Tumbuhan berbiji tertutup Angiospermae

Tumbuhan berbiji tertutup Angiospermae

Tumbuhan berbiji tertutup Angiospermae

Angiospermae
Angiospermae

Tumbuhan berbiji tertutup Angiospermae

Angiospermae – Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) Sekarang ini Angiospermae merupakan tumbuhan yang dominan, beraneka ragam, dan menempati daerah persebaran yang paling luas di permukaan bumi. Diperkirakan hingga sekarang terdapat sekitar 250.000 spesies Angiospermae.

Angiospermae

a. Ciri-ciri umum Angiospermae memiliki bakal biji atau biji berada di dalam struktur yang tertutup yang disebut daun buah (carpels). Daun buah dikelilingi oleh alat khusus yang membentuk struktur pembiakan majemuk yang disebut bunga. Pada umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana, atau herba. Di antara Angiospermae ada yang hidup tahunan ada yang semusim, berumah satu atau berumah dua.

Angiospermae

b. Penggolongan dan peranannya Semua Angiospermae digolongkan dalam divisio tunggal, yaitu Anthophyta. Divisio ini terdiri atas dua kelas yaitu Monocotyledonae (monokotil) dan Dicotyledonae (dikotil). Ingatkah kamu berbagai ciri yang membedakan keduanya?

Tujuan: melakukan kajian pustaka perbedaan dikotil dan monokotil.

Angiospermae – Buatlah kelompok maksimal terdiri dari 5 orang. Kunjungilah perpustakaan sekolah, coba cari berbagai buku sumber yang menjelaskan secara terperinci perbedaan antara tumbuhan Monocotyledon (monokotil) dan Dicotyledon (dikotil)! Kemudian buatlah tabel perbedaan antara kedua tumbuhan tersebut!

Angiospermae

1) Monocotyledonae (Monokotil) Mencakup semua tumbuhan berbunga yang memiliki kotiledon tunggal (berkeping biji tunggal), batang bagian atas tidak bercabang. Umumnya berdaun tunggal, kecuali pada golongan palma (kelapa, palem) dengan tulang daun melengkung atau sejajar. Jaringan xilem dan floem pada batang dan akar tersusun tersebar dan tidak berkambium. Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 3, bentuk tidak beraturan dan berwarna tidak menyolok. Beberapa contoh yang penting misalnya; a) Famili Liliaceae. Contohnya adalah Lilium longiflorum (lilia gereja), Gloriosa superba (kembang sungsang). b) Famili Amaryllidaceae. Contohnya adalah Agave cantala (kantala), Agave sisalana (sisal). c) Famili Poaceae. Contohnya adalah Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Andropogon sorghum (cantel), Panicum miliaceum (jewawut). d) Famili Zingiberaceae. Contohnya adalah Zingiber officinalle (jahe), Curcuma domestica (kunyit), Alphinia galanga (laos), Kaempferia galanga (kencur). e) Famili Musaceae. Contohnya adalah Musa paradisica (pisang), Musa textilis (manila henep). f) Famili Orchidaceae. Contohnya adalah Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), Dendrobium phalaenopsis (larat). g) Famili Arecaceae. Contohnya adalah Cocos nucifera (kelapa), Arenga pinata (aren), Areca catechu (pinang), Elais quineensis (kelapa sawit). h) Famili Areceae. Contohnya adalah Colocasia esculenta (talas), Xanthosoma violaceum (bentul), Alocasia macrorhiza (sente). Apakah kamu mengenali tumbuhan di bawah? Coba sebutkan nama-namanya!

2) Dicotyledonae (Dikotil) Mencakup semua tumbuhan berbunga yang memiliki 2 kotiledon (berkeping biji dua). Daun dengan pertulangan menjari atau menyirip.

Batangnya berkambium, oleh karena itu mengalami pertumbuhan sekunder. Pembuluh xilem dan floem tersusun melingkar (konsentris). Akar berupa akar tunggang ujung akar lembaga tidak dilindungi selaput pelindung. Jumlah bagian-bagian bunga berkelipatan 4 atau 5.

Beberapa contoh yang penting antara lain: a) Euphorbiaceae (tumbuhan jarak-jarakan), contohnya Euphorbia tirucalli (patah tulang), Manihot utilisima (ubi kayu), Hevea brassiliensis (karet, para). b) Moraceae. Contohnya adalah Ficus benjamina (beringin), Artocarpus communis (keluwih).

c) Papilionaceae. Contohnya adalah Vigna cinesis (kacang panjang), Phaseolus radiatus (kacang hijau), Arachis hypogea (kacang tanah), Clitoria ternatea (kembang telang). d) Caesalpiniaceae. Contohnya adalah Caesalpinia pulcherima (kembang merak), Tamarindus indica (asam). e) Mimosaceae. Contohnya adalah Mimosa pudica (sikejut), Leucaena glauca (lamtoro), dan Parkia speciosa (petai). f) Malvaceae. Contohnya adalah Gossypium sp. (kapas), Hibiscus tiliaceus (waru). g) Bombacaceae. Contohnya adalah Durio zibethinus (durian), Ceiba pentandra (kapok). h) Rutaceae. Contohnya adalah Citrus nobilis (jeruk keprok), Citrus aurantifolia (jeruk nipis). i) Myrtaceae. Contohnya adalah Eugenia aromatica (cengkeh), Melaleuca leucodendron (kayu putih), dan Psidium guajava (jambu biji). j) Verbenaceae. Contohnya adalah Tectona grandis (jati), Lantana camara (lantana). k) Labiatae. Contohnya adalah Coleus tuberotus (kentang hitam). l) Convolvulaceae. Contohnya adalah Ipomoea batatas (ketela rambat), Ipomoea reptans (kangkung). m) Apocynaceae. Contohnya adalah Plumeria acuminata (kemboja), Alamanda cathartica (alamanda). n) Rubiaceae. Contohnya adalah Cinchona suecirubra (kina), Coffea arabica (kopi arabica), Coffea canephora (kopi robusta), Morinda citrifolia (mengkudu).

Tujuan: membuat karya tulis tentang manfaat tumbuhan khas Indonesia

1. Tulislah satu artikel yang mendeskripsikan manfaat berbagai tumbuhan berbiji. 2. Ambillah satu tema yang khas berkaitan dengan manfaat satu tumbuhan saja. Misalnya, pemanfaatan Ginkgo biloba dalam Industri Kosmetik. 3. Carilah berbagai artikel yang mendukung tulisan kamu dari koran, majalah, tabloid atau media massa yang lain, kemudian susunlah bahan-bahan itu sebagai lampiran tulisan kamu! Untuk tugas ini kamu diberi waktu maksimal 2(dua) minggu.

Rangkuman

1. Tumbuhan adalah organisme multiseluler, autotrop fotosintetik, yang dinding selnya tersusun atas senyawa selulosa serta menyimpan kelebihan karbohidratnya dalam bentuk amilum. 2. Tumbuhan tingkat tinggi berupa kormus, yaitu memiliki akar, batang, daun sejati. 3. Tumbuhan tingkat rendah meliputi lumut daun (Bryophyta), lumut hati (Hepatophyta) dan lumut tanduk (Anthocerophyta). Tumbuhan ini masih berupa talus dan belum memiliki kormus yang jelas. 4. Lumut merupakan tumbuhan autotrof fotosintetik, tak berpembuluh namun memiliki batang dan daun yang jelas diamati meskipun akar masih berupa rizoid. Lumut disebut juga tumbuhan transisi. 5. Tumbuhan paku adalah tumbuhan berpembuluh tak berbiji yang memiliki susunan tubuh khas yang membedakannya dengan tumbuhan lain. 6. Tumbuhan berbiji meliputi semua tumbuhan yang menghasilkan biji. 7. Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) digolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu angiosperma dan gymnosperma. Dan tumbuhan angiosperma dibagi menjadi monokotil dan dikotil.

Kerjakan di buku tugasmu! A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Dalam kegiatan identifikasi tumbuhan, seorang siswa menemukan tumbuhan dengan ciri-ciri sebagai berikut: Melekat di permukaan tanah dengan rizoid, berukuran kecil, berbentuk pipih, berwarna hijau, tidak memiliki akar, batang dan daun sejati, berkembang biak dengan spora. Dapat ditentukan bahwa tumbuhan tersebut termasuk golongan …. a. ganggang d. tumbuhan paku b. jamur e. Lichenes. c. lumut 2. Tumbuhan lumut yang dapat digunakan sebagai pengganti kapas adalah …. a. Spaghnum d. Marchantia polymorpha b. Azolla pinnata e. Adiantum cuneatum. c. Selaginella 3. Skema pergiliran keturunan tumbuhan lumut: Secara berurutan no.1,2,3,4 pada diagram disamping adalah …. a. protonema, tumbuhan lumut, arkegonium, anteridium. b. protonema, tumbuhan lumut, anteridium, arkegonium. c. protonema, anteridium, arkegonium, tumbuhan lumut. d. anteridium, arkegonium, tumbuhan lumut, protonema. e. tumbuhan lumut, anteridium, arkegonium, protonema. 4. Beberapa ciri tumbuhan, yaitu: 1. berklorofil 4. reproduksi vegetatif dengan spora 2. bentuk daun muda menggulung 5. memiliki pembuluh angkut 3. akar serabut Faktor yang membedakan tumbuhan lumut dengan tumbuhan paku adalah …. a. 1 dan 2 d. 2 dan 5 b. 1 dan 3 e. 3 dan 5 c. 2 dan 4 5. Pada gambar lumut daun ini, bagian yang disebut gametofit adalah …. a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 6. Yang merupakan generasi gametofit pada tumbuhan lumut adalah …. a. sporofit d. sporangium b. protonema e. tumbuhan lumut c. sporogonium 7. Bagian yang memiliki jumlah kromosom 2n(diploid) pada tumbuhan paku adalah …. a. spora d. arkegonium b. rizoid e. tumbuhan paku. c. protalium 8. Siklus hidup lumut dan tumbuhan paku memiliki kemiripan dalam hal berikut, kecuali …. a. keduanya menghasilkan spora b. keduanya mengalami pergiliran keturunan c. generasi gametofit keduanya menghasilkan sperma dan sel telur d. generasi gametofit keduanya merupakan fase yang paling menyolok e. sel gametofit keduanya merupakan sel dengan jumlah kromosom haploid 9. Mana dari pasangan organisme berikut ini salah satu organisme memiliki jaringan pembuluh, sedangkan organisme yang lain tidak …. a. lumut dan paku d. paku dan gymnospermae b. ganggang dan fungi e. gymnospermae dan angiospermae. c. sianobakteri dan alga 10. Beberapa komponen berikut ini merupakan fakta yang berkaitan dengan lumut dan tumbuhan paku: 1. spora 6. meiosis 2. pembuluh angkut 7. amitosis 3. rizoid 8. akar 4. metagenesis 9. batang dan daun 5. mitosis 10. simbiosis alga dan jamur. Komponen yang relevan dengan sifat lumut dan tumbuhan paku adalah …. a. 1, 3, 4, 7 d. 2, 4, 5, 6 b. 1, 3, 4, 8 e. 2, 4, 5, 10 c. 1, 3, 4, 9 11. Manakah pernyataan yang paling tepat berkaitan dengan kecenderungan evolusi pada tanaman berbunga? a. gametofit memiliki ukuran yang semakin kecil b. gametofit menjadi lebih mandiri terhadap sporofitnya c. terdapat reduksi pada perkembangan jaringan pembuluh d. sporofit telah mengalami banyak reduksi dalam ukuran e. gametofit dan sporofit mengalami reduksi dalam ukuran 12. Berdasarkan pernyataan di bawah ini manakah yang bukan merupakan karakteristik pada semua tumbuhan berbunga? a. fertilisasi ganda b. adanya scutellum c. embrio tumbuhan dilindungi oleh cangkang biji d. perkembangan endospora e. membentuk endosperm 13. Tumbuhan paku dalam kondisi saat ini tidak sesukses gymnospermae dan angiospermae, hal ini disebabkan oleh …. a. tidak menghasilkan biji b. tidak memiliki sistem pembuluh c. spora tumbuh pada semua kondisi d. tidak memiliki sperma yang dapat bergerak e. tidak dapat merespon dengan baik tantangan faktor lingkungan 14. Pada angiospermae gametofit jantan terletak pada …. a. ovula d. mikrospora b. antera e. perkecambahan serbuk sari c. megaspore 15. Monokotil dan dikotil memiliki persamaan dalam hal …. a. satu kotiledon b. jalur-jalur (venasi) pada daun c. lingkaran tahunan pada batang d. xilem yang berkembang dengan baik e. floem terletak konsentris dengan xilem 16. Tumbuhan dengan ciri – ciri sebagai berikut. Daun berbentuk jarum hidup sebagai perdu atau pohon, dan alat perkembangbiakan berupa strobilus berbentuk kerucut. Serbuk sari pada strobilus jantan dan biji pada strobilus betina. Maka tumbuhan itu dapat digolongkan ke dalam …. a. spermatophyta d. ginkgopyta b. coniferophyta e. cycadophyta c. gnetophyta 17. Pengamatan terhadap suatu tumbuhan menunjukkan ciri: berakar tunggang, tidak berbunga sejati, berbiji, berdaun, batang bercabang, bakal biji terdapat pada strobilus betina dan serbuk sari dalam strobilus jantan. Maka tumbuhan itu dapat digolongkan ke dalam …. a. alga d. angiospermae b. mycota e. gymnospermae c. tallophyta 18. Hasil pengamatan alat perkembangbiakan tumbuhan berbiji seperti gambar di samping. Dapat ditentukan bahwa alat perkembangbiakan tersebut dapat ditemukan pada …. a. tumbuhan lumut b. tumbuhan paku c. tumbuhan berbiji terbuka d. tumbuhan berbiji tertutup e. tumbuhan ganggang 19. Perhatikan diagram bunga di bawah ini! Bagian yang berlabel 1, 2, 3 adalah …. a. mahkota, tangkai putik, bakal biji b. bakal biji, bakal buah, kotak sari c. serbuk sari, tangkai putik, bakal buah d. serbuk sari, kotak sari, tangkai sari e. mahkota, kepala putik, bakal biji 20. Perbedaan pokok antara tumbuhan dikotil dan monokotil adalah dalam hal sebagai berikut, kecuali …. a. sistem perakarannya d. pertulangan daunnya b. susunan pembuluhnya e. jumlah bagian-bagian bunganya c. jenis klorofilnya

Pembahasan Klasifikasi Tumbuhan

Pembahasan Klasifikasi Tumbuhan

Klasifikasi Tumbuhan

Klasifikasi Tumbuhan
Klasifikasi Tumbuhan

 

lanjutan dari [2]

Klasifikasi tumbuhan – Dunia tumbuhan dikelompokkan menjadi Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta dan Spermatophyta. Berikut akan dijelaskan masingmasing kelompok tumbuhan tersebut dari yang paling rendah tingkatannya (Thallophyta) sampai dengan tumbuhan yang paling tinggi tingkatannya (Spermatophyta). Dilihat dari ciri-ciri karakteristik morfologi, dunia tumbuhan dikelompokkan sebagai berikut :

a. Thallophyta

Thallophyta merupakan tumbuhan yang paling sederhana tingkatannya dibandingkan dengan kelompok tumbuhan yang lain. Thallophyta adalah tumbuhan bertalus, artinya tumbuhan tersebut belum memiliki organ tubuh yang jelas, seperti akar, batang, dan daun. Untuk melestarikan kehidupannya, tumbuhan ini mempunyai tubuh yang sederhana tetapi memiliki fungsi yang sama dengan organ tubuh tanaman pada umumnya.

b. Fungi (jamur)

Berdasarkan struktur tubuhnya, jamur digolongkan ke dalam tumbuhan tingkat rendah (Thallophyta), tetapi jika dilihat dari ada tidaknya klorofil maka jamur dikelompokkan tersendiri, tidak dijadikan satu kelompok dengan tumbuhan yang lain. Jamur tidak mempunyai klorofil maka tidak dapat mensintesa sendiri makanan yang diperlukan. Mereka mengambil dari sisa-sisa organisme dan mencernanya dengan cara enzimatis. Karena suhu dan kelembaban yang tinggi maka di Indonesia ditemukan banyak sekali jamur dari berbagai jenis.

Jamur dikelompokkan menjadi beberapa golongan, yaitu :

1) Oomycotina (contoh: Pithium sp, Phytophora sp),

2) Zygomycotina (contoh Rhizopus oryzae, Rhizopus nigricans),

3) Ascomycotina (contoh: Saccharomyces crevice, Penicillium notatum),

4) Basidiomycotina (contoh: Volvariella volvacea, Puccinia graminis),

5) Deuteromycotina (contoh Chladosporium sp, Curvularia sp).

c. Lumut kerak (Lichenes)

Lumut kerak merupakan simbiosis antara alga hijau (Cyanophyta) dengan jamur dari kelompok Ascomycotina atau Basidiomycotina. Di Indonesia lumut kerak tersebar luas lebih dari 1.000 jenis yang diketahui dari sekitar 2.500 jenis yang ada. Biasanya tanaman simbiosis ini hidup menempel pada kulit batang tanaman, dan dapat hidup di tempat lembap, karena alga memerlukan air untuk fotosintesis.

 

d. Tumbuhan lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut susunan tubuhnya lebih kompleks dibanding dengan Thallophyta. Dalam daur hidupnya terdapat pergantian keturunan (metagenesis) antara turunan vegetatif dengan turunan generatif. Gametofit lebih menonjol dibanding sporofit. Gametofit merupakan turunan vegetatif yang melekat pada substrat dengan menggunakan rizoid. Sporofit merupakan turunan vegetatif berupa badan penghasil spora (sporangium). Sporofit itu tumbuh pada gametosit bersifat parasit. Habitatnya di daratan yang lembab, ada pula yang hidup sebagai epifit. Tubuhnya tidak memiliki berkas pembuluh (vaskular seperti pembuluh xilem dan floem). Berdasarkan struktur tubuhnya dibedakan atas lumut hati (Hepaticae) dan lumut daun (Musci).

e. Tumbuhan paku-pakuan (Pteridophyta)

Tumbuhan paku-pakuan sudah memiliki akar, batang dan daun, sehingga tingkatannya lebih tinggi dibanding tumbuhan lumut. Pada batang sudah terdapat jaringan pengangkut xilem dan floem yang teratur. Seperti halnya lumut, tanaman ini dalam reproduksinya mengalami metagenesis, turunan gametofit dan sporofitnya bergantian. Sporofit yang bersifat autotrop merupakan tumbuhan yang sempurna, sehingga mempunyai usia yang relatif panjang dibandingkan dengan gametofitnya. Generasi gametofitnya berupa protalium, merupakan tumbuhan yang tidak sempurna walaupun bersifat autotrop. Oleh karena itu, usianya relatif pendek. Ciri morfologis yang tampak adalah ujung daun yang masih muda terlihat menggulung. Embrionya berkutub dua (bipolar), sedangkan tumbuhan dewasanya berkutub satu (monopolar).

Tumbuhan paku-pakuan dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang lembap dan ada beberapa jenis paku-pakuan yang dapat hidup di dalam air.

f. Spermatophyta

Dilihat dari struktur tubuhnya, anggota Spermatophyta merupakan tumbuhan tingkat tinggi. Organ tubuhnya lengkap dan sempurna, sudah terlihat adanya perbedaan antara akar, batang dan daun yang jelas atau sering disebut dengan tumbuhan berkormus (Kormophyta). Sporofit merupakan tanaman yang utama, sedangkan gametofitnya merupakan bagian tanaman yang nantinya akan mereduksi. Tumbuhan yang menjadi anggota Spermatophyta menggunakan biji sebagai alat reproduksi, melalui fertilisasi antara spermatozoid yang dibentuk dalam kepala sari dengan ovum dalam kandung lembaga. Hasil fertilisasi akan disimpan dalam biji yang dilindungi oleh kulit biji dan akan disuplai nutrisi dari endosperm (cadangan makanan).

Berdasarkan kondisi bijinya, Spermatophyta digolongkan menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)

1) Gymnospermae

Ciri morfologi tumbuhan ini adalah berakar tunggang, daun sempit, tebal dan kaku, biji terdapat dalam daun buah (makrosporofil) dan serbuk sari terdapat dalam bagian yang lain (mikrosporofil), daun buah penghasil dan badan penghasil serbuk sari terpisah dan masingmasing disebut dengan strobillus.

Ciri-ciri anatominya memiliki akar dan batang yang berkambium, akar mempunyai kaliptra, batang tua dan batang muda tidak mempunyai floeterma atau sarung tepung, yaitu endodermis yang mengandung zat tepung. Pembuahan tunggal dan selang waktu antara penyerbukan dengan pembuahan relatif lama. Berkas pembuluh angkut belum berfungsi secara sempurna berupa trakeid.

Yang termasuk golongan ini adalah Cycas rumphii (pakis haji), Ginko opsida (ginko).

2) Angiospermae

Tanaman angiospermae mempunyai ciri-ciri morfologi sebagai berikut mempunyai bunga yang sesungguhnya, bentuk daun pipih dan lebar dengan susunan daun yang bervariasi, bakal biji tidak tampak terlindung dalam daun buah atau putik, terjadi pembuahan ganda, pembentukan embrio dan endosperm berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.

Angiospermae dibedakan menjadi dua kelas berdasarkan keping biji (kotiledon), adalah sebagai berikut :

a) Monokotiledon, yaitu tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal. Contohnya kelapa (Cocos nucifera), melinjo (Gnetum gnemon).

b) Dikotiledon, yaitu tumbuhan yang mempunyai keping biji dua. Contohnya petai (Parkia speciosa), cabe rawit (Capsicum frustescens).

Klasifikasi Tumbuhan
Klasifikasi Tumbuhan

8. Determinasi atau identifikasi

Selain mengadakan klasifikasi, tugas utama taksonomi lainnya yang penting ialah pengenalan atau identifikasi. Melakukan identifikasi tumbuhan berarti mengungkapkan atau menetapkan identifikasi (“jati diri”) suatu tumbuhan, yang dalam hal ini tidak lain adalah menentukan namanya yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi. Untuk istilah identifikasi sering juga digunakan istilah determinasi yang diambil dari bahasa Belanda, yaitu determinatie yang artinya penentuan.

Siapapun yang menghadapi benda yang tidak ia kenal, pertama-tama yang ditanyakan tentulah ” Benda apakah ini ?” Demikian pula setiap orang yang tidak peduli apakah ia seorang pakar ilmu tumbuhan ataukah ia orang awam, menghadapi suatu tumbuhan yang tidak ia kenal, pasti yang pertama-tama ia tanyakan adalah “Tumbuhan apakah ini gerangan?” Itu berarti yang ingin ia ketahui terlebih dahulu adalah identitas tumbuhan itu, yang berarti pula bahwa yang pertamatama dilakukan oleh siapapun yang tidak atau belum mengenal tumbuhan yang ia hadapi adalah berusaha mengenal atau melakukan identifikasi tumbuhan tadi.

Klasifikasi Tumbuhan

Dari tumbuhan dan hewan yang ada di bumi ini, yang beraneka ragam dan besar jumlahnya itu, tentu ada yang telah kita kenal dan ada pula yang belum kita kenal. Yang kita kenal mungkin juga dikenal orang lain tetapi mungkin juga tidak. Sebaliknya pun dapat terjadi, tumbuhan yang tidak kita kenal itu belum dikenal juga oleh siapapun, maka belum dikenal pula oleh dunia ilmu pengetahuan.

Untuk menentukan nama jenis atau kelompok organisme yang diteliti, digunakan cara identifikasi dengan menyamakan ciri-ciri yang ada dengan ciri-ciri yang tercantum dalam kunci determinasi. Kunci determinasi berisi sejumlah keterangan yang digunakan untuk menentukan kelompok atau jenis organisme berdasarkan ciri yang dimilikinya. Untuk menentukan nama kelompok famili, genus, dan spesies dapat dilakukan dengan cara mencocokkan objek tersebut dengan ciri-ciri yang tertulis dalam kunci determinasi tersebut.

Tahapan yang dilakukan dalam menggunakan kunci determinasi untuk menentukan nama suatu kelompok makhluk hidup adalah sebagai berikut :

a. Mengambil objek yang lengkap, jika tumbuhan maka bagian yang diambil harus selengkap mungkin, mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan buah serta biji.

b. Mengamati objek, jika perlu gunakan lup untuk memperbesar objek.

c. Mencocokkan hasil pengamatan dengan kunci determinasi yang memuat ciri-ciri objek tersebut.

d. Menentukan nama atau kelompok objek dan menuliskan rumus determinasinya.

Untuk melakukan pencandraan seperti pada urutan kedua di atas, kita memerlukan daftar ciri-ciri yang dipergunakan untuk melakukan pengamatan tersebut, daftar ciri-ciri itu disebut dengan kunci determinasi atau kunci dikotomi. Disebut dikotomi karena daftar tersebut terdiri atas dua pernyataan yang berlawanan.

Untuk membuat kunci dikotomis dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini :

a. Kelompokkan seluruh organisme yang akan diamati.

b. Gunakan ciri-ciri umum yang ada pada organisme tersebut, sehingga akan dihasilkan dua kelompok organisme yang berbeda ciri-ciri umumnya.

c. Gunakanlah ciri-ciri atau struktur yang lebih khusus, sehingga dua kelompok tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi dua kelompok yang lebih kecil lagi.

d. Kegiatan pengelompokkan dilanjutkan sampai dihasilkan kelompok yang tidak dapat dibagi-bagi lagi ke dalam kelompok yang lebih kecil, sehingga akan ditemukan nama dari organisme tersebut.

Klasifikasi Tumbuhan

“Contoh kunci dikotomi/determinasi sederhana adalah sebagai berikut.”

1) a. Tumbuhan dengan ciri batangnya termasuk dalam batang tidak sejati atau tidak memiliki alat tubuh yang menyerupai batang … lumut hati

    b. Tumbuhan dengan batang sejati atau memiliki alat tubuh yang menyerupai batang ….2

2) a. Pada batang tidak diketemukan pembuluh … Lumut daun

     b. Pada batang terdapat jaringan pembuluh ….3

3) a. Tumbuhan tidak berbunga ….4

  b. Tumbuhan berbunga atau memiliki organ yang berfungsi seperti bunga …4

4) a. Pada daun terdapat bintik kuning atau coklat, jika ditekan akan keluar serbuk kecil … Tumbuhan paku

     b. Pada daun tidak diketemukan adanya bintik kuning atau coklat ….5

5) a. Tumbuhan tidak dengan bunga sejati, pada ujung ranting atau ketiak daun terdapat badan berbentuk kerucut yang menghasilkan bakal biji … Gymnospermae

   b. Tumbuhan dengan bunga sejati dan tidak mempunyai organ berbentuk kerucut pada ujung atau ketiak daunnya ….6

6) a. Berakar serabut ….7

    b. Berakar tunggang ….8

7) a. Batang berongga … Padi

    b. Batang tidak berongga … Jagung

8) a. Bunga berbentuk kupu-kupu … Kacang

    b. Bunga berbentuk terompet …. Terung

Dari contoh kunci determinasi sederhana di atas maka dapat ditulis kunci determinasi dari masing-masing spesies, misalkan padi adalah 1b-2b-3b-4b-5b-6a-7a, sedangkan kacang memiliki kunci determinasi 1b-2b-3b-4b-5b-6b-8a.

Klasifikasi Tumbuhan

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae dan Paku

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae dan Paku

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae dan Paku

Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae

Reproduksi Tumbuhan – Pernahkah kamu makan emping melinjo? Bahan baku emping melinjo adalah biji tanaman melinjo. Tumbuhan melinjo memiliki biji yang tidak tertutup kulit buah. Tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah atau berbiji terbuka disebut tumbuhan Gymnospermae. Pohon pinus, pohon ginkgo, dan pakis haji juga tergolong Gymnospermae. Apakah bunga pada tumbuhan Gymnospermae sama dengan bunga pada tumbuhan Angiospermae? Menurutmu bagaimana cara reproduksi tanaman tersebut? Apakah tumbuhan Gymnospermae memiliki cara reproduksi yang sama dengan tumbuhan Angiospermae?

Reproduksi Tumbuhan – Tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki bunga seperti halnya tumbuhan Angiospermae. Namun, tumbuhan Gymnospermae memiliki alat reproduksi seksual (generatif) yang disebut strobilus atau runjung. Pada tumbuhan pinus dan melinjo terdapat dua jenis strobilus dalam satu pohon yaitu strobilus jantan dan strobilus betina (Gambar 2.30 (a)). Pada tumbuhan pakis haji strobilus jantan dan betina terpisah atau tidak berada dalam satu pohon. Pada strobilus jantan terdapat sporangia (ruang-ruang spora).

Reproduksi Tumbuhan – Sel-sel di dalam sporangia akan mengalami meiosis dan menghasilkan mikrospora. Mikrospora akan berkembang membentuk serbuk sari. Serbuk sari yang dihasilkan oleh tumbuhan pinus adalah serbuk sari yang EHUVD\DS 3DGD VWURELOXV EHWLQD WHUGDSDW EDQ\DN PHJDVSRUR¿O 7LDS PHJDVSRUR¿OPHQJDQGXQJGXDEDNDOELML7LDSEDNDOELMLPHQJDQGXQJ megasporangium. Sel dalam megasporangium akan mengalami meiosis dan menghasilkan megaspora. Inti megaspora akan mengalami mitosis membentuk sel telur.

Reproduksi Tumbuhan – Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi jika serbuk sari menempel pada liang bakal biji. Serbuk sari akan tertangkap oleh cairan yang terdapat di lubang bakal biji. Jika cairan menguap maka serbuk sari akan dapat masuk ke bakal biji dan terjadilah pembuahan. %LMLWXPEXKGLGDODPPHJDVSRUR¿OGDQGLOHQJNDSLGHQJDQVD\DS Ayo, Ki

Reproduksi Tumbuhan – Dapatkah tumbuhan Gymnospermae bereproduksi secara aseksual (vegetatif)? Tumbuhan Gymnospermae dapat bereproduksi secara aseksual. Tumbuhan Gymnospermae yang dapat bereproduksi secara aseksual misalnya tumbuhan pakis haji dan pinus. Tumbuhan pakis haji dapat reproduksi dengan menggunakan tunas yang disebut bulbil. Tumbuhan pinus dapat berkembangbiak dengan menggunakan tunas akar.

Siklus hidup pada Gymnospermae terdiri atas dua tahapan, yaitu VSRUR¿WGDQJDPHWR¿W$JD .

Reproduksi Tumbuhan

Reproduksi Tumbuhan Paku

Reproduksi Tumbuhan – Pernahkah kamu menjumpai tumbuhan tersebut berbunga? Berupa apakah organ reproduksi tumbuhan tersebut? Tumbuhan tersebut merupakan kelompok tumbuhan paku. Semua tumbuhan pa ku tidak menghasilkan bunga.

$SDNDK NDPX GDSDW PHQJLGHQWL¿NDVL VHPXD EDJLDQ WXPEXKDQ paku? Apa saja yang berhasil kamu temukan? Tahukah kamu apa fungsi dari bagian tubuh tanaman paku yang kamu temukan? Pada tumbuhan pakis dan juga tumbuhan paku lain tidak berkembangbiak dengan menggunakan bunga tetapi menggunakan spora. Namun demikian, tumbuhan paku juga tetap dapat menghasilkan sel kelamin dalam reproduksinya. Dengan demikian, tumbuhan paku dapat mengalami repoduksi secara aseksual maupun seksual.

7XPEXKDQSDNX\DQJGDSDWNLWDDPDWLEHUDGDGDODPWDKDSVSRUR¿W karena dapat menghasilkan spora. Coba kamu ingat Aktivitas 2.5! Dimanakah kamu dapat menemukan kotak spora pada tanaman paku? Jika kadar air pada kotak spora berkurang, kotak spora akan sobek dan mengeluarkan spora yang ada di dalamnya. Spora akan tersebar dan akan tumbuh menjadi protalium jika lingkungannya sesuai untuk tumbuh. 7DKDS JDPHWR¿W GLPXODL NHWLND protalium tumbuh. Protalium akan berkembang dan menghasilkan anteridium dan arkegonium. $QWHULGLXP DNDQ PHQJKDVLONDQ VSHUPD EHUÀDJHO EHUHNRU GDQ arkegonium menghasilkan sel telur.

Reproduksi Tumbuhan
Reproduksi Tumbuhan

Fertilisasi terjadi jika sperma yang dihasilkan oleh anteridium sampai pada sel telur yang dihasilkan oleh arke gonium. Meskipun PHPLOLNL ÀDJHO VSHUPD WXPEXKDQ SDNX PHPSHUOXNDQ DLU XQWXN pergerakannya. Zigot yang tumbuh dan berkembang akan memulai WDKDSVSRUR¿WEDUX6LNOXV\DQJWHUMDGLSDGDWXPEXKDQSDNXGLVHEXW juga pergiliran keturunan. Coba perhatikan Gambar 2.33! Apakah pada siklus hidup tumbuhan paku juga terjadi pergiliran keturunan? Reproduksi aseksual pada tumbuhan paku dilakukan dengan rhizoma. Rhizoma dapat tumbuh ke segala arah dan membentuk koloni tumbuhan paku yang baru. Rhizoma adalah batang yang tumbuh di dalam tanah.