Mengajukan Tanggapan Berdasarkan Informasi Tutur Langsung

Mengajukan Tanggapan Berdasarkan Informasi Tutur Langsung

Mengajukan Tanggapan Berdasarkan Informasi Tutur Langsung

Informasi Tutur Langsung
Informasi Tutur Langsung

Informasi Tutur Langsung  – Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks keluarga, masyarakat, maupun negara, ekonomi merupakan salah satu pilar bahkan pilar utama, saka guru! Mengerti dan memahami maksud ekonomi sangat diperlukan oleh siapa pun yang hidup di tengah-tengah keluarga, masyarakat, dan atau negara, termasuk Anda! Agar pengetahuan Anda tentang ekonomi bertambah, jangan segan-segan menggunakan masalah tersebut sebagai sarana belajar berbahasa dalam kesempatan ini!

Informasi Tutur Langsung

Mengajukan tanggapan berdasarkan informasi yang didengar

Informasi Tutur Langsung  – Sekarang, marilah berlatih bagaimana mengajukan tanggapan setelah mendengar sebuah informasi! Tanggapan adalah hasil menanggapi. Menanggapi informasi dapat diartikan menyambut atau menyampaikan pernyataan baik untuk memberikan keseimbangan informasi atau untuk mendapatkan kejelasan informasi.

1. Menyampaikan secara lisan sesuatu yang lucu Cerita lucu atau humor, termasuk dalam bentuk anekdot, konon memiliki manfaat yang positif bagi kesehatan manusia, baik fisik maupun psikis. Simaklah kisah lucu berikut ini!

Informasi Tutur Langsung  – Kisah Pengendara Harley Davidson yang Sombong Sore itu, Amir dan Simon berkeliling kota menghilangkan kepenatan dengan mengendarai mobil van tahun 75-an, mobil yang cukup butut. Di sebuah jalan protokol, tiba-tiba sebuah moge (motor gede) nyalip. Tidak begitu kencang, tetapi cukup membuat Amir dan Simon jengah karena sikap dan gaya pengendaranya yang begitu ”sombong”. Kalau hanya nyalip mungkin tak apa, ketika tepat bersejajar dengan mereka pengendara moge itu bertanya, ”Hai, apa you sudah pernah naik Harley Davidson?” ”Sombong amat orang ini. Mentang-mentang naik motor mewah, seenaknya menghina orang!” gumam Amir. ”Gantian salip!” perintah Simon yang tampak mulai emosi. Beberapa saat, van itu berhasil menyalip moge itu. Mereka berdua pun merasa lega. Namun, itu tak berlangsung lama. Sesaat Harley Davidson itu kembali mendahului. Masih tetap dengan ”kesombongannya”. ”Hai, udah pernah naik Harley belum?” tanyanya. Simon dan Amir terpancing. Didahuluinya lagi moge itu. Namun, tak lama kemudian, Harley itu gantian yang mendahului. Tetap dengan pertanyaannya, ”Aku tanya, sudah pernah punya Harley belum?” Simon dan Amir memutuskan tidak meladeni pengendara Harley yang sombong itu. Mereka kembali mengendarai mobil butut, tetapi membanggakan itu dengan santai. Tetapi, apa yang terjadi, beberapa menit kemudian mereka menemui kerumunan orang di pinggir jalan. Karena penasaran, mereka pun menyempatkan berhenti. Mereka pun terkejut ketika dilihatnya pengendara Harley Davidson sombong itu tergeletak di pinggir jalan sambil mengerang kesakitan dekat moge yang dibangga-banggakan itu. Ingin melampiaskan kekesalannya, Simon menghampiri sembari berkata sinis, ”Makanya jadi orang jangan sombong. Mentang-mentang punya Harley ngeledek orang semau gue. Sekarang, rasain akibatnya!” Sambil terus mengaduh si Pengendara Harley menyahut, ”Aku tak hendak sombong, aku cuma tanya apakah you pernah naik Harley Davidson? Kalau pernah aku ingin tahu di mana dan bagaimana ngeremnya.” ”O, gitu?” gumam Amir dan Simon hampir serentak. ”Kasihaaan deh, luh…!” Jawa Pos, Desember 2002, dengan perubahan seperlun

Informasi Tutur Langsung

2. Menyampaikan secara lisan sesuatu yang mengharukan Mengharukan berarti menimbulkan rasa iba atau kasihan atau merawankan hati. Dengarkan cerita yang mengandung unsur mengharukan di bawah ini yang akan dibacakan salah satu teman Anda di depan kelas!

Informasi Tutur Langsung  – Menemukan ide pokok

Perdagangan Pada Pasar Lelang Forward ke-1, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp7.828.000.000 (tujuh miliar delapan ratus dua puluh delapan juta rupiah). Adapun komoditinya adalah sebagai berikut: beras IR64; beras organik menthik wangi; beras merah; brokoli; jeruk siam; jeruk pamelo, petai besar, dan salak ngelumut. Permintaan dari Kelompok Tani Nelayan Andalan Jakarta Utara berupa jagung manis jenis Hawai dengan 70 ton/bulan; ubi jalar; ikan belut volume 1 ton/bulan dan nangka muda (gori) tidak dapat dipenuhi pada kegiatan Lelang Forward kali ini karena komoditi yang ditawarkan pada pelaksanaan lelang adalah sebagai berikut. 1. Hasil pertanian dan perkebunan terdiri atas: beras organik menthik wangi; beras merah; brokoli; jeruk siam; jeruk pamelo; petai besar; salak ngelumut; salak pondoh; cokelat; jagung; cabe merah; jahe gajah; kacang hijau; jagung pipilan; jahe merah; vanili; cabe jawa; jambu klutuk. 2. Hasil ternak dan perikanan, terdiri atas: daging ikan beku dan rumput laut. 3. Hasil industri, terdiri atas: jamu tradisional; ikan kaleng; vico; sirop; makanan cemilan; hasil kerajinan dari tempurung kelapa merupakan binaan Dinas Perindag Provinsi DKI Jakarta. Peserta yang ikut dalam Pasar Lelang Forward Bahan Kebutuhan Pokok Masyarakat Provinsi DKI Jakarta ini diikuti oleh penjual (petani dan produsen) yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Banten, Sumsel, Sulsel, Sultra (Kendari). Adapun pembeli berasal dari Jakarta, Bandung, para pedagang Pasar Induk Beras Cipinang, Pasar Induk Sayur Mayur, pedagang buah Kramat Jati, dan Supermarket dari Bandung. Dalam kata penutupan Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri, Bapak Drs. Supeno, M.M, mengucapkan terima kasih kepada peserta lelang yang hadir pada hari ini, atas partisipasinya dan berharap dapat hadir pada pelaksanaan pasar lelang berikutnya yang akan dilaksanakan di Pasar Induk Sayur Mayur Kramat Jati. Sumber: Kompas, 12 Januari 2007

Mengajukan Tanggapan

Rumah yang Bercahaya Oleh Adek Alwi

Mengajukan Tanggapan – Lelaki tua itu ingin mati di rumah yang bersih dan bercahaya karena kebersihannya. Ia hampir 70 tahun, lebih dari usia Nabi Muhammad, dan merasa maut bertambah dekat. Malah pernah seperti dilihatnya tamu itu menatap lekat-lekat dari ambang pintu, lalu lenyap, seakan memberi isyarat. Dan dia yakin lain kali kehadirannya tidak lagi membawa isyarat, melainkan untuk menjemput. Lelaki tua itu pun bersedia dijemput. Tetapi bila saat itu tiba, entah kapan, ia tidak ingin rumahnya kotor awut-awutan. Tamu itu harus disambut dengan sebaik-baiknya. Lelaki tua itu sudah sering melepas mereka yang berangkat dijemput tamu itu, dan kerap pula ia saksikan orang-orang tersiksa oleh bau tidak sedap serta kotoran dari rumah orang yang pergi. Mula-mula beberapa orang mulai berbisikbisik, sambil menutup hidung mereka seperti tidak disengaja. Kemudian seperti wabah, bertambah banyak yang melakukan.

Mengajukan Tanggapan – Akhirnya mereka tidak lagi berbisik-bisik, tetapi membincangkan bau-bau busuk dan kotoran itu terang-terangan. Di beberapa tempat peristiwa itu bahkan tanpa memerlukan prolog. Begitu tiba orangorang bergabung dengan mereka yang datang lebih dulu, lalu terlibat dalam percakapan yang seru mengenai aib itu. ”Alangkah celakanya orang ini,” renung orang tua itu di hadapan mayat yang terbujur kaku. ”Alangkah malang. Bahkan saat keberangkatannya pun dia masih meninggalkan siksa bagi sesama, karena rumahnya kotor dan bau. Ampunilah manusia ini ya, Allah. Maafkan kekhilafannya.” Lelaki tua itu tidak mau kemalangan serupa menimpa dirinya. Ia menggigil membayangkan orang tersiksa karena sesuatu yang buruk yang berasal dari rumahnya, justru saat kepergiannya pula. Dia merasa harus bersiaga dan berbenah. Dia ingin orang-orang bebas dari bau tidak sedap, kotoran, juga debu yang menempel di manamana, jika tamu itu tiba. Lelaki tua itu ingin rumahnya bersih dan bercahaya karena kebersihannya, supaya penjemput itu tidak datang memberengut dan mereka yang ditinggalkan merasa lega. ”Selamat jalan, Pak Tua. Sambutlah tamumu dengan gembira dan mudiklah dengan tenang.” Tetapi sungguh berat merawat rumah dalam usia tua. Membersihkan kotoran sembari menjaga kotoran baru tidak timbul, apalagi menumpuk dan menjaga bau-bau busuk tidak muncul, debu jangan menempel di lekuk-lekuk rumah. Lelaki tua itu merasakan benar beratnya melakukan semua itu. Dia kerap terengahengah dibuatnya. Seolah berderak tiap persendiannya. Sering berair matanya yang lamur. Hanya tekad agar senantiasa siap menanti tamu itu yang membuatnya bertahan, terus membersihkan rumah sambil berupaya menanam bunga-bunga.

Mengajukan Tanggapan – Untunglah, jika bisa disebut begitu ia tak terlalu asing dengan laku itu. Almarhum istrinya adalah orang yang khusyuk, sabar, dan juga rajin. Puluhan tahun perempuan itu tak pernah berhenti membersihkan rumah, menghias rumahnya dengan bunga-bunga sehingga jangankan tumpukan kotoran dan bau tak sedap, debu seakan enggan hinggap di sudut-sudut rumah. Harum bunga-bunga yang ditanamnya semerbak sampai ke rumahrumah tetangga, menyamankan perasaan dan pikiran mereka. Waktu lelaki tua itu aktif sebagai pejabat, istrinya selalu siap dengan pakaian pengganti yang bersih begitu ia pulang kantor. Pakaian kerjanya langsung dimasukkan perempuan itu ke bak cucian. Bahkan tas kerjanya tak lepas dari perhatian istrinya. Isinya dikeluarkan, kemudian dilap dan dibersihkan, sebab debu maupun kotoran bisa jadi menodai tas itu. Dan sewaktu-waktu istrinya memang menemukannya. ”Lho, ini apa, Pak? Kotornya dari sini lho sumbernya!” ujar perempuan itu mengeluarkan amplop yang lengket di dalam tas. ”O, itu …tadi….” ”Dibuang sajalah, Pak! Mengotori tas Bapak saja. Hm, rumah bau jadinya. Kasihan Bapak, kasihan anak-anak!” Adakalanya perempuan itu menjadi amat berduka dan gemas menemukan hal-hal serupa itu. ”Sampai hati orang-orang itu menghina Bapak,” ujarnya dengan rasa masygul yang menjebol dinding kesabaran. ”Mengotori tas serta rumah Bapak dengan bendabenda kotor dan bau ini!” ”Baiknya kita tidak berprasangka. Barangkali maksud mereka….” ”Tetapi mengapa Bapak yang dipilih? Mengapa pejabat negara? Lebih tepat panti asuhan atau lembaga sosial lainnya kalau mereka tulus. Sekiranya bukan bermaksud untuk menghina dan mengotori.” Diam-diam lelaki tua itu merasa terharu. Bagaimanapun sebelum ia pensiun, bau-bau tak sedap, kotoran, dan debu bertebaran riuh di luar rumah. Tidak terkecuali di kantornya. Dan tempo-tempo ada saja yang terbawa pulang, menempel pada pakaian atau tas kerja, sekalipun dia telah menepis-nepiskan. Angin di luar berembus kencang sehingga sulit menghindar dari kotoran dan bau-bau busuk yang bertebaran. Beberapa kawannya malah jadi terbiasa, bergelimang kotoran serta bau tidak sedap setiap waktu. Untung dia punya istri yang khusyuk, sabar, dan rajin, yang menjadi bumper bagi kelemahannya. Istri yang tidak pernah letih membersihkan rumah, merawatnya dengan aneka bunga-bunga, dan membesarkan anak-anak mereka di dalamnya. Lelaki tua itu mengenang perempuan itu dengan takjub, serta berterima kasih, di sela-sela kesibukannya berbenah dengan tulang-tulang yang rapuh. Dan tenaga yang ia rasakan semakin redup bagai nyala lilin menjelang habis. Seperti banyak kawannya, bukan tidak mungkin dia akan terbiasa dengan kotoran dan bau-bau itu seandainya istrinya tak ada. Angin terlalu kencang di luar rumah, bau-bau busuk dan kotoran bertebaran di mana-mana. Mengagumkan betapa istrinya menjaga kekhusyukan dan kesabaran merawat rumah terus-menerus selama berpuluh tahun, sampai-sampai dijemput tamu itu tiga tahun silam dalam usia enam puluh lima. Apa yang membuat istrinya bertahan? Keyakinan bahwa penjemput itu mesti diterima dengan tangan terbuka di rumah yang bersih? Mengapa istrinya tidak terengah-engah seperti dia? Mengapa istrinya tidak goyah-goyah oleh angin, melayang-layang bagai banyak istri kawan-kawannya? Lelaki tua itu menarik napas panjang mengenang semua itu. ”Ia memang perempuan luar biasa,” bisiknya dalam kesunyian yang menggigit, di tengah-tengah sisa tenaganya yang bertambah redup. Dia merasa tidak mampu menandingi kekhusyukan istrinya, tetapi berbahagia dapat berdampingan dengan wanita itu selama puluhan tahun. ”Setidaknya, berkat dia aku tidak harus belajar dari nol merawat rumah.” Selengkapnya di

Jawa Pos, 4 September 2005 

Membaca Memindai Informasi Tutur Langsung dan Menyimpulkan Isi

Membaca Memindai Informasi Tutur Langsung dan Menyimpulkan Isi

Membaca Memindai Informasi Tutur Langsung dan Menyimpulkan Isi

Membaca Memindaii Informasi
Membaca Memindai Informasi

Membaca Memindai Informasi  – Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih menyimak informasi dari tuturan langsung; mengemukakan hal-hal penting dari informasi tersebut; menyimpulkan isi informasi; dan menanggapi informasi. Dengan demikian, kemampuan Anda dalam menyimak informasi akan semakin meningkat.

Membaca Memindai Informasi  – Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengarkan informasi. Informasi yang kita peroleh bermacam-macam. Tidak jarang informasi-informasi itu diperoleh melalui tuturan langsung. Misalnya, dari forum diskusi atau bahkan perbincangan biasa dengan teman-teman. Informasi-informasi itu ada yang Anda anggap penting atau tidak. Pada dasarnya, informasi apapun penting bagi kita. Ada pepatah mengatakan bahwa siapapun yang menguasai informasi, dia akan menguasai dunia. Oleh karena itu, sebaiknya kita membiasakan diri menyimak informasi dengan baik. Caranya, mencatat pokokpokok isi informasi yang disampaikan, menyimpulkan isi informasi dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami. Agar informasi itu bermanfaat, sampaikan informasi itu kepada orang lain. Anda dapat menyampaikan informasi itu secara lisan setelah isi informasi itu ditulis secara runtut dan jelas. Berikut ini sebuah informasi yang akan dibacakan oleh teman Anda. Anda harus mendengarkannya dengan baik. Agar dapat mendengarkan dengan baik, tutuplah buku Anda.

Jakarta Operasikan Waterway

Membaca Memindai Informasi  – Impian warga ibu kota untuk mendapatkan layanan transportasi air menjadi kenyataan. Ini setelah dua kapal penumpang (waterway) secara resmi melayani masyarakat dari Dermaga Halimun hingga Dermaga Dukuh Atas sepanjang 1,7 kilometer kemarin. Angkutan air tersebut dapat dijadikan alternatif transportasi umum di Jakarta. Hanya saja, untuk jangka waktu hingga dua tahun mendatang masih difokuskan untuk keperluan pariwisata. Peresmian ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat atas keseriusan Pemprov DKI Jakarta membenahi wilayah sungai dan dijadikan sebagai salah satu alternatif angkutan umum. Pembangunan waterway merupakan bagian dari skenario besar penataan sistem transportasi di wilayah Jakarta yang dikenal dengan Pola Transportasi Makro (PTM). Penataan transportasi ini meliputi pembangunan Bus Rapid Transportation (busway), Light Rapid Transit, Mass Rapid Transportation (monorail) serta armada waterway (angkutan sungai).

Menyimpulkan Isi Informasi – Ini merupakan cikal bakal hadirnya transportasi makro di Jakarta setelah adanya busway, waterway, dan menyusul monorail. Peresmian waterway merupakan cikal bakal hadirnya moda transportasi yang terintegrasi. Rencananya ke depan, transportasi ini akan menghubungkan beberapa wilayah yang sebelumnya tidak terlayani angkutan umum lain. Misalnya, kawasan Halimun, Stasiun KA Dukuh Atas, tepian Jalan KH Mas Mansyur, dan berakhir di Pintu Karet, Tanah Abang Jakarta Pusat. Untuk mengatasi hal tersebut, dibuka jalur waterway dengan rute Halimun-Karet sepanjang 1,7 kilometer dari rencana awal sepanjang 3,6 km dari Manggarai-Karet. Perencanaan ini berkaitan juga dengan kebiasaan warga Jakarta yang sering membuang sampah di sungai. Akibat kurang sadarnya masyarakat dengan kondisi tersebut, pemerintah harus merogoh dana APBD Rp 30 miliar untuk menangani masalah sampah saja.

Membaca Memindai Informasi  – Pada bagian lain, pembenahan transportasi air sebetulnya belum berjalan sempurna. Pasalnya, longsor sepanjang 500 meter yang terjadi di sepanjang kawasan Sungai Ciliwung di kawasan Jalan Sultan Agung masih terlihat belum banyak mendapat sentuhan. Begitu juga dengan kondisi dinding pembatas sungai yang ada di sepanjang kawasan Halimun, Jakarta Pusat. Dinding pembatas yang banyak retak dan berlubang tidak mendapat pembenahan dari petugas. Sementara, pembongkaran jembatan dan saluran air yang menghadang di kawasan itu juga belum banyak mendapat alternatif. Apakah itu akan dibongkar atau ada alternatif pembuatan jalur baru. Hingga kemarin, saluran yang menghadang tersebut masih tampak melingkar di atas sungai. Begitu juga dengan jembatan yang ada. Tidak ada perubahan yang cukup signifikan. Semuanya masih tetap seperti hari biasanya. Masalah utama yag dihadapi waterway Jakarta adalah menumpuknya sampah. Ribuan kubik sampah mengalir setiap harinya dari hulu hingga hilir. Sehingga, tidak heran jika di sepanjang Sungai Ciliwung tersebut, sampah masih tampak mendominasi. Namun, kondisi sampah di atas aliran sungai tersebut bukan alasan bagi pemda DKI untuk tidak bisa berbuat. Apalagi, hingga menunda proses angkutan air menjadi angkutan alternatif yang menjadi kebutuhan mendesak tersebut. Tidak perlu bertahun-tahun. Jika serius, tiga bulan saja sudah cukup.

Sumber: Jawa Pos, 7 Juni 2007 (dengan penyesuaian)

Membaca Memindai Informasi  – Setelah mendengarkan informasi tersebut, Anda dapat membuat simpulannya. Simpulan tersebut di buat agar Anda memahami pesan dari informasi tersebut. Agar Anda dapat menyimpulkan informasi tersebut secara runtut dan mudah dipahami, catatlah pokok-pokok informasi tersebut. Untuk mengetahui pokok-pokok isi informasi yang kita dengar, kita tidak dapat mengetahuinya berdasarkan satuan-satuan paragraf. Biasanya, dari informasi yang kita dengar, kita dapat menentukan pokok-pokok informasi berdasarkan yang paling mudah ditangkap dan diingat. Salah satu kunci untuk menentukan pokok-pokok informasi, Anda dapat menggunakan rumus 5W+1H (what/apa, who/siapa, where/di mana, when/kapan, why/mengapa, how/ bagaimana).

Berikut ini pokok-pokok informasi Jakarta Operasikan Waterway”.

Dua kapal penumpang (waterway) secara resmi melayani masyarakat dari Dermaga Halimun hingga Dermaga Dukuh Atas sepanjang 1,7 kilometer kemarin. (kalimat ini dapat memenuhi unsur what/apa, where/di mana, dan when/kapan). Angkutan air tersebut dapat dijadikan alternatif transportasi umum di Jakarta. Hanya saja, untuk jangka waktu hingga dua tahun mendatang masih difokuskan untuk keperluan pariwisata. (kalimat-kalimat ini dapat memenuhi unsur who/siapa, dan how/ bagaimana). Pembangunan waterway merupakan bagian dari skenario besar penataan sistem transportasi di wilayahnya yang dikenal dengan Pola Transportasi Makro (PTM). (kalimat ini dapat memenuhi unsur why/mengapa).

Pokok-pokok informasi tersebut juga merupakan informasi yang mudah ditangkap dan diingat. Buktikanlah oleh Anda dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

Tentang apa isi informasi tersebut? Di mana tempat terjadinya informasi tersebut? Kapan informasi tersebut terjadi? Siapa yang berperan dalam informasi tersebut? Bagaimana informasi itu terjadi? Mengapa peristiwa dalam informasi tersebut terjadi?

Menurut Anda, adakah pokok-pokok informasi penting dari sumber informasi yang telah Anda dengarkan tadi? Sebutkanlah berdasarkan hasil penyimakan Anda terhadap informasi tersebut. Berdasarkan pokok-pokok informasi yang telah ditentukan tersebut, Anda dapat lebih mudah menyimpulkan informasi yang Anda dengar. Anda dapat membuat simpulan dengan urutan pokok informasinya sehingga menjadi simpulan yang runtut. Perhatikan simpulan berikut berdasarkan pokok-pokok informasi yang telah ditentukan sebelumnya. Simpulan yang telah dibuat dapat disampaikan kepada orang lain dengan runtut dan jelas. Dengan kata lain, kalimat-kalimat yang digunakan tersusun secara rapi; intonasi dan lafal diungkapkan secara jelas. Dengan demikian, orang lain dapat lebih mudah menangkap informasi yang telah Anda peroleh. Sekarang, untuk melatih kemampuan Anda, dengarkan informasi berikut. Sebaiknya, minta bantuan teman Anda untuk membacakannya. Agar dapat melatih kemampuan Anda, sebaiknya tutuplah buku Anda.

Monorail Jakarta, Proyek atau Solusi?

Akhir-akhir ini, berita tentang rencana pembangunan proyek monorail muncul kembali terutama tentang persoalan ketidaksiapan pihak konsorsium pelaksananya. Sejak rencana proyek ini mulai digagas dan diungkapkan, sebenarnya sudah banyak pihak yang mempertanyakan kesiapan Pemprov Jakarta dalam pembangunan proyek besar di bidang transportasi ini. Pertanyaan tersebut bukan berkaitan dengan bermanfaat atau tidak monorail, tetapi lebih tentang pihak swasta atau investor yang akan menjadi patner Pemprov Jakarta dalam merealisasikan proyek prestisius tersebut. Misalnya saja mempertanyakan garansi atau jaminan yang dapat diberikan Pemprov Jakarta bahwa investor yang akan digaet benarbenar memiliki kapasitas dan profesional. Sayangnya semua pertanyaan publik itu tidak pernah mendapat jawaban jelas dan tegas dari pihak Pemprov Jakarta dan pelaksanaan proyek ini semakin memburuk hingga kini. Sekadar untuk menyegarkan kembali ingatan tentang proyek ini, ide awal membangun monorail pertama kali digulirkan PT Indonesian Transit Central (ITC) sebagai partner dari MTrans Malaysia pada awal 2001. Sebagai gambaran untuk membayangkan atau ingin tahu, bagaimana bentuk monorail mungkin bisa melihat seperti monorail yang ada di komplek wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Waktu itu, surat dukungan terhadap investasi proyek monorail telah didapat, yaitu dari Menteri Perhubungan, Dirjen Hubungan Darat, Gubernur Jakarta (Juli 2002), Walikota Bekasi (April 2002), dan Walikota Tangerang (Mei 2002). Gagasan awal proyek monorail ini akhirnya ditunda terus dan akhirnya tenggelam karena pihak Pemprov Jakarta melihat busway dinilai lebih layak. Setelah busway koridor 1 berjalan dan diteruskan dengan pembangunan koridor 2 dan 3, barulah monorail pun dilirik kembali.

Pihak ITC sendiri saat itu baru mengajukan rencana pembangunan monorail tahap pertama dengan rute Bekasi-Mega Kuningan sepanjang 22,5 kilometer dan tahap kedua akan dibangun rute Jakarta-Tangerang kemudian diteruskan Bekasi-Cikarang. Lagi-lagi bukan Sutiyoso jika tidak memaksakan kehendaknya sendiri meski banyak pihak mencoba memberi masukan agar rencana proyek tersebut dipersiapkan benar baru dijalankan. Gubernur Jakarta, Sutiyoso tetap ngotot proyek ini harus dijalankan walaupun belum siap benar konsepnya. Peristiwa perdebatan awal tersebut terjadi sekitar pertengahan tahun 2003 lalu, meski konsep monorail belum ada, Sutiyoso terus menjajaki pembangunan monorail di Jakarta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Untuk memuluskan rencananya itu, tidak lama kemudian Sutiyoso mengatakan bahwa dia telah merencanakan perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengunjungi para investor setempat yang akan menginvestasikan uang senilai Rp 3,2 triliun untuk membuat jalur monorail.

Berita selengkapnya di Sumber: www.sekitarkita.com