Kingdom Phylum Protista dan Peranannya dalam Kehidupan

Kingdom Phylum Protista dan Peranannya dalam Kehidupan

Kingdom Phylum Protista dan Peranannya dalam Kehidupan

Kingdom Phylum Protista – Minum es rumput laut di puncak hari yang panas menyengat? Nyamm, nikmatnya. Pasti lezat dan menyegarkan. Tapi, apakah kalian kira rumput laut di es buah a da lah rumput laut dalam bentuk asalnya? Ternyata tidak demikian. Rumput laut yang kalian makan telah mengalami beberapa proses pengolahan, sehingga enak di mulut. Adapun rumput laut yang asli belum layak konsumsi, dan terdiri atas beraneka jenis. Ada yang berwarna coklat, hijau, merah, serta warnawarna lainnya. Nah, kalian akan mendapatkan ke terangan lengkapnya dengan mempelajari materi pada bab ini. Selamat membaca.

Kingdom Phylum Protista
Kingdom Phylum Protista

Pada bab sebelumnya, kalian telah mempelajari makhluk hidup prokariotik. Pada bab ini, kalian akan mempelajari eukariotik yang lebih maju daripada prokariotik. Salah satu kingdom yang termasuk dalam eukariotik adalah Protista. Protista berasal dari bahasa Yunani protos yang berarti ‘pertama’. Jadi, Protista merupakan eukariotik pertama hasil evolusi prokariotik. Pada bab ini kalian akan diajak untuk mendalami ciri-ciri umum, klasifikasi, dan peranan Protista dalam kehidupan.

Setelah mempelajari materi pada bab ini, diharapkan kalian mampu mendeskripsikan ciri-ciri umum Protista, membedakan Protista mirip jamur, mirip tumbuhan, dan mirip hewan, serta memberikan contoh peranan Protista yang menguntungkan dan merugikan dalam kehidupan. Oleh sebab itu simaklah penjelasannya pada sub bab berikut.

Kingdom Phylum Protista

A. Ciri-ciri Umum Protista

Apakah kalian menyadari bahwa air yang sering kalian gunakan untuk minum, mandi dan mencuci pakaian ternyata mengandung banyak mikroorganisme? Mikroorganisme tersebut ukurannya sangat kecil (disebut juga jasad renik) yang hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Mikroorganisme merupakan salah satu dari sekian ribu makhluk hidup yang termasuk dalam Kingdom Protista. Bagaimanakah bentuk morfologi dan ciri-ciri Protista?

Protista merupakan organisme eukariotik yang paling sederhana. Protista telah ada sebelum munculnya tumbuhan, hewan, dan jamur. Sebagian besar jenis Protista bersifat uniseluler, akan tetapi ada juga yang hidup secara berkelompok dan bersifat multiseluler.

Sebagian besar Protista bersifat aerob, yakni memerlukan oksigen untuk kelangsungan hidupnya. Oksigen digunakan dalam proses respirasi yang bertempat pada mitokondria. Namun, beberapa jenis Protista bersifat anaerob, yakni tidak memerlukan oksigen dalam hidupnya. Protista anaerob melakukan respirasi dengan bersimbiosis bersama bakteri yang bersifat aerob. Beberapa Protista bersifat heterotrof, memperoleh makanan dengan cara mengabsorbsi molekul-molekul organik dan sebagian lagi bersifat fotoautotrof karena mempunyai kloroplas sebagai tempat untuk menangkap energi matahari.

Protista dapat ditemukan pada setiap tempat yang mengandung air, tanah yang basah, sampah, dedaunan, dan habitat lain yang cukup lembab. Protista yang hidup di laut sebagian besar bertindak sebagai fitoplankton yang merupakan kontributor utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan.

Protista dapat hidup secara bebas atau bersimbiosis secara mutualisme, parasitisme, dan komensalisme. Protista parasit bersifat patogen pada hewan dan manusia. Beberapa jenis Protista mempunyai alat geraksehingga bersifat motil. Adapun reproduksi dapat terjadi secara seksualdan aseksual. Sedangkan pada kondisi lingkungan yang tidak sesuai, Protista membentuk sel resisten yang disebut kista.

B. Klasifikasi Protista Anggota Protista sangat beragam, sehingga untuk mempermudah dalam mempelajarinya, maka para ahli taksonomi membagi Protista dalam tiga kategori yaitu:

1. Protista yang menyerupai hewan (Protozoa)

2. Protista yang menyerupai tumbuhan (Protophyta)

3. Protista yang menyerupai jamur

Supaya lebih jelas, marilah kita bahas satu persatu kelompok Protista tersebut.

Kingdom Phylum Protista

1. Protista yang Menyerupai Hewan (Protozoa)

Protozoa berasal dari bahasa Yunani, protos yang berarti ‘pertama’, dan zoa yang berarti ‘hewan’. Jadi, Protozoa disebut juga sebagai hewan pertama. Protozoa merupakan Protista yang menyerupai hewan karena memiliki sifat heterotrof, mampu bergerak dan menelan makanan.

Protozoa memiliki ukuran mikroskopis, yaitu berkisar antara 10 nm-200 nm (1 nm = 10-9m). Protozoa merupakan organisme uniseluler dengan bentuk yang bervariasi, ada yang bentuknya tetap dan ada pula yang berubah-ubah. Protozoa mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagella), atau rambut getar (cilia).

Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri dan bersimbiosis dengan organisme lain. Kebanyakan Protozoa hidup di dalam tubuh makhluk hidup atau di dalam air (air tawar maupun air laut). Protozoa dapat bereproduksi secara vegetatif (aseksual) dengan pembelahan biner, maupun secara generatif (seksual), dengan cara konjugasi.

Berdasarkan alat geraknya, Protozoa dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu Rhizopoda (Filum Sarcodina), Ciliata (Filum Ciliophora/ Infusoria), Flagellata (Filum Mastigophora), dan Sporozoa (Filum Apicomplexa). Bagaimanakah ciri-ciri dari keempat Filum tersebut? Kalian akan mengetahuinya setelah mempelajari uraian berikut.

a. Rhizopoda (Filum Sarcodina)

Istilah rhizopoda berasal dari bahasa Yunani, rhizo yang berarti ‘akar’ dan podos yang berarti ‘kaki’. Jadi, rhizopoda berarti kaki yang menyerupai akar. Anggota Filum ini bergerak menggunakan pseudopodia (kaki semu). Disebut pseudopodia atau kaki semu karena terbentuk sebagai hasil penjuluran sitoplasma sel, yang seolah-olah berfungsi sebagai kaki. Selain untuk bergerak, kaki semu juga berfungsi untuk mencari makanan. Salah satu contoh Filum Sarcodina adalah Amoeba. Ketika bergerak, Amoeba akan menjulurkan pseudopodia dan mengaitkan ujungnya kemudian mengeluarkan lebih banyak sitoplasma ke dalam pseudopodia. Gerak semacam ini disebut gerak amoeboid. Dengan adanya kaki semu ini, berarti bentuk sel rhizopoda berubah-ubah baik saat diam maupun saat bergerak.

Amoeba mempunyai sitoplasma yang terdiri atas ektoplasma dan endoplasma. Ektoplasma yaitu plasma sel bagian luar yang berbatasan dengan membran, sementara endoplasma merupakan plasma sel di sebelah dalam ektoplasma. Aliran ektoplasma dan endoplasma tersebut berperan dalam penjuluran dan penarikan pseudopodia. Selain sitoplasma, ektoplasma, dan endoplasma, di dalam sel amoeba juga terdapat vakuola kontraktil, vakuola makanan, inti sel, dan sentriol.

Vakuola makanan merupakan rongga yang digunakan untuk mencerna makanan. Sedangkan vakuola kon – traktil berfungsi sebagai rongga untuk membuang sisa hasil metabolisme dan untuk mengatur tekanan osmosis tubuh.Inti sel merupakan tempat terdapatnya DNA dan materi genetik, sedangkan sentriol berfungsi untuk mengontrol gerakan sel dalam penjuluran pseudopodia dan dalam orientasi pembelahan sel.

Rhizopoda bereproduksi secara vegetatif atau aseksual dengan pembelahan biner. Selain itu, rhizopoda mempunyai kemampuan beradaptasi yang baik pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dengan membentuk kista. Rhizopoda dapat hidup pada tempat yang lembab, air laut, maupun parasit pada tubuh manusia. Berikut ini beberapa contoh anggota Rhizopoda dan habitatnya masing-masing.

a. Rhizopoda yang hidup di tempat lembab, contohnya adalah Amoeba proteus.

b. Rhizopoda yang hidup di laut, contohnya Foraminifera dan Radiolaria. Foraminifera mempunyai kerangka luar yang berongga dan terbuat dari kalsium karbonat. Sedangkan Radiolaria memiliki kerangka dalam yang terbuat dari silika.

c. Rhizopoda yang hidup di air tawar, contohnya antara lain Arcella yang mempunyai rangka dari zat kitin, Diflugia, dan Heliozoa.

d. Rhizopoda yang hidup parasit dalam tubuh manusia contohnya Entamoeba ginggivalis, Entamoeba hystolitica, dan Entamoeba coli.

b. Ciliata (Filum Ciliophora)

Istilah ciliata berasal dari bahasa Latin cilia yang berarti ‘rambut kecil’. Salah satu ciri khas ciliata adalah mempunyai silia sebagai alat gerak dan untuk mencari makan. Ciliata merupakan organisme bersel tunggal (uniseluler) dengan bentuk tetap atau tidak berubah.

Beberapa anggota ciliata seluruh tubuhnya ditutupi oleh barisan silia, sedangkan lainnya memiliki silia yang berkelompok. Susunan silia yang spesifik tersebut menunjukkan tingkat adapatasi terhadap lingkungannya.

Ciri lain dari ciliata adalah adanya 2 inti sel, yaitu makronu kleus dan mikronukleus. Makronukleus merupakan inti sel berukur an besar berfungsi dalam reproduksi aseksual (vegetatif), sedangkan mikro nukleus merupakan inti sel berukuran kecil diperlukan untuk be reproduksi secara seksual dengan cara konjugasi. Selain bereproduksi secara seksual, Ciliata juga bereproduksi secara aseksual dengan cara membelah diri.

Kingdom Phylum Protista
Kingdom Phylum Protista

Ciliata pada umumnya hidup di tempat-tempat berair. Mereka mengambil makanan dengan menyapu aliran air yang berisi partikel makanan ke dalam organel yang menyerupai mulut dan kerongkongan. Barisan silia yang berada di sepanjang celah mulut yang berbentuk corong, berfungsi untuk menggerakkan makanan ke mulut sel. Selanjutnya, makanan ditelan melalui proses fagositosis. Bahan yang tidak tercerna dalam vakuola makanan akan dikeluarkan melalui pori yang berfungsi sebagai lubang anus. Proses ini disebut sebagai eksositosis.

Salah satu contoh anggota Ciliata yang terkenal adalah Paramaecium. Paramaecium merupakan anggota Ciliata yang hidup bebas, bentuk tubuhnya seperti sandal dan tubuhnya diselubungi oleh pelikel.

Contoh anggota Ciliata yang lain adalah:

a. Stentor, mempunyai bentuk tubuh seperti terompet.

b. Didinium, merupakan predator Paramaecium.

c. Vorticella, mempunyai bentuk tubuh seperti lonceng.

d. Stylonichia, mempunyai bentuk tubuh oval dengan silia yang berkelompok disebut cirri.

c. Flagellata (Filum Mastigophora)

Flagellata berasal dari kata flagellum yang berarti ‘bulu cambuk’. Ciri khas Filum ini adalah memiliki alat gerak berupa bulu cambuk yang disebut flagella. Flagella juga berfungsi sebagai alat peraba dan alat penangkap makanan.

Flagellata pada umumnya mempunyai bentuk tubuh oval, panjang, dan bulat. Habitat Flagellata sebagian besar adalah air tawar, air laut, tanah yang basah, atau dalam tubuh makhluk hidup sebagai parasit. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner. Beberapa jenis Flagellata khususnya genus Trypanosoma, merupakan penyebab penyakit pada manusia dan hewan, contohnya Trypanosoma gambiense, Trypanosoma rhodesiense, Trypanosoma evansi, Trychomonas vaginalis, Trypanosoma cruzi, Trypanosoma brucei, dan Leismenia donovani.

Kingdom Phylum Protista

d. Sporozoa (Filum Apicompleksa)

Istilah Sporozoa berasal dari bahasa Yunani, spora yang berarti ‘benih’ dan zoa yang berarti ‘hewan’. Sporozoa merupakan salah satu kelompok Protozoa yang membentuk spora dalam salah satu tahapan silkus hidupnya. Semua anggota Sporozoa hidup sebagai parasit dalam tubuh organisme lain dan tidak memiliki alat gerak. Pergerakannya dilakukan dengan mengubah posisi tubuhnya.

Anggota sporozoa yang paling dikenal adalah Plasmodium. Plasmodium merupakan penyebab penyakit malaria dan menyerang sel darah merah. Penyakit malaria ditularkan dari manusia satu ke manusia lain melalui gigitan nyamuk Anopheles.

Siklus hidup Plasmodium ditemukan oleh Ronald Ross dan Grassi. Reproduksi secara aseksual terjadi di dalam tubuh manusia secara skizogoni (pembelahan diri dalam tubuh inang tetap) dan pada tubuh nyamuk Anopheles betina secara sporogoni (pembentukan spora pada inang sementara). Sedangkan reproduksi secara seksual terjadi melalui peleburan gamet.

Ketika nyamuk Anopheles betina menggigit manusia, maka air liur nyamuk tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia. Dalam air liur tersebut terkandung zat anti pembekuan darah dan sel-sel Plasmodium yang disebut sporozoit.

Sporozoit selanjutnya akan ikut dalam aliran darah menuju ke sel hati. Dalam sel hati, sporozoit melakukan pembelahan berkalikali membentuk merozoit. Merozoit selanjutnya akan menginfeksi sel darah merah hingga rusak dan pecah. Merozoit-merozoit tersebut sebagian akan menginfeksi sel darah merah lainnya, dan sebagian lagi akan membentuk gametosit.

Ketika berada dalam dinding usus nyamuk Anopheles betina, gametosit akan menghasilkan gamet jantan (makrogametosit) dan gametosit betina (mikrogametosit). Jadi, gametosit akan masuk kembali ke dalam tubuh nyamuk ketika nyamuk tersebut menghisap darah manusia yang telah terinfeksi. Setelah terjadi pembuahan, maka terbentuklah zigot yang selanjutnya tumbuh menjadi oosit, dan oosit akan tumbuh membentuk sporozoit kembali.

Plasmodium yang dikenal ada empat macam, yaitu:

a. Plasmodium falciparum merupakan penyebab malaria tropika. Plamodium ini mempunyai masa sporulasi (masa pembentukan spora) sekitar 1 hari (1 x 24 jam).

b. Plasmodium vivax merupakan penyebab penyakit malaria tertiana. Masa sporulasinya setiap 2 x 24 jam.

c. Plasmodium malariae merupakan penyebab penyakit malaria quartana. Masa sporulasinya setiap 3 x 24 jam.

d. Plasmodium ovale merupakan penyebab penyakit limpa. Masa sporulasinya setiap 48 jam.

Kingdom Phylum Protista

Mastigophora atau Flagellata

Mastigophora atau Flagellata

Flagellata berasal dari kata flagel artinya cambuk atau Mastigophora
dari mastig artinya cambuk, phora artinya gerakan. Semua
anggota filum flagellata bergerak menggunakan flagel. Bentuk tubuh
flagellata tetap karena dilindungi oleh pelikel.
Di antara Flagellata ada yang hidup bebas, ada pula yang hidup
bersimbiosis dalam tubuh hewan, tetapi kebanyakan bersifat parasit.
Perhatikan tabel 5.1 di atas!
Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan
pembelahan biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksual
belum banyak diketahui. Mastigophora atau Flagellata