Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam

Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam

Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam – Indonesia merupakan suatu negara yang mempunyai garis pantai terpanjang ke-2 di dunia yaitu dengan garis pantai sepanjang : 54.716 km. Dengan garis pantai sepanjang itu, Indonesia masih tetap kekurangan bahan dasar pokok utama yaitu garam.

Dengan ketidaktersediaan garam di dalam negeri dan semakin terdesaknya kebutuhan untuk sehari-hari, maka Indonesia mau tidak mau harus melakukan pengadaan garam secara cepat yaitu dengan cara impor garam dari Australia, negara dengan garis pantai terpanjang urutan ke-7 sedunia.

Bayangkan sekarang harga garam di pasar tradisional naik 100%. Yang tadinya sebungkus harganya Rp. 3.000 , sekarang sebungkus dihargai Rp. 6.000.

Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam

Daftar 10 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang

1. Kanada

Lokasi : Benua Amerika Utara
Luas Wilayah : 9.984.670 km2
Panjang Garis Pantai : 202.800 km

2. Indonesia

Lokasi : Benua Asia
Luas Wilayah : 1.904.569 km2
Panjang Garis Pantai : 54.716 km

3. Greenland (Otonomi Denmark)

Lokasi : Benua Amerika Utara/Samudera Arktik
Luas Wilayah : 2.166.086 km2
Panjang Garis Pantai : 44.087 km

4. Rusia

Lokasi : Benua Asia
Luas Wilayah : 17.098.242 km2
Panjang Garis Pantai : 37.653 km

5. Filipina

Lokasi : Benua Asia
Luas Wilayah : 300.000 km2
Panjang Garis Pantai : 36.289 km

6. Jepang

Lokasi : Benua Asia
Luas Wilayah : 377.915 km2
Panjang Garis Pantai : 29.751 km

7. Australia

Lokasi : Benua Australia
Luas Wilayah : 7.741.220 km2
Panjang Garis Pantai : 25.760 km

8. Norwegia

Lokasi : Benua Eropa
Luas Wilayah : 323.802 km2
Panjang Garis Pantai : 25.148 km

9. Amerika Serikat

Lokasi : Benua Amerika
Luas Wilayah : 9.826.675 km2
Panjang Garis Pantai : 19.924 km

10. Selandia Baru

Lokasi : Osenia
Luas Wilayah : 267.710 km2
Panjang Garis Pantai : 15.134 km

Cara Membuat Garam

Penulis pikir setiap orang, hampir setiap orang sudah tahu cara membuat garam yaitu air laut dipanaskan sinar matahari dan setelah air laut mengering, yang tinggal adalah garam. Kemudian garam itu dipanen oleh kita. Lalu bagaimana jika tidak ada panas matahari? Ya gunakan otak untuk pemecahan masalahnya! Jangan malu untuk berguru ke negeri orang yang sudah mempunyai tekhnologi untuk masalah tersebut!

Impor Garam : Tidak Masuk Akal

Menurut penulis adalah hal yang aneh bin ajaib dan tidak masuk akal sehat jika negara Indonesia kekurangan garam. Ketidakmampuan negara ini “hanya” membuat garam saja seakan menjadi tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pengelolaan sumber daya alam di negara ini.

Impor Garam : Melecehkan Pemberian Tuhan

Menurut penulis, dengan ketidaktersediaan garam di negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia ini adalah suatu bentuk pelecehan bagi Tuhan YME yang telah memberikan sumber daya yang begitu melimpah.

Apa kata negara yang terkurung daratan dan tidak mempunyai sejengkalpun garis pantai seperti Laos, Uganda, Swiss dll tentang negara kita yang mengimpor garam, padahal garis pantai negara Indonesia ini sangatlah panjang? Apa memang bangsa Indonesia ini tidak punya rasa malu? Atau bangsa Indonesia ini memang bodoh?

Alasan Klasik : Cuaca Buruk, Kaga Lucu!

Sangatlah tidak fair, tidak dapat diterima dan tidak lucu jika ada yang bilang ketidaktersediaan garam ini disebabkan karena faktor cuaca buruk. Semuanya karena cuaca buruk seolah kita ini tidak diberikan akal oleh Tuhan untuk berpikir.

Memang paling mudah menyalahkan faktor cuaca buruk tetapi kita lupa bahwa kita sebagai manusia telah diberikan akal budi dan pikiran oleh Tuhan untuk menguasai dan mengelola seluruh potensi alam di bumi ini baik di darat, laut dan udara.

Dengan menunjuk faktor cuaca buruk yang menjadi penyebab dan alasannya, sebenarnya ini telah menunjukkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang malas dan orang-orang yang maunya enak melulu tanpa usaha. Tidak berpikir tentang masa depan dan tidak berpikir “nanti bagaimana”.

Dengan menyalahkan faktor cuaca seolah menjadi pelecehan jilid 2 kepada Tuhan YME.

Ketidakmampuan mengolah air laut menjadi garam seakan menjadikan bangsa kita bangsa yang terbelakang. Carut marut negara ini dengan banyaknya korupsi dan saling jegal menjegal antar elit politik atau saling “sandera” akan suatu kepentingan, seolah telah melupakan kepentingan masyarakat pada umumnya.

Mulai Berpikir Hai Para Pemimpin Negeri

Mungkin sudah saatnya para pemimpin di negeri ini mulai berpikir tentang upaya pemenuhan segala kebutuhan dasar masyarakat, jangan sampai ada lagi impor-impor barang atau makanan dasar yang tidak masuk akal sehat. [cangkul pun kita impor, di mana akal sehat kita berada?]

Jika tidak mampu, ya mundur saja! Jangan sampai ketidak-mampuan dan ketidak-becusan seseorang atau sekelompok orang menyebabkan kesengsaraan masyarakat dan memalukan bangsa Indonesia ini. Biarkan orang-orang yang lebih mampu dan orang-orang yang berakal sehat untuk mengelola negeri ini.

Semoga Kado Hut RI ke-72 : Impor Garam yang sangat memalukan tahun ini tidak akan terulang lagi pada saat Hut RI selanjutnya.

Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka!