Pembahasan Mengenai Pengertian Kingdom Fungi

Pembahasan Mengenai Pengertian Kingdom Fungi

Pembahasan Mengenai Pengertian Kingdom Fungi

Pengertian Kingdom Fungi – Bersama bakteri, fungi merupakan organisme utama dalam penghancuran bahan organik, dengan demikian organisme ini memegang peranan amat penting dalam nutrisi tumbuhan hidup. Jamur dimanfaatkan dalam makanan, ilmu kedokteran, dan prosesproses industri. Organisme ini juga menyebabkan penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Seperti halnya alga, tubuh jamur juga disebut talus. Menurut pendapat para mikologiwan, fungi merupakan sekelompok makhluk hidup tersendiri yang menduduki regnum sama dengan Plantae dan Animalia. Jamur bukan tumbuhan bukan pula binatang. Hifa mengandung nukleus dan sitoplasma, dapat dipisah-pisahkan oleh dinding sekat (septum) menjadi sel-sel atau segmen, maka hifa itu dinamai hifa berseptum (septat). Jika tidak dipisahkan oleh septum, hifa seperti tabung bersambungan disebut aseptat.

Pengertian Kingdom Fungi
Pengertian Kingdom Fungi

Pengertian Kingdom Fungi – Ciri-ciri jamur adalah: 1. Tidak memiliki klorofil. 2. Tubuhnya terdiri dari filamen atau benang bercabang-cabang yang disebut hifa. 3. Benang hifa berkumpul membentuk suatu anyaman masa atau gumpalan yang disebut miselium. 4. Cara hidupnya bersifat heterotrof, baik parasit ataupun saprofit. Jamur dapat tumbuh subur pada lingkungan yang sudah tersedia makanan (zat organik), suhu, kelembaban yang sesuai, pH kurang dari 7, dan lingkungan yang beroksigen walaupun kebutuhan oksigennya rendah. Sebagaimana dijumpai pada alga, reproduksi jamur dilakukan dengan pembentukan spora secara seksual dan aseksual. Klasifikasi jamur terutama didasarkan pada ciri-ciri spora seksual dan tubuh buah selama tahap-tahap seksual dalam daur hidupnya. Jamur yang diketahui tingkat seksualnya disebut jamur perfek (sempurna). Jamur yang belum diketahui tingkat seksualnya disebut imperfek. Selama belum diketahui tingkat perfeknya digolongkan pada Fungi imperfecti atau Deuteromycotina.

Pengertian Kingdom Fungi

1. Zygomycotina Jamur ini hidupnya di darat, talusnya bermiselium aseptat pada jamur muda dan berseptat pada jamur yang lebih tua. Reproduksi seksualnya melalui gametangiogami dan menghasilkan zigospora. Contoh Mucor mucedo.

2. Ascomycotina Jamur Ascomycotina mempunyai talus yang terdiri dari miselium septat. Reproduksi seksualnya dengan membentuk askospora di dalam askus, sedang aseksualnya dengan membentuk konidium tunggal atau berantai pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor. Ada yang hidup sebagai sapro fit yang menghancurkan sisa-sisa organik, ada pula yang parasit sehingga dapat menimbulkan penyakit. Contoh jamur yang termasuk Ascomycotina sebagai berikut.

Pengertian Kingdom Fungi

a. Khamir (Saccharomyces) Kelompok ini tidak membentuk askokarp, tidak terlihat hifa yang jelas seperti jamur-jamur lainnya. Tubuhnya terdiri dari sel bulat oval dan dapat bertunas/membentuk kuncup sehingga membentuk rantai sel atau hifa semu. Khamir dapat melakukan fermentasi berbagai bahan organik, salah satu fermentasi yang paling umum ialah fermentasi dalam pembentukan alkohol.

b. Penicillium Jenis jamur ini menyukai habitat yang mengandung gula, seperti pada roti atau buah yang ranum. Jamur ini tampak berwarna hijau atau kebirubiruan. Reproduksi aseksual dengan pembentukan konidium dalam rantai pada konidiofor tegak. Macam spesiesnya adalah Penicillium notatum, Penicilium chryzogenum, penghasil anti biotik. Penicillium camemberti dan Penicillium requoforti untuk peningkatan kualitas dalam pembuatan keju, Penicilliun italicum, Penicillium digitatum perusak buah jeruk Aspergillus fumigatus penyebab aspergilosis (penyakit yang berbahaya pada unggas piaraan dan liar yang menyerang saluran pernapasan). Jamur ini tumbuh pada kotoran. Aspergillus fumigatus, penghasil aflatoksin, yang diduga penyebab kanker hati. Jenis ini tumbuh pada kacang tanah yang sudah tidak segar atau makanan yang terbuat dari kacang tanah.

Pengertian Kingdom Fungi

3. Basidiomycotina Jamur ini mayoritas memiliki tubuh buah makroskopis, sering ada di lingkungan sekitar kita dan hutan. Ciri utama jamur ini ialah hifa septat dengan sambungan apit (“clamp connection”), spora seksualnya basidiospora yang dibentuk pada basidium, mempunyai satu atau dua inti sel. Hifa yang berinti satu disebut hifa primer, sedangkan hifa yang berinti dua dinamakan hifa sekunder. Tubuh buah ada yang seperti payung ada juga yang berbentuk lembaran berlekuk-lekuk, jarang yang berukuran mikroskopis. Perkembangbiakan jamur Basidiomycotina secara aseksual dengan membentuk konidia, sedangkan secara seksual dengan membentuk spora generatif yang disebut basidiospora. Sebagai contoh untuk mewakili Basidiomycotina ini ialah jamur jerami (Volvariella volvacea), Berbagai contoh Basidiomycotina

Pengertian Kingdom Fungi

a. Volvariella volvacea. Jamur ini pada umumnya tumbuh pada tumpukan jerami yang melapuk. Bentuknya seperti payung terdiri atas tudung (pileus, bilah-bilah/lamella) dan membentuk basidium yang menghasilkan basidiospora. Jenis jamur ini telah banyak dikonsumsi sebagai makanan. b. Auricularia polytricha (jamur kuping). Habitat jamur ini menempel pada kayu-kayuan yang lapuk, bentuknya pipih berlekuk-lekuk seperti daun telinga, warna kecokelat-an. Jamur ini telah dibudidayakan dan dikomersialkan sebagai bahan makanan. c. Lentinous edodes, jenis jamur ini selain dapat dikonsumsi manusia juga dapat dipergunakan sebagai bahan obat. d. Pleurotus, jamur kayu atau jamur tiram. Jamur ini enak untuk dikonsumsi, habitat yang baik pada lingkungan yang mengandung banyak lignin dan selulosa. Jamur ini telah banyak dibudidayakan dengan medium serbuk gergaji. e. Amanita muscaria. Jamur ini menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh lalat. Hidup pada kotoran ternak.

Pengertian Kingdom Fungi

4. Deuteromycotina Jamur ini disebut juga fungi imperfecti (jamur tidak sempurna). Jamur ini hanya diketahui cara reproduksi secara aseksual saja, yaitu dengan membentuk blastospora (berbentuk tunas), artrospora (pembentukan spora dengan benang-benang hifa) dan konidia. Sedangkan reproduksi seksualnya belum diketahui dengan jelas. Tetapi jika dalam penelitian diketahui reproduksi seksualnya biasanya akan dikeluarkan dari kelompok jamur tidak sempurna, misalnya jamur Monilia sitophila, sebelum diketahui reproduksi seksualnya digolongkan pada Deuteromycotina, tetapi sekarang setelah diketahui reproduksi seksualnya yaitu dengan menghasilkan askospora didalam askus (peritesium) dikelompokkan ke dalam Ascomycotina dan diganti dengan nama Neurospora sitophila atau Neurospora crassa. Namun masih ada ahli yang menggolongkan Jamur Penicillium dan Aspergillus ke dalam Deuteromycotina dengan alasan karena tingkat konidiumnya begitu jelas dan tidak asing lagi, meskipun tingkat seksualnya telah diketahui dengan baik. Ciri-ciri jamur Deuteromycotina ini antara lain hidup saprofit maupun parasit, hifa bersekat-sekat, dinding selnya dari zat kitin, kebanyakan mikroskopis.

Beberapa contoh jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya antara lain: a. Epidermophyton floocosum, parasit pada kaki, biasanya menyebabkan penyakit pada kaki para atlet. b. Epidermophyton, Microsporium, Trichophyton penyebab penyakit dermatomikosis, sasarannya ialah pada kulit, rambut, dan kuku. c. Alternaria, parasit pada tanaman kentang. d. Helminthosporium, parasit pada tanaman padi. e. Colletrichum parasit pada bawang merah.

Kegiatan (Mengembangkan Kecakapan Akademik) Sediakan macam-macam jamur (jamur tempe, jamur yang tumbuh pada tongkol jagung, jamur yang tumbuh pada roti). Amatilah dengan menggunakan mikroskop! Kemudian lakukan identifikasi terhadap ketiga jamur tersebut! Susunlah laporan hasil pengamatan kalian yang meliputi: – Tujuan – Alat dan bahan – Cara kerja – Hasil pengamatan (meliputi: tubuh buah, warna spora, struktur hifa, peranan, dan sebagainya).

Kegiatan (Menumbuhkan Daya Saing) Lakukan kegiatan kelompok untuk membuat tempe, bahan apa yang diperlukan dan bagaimana cara membuatnya. Kemudian susunlah sebagai suatu laporan kegiatan! Bandingkan tempe hasil karya kelompok kalian dengan kelompok yang lain.

Rangkuman

Jamur merupakan kingdom/regnum tersendiri yang setara dengan tumbuhan tinggi, ciri-cirinya struktur tubuh uniseluler atau metaseluler, dinding sel dari zat kitin, tidak memiliki klorofil sehingga hidupnya bersifat heterotrof (parasit atau saprofit), hidup pada lingkungan yang sedikit asam, tubuhnya tersusun atas hifa yang membentuk jaringan miselium, dan tubuhnya disebut talus. Reproduksi jamur dengan melalui pembentukan spora vegetatif dan spora generatif. Spora vegetatif dibentuk tanpa melalui peleburan inti dan plasma, sedangkan pembentukan dengan spora generatif diawali oleh peleburan inti dan plasma yang sering disebut dengan konjugasi.

Berdasarkan jenis sporanya jamur dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu: Zigomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Ditinjau dari peranannya ada jamur yang menguntungkan, misalnya untuk dimakan, untuk membuat makanan, untuk membuat obat-obatan ada pula yang merugikan karena menyebabkan penyakit, misalnya dermatomikosis. Jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya dimasukkan ke dalam Deuteromycotina, tetapi setelah reproduksi generatifnya diketahui akan dikeluarkan dari kelompok Deuteromycotina.

Coba kerjakan di buku kerja kalian. A. Pilihlah salah satu jawaban soal berikut dengan tepat. 1. Jaringan benang-benang halus pada jamur disebut …. a. hifa b. stolon c. rhizoid d. miselium e. kolumela 2. Dalam ekosistem jamur merupakan penghubung antara …. a. konsumen tingkat I dan tingkat II b. konsumen tingkat I, tingkat II, dan tingkat III c. konsumen tingkat I dan produsen d. konsumen dan produsen e. konsumen kebutuhan dasar 3. Jamur Rhizopus oryzae dapat dimanfaatkan untuk membuat …. a. oncom merah b. antibiotik c. tape d. tempe e. sake 4. Jamur tempe cara reproduksi generatifnya dengan melalui pembentukan …. a. zygospora d. basidiospora b. askospora e. zoospora c. sporangiospora 5. Bagian jamur yang dapat dikonsumsi oleh manusia adalah bagian …. a. miseliumnya b. hifanya c. askogoniumnya d. tubuh buahnya e. basidiumnya 6. Khamir merupakan jamur yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan tape. Pada proses fermentasinya terjadi reaksi kimia sebagai berikut. a. C6 H12O6 + O2 o 2C2 H5 OH + CO2 b. C6 H12O6 o 2C2 H5 OH + O2 c. C6 H12O6 o 2C2 H5 OH + CO2 d. C6 H12O6 + CO2 o 2C2 H5 OH + O2 e. C6 H12O6 + H2 O o 2C2 H5 OH + CO2 7. Jamur berikut ini yang dapat digunakan sebagai bahan makanan bagi manusia adalah …. a. Volvariella volvacea dan Auricularia polytrica b. Volvariella volvacea dan Aspergillus flavus c. Auricularia polytrica dan Aspergillus flavus d. Auricularia polytrica dan Epidermophyton floocosum e. Volvariella volvacea dan Epidermophyton floocosum 8. Jamur kelompok Ascomycotina yang dapat dipergunakan untuk membuat antibiotik adalah …. a. Penicillium notatum dan Penicillium camemberti b. Penicillium notatum dan Penicillium requeforti c. Penicillium camemberti dan Penicillium requeforti d. Penicillium camemberti dan Penicillium notatum e. Penicillium notatum dan Penicillium chryzogenum 9. Gizi yang terkandung dalam tempe lebih tinggi dari pada masih dalam bentuk kedelai karena …. a. tempe lebih mudah diabsorbsi oleh dinding usus b. jamur tempe mampu mengubah kedelai menjadi asam amino esensial c. ragi tempe banyak mengandung asam amino esensial dan non esensial d. ragi tempe dapat menambah garam mineral yang diperlukan tubuh e. jamur tempe menambah vitamin 10. Adonan roti dapat mengembang karena adanya khamir, karena khamir melakukan fermentasi gula yang melepaskan gas …. a. oksigen b. nitrogen c. hidrogen d. karbondioksida e. metana

 

Pengertian Fungi DIvisi Basidiomycotina, Deuteromycotina

Pengertian Fungi DIvisi Basidiomycotina, Deuteromycotina

Pengertian Fungi DIvisi Basidiomycotina, Deuteromycotina

Pengertian Fungi

DIvisi Basidiomycotina Divisi Deuteromycotina

DIvisi Basidiomycotina

Pengertian Fungi – Divisi Basidiomycotina sering disebut juga sebagai the club fungi atau yang sering disebut jamur pada umumnya (cendawan atau mushrooms). Jamur ini bereproduksi secara seksual dengan membentuk basidia yang kemudian menghasilkan basidiospora di dalam tubuh buah yang disebut basidioma atau basidiokarp (Gambar 5.22). Basidia tersebut bisa berkembang dalam bentuk seperti insang, pori-pori, se perti gigi, atau struktur lain. Hifa dari Basiomycotina umumnya dikaryotik (binukleat, dengan 2 inti) dan terkadang memiliki hubungan yang sa ling mengapit. Sel-sel tersebut dipisahkan oleh septa yang kompleks. Anggota nya kebanyakan berupa jamur makroskopis. Kelompok ini memiliki miselium yang bersekat dan memiliki tubuh buah (basi diokarp) yang panjang, berupa lembaran- lembaran, yang berliku-liku atau bulat. Jamur ini umumnya hidup saprofi tdan parasit, umumnya berkembang biak secara aseksual dengan konidium.

Pengertian Fungi

Pengertian Fungi
Pengertian Fungi

Pengertian Fungi – Siklus hidup Basidiomycota dimulai dari spora basidium atau konidium yang tumbuh menjadi hifa yang bersekat dengan 1 inti (monokariotik). Hifa tersebut kemudian tumbuh membentuk miselium. Hifa-hifa yang berbeda, hifa (+) dan hifa (-), bersinggungan pada masing-masing ujungnya dan melebur diikuti dengan larutnya masingmasing dinding sel. Kemudian inti sel dari salah satu sel pindah ke sel yang lainnya, sehingga sel tersebut memiliki 2 inti sel (dikariotik). Sel dikariotik tersebut akhirnya tumbuh menjadi miselium dikariotik dan selanjutnya menjadi tubuh buah (basidiokarp). Basidiokarp memiliki bentuk seperti payung. Pada bagian bawahnya terdapat basidium yang terletak pada bilah-bilah (lamela). Masingmasing basidium memiliki 2 inti (2n). Kemudian 2 inti tersebut mengalami meiosis dan akhirnya terbentuk 4 inti haploid. Dan apabila mendapatkan lingkungan yang sesuai, inti haploid tersebut akan tumbuh menjadi spora basidium, atau disebut juga spora seksual. Begitu seterusnya membentuk siklus hidup Basidiomycotina.

Pengertian Fungi – Berbagai jenis jamur yang dikonsumsi kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari adalah anggota Basidiomycotina. Jenis-jenis tersebut antara lain: 1) Volvariella volvacea (jamur merang) Jamur ini mempunyai tubuh buah berbentuk seperti payung, terdiri atas lembaran-lembaran (bilah), yang berisi basidium. Tubuh buahnya berwarna putih kemerah-merahan. Jamur ini merupakan sumber protein, kadar kalorinya tinggi, tetapi kadar kolesterolnya rendah. Karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, jamur ini banyak dibudidayakan.

2) Auricularia polythrica (jamur kuping) Jamur kuping merupakan jamur saprofi t pada kayu yang mati. Tubuh buahnya berbentuk seperti daun telinga (kuping), berwarna merah kecoklat-coklatan. Rasanya enak dan bisa dimakan seperti sayuran. Jamur ini pun sekarang sudah banyak dibudidayakan. 3) Amanita phalloides Amanita phalloides merupakan salah satu anggota suku Amanitaceae. Amanita, merupakan cendawan yang indah, tetapi juga merupakan anggota daftar cendawan yang mematikan di bumi, mengandung cukup racun untuk membunuh seorang dewasa hanya dengan sepotong tubuhnya. Jamur ini hidup sebagai saprofi t pada kotoran hewan ternak, memiliki tubuh buah berbentuk seperti payung. Perhatikan Gambar 5.24. 4) Puccinia graminis (jamur karat) Jamur ini hidup parsit pada daun rumput-rumputan (Graminae), tubuhnya makroskopik, tidak memiliki tubuh buah, dan sporanya berwarna merah kecoklatan seperti warna karat.

Pengertian Fungi

Divisi Deuteromycotina

Beberapa jamur yang belum diketahui alat reproduksi generatifnya dimasukkan ke dalam Deuteromycotina. Kelompok jamur ini juga sering disebut sebagai jamur tidak sempurna atau the imperfect fungi. Jamur ini tidak mengalami reproduksi seksual atau mereka menunjukkan tahap aseksual (anamorph) dari jamur yang memiliki tahap seksual (teleomorph). Jamur ini menyerupai Ascomycotina (septanya sederhana). Jadi, kelompok ini bisa dikatakan sebagai “keranjang sampah”, tempat sementara untuk menampung jenis-jenis jamur yang belum jelas statusnya. Apabila pada penelitian berikutnya ditemukan cara reproduksi seksualnya, maka suatu jenis jamur anggota Deuteromycotinaakan bisa dikelompokkan ke dalam Divisi Ascomycotina atau Divisi Basidiomycotina.

Pengertian Fungi – Contohnya adalah Neurospora crassa yang saat ini dimasukkan ke dalam kelompok Ascomycotina. Semua jamur anggota divisi artifi sial ini bereproduksi secara aseksual dengan konidia. Konidia dibentuk diujung konidiosfora, secara langsung pada hifa yang bebas. Beberapa jenis hidup pada dedaunan dan sisa-sisa tumbuhan yang tenggelam di dasar sungai yang berarus deras. Beberapa kelompok yang lain merupakan parasit pada protozoa dan hewan-hewan kecil lainnya dengan berbagai cara. Beberapa jenis juga ditemui pada semut dan sarang rayap. Beberapa jamur parasit pada hewan-hewan kecil mengembangkan unbranched body di dalam tubuh korbannya, kemudian secara perlahan-lahan menyerap nutrien sampai korbannya mati. Setelah itu jamur tersebut memproduksi rantai spora yang mungkin menempel atau termakan oleh hewan-hewan lain yang akan menjadi korbannya. Cara lain adalah dengan menangkap mangsanya dengan hifa yang dapat menusuk, dengan menumpangi dan melekat pada amuba. Salah satu kelompok jamur penghuni tanah ada yang mampu menangkap cacing nematoda dengan membentuk cincin hifa atau hyphal loop. Ukuran cicin hifa tersebut lebih kecil dari ukuran tubuh nematoda dan run cing pada kedua ujungnya. Ketika nematoda memasukkan kepalanya ke dalam cincin hifa, cacing tersebut cenderung berusaha keluar dengan bergerak maju, bukan mundur, sehingga cacing tersebut justru terjebak pada kumparan hifa jamur tersebut. Perhatikan Gambar 5.26. Setelah berhasil menjerat korbannya, jamur tersebut kemudian membentuk haustoria yang tumbuh menembus ke dalam tubuh cacing dan mencernanya. Pada manusia, jamur anggota Divisi Deuteromycotina umumnya menyebabkan penyakit. Epidermophyton fl oocosum menyebabkan penyakit kaki atlet, sedangkan Microsporum sp. dan Trichophyton sp. menyebabkan penyakit kurap atau panu. Karena hidup dikulit, kedua jamur tersebut sering disebut juga sebagai dermatophytes. Jenis lain yang merupakan penyebab penyakit pada manusia adalah Candida albicans. Perhatikan Gambar 5.27. Jamur mikroskopis ini memiliki bentuk tubuh mirip ragi, tetapi sifat hidupnya adalah parasit. Penyakit yang ditimbulkannya adalah penyakit keputihan yang terjadi karena adanya infeksi pada vagina. Deuteromycotina juga memiliki beberapa anggota yang merupakan penyebab penyakit pada tanaman. Sclerotium rolfsie adalah jamur yang menyebabkan penyakit busuk pada tanaman budidaya. Sedangkan Helminthosporium oryzae adalah contoh jamur parasit yang dapat merusak kecambah dan buah serta dapat menimbulkan noda-noda berwarna hitam pada daun inangnya. Perhatikan Gambar 5.28. Sampai di sini kalian tentu sudah semakin paham tentang klasifi – kasi jamur. Untuk memantapkannya kerjakan Telisik berikut.

Pada uraian sebelumnya, kalian sudah mendapat penjelasan tentang klasifikasi dan ciri-ciri serta contoh spesies (jenis-jenis) yang menjadi anggota setiap divisi di dalam dunia jamur. Tentu saja masih banyak jenis-jenis jamur yang lain yang belum disebutkan di dalam buku ini, karena pada dasarnya di dunia ini terdapat beribu-ribu jenis jamur. Lakukan tugas berikut: 1. Tugas ini merupakan tugas individu. Masing-masing dari kalian, harus mencari contoh jenis-jenis jamur minimal 3 jenis untuk setiap divisinya. 2. Deskripsikan ciri-ciri, cara hidup, dan habitat dari jenis-jenis jamur yang kalian temukan. Tuliskan pula apakah jenis tersebut bermanfaat atau merugikan bagi manusia. 3. Kumpulkan kepada guru kalian dan diskusikan di dalam kelas.

Nah, sekarang selain mengenal beberapa jenis jamur kalian juga sudah mengenal beberapa sifat jamur yang bisa bermanfaat maupun yang merugikan. Pada subbab selanjutnya, kita akan membicarakan lebih khusus tentang peranan jamur dalam kehidupan. Sebelum itu, kalian dapat mengerjakan Uji Kompetensi berikut.

Selesaikan soal-soal berikut dengan tepat. 1. Apa yang dijadikan dasar oleh para ahli mikologi dalam klasifikasi jamur? Jelaskan bagaimana klasifikasi tersebut. 2. Mengapa pengelompokan jamur ke dalam khamir, kapang, dan cendawan bukan merupakan klasifikasi yang ilmiah? Jelaskan. 3. Kingdom Fungi dibagi menjadi 4 divisi. Bagaimana ciri-ciri setiap divisi tersebut? Jelaskan. 4. Berikan contoh jenis jamur anggota divisidivisi di dalam Kingdom Fungi. Setiap divisi masing-masing 3 jenis. 5. Mengapa Deuteromycotina disebut juga sebagai fungi imperfecti?

 

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur  Peranannya dalam Kehidupan

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur Peranannya dalam Kehidupan

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur Peranannya dalam Kehidupan

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Mungkin kalian pernah mengamati halaman rumah, kebun, atau tempat-tempat lain yang lembab dan teduh pada saat musim hujan. Di sana dapat kalian temukan suatu organisme seperti tumbuhan kecil, berwarna putih, dan berbentuk payung. Organisme tersebut adalah jamur atau cendawan, yang merupakan anggota Kingdom Fungi (Dunia Jamur). Lantas, apa sebenarnya jamur itu? Apa saja yang bisa disebut jamur dan bagaimana cara hidupnya? Termasuk tumbuhan atau bukan? Mari pelajari bersama.

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur
Kingdom Fungi dan Ciri Jamur

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Pada bab ini kalian akan mempelajari salah satu kelompok makhluk hidup, yaitu Kingdom Fungi atau Dunia Jamur. Kalian akan mendapat informasi tentang klasifi kasi fungi atas dasar tertentu, mengumpulkan data contoh peran jamur bagi kehidupan, dan membuat laporan tertulis hasil pengamatan (observasi) jenis-jenis jamur. Kalian juga akan membandingkan jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi dan melakukan uji coba fermentasi bahan makanan dengan jamur. Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat mendeskripsikan ciri-ciri anggota Kingdom Fungi dan menjelaskan cara reproduksinya. Selain itu, kalian juga diharapkan dapat menjelaskan peranan jamur dalam kehidupan, melakukan pengamatan atau percobaan tentang jamur, dan membuat laporannya secara tertulis.

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur

A. Ciri-Ciri Jamur

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Kata jamur atau fungi mungkin akan selalu kita maknai sebagai cendawan, yaitu organisme yang pendek, seperti serbuk atau spons, tubuhnya berwarna-warni, dan tumbuh di atas tanah seperti tumbuhan. Meskipun cendawan adalah organisme yang umum kita sebut sebagai jamur (jamur yang sebenarnya), dan sebagian besar jamur tersebut terlihat hidup di atas tanah, tetapi kata fungi memiliki makna yang lebih luas. Fungi atau jamur didefi nisikan sebagai kelompok organisme eukariotik, tidak berpindah tempat (nonmotile), bersifat uniselular atau multiselular, memiliki dinding sel dari glukan, mannan, dan kitin, tidak berklorofi l, memperoleh nutrien dengan menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual.

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Di alam ada sekitar 100.000 jenis jamur yang sudah dikenal dan lebih dari 1.000 jenis baru yang berhasil dideskripsikan oleh para ahli setiap tahunnya. Bahkan mungkin masih ada sekitar 200.000 jenis lain yang sampai saat ini belum ditemukan atau dideskripsikan. Sementara itu, kegiatan manusia dalam mengeksploitasi alam berpeluang mengancam keberlangsungan hidup organisme tersebut. Perusakan hutan hujan tropis yang hampir terjadi setiap hari atau perusakan habitat jamur yang lain tidak diragukan lagi berpotensi membawa jenis- jenis organisme berspora tersebut kepada kepunahan, bahkan sebelum mereka sempat ditemukan dan dipelajari oleh para ahli. Jamur atau fungi memiliki beberapa sifat umum, yaitu hidup di tempat-tempat yang lembab, sedikit asam, dan tidak begitu memerlukan cahaya matahari. Jamur tidak berfotosintesis, sehingga hidupnya bersifat heterotrof. Jamur hidup dari senyawa-senyawa organik yang diabsorbsi dari organisme lain.

Kingdom Fungi dan Ciri Jamur – Jamur yang prinsip nutrisinya adalah heterotrof menyebabkannya memiliki kemampuan hidup sebagai pemakan sampah (saprofi t) maupun sebagai penumpang yang mencuri makanan dari inangnya (parasit). Jamur saprofi t adalah jamur yang makanannya berupa senyawa organik yang telah diuraikan. Jamur ini memiliki enzim-enzim tertentu yang dapat merombak senyawa-senyawa organik. Biasanya jamur ini hidup dibagian organisme yang telah mati, misalnya pada serasah atau batang kayu yang telah lapuk. Contohnya dapat kalian lihat pada Gambar 5.1. Sedangkan jamur parasit adalah jamur yang menyerap makanan dari organisme yang ditumpanginya. Sifat parasit ini masih dapat dibedakan lagi menjadi parasit obligat dan parasit fakultatif. Jamur parasit obligat adalah jamur yang hanya bisa hidup sebagai parasit. Bila ia berada di luar inangnya, maka ia akan mati. Contohnya adalah Pneumonia carinii (parasit pada paru-paru penderita AIDS), Epidermophyton fl oocosum (penyebab penyakit kaki atlet), dan Ustilago maydis (jamur parasit pada tanaman jagung). Perhatikan Gambar 5.2. Sedangkan jamur parasit fakultatif adalah jamur yang di samping hidup parasit, ia juga bisa hidup sebagai saprofi t. Jamur tersebut akan bersifat parasit ketika mendapatkan hospes. Jamur memiliki kemampuan hidup yang sangat mengesankan. Jamur juga dapat hidup pada suhu sekitar 22o C – 30o C. Bahkan ada beberapa jenis jamur yang dapat tumbuh dengan subur pada temperatursekitar -5o C. Jamur juga dapat hidup pada tempat yang mengan dung gula atau garam. Dan sifat umum lainnya adalah jamur mampu memanfaatkan berbagai bahan makanan untuk memenuhi keperluan hidupnya, tetapi tidak dapat menggunakan senyawa karbon anorganik, seperti halnya bakteri. Pada rubrik Telisik berikut kalian akan mendapat tugas untuk menambah pengetahuan kalian tentang jamur.

Nah, setelah kalian memahami sifat-sifat umum jamur, sekarang kita akan mulai membahas sifat-sifat yang lebih khusus, yang disebut ciri-ciri jamur. Ciri-ciri jamur yang akan kita bahas meliputi struktur tubuh jamur, cara hidup dan habitatnya, cara mendapatkan makanan, dan cara reproduksinya. Untuk itu marilah kita pelajari uraian berikut.

1. Struktur Tubuh Jamur Dilihat dari struktur tubuhnya, jamur memiliki ciri-ciri yang berguna untuk mengenal apakah suatu organisme merupakan jamur atau bukan. Organisme yang termasuk jamur bisa terdiri atas satu sel maupun terdiri atas banyak sel. Jamur yang bersel tunggal (uniseluler), misal nya adalah ragi (Saccharomyces cerevisiae). Sedangkan jamur yang tubuhnya bersel banyak (multiseluler) bisa berupa jamur mikroskopis maupun jamur makroskopis. Jamur mikroskopis adalah jamur yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop, karena memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil. Contoh jamur mikroskopis multiseluler adalah Aspergillus sp. dan Penicillium sp. Jamur multiseluler juga ada yang bersifat makroskopis, mudah diamati dengan mata telanjang, yang berukuran besar. Contoh jamur makroskopis adalah jamur merang (Volvariella valvacea) dan jamur kuping (Auricularia polytricha). Jamur merupakan organisme eukariotik (eu: sejati dan cariyon: inti), yaitu organisme yang inti selnya memiliki selaput inti atau karioteka yang lengkap. Di dalam sel jamur terdapat sitoplasma dan nukleus  Jamur memiliki bentuk tubuh bervariasi, ada yang bulat, bulat telur, maupun memanjang. Pada jamur bersel banyak (multiseluler) banyak terdapat deretan sel yang membentuk benang, disebut hifa. Pada jamur yang sifat hidupnya parasit, hifa mengalami modifi kasi, disebut haustoria. Haustoria merupakan organ untuk menyerap makanan dari substrat tempat hidup jamur, dan organ ini memiliki kemampuan untuk menembus jaringan substrat. Beberapa jaringan hifa akan membentuk miselium. Miselium merupakan tempat pembentukan spora dan juga sebagai alat reproduksi serta alat untuk mendapatkan makanan. Hifa juga bisa membentuk struktur yang disebut badan buah. Badan buah merupakan kumpulan hifa yang muncul dari dalam tanah atau kayu yang lapuk. Badan buah dijumpai pada kelompok jamur tertentu. Berdasarkan ada tidaknya sekat atau septa dikenal adanya hifa aseptat, hifa septat uninukleus, dan hifa septat multinukleus. Beberapa jenis jamur memiliki hifa yang tidak bersekat. Didalam hifa tersebut terdapat banyak intisel (multinukleus) yang menyebar didalam sitoplasmanya. Bentuk hifa yang demikian disebut soenositik. Perhatikan Gambar 5.7. Hifa jamur bercabang-cabang membentuk miselium. Kita mengenal ada 2 macam miselium, yaitu miselium vegetatif (berfungsi sebagai alat penyerap makanan) dan miselium generatif (berfungsi sebagai alat reproduksi). a) Hifa aseptat atau hifa tidak bersepta yaitu hifa yang tidak mempunyai sekat atau septum. Istilah lain dari hifa tipe ini adalah soenositik. Hifa tersebut dapat dijumpai misalnya pada Rhizopus oryzae dan Mucor mucedo. b) Hifa septat uninukleus atau hifa bersepta berinti tunggal yaitu hifa yang disusun oleh sel-sel berinti tunggal dan memiliki sekat yang membagi hifa menjadi ruang-ruang, dan setiap ruang memiliki satu inti sel. Meskipun demikian, inti sel dan sitoplasma dari ruang yang satu dapat berpindah ke ruang lainnya. Hal ini dimungkinkan oleh adanya pori pada sekat-sekat tersebut. Hifa tipe ini dapat dijumpai misalnya pada Puccinia graminis. c) Hifa septat multinukleus atau hifa bersepta berinti banyak yaitu hifa yang disusun oleh sel-sel berinti banyak dan memiliki sekat yang membagi hifa menjadi ruang-ruang, dan setiap ruang memiliki inti sel lebih dari satu.

2. Cara Hidup dan Habitat jamur Cara hidup jamur bervariasi, ada yang hidup secara soliter dan ada yang hidup berkelompok (membentuk koloni). Pada umumnya jamur hidup secara berkelompok atau berkoloni, karena hifa dari jamur tersebut saling bersambungan atau berhubungan. Cara hidup ini dijumpaimisalnya pada jamur tempe (Rhizopus oryzae), jamur roti (Mucor mucedo), dan Aspergillus fl avus. Jadi, kalau kalian melihat jamurjamur tersebut yang nampak adalah koloninya, sedangkan individu yang menyusunnya berukuran sangat kecil. Perhatikan Gambar 5.8. Habitat jamur juga bermacam-macam. Berbagai jamur hidup di tempat-tempat yang basah, lembab, di sampah, pada sisa-sisa organisme, atau di dalam tubuh organisme lain. Bahkan banyak pula jenis-jenis jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan asam, misalnya pada buah yang asam, atau pada pada lingkungan dengan konsentrasigula yang tinggi, misalnya pada selai. Bahkan, jamur yang hidup bersimbiosis dengan ganggang (lumut kerak), dapat hidup di habitat ekstrim dimana organisme lain sulit untuk bertahan hidup, seperti di daerah gurun, gunung salju, dan di kutub. Jenis jamur lainnya juga dijumpai hidup pada tubuh organisme lain, baik secara parasit maupun simbiosis.

3. Cara Memperoleh Makanan Jamur bersifat heterotrof, artinya tidak dapat menyusun atau mensintesis makanan sendiri. Jamur tidak memiliki klorofi l, sehingga tidak bisa berfotosintesis. Jamur hidup dengan memperoleh makanan dari organisme lain atau dari materi organik yang sudah mati. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, jamur dapat hidup secara saprofi t, parasit, dan simbiotik. Kebanyakan jamur adalah bersifat saprofi t. Jamur tersebut memperoleh makanannya dari materi organik yang sudah mati atau sampah. Untuk memperoleh makannya, hifa jamur mengeluarkan enzim pencernaan, yang dapat merombak materi organik, menjadi materi yang sederhana (anorganik) sehingga mudah diserap oleh jamur. Jamur payung (Gambar 5.9), jamur ragi (Saccharomyces cerevisiae), dan jamur tempe (Rhizopus oryzae) termasuk dalam kelompok jamur ini. Beberapa jenis jamur, ada yang mendapatkan makanannya langsung dari tubuh inangnya. Jamur tersebut hidup sebagai parasit yang menyerang tumbuhan, biasanya mempunyai hifa khusus, yang disebut haustoria. Bentuk hifa tersebut dapat menembus sel inang dan menyerap zat makanan yang dihasilkan inang. Jamur parasit tersebut sering menimbulkan penyakit pada tanaman, sehingga di bidang pertanian menyebabkan penurunan hasil panen. Pada manusia, jamur juga menyebabkan penyakit, misalnya penyakit kaki atlit (athlete’s foot) dan penyakit panu. Lihat Gambar 5.10. Beberapa jenis jamur ada yang membentuk hubungan simbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan. Dalam hal ini, jamur menyediakan materi organik bagi tumbuhan dan sebaliknya, jamur memperoleh materi organik dari tumbuhan. Selain itu beberapa jenis jamur ada juga yang bersimbiosis dengan ganggang hijau (Chlorophyta) atau ganggang hijau-biru (Cyanobacteria) membentuk lumut kerak atau Lichens.

4. Cara Reproduksi Jamur Cara reproduksi jamur sangat bervariasi. Meskipun demikian, reproduksi jamur umumnya terjadi dalam 2 cara, yaitu secara seksual (perkembangbiakan generatif) dan secara aseksual (perkembangbiakan vegetatif). Perkembangbiakan jamur secara generatif adalah perkembangbiakan yang diawali dengan peleburan gamet (sel-sel kelamin), yang didahului dengan penyatuan 2 hifa yang berbeda, yang disebut konjugasi. Berdasarkan gametnya, proses ini dapat dikelompokkan sebagai isogami, anisogami, oogami, gametangiogami, somatogami, dan spermatisasi.

Isogami yaitu peleburan 2 gamet yang sama bentuk dan ukuran nya, bila gamet-gamet tersebut tidak sama ukurannya disebut anisogami. Apabila peleburan 2 gamet tersebut yang berbeda adalah bentuk dan ukurannya, maka disebut oogami. Pada oogami, ovum yang dihasilkan dalam oogoium dibuahi oleh spermatozoid yang dibentuk dalam anteridium. Sedangkan yang disebut dengan gametangiogami adalah bila peleburan isi 2 gametangium yang berbeda jenisnya tersebut menghasilkan zigospora. Pada somatogami, yang terjadi yaitu peleburan 2 sel hifa. Dua sel hifa yang tidak berdeferensiasi inti selnya berpasangan, kemudian terbentuk hifa diploid yang selanjutnya akan dibentuk askospora. Sedangkan spermatisasi yaitu peleburan antara spermatium (gamet jantan) dengan gametangium betina (hifa) yang kemudian berkembang membentuk hifa baru (diploid) dan menghasilkan askospora. Seperti halnya reproduksi seksual, reproduksi aseksual juga dapat terjadi melalui beberapa cara. Cara reproduksi yang paling sederhana adalah dengan pembentukan tunas (budding) yang biasa terjadi pada jamur uniseluler, misalnya ragi (Saccharomyces cerevisiae). Perhatikan Gambar 5.13. Pada reproduksi dengan cara ini, jamur membentuk semacam sel berukuran kecil yang kemudian tumbuh menjadi sel ragi dengan ukuran sempurna yang akhirnya terlepas dari sel induknya menjadi individu baru. Selain dengan tunas, reproduksi aseksual juga dapat terjadi dengan fragmentasi dan spora aseksual. Fragmentasi adalah pemotongan bagian-bagian hifa dan setiap potongan tersebut dapat tumbuh menjadi hifa baru. Reproduksi jamur secara fragmentasi diawali dengan terjadinya pemisahan hifa dari sebuah miselium. Selanjutnya hifa tersebut akan tumbuh dengan sendirinya menjadi miselium baru.

Pada kondisi tertentu, hifa akan terdegeneralisasi menjadi sporangia (penghasil spora aseksual). Cara reproduksi aseksual yang lain adalah dengan spora yang disebut spora aseksual. Spora aseksual adalah spora yang dihasilkan dari pembelahan secara mitosis. Pembentukan spora aseksual pada jamur terjadi melalui spora yang dihasilkan oleh hifa tertentu. Spora tersebut merupakan sebuah sel reproduksi yang dapat tumbuh langsung menjadi jamur. Hal ini mirip dengan perkecambahan biji pada tumbuhan tingkat tinggi. Pada rubrik Percobaan berikut kalian akan melakukan pengamatan terhadap jamur.