Perubahan dan Pemeliharaan Ekosistem Alam

Perubahan dan Pemeliharaan Ekosistem Alam

Perubahan dan Pemeliharaan Ekosistem Alam

Pemeliharaan Ekosistem Alam – Ekosistem dari waktu ke waktu mengalami perubahan. Mengapa hal itu terjadi? Apa pengaruh dari perubahan ekosistem itu bagi makhluk hidup? Lalu bagaimana cara memelihara ekosistem supaya tetap seimbang? Untuk jelasnya simak uraian selanjutnya. 1. Perubahan Ekosistem Sepanjang masa ekosistem mengalami perubahan baik struktur maupun fungsi. Perubahan-perubahan ini mungkin hanya fluktuasi setempat yang tidak berarti, tetapi mungkin juga cukup besar sehingga dapat mengubah stabilitas hubungan suatu ekosistem. Perubahan ekosistem disebabkan oleh hal-hal berikut.

Pemeliharaan Ekosistem Alam

Pemeliharaan Ekosistem Alam
Pemeliharaan Ekosistem Alam

Pemeliharaan Ekosistem Alam

1. Perkembangan secara alami suatu ekosistem berupa perubahanperubahan yang berlangsung dalam ekosistem dalam perjalanannya menuju kedewasaan atau keseimbangan. Perkembangan alami ini dikenal dengan istilah suksesi.

2. Pengaruh atau faktor luar, biasanya akibat ulah manusia.

Pemeliharaan Ekosistem Alam

a. Suksesi Masih ingatkah kamu tentang dinosaurus? Masih adakah hewan tersebut saat ini? Di Indonesia, badak bercula satu, anoa, cendrawasih sudah termasuk langka. Mengapa bisa langka? Apabila sebidang sawah dibiarkan, tidak diolah apa yang terjadi dengan sawah tersebut? Kemudian apa pula akibat dari sebuah hutan yang mengalami kebakaran? Hal-hal di atas hanya sebagian kecil penyebab terjadinya perubahan ekosistem. Proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah secara teratur disebut suksesi. Suksesi terjadi akibat perubahan  lingkungan fisik dalam komunitas. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem klimaks. Dikatakan klimaks karena ekosistem tersebut sudah stabil atau tidak akan berubah lagi. Contoh klasik untuk menggambarkan peristiwa suksesi adalah kejadian di Gunung Krakatau, Banten. Pada tahun 1883 Gunung Krakatau meletus, semua kehidupan di gunung tersebut musnah.

Pemeliharaan Ekosistem Alam – Seratus tahun kemudian ternyata di Gunung Krakatau tersebut sudah terbentuk hutan kembali. Bagaimana proses pembentukan kembali komunitas di Gunung Krakatau tersebut? Mula-mula yang berkoloni adalah sejenis lumut kerak (lichen) dan beberapa jenis lumut tertentu. Asam-asam yang dieksresi oleh Lichen itu menghancurkan substrat batuan dan menyediakan sedikit tanah. Partikel tanah tambahan terbentuk karena penghancuran oleh iklim dan terbawa angin. Penghancuran dan pembusukan terhadap lichen dapat menambahkan sedikit humus sehingga lumut lain menetap. Setiap musim terdapat pertumbuhan baru, yang lama membusuk (menyediakan humus). Tidak lama kemudian tersedia cukup tanah untuk paku-pakuan dan kemudian tumbuh rerumputan, kemudian semak (perdu). Keadaan ini menyediakan kondisi pertumbuhan yang amat baik untuk biji-biji tumbuhan tinggi (pohon).

Pemeliharaan Ekosistem Alam – Biji, spora, dan benih dalam bentuk lain datang dari luar dan sampai ke substrat baru dibawa oleh angin, air, atau hewan. Tumbuhan atau organisme lain yang mampu menghuni untuk pertama kali disebut tumbuhan pelopor (vegetasi perintis). Disebut vegetasi perintis karena organisme tersebut mampu membuka lahan untuk hidupnya organisme lain. Suksesi yang terjadi pada suatu lahan yang rusak total (tidak ada organisme yang hidup) disebut suksesi primer. Jenis suksesi yang kedua adalah suksesi sekunder. Suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas atau ekosistem alami terganggu, baik secara alami maupun buatan, dan gangguan tersebut tidak merusak total ekosistem tersebut. Banjir, kebakaran, angin kencang, gelombang laut, dan penebangan hutan merupakan contoh-contoh gangguan tersebut. Proses dan faktor yang berperan dalam suksesi sekunder sama dengan yang berlaku pada suksesi primer. Contoh suksesi sekunder adalah tegalantegalan, padang alang-alang, belukar-belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan. Komunitas ini masih mengalami perubahan yang menuju ke arah komunitas klimaks, kecuali jika dalam proses ini terjadi lagi gangguan maka suksesi akan mundur lagi dan mulai lagi dari titik nol.

b. Faktor-Faktor Luar Selain disebabkan oleh peristiwa suksesi alam, perubahan-perubahan lingkungan disebabkan pula oleh ulah manusia. Bahkan ulah manusia sangat besar peranannya dalam mengubah keseimbangan lingkungan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberi kemudahan kepada manusia untuk memperlakukan lingkungan sesuai dengan kehendaknya. Penebangan hutan menjadi semena-mena. Pembukaan lahan untuk kepentingan-kepentingan tertentu, seperti real estate, villa, atau bahkan pabrik-pabrik industri dilakukan tanpa perhitungan yang matang, serta penggunaan dinamit atau trawl (pukat harimau) dalam menangkap ikan. Berikut adalah beberapa kenyataan perubahan lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia: 1) Menciutnya Areal Hutan Banyak hal yang dapat menyebabkan menciutnya areal hutan, antara lain: a) Penebangan liar Menurut penelitian tahun 1986/1987, penebangan kayu untuk tujuan komersial mencapai 80 ribu hektar/tahun. b) Kebakaran hutan Walaupun kebakaran hutan dapat terjadi secara alami, ulah manusia kadang-kadang dapat memicu peristiwa ini. Kebakaran hutan akan menurunkan kualitas tanah tersebut sehingga sulit untuk ditanami lagi. Dalam periode 1979-1984 kebakaran hutan mencapai 70 ribu hektar/ tahun. c) Pembukaan hutan untuk tujuan proyek-proyek pembangunan pada periode yang sama mencapai 250 hektar/tahun d) Akibat konversi lahan untuk perkebunan termasuk peladangan berpindah (di Sumatra, Kalimantan, dan Irian Jaya) mencapai 500 hektar/ tahun. 2) Meningkatnya pencemaran Menurut Supardi (1994) yang dimaksud pencemaran lingkungan adalah terjadinya pencemaran yang dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan terganggunya kesehatan serta ketenangan makhluk hidup, sedangkan menurut Sasatra Wijaya (1991) pencemaran lingkungan terjadi apabila ada penyimpangan dari lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran dan berakibat jelek terhadap lingkungan. 3) Macam-macam pencemaran Berdasarkan macamnya, pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran udara. a) Pencemaran Tanah Tanah merupakan sumber daya alam (SDA) yang mendukung pertumbuhan tanaman. Ketersediaan zat organik, anorganik, serta mikroorganisme akan menentukan kesuburan tanah. Tanah dapat tercemar dan kehilangan kesuburannya oleh bahan-bahan pencemar (polutan), seperti insektisida, fungisida, herbisida, penggunaan pupuk yang berlebihan, dan limbah industri. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh limbah yang tidak dapat menjadi tanah secara singkat, seperti plastik, kaca, dan styrofoam. b) Pencemaran air Pencemaran air, menurut Fardiaz (1992) adalah penyimpangan sifat-sifat dari keadaan normal. Dalam keadaan normal sebenarnya air telah mengandung bahan-bahan terlarut, seperti O2 , CO2 , N2 , debu dan partikel-partikel lain. Untuk menentukan apakah air itu tercemar, dapat diketahui dengan suatu pengujian. Parameter-parameter pengujian dapat berupa parameter fisik, misalnya suhu, perubahan warna, bau, kekeruhan, dan parameter kimia serta biologi (misalnya kandungan oksigen terlarut BOD/COD = Biochemical Oxygen Demand dan Chemical Oxygen Demand, pH, kandungan minyak, kandungan logam berat, dan jumlah organisme patogen).

Air dikatakan tercemar apabila bahan-bahan tersebut dalam jumlah yang melebihi ambang batas yang ditetapkan. Pada umumnya pencemaran air terjadi sebagai akibat dari tingkah laku manusia yang membuang limbahnya di parit, kolam, danau, atau sungai. Bahan-bahan pencemar tersebut dapat berupa detergen, zat kimia, pestisida, sampah organik, pupuk buatan, logam berat, dan mikroorganisme patogenik. Salah satu logam berat yang pernah mencemari perairan adalah merkuri (air raksa). Merkuri ini pernah mencemari sebuah teluk di Jepang, yaitu teluk Minamata. Merkuri tersebut berasal dari buangan sebuah pabrik plastik. Peristiwa yang dikenal sebagai “Tragedi Minamata” ini telah mengakibatkan matinya berbagai jenis burung di sekitar teluk tersebut, telur-telur pecah, bahkan peristiwa tersebut menyebabkan bayi-bayi dilahirkan cacat.

Merkuri adalah zat kimia yang sulit terurai sehingga dapat terakumulasi (tertimbun) dalam jaringan makhluk hidup. Contoh lain adalah pencemaran air oleh insektisida, misalnya DDT. DDT (Dichloro Diphenil Trichloretan) adalah sebuah insektisida yang sangat ampuh. Penggunaannya sangat meluas sekitar tahun 1960-an. Meskipun keberhasilan awal DDT tidak dapat disangkal, ternyata zat itu mempunyai keburukan-keburukan. Banyak jenis serangga akhirnya resisten (kebal) terhadap DDT ini. Hidrokarbon berklor lain yang fungsinya sama dengan DDT adalah aldrin, dieldrin, dan endrin. DDT juga mempunyai sifat sukar larut dalam air dan sukar diurai oleh mikroorganisme (non-biodegrada able), tetapi mudah larut dalam lemak. Jadi, tidak mengherankan jika zat tersebut dapat tertimbun dalam jaringan makhluk hidup. Terjadinya penimbunan ini adalah melalui rantai makanan. Mula-mula DDT dari lahan pertanian terbawa olah air hujan dan masuk ke perairan (misalnya danau). Selanjutnya produsen dalam perairan tersebut (plankton) akan mengandung konsentrasi DDT sedikit lebih tinggi daripada konsentrasi DDT dalam air. Selanjutnya organisme pemakan plankton (herbivor) mengandung DDT 10 kali lebih tinggi daripada plankton. Konsentrasi ini terus meningkat melalui rantai makanan dari tingkat trofik yang satu ke tingkat tropik berikutnya. Burung pemakan kerang dapat menimbun 40 x lipat kadar DDT kerang. Kadar DDT paling tinggi terdapat pada karnivora terakhir dari suatu rantai makanan.

Penimbunan ini menyebabkan tingginya angka mortalitas pada burung, penipisan cangkang telur, dan menurunnya tingkat kesuburan. Penimbunan senyawa dalam jaringan melalui serangkaian proses makan dan dimakan ini dinamakan magnifikasi biologi (Biologycal magnification). Mengingat dampak negatif DDT, pada tanggal 31 Desember 1972 pemerintah AS melarang penggunaan DDT sebagai gantinya dicari insektisida lain yang lebih aman. Saat ini insektisida yang relatif kecil dampaknya adalah jenis organofosfat. Organofosfat mudah terurai dalam lingkungan, organofospat yang paling aman adalah karbamat, misalnya karbaril (sevin).

Bahan pencemar perairan lainnya adalah pupuk dan detergen. Dalam konsentrasi kecil detergen justru bertindak sebagai pupuk bagi tumbuhan air, karena detergen tersebut seperti halnya pupuk buatan, mengandung fosfat. Hasilnya adalah terjadinya peledakan populasi alga di perairan tersebut (dikenal dengan istilah “blooming”). Banyaknya hamparan alga menyebabkan kadar oksigen tertekan pada malam hari, diikuti matinya ikan-ikan, dan akhirnya terjadi pembusukan.

Kadar oksigen terlarut (BOD & COD) sangat rendah menyebabkan pembusukan yang tidak sempurna sehingga menyebabkan bau yang tidak sedap, diikuti dengan perubahan warna air dan akhirnya danau dapat mengalami pendangkalan. Kita menggunakan istilah eutrofikasi untuk menerangkan penambahan kesuburan dengan melimpahnya nutrien dalam suatu perairan.

c) Pencemaran udara Adanya zat pencemar ke udara menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normal dan berpengaruh jelek terhadap semua makhluk hidup. Pada dasarnya ada 2 macam pencemaran udara, yaitu sebagai berikut. (1) Berasal dari alam, antara lain debu yang terdapat di udara akibat tiupan angin yang kadang-kadang mengandung bakteri, virus, dan jamur penyebab penyakit. (2) Akibat kegiatan manusia (a) Hasil pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara), misalnya gas CO, CO2 , NO2 . (b) Bahan-bahan buangan dari kegiatan berbagai pabrik industri; partikel Pb, asbes, Al, Zn, Cu, dan lain-lain. (c) Zat radioaktif yang berasal dari kebocoran reaktor atom. Satu keadaan yang sudah tidak asing lagi bagi kita adalah munculnya isu pemanasan global.  Pada sebagian besar negara-negara di dunia ini, pembakaran bahan bakar fosil baik dari kendaraan bermotor maupun dari pabrik-pabrik industri merupakan sumber CO2 terbesar. Gas CO2 yang menyelimuti bumi mampu menghalangi radiasi panas dari bumi yang mestinya dipantulkan kembali ke atmosfer. Akibatnya suhu di bumi menjadi naik. Hal ini dikenal dengan istilah efek rumah kaca (green house effect).

Bayangkan jika kita berada di ruangan tertutup yang terbuat dari kaca, panas bukan? Apakah akibat dari suhu bumi yang cenderung semakin meningkat ini? Bagaimana efek terhadap bongkahan-bongkahan es di kutub? Apakah pemikiran untuk mencari jalan keluar menghadapi masalah ini? Gas lain yang tidak kalah bahayanya adalah SO2 . SO2 yang dibebaskan ke atmosfer tersebut terutama berasal dari pembakaran batu bara dan pencairan bijih yang mengandung sulfur, seperti bijih tembaga. Di daerah industri Eropa dan Amerika Utara dan di daerah yang terletak di arah angin jatuhnya SO2 ini menghasilkan hujan asam dan salju dengan pH menurun. Pernah dilaporkan pH hujan secara teratur sekitar 4 dan yang paling rendah 2,1. Kita tidak tahu apakah hujan asam merupakan bahaya kesehatan, tetapi yang jelas hujan asam menurunkan pH air di banyak danau di Amerika Utara sebelah timur. Mungkinkah ada pengaruh bagi produktivitas danau tersebut? Mungkinkah hujan asam juga mempercepat pelapukan gedung dan patung yang dibuat dari batu kapur dan marmer. Sementara itu dampak polusi udara juga menyebabkan gangguan terhadap kesehatan manusia. Di bawah ini adalah tabel macam-macam polutan udara dan penyakit yang ditimbulkan serta upaya pencegahannya.

 

Macam Contoh Komponen Ekosistem Alam

Macam Contoh Komponen Ekosistem Alam

Macam Contoh Komponen Ekosistem Alam

Contoh Komponen Ekosistem Alam
Contoh Komponen Ekosistem Alam

Contoh Komponen Ekosistem Alam – Adanya kebutuhan hidup menyebabkan manusia selalu memiliki minat yang kuat pada organisme lain dan lingkungannya. Pada kenyataannya lingkungan menyediakan berbagai sumber alam yang sangat dibutuhkan manusia mulai dari papan, sandang, dan pangan. Kelangsungan hidup manusia dan juga organisme lain sangat ditentukan apabila ekosistem dalam keadaan seimbang. Permasalahannya, apakah ekosistem di alam ini selalu dalam keadaan seimbang? Apakah yang dimaksud seimbang? Mengapa ekosistem dapat berubah? Apakah dampak-dampak akibat perubahan ekosistem? Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan oleh manusia? Sejumlah pertanyaan di atas akan terjawab dalam pembahasan bab ini, dan untuk memberi gambaran mengenai pokok-pokok penting dalam bab ekosistem dapat kamu lihat bagan konsep di halaman sebelumnya.

Contoh Komponen Ekosistem Alam –  Suatu kenyataan bahwa setiap makhluk hidup tidak mungkin hidup sendiri. Setiap makhluk hidup sangat dipengaruhi dan memengaruhi lingkungan hidupnya. Hubungan saling memengaruhi (timbal balik) antara makhluk hidup dan lingkungannya ini dipelajari dalam ilmu ekologi. Mula-mula Geoffrey St.Hilaire (tahun 1859) menggunakan istilah ekologi untuk mempelajari hubungan antara organisme hidup dalam keluarganya atau masyarakatnya dengan lingkungan alamnya. Kemudian pada tahun 1894 St George Jackson Milvart memperkenalkan istilah hexicology dan tahun 1866 Ernest Haeckel mengemukakan istilah ekologi. Ekologi, berasal dari bahasa Yunani oikos artinya rumah (tempat hidup) dan logos artinya ilmu, sehingga ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi di antara makhluk-makhluk baik di rumahnya, di tempat tinggalnya, di alamnya, atau di lingkungan hidupnya.

Contoh Komponen Ekosistem Alam – Makhluk hidup dan lingkungannya dapat dipandang sebagai satu kesatuan atau sistem. Sistem ini mengandung arti sebagai suatu kesatuan komponen-komponen yang saling berhubungan secara fungsional dan kaitmengait secara teratur. Sistem yang demikian disebut biosistem. Seluruh biosistem yang ada di alam di sebut biosfer. Dalam bab ini akan dibahas mengenai komponen ekosistem, rantai makanan dan jaring-jaring makanan, piramida energi, siklus materi dan aliran energi, perubahan ekosistem, dan pengelolaan limbah.

A. Komponen Ekosistem

Contoh Komponen Ekosistem Alam – Pernahkah kamu mengamati kolam atau sawah? Jika belum, amati sebuah kolam atau sawah yang terdekat dengan tempat tinggalmu! Apa saja yang terdapat di kolam tersebut? Kita pasti dapat menemukan berbagai jenis tumbuhan air, seperti lumut dan ganggang, mungkin juga rumput atau tumbuhan tinggi, ikan, dan hewan air lainnya. Dengan kata lain, kita dapat menemukan berbagai jenis makhluk hidup. Setiap makhluk hidup jumlahnya lebih dari satu. Satu makhluk hidup disebut individu. Kumpulan makhluk hidup (individu) sejenis disebut populasi. Jadi, di sawah mungkin terdapat populasi ikan, populasi katak, populasi belalang, dan populasi padi. Di kolam mungkin terdapat populasi ganggang hijau, protozoa, ikan mujair, dan populasi keong. Adapun kesatuan seluruh populasi di suatu tempat atau daerah tertentu dinamakan komunitas.

Contoh Komponen Ekosistem Alam – Makhluk hidup senantiasa hidup atau tinggal di tempat tertentu. Daerah khas tempat makhluk hidup biasa tinggal ini disebut habitat. Belut habitatnya di sawah, ikan emas habitatnya di air tawar, ikan paus habitatnya di laut. Jadi, kalau kita ingin menemukan suatu jenis organisme tertentu kita harus mengunjungi habitat organisme itu. Ruang fisik (habitat) yang ditempati ataupun peran fungsional organisme dalam komunitas disebut niche(nicia atau relung). Dalam pengertiannya, nicia ini diperhitungkan juga apa yang dilakukan organisme, misalnya bagaimana mengubah energi, berperilaku, bereaksi terhadap lingkungan fisik maupun biotik atau memengaruhi dan mengubah lingkungannya.

Contoh Komponen Ekosistem Alam – Odum mengemukakan habitat adalah alamat organisme, dan nicia (relung) adalah profesi atau pekerjaan organisme. Di antara komunitas selalu terjadi interaksi, bukan hanya antarpopulasi, melainkan juga dengan faktor-faktor geologi, kimia, dan fisika lingkungan. Interaksi ini terutama dalam materi dan energi, membentuk suatu sistem yang disebut ekosistem. Di atas telah disebutkan bahwa ekosistem adalah satu kesatuan komponen yang saling berhubungan secara fungsional dan kait-mengait secara teratur. Apa sajakah komponen-komponen tersebut? Untuk mempelajari komponen-komponen dan faktor-faktor lain yang memengaruhi ekosistem marilah kita lakukan kegiatan berikut.

1. Komponen Abiotik Arti kata “a” adalah tidak dan “bio” adalah hidup, maka komponen abiotik adalah kondisi fisik seperti air, tanah, udara, cahaya, suhu, kelembapan, fotografi, kadar garam, pH, dan curah hujan. a. Air Air diperlukan oleh tumbuhan untuk fotosintesis. Selain itu, air juga berguna untuk melarutkan mineral dalam tanah sehingga mudah diserap oleh akar tumbuhan, dan menjaga kesegaran tumbuhan. Bagi hewan darat air berguna untuk minum, sedangkan bagi hewan air, air untuk melarutkan oksigen. b. Tanah Tanah bertindak sebagai substrat atau tempat hidup organisme. Tanah juga menyediakan kebutuhan makhluk hidup seperti unsur hara dan mineral. Suatu jenis individu mungkin tidak cocok hidup di sembarang tanah, sebab tanah yang berbeda mungkin memiliki pH yang berbeda, kelembapan yang berbeda ataupun tingkat kesuburan yang berbeda. c. Cahaya Cahaya matahari merupakan komponen abiotik yang berfungsi sebagai energi primer bagi ekosistem. Sebagai sumber energi utama, cahaya matahari penting untuk proses fotosintesis. d. Topografi Topografi meliputi faktor altitude, yaitu ketinggian suatu tempat yang diukur dari permukaan laut dan latitude, yaitu letak lintang yang diukur dari garis khatulistiwa. Topografi mempunyai pengaruh yang besar terhadap penyebaran makhluk hidup, yang tampak jelas pada penyebaran tumbuhan. Hal ini disebabkan adanya perbedaan topografi yang mengakibatkan intensitas cahaya, suhu, dan curah hujan berbeda-beda di setiap tempat. e. Iklim Iklim merupakan komponen abiotik yang terbentuk sebagai hasil interaksi berbagai komponen abiotik lainnya, seperti kelembapan udara, suhu, dan curah hujan. Iklim sangat memengaruhi kesuburan tanah, tetapi kesuburan tanah tidak berpengaruh terhadap iklim.

2. Komponen Biotik Berdasarkan Kegiatan 9.1, selain komponen-komponen abiotik yang telah disebutkan di atas, kamu juga menemukan komponen-komponen biotik. . Jika yang kamu amati kolam, tentu kamu menemukan tumbuhan air, seperti alga (ganggang), eceng gondok, dan rumput. Selain tumbuhan, kamu juga menemukan hewan-hewan air seperti ikan, katak, keong, dan serangga air. Jika yang kamu amati padang rumput kamu dapat menemukan berbagai jenis rumput, serangga tanah, dan cacing. Bahkan di pohon besar kamu dapat menemukan serangga, lumut, lumut kerak, dan berbagai jenis paku. Berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem disebut komponen biotik. Termasuk ke dalamnya jenis organisme yang sangat kecil, seperti bakteri, protozoa, dan jamur. Setiap makhluk hidup mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda-beda dalam lingkungannya Secara garis besar, jabatan atau fungsi organisme dalam suatu komunitas dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu produsen, konsumen, pengurai, dan detritivor. a. Produsen Produsen atau penghasil terdiri atas organisme autotrof, yaitu organisme yang dapat menyintesis (membuat) makanan sendiri. Organisme autotrof mampu menyusun senyawa organik dari senyawa anorganik melalui fotosintesis atau kemosintesis. Organisme autotrof biasanya adalah tumbuhan berklorofil, beberapa jenis bakteri, dan ganggang biru. b. Konsumen Konsumen atau pemakai terdiri atas organisme heterotrof, yaitu organisme yang menggunakan senyawa organik yang dihasilkan oleh produsen. Termasuk ke dalam konsumen adalah hewan dan manusia. c. Pengurai Pengurai disebut juga perombak atau dekomposer, adalah organisme heterotrof yang menguraikan produsen dan konsumen yang sudah mati. Dalam penguraiannya, materi organik yang kompleks akan diubah menjadi materi yang lebih sederhana dan akhirnya menjadi mineral-mineral yang dimanfaatkan kembali oleh produsen. Pengurai umumnya berupa mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Bisakah kamu bayangkan apabila tidak ada pengurai dalam ekosistem?

d. Detritivor Selain pengurai, ada kelompok mikroorganisme yang termasuk detritivor. Detritivor adalah organisme yang memakan bahan organik (sampah-serasah) menjadi partikel-partikel yang lebih kecil (detritus), misalnya cacing tanah, serangga tanah, siput, keluwing, dan tripang. Keempat komponen di atas tidak berdiri sendiri tetapi saling berinteraksi. Bentuk interaksi tersebut bermacam-macam, misalnya simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Simbiosis mutualisme adalah hubungan antar organisme yang saling menguntungkan. (1) Burung jalak hinggap pada punggung kerbau untuk memakan kutu. Burung mendapat makanan dan kerbau lepas dari gangguan kutu. (2) Rayap tak mampu mencerna kayu yang menjadi makanannya. Di dalam perut rayap terdapat protozoa (hewan bersel satu) yang membantu mencerna kayu (selulosa). Hasil pencernaan itu digunakan oleh rayap dan protozoa sebagai sumber energi. Protozoa tak dapat mencari makan sendiri. (3) Lumut kerak merupakan simbiosis antara alga dan jamur. Alga dapat membuat makanan karena berklorofil, sedangkan jamur mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan menyerap air. Bahan fotosintesis diambil oleh jamur, sedangkan fotosintesis terjadi pada alga. Hasilnya dimanfaatkan oleh kedua organisme.

Sebelum kita membahas tentang simbiosis komensalisme,

(1) Ikan remora mempunyai alat penempel pada punggungnya untuk menempel pada tubuh ikan hiu. Dengan menempel pada tubuh ikan hiu, ikan remora terbawa ke mana-mana. Selain mendapat perlindungan, daerah untuk mencari makan ikan remora menjadi lebih luas, sedangkan ikan hiu tidak mendapat untung, juga tidak dirugikan. (2) Dengan menempel pada pohon yang tinggi, anggrek memperoleh cahaya matahari dan air (kelembapan tinggi). Anggrek dapat berfotosintesis, dan bahan-bahannya diambil dari zat-zat yang terlarut dalam air. Pohon yang ditumpanginya tidak untung dan tidak dirugikan. Anggrek hidup secara epifit.

Simbiosis parasitisme adalah hubungan antara organisme yang satu diuntungkan, sedang organisme yang lainnya dirugikan. Misalnya, parasit malaria yang hidup di dalam tubuh manusia. Parasit ini disebut Plasmodium (termasuk hewan bersel satu), memakan butir-butir darah merah.

1) Tali putri adalah tanaman berbentuk benang berwarna kuning. Benangbenang ini membelit tumbuhan inang untuk mengisap zat-zat makanan yang sudah jadi dari tubuh inang. (2) Benalu menempel pada tumbuhan inang, mengisap air dan garam-garam mineral dari tumbuhan inang untuk fotosintesis. Benalu mempunyai klorofil, jadi dapat membuat makanan sendiri.

Tali putri mengambil makanan yang sudah jadi, tidak dapat membuat makanan sendiri. Parasit semacam ini adalah parasit sejati, dan disebut parasit obligat. Berbeda dengan benalu yang hanya mengisap air dan garam-garam tanah, organisme ini dapat membuat makanan sendiri. Parasit semacam ini disebut parasit sebagian atau parasit fakultatif. Parasit pada tumbuhan dapat berupa tumbuhan lain seperti tali putri pada tanaman pagar. Parasit yang sangat merugikan adalah jamur parasit yang masuk ke jaringan inangnya. Tumbuhan yang terserang jamur, produksinya menurun, misalnya jamur yang menyerang tanaman kentang. Parasit pada hewan dan manusia dapat berupa protozoa (ameba, plasmodium), bakteri, jamur, cacing, dan kutu.

Pelajaran Tentang Pengertian Ekosistem

Pelajaran Tentang Pengertian Ekosistem

Pelajaran Tentang Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem – Pernahkah kalian berjalan-jalan di suatu persawahan di pagi hari? Selain tanaman padi, apakah kalian menemukan makhluk hidup lain? Apakah belalang, tikus, ular, katak, dan elang dapat kalian jumpai di tempat itu? Dapatkah kalian menemukan hubungan antara makhluk hidup tersebut? Lalu, bagaimana hubungan antara makhluk hidup tersebut dengan lingkungan hidupnya?

Pengertian Ekosistem
Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem – Betapa indahnya anugerah Tuhan ini. Bayangkan kalian berada di tengah-tengahnya. Sejukkah udara yang kalian rasakan? Tahukah kalian bahwa tanaman melepaskan oksigen ketika berfotosintesis? Tahukah kalian bahwa karbon dioksida yang kalian keluarkan sangat diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis? Ada hubungan timbal balik antara manusia, tumbuhan, dan tempat tumbuhnya. Interaksi atau hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi inilah yang disebut dengan ekosistem. Pada kenyataannya, makhluk hidup tidak dapat lepas dari lingkungannya, baik itu makhluk hidup lainnya (biotik) maupun makhluk tak hidup (abiotik).

Pengertian Ekosistem – Dengan interaksi antara kedua komponen tersebut, ekosistem akan selalu tumbuh berkembang sehingga menimbulkan perubahan ekosistem. Sumber utama ekosistem adalah cahaya matahari. Ketika kalian berjalan-jalan ke laut, kalian akan menemukan ekosistem laut. Demikian juga ketika kalian berjalan-jalan ke kebun, pegunungan, sungai, dan kolam, kalian akan menemukan ekosistem kebun, pegunungan, sungai, dan kolam. Apa sajakah satuan-satuan dalam ekosistem? Apa saja komponen penyusun ekosistem? Apakah keseimbangan ekosistem? Bagaimanakah saling ketergantungan antarmakhluk hidup? Mari kita simak uraian berikut ini.

Satuan-Satuan dalam Ekosistem

Pengertian Ekosistem – Ekosistem tersusun atas makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Sebagai contoh, ekosistem sawah terdiri atas hewan dan tumbuhan yang hidup bersama-sama. Pada ekosistem sawah tersebut, terdapat rumput, tanaman padi, belalang, ulat, tikus, burung pemakan ulat, burung elang, dan masih banyak lagi. Dalam ekosistem, terdapat satuan-satuan makhluk hidup. Individu, populasi, komunitas, biosfer yang merupakan satuan makhluk hidup dalam satu ekosistem, dan sinar matahari sangat berperan terhadap kelangsungan hidup satuan-satuan ekosistem tersebut.

Pengertian Ekosistem

1. Individu Pernahkah kalian melihat seekor domba atau seekor ayam atau sebatang pohon mangga? Seekor domba atau seekor ayam dinamakan individu. Demikian juga dengan sebatang pohon mangga. Individu adalah satuan makhluk hidup tunggal. Dapatkah kalian menyebutkan individuindividu yang lainnya yang ada di sekitarmu?

2. Populasi Sekumpulan domba di padang rumput disebut dengan populasi domba. Sekumpulan ikan nila di dalam kolam air tawar disebut dengan populasi ikan nila. Jika di dalam kolam tersebut juga ditumbuhi sekumpulan tumbuhan teratai, berarti dalam kolam tersebut juga terdapat populasi tumbuhan teratai. Kumpulan individu-individu yang sama dapat membentuk populasi. Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang hidup dalam suatu habitat tertentu. Dari contoh di atas, dapatkah kalian menyebutkan contoh-contoh populasi yang lain?

Pengertian Ekosistem

a. Kepadatan Populasi Besarnya populasi ditunjukkan oleh jumlah individu di dalam suatu populasi per satuan luas. Besarnya populasi per satuan luas ini disebut kepadatan populasi. Misalkan, satu areal perkebunan murbai luasnya 1.000 m2 . Dalam kebun tersebut terdapat 1.000 pohon murbai dan 20.000 ekor ulat sutra. Itu berarti kepadatan populasi pohon murbai adalah 1.000 pohon/1.000 m2 atau 1 pohon/m2 dan kepadatan populasi ulat sutra adalah 20.000 ekor/1.000 m2 atau 20 ekor/m2 .

b. Perubahan Populasi Perubahan populasi dapat terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan ini terjadi karena adanya pertambahan atau pengurangan jumlah populasi. Berkurang atau bertambahnya populasi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya, perubahan musim, imigrasi, ataupun emigrasi. Imigrasi adalah pertambahan populasi karena adanya kelahiran (natalitas) dan pendatang dari tempat yang lain, sedangkan emigrasi adalah berkurangnya populasi karena adanya kematian (mortalitas) dan perginya individu ke tempat yang lain.

Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang hidup dalam suatu habitat tertentu. Kepadatan populasi adalah besarnya populasi per satuan luas. Perubahan populasi terjadi karena adanya pertambahan atau pengurangan jumlah populasi.

3. Komunitas Coba kalian perhatikan kolam ikan yang ada di rumah kalian atau teman kalian. Di dalam kolam ikan air tawar, terdapat sekumpulan ikan nila, sekumpulan tumbuhan teratai, sekumpulan ganggang hijau, dan sekumpulan katak. Sekumpulan populasi yang hidup dalam air tawar ini disebut sebagai komunitas kolam air tawar. Komunitas adalah sekumpulan berbagai macam populasi makhluk hidup yang hidup dalam suatu wilayah tertentu. Suatu komunitas tersusun dari semua populasi yang hidup dan saling berinteraksi antara satu dengan yang lain dalam suatu wilayah dan waktu tertentu.

4. Ekosistem Komunitas ikan air tawar selalu berhubungan dengan kolam ikan, air, udara, tanah, dan sinar matahari. Komunitas tidak dapat terlepas dari pengaruh lingkungan yang tidak hidup di sekitarnya. Antara komunitas dan lingkungan tak hidupnya terbentuk suatu interaksi atau hubungan yang saling memengaruhi satu sama lain dalam membentuk suatu sistem ekologi yang disebut ekosistem. Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik. Oleh karena itu, ekosistem disebut juga sistem lingkungan. Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk karena pengaruh alam sekitar dan bukan karena campur tangan manusia, contohnya, sungai, laut, danau, hutan, dan gunung, sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibentuk oleh manusia, contohnya, kolam ikan, akuarium, waduk, dan sawah.

5. Biosfer Ekosistem mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ekosistem yang kecil akan membentuk ekosistem yang lebih besar. Seluruh ekosistem di muka bumi ini akan membentuk satu ekosistem yang lebih besar yang disebut biosfer.

Populasi Tujuan: Tujuan: Menghitung jumlah individu dan populasi yang menyusun suatu komunitas.

Alat dan Bahan: Alat dan Bahan: 1. tali kenur atau rafia, 2. patok kayu 4 buah, dan 3. kertas dan pensil. Cara Kerja: Cara Kerja: 1. Buatlah kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 4 – 5 siswa. Kemudian, pergilah ke lapangan rumput, kebun sekolah, atau halaman sekolah. 2. Tiap-tiap kelompok menentukan daerah pengamatan dengan cara melemparkan batu ke sembarang arah untuk dijadikan titik pusat pengamatan. 3. Setelah itu, buatlah bujur sangkar dengan ukuran 1 × 1 m2 dan batu tersebut dijadikan titik tengahnya. Tandailah bujur sangkar tersebut dengan tali kenur atau rafia dan patoklah agar tidak berubah ukurannya. 4. Amatilah apa saja yang ada dalam batasan bujur sangkar tersebut, lalu catatlah populasi makhluk hidup yang ada di dalam bujur sangkar dan hitunglah jumlah individu dalam tiap-tiap populasi. 5. Isikan dalam tabel pengamatan yang telah kalian buat berdasarkan macam individu yang kalian temukan! 6. Berapakah jumlah populasi makhluk hidup yang menyusun komunitas dalam petak bujur sangkar yang kalian amati? Berapakah jumlah populasi makhluk hidup yang menyusun komunitas dalam semua petak dalam satu lapangan rumput, kebun sekolah, atau halaman sekolah? 7. Hitung pula kerapatan per petak bujur sangkar. 8. Berdasarkan hasil pengamatanmu terhadap jumlah populasi yang ada di lapangan, kebun, atau halaman, bagaimana keanekaragaman populasinya? 9. Buatlah laporan untuk portofolio

Komponen Penyusun Ekosistem

Ekosistem tersusun dari komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Antara kedua komponen tersebut saling berinteraksi. 1. Komponen Biotik Komponen biotik merupakan bagian ekosistem yang terdiri atas makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, ataupun makhluk hidup pengurai. Berdasarkan fungsinya di dalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga macam, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer (pengurai). Masing-masing mempunyai fungsi yang berbedabeda. Produsen berfungsi sebagai penghasil makanan, konsumen sebagai pemakan, dan dekomposer menjadi pengurainya.

a. Produsen Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Ingatkah kalian tentang fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan? Semua tumbuhan berklorofil merupakan produsen karena dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis. Fotosintesis dapat terjadi dengan bantuan cahaya matahari. Hasil fotosintesis berupa gula yang kemudian dapat diurai menjadi lemak, protein, karbohidrat, dan vitamin yang merupakan sumber energi bagi makhluk hidup lainnya.

b. Konsumen Konsumen merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai pemakan bahan organik atau energi yang dihasilkan oleh produsen yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Singkatnya, konsumen adalah pemakan. Manusia, hewan, dan tumbuhan tak berklorofil merupakan konsumen karena tidak dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik sehingga manusia, hewan, dan tumbuhan tak berklorofil disebut konsumen. Dengan demikian, kehidupan konsumen sangat bergantung kepada produsen.