Permintaan dan Penawaran serta Terbentuknya Harga Pasar

Permintaan dan Penawaran serta Terbentuknya Harga Pasar

Permintaan dan Penawaran serta Terbentuknya Harga Pasar

Harga Pasar
Harga Pasar

Harga Pasar

A Permintaan (Demand)

1. Pengertian Permintaan Menurut William A. Mc Eachern dalam bukunya Pengantar Ekonomi Makro, di sebuah daerah terpencil negara bagian Pensylvania terdapat sebuah bangunan kuning yang diberi nama Pecchin s Mart. Jika kita lihat, kondisi bangunan itu tidak begitu baik. Gang-gang di tempat itu tidak diberi pembatas, atap melengkung yang kalau hujan dipastikan akan bocor, tetapi mengapa konsumen rela datang jauh-jauh dan bergabung dalam kekacauan dan kejorokan di Pecchin s Mart? Jawabannya adalah karena Pecchin s Mart berpedoman pada aturan pedagang yang telah dikenal selama ribuan tahun, yaitu harganya paling murah dibandingkan dengan toko lainnya.

Permintaan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

a. Permintaan absolut

Permintaan absolut adalah permintaan yang tidak didukung oleh daya beli, tetapi lebih merupakan angan-angan. Setiap orang dapat dipastikan mempunyai permintaan absolut.

b. Permintaan potensial

Permintaan potensial adalah permintaan yang akan diwujudkan dengan sejumlah uang yang dimiliki. Artinya, permintaan yang didukung daya beli, tetapi belum dilaksanakan. Misalnya, dengan uang sebesar Rp100.000,00 di tabungan, seseorang berniat membeli sepatu, dan sedang memikirkan sepatu merk apa yang hendak dibelinya. Orang-orang yang memiliki permintaan potensial inilah yang biasanya menjadi sasaran iklan dan berbagai bentuk promosi lainnya.

c. Permintaan efektif

Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang atau jasa yang dilakukan sesuai dengan daya beli yang dimiliki. Misalnya, Faris akhirnya membeli sepatu dengan merk X seharga Rp75.000,00

Permintaan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini.

1. Harga barang itu sendiri Harga barang merupakan faktor utama yang memengaruhi permintaan seseorang atau pasar. Harga yang murah, tetapi mutu yang baik, akan menjadikan permintaan lebih banyak, sedangkan harga tinggi dengan mutu yang biasa-biasa saja menjadikan permintaan berkurang.

2. Perubahan harga barang yang berkaitan Jika kompor gas disubstitusikan dengan kompor minyak tanah maka ketika terjadi kenaikan harga gas maka permintaan terhadap kompor minyak tanah bertambah sebagai barang pengganti karena dianggap lebih murah. Contoh lainnya jika gas adalah barang komplementer dari kompor gas maka ketika harga gas naik akan menyebabkan permintaan kompor gas menjadi turun.

3. Pendapatan masyarakat (daya beli masyarakat) Pendapatan memengaruhi daya beli seseorang. Semakin besar pendapatan, permintaan terhadap barang cenderung meningkat. Begitupun semakin kecil pendapatan maka akan semakin kecil pula permintaan terhadap barang.

4. Populasi penduduk (banyak sedikitnya jumlah penduduk) Semakin banyak jumlah penduduk suatu daerah maka semakin besar pula permintaan barang di daerah tersebut.

5. Selera konsumen (minat/keinginan masyarakat) Misalnya, setelah ditemukan alat komunikasi berupa telepon selular, selera orang beralih dari telepon rumah ke telepon selular sehingga permintaan akan jenis telepon tersebut semakin meningkat.

6. Adanya barang pengganti (subtitusi) Ketika harga gas naik, masyarakat beralih pada barang substitusinya, yaitu minyak tanah sehingga permintaan minyak tanah akan meningkat.

7. Tingkat kebutuhan terhadap suatu macam barang (intensitas kebutuhan) Kebutuhan barang pokok, seperti pangan, papan, dan sandang di daerah bencana (seperti di Nangroe Aceh Darussalam dan Pangandaran, Jawa barat) sangat mendesak sehingga tingkat permintaan akan kebutuhan pangan, papan, dan sandang sangat besar dibandingkan di daerah lainnya.

8. Mode (trend) Mode mendorong orang untuk menyesuaikan diri dengan zamannya sehingga sangat memengaruhi permintaan akan barang karena jika tidak membeli barang sesuai dengan mode atau trendnya saat itu, akan cenderung ketinggalan zaman.

2. Hukum Permintaan

Hukum permintaan menyatakan bahwa antara harga dan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik. Artinya, jika harga naik, akan menyebabkan jumlah barang yang diminta turun, dan sebaliknya jika harga turun, akan menyebabkan jumlah barang yang diminta naik, dengan syarat ceteris paribus, yaitu faktor-faktor lain dianggap konstan.

B Penawaran (Supply)

1. Pengertian Penawaran

Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (produsen) pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu (per hari, per minggu, per tahun).

Macam-macam penawaran adalah sebagai berikut.

a. Penawaran perseorangan (individu), adalah penawaran yang datang dari seorang produsen (penjual) terhadap barang yang akan dijualnya kepada konsumen.

b. Penawaran kolektif (bersama), adalah penawaran yang berasal dari beberapa penjual (produsen) yang akan menjual barang kebutuhan untuk konsumen. Adapun hal-hal yang memengaruhi penawaran adalah sebagai berikut.

1. Harga Jika harga sayuran di pasar tinggi, petani akan meningkatkan jumlah produksinya sehingga kuantitas yang ditawarkan akan naik.

2. Biaya input (faktor produksi) Untuk menghasilkan kedelai yang baik, dibutuhkan faktor produksi berupa tanah, benih, pupuk, dan tenaga kerja. Jika salah satu atau seluruh faktor produksi tersebut mengalami kenaikan, petani akan mengurangi produksi dan menawarkan hasil produksi (kedelai) lebih sedikit. Atau mungkin produksi kedelainya dihentikan dan digantikan dengan produksi lain yang mungkin lebih menguntungkan petani.

3. Tingkat teknologi Seorang pengrajin sepatu sebelum adanya mesin dapat menghasilkan sepatu 250 pasang seminggu, tetapi ketika menemukan mesin yang dapat memproduksi sepatu 1.000 pasang dalam seminggu, jumlah penawaran pun bertambah.

4. Keuntungan/laba (keuntungan yang diharapkan) Jika harga kedelai diperkirakan akan turun pada akhir tahun ini, petani akan mengurangi produksi kedelainya dan menggantikannya dengan produksi yang lain.

5. Adanya tingkat persaingan Semakin tinggi persaingan suatu barang karena semakin banyaknya produsen maka jumlah penawaran pun semakin banyak.

6. Harapan masa depan (e pectation) Ketika suatu barang langka di pasaran, produsen mencoba menahan barang tersebut untuk tidak ditawarkan dulu ke pasar dengan harapan harga naik terus dan produsen akan mendapatkan laba yang besar dari perbuatannya. Perbuatan ini termasuk penimbunan yang di dalam etika bisnis tidak diperkenankan karena merugikan banyak orang.

2. Hukum Penawaran

Hukum penawaran menyatakan bahwa hubungan antara harga barang/jasa dan jumlah yang ditawarkan positif. Artinya, jika harga naik, jumlah yang ditawarkan juga naik. Demikian pula sebaliknya jika harga turun, jumlah yang ditawarkan juga mengalami penurunan dengan syarat ceteris paribus, yaitu faktor-faktor lain dianggap konstan. Contoh berlakunya hukum penawaran adalah ketika petani sedang panen raya, harga barang yang dipanen tersebut akan jatuh. Sama seperti pada permintaan, jika faktor harga memengaruhi penawaran, hal itu akan menyebabkan kurva penawaran bergerak. Namun, jika faktor lain yang memengaruhi penawaran, akan menyebabkan kurva penawaran bergeser.

C Harga Pasar/Harga Keseimbangan (Equilibrium)

Harga adalah kemampuan suatu barang/jasa yang dinyatakan dengan uang. Dengan adanya harga, orang menjadi mudah dalam melakukan tukar-menukar dan kita dapat membandingkan nilai barang. Harga pasar adalah harga yang disepakati oleh penjual dan pembeli pada saat terjadinya transaksi. Harga pasar sering disebut juga harga keseimbangan sebab harga tersebut terjadi setelah ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang.

Proses terbentuknya harga pasar.

1. Secara praktik Adanya proses tawar-menawar antara penjual dan pembeli di suatu pasar dan harga disetujui oleh kedua belah pihak sehingga harga pasar disebut harga objektif.

2. Dalam tabel permintaan dan penawaran Apabila pada harga tertentu jumlah permintaan dan jumlah penawaran sama, harga pasar disebut harga keseimbangan.

D Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Menurut M. Suparmoko dan Maria R. Suparmoko elastisitas menunjukkan tanggapan dari variabel tidak bebas karena adanya perubahan dalam variabel bebas tertentu. Besarnya koefisien elastisitas ini ditunjukkan oleh perbandingan antara persentase perubahan dalam variabel tidak bebas dan persentase perubahan variabel bebas yang memengaruhinya. Dalam hal permintaan dan penawaran akan suatu barang/jasa terdapat tiga macam elastisitas, yaitu elastisitas permintaan/penawaran karena perubahan harga karena perubahan pendapatan, dan karena perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang/jasa yang dibicarakan.

1. Elastisitas Harga Permintaan (Price Elasticity of Demand) Elastisitas harga permintaan adalah tingkat kepekaan perubahan jumlah barang/jasa yang diminta terhadap perubahan harga.

a. Macam-macam Elastisitas Harga Permintaan

1. Permintaan Elastis (Ed > 1) Apabila diperoleh Ed > 1, sifat permintaan dikatakan elastis. Hal ini berarti konsumen peka terhadap perubahan harga barang atau perubahan harga sebesar 1% menyebabkan terjadinya perubahan jumlah yang diminta lebih dari 1%. Barang-barang yang mempunyai sifat permintaan yang elastis adalah barang-barang yang mempunyai pengganti (substitusi) dan barang-barang elektronik, seperti VCD, televisi, dan DVD.

2. Permintaan Inelastis (Ed < 1) Pada jenis elastisitas ini konsumen kurang peka terhadap perubahan harga. Artinya, meskipun harga naik atau turun, masyarakat akan tetap membelinya. Barang yang mempunyai elastisitas yang inelastis adalah barang-baramg kebutuhan pokok dan barang-barang yang tidak mempunyai pengganti (subtitusi). Ed < 1 berarti perubahan harga sebesar 1% menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta kurang dari 1%.

3. Permintaan Elastis Uniter (Ed = 1) Elastisitas permintaan ini mengandung arti bahwa perubahan harga sebesar 1% menyebabkan terjadinya perubahan jumlah barang yang diminta sebesar 1%.

4. Permintaan Elastis Sempurna (Ed = • ) Suatu barang/jasa disebut memiliki elastisitas sempurna jika memiliki koefisien elastisitas tak terhingga. Dengan demikian, pada harga tertentu jumlah yang diminta konsumen mencapai tidak terhingga atau berapa pun persediaan barang/jasa yang ada akan habis diminta oleh konsumen. Salah satu komoditas yang memiliki ciri ini adalah bahan bakar minyak (BBM).

5. Permintaan Inelastis Sempurna (Ed = 0) Untuk barang yang penting sekali (kebutuhan yang sangat pokok), berapa pun perubahan harga tidak akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Kurva untuk jenis elastisitas ini akan berbentuk garis lurus yang sejajar dengan sumbu vertikal (sumbu P).

b. Faktor-faktor yang Memengaruhi Elastisitas Harga dari Penawaran

1. Waktu Yang dimaksud waktu di sini adalah kesempatan produsen/ penjual untuk menambah jumlah produksi. Waktu dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

a. Jangka waktu sangat pendek Produsen tidak dapat menambah barang dalam waktu yang sangat pendek karena penawaran tergantung persediaannya (harus menunggu masa panen), seperti produksi di bidang pertanian, misalnya sayur-mayur dan buah-buahan. Waktu dalam beberapa hari saja ± 40 hari menyebabkan penawaran bersifat inelastis.

b. Jangka pendek Produsen masih tetap dapat menambah produksi barang yang ditawarkan walaupun tidak dapat memperbesar kapasitas produksi yang ada, seperti bangunan, mesin-mesin, tetapi dengan cara bekerja lebih lama dari waktu sebelumnya atau menambah bahan baku sehingga produksi dapat ditambah. Penawaran dalam waktu ini dapat elastis atau inelastis.

c. Jangka panjang Penawaran bersifat elastis karena produsen mempunyai banyak kesempatan untuk memperluas kapasitas produksi (areal pertanian, mesin-mesin, pabrik baru, dan tenaga ahli). Makin lama waktu makin elastis.

2. Daya tahan produk Produk-produk hasil pertanian, seperti sayuran dan buah-buahan yang mudah busuk, pecah, dan layu sehingga penawarannya cenderung inelastis. Akan tetapi, produk-produk dengan daya tahan lebih lama, seperti kulkas, mesin jahit, dan kompor gas, cenderung lebih elastis.

3. Kapasitas produksi Industri yang beroperasi di bawah kapasitas optimal cenderung membuat kurva penawaran elastis.

c. Contoh Penghitungan Koefisien Elastisitas Penawaran

1. Dalam bentuk data perubahan harga

Besar kecilnya pengaruh perubahan jumlah yang ditawarkan terhadap perubahan harga tersebut diukur dengan koefisien elastisitas penawaran.

2. Dalam bentuk persentase

Untuk menentukan besarnya elastisitas harga dari permintaan di antaranya dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan harga barang tersebut.

3. Dalam bentuk kurva

Diketahui kurva permintaan gula putih di Bandung sebagai berikut.

Jadi Ed < 1 maka dapat disimpulkan bahwa permintaan terhadap gula putih tersebut bersifat inelastis.

4. Dalam bentuk fungsi matematis

Diketahui fungsi permintaan suatu barang adalah Qd = –3P + 100, hitunglah koefisien elastisitas permintaan pada tingkat harga = 20! Diketahui: Qd = –3P + 100 P = 20 Jawab:
Ed =

Ed =
Q P
x
P Q
Ed = QEd = Q x
P Q
Ed = –
60 40
x
20 –3P + 100
Ed = –
60 40
x
20 3 20 100– ( ) +
Ed = –1,5
Pada penghitungan elastisitas diabaikan, jadi Ed = 1,5 atau Ed > 1 maka termasuk barang elastis.

Permintaan dan Penawaran Beserta Faktor Memperngaruhinya

Permintaan dan Penawaran Beserta Faktor Memperngaruhinya

Permintaan dan Penawaran Beserta Faktor Memperngaruhinya

Permintaan dan Penawaran
Permintaan dan Penawaran

Permintaan dan Penawaran

A. Permintaan Permintaan adalah jumlah barang dan jasa tertentu yang diminta (dibeli) pada berbagai kemungkinan tingkat harga dan dalam waktu tertentu. Permintaan tercipta apabila pembeli memiliki keinginan untuk membeli barang dan jasa yang disertai oleh kemampuan untuk membayarnya. Apakah setiap individu mempunyai keinginan dan kemampuan yang sama dalam setiap membeli barang? Tentu saja tidak! Mengapa? Karena ada banyak hal yang memengaruhinya.

Permintaan dan Penawaran

1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Dalam praktiknya, permintaan individu atau masyarakat terhadap suatu barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.

Permintaan dan Penawaran

a. Harga Barang Substitusi dan Barang Komplementer Permintaan terhadap suatu barang dapat dipengaruhi oleh harga barang-barang lain yang ada kaitannya seperti barang dapat saling menggantikan (substitusi) dan barang yang saling melengkapi (komplementer). Naik turunnya harga barang pengganti (substitusi) dapat memengaruhi permintaan terhadap barang yang digantikannya. Misalnya, jika harga tiket kereta api naik maka akan memengaruhi naiknya permintaan tiket bus, demikian pula jika harga tiket kereta api turun, maka permintaan tiket bus akan ikut menurun. Demikian pula dengan barang yang saling melengkapi (komplementer). Barang komplementer atau barang pelengkap yaitu barang yang akan memberikan manfaat penuh apabila digunakan bersama-sama dengan barang lainnya. Misalnya, kopi dan gula, jarum dan benang, bensin dan motor, kapur dan papan, kamera dan film, dan sebagainya. Apabila harga kamera turun, maka dimungkinkan permintaan film akan bertambah. Sebaliknya jika harga kamera naik maka dimungkinkan permintaan film akan turun.

Permintaan dan Penawaran

b. Pendapatan Konsumen Pendapatan konsumen (sebagai pembeli) merupakan faktor yang sangat penting di dalam menentukan permintaan terhadap berbagai jenis barang. Bila pendapatan konsumen meningkat, berarti daya beli juga meningkat.

Permintaan dan Penawaran – Bayangkan saja, seandainya kalian mempunyai banyak uang, tentu kalian ingin membelanjakan uang tersebut dan tidak memperdulikan tinggi rendahnya harga. Lain halnya, jika kalian mempunyai uang pas-pasan. Kalian akan berpikir dua kali untuk membelanjakan uang tersebut, dan kemungkinan kalian akan mencari harga barang yang lebih murah dan sesuai dengan kemampuan dana yang kalian miliki.

c. Jumlah Penduduk Pertambahan jumlah penduduk jelas menambah jumlah barang yang dikonsumsi, akan tetapi proporsinya akan sangat tergantung pada pertambahan dalam kesempatan kerja. Apabila pertambahan penduduk diiringi oleh pertambahan dalam kesempatan kerja, maka akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan, sehingga daya beli masyarakat akan meningkat. Meningkatnya daya beli masyarakat berarti akan meningkatkan permintaan terhadap barang atau jasa.

Permintaan dan Penawaran

d. Selera Konsumen Selera konsumen mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang atau jasa-jasa. Contohnya, pada masa-masa tertentu orang lebih suka terhadap barang konsumsi yang bersifat instan (siap saji), sehingga permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah. Akan tetapi pada saat yang lain orang akan meninggalkan barang konsumsi yang bersifat instan tersebut karena mengandung bahan pengawet yang berbahaya untuk kesehatan sehingga permintaan terhadap barang konsumsi tersebut akan berkurang.

e. Ekspektasi (Harapan Konsumen) Perubahan yang diramalkan akan terjadi di masa datang akan dapat memengaruhi permintaan. Jika para konsumen meramalkan bahwa akan terjadi kenaikan harga-harga barang di masa mendatang, maka pada saat sekarang konsumen akan melakukan pembelian yang lebih banyak terhadap barang-barang yang akan mengalami kenaikan harga tersebut. Contoh, saat BBM akan naik, konsumen akan melakukan pembelian BBM lebih banyak sebelum BBM naik, bahkan mungkin ada yang menimbunnya.

Permintaan dan Penawaran

2. Hukum Permintaan Sifat keterkaitan antara permintaan terhadap suatu barang dan harganya dijelaskan dalam Hukum Permintaan yang berbunyi sebagai berikut: Apabila harga suatu barang turun maka permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah, sebaliknya jika harga suatu barang naik maka permintaan terhadap barang akan berkurang.

3. Kurva Permintaan Hukum permintaan akan lebih jelas dan mudah dipahami apabila dituangkan dalam bentuk gambar, yaitu sebuah grafik atau kurva yang disebut kurva permintaan. Dengan menggunakan skedul permintaan, besarnya permintaan barang dan jasa pada berbagai tingkat harga dapat diketahui dengan mudah. Dalam menganalisis permintaan perlu diketahui perbedaan antara dua istilah yaitu permintaan dan jumlah barang yang diminta. Permintaan adalah keseluruhan dari kurva permintaan. Jadi permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah permintaan. Adapun jumlah barang yang diminta adalah banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu. Untuk menggambarkan kurva permintaan tolok ukur yang digunakan adalah faktor harga. Faktor-faktor lain dianggap tetap atau konstan.

4. Permintaan Individu dan Permintaan Pasar Permintaan terhadap suatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh individu dan permintaan yang dilakukan oleh semua individu dalam pasar .

5. Pergeseran Kurva Permintaan Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan terhadap suatu barang yang disebabkan oleh perubahan faktor-faktor di luar harga barang itu sendiri. Faktorfaktor tersebut adalah pendapatan, selera, jumlah, penduduk, promosi perusahaan, dan ramalan di masa datang (faktor-faktor ini telah dijelaskan sebelumnya). Setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu, akan menggeser kurva permintaan ke kanan. Sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan jumlah permintaan akan menggeser kurva permintaan ke kiri.

B. Penawaran Transaksi di pasar tidak terwujud bila hanya ada permintaan dari pihak pembeli saja. Permintaan dapat terwujud apabila ada barang-barang dan jasa yang disediakan penjual (penawaran). Dengan demikian, bila ada permintaan dan penawaran terjadilah transaksi di pasar. Adapun yang dimaksud penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual. Keinginan para penjual dalam menawarkan barang-barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor.

1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran Dalam menawarkan barang dan jasa di pasar, penjual biasanya akan memerhatikan beberapa faktor, antara lain:

a. Harga Barang Itu Sendiri Harga barang menentukan tingkat penawaran. Contoh, menanam kelapa sawit merupakan kegiatan yang menguntungkan bagi petani kelapa sawit ketika harga kelapa sawit tinggi. Petani akan menanam kelapa sawit sebanyak-banyaknya agar memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Jika perlu, petani akan menambah lahan dan tenaga kerja untuk menanam kelapa sawit. Sebaliknya, bila harga kelapa sawit turun, tentu petani tersebut akan mengurangi produksinya, bahkan mungkin tidak menanam kelapa sawit sama sekali. b. Biaya untuk Memperoleh Faktor Produksi Pembayaran kepada faktor-faktor produksi merupakan pengeluaran yang sangat penting dalam proses produksi. Pengeluaran tersebut mempunyai peran yang sangat besar dalam menentukan biaya produksi. Biaya produksi akan naik jika harga faktor-faktor produksi naik. Biaya produksi yang melebihi hasil penjualan akan menyebabkan kerugian. Hal ini dapat menimbulkan jumlah barang yang ditawarkan berkurang. Jika penawaran semakin berkurang menyebabkan pengusaha akan menutup usahanya karena tingkat keuntungan usaha tersebut tidak menarik lagi, atau pindah ke usaha lain. c. Teknologi Produksi Teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan banyak barang yang dapat ditawarkan. Semakin canggih alat-alat yang digunakan dalam kegiatan produksi, makin mempercepat proses produksinya sehingga produk yang dihasilkan semakin banyak juga. Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi mutu barang, dan dapat menciptakan barang-barang baru. Dengan demikian kemajuan teknologi cenderung menimbulkan kenaikan penawaran dan keuntungan pun bertambah tinggi. d. Ekspektasi (Harapan Produsen) Perkiraan di masa datang berkaitan dengan harga barang. Apabila diperkirakan bulan depan harga minyak tanah naik, maka produsen dan distributor akan menyimpan sebagian minyak tanah tersebut untuk ditimbun dan dijual bulan depan. Dapat dipastikan penjualan minyak tanah saat ini akan turun sehingga penawaran minyak tanah di pasar menjadi berkurang pula.

2. Hukum Penawaran Hukum penawaran pada dasarnya menjelaskan sifat hubungan antara harga barang dan jasa dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan para penjual. Hukum penawaran mengatakan bahwa apabila harga suatu barang meningkat maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah. Sebaliknya apabila harga suatu barang menurun maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan berkurang (dengan asumsi ceteris paribus atau hal-hal lain dianggap tetap).

C. Harga Keseimbangan (Ekuilibrium) Pada umumnya, seorang pembeli selalu menginginkan barang dan jasa yang dibutuhkannya dengan mutu yang baik dan harga yang murah. Namun keinginan pembeli tersebut bertolak belakang dengan keinginan penjual.

Seorang penjual tentu saja ingin menjual produknya dengan harga tinggi agar mendapat keuntungan yang maksimal. Keinginan antara penjual dan pembeli yang bertolak belakang ini, bila bertemu di pasar akan menyebabkan adanya tawar menawar. Apabila terjadi kesepakatan dalam kegiatan tawar menawar ini, maka terjadilah permintaan dan penawaran.

1. Pasar di Luar Titik Keseimbangan Pada dasarnya, di pasar pembeli dan penjual selalu mengambil tindakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan. Namun dalam keseimbangan pasar ada tiga keadaan yang terjadi, yaitu: a. Keadaan kelebihan penawaran (surplus), terjadi apabila jumlah yang ditawarkan di pasar melebihi dari jumlah barang yang diminta. b. Keadaan kelebihan permintaan (shortage), terjadi apabila jumlah yang diminta para pembeli melebihi dari jumlah yang ditawarkan penjual. c. Keadaan ekuilibrium, terjadi apabila jumlah yang ditawarkan para penjual sama dengan jumlah yang diinginkan pembeli.

2. Perubahan-Perubahan dalam Ekuilibrium Permintaan dan penawaran dapat berubah karena ada banyak faktor yang memengaruhi seperti selera konsumen, pendapatan, biaya produksi, dan lain-lain. Hal ini mengakibatkan kurva permintaan dan kurva penawaran mengalami pergeseran seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Perubahan permintaan dan penawaran ini dapat memengaruhi keadaan keseimbangan. Ada empat kemungkinan yang menyebabkan perubahan ekuilibrium yaitu: a. permintaan bertambah, b. permintaan berkurang, c. penawaran bertambah, dan d. penawaran berkurang.

D. Elastisitas 

Konsep elastisitas sangat berguna untuk mengetahui sejauh mana responsifnya permintaan terhadap perubahan harga. Oleh sebab itu perlu dikembangkan satu pengukuran kuantitas yang menunjukkan sampai di mana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan. Ukuran ini dinamakan elastisitas permintaan. Adapun ukuran kuantitatif sebagai akibat perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan disebut elastisitas penawaran.

1. Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan digunakan untuk mengukur besarnya kepekaan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri. Tingkat elastisitas permintaan terhadap berbagai macam barang dan jasa akan berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini. a. Tingkat Kemudahan Barang yang Bersangkutan untuk Digantikan oleh Barang Lain Dalam suatu perekonomian, jika suatu barang tertentu banyak terdapat barang penggantinya maka permintaan terhadap barang tersebut cenderung bersifat elastis, artinya perubahan dalam harga barang tersebut sedikit saja akan menimbulkan perubahan yang besar terhadap jumlah barang penggantinya. Sebaliknya, permintaan terhadap barang yang tidak banyak penggantinya akan cenderung bersifat inelastisitas. b. Besarnya Proporsi Pendapatan yang Digunakan Jika konsumen menganggarkan pendapatannya dengan proporsi yang besar untuk membeli suatu jenis barang, maka permintaan terhadap barang tersebut akan semakin elastis. c. Jangka Waktu Analisis Jangka waktu analisis yang dimaksud adalah kesempatan untuk mengetahui informasi-informasi atau perubahan-perubahan yang terjadi di pasar. Semakin pendek atau semacam tidak ada kesempatan bagi konsumen untuk mengetahui informasi-informasi pasar, maka permintaan terhadap suatu barang tertentu akan semakin tidak elastis. Sebaliknya semakin panjang jangka waktu analisis, semakin banyak perubahan-perubahan yang diketahui konsumen sehingga permintaan terhadap suatu barang akan semakin elastis.

2. Menghitung Koefisien Elastisitas Permintaan Penghitungan koefisien permintaan dimaksudkan untuk melihat derajat kepekaan permintaan suatu barang terhadap harga. Koefisien elastisitas permintaan diukur dari persentase perubahan kuantitas yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga.

3. Elastisitas Penawaran Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pengukuran elastisitas tidak hanya berlaku untuk permintaan saja, namun konsep elastisitas, juga dapat digunakan untuk menerangkan perubahan penawaran. Elastisitas penawaran mengukur responsif penawaran sebagai akibat perubahan harga. Tingkat elastisitas penawaran dipengaruhi oleh dua faktor yang dianggap sangat penting di dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu:

a. Sifat Perubahan Biaya Produksi Penawaran akan bersifat tidak elastis apabila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Namun jika penawaran dapat ditambah dengan mengeluarkan biaya tambahan yang tidak terlalu besar maka penawaran bersifat elastis.

b. Jangka Waktu Analisis Pengaruh waktu pada elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga jenis jangka waktu yaitu masa amat singkat, jangka pendek, dan jangka panjang. 1) Masa amat singkat; yaitu jangka waktu di mana para penjual tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawarannya bersifat tidak elastis sempurna. 2) Jangka pendek; di dalam jangka pendek kapasitas alat-alat produksi yang ada tidak dapat ditambah. Tetapi perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia itu dengan menggunakan faktorfaktor produksi, termasuk barang modal secara lebih intensif, antara lain dengan cara memperpanjang jam kerja, memperbaiki manajemen produksi, menggunakan tenaga kerja lebih efektif, dan sebagainya. Usaha ini akan dapat menambah produksi barang yang ditawarkan. 3) Jangka panjang; produksi dan jumlah barang yang ditawarkan dapat dengan mudah ditambah dalam jangka panjang, sehingga penawaran bersifat elastis.

2. Menghitung Koefisien Elastisitas Penawaran Perhitungan koefisien elastisitas penawaran sama dengan rumus untuk menghitung koefisien elastisitas penerimaan.