. Menurut Roy Adimulyo, Direktur PT Equinox Sains Media, Hallo Physics adalah software pendidikan yang khusus ditujukan bagi para pengguna komputer, terutama pelajar sekolah menengah yang ingin mengeksplorasi penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran ilmu sains secara efektif dan interaktif. Software ini mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih komunikatif, yaitu dengan menggunakan sisten interaktif yang didukung oleh tampilan grafis dan animasi yang menarik. Penggunaan visualisasi sebagai pengganti kata-kata membuat materi pengajaran menjadi lebih mudah dipahami siswa. Dengan adanya gambar dan suara, diharapkan siswa dapat memahami fisika dengan lebih mudah. Proses belajar pun menjadi lebih aktif dan efektif. Seluruh materi yang dikaji langsung oleh para ahli sains membuat akurasi data menjadi bagian penting dari media alternatif ini. Penggunaan animasi grafis menjadi sangat efektif untuk menggambarkan proses atau mekanisme suatu fenomena sains kepada siswa. Ini merupakan salah satu hal yang cukup sulit disampaikan dalam proses mengajar secara konvensional di sekolah. Software yang akan tersedia mulai Maret 2007 ini dikemas bersama produk PC desktop terbaru Hewlett Packard (HP), yaitu HP Pavilion a5000 Series. Sumber: Republika, 5 Maret 2006

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Materi Tentang Mendengarkan Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat
Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat – Kalian tahu bahwa sastra lisan atau cerita rakyat memiliki nilai budaya, moral, dan pendidikan. Oleh karena itu, kalian harus mampu memahami isi cerita rakyat, terutama mengenai hal-hal yang menarik, pesan moral, dan pendidikan. Melanjutkan pembelajaran terdahulu, pada pembelajaran kali ini kalian akan memperdalam pembelajaran menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik. Isi berita yang berada di dalam teks, bisa dipahami dengan cara memindai. Kalian akan diajak belajar berwawancara dan menuliskan hasil wawancara ke dalam bentuk karya jurnalistik. Kalian belajar menulis karya jurnalistik dengan rumus 5W+1H, what-who-where-when-why dan how. Kalian akan belajar bahasa tentang kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Mendengarkan Cerita Rakyat

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Banyak cerita yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Ceritacerita tersebut kadang masih dipercayai kebenarannya oleh masyarakat. Ada berbagai macam cerita rakyat, baik yang berupa legenda, mite, maupun dongeng. Cerita rakyat apa saja yang kalian ketahui? Untuk menambah wawasanmu tentang cerita rakyat, dengarkan cerita rakyat yang akan dibacakan temanmu berikut!

Asal Usul Gunung Penanggungan

Dahulu kala, Pulau Jawa masih dalam keadaan terapung-apung di lautan luas. Tempatnya pun berpindah-pindah. Arus lautlah yang membuat Pulau Jawa berpindah-pindah. Hal itu karena Pulau Jawa saat itu masih sangat ringan. Belum banyak pegunungan yang menjadi pemberatnya. Keadaan Pulau Jawa saat itu membuat Batara Guru prihatin. Batara Guru adalah raja para dewa. Dia dengan dibantu para dewa bertugas menjaga seluruh dunia ciptaan Tuhan. Batara Guru mencari akal untuk membuat Pulau Jawa menjadi berat agar tidak selalu berpindah-pindah tempat. Kegundahan hati Batara Guru diketahui oleh Batara Narada. Batara Narada adalah dewa tertua yang menjadi penasihat Batara Guru. Batara Narada segera menemui Batara Guru. Batara Guru berterus terang kepada Batara Narada. Batara Narada menganggukangguk setelah mengetahui persoalan yang membuat hati Batara Guru gundah.

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

”Sebaiknya, kita potong saja puncak Gunung Mahameru di India. Potongan puncaknya kita bawa ke Pulau Jawa. Dengan begitu, Pulau Jawa akan menjadi berat,” kata Batara Narada. ”Benar juga pendapat Kanda Narada. Baiklah, sekarang kumpulkan para dewa. Suruh mereka memotong puncak Gunung Mahameru. Taruh potongan puncak gunung itu di Pulau Jawa!” kata Batara Guru. Batara Narada segera melaksanakan perintah Batara Guru. Dikumpulkannya seluruh dewa. Diajaknya mereka terbang ke India untuk memotong puncak Gunung Mahameru. Potongan puncak Gunung Mahameru itu digotong beramai-ramai oleh para dewa. Mereka menggotongnya sambil terbang. Saat sampai di sebelah barat Pulau Jawa, para dewa kelelahan. Potongan puncak gunung itu pun meluncur jatuh. Akibatnya, Pulau Jawa menjadi miring ke barat. ”Apa yang kalian lakukan? Lihat! Akibat perbuatan kalian, Pulau Jawa menjadi miring ke barat. Cepat ambil potongan puncak gunung itu!” teriak Batara Narada. Para dewa cepat mengambil potongan puncak gunung itu. Mereka terbang kembali sambil membawa potongan puncak gunung menuju ke timur. Saat dibawa menuju ke timur itulah, ada serpihanserpihan tanah yang tercecer. Serpihan-serpihan itu jatuh dan menjadi beberapa gunung. Di atas Pulau Jawa sebelah timur, para dewa kembali kelelahan. Potongan puncak gunung yang mereka bawa pun jatuh lagi. Kini, Pulau Jawa menjadi miring ke timur. Namun, kemiringannya tidaklah banyak. Batara Narada terbang berkeliling untuk melakukan pengamatan dengan jeli. Sambil terbang berkeliling, pikirannya sibuk mencari akal agar Pulau Jawa dapat seimbang. Akhirnya, ditemukan juga jalan keluarnya.

Dongeng Cerita Cerita Rakyat

Batara Narada segera menyuruh para dewa membawa terbang kembali potongan puncak gunung yang jatuh itu. ”Ayo, ikut aku!” ajak Batara Narada pada para dewa yang membawa terbang potongan puncak gunung. ”Kalau aku bilang jatuhkan, segera jatuhkan potongan puncak gunung itu!” Di atas sebuah tempat, Batara Narada berhenti. Ia mengamati ke bawah. Sesekali, ia juga memandang ke barat dan timur. Batara Narada pun mengangguk-angguk puas. ”Ya, sekarang jatuhkan!” ujar Batara Narada. Para dewa segera menjatuhkan potongan puncak gunung itu. Potongan puncak gunung itu kemudian menjadi sebuah gunung. Gunung itulah yang menanggung keseimbangan Pulau Jawa. Batara Narada menamakan gunung itu Gunung Penanggungan. Para dewa bisa bernapas lega. Batara Narada juga tersenyum puas. Batara Narada kemudian terbang untuk melaporkan kepada Batara Guru. ”Tugas yang Dinda bebankan kepada Kanda sudah selesai. Pulau Jawa tak akan hanyut lagi terbawa arus lautan. Potongan puncak Gunung Mahameru sudah kuletakkan di tempat yang tepat. Potongan puncak Gunung Mahameru itu telah menjadi sebuah gunung yang kuberi nama Gunung Penanggungan,” kata Batara Narada. ”Terima kasih, Kanda Narada. Sekarang, antarkan aku melihat potongan puncak Gunung Mahameru itu kauletakkan!” ”Baik, Dinda Guru!” Batara Narada dan Batara Guru terbang bersama. Dari atas awan, Batara Guru melihat keadaan Pulau Jawa yang sekarang telah banyak gunungnya. Pulau Jawa pun sudah seimbang. Tidak lagi terombangambing oleh ombak lautan. Batara Guru lalu memerhatikan sebuah gunung. Gamba 10.1 ”Ya, sekarang jatuhkan!” ujar Batara Narada.

”Itukah Gunung Penanggungan itu, Kanda Narada?” tanya Batara Guru. ”Benar, Dinda Guru!” ”Aku ingin turun ke Gunung Penanggungan itu. Ayo, Kanda Narada juga turun menemaniku!” Batara Guru dan Batara Narada turun ke Gunung Penanggungan. Mereka berdua melihat-lihat keadaan Gunung Penanggungan dari dekat. Sewaktu melihat-lihat itulah, Batara Guru mandi sampai enam kali. Akibatnya, seluruh air di Gunung Penanggungan menjadi habis. ”Seluruh air Gunung Penanggungan sudah habis kupakai mandi. Padahal, aku masih ingin mandi lagi,” kata Batara Guru. ”Di sebelah Gunung Penanggungan masih ada gunung lagi, Dinda Guru. Kelihatannya, airnya juga masih banyak. Mandilah ke sana!” Benar juga. Ternyata, gunung di sebelah Gunung Penanggungan masih banyak airnya. Hanya saja, air gunung itu berbau welirang (belerang). Oleh Batara Guru, gunung itu dinamakan Gunung Welirang. Sumber: Cerita Rakyat dari Mojokerto, Edy Sutanto

Dongeng Cerita Cerita Rakyat – Buka Wawasan

Legenda merupakan cerita yang mengisahkan terjadinya suatu tempat. Misalnya, terjadinya hutan, sungai, danau, dan lain-lain

1. Termasuk jenis apakah cerita rakyat tersebut? Jelaskan alasanmu! 2. Siapa tokoh dalam cerita tersebut? 3. Tuliskan hal menarik tentang tokoh dalam cerita tersebut! Dengarkan sebuah cerita rakyat yang disiarkan di radio atau di televisi dan tuliskan hal menarik tentang tokoh cerita tersebut!

Menanggapi Siaran atau Informasi dari Media Elektronik 

Kalian tentu sering mendengarkan siaran radio. Mungkin ada acara-acara tertentu yang kalian sukai. Misalnya, dunia kesehatan, pendidikan, atau siaran tentang dunia remaja. Jika kalian suka, berarti kalian dapat menyebutkan atau mengungkapkan dukungan terhadap acara tersebut.

Bacalah wacana di bawah ini dengan nada menyerupai penyiar radio! Selamat malam pendengar Super FM, terutama sobat muda yang selalu menemani saya di acara ”Koridor Sekolah”. Acara ini tidak saja diperuntukkan bagi kaum pelajar, tetapi untuk para guru dan orang tua. Acara ini merupakan ajang komunikasi dan interaksi antara siswa, guru, dan orang tua sebab mungkin saja antara anak-anak dengan gurunya atau dengan orang tua tidak nyambung. Mereka mengalami kemacetan sehingga penghuni ”Koridor Sekolah”, yaitu siswa-siswa malas belajar atau malas pulang ke rumah karena ada hubungan yang terputus dengan orang tuanya.

O, ya, topik kita kali ini tentang siswa bernama Handayani, siswa SMA kelas 3, dia mengeluh malas belajar. Padahal, sebentar lagi Handayani ini akan mengikuti UN. Handayani ini bukan siswa pemalas, tapi kenapa sekarang jadi malas, jadi ogah-ogahan sekolah. Handayani merasa prestasinya menurun, nilai-nilai ulangannya jeblok. Padahal, ia tidak pernah mendapat nilai 5 untuk Fisika, nilai 6 untuk Matematika, tapi kenyataannya sekarang begitu. Katanya, sih, jangankan untuk membaca buku, membukanya saja sudah malas. Alasannya, Handayani itu dipaksa oleh orang tuanya masuk ke fakultas kedokteran karena memang kedua orang tuanya dokter, begitu juga kakaknya. Orang tuanya bercita-cita ingin membuka klinik. Makanya, Handayani dipaksa masuk fakultas kedokteran. Namun, Handayani ngotot ingin masuk fakultas teknik karena merasa cita-citanya, dorongan hatinya, dan bakatnya ada di dunia teknik, bukan di kedokteran. Handayani lantas curhat ke gurunya. Kata Handayani, gurunya mengatakan, orang tua begitu karena sayang, karena sudah merencanakan masa depannya. Handayani berpikir, apakah masa depan harus ada di tangan orang tua? Apakah seorang anak tidak berhak menentukan nasibnya sendiri? Kalau memberontak terus, Handayani takut berdosa, takut menjadi anak durhaka! Nah, sekarang Handayani minta saran, baik dari orang tua, guru-guru, atau dari sobat-sobat mudanya. Untuk saran atau usulan dapat langsung telepon ke nomor radio kesayangan kalian ini, ya!

Teks tersebut dibacakan oleh salah seorang teman kalian, usahakan mirip dengan seorang penyiar yang tengah berbicara di radio. Silakan kalian menyimaknya, kemudian kerjakan soal-soal berikut! 1. Pokok-pokok informasi apa saja yang dikemukakan oleh penyiar tersebut? 2. Apa yang kalian ketahui tentang kasus Handayani? 3. Coba beri tanggapan terhadap acara radio tersebut berupa dukungan .

Dongeng Cerita Cerita Rakyat