Pengertian Invertebrata Kelas Filum Chordata

Pengertian Invertebrata Kelas Filum Chordata

Pengertian Invertebrata Kelas Filum Chordata

Invertebrata Kelas Filum Chordata
Invertebrata Kelas Filum Chordata

Invertebrata Kelas Filum Chordata

Chordata 

c. Kelas Amfibi (Amphibia) Amphibia berasal dari kata amphi = dua, bios = hidup. Jadi, Amfibi berarti hewan yang hidup di dua alam. Ketika masa larva hidup di air tawar, setelah dewasa hidup di darat, contoh katak.

Invertebrata Kelas Filum Chordata – Bentuk tubuh katak berbeda pada saat larva dan dewasa. Bentuk larva cocok untuk hidup di air, bentuk dewasa sesuai dengan lingkungan darat. Ukuran tubuhnya kecil, bervariasi antara beberapa sentimeter saja. Warna tubuh di bagian punggung umumnya hijau berbercak hitam, menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Berbeda dengan ikan, kulit katak tidak bersisik dan selalu lembap atau basah. Hal ini disebabkan oleh kulit yang berfungsi sebagai alat pernapasan. Molekul air di kulitnya akan melarutkan oksigen sehingga oksigen dapat berdifusi ke dalam pembuluh darah.

Invertebrata Kelas Filum Chordata – Amfibi adalah kelompok hewan yang melakukan pembuahannya secara eksternal dan internal. Bagi kelompok katak, telur yang telah dibuahi, dikeluarkan dan disimpan di dalam kantung penuh jeli. Telur ini dapat dibuahi saat jantan menaruh spermanya dekat betina. Bagi kelompok salamander, pembuahan berlangsung secara internal.

d. Kelas Reptilia Reptil artinya melata, yaitu permukaan tubuh sangat dekat dengan tanah atau tepatnya merayap. Kita dapat mengenali anggota Reptilia dari ciri-ciri morfologinya. Melalui pengamatan tubuh kadal (Mabouya sp) kita dapat menemukan ciri-ciri umum Reptilia. Tubuh Reptil ditutupi kulit bersisik yang relatif kering dan keras. Secara umum tubuh Reptil terbagi menjadi empat bagian utama, yaitu kepala, leher, badan, dan ekor.

Invertebrata Kelas Filum Chordata –  Bentuk tubuh yang sangat beragam dan berbeda sangat ekstrem antara satu bentuk dan bentuk lainnya. Reptilia dibagi menjadi empat kelompok yaitu Kura-kura (Chelonia), Buaya (Crocodila), Kadal (Lacertilia), Ular (Ophidia). Tempat hidup anggota Reptilia sangat beragam, di laut, di air tawar, di darat/tanah, di dalam lubang, di pohon-pohon, dan di rumah. Seperti kelas Amfibi, Reptilia memiliki kloaka. Pada umumnya, di ujung kloaka reptilia jantan, termasuk Uromastix jantan, terdapat sepasang alat kopulasi yang disebut hemipenis, yaitu alat untuk menyalurkan sperma ke dalam kloaka betina. Telur Reptilia umumnya bercangkang lunak. Telur kadal bahkan tidak bercangkang. Oleh karena itu, telur kadal tetap berada di saluran telur sampai zigot berkembang menjadi individu baru, dan kemudian bayi kadal ke luar melalui kloaka. Dari luar, proses ini tampak seperti melahirkan. Oleh karena itu, kadal termasuk golongan ovovivipar. Kura-kura mengeluarkan telur yang bercangkang lunak ke dalam lubang pasir. Setelah semua telur keluar dari tubuhnya, induk kura-kura mengubur telur dengan pasir sampai telur menetas.

Invertebrata Kelas Filum Chordata

Info Biologi

Bagaimana Ular Berjalan di atas air? Ular padang pasir dapat bergerak cepat di atas pasir. Dengan melakukan kontraksi otot dadanya sedikit demi sedikit, ia dapat bergerak dalam bentuk huruf S. Gerakan ini dimulai dengan memilin tubuh, mengangkat kepala dan menjaganya tegak di udara. Ketika kontraksi otot yang menggerakkan tubuh ini diteruskan ke arah ekor, kepala bergerak maju dan menyentuh tanah. Sementara itu kontraksi otot telah mencapai ekor.

Invertebrata Kelas Filum Chordata – Kontraksi baru menyebabkan ekor terangkat dari tanah dan sejajar dengan kepala. Gerakan semacam ini meninggalkan jejak paralel dengan rata-rata kemiringan 45r. Selama ular bergerak, hanya dua bagian tubuh yang menyentuh pasir. Dengan pola gerakan ini, tubuh ular tidak akan hangus karena meminimalkan kontak dengan pasir yang sangat panas membakar. Ular juga dapat membuka mulutnya selebar mungkin karena ular mempunyai tulang kuadrat yaitu tulang yang berada di pangkal rahang atas dan bawah yang dihubungkan dengan jari ikat yang elastis sehingga ular dapat melahap sebutir telur yang lebih besar daripada kepalanya. Telur perlahan-lahan ditelan seluruhnya dan dicerna. Sumber: Menyingkap Rahasia Alam, Harun Yahya.

e. Kelas Aves Aves adalah unggas atau burung. Ciri utama Aves yang tidak dimiliki oleh kelompok lainnya, yaitu bulu sebagai penutup tubuh. Menurut evolusinya, bulu merupakan modifikasi dari sisik reptilia. Bulu tampak berkilau, kuat, elastis, waterproof, dan berwarna-warni. Untuk memahami karakter kelas Aves, orang biasa mengambil contoh burung merpati (Columba livia). Mari kita lihat ciri-ciri morfologi burung merpati, pada Gambar 8.43. Burung adalah hewan homoiotermis atau dengan bahasa sederhana disebut hewan berdarah panas, artinya temperatur tubuhnya stabil di berbagai tempat yang temperaturnya berbeda atau temperatur lingkungan tidak memengaruhi temperatur tubuh. Sifat ini ada kaitannya dengan kerja jantung burung yang sudah terbagi menjadi empat ruang secara sempurna.

Anggota tubuh depan mengalami modifikasi menjadi sayap, memiliki paruh dari zat tanduk yang kuat, tak memiliki gigi. Bentuk tubuh burung sangat spesifik. Keragaman jenisnya tidak terlalu berbeda jauh sehingga seluruh anggota Aves mudah dikenal, yaitu tubuh ditutupi bulu, berkaki dua, kaki ditutupi dengan sisik yang keras, berparuh dari zat tanduk, dan bersayap. Aves melakukan reproduksi secara internal. Betina menetaskan telur sehingga dikenal ovipar. Telur burung bercangkang keras, terbuat dari zat kapur. Pada burung jantan, alat reproduksi terdiri atas testis dan vasdeferens. Pada burung betina, alat reproduksi terdiri atas ovarium dan oviduk. Burung merpati hanya memiliki satu buah ovarium dan oviduk untuk mengurangi berat badan sehingga memudahkan untuk terbang. Meskipun semua anggota Aves memiliki sayap, tidak semua burung menggunakannya untuk terbang. Contohnya, kiwi, jenis-jenis burung unta, dan kasuari. Kelompok Aves dikenal melalui telurnya, telur ayam, itik, dan burung unta sangat dikenal oleh masyarakat sebagai bahan makanan sumber protein tinggi. Tempat dan cara hidup burung bermacam-macam, ada yang hidup di air atau di pantai dengan kaki berselaput, burung yang hanya berjalan, burung yang hanya hidup di pohon (arboreal), burung penyanyi, burung buas, dan sebagainya. Dalam ekosistem, burung memiliki peranan penting, misalnya burung predator. Di Indonesia burung mempunyai keanekaragaman yang tinggi, tetapi beberapa jenis telah terancam punah.

Kelas Mamalia

Kelompok mamalia memiliki anggota yang paling kompleks struktur tubuh dan sistem fisiologinya. Menurut anatomi dan fisiologi, manusia termasuk kelompok Mamalia.

1) Ciri Morfologi

Mamalia merupakan hewan homoiotermis (berdarah panas),tubuhnya ditutupi rambut, memiliki kelenjar susu (mammae = kelenjar susu) yang mengeluarkan air susu. Semua Mamalia memiliki telinga luar, sebagian dilengkapi dengan daun telinga. Kulit Mamalia dilengkapi kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Gigi Mamalia bermacam-macam bentuknya mulai dari geraham, gigi taring, dan gigi seri. Jari tangan dan jari kaki tidak pernah lebih dari lima, banyak yang mengalami penyusutan. Jika kita lihat struktur tubuhnya, tampak adanya evolusi morfologi dari Aves ke Mamalia. Evolusi ini tampak jelas pada Mamalia yang paling sederhana, yaitu cungur bebek (platypus). Struktur tubuh masih berbentuk burung (bebek), tetapi penutup tubuhnya adalah rambut, seperti halnya Mamalia lainnya. Platypus masih bersifat ovipar, menetaskan telur, seperti kelompok Aves. Penetapan Platypus sebagai anggota Mamalia, yaitu adanya kelenjar susu untuk memberi makan anak-anaknya. Hewan yang satu kelompok dengan platypus, yang ada di Indonesia, yaitu di Papua adalah landak semut.

2) Reproduksi

Cara bereproduksi Mamalia dikenal dengan cara beranak (vivipar). Individu baru disimpan di dalam alat khusus yang disebut uterus (rahim) dan dilengkapi dengan makanan untuk janin yang disebut plasenta. Beranak dapat ditandai dengan adanya proses melahirkan, yaitu keluarnya anak bersama dengan plasentanya. Di dalam uterus, zigot berkembang sampai menjadi janin kemudian bayi. Waktu untuk berkembangnya janin dalam uterus disebut kehamilan. Masa kehamilan berbeda-beda pada setiap kelompok Mamalia. Pada ordo Marsupialia, contohnya kanguru dan koala, anak lahir dalam bentuk embrio, kemudian berkembang menjadi janin di dalam kantung induknya. Hanya satu ordo, yaitu Monotremata, yang anaknya berkembang dalam telur. Selain monotremata dan marsupialia, semua mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan.

Rangkuman

1. Kingdom Animalia atau dunia hewan merupakan kelompok yang mempunyai anggota sangat luas, terdiri atas invertebrata dan vertebrata. 2. Kingdom Animalia mempunyai bentuk tubuh dan alat-alat tubuh yang bervariasi. Variasi bentuk tubuh dapat dikategorikan dengan melihat bentuk simetri tubuhnya. 3. Berdasarkan simetri tubuh, hewan ada yang berbentuk simetri radial dan simetri bilateral. 4. Secara umum kingdom dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu invertebrata atau hewan tak bertulang belakang dan Vertebrata atau hewan bertulang belakang. 5. Filum-filum pada invertebrata, di antaranya: Porifera yaitu hewan yang mempunyai pori, Coelenterata atau hewan berongga, Platyhelminthes atau cacing pipih, Nematelminthes atau cacing gilig, Annelida atau cacing gelang, Arthropoda atau hewan dengan kaki beruas, Mollusca atau hewan lunak, dan Echinodermata atau hewan berkulit duri. 6. Peran menguntungkan dari Invertebrata, di antaranya sebagai zooplankton, sebagai sumber protein, sebagai bahan obat, dan perhiasan. 7. Peran merugikan misalnya sebagai penyebab penyakit, parasit, dan sebagai hama pada tanaman. 8. Hewan bertulang belakang atau Vertebrata pada umumnya berukuran jauh lebih besar dari Invertebrata sehingga dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop. 9. Anggota kelompok Vertebrata adalah kelas Cyclostomata atau Agnatha, Pisces atau ikan, Amfibi atau hewan yang hidup di dua alam, Reptilia atau hewan melata, Aves atau burung, dan Mamalia atau hewan menyusui. 10. Peran penting Vertebrata secara biologi adalah sebagai penjaga keseimbangan ekologis di berbagai komunitas. 11. Semua Vertebrata berperan sebagai konsumen, baik sebagai konsumen pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Bagi manusia hewan Vertebrata dapat berperan, di antaranya sebagai sumber makanan, alat berburu, bahan baku industri kulit, objek penelitian atau sebagai alat transportasi.

 

Materi Pengertian Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Materi Pengertian Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Materi Pengertian Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Echinodermata

Invertebrata Echinordermata dan Chordata – Echinodermata berasal dari kata echinos yang berarti landak/duri dan derma berarti kulit. Jadi, Echinodermata berarti hewan yang kulitnya berduri. Hewan ini habitatnya di laut, biasanya bersifat sesil atau menetap. Makanannya berupa sisa organisme yang telah mati atau organisme lain yang lebih kecil. Beberapa jenis Echinodermata mempunyai manfaat untuk makanan, misalnya tripang dan telur bulu babi. Selain itu, banyak hewan ini yang bertindak sebagai pembersih karena memakan bangkai atau sisa-sisa hewan lain yang terdapat di pantai. Akan tetapi, ada jenis-jenis tertentu dari bintang laut yang dapat merusak binatang karang sehingga banyak yang mati karena dimakan. Selain itu, ada bintang laut yang memakan jenis-jenis tiram, di antaranya kerang mutiara. Echinodermata adalah hewan triploblastik selomata. Tubuhnya mempunyai bentuk simetri radial yang dibagi menjadi lima bagian. Rangka berupa kepingkeping kapur terdapat di dalam kulit dan pada umumnya mempunyai duri, Semua Echinodermata hidup di laut. Gerakan Echinodermata lambat dan gerakannya menggunakan kaki pembuluh (kaki ambulakral).

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Invertebrata Echinordermata dan Chordata
Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Invertebrata Echinordermata dan Chordata – Reproduksi dapat terjadi secara seksual atau aseksual. Secara aseksual dapat terjadi dengan regenerasi atau dengan pembelahan sel. Reproduksi seksual terjadi dengan fertilisasi yang terjadi dalam air laut. Jenis kelamin hewan ini terpisah (berumah dua). Larvanya mempunyai bentuk simetri bilateral dan dapat berenang bebas disebut bipinnaria. Berdasarkan bentuk tubuhnya Echinodermata dibagi menjadi 5 kelas. Kelas-kelas tersebut meliputi Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holothuroidea.

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

a. Asteroidea Hewan ini mempunyai bentuk seperti bintang atau segi lima. Contoh Asteroidea adalah macam-macam bintang laut.

b. Echinoidea Hewan ini tubuhnya tanpa tangan dan berbentuk hampir bulat atau gepeng. Rangkanya disusun dari keping-keping zat kapur dan umumnya berduri. Contoh hewan ini adalah landak laut dan bulu babi.

c. Ophiuroidea Ophiuroidea merupakan hewan yang hidup di laut dangkal sampai laut dalam. Mereka aktif pada malam hari dan makanannya berupa udangudangan, Mollusca, sampah, dan sisa organisme lain. Hewan ini tubuhnya mempunyai lima tangan yang dapat digerakkan. . Contoh hewan ini adalah bintang ular.

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

d. Crinoidea Hewan ini tubuhnya mempunyai lima tangan yang bercabang-cabang. Bentuk tubuhnya dapat menyerupai bunga lili, bunga bakung, atau bulu burung. Crinoidea hidup dengan cara menempel di dasar laut dan dapat membentuk taman laut. Crinoidea lebih sering ditemukan menempel, meskipun dapat berenang secara bebas. Jenis-jenis dan jumlahnya lebih banyak ditemukan sebagai fosil.

e. Holothuroidea Hewan ini hidup di dasar laut dengan cara bersembunyi di lumpur atau pasir. Bentuk tubuhnya seperti ketimun atau memanjang. Tubuhnya tidak kaku, tetapi fleksibel dan lembut karena rangkanya direduksi berupa butirbutir kapur di dalam kulit. Hewan ini bergerak dengan tiga baris kaki pembuluh yang terdapat pada permukaan bawah (ventral) dan dua baris kaki pembuluh dorsal dipakai untuk bernapas. Selain itu, ada alat napas yang disebut paru-paru air. Amati Gambar 8.38a dan b. Contoh Holothuroidea adalah teripang dan timun laut.

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Chordata

Filum chordata dibagi menjadi dua subfilum, yaitu subfilum Protochordata dan subfilum Vertebrata (Craniata). Dalam subbab ini kita hanya akan membahas subfilum vertebrata. Ditinjau dari segi biologi, chordata terutama vertebrata memiliki peran yang penting. Dalam habitatnya chordata merupakan anggota ekosistem yang sangat penting, dapat menjaga keseimbangan ekologis di berbagai komunitas. Semua chordata berperan sebagai konsumen, mulai dari konsumen pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Bagi manusia, chordata merupakan kelompok hewan yang sangat dibutuhkan, di antaranya sebagai sumber makanan, alat berburu, industri produk-produk berbahan kulit, objek penelitian, atau sebagai alat transportasi.

Sejak lama kita mengenal istilah vertebrata. Sering kali istilah vertebrata dianggap lawan kata invertebrata, kemudian vertebrata dianggap salah satu filum dari Kingdom Animalia. Kini kita sudah mengetahui bahwa vertebrata merupakan subfilum dari Filum Chordata dan merupakan anggota chordata yang memiliki tengkorak sehingga disebut kelompok Craniata (Cranium = tengkorak) Vertebrata merupakan istilah yang berasal dari bagian notokorda yang diganti dengan ruas-ruas kartilago atau tulang yang disebut vertebra. Vertebrata ini biasa disebut dengan tulang punggung. Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki rahang dua pasang (kecuali Agnatha), memiliki sepasang mata dan sepasang telinga. Penutup tubuh anggota vertebrata bermacam-macam, dari penutup tubuh berupa kulit bersisik dan berlendir, bersisik keras dan kering, berbulu, sampai dengan kulit tertutup rambut. Tempat hidupnya mulai dari perairan sampai ke daratan. Kelamin terpisah, tetapi ada yang hermafrodit. Fertilisasi internal atau eksternal, ovipar, ovovivipar, dan vivipar. Vertebrata memiliki sistem saraf pusat yang berkembang baik, yaitu otak dan sumsum belakang. Semua vertebrata memiliki tulang atau rangka dalam tubuh (internal skeleton), dan memiliki dua pasang anggota tubuh. Vertebrata terbagi menjadi enam kelas, yaitu kelas Cyclostomata, kelas Pisces, Kelas Amfibi, kelas Reptilia, kelas Aves, dan kelas Mamalia.

a. Kelas Cyclostomata (Agnatha) Agnatha artinya tidak berahang. Ikan-ikan anggota Agnatha memang tidak berahang. Tidak ada pasangan sirip. Beberapa jenis mempunyai sirip ekor dan sirip punggung. Mulut terletak di sebelah ujung. Contohnya: belut laut (Lamprey, Petromyzon sp) dan ikan hantu (hagfish, Myxine sp). Agnatha memiliki tujuh atau lebih celah insang. Notochord menetap seumur hidup. Otaknya sudah teratur terdiri atas bagian-bagian seperti pada vertebrata tingkat tinggi. Kelamin terpisah atau hermafrodit. Cara memperoleh makanan, yaitu dengan mengisap cairan tubuh mangsa. Terlebih dahulu mangsa dilubangi dengan mulutnya. Agnatha hidup di air tawar atau air laut. Agnatha sudah memiliki alat indra berupa lubang hidung tunggal, dua mata, telinga dalam, dan organ perasa. Pada tahap larva, Agnatha memiliki gonad hermafrodit. Ketika dewasa menjadi kelenjar kelamin betina atau jantan, dan menjadi hewan berumah dua (diesius). Fertilisasi secara internal.

b. Kelas Pisces Pisces adalah kelompok ikan. Tidak asing bagi kita untuk mengenal kelompok ini. Tubuh ditutupi sisik dengan berbagai tipe sisik, yaitu plakoid, sikloid, ctenoid (dibaca stenoid), dan ganoid. Dilihat dari struktur morfologi dan anatomi, kelas Pisces dapat dibagi menjadi dua subkelas, yaitu subkelas chondrichthyes dan subkelas osteichthyes.

1) Subkelas Chondrichthyes Kita tidak asing lagi dengan ikan hiu, pari, ikan gergaji, dan ikan martil. Semuanya adalah anggota Chondrichthyes atau ikan bertulang rawan. Berbeda dengan Agnatha, mulut Chondrichthyes terletak di bagian ventral tubuh. Memiliki dua pasang sirip dan 5-7 celah insang. Pada sebagian Chondrichthyes, notochord diganti oleh vertebra. Tubuh ditutupi dengan sisik tipe plakoid. Gurat sisi berkembang baik. Telinga hanya di bagian dalam. Tidak ada telinga tengah atau telinga luar. Sirip dada dan sirip perut berpasangan, sedangkan sirip punggung, sirip ekor, dan sirip dubur tidak berpasangan.

Chondrichthyes tidak memiliki gelembung renang. Ikan hiu mempunyai ciri, celah insang di tepi tubuh, sedangkan ikan pari, celah insangnya di bagian bawah tubuh. Chondrichthyes memiliki anggota jantan dan betina. Fertilisasi dapat secara eksternal ataupun internal. Ada yang ovipar, ada pula yang ovovivipar.

2) Subkelas Osteichthyes Kita juga tidak asing dengan belut, lele, kuda laut, dan ikan buntal. Semuanya adalah anggota Osteichthyes. Osteichthyes berarti ikan bertulang sejati. Seluruh anggota Osteichthyes memiliki rangka endoskeleton yang terbuat dari osteon (tulang keras/tulang sejati). Kulitnya bersisik dengan tipe sisik sikloid, ctenoid, dan ganoid. Insangnya tertutup oleh operculum. Anggota Osteichthyes biasanya memiliki gelembung renang yang berhubungan atau tidak berhubungan dengan faring. Ada yang hidup di air tawar, ada yang hidup di laut. Beberapa bahkan dapat hidup di darat untuk beberapa waktu.

Osteichthyes melakukan reproduksi dengan cara fertilisasi eksternal. Telur dan sperma keluar dari tubuh kemudian terjadi pembuahan. Semua Osteichthyes bersifat poikilothermal. Meskipun penampilan morfologi hampir sama, ternyata anggota Osteichthyes memiliki banyak macam bentuk dan macam adaptasi yang unik. Banyak anggota Osteichthyes begitu beragam akibat adaptasi, misalnya belut, lele, kuda laut atau tangkur kuda, dan ikan buntal. Di dalam ekosistemnya, ikan berperan sangat besar. Bagi manusia, ikan memiliki nilai ekonomi tinggi, menjadi sumber makanan berkadar protein tinggi. Beberapa jenis ikan yang banyak dikonsumsi manusia dan bernilai ekonomi, di antaranya ikan emas, gurame, lele, kerapu, tongkol, sarden, tuna, dan bandeng. Banyak pula ikan bernilai ekonomi sebagai ikan hias dan peliharaan, misalnya ikan arwana, louhan, koi, dan diskus.

Osteichthyes melakukan reproduksi dengan cara fertilisasi eksternal. Telur dan sperma keluar dari tubuh kemudian terjadi pembuahan. Semua Osteichthyes bersifat poikilothermal. Meskipun penampilan morfologi hampir sama, ternyata anggota Osteichthyes memiliki banyak macam bentuk dan macam adaptasi yang unik. Banyak anggota Osteichthyes begitu beragam akibat adaptasi, misalnya belut, lele, kuda laut atau tangkur kuda, dan ikan buntal. Di dalam ekosistemnya, ikan berperan sangat besar. Bagi manusia, ikan memiliki nilai ekonomi tinggi, menjadi sumber makanan berkadar protein tinggi. Beberapa jenis ikan yang banyak dikonsumsi manusia dan bernilai ekonomi, di antaranya ikan emas, gurame, lele, kerapu, tongkol, sarden, tuna, dan bandeng. Banyak pula ikan bernilai ekonomi sebagai ikan hias dan peliharaan, misalnya ikan arwana, louhan, koi, dan diskus.