Pengertian Fungsi Media Pembelajaran

Pengertian Fungsi Media Pembelajaran

Pengertian Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi Media Pembelajaran
Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi Media Pembelajaran, Fungsi media dalam kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang sangat menentukan efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. Secara keseluruhan menurut, McKnow ( Sihkabuden, 2005:19 ) media terdiri dari fungsi yaitu Mengubah titik berat pendidikan formal, yang artinya dengan media pembelajaran yang sebelumnya abstrak menjadi kongkret, pembelajaran yang sebelumnya teoritis menjadi fungsional praktis. Membangkitkan motivasi belajar memperjelas penyajian pesan dan informasi. Memberikan stimulasi belajar atau keinginan untuk mencari tahu.

Fungsi Media Pembelajaran – Fungsi media, khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz, seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu: 1. fungsi atensi, 2. fungsi afektif, 3. fungsi kognitif, dan 4. fungsi kompensatoris. Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

Fungsi Media Pembelajaran – Media gambar atau animasi yang diproyeksikan melalui LCD (Liquid Crystal Display) dapat memfokuskan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Hal ini berpengaruh terhadap penguasaan materi pelajaran yang lebih baik oleh siswa. Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat keterlibatan emosi dan sikap siswa pada saat menyimak tayangan materi pelajaran yang disertai dengan visualisasi. Misalnya, tayangan video gambar simulasi kegiatan pengelolaan arsip, video penggunaan mesin-mesin kantor, dan sejenisnya.

Fungsi Media Pembelajaran – Fungsi kognitif media visual terlihat dari kajian-kajian ilmiah yang mengemukakan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Sedangkan fungsi kompensatoris dari media pembelajaran dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa media visual membantu pemahaman dan ingatan isi materi bagi siswa yang lemah dalam membaca. Secara lebih khusus ada delapan manfaat media dalam pembelajaran, yaitu: (1) penyampaian perkuliahan menjadi lebih baku, (2) pembelajaran cenderung menjadi lebih menarik,

Fungsi Media Pembelajaran

(3) pembelajaran menjadi lebih interaktif, (4) lama waktu pembelajaran dapat dikurangi, (5) kualitas hasil belajar siswa lebih meningkat, (6) pembelajaran dapat berlangsung di mana dan kapan saja, (7) sikap positif siswa terhadap materi belajar dan proses belajar dapat ditingkatkan, (8) peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.” Oleh karena banyaknya manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan media pembelajaran, maka guru sebagai sumber pembawa informasi bagi peserta didik hendaknya menyadari akan pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran. Media pembelajaran dalam proses belajar bermanfaat agar:

Fungsi Media Pembelajaran

1) Pembelajaran lebih menarik perhatian sehingga menumbuhkan motivasi belajar siswa. 2) Materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami oleh siswa. 3) Metode mengajar menjadi lebih variatif sehingga dapat mengurangi kebosanan belajar. 4) Siswa lebih aktif melakukan kegiatan belajar. Kegunaan media pembelajaran sebagai berikut: 1) Memperjelas penyajian pesan. 2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera. 3) Mengatasi sikap pasif, sehingga peserta didik menjadi lebih semangat dan lebih mandiri. 4) Memberikan rangsangan, pengalaman, dan persepsi yang sama terhadap materi belajar. Berdasarkan berbagai pendapat di atas, media pembelajaran sangat dirasakan manfaatnya dalam proses belajar mengajar Beberapa fungsi media pembelajaran adalah : (1) Pemusat perhatian siswa; (2) Menggugah emosi siswa; (3) Membantu siswa memahami materi pembelajaran; (4) Membantu siswa mengorganisasikan informasi; (5) Membangkitkan motivasi belajar siswa; (6) Membuat pembelajaran menjadi lebih konkret; (7) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra; (8) Mengaktifkan pembelajaran;

(9) Mengurangi kemungkinan pembelajaran yang melulu berpusat pada guru; dan Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal). Rowntree ( Sihkabuden, 2005: 19) mengemukakan enam fungsi media, yaitu: 1. Membangkitkan motivasi belajar 2. Mengulang apa yang telah dipelajari 3. Menyediakan stimulus belajar 4. Mengaktifkan respon murid 5. Memberikan umpan balik dengan segera 6. Menggalakkan latihan yang serasi Dalam Sadiman ( 2005:17) secara umum media pendidikan mempunyai fungsi sebagai berkut : Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semua itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar brlakang lingkungan guru dengan siswa berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam : · Memberikan perangasangan yang sama · Mempersamakan pengalaman · Menimbulkan persepsi yang sama Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan fungsi media dalam pembelajaran secara rinci adalah sebagai berikut: Memperjelas penyajian materi (pesan) dalam bentuk visualisasi yang jelas sehingga pesan tidak terlalu bersifat verbalistis. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Menjadikan pengalaman manusia dari abstrak menjadi kongkret Memberikan stimulus dan rangsangan kepada siswa untuk belajar secara aktif Dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.

Dengan memanfaatkan keempat fungsi di atas diharapkan kita dapat mengoptimalkan fungsi dari media dan mendapatkan efektivitas pemanfaatan media pada proses pembelajaran.

Pemusat perhatian siswa Media pembelajaran dapat berfungsi dengan baik sebagai pemusat perhatian siswa. Apalagi jika media pembelajaran itu bersifat menarik. Guru IPS dapat menarik perhatian siswa misal dengan hanya menempel peta di papan tulis saat akan memulai pembelajaran. Siswa akan selalu terpusat perhatiannya kepada hal-hal baru yang ditunjukkan atau dibawa oleh guru ke dalam ruang kelas. Jadi jangan ragu untuk selalu menggunakan media pembelajaran. Menggugah emosi siswa Emosi siswa terhadap suatu hal (dalam hal ini materi pembelajaran) dapat dengan mudah digugah dengan menggunakan media pembelajaran. Misalnya saja, mereka dapat dengan cepat bersimpati dengan orang yang memiliki kekurangan fisik dengan hanya menonton video singkat tentang seorang cacat yang harus dapat melakukan beragam kegiatan sehar-hari secara mandiri. Dengan media pembelajaran serupa kita dapat membuat siswa mencintai lingkungan dan peduli dengan kelestarian alam sekitar.

Membantu siswa memahami materi pembelajaran Jika guru ingin menggunakan media pembelajaran dan berhasil efektif, maka guru harus memilih media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang sesuai akan membantu siswa memahami materi pembelajaran yang sedang dibelajarkan. Membantu siswamengorganisasikan informasi Berbagai media pembelajaran seperti tampilan power point yang dirancang dengan sungguh-sungguh, menyajikan grafik atau bagan-bagan, atau diagram, dapat membantu siswa mengorganisasikan materi pembelajaran dengan lebih mudah. Guru dapat menyajikannya dengan menambahkan pula simbol-simbol khusus sehingga memperkuat retensi (daya ingat) siswa. Membangkitkan motivasi belajar siswa Guru yang menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dapat membuat suasana kelas lebih hidup. Salah satu penyebabnya adalah karena media pembelajaran mempunyai fungsi penting yaitu sebagai pembangkit motivasi belajar.

Siswa akan termotivasi untuk belajar bila guru mengajar di kelas mereka dengan menggunakan beragam media pembelajaran yang sesuai. Membuat pembelajaran menjadi lebih kongkret Banyak konsep-konsep abstrak yang harus dipelajari oleh siswa kita di kelas. Cara termudah untuk menyajikan sesuatu yang abstrak adalah dengan membantu mereka mengkongkretkannya melalui media pembelajaran. Pembelajaran yang abstrak sukar untuk ditangkap, berbalikan dengan pembelajaran yang lebih kongkret. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra Banyak peristiwa, konsep, atau objek yang harus dipelajari oleh siswa tetapi untuk menyajikannya secara langsung tidaklah mudah (bisa). Misalnya saja, jika guru ingin membawa siswa kepada masa-masa perang dunia ke-2 berkecamuk, maka guru dapat menyajikannya dengan media pembelajaran. Banyak video-video dokumentasi tentang perang dunia ke-2 ini tersedia di internet.

Dengan menampilkannya di kelas pada saat pembelajaran, keterbatasan ruang dan waktu dapat diatasi. Pun jika misalnya guru ingin menyampaikan bagaimana bentuk seekor amuba yang sedang mengambil makanan, tentu hanya dengan menggunakan media pembelajaranlah tujuan ini dapat dicapai. Mengaktifkan pembelajaran Dijamin, penggunaan media pembelajaran akan mengaktifkan pembelajaran di kelas. Apalagi media pembelajaran yang dipilih dapat mengaakomodasi banyak siswa dan memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengannya. Pembelajaran yang aktif terbentuk ketika siswa-siswa dapat berinteraksi tidak hanya dengan guru atau dengan siswa lainnya, tetapi juga dengan media pembelajaran. Mengurangi kemungkinan pembelajaran yang melulu berpusat pada guru Banyak guru seringkali terbawa suasana mengajar yang berpusat pada guru.Ini bukan berarti pembelajaran berpusat pada guru tidak baik.

Akan tetapi pembelajaran, apabila melulu dilaksanakan dalam setting berpusat pada guru akan mengakibatkan kebosanan pada diri siswa. Media pembelajaran yang digunakan guru pada saat mengajar dapat mencegah guru untuk selalu terbawa pada kemungkinan ini, apalagi guru dengan cermat memilih media pembelajaran yang memungkinkan orientasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Mengaktifkan respon siswa Banyak siswa malas merespon pembelajaran yang diberikan oleh guru karena guru monoton dan pembelajaran selalu begitu-begitu saja. Pembelajaran yang memanfaatkan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai tujuan pembelajaran dapat mengatasi hal ini. Siswa akan memberikan respon positif terhadap / selama proses belajar mengajar berlangsung.

 

Materi Menginterpretasi Fungsi Iklan Layanan Masyarakat

Materi Menginterpretasi Fungsi Iklan Layanan Masyarakat

Materi Menginterpretasi Fungsi Iklan Layanan Masyarakat

Iklan Layanan Masyarakat
Iklan Layanan Masyarakat

Menginterpretasi Fungsi Iklan Layanan Masyarakat 

Iklan Layanan Masyarakat – Pada tugas ini kalian diajak untuk menginterpretasi fungsi sosial teks iklan yang berhubungan dengan energi. Bacalah secara saksama teks tersebut. Kalian bebas memberikan penafsiran. Kalian sudah memahami struktur teks iklan, aspek kebahasaan yang sering digunakan pada teks tersebut, serta informasi apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah teks iklan. Oleh karena itu, kalian tidak akan kesulitan menginterpretasi maknanya.

(1) Bacalah teks iklan berikut ini dengan cermat. Apa pesan yang ingin disampaikan penulis iklan?

(2) Bandingkan dengan iklan berikut, manakah yang lebih menarik perhatian pembaca?

(3) Evaluasilah isi kedua teks iklan tersebut dengan kalimat kalian sendiri.

(4) Setelah mengevaluasi teks tersebut, dapatkah kalian menguraikan struktur yang membangun teks tersebut? Diskusikan dengan teman sebangku kalian struktur teks tersebut, lalu tulislah hasil diskusi kalian!

(5) Setelah kalian mendiskusikan struktur teks pada gambar sebelumnya, paparkan hasil diskusi kalian di depan kelas. Mintalah komentar dari teman kalian apakah pekerjaan kalian itu sudah baik. Berdasarkan masukan dari teman, perbaikilah pekerjaan kalian itu!

(6) Setelah pemaparan hasil diskusi kalian pada nomor (5), tugas kalian berikutnya adalah menganalisis isi teks iklan ini. Apakah informasi yang terdapat dalam teks tersebut bisa kalian pahami dengan baik?

(7) Berdasarkan hasil dari identifikasi pada soal nomor (6) tersebut, buatlah teks iklan sederhana.

Iklan Layanan Masyarakat

Memproduksi Teks Iklan secara Bersama

Setelah menginterpretasi teks iklan dari sisi struktur teks, isi, dan kebahasaan pada tugas sebelum ini, tugas kalian berikutnya adalah membuat teks iklan tentang hemat air. Untuk memudahkan penulisan, kalian bisa mencari sumber bahan tulisan di perpustakaan, media massa, internet, observasi di lapangan, dan/atau wawancara dengan narasumber. Catatlah semua data yang diperoleh, baik catatan kepustakaan, catatan lapangan, dan/ atau hasil wawancara, kemudian tulislah menjadi sebuah teks iklan yang utuh secara bersama. Kalian bisa memulainya dengan membuat struktur yang sesuai. Struktur tersebut harus berisi orientasi^tubuh iklan^justifikasi. Untuk memudahkan pekerjaan kalian.

2) Setelah mengisi bagian yang rumpang pada soal nomor (1), kalian bisa memasukkannya ke dalam kerangka teks berikut.

3) Kalian bisa menambahkan gambar ataupun bagan yang sesuai dengan isi iklan kalian.

4) Kalian juga bisa menambahkan warna yang sesuai dengan tema iklan kalian.

5) Bacalah teks yang telah kalian hasilkan itu sehingga teman-teman kalian dapat mendengarkan isi teks yang telah kalian buat. Kalian juga bisa menunjukkan kepada teman-teman kalian hasil gambar yang telah kalian buat.

6) Mintalah teman-teman kalian untuk menyunting hasil teks kalian. Kalian bisa melakukan hal yang sebaliknya terhadap hasil teks iklan teman-teman kalian.

7) Kalian bisa pula tidak menggunakan struktur teks tersebut ketika kalian menginginkan bentuk iklan yang berupa iklan baris maupun iklan di radio. Untuk membuat iklan seperti ini kalian bisa menggunakan format seperti berikut.

Iklan Layanan Masyarakat

Kerja Mandiri Membangun Teks Iklan

Kegiatan 3 merupakan puncak dari seluruh kegiatan membangun teks iklan. Pada kegiatan 1 dan 2 kalian sudah memahami struktur teks iklan dan memahami isi teks iklan. Dalam kegiatan 3 ini kalian diharapkan dapat membuat teks iklan secara mandiri. Artinya, secara mandiri kalian diminta untuk membuat teks iklan. Pada dasarnya, apapun pesan yang ingin disampaikan pembuat iklan, dapat diungkapkan ke dalam teks iklan.

Menyunting dan Mengabstraksi Teks Iklan

Iklan Layanan Masyarakat – Setelah kalian menginterpretasi teks iklan dari sisi struktur teks, isi, dan kebahasaan pada tugas sebelum ini, tugas kalian berikutnya adalah menyunting teks iklan. 1) Coba kalian cari iklan mengenai bahayanya sampah mesin. Bacalah iklan tersebut dengan saksama. 2) Pada Tugas 3 Kegiatan 2 soal nomor (6), kalian telah melakukan proses penyuntingan teks iklan. Agar kalian lebih memahami proses penyuntingan.

3) Setelah membaca iklan tersebut, tertarikkah kalian untuk melakukannya? Mengapa demikian? Sebutkan alasan kalian! _____________________________________________________ _____________________________________________________ _____________________________________________________

4) Bandingkan dengan iklan berikut, dapatkah kalian menemukan pesan dari pembuat iklan yang dapat membuat kalian tertarik untuk melaksanakan anjuran dari iklan tersebut?

(5) Carilah teks iklan tentang produk yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Kalian bisa memanfaatkan bahan teks dari internet, majalah, koran, buku, jurnal.

(6) Apabila teks yang kalian dapatkan itu belum ideal dalam hal penjelasan dan dalam hal ciri-ciri kebahasaannya, betulkanlah teks itu agar teks itu mudah dipahami oleh pembacanya!

Memproduksi Teks Iklan Secara Mandiri

Iklan Layanan Masyarakat – Setelah menyunting dan mengabstraksi teks iklan pada tugas sebelum ini, tugas kalian berikutnya adalah membuat teks iklan tentang hemat bahan bakar minyak. Untuk memudahkan penulisan, kalian bisa mencari sumber bahan tulisan di perpustakaan, media massa, internet, observasi di lapangan, dan/ atau wawancara dengan narasumber. Catatlah semua data yang diperoleh, baik catatan kepustakaan, catatan lapangan, dan/atau hasil wawancara, kemudian tulislah menjadi sebuah teks iklan yang utuh secara bersama.

1) Kalian bisa memulainya dengan membuat struktur yang sesuai. Struktur tersebut harus berisi orientasi^tubuh iklan^justifikasi. Untuk memudahkan pekerjaan kalian

2) Setelah mengisi bagian yang rumpang pada soal nomor (1), kalian bisa memasukkannya ke dalam kerangka teks berikut.

3) Kalian bisa menambahkan gambar ataupun bagan yang sesuai dengan isi iklan kalian.

4) Kalian juga bisa menambahkan warna yang sesuai dengan tema iklan kalian.

5) Bacalah teks yang telah kalian hasilkan itu sehingga teman-teman kalian dapat mendengarkan isi teks yang telah kalian buat. Kalian juga bisa menunjukkan kepada teman-teman kalian hasil gambar yang telah kalian buat.

6) Mintalah teman-teman kalian untuk menyunting hasil teks kalian. Kalian bisa melakukan hal yang sebaliknya terhadap hasil teks iklan teman-teman kalian.

7) Kalian bisa pula tidak menggunakan struktur teks tersebut ketika kalian menginginkan bentuk iklan yang berupa iklan baris maupun iklan di radio.

Mengonversi Teks Iklan dalam Bentuk yang Lain

(1) Cermatilah kembali teks iklan ini!

(2) Ceritakan kembali teks iklan ini dengan penjelasan yang lebih singkat!

Daftar Pustaka

A Brief Introduction of Genre. Examples of Six Factual Genres and Their Generic Structure. 1989. Metropolitan East Disadvantaged School Program. Akhmad, Qadafi. 2014. It’s All About Football. Yogyakarta: Certe Posse. Aksan, Hermawan. 2011. Proses Kreatif Menulis Cerpen. Bandung: Nuansa. Alwi, Hasan (Ed.). 2001. Kalimat: Bahan Penyuluhan Bahasa Indoesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Alwi, Hasan (Ed.). 2001. Paragraf: Bahan Penyuluhan Bahasa Indoesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Alwi, Hasan, Dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. Alwi, Hasan, Dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Balai Pustaka. Jakarta. Arifin, Zaenal, dkk. 1992. Pemakaian Bahasa dalam Iklan Berita dan Papan Reklame. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud. ASEAN National Secretariat of Indonesia. 1997. ASEAN, Selayang Pandang. Jakarta: Sekretariat Nasional ASEAN, Departememen Luar Negeri Republik Indonesia. Badudu, 1996. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar III. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Bambang Budi Wiyono; Sunarni. 2009. Evaluasi Program Pendidikan dan Pembelajaran.Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Malang. Buku Pintar Kompas 2013 Cisca (Ed.) 2011. Buku Pintar EYD, Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Cabe Rawit. Danardana, Agus Sri [Ed.]. 2013. Paradoks: Kumpulan Tulisan Alinea di Riau Pos 2013. Pekanbaru: Palagan Press. Eriyanto. 2001. Analisis Wacana: Pengantar Teks Media. Yogyakarta: LKiS. Eriyanto. 2013. Analisis Naratif. Dasar-Dasar dan Penerapannya dalam Analisis Teks Berita Media. Kencana Prenada Media Group. Jakarta. Etika Pariwara Indonesia. 2007. Jakarta : Dewan Periklanan Indonesia. Forum Kompas. 2012. “Menguak Sejarah Hari Buruh Dunia dan Indonesia” dalam http://forum.kompas.com/teras/80842-menguak-sejarahhari-buruh-dunia-dan-indonesia.html. Diakses 12 Juni 2014. Hae, Zen. 2014. “Pil Pilu Pemilu” dalam Majalah Tempo. 24 Februari—2 Maret 2014. Halliday, M.A.K. & Hasan, R. (1976). Cohesion in English. London: Longman. Halliday, M.A.K. (1985). Introduction to Functional Grammar. London: Edward Arnold. Herminarto Sofyan. 2006. Implementasi pembelajaran Berbasis Proyek Pada Bidang Kejuruan. Cakrawala Pendidikan. Yogyakarta: LPM UNY. Hirata, Andrea. 2007. Laskar Pelangi (Cetakan III). Yogyakarta: Bentang. Karina S.A., Nina dan Retno Sasongkowati. 2013. “Hadiah Nobel” dalam History of The World: Sejarah Dunia Kuno dan Modern. Yogyakarta: Penerbit Indoliterasi. Kridalaksana, Harimurti. 2005. Kelas Kata dalam Bahasa Indoensia. Edisi Kedua. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Kridalaksana, Harimurti. 2009. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Komandoko, Gamal. 2008. Buku Serba Tahu: Ensiklopedia Pengetahuan Umum Indonesia dan Dunia. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Widyatama. Komandoko, Gamal. 2008. “Huruf Braille” dalam Buku Serba Tahu: Ensiklopedia Pengetahuan Umum Indonesia dan Dunia. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Widyatama. Kori’un, Hary B. 2004. Nyanyi Sunyi dari Indragiri. Pekanbaru: Gurindam Press. Laksana, A.S. 2013. Creative Writing: Tip dan Strategi Menulis Cerpen dan Novel. Jakarta: Gagas Media. Liliweri, Alo. 1992. Dasar-dasar Komunikasi Periklanan. Bandung: Citra Aditya Bakti. Litbang Kompas. 2014. Buku Pintar Kompas 2013. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Mahayana, Maman S. 2005. Sembilan Jawaban Sastra Indonesia: Sebua Prioritas Kritik. Jakarta: Bening Publishing. Martin, J. R. (1992). English Text: Sistem and Structure. Philadelphia/Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Martin, J. R. & Rose, D. (2003). Working with Discourse: Meaning beyond the clause. London: Continuum. Matthiessen, C.M.I.M. (1992). Lexicogramatical Cartography: English Sistem (Draft). Sydney: University of Sydney. [Matthiessen, C. (1995). Lexicogramatical Cartography: English Sistem. Tokyo: International Language Sciences Publishers].McManis, Carolyn, et.al. 1987. Language Files. Ohio: The Ohio State University. Departement of Linguistics Moeliono, Anton M, ed., 1992. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Munsyi, Alif Danya. 2012. Jadi Penulis? Siapa Takut! Bandung: Kaifa. N.S.W. Department of Education. 1989. A Brief Introduction of Genre: Examples of Six Factual Genres and Their Generic Structure. Erskineville: Metropolitan East Disadvantaged School Program. Nadia, Asma. 2011. Rumah Tanpa Jendela. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Nolker, H. & Schoenfeldt, E. 1983. Pendidikan Kejuruan: Pembelajaran, Kurikulum, dan Perencanaan. Jakarta: Gramedia. Paradis, Adrian A. 2009. Buruh Beraksi: Sejarah Gerakan Buruh Amerika Serikat. Bantul: Kreasi Wacana. Putra, R. Masri Sareb. 2008. 101 Hari Menulis dan Menerbitkan Novel: Resep Caspleng Mendulang Uang. Jakarta: Sangkan Paran Media. Puskur. 2002. Penilaian Berbasis Kelas. Jakarta:Depdiknas-Balitbang-Pusat Kurikulum. Saeed, John I, 2000. Semantics. Dublin: Blackwell Pub. Santosa, R. (2003). Semiotika Sosial: Pandangan terhadap Bahasa, Surabaya: Pustaka Eureka & Jawa Pos Press. Sarjono, Agus R. 1994. “Pada Suatu Hari” dalam Kenduri Air Mata: Dua Kumpulan Sajak. Bandung: Forum Sastra Bandung. Semiawan, C., Tangyong A. F., dkk. 1987. Pendekatan Keterampilan Proses: Bagaimana Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar?. Jakarta: Gramedia. Sobur, Alex, 2002. Analisis Teks Media. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugono, Dendy. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Sumartono. (2002). Terperangkap dalam Iklan. Meneropong Imbas pesan Iklan Televisi. Bandung: Alfabeta. Tarigan, Henry G. 2009. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa. Tim Redaksi Kompas. 2014. “’Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer Per Jam” dalam Kompas. Senin, 14 April 2014. Tim Redaksi Kompas. 2014. “AS, UE, dan Iran Gelar Pertemuan di Geneva” dalam Kompas. Selasa, 10 Juni 2014. Tim Redaksi Kompas. 2014. “Pemerintah Siapkan Proses Abdikasi” dalam Kompas. Rabu, 4 Juni 2014. Tim Redaksi Kompas. 2014. “Prospek Perundingan Buyar” dalam Kompas. Selasa, 10 Juni 2014. Tim Redaksi Kompas. 2014. “Tiongkok Tuduh Vietnam Tabrak Kapalnya 1.416 Kali” dalam Kompas. Selasa, 10 Juni 2014. Tim Redaksi Koran Tempo. 2014. “Junta Izinkan Yingluck Tinggalkan Thailand” dalam Koran Tempo. Jumat, 18 Juli 2014. Tim Redaksi Majalah Tempo. 2014. “Mitigasi Belum Optimal” dalam Majalah Tempo. 2 Maret 2014. Tim Redaksi Riau Pos. 2013. “Sastra Facebook, Sebuah Alternatif Pengembangan Proses Kreatif” dalam Riau Pos. Sabtu, 6 April 2013. Tim Redaksi Sinar Harapan. 2012. “Sepertiga Penduduk Indonesia Derita Hipertensi” dalam Sinar Harapan. Rabu, 23 Mei 2012. Tim Redaksi Solopos. 2014. “NASA Ikut Cari MH370” dalam Solopos. Sabtu Pon, 15 Maret 2014. Tim Redaksi Tempo. 2013. “Menjual Sembari Menjaga Nirwana” dalam Majalah Tempo, 18—24 November 2013.

Iklan Layanan Masyarakat

 

Menginterpretasi Fungsi Sosial Teks Berita Terkini

Menginterpretasi Fungsi Sosial Teks Berita Terkini

Menginterpretasi Fungsi Sosial Teks Berita Terkini

Sosial Teks Berita Terkini
Sosial Teks Berita Terkini

Sosial Teks Berita Terkini – Pada tugas ini kalian diajak untuk menginterpretasi fungsi sosial teks berita yang berjudul “Prospek Perundingan Buyar”. Bacalah secara saksama teks tersebut. Kalian bebas memberikan penafsiran. Kalian sudah memahami struktur teks berita, aspek kebahasaan yang sering digunakan pada teks tersebut, serta informasi apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah teks berita. Oleh karena itu, kalian tidak akan kesulitan menginterpretasi maknanya.

Prospek Perundingan Buyar

Sosial Teks Berita Terkini – Karachi, Senin – Prospek perundingan damai antara Taliban dan pemerintahan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif buyar lagi setelah milisi Taliban menyerang Bandar Udara Internasional Jinnah di Karachi, Senin (9/6). Sedikitnya 28 orang tewas dalam serangan itu. Upaya negosiasi damai yang digagas Sharif untuk mengakhiri kekerasan panjang di negara itu pun dipastikan terhambat. Sharif, PM ke-18 Pakistan yang berkuasa sejak Juni 2013, telah berulang kali merancang peta jalan damai dengan kelompok Teh-reeke-Taliban Pakistan (TTP). Ia beberapa kali menawarkan negosiasi, tetapi selalu gagal karena dinodai serangan milisi. Tawaran damai pada Februari lalu juga gagal dilaksanakan. Setiap serangan Taliban, yang diikuti aksi balasan oleh militer, mematahkan rencana Sharif untuk menarik lebih banyak investor asing. Padahal, ia yakin, investasi asing dapat membangkitkan dan menggairahkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional. Serangan terbaru Taliban kali ini terjadi setelah 10 milisi berseragam tentara masuk ke Bandar Udara Internasional Jinnah, Karachi, Minggu (8/6) pukul 23.00 waktu setempat. Mereka masuk ke terminal lama yang biasa digunakan untuk pesawat carter dan penerbagan eksekutif. Para penyerang ini masuk dengan memberondongkan senapan serbu, granat, dan roket peluncur granat. Mereka membunuh 18 orang seketika. Dokter Seemi Jamali dari Rumah Sakit Jinnah mengatakan, 11 di antaranya persoalan keamanan bandara. Sebanyak 26 orang lainnya terluka.

Sosial Teks Berita Terkini – Pertempuran dengan aparat keamanan berlangsung 12 jam dan berakhir Senin pagi setelah 10 milisi tewas. Beberapa milisi mati tertembak, tiga lainnya yang memakai rompi bom bunuh diri meledakkan dirinya. Namun, wartawan yang berada di lokasi kejadian pada Senin pagi menjelaskan, meski tentara menyatakan bandara aman, masih terdengar suara tembakan. ”serangan berakhir dan kami telah membersihkan area ini dari semua milisi,” kata juru bicara pasukan paramiliter, Sibtain Rizvi. ”Para teroris masuk terminal dalam dua kelompok. Mereka itu orang asing. Beberapa seperti dari Uzbekistan,” kata Rizwan Akhtar, komando pasukan paramiliter setempat Juru bicara maskapai Internasional Pakistan, Mashoor Tajwar, mengatakan, tidak ada pesawat yang rusak. Tidak ada satupun penumpang yang terjebak di dalam gedung. ”Kami mengalihkan semua penerbangan ke Lahore dan Nawabshah,” katanya. Serangan awal Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan mengatakan, penerbangan di Karachi akan normal kembali, Senin sore. Namun, penyerangan Taliban ke bandara tersibuk di Pakistan itu menimbulkan keraguan tentang keamanan instalasi terpenting di negara tersebut. Pihak TTP mengatakan, serangan ke bandara Jinnah adalah aksi balas dendam atas kematian pemimpin mereka, Hakimullah Meshud. Ia tewas akibat serangan pesawat nirawak AS pada November tahun lalu. Juru bicara TTP, Shahidullah Shahid, menolak tawaran terbaru pemerintahan Pakistan untuk perundingan damai babak baru. ”Pakistan telah memakai perundingan damai hanya sebagai alat perang,” katanya. Shahid mengatakan, serangan ini adalah awal dari serangkaian serangan lainnya. Serangan terbaru itu untuk membalas kematian ”seorang” (Meshud) saja. TTP belum melakukan serangan untuk membalas kematian ratusan perempuan dan anak di wilayah kesukuan mereka.

Sosial Teks Berita Terkini

(AFP/AP/REUTERS/CAL) (Sumber: Kompas, Selasa, 10 Juni 2014, halaman 8)

(1) Setelah membaca teks berjudul “Prospek Perundingan Buyar”, dapatkah kalian menguraikan struktur yang membangun teks tersebut? Apakah terlihat orientasi^peristiwa^sumber berita dalam teks itu? Diskusikan dengan teman sebangku kalian struktur teks tersebut, lalu tulislah hasil diskusi kalian!

(2) Setelah kalian mendiskusikan struktur teks “Prospek Perundingan Buyar”, paparkan hasil diskusi kalian di depan kelas. Mintalah komentar dari teman kalian apakah pekerjaan kalian itu sudah baik. Berdasarkan masukan dari teman, perbaikilah pekerjaan kalian itu!

(3) Setelah pemaparan hasil diskusi kalian pada nomor (2), tugas kalian berikutnya adalah menganalisis isi teks “Prospek Perundingan Buyar”. Apakah informasi yang terdapat dalam teks tersebut bisa kalian pahami dengan baik? Apakah peristiwa pada teks tersebut telah diuraikan dengan jelas?

(4) Berdasarkan isi teks “Prospek Perundingan Buyar”, tentukanlah apakah pernyataan berikut ini benar (B), salah (S), atau tidak terbukti benar salahnya (TT) dengan membubuhkan tanda centang (?) pada pilihan kalian. Untuk menentukan jawaban, kalian tidak perlu berpedoman pada pengetahuan umum atau pengetahuan yang telah kalian miliki, tetapi cukup berpedoman pada informasi yang disajikan dalam teks tersebut.

(5) Berdasarkan hasil dari tiga identifikasi pada soal nomor (4) tersebut, buatlah teks berita sederhana dengan struktur orientasi^peristiwa^sumber berita.

Sosial Teks Berita Terkini

Memproduksi Teks Berita

Setelah menginterpretasi teks “ Prospek Perundingan Buyar” dari sisi struktur teks, isi, dan kebahasaan pada tugas sebelum ini, tugas kalian berikutnya adalah membuat teks berita tentang peristiwa sosial dengan tema “Piala Dunia”. Untuk memudahkan penulisan, kalian bisa mencari sumber bahan tulisan di perpustakaan, media massa, internet, observasi di lapangan, dan/atau wawancara dengan narasumber. Catatlah semua data yang diperoleh, baik catatan kepustakaan, catatan lapangan, dan/atau hasil wawancara, kemudian ditulis menjadi sebuah teks berita yang utuh secara bersama.

(1) Kalian bisa memulainya dengan membuat struktur yang sesuai. Struktur tersebut harus berisi orientasi^peristiwa^sumber berita. Untuk memudahkan pekerjaan kalian, berikut ini disajikan diagram yang masih rumpang.

(2) Setelah mengisi bagian yang rumpang pada soal nomor (1), kalian bisa memasukkannya ke dalam kerangka teks.

(3) Bacalah teks yang telah kalian hasilkan itu sehingga teman-teman kalian dapat mendengarkan isi teks yang telah kalian buat.

(4) Mintalah teman-teman kalian untuk menyunting hasil teks kalian. Kalian bisa melakukan hal yang sebaliknya terhadap hasil teks temanteman kalian.

Kerja Mandiri Membangun Teks Berita

Kegiatan 3 merupakan puncak dari seluruh kegiatan membangun teks berita. Pada kegiatan 1 dan 2 kalian sudah memahami struktur teks berita dan memahami isi teks berita. Dalam kegiatan 3 ini kalian diharapkan dapat membuat teks berita secara mandiri. Artinya, secara mandiri kalian diminta untuk membuat teks berita. Tema yang disarankan adalah “Serangan Israel ke Jalur Gaza”. Pada dasarnya, kejadian apa pun yang terjadi, ada, atau sedang berlangsung dapat diungkapkan ke dalam teks berita.

Menyunting dan Mengabstraksi Teks Berita

Teks “‘Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer per Jam” termasuk dalam jenis berita diduga. Berita diduga adalah peristiwa yang direncanakan atau sudah diketahui sebelumnya, seperti pertemuan, seminar, lokakarya, pemilihan umum, peringatan hari-hari besar, peringatan hari-hari bersejarah. Proses penanganan berita yang sifatnya diduga disebut Making News. Proses penciptaan atau perekayasaan berita itu dilakukan melalui tahapan perencanaan di ruang rapat redaksi, diusulkan dalam rapat proyeksi, dikonsultasikan dengan pemimpin redaksi, dilanjutkan dengan observasi, serta ditegaskan dalam interaksi dan konfirmasi di lapangan. Semuanya melalui prosedur manajemen peliputan yang baku, jelas, terstruktur, dan terukur. Orang yang meliputnya disebut sebagai reporter (pelapor). Jenis berita yang kedua adalah berita tak terduga yakni peristiwa yang sifatnya tiba-tiba, tidak direncanakan, tidak diketahui sebelumnya, seperti kereta api terguling, bus tabrakan, kapal tenggelam, pesawat dibajak, pasar terbakar, atau terjadi ledakan bom di pusat keramaian. Proses penanganan berita yang sifatnya tidak diketahui dan tidak direncanakan sebelumnya, atau yang sifatnya tiba-tiba itu disebut Hunting News. Orang yang meliputnya disebut sebagai hunter (pemburu). (1) Coba kalian cari berita di koran mengenai berita terduga dan berita tak terduga. Bacalah berita tersebut dengan saksama dan klasifikasikan ke dalam dua jenis berita: berita terduga dan berita tak terduga. (2) Pada Tugas 3 Kegiatan 2 soal nomor (4), kalian telah melakukan proses penyuntingan teks. Untuk menghasilkan teks yang baik kalian perlu menyunting ejaan, diksi, dan kalimat di dalam teks.

Sosial Teks Berita Terkini

Agar kalian lebih memahami proses penyuntingan, bacalah dengan teliti teks “Pelajaran ‘Berbahaya’ dari Gaza” berikut ini.

Pelajaran ‘Berbahaya’ dari Gaza

Sosial Teks Berita Terkini – Hamas menerbitkan buku teks tentang sejarah Palestina yang menafikan Negara Israel. Berpotensi menyulut konflik antarfaksi. Di salah satu kelas di sebuah sekolah menegah di Gaza, Palestina, seorang guru mengisahkan bangsa Arab yang memboikot bisnis Yahudi pada 1929. Sang guru kemudian bertanya kepada sekitar 40 siswa apakah mungkin dewasa ini orang-orang Palestina bersedia memboikot produk Israel. Semua siswa langsung menjawab,”ya!” Pemandangan semacam itu kini dapat dijumpai sedikitnya dua kali dalam sepekan di kelas-kelas sekolah menengah di Gaza. Gerakan Hamas, yang menguasai jalur Gaza sejak 2007, secara intensif menebar benih perlawanan Palestina terhadap Israel melalui pendidikan. Selasa pekan lalu, pemerintah Hamas menyatakan telah menambahkan mata pelajaran khusus ke kurikulum untuk memupuk perlawanan terhadap Israel. Mata pelajaran itu diajarkan di semua sekolah di Gaza. “Untuk memperkuat hak-hak warga Palestina dan menambah pelajaran tentang hak asasi manusia,” kata Menteri Pendidikan Gaza Muetassem al-Minaui. Hamas telah menerbitkan buku teks pelajaran baru yang berisi materi perlawanan terhadap Israel. Sampul buku itu bergambar masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan Gua Para Leluhur di Hebron— dua situs lokasi bentrokan antara umat Islam dan Yahudi. Buku yang berisi politik dan sejarah Palestina ini secara tegas tidak mengakui negara Israel. Pendiri Hamas, Ahmed Yasin, dalam buku ini disejajarkan dengan pahlawan nasional Yasser Arafat. Sejarah mutakhir juga dicantumkan, seperti serangan militer Israel ke jalur Gaza pada musim dingin 2008-2009 dan November 2012. Materi pelajaran dilengkapi foto-foto warga Palestina yang tewas serta berbagai bangunan yang hancur akibat serangan Israel. “Semua wilayah Palestina, dari Laut Mediterania sampai Sungai Yordan, adalah milik kita,”demikian salah satu isi buku itu.

Materi pelajaran baru ini hanya diajarkan di sekolah milik pemerintah Hamas, tidak di sekolah milik Perserikatan BangsaBangsa. Materinya merujuk pada kurikulum otoritas Palestina. Di seluruh Gaza tercatat ada 463 ribu pelajar. PBB mengelola sekitar 250 sekolah untuk kelas 1-9. Sedangkan Hamas menjalankan 400 sekolah, termasuk 46 sekolah swasta. Sebelumnya, Hamas sudah menyiapkan materi pelajaran militer dengan fokus perlawanan terhadap Israel. Upaya edukasi perlawanan melalui buku ini dinilai sangat efektif. Sebab, menurut Daniel Bar-Tal, seorang professor di Tel Aviv University, ketika seorang pemimpin berpidato, tak ada jaminan semua orang mendengarkan. Sebuah buku teks pelajaran pasti diserap siswa. “Ini adalah kartu terkuat,” kata Bar-Tal, koordinator tim peneliti buku teks Israel dan Palestina. Khalayak yang menjadi target buku ini juga luas. Seiring dengan rencana pengajaran, buku ini bakal menjangkau sedikitnya 55 ribu siswa di kelas 8, 9, dan 10. Sebagian besar siswa menyambut hangat buku pelajaran itu. Ahmed Mohamed, 15 tahun, misalnya, mengaku bersemangat mempelajarai sejarah Palestina, bukan sejarah Mesir atau Yordania. ”Sebelumnya, Palestina yang saya tahu hanya Gaza dan Tepi Barat.” ujarnya. Tapi ada pula yang kritis. Anound Ali, siswa kelas 10 di sebuah sekolah di Gaza, merasa prihatin karena buku itu bisa memecah belah Palestina. Materi pelajaran yang militan ini dikhawatirkan memperuncing persaingan antarfaksi di Palestina, antara Hamas di jalur Gaza dan Fatah di Tepi Barat. Di tataran bawah, konflik antarfaksi ini dikhawatirkan menganggu kekompakan 1,7 juta warga Palestina di jalur Gaza dan 2,5 juta warga di Tepi Barat. “Buku pelajaran sekolah adalah hal terakhir yang mempersatukan kita di Tepi Barat, sekarang kita mempelajari sesuatu yang berbeda,” kata Ali. Apa pun alasannya, Israel dibuat gerah oleh aksi gerilya Hamas ini. “Palestina telah mengembangkan sesuatu sistem penipuan,” kata Yosef Kuperwasser, pejabat senior Israel. (Sumber: Tempo, 11 November 2013, halaman 112)