Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Kupu-kupu

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Kupu-kupu

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Kupu-kupu

Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba.

Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut / hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air. Dalam menganalisa gaya kupu-kupu, ada 5 (lima) bagian yang harus diperhatikan, yang terdiri dari: Posisi Badan, Gerakan Kaki, Gerakan Lengan, Pernapasan, dan Koordinasi Gerakan .

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Kupu-kupu
Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Kupu-kupu

a. Posisi Badan

Dalam setiap renang kita harus ingat bahwa posisi badan harus diusahakan sedatar mungkin dengan permukaan air. Pada gaya kupu-kupu terjadi gerakan dari tubuh yang naik turun secara vertikal sesuai dengan irama gerakan dari kaki dan pukulan dolphin. Gerakan tubuh yang naik turun ini tidak di jumpai pada gaya renang yang lain. Dengan gerakan naik turun dalam renang tersebut maka tahanan depan akan bertambah, sehingga untuk membentuk posisi badan yang datar seperti pada gaya bebas dan gaya punggung tidak mungkin. Namun demikian haruslah dijaga agar tahanan depan yang dihasilkan gaya kupu-kupu ini sekecil mungkin, dengan usaha agar posisi badan sedatar mungkin.

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan pada gaya kupu-kupu yang dapat menghasilkan posisi badan yang rata-rata air (streamline). 1) Pada waktu bernafas kepala diusahakan naik serendah mungkin asalkan mulut telah keluar dari permukaan air dan cukup untuk mengambil nafas. Secepatnya setelah pengambilan nafas selesai, kepala tunduk kembali untuk menjaga posisi badan yang ratarata air (streamline). 2) Gerakan menendang dari kedua kaki yang merupakan pukulan kaki ikan dolphin, haruslah diusahakan tidak terlalu dalam sebab pukulan yang terlalu dalam hanya akan menambah tahanan depan saja. Tendangan kedua kaki dilakukan dengan cara menekuk kedua kaki pada persendian lutut untuk kemudian diluruskan lagi dengan keras. Menekuknya kedua kaki haruslah diusahakan sedikit saja jangan terlalu dalam. Bila bengkokan sendi lutut terlalu dalam, maka tendangan kaki tersebut tidak terlalu efisien dan tahanan depan akan besar dengan demikian akan menghasilkan sikap badan yang tidak streamline.

b. Gerakan Kaki

Tendangan kaki gaya kupu-kupu sebenarnya hampir sama dengan gerakan kaki pada gaya bebas, yaitu bergerak naik turun secara vertikal. Bedanya yaitu pada gaya kupu-kupu tendangan kaki naik turun tersebut dilakukan secara bersama-sama (serentak) dan simetris antara kaki kanan dan kaki kiri, sedang tendangan kaki pada gaya bebas dilakukan dengan naik turun secara bergantian antara kaki kanan dengan kaki kiri.

Tendangan kaki pada gaya kupu-kupu dimulai pada pangkal paha dengan cara menekuk kaki pada persendian lutut, penekukan kaki dilakukan kecil saja sehingga telapak kaki tidak keluar pada permukaan air. Tetapi hanya sebagian dari telapak kaki yaitu jarijari kaki saja yang keluar dari permukaan air.

Penekukan kaki atau gerakan kaki keatas dilakukan dengan rileks dan pelan sedangkan gerakan kaki kebawah atau meluruskan kaki dengan kekuatan yang besar, dimana punggung kaki menendang dengan keras kearah bawah. Pada waktu kaki bergerak ke atas telapak kaki dari keadaan bertekuk berubah ke keadaan lurus, sedangkan pada waktu tendangan ke bawah yang keras, telapak kaki dari keadaan lurus berubah menjadi keadaan bertekuk. Gerakan telapak kaki menekuk ini merupakan dorongan yang besar, tendangan kaki ke bawah yang keras ini akan mengakibatkan bagian badan terutama pantat bergerak ke atas, sedangkan pada waktu kaki bergerak ke atas, maka bagian badan terutama pantat akan bergerak turun.

Pada satu kali putaran lengan tendangan kaki pada gaya kupu-kupu ini dilakukan dua kali, kedua tendangan tersebut tidaklah sama, melainkan sedikit berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada keras atau dalamnya tendangan kaki. Pada tendangan yang pertama dilakukan dengan kuat dan dalam, sehingga mengakibatkan pantat naik cukup tinggi sedangkan tendangan kaki yang kedua pelan dan tidak dalam.

Fungsi dari tendangan kaki yang kedua adalah untuk menormalkan gerakan pertama yang keras tadi sehingga pantat tidak meloncat tinggi ke atas, hal ini akan sangat mengurangi tahanan depan. Urutan gerakan kaki pada gaya kupu-kupu: 1) Kaki dalam keadaan lurus sampai dengan telapak kaki. 2) Gerakan kaki keatas dilakukan dengan cara kaki membengkokkan kaki pada persendian lutut (articulatio genu). Bengkoknya kaki ini tidak terlalu besar sehingga hanya sebagian jari-jari kaki saja yang keluar dari permukaan air. 3) Tendangan kedua kaki kearah bawah dilakukan dengan keras terutama punggung kaki. Tendangan ini dengan cara meluruskan kedua kaki dari sikap membengkok. 4) Tendangan kaki ini masih berjalan, terlihat sikap kaki yang lurus dari sikap bengkok.

5) Setelah tendangan kaki ke bawah berakhir, maka kaki di gerakkan ke atas dari sikap kaki yang lurus untuk kemudian di tekuk pada persendian lutut.

Sedangkan pendapat lain mengatakan gerakan kaki terdiri dari: 1) Irama gerakan kaki yang terdiri dari: a). Naik turun mengarah lurus. b). Naik turun dengan 6 pukulan kaki (the six beat kick), dengan ke dalaman kaki di bawah permukaan air ketika naik turun dari atas permukaan air berkisar 25 – 30 cm. c). Naik turun dengan 4 pukulan kaki (the four beat kick atau broken tempo kick). d). Naik turun dengan 2 pukulan kaki (the two beat kick). e). Naik turun dengan 2 pukulan kaki menyilang (the two beat crossover kick) 2) Pada fase istirahat (disaat lutut membengkok, membentuk sudut untuk memukul dan melecut) mempunyai sudut berkisar antara 30 – 40 derajat. 3) Ke dalaman paha ketika melakukan gerakan ke bawah atau saat memukul atau melecut adalah 25 – 30 cm dari permukaan air. 4) Ke dalaman tungkai kaki bagian bawah atau telapak kaki dari permukaan air ketika melakukan pukulan dan lecutan sekitar 30- 35 cm.

c. Gerakan Lengan

Pada gaya kupu-kupu kedua lengan haruslah digerakkan secara serentak dan simetris antara lengan kiri dan lengan kanan. Gerakan lengan pada gaya kupu-kupu terbagi atas 2 (dua) bagian yaitu: 1) Gerakan Recovery Gerakan recovery lengan adalah gerakan lengan pada saat akhir dayungan sampai dengan pada saat permulaan dayungan. Gerakan recovery ini sebagai berikut: Setelah kedua tangan keluar dari air tangan mulai dilemparkan ke depan pada posisi yang rendah dalam bentuk parabola yang datar. Gerakan ini dilakukan dengan rileks. Kedua tangan masuk ke dalam air pada titik sedikit diluar garis bahu. Gerakan recovery lengan ini dilakukan secara serempak dan simetris antara lengan kiri dan lengan kanan.

2) Gerakan Mendayung

Gerakan menarik (pull) dan gerakan mendorong (push). Setelah tangan masuk ke dalam air, maka mulailah dengan lengan kearah lurus kemudian gerakan berubah arah dengan memutar ke arah dalam. Pada saat berputar ke dalam lengan di tekuk ±135 derajat pada sudut siku. Gerakan ke dalam ini masih dalam gerakan tarikan. Gerakan selanjutnya tangan berubah arah yaitu memutar keluar.

Gerakan lengan memutar keluar ini merupakan gerakan dorongan dari lengan. Akhir dari dorongan apabila kita perhatikan gerakan dari telapak tangan gaya kupu-kupu pada saat mendayung adalah sebagai berikut: Setelah telapak tangan masuk ke dalam air mulailah gerakan kearah luar kemudian ke dalam dan selanjutnya keluar lagi sampai selesai gerakan mendayung. Kedua telapak tangan akan membuat gerakan seperti bentuk lubang kunci (key hole). Selama dayungan telapak tangan menyesuaikan dengan gerakannya, pada gerakan keluar telapak tangan menghadap keluar, pada saat putaran ke dalam telapak tangan yang menghadap keluar menjadi menghadap ke dalam dan pada gerakan memutar keluar maka telapak tangan memutar dari menghadap ke dalam menjadi menghadap keluar. Kecepatan gerakan dari arah pelan kearah keras, sehingga pada saat dorongan harus dilakukan sekeras-kerasnya.

Bila kita perhatikan gerakan lengan dari gaya kupu-kupu sebenarnya hampir sama dengan gerakan lengan pada gaya bebas baik pada gerakan recovery maupun pada gerakan mendayung. Bedanya pada gaya kupu-kupu dilakukan secara serempak dan simetris antara lengan kanan dan lengan kiri sedangkan gaya bebas gerakan lengan dilakukan secara bergantian antara lengan kanan dan lengan kiri. Urutan gerakan lengan pada gaya kupu-kupu: 1) Lengan pada saat akhir dayungan untuk persiapan recovery. 2) Lengan pada saat pelaksanaan recovery dengan melemparkan lengan kearah samping permukaan air. 3) Lengan pada akhir recovery dimana kedua tangan masuk ke dalam air di depan kepala pada garis bahu. 4) Kedua lengan masuk ke dalam air dengan sikap tunduk. 5) Kedua lengan mulai melakukan tarikan kearah luar 6) Kedua lengan mulai bergerak kearah dalam masih dalam tarikan menekuk lengan pada persendian siku. 7) Kedua lengan mulai dengan dorongan kearah dalam. 8) Kedua lengan pada akhir dayungan, dimana kedua ibu jari menyentuh paha.

d. Pernapasan

Pernapasan pada gaya kupu-kupu dilakukan dengan mengangkat kepala ke depan seperti pada gaya dada. Pengangkatan kepala dilakukan pada saat akhir dari tarikan dan memulai dari dorongan lengan, naiknya kepala dari permukaan air diusahakan sedikit mungkin asal mulut telah keluar dari permukaan air dan dapat melaksanakan pernapasan. Pengambilan napas dilakukan dengan cepat, dengan cara menarik napas lewat mulut secara meledak (cepat), secepatnya setelah mengambil napas kepala segera diturunkan lagi untuk menghindari bertambahnya tahanan depan. Pengeluaran udara dilakukan dalam air di saat kepala akan keluar dari permukaan air. Pengeluaran udara dilakukan lewat hidung secara meledak (cepat).

e. Koordinasi gerakan

Pada gaya kupu-kupu harus ada persesuaian gerakan antara gerakan lengan dan gerakan kaki. Persesuaian tersebut terutama dalam hubungan sikap badan yang naik turun secara vertikal lengan, meliuk-liuk seperti halnya ikan dolphin yang sedang berenang. Pada satu kali putaran lengan terjadi putaran kaki dua kali, keras dan lemah. Pada saat permulaan tarikan dilakukan tendangan kaki yang pertama (keras) pada saat dorongan lengan dilakukan tendangan kaki yang kedua (lemah).

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Punggung

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Punggung

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Punggung

Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan.

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Punggung
Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Punggung

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Punggung

Sewaktu berenang, siswa memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan. Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh.

Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung. Berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan dari atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.

Gerakan pada renang gaya punggung pada dasarnya lebih fokus pada gerakan tangan dan kaki, tetapi ada juga gerakan pendukung yaitu gerakan pada punggung yang fleksibel.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan dan keindahan gaya punggung antara lain: a. Frekuensi kayuhan. Semakin sering frekuensi kayuhan dengan benar maka akan menambah kecepatannya. b. Fleksibilitas sendi bahu. Fleksibilitas sendi bahu akan berpengaruh pada luas putaran lengan sehingga dapat menghasilkan daya dorong yang maksimal.

c. Power lengan gaya punggung. Mempengaruhi kecepatan lecutan tangan sehingga dapat memaksimalkan daya dorong dari range yang ada. d. Kibasan kaki gaya punggung. Selain dari tangan, kibasan kaki yang fleksibel, cepat, dan secara stabil akan mendapatkan daya dorong yang baik dan menambah kecepatan renang. e. Streamline Posisi tubuh yang streamline juga mempengaruhi kecepatan karena semakin tubuh berkedudukan horizontal maka luas penampang air akan berkurang, sehingga menghasilkan aerodinamik air yang maksimal.

Posisi kaki 1) Posisi kaki jangan terlalu di permukaan air, melainkan agak ke dalam masuk ke dalam air (hal ini akan membantu kecepatan juga memudahkan kepala tetap berada di atas) 2) Kaki terus bergerak, jangan berhenti (hal ini agar arah renang kita tidak melenceng/berbelok). 3) Telapak kaki agak diluruskan sedemikian rupa sehingga menjadi lurus/sejajar dengan tulang kaki 4) Posisi kedua kaki berdekatan satu dengan yang lainnya. 5) Dagu agak didekatkan ke dada, hal ini akan membantu kecepatan dalam berenang.

6) Gerakan tangan ketika masuk ke dalam air, maka sisi telapak tangan yang masuk ke dalam air terlebih dulu (hal ini memperkecil tahanan dari air)

Gerakan kaki 1) Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas). 2) Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang tidak melenceng/ berbelok dengan irama yang tetap.

Gerakan tangan 1) Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala 2) Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang 3) Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal 4) Lakukan hal yang sama dengan tangan yang satunya. 5) Aktivitas belajar Menganalisis Keterampilan Renang Gaya bebas.

f. Aktivitas belajar menganalisis keterampilan gerak renang gaya punggung dalam bentuk bermain.

Cobalah kalian lakukan dan analisis keterampilan gerak renang gaya punggung berikut ini : 1) Peserta didik saling berkelompok dengan anggota 3-5 orang atau secukupnya 2) Lakukan tahap demi tahap gerakan keterampilan renang gaya punggung dari gerakan tangan, gerakan kaki, gerakan ambil nafas, serta gerakan keterampilan kombinasi ketiganya. 3) Peserta didik yang mampu/guru memberi contoh dan menganalisa gerak renang gaya punggung dengan benar. 4) Kalian dapat melakukan bagian gerakan renang gaya punggung tersebut dengan waktu tertentu atau tergantung dengan penguasaan gerak yang anda kuasai. 5) Peserta didik yang melakukan gerakan renang maupun yang menganalisa gerak melakukannya itu dengan sunguh-sungguh dengan menerapkan nilai kerjasama, sportivitas, toleransi, santun, dan displin. 6) Pergantian peran yang melakukan gerakan dan yang menganalisa dapat dilakukan untuk memberikan kesempatan pada semuanya. 7) Peserta didik berkelompok dan berdiskusi tentang kegiatan yang baru saja dilakukan. Guru bertugas mengevaluasi tentang kegiatan siswa tersebut. 8) Tujuannya adalah penekanan pada analisa gerak renang gaya punggung dengan benar.

 

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Bebas

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Bebas

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Bebas

a. Posisi start

1) Pandangan lurus ke depan atau pada air.

2) Posisi badan membungkuk.

3) Lutut sedikit ditekuk ke depan.

4) Posisi kaki menginjak balok start dan posisi jari kaki berada diluar balok start atau tidak diinjakkan pada balok start.

5) Jarak kaki kanan dan kiri selebar genggaman telapak tangan.

6) Posisi tangan lurus ke bawah dan punggung tangan menghadap ke depan dan posisi tangan berada di samping luar kaki kanan dan menyentuh balok start

Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Bebas
Menganalisis Keterampilan Renang Gaya Bebas

b. Posisi badan saat berenang

1) Tangan a). Pada saat tangan kanan melakukan gerakan masuk ke air hingga lurus ke depan atau melakukan gapaian ke depan maka tangan kiri melakukan tarikan atau dorongan ke belakang.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan . b). Setelah tangan melakukan dorongan ke belakang, tangan diangkat ke atas permukaan air dengan posisi siku tangan kiri agak ditekuk didekat telinga. Kemudian dimasukkan ke dalam air hingga posisi tangan lurus ke depan. Begitu seterusnya. c). Tangan kiri dan kanan bergerak secara bergantian. 2)

Kepala

a). Posisi kepala menghadap ke bawah air, atau di dalam air. b). Sebagian kepala berada diatas permukaan air dari batas telinga atas. c). Posisi saat mengambil nafas, jika mengambil nafas ke arah kanan maka posisi tangan kiri lurus ke depan dan tangan kanan melakukan dorongan atau tarikan, pada saat itu kepala ditolehkan ke arah kanan. Dan sebaliknya. d). Pada saat mengambil nafas kepala tidak boleh diangkat ke depan. 3)

Kaki

a). Kaki digerakkan secara bergantian antara kaki kanan dan kiri kebawah dan ke atas permukaan air. b). Kaki digerakkan berporos pada pangkal paha dan lutut tidak ditekuk 4) Badan a). Posisi badan tengkurap ke dalam air dengan posisi mengapung. Dan badan sejajar dengan permukaan air

c. Teknik renang gaya bebas

Teknik renang gaya bebas terbagi ke dalam beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut: 1) Teknik dasar mengapung. Posisi mengapung tidak dapat dilakukan dalam satu sikap saja, tetapi banyak posisi yang bisa dilakukan supaya tubuh dapat terapung di atas permukaan air. Lakukanlah dengan rileks dan melayang tanpa mengeluarkan tenaga. Berikut teknik mengapung dalam renang. a). Berdiri di depan dinding kolam sejauh satu meter, air kolam dengan ketinggian air setinggi perut.

b). Tarik napas dalam-dalam, kemudian masukkan kepala ke dalam air dengan sedikit merebahkan tubuh ke depan dalam posisi telungkup, mata tetap terbuka, dan buanglah napas perlahan-lahan. c). Tubuh tetap rileks pertahankan sikap tersebut di dalam air hingga napas tidak kuat lagi. d). Lakukanlah latihan ini berulang-ulang.

2) Teknik dasar meluncur

Setelah menguasai teknik mengapung, lanjutkan dengan latihan meluncur. Latihan ini bertujuan untuk melatih keseimbangan tubuh di air. Jika tidak mampu menguasai keseimbangan tubuh maka tubuh akan tenggelam dan tidak mampu berdiri di kolam renang, meskipun kolam tersebut dangkal. Cara melakukan latihan meluncur sebagai berikut: a). Berdirilah di tepi kolam dengan sikap membelakangi dinding kolam, salah satu kaki menempel pada dinding untuk melakukan tolakan. b). Kedua lengan lurus ke atas di samping telinga dengan ibu jari saling berkaitan. c). Ambil napas dalam-dalam, condongkan tubuh ke depan, berusaha ujung jari tangan lebih dahulu yang masuk ke dalam air. d). Tolakkan kaki yang menempel pada dinding kolam sampai tubuh terdorong ke depan. e). Saat tubuh sedang meluncur, biarkan sampai tubuh berhenti melaju.

3) Posisi tubuh

Posisi tubuh saat berenang harus :

a). Hidrodinamis/streamline, hampir sejajar dengan permukaan air b). Tubuh harus berputar pada garis pusat atau pada rotasinya c). Hindari kemungkinan terjadinya gerakan-gerakan tangan atau kaki yang berakibat tubuh akan naik turun atau berliukliuk.

4) Gerakan kaki

Gerakan kaki dalam renang gaya bebas berperan penting. Gerakan ini akan membantu luncuran. Selain itu, gerakan tungkai juga sebagai pengatur keseimbangan tubuh. Berikut ini cara melakukan latihan gerakan kaki: a). Kedua kaki digerakkan ke atas dan ke bawah secara bergantian dalam keadaan lemas/naik turun mengarah lurus.

b). Gerakan kedua kaki dimulai dari pangkal paha.

c). Gerakan jangan terlalu tinggi tapi cukup dekat dengan permukaan air.

d). Naik turun dengan dua, empat, atau enam pukulan kaki

5) Gerakan tangan/lengan

Gerakan lengan merupakan gerak pendukung yang sangat penting. Hal tersebut dikarenakan dayungan lengan akan mendukung laju tubuh dengan cepat. Latihan gerakan tangan dapat dilakukan di kolam dangkal, berikut cara melakukannya: a). Sikap awal berdiri, badan dibungkukkan dan kedua tangan lurus di samping telinga. b). Tangan kanan ditarik ke bawah sambil menekan air, sampai berada di bawah badan. Tangan mendorong air ke belakang dan ke atas. c). Siku tangan kanan cepat ditekuk dan di keluarkan dari air, saat tangan kiri sampai di bawah badan di dalam air, tangan kiri mendorong air ke belakang dan ke atas.

d). Gerakan kembali ke posisi semula dilakukan dengan mengayunkan tangan ke depan. e). Lakukan gerakan ini secara bergantian antara tangan kanan dan kiri dan lakukan gerakan ini secara berulang-ulang. Fase-fase pada rotasi tangan gaya bebas adalah : a). Fase masuk ke permukaan air (1). Masuk permukaan air dengan menggunakan ujung jari tangan dengan posisi telapak tangan menghadap kebawah atau telungkup. (2). Masuk permukaan air dengan ibu jari terlebih dahulu, sudut kemiringan yang dibentuk antara telapak tangan dengan permukaan air adalah 30-40 derajat b). Fase menangkap Dilakukan setelah fase masuk tangan ke dalam air telah selesai. c). Fase menarik (1). Menarik jari hingga tangan berada pada posisi agak jauh dari garis pusat (2). Menarik hingga jari tangan berada pada posisi mendekati garis pusat

(3). Menarik hingga jari tangan berada pada posisi menyilang tubuh.

d). Fase mendorong Fase ini dikerjakan setelah fase menarik atau sapuan ke dalam air telah berakhir, akhir dari fase mendorong adalah bagian bawah dari paha, dengan potongan ibu jari menyentuh bagian samping paha.

6) Teknik pernapasan

Latihan pernapasan sebaiknya dilakukan di darat terlebih dahulu. Caranya yaitu dengan melatih gerakan seperti yang dikerjakan di air. Pengambilan napas dilakukan pada saat mulut berada di atas permukaan air yaitu dengan cara memiringkan kepala (memutar) ke sisi kanan atau kiri.

Latihan pernapasan juga dapat dilakukan di dalam kolam dangkal, caranya sebagai berikut:

a). Salah satu lengan lurus ke depan sejajar dengan permukaan air. b). Jika tangan kiri yang di depan muka mengambil napasnya dengan memutar kepala pada sumbunya ke kanan. c). Jika tangan kanan yang di depan maka pengambilan napasnya memutar kepala pada sumbunya ke kiri. d). Pengambilan napas biasanya dilakukan saat melakukan gerakan tangan kanan saja atau kiri saja, atau perbandingannya dua kali menarik tangan dan sekali mengambil napas. e). Memutar kepala kearah kanan saja f). Memutar kepala kearah kiri saja

7) Koordinasi saat berenang

Koordinasi gerakan dalam renang gaya bebas adalah dengan cara menggabungkan seluruh fase-fase yang telah dikemukakan dalam suatu rangkaian gerakan secara bersamaan sehingga dapatlah diperoleh gerakan gaya bebas sebenarnya.