Dampak Negatif Pergaulan Bebas

Dampak Negatif Pergaulan Bebas

Dampak Negatif Pergaulan Bebas

Dampak Negatif Pergaulan Bebas
Dampak Negatif Pergaulan Bebas

Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia maka terjadi pula perubahan di dalam tubuh remaja. Tumbuhlah kelenjar endokrin yang memproduksi hormon, sehingga organ-organ kelamin akan mengalami pertumbuhan. Pada remaja putri terjadi pembesaran kelenjar payudara dan membesarnya pinggul serta peningkatan pada berat dan tinggi badan. Adapun, pada remaja putra, jakun di lehernya mulai terlihat menonjol, suaranya menjadi sengau, berat, dan besar. Selain itu, bahunya mulai melebar, mulai tumbuh kumis serta tumbuh bulu di ketiak.

Akibat pertumbuhan fisik dan alat kelamin yang cepat, terjadi kegoncangan dan kebingungan dalam dirinya, khususnya dalam masalah pergaulan dengan lawan jenis. Pergaulan ini ditandai dengan adanya peningkatan perhatian kepada lawan jenis, kemudian meningkat kepada usaha mencari perhatian dan menjalin hubungan emosional. Apabila tahap ini sudah terjadi maka remaja akan menjalin pergaulan yang lebih erat lagi.

Pergaulan disertai dengan hubungan intim yang bebas telah menjadi salah satu masalah sosial yang memprihatinkan masyarakat Indonesia. Usia pubertas rata-rata remaja yang lebih dini sementara usia nikah semakin tinggi, peningkatan dorongan birahi pada usia remaja, kurang memadainya pengetahuan remaja tentang proses dan kesehatan reproduksi, menajamnya jumlah remaja yang berperilaku aktif dalam hubungan intim, miskinnya pelayanan dan bimbingan tentang kesehatan reproduksi untuk remaja, serta pengaruh negatif budaya pop serta industri turisme yang menyebarkan nilai hubungan intim yang biasa atau hubungan intim yang mudah melalui berbagai media cetak dan audiovisual menjadi faktor-faktor pemicu terjadinya pergaulan bebas.

Pergaulan bebas merupakan perbuatan yang banyak meresahkan kaum pendidik dan kaum tua. Sebelum melakukan hubungan intim yang bebas hendaknya para remaja memikirkan akibat yang ditimbulkannya. Berikut ini diuraikan beberapa dampak negatif hubungan intim yang bebas :

1. Kehamilan tidak diinginkan (KTD)

Karena pergaulan bebas, terjadilah kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam masyarakat patriarkal seperti di Indonesia, perempuanlah yang sering menjadi kambing hitam. Kodrat deterministiknya untuk mengandung dan melahirkan menempatkan remaja perempuan dalam posisi terpojok yang sangat dilematis.

Dalam pandangan masyarakat, remaja perempuan yang hamil ialah black sheep di tengah keluarganya, yang telah membawa aib dan mencoreng nama baik keluarga. Atmosfer penghakiman sosial dan dinamika menyalahkan korban (blaming the victim) tidak lagi menyediakan ruang yang memungkinkan remaja tersebut dipandang sebagai manusia utuh dengan spektrum luas, yang selain mempunyai kelemahan juga mempunyai kebaikan.

Di mata remaja sendiri, ia adalah seorang yang gagal dan pencemar nama baik keluarga. Perasaan bingung, cemas, malu, dan bersalah bercampur dengan perasaan depresi, pesimis terhadap masa depan, dan kadang-kadang disertai rasa benci dan marah, baik kepada diri sendiri maupun kepada pasangan, dan kepada nasib atau keadaan. Dan jika ini sudah terjadi maka hanya ada tiga konsekuensi yang harus diambil yaitu aborsi, pernikahan dini, dan jika pasangannya tidak mau bertanggung jawab maka akan terjadi ibu lajang (single mothers).

2. Aborsi

Karena ketakutan menghadapi konsekuensi kehamilannya, banyak remaja hamil melakukan aborsi, mulai dari self-treatment sampai meminta bantuan tenaga medis. Tindakan aborsi ini memiliki dampak yang tidak ringan. Aborsi dapat menimbulkan masalah psikologis yang traumatis.

Para remaja yang melakukan aborsi memiliki perasaan bersalah dan berdosa yang cukup besar dan bersifat menetap untuk jangka waktu relatif lama. Di samping itu, kegagalan aborsi dapat menimbulkan masalah lain yang menyangkut kualitas kesehatan fisik dan mental bayi yang dilahirkan. Fetus yang dikandung umumnya telah mengalami deraan fisik dan mental yang bertubi-tubi: secara psikis si ibu menolak bayi yang dikandungnya, lalu mencoba digusur dengan berbagai jenis obat dan ramuan, sementara suasana batin si ibu dalam keadaan tidak seimbang.

3. Pernikahan dini

Karena gagal aborsi, sebagian besar dari remaja hamil melanjutkan kehamilan dengan perasaan terpaksa. Apabila pasangan bertanggung jawab dan orang tua menyetujuinya maka jalan yang ditempuh adalah pernikahan.

Idealnya, pernikahan itu dilaksanakan oleh laki-laki dengan wanita yang masing-masing sudah berumur dewasa. Secara sosial ekonomi, perkawinan dini berkaitan dengan terputusnya kelanjutan sekolah (drop out), terputusnya kesempatan meraih keterampilan, terbatasnya wawasan, pengetahuan dan potensi diri. Mereka akan kehilangan manisnya masa remaja yang menawarkan berjuta pengalaman sosial berharga. Mereka terjebak dalam rutinitas kerja rumah tangga tanpa sempat memikirkan kemajuan dirinya.

Untuk menempuh perkawinan, selayaknya kesiapan ekonomi calon pengantin patut dipertimbangkan. Perkawinan idealnya harus disertai oleh kesiapan hidup berdikari dan memisahkan diri dari keluarga asal masing-masing. Tetapi, jika yang melakukan perkawinan ialah seorang remaja yang jelas belum siap secara ekonomi maka mereka akan menggantungkan beban hidupnya pada orang tua.

Secara biomedis dan demografis, pernikahan dini akan mengakibatkan buruknya status kesehatan ibu dan anak. Fenomena ini terjadi karena kondisi fisik wanita pada umur belasan belum siap, belum cukup matang, dan belum dalam umur yang sehat untuk bereproduksi. Di samping itu, mereka belum siap untuk mengasuh dan mendidik seorang anak.

4. Ibu lajang (single mothers)

Status ibu lajang (single mothers) di Indonesia terjadi karena keterpaksaan, bukan hasil pilihan bebas seperti di negara-negara barat. Setelah gagal melakukan aborsi dan karena kasus incest, pasangan menolak bertanggung jawab, serta orang tua tidak merestui pernikahannya, maka remaja perempuan harus siap menjadi ibu lajang (single mothers). Hal itu berarti remaja perempuan tersebut harus siap menanggung beban ekonomi dan psikologi yang lebih berat. Dan dampak tersebut akan diwariskan pada anaknya.

Dampak ekonomi tentu saja berhubungan dengan masalah ekonomi dan berakibat pada masalah sosial, sedangkan dampak psikologis pada anak akan terus melekat yaitu anak tanpa ayah.

5. HIV/AIDS

Salah satu media penularan HIV/AIDS adalah melalui hubungan intim. Para remaja yang bergaul dengan hubungan intim bebas, maka nyawanya akan diincar oleh HIV/AIDS tersebut. HIV (Human Immunodefiency Virus) yaitu virus yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh manusia. HIV ini yang nantinya akan menyebabkan AIDS (Acquired Immune Defiency Syndrome), artinya kumpulan gejala penyakit karena menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. Hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah seseorang yang terinfeksi HIV sehingga jika orang terkena virus ini maka virus akan terus berada dalam tubuh orang tersebut dan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang terdapat pada sel darah putih. Keadaan ini akan berakibat orang tersebut akan mudah terkena berbagai macam penyakit. Dan penyakit ini yang akan membawa dalam kematian.

Dampak Negatif Pergaulan Bebas
Dampak Negatif Pergaulan Bebas

6. Penyakit Menular Kelamin (PMS)

Bukan hanya AIDS yang mengincar penganut pergaulan bebas tetapi Penyakit Menular Kelamin (PMS) lainnya pun akan menyerang setiap pelaku pergaulan bebas. Bakteri merupakan salah satu penyebab yang dapat menimbulkan PMS, PMS yang disebabkan oleh bakteri di antaranya gonore, sifilis dan chlamidia.

a. Gonore

Gejala penyakit gonore pada pria biasanya ditandai keluar nanah dari orifisium uretra eksterna. Adapun pada wanita biasanya tanpa gejala, hanya kadang-kadang nanah keluar dari introitus vagina. Kuman penyebab penyakit ini ialah Neisseria Gonorrhoeae atau Gonokukus, berbentuk seperti biji kopi atau buah ginjal.

Apabila penyakit ini tidak diobati, gonore akan menjalar melalui alat kelamin luar dan saluran kencing menuju ke organ kelamin bagian dalam. Pada pria, akan terjadi epididimitis yang bisa mengakibatkan kemandulan, bahkan ginjal juga dapat terinfeksi. Pada wanita dapat mengakibatkan Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau peradangan organ pelvis.

b. Sifilis

Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema pallidium. Dalam bahasa Indonesia penyakit ini disebut Raja Singa. Sifilis biasanya ditularkan dengan persetubuhan melalui vagina maupun anus atau oral dengan orang yang terinfeksi.

Sifilis tidak dapat diabaikan, karena di antara semua penyakit kelamin, penyakit ini merupakan terberat. Hampir semua alat tubuh bisa diserang. Bila sudah parah sifilis akhirnya memasuki tahap akhir. Luka yang besar dapat berbentuk di beberapa organ, seperti organ pencernaan, hati, paru-paru, kulit, dan otot.

Kerusakan yang lebih parah dapat terjadi jika infeksi menyerang sistem saraf pusat, maka kerusakan bisa fatal. Pada saraf pusat, sifilis mengakibatkan kerusakan otak, yang berakhir dengan paralisis, kebingungan, dan disorientasi.

c. Chlamidia

Kita memang sering mendengar gonore dan sifilis, tetapi infeksi chlamidia lebih sering terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomitis. Bakteri ini menimbulkan berbagai infeksi seperti peradangan saluran kencing pada wanita dan pria, cervicitis, endomitris, dan PID (Pelvic Inflammatory Disease) pada wanita, serta epidimitis pada pria. Infeksi chlamidia berlangsung pada hubungan intim lewat vagina dan anus. Bakteri ini dapat pula mengenai mata bila terkena tangan yang sudah menyentuh kelamin dari orang yang terinfeksi. Chlamidia dapat menyerang tenggorokan. Gejala infeksi chlamidia mirip dengan gonore.

Berkaitan dengan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan akibat pergaulan bebas, seharusnya remaja yang merupakan tulang punggung dan harapan bangsa dapat menentukan sikap. Sesuai dengan jiwa remaja yang sedang mencari identitas diri, suka bergaul dengan orang lain, dan tertarik pada lawan jenis maka remaja harus dapat tegas menyatakan abstinensi pergaulan bebas. Di dalam kamus, abstinensi disebut hidup tanpa atau hanya dengan sedikit makanan atau kenikmatan lainnya.

CARA MENGHINDARI PERGAULAN BEBAS

Untuk menghindarkan diri dari pergaulan bebas maka beberapa upaya dapat dilakukan remaja sebagai berikut :

1. Para remaja selalu berupaya untuk meraih prestasi dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, misalnya ikut kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat.

2. Para remaja harus menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang menjurus kepada birahi dan hiburan yang menekankan pornografi dan pornoaksi.

3. Pemerintah atau lembaga yang berwenang memberikan sosialisasi kepada para remaja tentang pengetahuan dan informasi tentang organ kelamin atau reproduksi.

Dengan didukung para guru, orang tua, dan lingkungan, para remaja selalu menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai religius di mana pun berada sehingga remaja mempunyai pedoman yang kuat untuk menghindarkan diri atau abstinensi pergaulan bebas.

Demikianlah uraian tentang pergaulan bebas yang selalu mengikuti gerak langkah pergaulan para remaja. Dengan mengetahui dampak-dampak negatif di atas, maka para remaja harus dapat dengan tegas menyatakan abstinensi pergaulan bebas.. Dengan demikian, dunia akan menjadi dunia yang aman, sejahtera, dan damai.

Dampak Negatif Pergaulan Bebas
Dampak Negatif Pergaulan Bebas

Rangkuman

1. Pergaulan disertai dengan hubungan intim bebas telah menjadi salah satu masalah sosial yang memprihatinkan masyarakat Indonesia.

2. Dampak negatif pergaulan bebas, antara lain kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, pernikahan dini, ibu lajang (single mothers), HIV/ AIDS, dan berbagai Penyakit Menular Kelamin (PMS).

3. Cara menghindari pergaulan bebas, antara lain melakukan aktivitas yang positif dan bermanfaat, para remaja harus menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang menjurus pada birahi dan hiburan yang menekankan pornografi dan pornoaksi, dan pemerintah atau lembaga yang berwenang memberikan sosialisasi kepada para remaja tentang pengetahuan dan informasi tentang organ kelamin atau reproduksi.

Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV/ AIDS

Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV/ AIDS

Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV
Aktivitas Belajar Memahami Penyakit HIV

Cobalah kalian baca dan pelajari semua hal tentang bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS di atas, kemudian lakukan aktivitas belajar berikut ini: 1. Buatlah kelompok 5-6 orang. 2. Tentukanlah ketua kelompok secara demokratis. 3. Amati dan carilah segala sesuatu yang berhubungan dengan bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS dari berbagai sumber, baik di Internet, buku, majalah, surat kabar dan sebagainya. 4. Diskusikan dengan teman satu kelompok tentang bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Usahakan setiap anggota kelompok memberikan pendapatnya. 5. Buatlah urutan dan penjelasan bahaya, penularan, dan pencegahan HIV/AIDS. Usahakan ditambahkan foto atau video yang berhubungan. 6. Presentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas dengan mengikuti pentunjuk yang ditentukan guru.

Ringkasan

HIV yaitu virus atau jasad renik yang sangat kecil yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Bentuk HIV seperti binatang bulu babi (binatang laut) yang berbulu tegak dan tajam. Dengan demikian sel-sel darah putih melindungi seseorang dari jatuh sakit. Inilah yang disebut kekebalan tubuh manusia, yang merupakan daya tahan tubuh seseorang. Jika seseorang terinfeksi oleh HIV maka virus ini akan menyerang sel darah putih. Selanjutnya ia akan merusak dinding sel darah putih untuk masuk ke dalam sel dan merusak bagian yang memegang peranan pada kekebalan tubuh. Sel darah putih yang telah dirusak tersebut menjadi lemah, dan tidak lagi mampu melawan kuman-kuman penyakit. Lambat-laun sel darah putih yang sehat akan sangat berkurang. Akibatnya, kekebalan tubuh orang tersebut menjadi menurun dan akhirnya ia sangat mudah terserang penyakit.