Bentuk-bentuk Pasar dalam Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Bentuk-bentuk Pasar dalam Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Bentuk-bentuk Pasar dalam Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Bentuk-bentuk Pasar
Bentuk-bentuk Pasar

Bentuk-bentuk Pasar

A Pengertian Pasar. Seperti yang telah dibahas pada pembelajaran sebelumnya bahwa terbentuknya harga pasar disebabkan terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli. Untuk dapat menyepakati tingkat harga tertentu pihak penjual dan pembeli harus dipertemukan terlebih dahulu dalam sebuah pasar.

Bentuk-bentuk Pasar – Dari uraian di atas kita dapat mengartikan bahwa pasar adalah suatu mekanisme yang mempertemukan pembeli (konsumen) dengan penjual (produsen) sehingga keduanya dapat berinteraksi untuk membentuk suatu kesepakatan harga.

Bentuk-bentuk Pasar – Pasar yang kita gambarkan di atas tentunya merupakan gambaran pasar dalam pengertian sehari-hari, sementara menurut ilmu ekonomi pasar adalah bertemunya permintaan dan penawaran untuk suatu barang/jasa yang diperjualbelikan. Hal ini berarti cakupan pengertian pasar lebih luas dibandingkan dengan pengertian pasar sehari-hari yang hanya menunjukkan suatu tempat.

Pertemuan permintaan dan penawaran tidak hanya dilakukan di pasar (tempat), tetapi juga di luar pasar, melalui alat-alat komunikasi, misalnya telepon, teleks dan surat. Barang-barang yang diperdagangkan pun tidak hanya sebatas barangbarang konsumsi, tetapi juga barang-barang produksi, seperti mesin, bahan mentah, tenaga kerja, dan jasa. Bahkan, pasar modal, pasar surat berharga (bursa), dan sejenisnya.

Bentuk-bentuk Pasar

B. Fungsi Pasar Dalam kehidupan sehari-hari, pasar tentunya sangat penting. Karena pasar memiliki fungsi sebagai berikut :

1. Pembentukan nilai harga Pasar berfungsi untuk pembentukan harga (nilai) karena pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang kemudian saling menawar dan akhirnya membuat kesepakatan suatu harga. Harga atau nilai ini merupakan suatu hasil dari proses jual beli yang dilakukan di pasar.

2. Pendistribusian Pasar mempermudah produsen untuk mendistribusikan barang dengan para konsumen secara langsung. Pendistribusian barang dari produsen ke konsumen akan berjalan lancar apabila pasar berfungsi dengan baik.

3. Promosi Pasar merupakan tempat yang paling cocok bagi produsen untuk memperkenalkan (mempromosikan) produk-produknya kepada konsumen. Karena pasar akan selalu dikunjungi oleh banyak orang, meskipun tidak diundang.

Bentuk-bentuk Pasar

C. Macam-macam Pasar Output. Pasar output adalah pasar yang memperjualbelikan produk (barang/jasa) sebagai hasil produksi perusahaan.

1. Pasar Menurut Bentuk a. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition) Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh jumlah produsen dan konsumen sangat banyak dan hampir tidak terbatas. Ciri-ciri pokok pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut.

Bentuk-bentuk Pasar

1. Terdapat banyak sekali penjual (perusahaan) dan pembeli Karena terdapat banyak sekali penjual dan pembeli, masing-masing tidak dapat menentukan harga (price taker). Harga terbentuk dengan kesepakatan antara kedua belah pihak (mekanisme pasar).

2. Produk-produk homogen (persis sama) Barang yang dihasilkan oleh para produsen homogen, persis sama baik dalam bentuk, warna, kualitas, dan lain-lain sehingga produk yang satu merupakan substitusi yang sempurna bagi produk dari produsen yang lain.

3. Bebas keluar masuk pasar Dalam pasar persaingan sempurna baik penjual maupun pembeli bebas untuk keluar masuk pasar, tidak ada aturan tertentu yang membatasi hal tersebut. Karena dengan adanya batasan dan hambatan akan mengurangi persaingan.

4. Penjual dan pembeli mengetahui kondisi pasar secara sempurna Masing-masing penjual maupun pembeli dapat memperoleh informasi dengan cepat dan tepat tentang perubahan harga dan produk sehingga masing-masing tidak dapat menjadi penentu harga.

5. Faktor-faktor produksi bergerak bebas Faktor-faktor produksi bergerak bebas tidak dikuasai oleh salah satu atau beberapa produsen saja sehingga tidak ada pihak yang dapat menentukan harga secara sepihak.

6. Tidak ada campur tangan pemerintah Adanya campur tangan pemerintah akan menimbulkan batasan-batasan dan hambatan untuk terbentuknya persaingan sempurna.

Bentuk-bentuk Pasar – Konsekuensi dari ciri-ciri persaingan sempurna adalah sebagai berikut.

1. Masing-masing penjual hanya berperan sebagai price taker (penerima harga).

2. Kurva permintaan yang dihadapi oleh setiap penjual secara individual berbeda dengan kurva permintaan pasar. Permintaan pasar berslop negatif (menurun), sedangkan kurva permintaan yang dihadapi horizontal. 3. Produsen tidak terlalu bersaing satu sama lain karena adanya homogenitas produk dan banyaknya produsen. 4. Barang yang ditawarkan penjual akan laku berapa pun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.

Kebaikan pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut :

1. Pada pasar persaingan sempurna tidak tampak kegiatan saling menyaingi antarpenjual.

2. Penjual tidak mungkin mengadakan persaingan harga dengan maksud merebut pasar karena harga pasar adalah suatu yang harus diterima masing-masing produsen.

3. Barang yang ditawarkan penjual akan laku berapa pun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.

4. Tidak mungkin mengubah bentuk barang untuk merebut pasar karena adanya homogenitas barang.

5. Informasi tentang pasar telah diketahui oleh saingan usaha dan usaha untuk menyaingi perusahaan lainnya juga tidak menghasilkan apa-apa karena jumlah saingan sangat tidak terbatas. 6. Konsumen tidak perlu beradu tegang tentang tawar-menawar harga barang karena harga tidak dapat dipengaruhi oleh siapa pun.

Kelemahan pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut :

1. Pasar persaingan sempurna sulit dijumpai, sebab:

  a. homogenitas barang sulit dilaksanakan sebab konsumen lebih sering datang ke pasar yang heterogen (banyak pilihan alternatif);

   b. harga tidak dapat ditawar-tawar lagi.

2. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan informasi menyebabkan kemajuan dalam kualitas dan kuantitas serta jenis yang memaksa adanya persaingan produk antarprodusen.

3. Keuntungan maksimum yang diperoleh pedagang sudah dapat diprediksi sejak awal karena harga tidak dapat dipengaruhi oleh pedagang.

4. Pasar gelap (black market) dapat muncul sewaktu-waktu.

Penentuan harga dan jumlah barang pada pasar persaingan sempurna Dalam model persaingan sempurna dapat dibedakan antara perusahaan secara individu dan perusahaan sebagai suatu industri yaitu kumpulan perusahaan yang sejenis. Kurva permintaan yang dihadapi sebuah perusahaan berbentuk garis lurus horizontal karena berapa pun permintaan harga tetap sesuai dengan kesepakatan.

b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang jumlah penjual dan pembeli tidak sebanding atau tidak seimbang. Kemungkinan yang terjadi adalah pasar dikuasai oleh satu penjual atau beberapa penjual, sedangkan pembelinya juga satu atau beberapa pembeli yang menguasai pasar. Bentuk-bentuk pasar persaingan tidak sempurna adalah sebagai berikut.

1. Monopoli. Monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh hanya ada satu penjual/produsen di pasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli/konsumen.

Sebab-sebab tumbuhnya monopoli adalah sebagai berikut.

   a. Adanya perlindungan hukum, yaitu diperolehnya hak paten untuk suatu produk.

   b. Pemberian lisensi oleh pemerintah untuk berusaha secara tunggal.

   c. Memiliki modal yang sangat besar sehingga tidak dapat disaingi oleh perusahaan lainnya.

   d. Menguasai bahan mentah yang cukup strategis.

 e. Produk diperoleh secara alamiah karena sangat digemari konsumen.

  f. Pasar tidak luas hanya ada satu penjual yang dapat melayani konsumen secara optimal.

Ciri-ciri pasar monopoli adalah sebagai berikut :

1. Hanya ada satu penjual dan banyak pembeli.

2. Tidak ada perusahaan yang dapat membuat barang substitusi yang sempurna.

3. Rintangan cukup kuat untuk masuk ke pasar monopoli, baik dari segi penguasaan sumber daya alam, biaya produksi yang tidak efesiensi hingga peraturan dari pemerintah.

4. Pembeli tidak ada pilihan lain dalam membeli barang.

5. Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.

Kelebihan pasar monopoli adalah sebagai berikut :

1. Keuntungan penjual cukup tinggi.

2. Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah.

Kelemahan pasar monopoli adalah sebagai berikut :

1. Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang.

2. Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.

3. Terjadi eksploitasi pembeli.

2. Pasar Oligopoli. Pasar Oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran di mana terdapat beberapa penjual atau produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.

Ciri-ciri pasar oligopoli adalah sebagai berikut.

a. Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.

b. Barang yang diperjualbelikan dapat homogen dapat pula berbeda corak (differentiated product).

c. Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.

d. Satu di antara oligopoli merupakan market leader, yaitu penjual yang memiliki pangsa pasar yang terbesar.

Oligopoli terdiri dari dua macam, yaitu sebagai berikut.

1. Oligopoli murni (pure oligopol) yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk homogen.

2. Oligopoli dengan pembedaan (differentiated oligopol) yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.

Dampak negatif oligopoli terhadap perekonomian adalah sebagai berikut.

a. Keuntungan yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang.

b. Timbul inefisiensi produksi.

c. Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan.

d. Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang munculnya inflasi yang kronis.

Kebijakan dalam mengatasi oligopoli adalah sebagai berikut :

1. Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru ke dalam pasar untuk menciptakan persaingan.

2. Diberlakukannya undang-undang antikerja sama antarprodusen.

3. Pasar Persaingan Monopolistik Pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang di dalamnya terdapat sejumlah besar penjual/produsen yang menawarkan barang yang sama, tetapi masing-masing memiliki ciri-ciri khusus.

Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik adalah sebagai berikut :

1. Terdapat banyak penjual/produsen di pasar.

2. Barang yang diperjualbelikan merupakan differentiated product. 3. Para penjual memiliki kekuatan monopolis atas barang produksinya sendiri. Oleh karena itu, harus memperhitungkan persaingan dengan barang-barang lain yang sama, tetapi berbeda corak.

4. Untuk memenangkan persaingan, setiap penjual/produsen aktif melakukan promosi iklan.

5. Keluar masuk pasar relatif mudah dibandingkan dengan pasar oligopoli.

6. Jumlah perusahaan sangat kecil dibandingkan dengan output total.

Kelebihan pasar persaingan monopolistik adalah sebagai berikut :

1. Penjual tidak sebanyak pasar persaingan sempurna.

2. Produsen terpacu untuk berkreativitas.

3. Pembeli tidak mudah berpindah dari produk yang dipakai selama ini.

Kelemahan pasar persaingan monopolistik adalah sebagai berikut :

1. Biaya mahal untuk ke pasar monopolistik karena untuk masuk pangsa pasar tertentu dibutuhkan riset dan pengembangan produk. 2. Persaingan sangat berat karena pasar biasanya didominasi oleh produk-produk yang telah ternama.

3. Pasar Monopsoni Pasar monopsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh suatu orang/badan/lembaga pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual/produsen.

4. Pasar Oligopsoni Pasar oligopsoni adalah suatu bentu pasar yang dikuasai oleh lebih dari dua orang pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual/produsen.

Pengertian Pasar Faktor Produksi Modal dan Kewirausahaan

Pengertian Pasar Faktor Produksi Modal dan Kewirausahaan

Pengertian Pasar Faktor Produksi Modal dan Kewirausahaan

Faktor Produksi Modal
Faktor Produksi Modal

Faktor Produksi Modal

3. Pasar Faktor Produksi Modal

Faktor Produksi Modal – Dalam setiap perekonomian kegiatan memproduksi memerlukan barang modal. Dalam perekonomian yang sangat primitif sekalipun barang modal diperlukan, seperti jala, cangkul, bajak, dan lain-lain. Dalam perekonomian modern barang modal lebih diperlukan lagi. Modernisasi perekonomian tidak akan berlaku tanpa barang modal yang kompleks dan sangat tinggi produktivitasnya. Perusahaan-perusahaan harus terus berusaha memperbaiki teknik memproduksinya supaya tetap dapat mempertahankan daya persaingannya dan menjamin kelangsungan hidup usahanya.

Faktor Produksi Modal – Untuk menjamin agar teknik memproduksinya tetap mengalami kemajuan dan tetap dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain, investasi atau penanaman modal harus selalu dilakukan. Investasi atau penanaman modal adalah pengeluaran sektor perusahaan untuk membeli atau memperoleh barangbarang modal baru yang lebih modern atau untuk menggantikan barang-barang modal lama yang sudah tidak digunakan lagi atau yang sudah usang.

Untuk melakukan penanaman modal para pengusaha memerlukan dana. Adakalanya dana ini bersumber dari tabungan perusahaan yaitu dana yang diperoleh dari keuntungan yang tidak dibagikan. Selain itu banyak pula perusahaan yang memperoleh dana tersebut dengan meminjam dari pihak lain. Faktor apakah yang akan menentukan keputusan para pengusaha untuk meminjam dana dan melakukan investasi?

Faktor Produksi Modal

a. Permintaan Dana Modal Permintaan dana modal yang akan digunakan untuk investasi tergantung kepada produktivitas dari dana modal tersebut. Dengan demikian, faktor utama yang menentukan permintaan atas dana modal adalah produktivitasnya. Produktivitas dari modal dihitung dengan cara menentukan besarnya pendapatan rata-rata tahunan neto yaitu setelah dikurangi dengan penyusutan modal yang digunakan dan dinyatakan sebagai persentase dari modal yang ditanamkan.

Produktivitas modal tersebut dinamakan tingkat pengembalian modal atau rate of returns. Agar memahami tentang tingkat pengembalian modal (rate of returns), perhatikanlah contoh berikut ini. Seorang pemilik modal jasa transportasi angkot bus membeli sebuah bus angkutan kota dengan harga Rp100.000.000,00 dan dalam setahun biaya operasi yang dikeluarkan sebesar Rp25.000.000,00. Ia berniat menggunakan angkot tersebut selama setahun. Dan setelah akhir tahun angkot tersebut dijual dengan harga Rp75.000.000,00. Apabila dalam setahun tersebut ia memperoleh pendapatan sebesar Rp75.000.000,00 dari angkot bus tersebut, berapakah tingkat pengembalian modal yang diterima?

Faktor Produksi Modal – Apabila para pengusaha mengetahui sepenuhnya berbagai kemungkinan untuk melaksanakan investasi, mereka tentu akan mendahulukan investasi yang tingkat pengembalian modalnya tinggi. Setelah itu kemudian mengembangkan proyek yang tingkat pengembalian modalnya lebih rendah.

b. Suku Bunga

Faktor Produksi Modal – Dalam suatu perekonomian tidak semua pendapatan yang diterima masyarakat akan digunakan untuk pengeluaran konsumsi. Namun sebagian dari pendapatan tersebut akan disisihkan untuk ditabung. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan :

1) untuk membiayai pengeluaran konsumsi saat mencapai usia pensiun,

2) untuk mengumpulkan biaya pendidikan anakanak pada saat menginjak dewasa, dan

3) untuk berjaga-jaga di dalam menghadapi kesulitankesulitan di masa yang akan datang. Berdasarkan kurva 6.6, dapat dijelaskan bahwa Kurva Sm adalah tabungan. Keadaan yang semakin naik tersebut menggambarkan semakin tinggi suku bunga, semakin banyak jumlah tabungan. Ini dapat dilihat bahwa pada waktu suku bunga 6%, jumlah tabungan adalah So, dan tabungan bertambah menjadi S1 pada waktu suku bunga mencapai 12%. Penentuan tingkat suku bunga dapat berbeda-beda menurut pandangan beberapa ahli berikut ini :

1) Pandangan klasik; menyatakan suku bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran tabungan.

2) Pandangan Keynes; menyatakan suku bunga ditentukan oleh jumlah uang yang beredar (penawaran uang) dan preferensi likuiditas (permintaan uang). Preferensi likuiditas adalah permintaan atas uang oleh seluruh masyarakat dalam perekonomian.

Keynes menyatakan bahwa permintaan uang oleh masyarakat mempunyai tiga motivasi (tujuan), yaitu :

a) untuk transaksi; masyarakat meminta uang untuk membayar konsumsi yang dilakukan,

b) untuk berjaga-jaga; untuk menghadapi masalah yang tidak terdugaduga seperti kehilangan pekerjaan.

c) untuk spekulasi; untuk ditanamkan ke saham-saham atau surat berharga lain. Permintaan uang untuk tujuan transaksi dan berjaga-jaga tergantung pada pendapatan masyarakat, yaitu makin tinggi pendapatan masyarakat maka semakin tinggi pula permintaan uang untuk kedua tujuan tersebut. Adapun permintaan uang untuk tujuan spekulasi tergantung pada suku bunga dan sifatnya adalah pada waktu suku bunga tinggi hanya sedikit uang yang akan ditahan masyarakat untuk spekulasi, tetapi kalau suku bunga rendah makin lebih banyak uang yang tidak dispekulasikan dipegang oleh pemiliknya.

Faktor Produksi Modal

Ada beberapa faktor penyebab perbedaan suku bunga.

1) Perbedaan Risiko Salah satu pertimbangan bank-bank dalam menentukan suku bunga yang akan dikenakannya adalah risiko dari memberikan pinjaman tersebut, pada usaha yang telah lama berkembang dan tidak banyak risikonya atau pada usaha yang sangat tinggi risikonya.

2) Jangka Waktu Pinjaman Semakin lama sejumlah modal dipinjamkan, semakin besar tingkat bunga yang harus dibayar. Salah satu sebab dari keadaan ini adalah karena risiko yang ditanggung peminjam bertambah panjang. Selain itu karena pemilik modal kehilangan kebebasan untuk menggunakan modalnya dalam jangka waktu yang lebih lama. Sebab lain adalah para peminjam bersedia membayar tingkat bunga yang lebih tinggi karena mereka mempunyai waktu yang lebih lapang untuk mengembalikan pinjamannya.

3) Biaya Administrasi Pinjaman Biaya administrasi untuk jumlah dana yang dipinjam tidak banyak berbeda. Berapapun besarnya dana pinjaman atau berapapun kecilnya dana yang dipinjam biaya administrasi adalah sama. Berdasarkan pertimbangan biaya administrasi pinjaman yang relatif lebih kecil jumlahnya akan membayar suku bunga yang lebih tinggi.

c. Suku Bunga Nominal dan Suku Bunga Riil

Pemilik modal dalam meminjamkan uang bukan saja harus memerhatikan suku bunga yang diterima tetapi juga tingkat inflasi (persentase tahunan kenaikan harga-harga) yang berlaku. Apabila tingkat inflasi lebih tinggi dari suku bunga, pemilik modal akan mengalami kerugian dalam meminjamkan uangnya karena modal ditambah bunganya, nilai riil adalah lebih rendah dari nilai riil modal sebelum dibungakan. Suku bunga nominal adalah suku bunga yang digunakan sebagai ukuran untuk menentukan besarnya bunga yang harus dibayar oleh pihak peminjam dana modal. Adapun suku bunga riil adalah persentase dari nilai riil modal sebelum dibungakan.

4. Pasar Faktor Produksi Kewirausahaan Dalam kegiatan produksi suatu perusahaan, keuntungan ditentukan dengan cara mengurangkan berbagai biaya yang dikeluarkan dari hasil penjualan yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan meliputi pengeluaran untuk bahan mentah, pembayaran bunga, sewa, tanah, dan penghapusan (depresiasi). Apabila hasil penjualan yang diperoleh dikurangi dengan biaya-biaya tersebut nilainya adalah positif maka diperoleh keuntungan.

Dalam ilmu ekonomi keuntungan mempunyai arti yang sedikit berbeda dengan pengertian keuntungan dari segi pembukuan. Ditinjau dari sudut pandang perusahaan (pembukuan perusahaan) seperti yang diuraikan di atas, keuntungan adalah perbedaan nilai uang dari hasil penjualan yang diperoleh dengan seluruh biaya yang dikeluarkan. Dalam ilmu ekonomi definisi itu dipandang terlalu luas karena tidak mempertimbangkan biaya tersembunyi, yaitu biaya produksi yang tidak dibayar dengan uang tetapi perlu dipandang sebagai bagian dari biaya produksi.

Pengeluaran tersebut (biaya yang tersembunyi) meliputi pendapatan yang seharusnya dibayarkan kepada para pengusaha yang menjalankan sendiri perusahaannya, tanah, dan modal sendiri yang digunakan, dan bangunan serta peralatan pabrik yang dimiliki sendiri. Keuntungan dari segi pembukuan, akan menghasilkan keuntungan ekonomi atau keuntungan murni (pure profit) yang dalam ilmu ekonomi dinyatakan sebagai keuntungan ekonomi.

Keuntungan Ekonomi Keahlian Kewirausahaan Keuntungan adalah pembayaran atas jasa yang diberikan oleh suatu faktor produksi yaitu keahlian kewirausahaan yang disediakan oleh para pengusaha. Keahlian kewirausahaan tersebut digunakan para pengusaha di dalam membuat keputusan-keputusan berikut ini :

a. Menentukan barang apa yang perlu diproduksi dan dijual di pasar dan berapa banyaknya.

b. Menentukan cara memproduksi yang terbaik dan kombinasi faktor-faktor produksi yang paling efisien dalam memproduksi barang tersebut. Jadi, dengan menggunakan keahlian kewirausahaan yang dimilikinya, fungsi para pengusaha dalam proses produksi adalah menentukan cara paling efisien di dalam menyediakan barang yang dibutuhkan masyarakat. Apabila usaha ini berhasil, para pengusaha akan memperoleh balas jasa dari jerih payahnya dalam bentuk keuntungan ekonomi atau keuntungan murni.

Para ahli ekonomi mengemukakan beberapa teori yang bertujuan untuk menerangkan sumber dari wujudnya keuntungan ekonomi. Pada umumnya teori-teori tersebut menjelaskan bahwa keuntungan adalah pendapatan yang diperoleh para pengusaha sebagai pembayaran dari melakukan kegiatan berikut ini :

a. Menghadapi Risiko Ketidakpastian di Masa yang Akan Datang Kegiatan perusahaan bukan saja untuk memenuhi permintaan pasar pada masa sekarang, tetapi juga permintaan pasar di masa yang akan datang. Tidaklah mudah untuk menentukan keadaan yang terjadi di masa yang akan datang.

Sehingga yang dapat dilakukan para pengusaha hanyalah membuat ramalan tentang keadaan yang terjadi di masa depan. Berdasarkan ramalan-ramalan tersebut, para pengusaha dapat menentukan strategi kegiatan usahanya, misalnya apakah produksinya harus ditambah atau dikurangi. Ramalan-ramalan ini belum tentu tepat. Ini berarti, para pengusaha menghadapi risiko ketidaktepatan ramalan. Salah satu akibat jika ramalan salah, para pengusaha dapat mengalami kerugian. Akan tetapi jika ramalannya tepat, ia akan mendapat keuntungan, sehingga ditinjau dari sudut risiko yang dihadapi oleh setiap jenis usaha, keuntungan dipandang sebagai pembayaran untuk menghadapi risiko.

b. Melakukan Inovasi (Pembaruan) di dalam Berbagai Kegiatan Ekonomi Kegiatan perusahaan untuk melakukan inovasi antara lain mengadakan pembaruan dalam manajemen, pemasaran dan teknik memproduksi, memegang peranan penting di dalam menjamin kesuksesan usaha tersebut. Dengan melakukan inovasi, teknik memproduksi yang baru dapat diperkenalkan, mutu produksi dapat diperbaiki, biaya produksi, dan barang baru diperkenalkan. Langkah-langkah ini seperti menaikkan hasil penjualan dan menurunkan biaya per unit produksi. Kedua perubahan ini akan menaikkan keuntungan perusahaan. Dengan demikian keuntungan dapat pula dipandang sebagai pembayaran atas kegiatan inovasi.

c. Mewujudkan Kekuasaan Monopoli di dalam Pasar Di dalam perekonomian terdapat perusahaan-perusahaan yang dapat menghalangi masuknya perusahaan-perusahaan baru dalam pasar. Akibatnya beberapa barang tertentu hanya terdapat beberapa perubahan atau satu perusahaan yang ada di pasar. Kemungkinan untuk membatasi persaingan ini, memungkinkan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal dalam jangka panjang. Keadaan ini dicapai oleh perusahaan-perusahaan tersebut dengan membatasi produksi dan menjamin agar tingkat harga melebihi rata-rata. Kemungkinan untuk memperoleh keuntungan baru ini menyebabkan ahli-ahli ekonomi berpendapat bahwa keuntungan dipandang sebagai pendapatan dari kekuasaan monopoli yang dimiliki perusahaan