Perilaku Beriman kepada Malaikat Allah Swt

Perilaku Beriman kepada Malaikat Allah Swt

Perilaku Beriman kepada Malaikat Allah Swt

Perilaku Beriman – Iman kepada Malaikat Jibril Selalu berusaha mencari dan memohon hidayah kepada Allah. Bersyukur dengan cara banyak berbagi ilmu. Iman kepada Malaikat Mikail Berusaha secara maksimal untuk mencari rezeki yang baik dan halal. Iman kepada Malaikat Israfil Selalu memohon kepada Allah Swt. agar diselamatkan dalam menghadapai musibah dan huru hara dunia, maupun saat terjadinya hari kiamat. Iman kepada Malaikat Izrail Berusaha mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Selalu berdoa agar terhindar dari siksaan sakaratul maut (ketika ajal menjemput kita). Iman kepada Malaikat Munkar dan Nakir Selalu memohon kepada Allah Swt. agar dilapangkan di alam kubur dan diringankan dari siksa kubur.

Perilaku Beriman

Perilaku Beriman
Perilaku Beriman

Perilaku Beriman – Iman kepada Malaikat Raqib Selalu memiliki niat baik, dalam segala perbuatan, baik ucapan maupun perbuatan. Iman kepada Malaikat Atid Menjauhi niat buruk, perkataan yang kotor, perbuatan yang jelek dan menjauhi perilaku tercela. Iman kepada Malaikat Ridwan Selalu memohon kepada Allah Swt. agar masuk surga dengan aman. Menciptakan kedamaian dan ketentraman di dunia ini. Iman kepada Malaikat Malik Selalu memohon kepada Allah Swt.agar terhindar dari siksaan api neraka.

Perilaku Beriman

Aktivitas Siswa : 1. Membuat contoh perilaku orang yang beriman kepada malaikat selain yang sudah disebutkan di atas !

Kisah Kejujuran Seorang Santri

Perilaku Beriman – Dikisahkan para santri sedang memperbincangkan perilaku Kyainya yang selalu menganak-emaskan santrinya. Mendengar perbincangan santrinya, sang Kyai pun memanggil mereka. Kepada para santrinya, sang Kyai berkata: “Ambillah burung-burung ini, lalu sembelihlah di tempat yang tidak ada satu pun mengetahuinya.” Para santri bergegas membawa burung yang diberikan sang Kyai dengan pemotongnya sekaligus. Mereka menyebar ke seluruh tempat yang dianggap sepi.

Perilaku Beriman – Ada yang pergi ke belakang rumah, pekarangan, bawah jembatan, dan sebagainya. Dengan bangga, mereka kembali membawa burung-burung yang sudah dipotong. Sementara satu santri kembali dengan membawa burung yang masih hidup. Semua santri mengejeknya dengan berkata: “Dasar santri kesayangan, takut, ya tidak berani memotong burung?” Si santri ini pun diam saja sambil menuju rumah sang Kyai. Sesampainya di rumah sang Kyai, para santri berkata, “Kyai, kami sudah melakukan apa yang Kyai perintahkan, kecuali satu santri ini. Ternyata, santri yang selama ini Kyai sayang adalah seorang penakut”. Kemudian sang Kyai bertanya kepada si santri yang tidak memenuhi perintahnya itu, ”Kenapa kamu tidak memenuhi perintahku?”.

Si santri ini menjawab, “Kyai, bagaimana saya bisa memenuhi permintaan Kyai, sementara saya tidak menemukan tempat yang tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat melihat” Sang Kyai meminta penegasan lagi, “Tolong jelaskan mengapa kamu tidak memenuhi perintahku?” “Di dunia ini tidak ada tempat yang sepi dari penglihatan Allah dan malaikatmalaikat-Nya. malaikat Rakib dan Atid selalu mengawasi apa yang dilakukan manusia. Atas dasar itulah saya tidak bisa memenuhi perintah Kyai.” Sang Kyai dengan bangganya mengatakan kepada santri yang lain, “Saya sangat menyayangi santri ini karena ia jujur. Siapa yang jujur akan saya sayangi”. Semua santri tertegun mendengar pernyataan sang Kyai.

(Sumber: Cerita-cerita Al-Qur’an Menakjubkan untuk Buah Hati, Andrian R. Nugraha & Deny Riana)

Rangkuman

1. Iman kepada malaikat adalah percaya dan yakin bahwa Allah Swt. menciptakan malaikat dari cahaya (nur) untuk mengatur dan mengurus alam semesta. 2. Sifat-sifat malaikat, antara lain: hamba Allah Swt. yang mulia, dapat menyamar sesuai kehendak Allah, tidak makan dan tidak minum, tidak memiliki jenis kelamin, tidak pernah letih dan tidak pula berhenti beribadah kepada Allah, tidak mau masuk ke rumah-rumah yang ada anjing dan patung-patung, senang mencari dan mengelilingi majelis zikir, selalu berdoa bagi hamba yang duduk menunggu £alat berjamaah. 3. Nama-nama malaikat yang kita kenali adalah Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar dan Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan. 4. Beriman kepada malaikat dapat diwujudkan dengan cara mengetahui tugas malaikat kemudian menjadikan tugas malaikat itu sebagai pedoman untuk melakukan perbuatan.

Meneladani  Ketaatan Malaikat Malaikat Allah Swt

Meneladani Ketaatan Malaikat Malaikat Allah Swt

Meneladani Ketaatan Malaikat Malaikat Allah Swt

Meneladani  Ketaatan Malaikat – Tahukah kalian bahwa malaikat pernah bertanya kepada Allah Swt. Ketika Allah hendak menciptakan manusia malaikat bertanya, “Apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang kerjaannya merusak dan menumpahkan darah, sementara kami senantiasa bertasbih dan memuji-Mu?” Allah Swt. menjawab, “Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Q.S. alBaqarah/2: 30) Menurut percakapan tersebut jelas bahwa Allah Swt. telah menciptakan malaikat sebelum diciptakannya manusia.

Meneladani  Ketaatan Malaikat

Meneladani  Ketaatan Malaikat
Meneladani Ketaatan Malaikat

Meneladani  Ketaatan Malaikat – Jadi, malaikat itu bukan makhluk khayalan, melainkan makhluk yang benar-benar ada. Para malaikat merupakan makhuk yang berbeda dengan kita. Mereka makhluk gaib yang diciptakan dari cahaya oleh Allah Swt. Mereka memiliki sifat sangat taat dalam menjalankan perintah-Nya dan tidak pernah ingkar sedikit pun. Mereka adalah hamba-hamba Allah Swt. yang mulia. Mereka sangat senang dan cinta kepada manusia yang berbuat mulia. Maukah kalian menjadi manusia yang dicintai Allah Swt. dan para malaikat-Nya? Subh±nall±h, mau sekali!

Meneladani  Ketaatan Malaikat – Sama halnya dengan manusia malaikat juga termasuk makhluk Allah Swt. Mahasuci Allah yang telah menciptakan makhluk dengan berbagai macam bentuk dan keadaan. Meskipun tidak pernah berjumpa dengan malaikat, kita harus percaya akan keberadaannya.

Allah Swt. menjelaskan dalam Q.S. al-Anbiy±/21:19 berikut ini. “Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (Malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.”(Q.S. al-Anbiy±/21:19) Iman kepada malaikat termasuk rukun iman yang kedua. Malaikat diciptakan dari nur Ilahi (cahaya Allah). Malaikat diciptakan oleh Allah Swt. sebagai utusanNya untuk mengurusi berbagai urusan.

Meneladani  Ketaatan Malaikat – Sifat-sifat dan perilaku malaikat antara lain: 1. Selalu patuh kepada Allah Swt. dan tidak pernah berbuat maksiat kepada-Nya. 2. Malaikat dapat berubah wujud sesuai kehendak Allah. Kadangkadang Jibril datang kepada Nabi Muhammad saw. menyamar seperti sahabat yang bernama Dihyah alKalbi, terkadang seperti sahabat dari Arab Badui. 3. Malaikat tidak makan dan tidak minum. 4. Malaikat tidak memiliki jenis kelamin. 5. Malaikat tidak pernah letih dan tidak pula berhenti beribadah kepada Allah Swt. 6. Malaikat senang mencari dan mengelilingi majelis ©ikir.

Aktivitas Siswa : 1. Mencari ayat-ayat tentang keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt. (dari mulai malaikat Jibril sampai malaikat Ridwan)!

Meneladani  Ketaatan Malaikat

7. Malaikat berdoa bagi hamba yang duduk menunggu £alat berjamaah.

Nama dan Tugas Malaikat

Al-Qur’±n tidak menyebutkan berapa jumlah malaikat secara pasti. Namun, ada penjelasan melalui hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik bahwa pada saat Nabi Muhammad saw. isr±’ mi’r±j dan bertemu dengan Ibrahim a.s. yang sedang bersandar di Baitul Ma’mur, di sana terdapat 70.000 malaikat. Dari penjelasan riwayat hadis tersebut menandakan bahwa jumlah malaikat sangat banyak. Namun pada bagian ini hanya akan dijelaskan malaikat-malaikat yang namanya tercatat di dalam al-Qur’±n maupun hadis. Nama-nama itu adalah sebagai berikut. 1. Jibril Malaikat Jibril tugasnya menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul. Nama lain malaikat Jibril adalah Rµh al-Quds, ar-Ruh al-Amin, dan Namµs. 2. Mikail Malaikat Mikail bertugas mengatur kesejahteraan makhluk, seperti mengatur awan, menurunkan hujan, melepaskan angin, dan membagi-bagikan rezeki. 3. Israfil Malaikat Israfil bertugas meniupkan terompet (sangkakala), saat dimulainya kiamat hingga saat hari berbangkit di Padang Mahsyar. 4. Izrail Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup, baik manusia, jin, iblis, setan, dan malaikat apabila telah tiba waktunya. 5. Munkar Malaikat Munkar bertugas menanyai orang yang sudah meninggal dan berada di alam kubur. 6. Nakir Malaikat Nakir bertugas menanyai orang yang sudah meninggal dan berada di alam kubur. 7. Raqib Malaikat Raqib bertugas mencatat semua pekerjaan baik setiap manusia sejak ±qil b±lig sampai akhir hayat. 8. Atid Malaikat Atid bertugas mencatat semua pekerjaan buruk setiap manusia sejak ±qil b±lig sampai akhir hayat 9. Ridwan Malaikat Ridwan bertugas menjaga dan mengatur kesejahteraan penghuni surga. 10.Malik Malaikat Malik disebut juga malaikat zabaniyyah bertugas menjaga dan mengatur siksa (az±b) bagi para penghuni neraka.

Dengan memperhatikan tugas para malaikat, ada beberapa hikmah yang dapat kita petik dari beriman kepada malaikat, antara lain: 1. Memberi motivasi kita untuk selalu taat dan bertakwa kepada Allah Swt. seperti ketaatan para malaikat; 2. Malaikat mengawasi perkataan dan perbuatan kita; 3. Memberi rasa optimis untuk selalu berusaha karena Allah Swt. akan memberi ilmu melalui malaikat Jibril dan memberi rezeki melalui malaikat Mikail; 4. Memotivasi kita untuk selalu beramal saleh karena bekal itulah yang kita bawa kelak ketika meninggal dunia untuk menghadapi pengadilan Allah Swt .

 

Hikmah Beriman kepada Allah Swt

Hikmah Beriman kepada Allah Swt

Hikmah Beriman kepada Allah Swt

Hikmah Beriman – Orang yang beriman tentu merasa dekat dengan Allah Swt. Oleh karena merasa dekat, dia berusaha taat, menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sungguh bahagia dan beruntung manusia yang bisa seperti ini. Jadi, orang yang beriman akan medapatkan berbagai keuntungan, antara lain sebagai berikut.

Hikmah Beriman

Hikmah Beriman
Hikmah Beriman

1. Selalu mendapat pertolongan dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:

”Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).”(Q.S. al-Mµ’min/40: 51).

Hikmah Beriman

2. Hati menjadi tenang dan tidak gelisah.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt.: ”(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.”(Q.S. ar-Ra’d/13: 28).

Hikmah Beriman

3. Sepanjang masa hidupnya tidak akan pernah merasa rugi.

Sebaliknya, tanpa dibekali iman sepanjang usianya diliputi kerugian, sebagaimana firman Allah Swt. berikut ini. ”Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”(Q.S. al-A¡r/103:1-3)

Hikmah Beriman

Kisah Si Penggembala Kambing

Hikmah Beriman – Abdullah bin Dinar berjalan bersama Khalifah Umar bin Kha¯¯ab dari Madinah menuju Mekah. Di tengah perjalanan, bertemulah mereka berdua dengan anak gembala. Khalifah hendak mencoba menguji si gembala itu. “Wahai anak gembala, juallah kepadaku seekor anak kambing dari ternakmu itu!” ujar Am³rul Mukmin³n. “Aku hanya seorang budak,” jawab si gembala. Khalifah pun membujuk: “Kambing itu amat banyak. Apakah majikanmu tahu?”. “Tidak, majikanku tidak tahu berapa ekor jumlah kambingnya. Dia tidak tahu berapa kambing yang mati dan berapa yang lahir. Dia tidak pernah memeriksa dan menghitungnya.” Khalifah terus mencoba membujuk: “Kalau begitu hilang satu ekor kambing, majikanmu tidak akan tahu.

Atau katakan saja nanti pada tuanmu, anak kambing itu dimakan serigala. Ini uangnya, terimalah! Ambil saja buat kamu untuk membeli baju atau roti.” Anak gembala tetap tidak terbujuk dan mengabaikan uang yang disodorkan oleh Umar. Si pengembala diam sejenak. Ditatapnya wajah Amirul Mukminin. Dari bibirnya terucaplah kata-kata yang menggetarkan hati Khalifah Umar, ‘’Jika Tuan menyuruh saya berbohong, lalu di mana Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah Tuan tidak yakin bahwa Allah pasti mengetahui siapa yang berdusta?’’ Umar bin Kha¯¯±b gemetar mendengar ucapan si gembala itu. Rasa takut menjalari seluruh tubuhnya, persendian tulangnya terasa lemah. Dia menangis. Mendengar kalimat tauhid itu yang mengingatkannya kepada keagungan Allah Swt. dan tanggung jawabnya di hadapan-Nya kelak. Lalu dibawanya anak gembala yang berstatus budak itu kepada tuannya, Khalifah menebusnya, dan telahberkata kepadanya: ‘’Telah kumerdekakan kamu, Nak.”

(Sumber: 65 Cerita teladan sebelum tidur, Sakha Aqila Mustofa).

1. Iman kepada Allah Swt. adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa Dia itu ada, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan sehari-hari. 2. Al-Asm±u-al-¦usn± adalah nama-nama Allah Swt. yang baik. Di antara al-Asm±u al-¦usn± tersebut adalah : al-‘Al³m (Maha Mengetahui), al- Khab³r (Mahateliti), as-Sam³’(Maha Mendengar) dan, al-Ba£³r (Maha Melihat). 3. Cara meneladani asmaul husna dalam kehidupan sehari-hari adalah, mencintai ilmu pengetahuan, selalu gigih dalam mencari ilmu, dalam melakukan pekerjaan ingin selalu yang sempurna, teliti dalam berbuat, mau mendengarkan apa yang dikatakan orang lain sebagai masukan, dan selalu melihat dan mengamati dampak apa yang akan terjadi dan mampu mengatasinya. 4. Hikmah beriman kepada Allah Swt. adalah: akan selalu ditolong oleh Allah Swt. hati menjadi tenang dan tidak gelisah, dan medatangkan keuntungan dunia akhirat .