Tentang Peranan Ciri Ciri Jamur dalam Kehidupan

Tentang Peranan Ciri Ciri Jamur dalam Kehidupan

Tentang Peranan Ciri Ciri Jamur dalam Kehidupan

Ciri Ciri Jamur – Peranan jamur atau fungi dalam kehidupan sangat luas. Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan yaitu sebagai dekomposer. Sebagai dekomposer, jamur menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisme lain. Hal ini sangat penting dalam keberlanjutan ekosistem di bumi, karena yang menjadi kunci keberlangsungan ekosistem adalah adanya keseimbangan antara produksi biomasa oleh organisme fotosintetik dan perombakan-perombakan atau daur ulang nutrien yang dikandungnya. Dalam proses daur ulang senyawa organik ini, fungi memiliki peran yang menonjol di semua ekosistem utama. Jamur juga bisa bersimbiosis dengan organisme lain. Dengan akar tumbuhan tertentu jamur bersimbiosis membentuk mikoriza. Mikro riza merupakan struktur yang berperan penting dalam suplai unsur hara.

Ciri Ciri Jamur – Kalian bisa membaca kembali bagian awal dari bab ini yang membicarakan cara jamur memperoleh makanan. Berdasarkan posisi jamur terhadap akar tumbuhan, dikenal adanya endomikoriza (bila hifa menembus korteks akar) dan ektomikoriza (bila hifa hanya menem bus epidermis akar). Perhatikan gambar 5.29. Kelompok jamur yang sering bersimbiosis dengan akar tumbuhan umumnya termasuk anggota Divisi Zygomycotina, Ascomycotina, dan Basidiomycotina. Bentuk simbiosis lain dari jamur adalah lumut kerak. Lumut kerak merupakan organisme yang mampu hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim dan sangat sensitif terhadap pencemaran udara. Sehingga lumut kerak ini biasa digunakan sebagai bioindikator kualitas udara. Bersama dengan kelompok tumbuhan lain, seperti tumbuhan lumut (Bryophyta) dan anggrek, lumut kerak banyak menghiasi pepohonan mulai dari daerah dataran rendah sampai pegunungan yang tinggi sebagai epifi t. Tetapi bila terjadi pencemaran udara, jenis-jenis organisme epifi t tersebut, terutama lumut kerak dan tumbuhan lumut akan mati.

Ciri Ciri Jamur

Ciri Ciri Jamur
Ciri Ciri Jamur

Ciri Ciri Jamur  – Jamur juga berperan sangat penting dalam fermentasi makanan dan obat-obatan. Sebagai contoh, pada Divisi Zygomycotina, sedikitnya ada 2 jenis Rhizopus yang digunakan secara komersial dalam industri pil kontrasepsi dan anestesi, yaitu R. arrhizus dan R. nigricans. Beberapa jenis lain juga dimanfaatkan dalam industri alkohol dan untuk mengempukkan daging. Ada pula jenis lain yang mampu memproduksi pigmen kuning yang digunakan untuk memberi warna pada margarin.

Ciri Ciri Jamur – Beberapa jenis jamur ada yang dapat dikonsumsi seperti sayuran dan bahan obat. Perhatikan Gambar 5.30 dan 5.31. Penelitian ahli gizi menunjukkan bahwa secara umum jamur memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan tumbuh-tumbuhan yang lain. Sehingga, jamur merupakan jawaban yang tepat bagi masyarakat yang kekurangan gizi, seperti di negara-negara berkembang (Afrika dan Asia). Jamur juga mengandung bermacam-macam vitamin serta kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi. Sementara itu kandungan kalori dan kolesterolnya rendah, sehingga jamur sangat baik untuk diokonsumsi. Jenis-jenis jamur yang berperan penting telah banyak dibudidayakan. Diantara sekian banyak jenis jamur yang ada di daerah tropis dan subtropis, jamur merang (Volvariella volvacea) merupakan jamur yang paling terkenal, terutama oleh masyarakat Asia Tenggara.

Ciri Ciri Jamur – Jamur ini telah lama dibudidayakan sebagai bahan pangan karena memiliki rasa yang enak dan tekstur yang baik, sehingga banyak disukai orang. Jamur merang umumnya tumbuh pada medium yang merupakan sumber selulosa, misalnya pada tumpukan merang. Sehingga merang yang dahulu hanya dianggap sebagai limbah pada penggilingan padi, sekarang telah banyak dimanfaatkan untuk budidaya jenis jamur ini. Selain beberapa peran penting tersebut, fungi juga bisa dianggap merugikan. Mereka bisa menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar karena mampu membusukkan bahan makanan dan juga menimbulkan berbagai penyakit. Beberapa jenis cendawan ada yang beracun, misalnya jenis-jenis anggota suku Amanitaceae. Beberapa jamur mikros kopis juga ada yang menghasilkan racun, misalnya afl atoksin yang dihasilkan oleh sejenis kapang. Selain itu, jamur juga dapat bersifat parasit pada tumbuhan, hewan, dan manusia.

Nah, pada akhir bab ini kalian akan melakukan percobaan yang berkaitan dengan manfaat jamur di bidang fermentasi, yaitu fermentasi tempe. Jamur Rhizopus stolonifera merupakan salah satu jenis jamur yang berperan dalam fermentasi kedelai menjadi tempe.

Melakukan Uji Coba Fermentasi Bahan Makanan dengan Jamur

A. Dasar teori Tempe merupakan bahan makanan tradisional yang dibuat dengan menggunakan jamur. Prosesnya disebut fermentasi. Jamur yang berperan dalam pembuat tempe ini adalah Rhizopus stolonifera. Selama fermentasi terjadi perubahan-perubahan protein, karbohidrat, dan lipida. Perubahan-perubahan tersebut disesabkan oleh aktivitas jamur yang tumbuh pada kedelai. Hal ini dapat dilihat dengan kenaikan temperatur selama inkubasi, selanjutnya menurun perlahan-lahan sesuai dengan aktivitas pertumbuhan jamur tersebut. Selama fermentasi, protein dirombak menjadi asam-asam amino misalnya serin, lisin, alanin. Selain itu, juga terjadi kenaikan bahan padat yang dapat larut. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan selama fermentasi ialah aerasi, kelembaban, dan temperatur selama fermentasi. B. Tujuan Mempraktekkan uji coba fermentasi bahan makanan dengan jamur pada pembuatan tempe. C. Alat dan bahan 1. usar atau ragi tempe 2. kedelai 3. daun pisang 4. tampah atau nampan dari plastik. D. Langkah percobaan 1. Bagilah kelasmu menjadi beberapa kelompok kerja. Masing-masing kelompok melakukan langkah-langkah berikut. 2. Rebuslah kacang kedelai sampai mendidih 3. Kemudian buanglah kulitnya dan dicuci. 4. Kukus kembali kedelai tersebut. Kemudian tiriskan dengan tampah. 5. Setelah dingin dan kering, campurkan usar pada kedelai tersebut. 6. Bungkuslah dengan daun pisang atau plastik, diamkan beberapa hari. 7. Amati setiap hari dan tuliskan hasilnya dalam tabel. 8. Bandingkan hasil percobaan kalian dengan kelompok lain.

E. Pembahasan 1. Berdasarkan pengamatan kalian, kapan hifa-hifa jamur mulai tumbuh? Apa warnanya? 2. Apa yang terjadi bila tempe itu dibiarkan beberapa hari lebih lama? Mengapa demikian? 3. Bandingkan hasil pengamatan kelompok kalian dengan kelompok lain. 4. Adakah di antara kelompok kalian yang tidak menemukan hifa? Apa yang terjadi? 5. Buatlah laporan dan kumpulkan pada guru kalian sebagai tugas.

Selesaikan soal-soal berikut dengan tepat. 1. Jamur memiliki peranan yang sangat luas dalam kehidupan. Jelaskan. 2. Mengapa beberapa jenis jamur banyak dikonsumsi manusia? Sebutkan jenis-jenis jamur tersebut. 3. Mengapa jenis-jenis jamur tertentu bisa dimanfaatkan untuk mengolah bahan makan an, misalnya mengolah kedelai menjadi tempe atau untuk meningkatkan aroma keju? Jelaskan. 4. Sebutkan 2 jenis jamur yang menimbulkan penyakit pada manusia beserta nama penyakitnya. 5. Sebutkan 2 jenis jamur yang merupakan parasit pada tumbuhan.

Ikhtisar

1. Fungi atau jamur dapat didefinisikan sebagai kelompok organisme eukariotik, tidak berpindah tempat (nonmotile), bersifat uniseluler atau multiseluler, memiliki dinding sel dari glukan, mannan, dan kitin, tidak berklorofil, memperoleh nutrisi dengan menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual. 2. Jamur memiliki sifat-sifat umum, yaitu hidup di tempat-tempat lembab, bersifat heterotrof, dan memiliki kemampuan hidup cukup tinggi. 3. Tubuh jamur bisa uniseluler maupun multiseluler, bersifat eukariotik, bentuknya tubuhnya bervariasi, dan tersusun atas hifa berkumpul membentuk miselium atau pada beberapa jenis mengalami modifikasi, membentuk haustoria, maupun badan buah. 4. Cara hidup jamur bervariasi, ada yang soliter dan ada yang berkelompok. 5. Jamur memperoleh makanan dengan cara hidup sebagai saprofit, parasit, dan simbiosis. 6. Jamur berreproduksi secara seksual dengan menyatukan 2 hifa yang berbeda, dan secara aseksual jamur bereproduksi dengan membentuk spora aseksual, fragmentasi, dan pembentukan tunas 7. Kingdom Fungi dikelompokkan menjadi 4 divisi yaitu Divisi Zygomycotina, Divisi Ascomycotina, Divisi Basidiomycotina, dan Divisi Deuteromycotina. 8. Zygomycotina mempunyai ciri antara lain: habitatnya mayoritas di darat, hidup sebagai saprofit, bersel banyak (multiseluler), menghasilkan spora berflagela, reproduksi secara seksual dan aseksual. 9. Ascomycotina mempunyai ciri antara lain: memiliki askus, tubuh uniseluler atau multiseluler, hidup sebagai saprofit atau parasit, berreproduksi secara seksual dengan askus dan secara aseksual dengan membentuk tunas. 10. Basidiomycotina mempunyai ciri antara lain: tubuh makroskopik, miselium bersekat, memiliki tubuh bulat (basidiokarp), hidup bersifat saprofit dan parasit, reproduksi seksual lebih dominan, sedangkan aseksual jarang terjadi. 11. Deuteromycotina mempunyai ciri antara lain: hifa bersekat-sekat, tubuh makroskopik, hidup sebagai saprofit dan parasit,berreproduksi secara aseksual. 12. Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan, sebagai dekomposer, bersimbiosis dengan organisme lain, sumber makanan, berperan sangat penting dalam fermentasi makanan dan obatobatan, serta menjadi penyebab penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Seranai Kata

Antibiotik Senyawa yang memiliki kemapuan untuk menghambat pertumbuhan organisme lain penyebab penyakit Bioindikator Organisme yang memiliki sensitifitas terhadap perubahan lingkungan sehingga bisa digunakan sebagai tanda terjadinya perubahan tersebut Enzim Zat yang dibentuk oleh kelenjar berguna untuk melanjutkan proses-proses dalam tubuh Ekosistem Sistem yang mencakup interaksi-interaksi antar organisme dan antara organisme dengan faktor lingkungan Flagella Struktur mirip benang-benang halus yang keluar dari organisme uniseluler yang motil atau selsel motil yang dihasilkan oleh organisme multiseluler, fungsi utamanya pada lokomosi Fermentasi Respirasi yang disertai pindahnya hidrogen dari glukosa selama glikolisis diubah kembali ke asam piruvat, menghasilkan substansi seperti etil alcohol atau asam laktat Kanker Penyakit mematikan yang disebabkan oleh proliferasi sel (pembelahan sel-sel yang begitu cepat dan tidak terkendali) Meiosis Pembelahan sel diploid yang menghasilkan 4 sel anakan yang haploid Mitosis Pembelahan sel yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom sama dengan sel induknya Mutasi Perubahan pada gen atau kromosom dan bersifat menurun Nutrisi Proses distribusi nutrien (zat makanan) di dalam tubuh Selulosa Polisakarida yang dihasilkan oleh sitoplasma sel tanaman dan yang membentuk dinding sel Senyawa organik Senyawa yang berasal dari sisasisa makhluk hidup Simbiosis Hubungan antara jamur dengan organisme lain Simbiosis mutualisme Hubungan yang saling menguntungkan Stolon Hifa yang menghubungkan dua kumpulan sporangiofora Substrat Dasar makanan.

 

Mengenal Pengertian dari Klasifikasi Ciri Jamur

Mengenal Pengertian dari Klasifikasi Ciri Jamur

Mengenal Pengertian dari Klasifikasi Ciri Jamur

Klasifikasi Ciri Jamur – Jamur atau fungi dipelajari secara spesifi k di dalam cabang biologi yang disebut mikologi. Para ahli mikologi (mycologist) mengelompokkan kingdom ini ke dalam 4 divisi. Dasar yang digunakan dalam klasifi kasi ini adalah persamaan ciri-ciri. Salah satu ciri jamur adalah bereproduksi dengan spora, baik spora berfl agela maupun spora tidak berfl agela. Jenis-jenis jamur yang sporanya berfl agela dikelompokan dalam Dunia Protista. Sedangkan yang memiliki spora tidak berfl agela dimasukkan ke dalam Dunia Fungi dan dibagi menjadi 3 divisi, yaitu Divisi Zygomycotina, Divisi Ascomycotina, dan Divisi Basidiomycotina. Dasar klasifi kasi ketiga divisi tersebut adalah cara reproduksi seksual. Sedangkan jamur-jamur yang reproduksi seksualnya belum diketahui, diklasifi kasikan ke dalam satu divisi, yang diberi nama Divisi Deuteromycotina.

Klasifikasi Ciri Jamur – Dalam uraian berikut, kalian akan mempelajari 4 divisi dalam Kingdom Fungi. Secara umum masing-masing divisi tersebut memi-likiciri tertentu. Zygomycotina membentuk zigospora hasil pembiakan secara kawin, Ascomycotina membentuk spora generatif di dalam askus, Basidiomycotina membentuk spora generatif pada basidium dan umumnyamemiliki tubuh buah berukuran besar, serta Deuteromycotina membentuk spora secara vegetatif dan belum diketahui fase kawinnya. Bentuk pengelompokan lain pada jamur adalah khamir (jamur uniselular, memperbanyak diri dengan budding), kapang (jamur bermiselium),dan cendawan (jamur yang memiliki tubuh buah makroskopis). Pengelompokan yang terakhir tersebut adalah pengelompokan yang bersifat umum, bukan klasifi kasi ilmiah. Nah, sekarang simaklah pembahasan berikut.

Klasifikasi Ciri Jamur

Klasifikasi Ciri Jamur
Klasifikasi Ciri Jamur

Klasifikasi Ciri Jamur

a. Zygomycotina Zygomycotina disebut juga sebagai the coenocytic true fungi. Jenis jamur yang terkenal dari kelompok ini adalah jamur hitam pada roti (black bread mold) atau Rhizopus sp. Divisi Zygomycotina memiliki anggota yang hampir semuanya hidup pada habitat darat, kebanyakan hidup sebagai saprofi t. Tubuhnya bersel banyak, berbentuk benang (hifa) yang tidak bersekat, dan tidak menghasilkan spora yang berfl agella. Reproduksi Zygomycotina terjadi secara aseksual dan seksual. Perhatikan Gambar 5.14 yang menggambarkan siklus hidup Rhizopus sp. Pada reproduksi seksual, jamur ini menghasilkan zigospora. Sedangkan reproduksi aseksualnya dengan perkecambahan (germinasi) spora. Spora tersebut tersimpan di dalam sporangium (kotak spora). Jika spora matang, sporangium akan pecah, sehingga spora menyebar terbawa angin. Apabila spora tersebut jatuh di tempat yang sesuai, maka spora akan tumbuh menjadi hifa baru.

Klasifikasi Ciri Jamur – Reproduksi seksual atau generatif dilakukan dengan cara konjugasi.Proses ini diawali ketika dua hifa yang berlainan jenis, yakni hifa (+) dan hifa (-), saling berdekatan. Masing-masing hifa pada sisi-sisi tertentu mengalami pembengkakan dan perpanjangan pada bagian- bagian tertentu, disebut gametangium. Kemudian, kedua gametangium tersebut bertemu dan kedua intinya melebur membentuk zigot. Zigot kemudian berkembang menjadi zigospora (diploid). Pada tahapan berikutnya, zigospora tumbuh, dindingnya menebal dan berwarna hitam. Inti diploid (2n) mengalami meisosis, menghasilkan inti haploid (n). Pada lingkungan yang sesuai, zigospora akan tumbuhdan membentuk sporangium. Sporangium ini memiliki struktur penopang yang disebut sporangiofora. Selanjutnya, reproduksi secara aseksual dimulai lagi yaitu ditandai dengan pematangan sporangium hingga sporangium tersebut pecah dan spora tersebar keluar. Zygomycotina memiliki beberapa jenis yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Klasifikasi Ciri Jamur – Beberapa diantaranya merupakan jamur pada makanan. Jenis-jenis jamur tersebut antara lain: 1) Rhizophus stolonifera Jamur ini tampak sebagai benang-benang berwarna putih, memiliki rizoid dan stolon. Merupakan saprofi t yang hidup pada bungkil kedelai dan bermanfaat dalam pembuatan tempe. 2) Rhizophus nigricans Jamur ini dapat menghasilkan asam fumarat. 3) Mucor mucedo Jamur ini hidup secara saprofi t. Sering dijumpai pada roti, sisa-sisa makanan dan kotoran ternak. Miselium jamur ini berkembang di dalam substrat. Memiliki sporangium yang dilengkapi oleh sporangiofor. 4) Pilobolus sp. Jamur ini sering disebut ‘pelempar topi’ atau cap thrower, karena bila sporangiumnya telah masak, jamur ini bisa melontarkannya sampai sejauh 8 meter. Spora tersebut kemudian melekat pada rumput atau tumbuhan lain. Ketika tumbuhan tersebut dimakan hewan, spora jamur yang melekat tersebut akan berkecambah di dalam saluran pencernaan dan akan tumbuh pada kotoran yang dikeluarkan hewan tersebut.

b. Ascomycotina Ascomycotina disebut juga sebagai the sac fungi. Merupakan fungi yang reproduksi seksualnya dengan membuat askospora di dalam askus (ascus = sac atau kantung/pundi-pundi). Askus adalah semacam sporangium yang menghasilkan askospora. Beberapa askus biasanya mengelompok dan berkumpul membentuk tubuh buah yang disebut askorkarp atau askoma (kalau banyak disebut askomata). Askomata bisa berbentuk mangkok, botol, atau seperti balon). Hifa dari Ascomycotinaumumnya monokariotik (uninukleat atau memiliki inti tunggal) dan sel-sel yang dipisahkan oleh septa sederhana. Jadi, askus merupakan struktur umum yang dimiliki oleh anggota Divisi Ascomycotina. Tubuhnya ada yang berupa uniseluler dan ada pula yang multiseluler. Hidup sebagai saprofi t dan parasit. Beberapa jenis diantaranya dapat juga bersimbiosis dengan makhluk hidup ganggang hijau-biru dan ganggang hijau bersel satu membentuk lumut kerak. Siklus hidup Ascomycotina dimulai dari askospora yang tumbuh menjadi benang (hifa) yang bercabang-cabang (gambar 5.16). Kemudian, salah satu dari beberapa sel pada ujung hifa berdiferensiasi menjadi askogonium, yang ukurannya lebih lebar dari hifa biasa. Sedangkan ujung hifa yang lainnya membentuk Anteridium. Anteridium dan Askogonium tersebut letaknya berdekatan dan memiliki sejumlah inti yang haploid.

Pada askogonium tumbuh trikogin yang menghubungkan askogonium dengan anteredium. Melaui trikogin ini inti dari anteredium pindah ke askogonium dan kemudian berpasangan dengan inti pada askogonium. Selanjutnya pada askogonium tumbuh sejumlah hifa yang disebut hifa askogonium. Inti-inti membelah secara mitosis dan tetap berpasangan. Hifa askogonium tumbuh membentuk septa bercabang. Bagian askogonium berinti banyak, sedangkan pada bagian ujungnya berinti 2. Bagian ujung inilah yang akan tumbuh menjadi bakal askus. Hifa askogonium ini kemudian berkembang disertai pertumbuhan miselium vegetatif yang kompak, membentuk tubuh buah. Dua inti pada bakal askus membentuk inti diploid yang kemudian membelah secara meiosis untuk menghasilkan 8 spora askus (askospora). Apabila askospora tersebut jatuh pada lingkungan yang sesuai maka ia akan tumbuh membentuk hifa atau miselium baru. Reproduksi aseksual pada Ascomycotina adalah dengan cara membentuk tunas dan spora aseksual. Pembentukan tunas terjadi pada jamur uniseluler dan spora aseksual pada jamur terjadi pada jamur multiseluler. Spora aseksual tersebut terbentuk pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor dan sporanya disebut konidia. Konidia merupakan spora yang dihasilkan secara eksternal, yaitu di luar kotak spora atau sporangium.

Berikut adalah beberapa contoh jamur anggota Divisi Ascomycotina. 1) Saccharomyces cerevisiae Saccharomyces cerevisiae merupakan jamur mikroskopis, bersel tunggal dan tidak memiliki badan buah, sering disebut sebagai ragi, khamir, atau yeast. Reproduksi vegetatifnya adalah dengan membentuk kuncup atau tunas (budding). Pada kondisi optimal, khamir dapat membentuk lebih dari 20 tunas. Tunas-tunas tersebut semakin membesar dan akhirnya terlepas dari sel induknya. Tunas yang terlepas ini kemudian tumbuh menjadi individu baru. Reproduksi generatif terjadi dengan mem ben tuk askus dan askospora. Askospora dari 2 tipe aksus yang berlainan bertemu dan menyatu menghasilkan sel diploid. Selanjutnya terjadi pembelahan secara meiosis, sehingga beberapa askospora (haploid) dihasilkan lagi. Askospora haploid tersebut berfungsi secara langsung sebagai sel ragi baru. Cara reproduksi seksual ini terjadi saat reproduksi aseksual tidak bisa dilakukan, misalnya bila suplai makanan terganggu atau lingkungan hidupnya tidak mendukung. Dalam kehidupan manusia, S. cerevisiae dimanfaatkan dalam pembuatan roti, tape, peuyeum, minuman anggur, bir, dan sake. Proses yang terjadi dalam pembuatan makanan tersebut adalah fermentasi.

2) Penicillium spp. Penicillium hidup sebagai saprofi t pada substrat yang banyak mengandung gula, seperti nasi, roti, dan buah yang telah ranum. Pada substrat gula tersebut, jamur ini tampak seperti noda biru atau kehijauan. Perhatikan Gambar 5.18. Reproduksi jamur Penicillium berlangsung secara vegetatif (konidia) dan secara generatif (askus). Beberara contoh jamur anggota genus Penicillium antara lain: a) Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum Kedua jenis Penicillium ini menghasilkan zat antibiotik (penisilin) b) Penicillium roquefortii dan Penicillium camemberti Kedua jenis jamur ini biasa dimanfaatkan dalam memberti cita rasa atau mengharumkan keju.

3) Aspergillus spp. Jamur ini biasanya tumbuh berkoloni pada makanan, pakaian, dan alat-alat rumah tangga. Koloni Aspergillus berwarna abu-abu, hitam, coklat, dan kehijauan. Distribusinya luas, dapat tumbuh di daerah beriklim dingin maupun daerah tropis. Reproduksi secara vegetatif dengan konidia yang disebarkan oleh angin. Beberapa jenis jamur anggota marga Aspergillus adalah: a) Aspergillus oryzae Jamur ini biasa digunakan untuk mengempukkan adonan roti, dan jamur tersebut dapat menghasilkan enzim protease. b) Aspergillus wentii Aspergilus jenis ini berperan dalam dalam pembuatan sake, kecap, tauco, asam sitrat, asam oksalat, dan asam format, serta penghasil enzim protease. Perhatikan Gambar 5.19. c) Aspegillus niger Jenis ini dimanfaatkan untuk menghilangkan gas O2 dari sari buah, dan dapat menjernihkannya. Jamur tersebut juga dapat menghasilkan enzim glukosa oksidase dan pektinase. d) Apergillus fl avus Jenis Aspergilus ini menghasilkan afl atoksin, penyebab kanker pada manusia. e) Apergillus nidulans Jamur ini hidup sebagai parasit pada telinga, menyebabkan automikosis. f) Aspergillus fumigatus A. fumigatus merupakan jamur yang dapat menyebabkan penyakit kanker pada paru-paru burung.

4) Neurospora crassa N. crassa dikenal sebagai jamur oncom karena sering digunakan untuk membuat oncom. Warna merah muda atau jingga yang muncul pada oncom merupakan warna konidia jamur tersebut. Awalnya jenis ini dikelompokkan ke dalam Divisi Deuteromycota,

dengan nama Monilia sitophila. Tetapi setelah ditemukan alat reproduksi generatifnya, berupa askus, sekarang jamur ini dimasukkan ke dalam kelompok Ascomycotina.

5) Morchella deliciosa dan Morchella esculenta Kedua jenis jamur ini merupakan jamur makroskopis, hidup di tanah. Karena rasanya yang lezat, jamur ini menjadi konsumsi manusia. Dalam dunia perdagangan jamur ini dikenal dengan nama morel, ukuran tubuhnya sedang, berwarna coklat kemerahmerahan, tubuhnya seperti spons dan sering dijual dalam bentuk awetan.

 

Ciri Protista Menyerupai Jamur dan Perananya

Ciri Protista Menyerupai Jamur dan Perananya

Ciri Protista Menyerupai Jamur dan Perananya

Protista Menyerupai Jamur – Anggota Protista yang menyerupai jamur meliputi jamur air dan jamur lendir. Walaupun tampaknya sama dengan jamur sejati, namun dalam organisasi seluler, cara reproduksinya, dan siklus hidupnya, kedua jamur ini berbeda dengan jamur (Fungi) sejati. Protista yang menyerupai jamur dibedakan menjadi jamur air (Oomycotina) dan jamur lendir (Myxomycotina). Mari kita pelajari satu persatu ciri-ciri jamur air dan jamur lendir tersebut.

Protista Menyerupai Jamur

a. Jamur Air (Oomycotina) Oomycotina berarti fungi telur. Istilah ini didasarkan pada cara reproduksi seksual pada jamur air. Beberapa anggota Oomycotina bersifat uniseluler dan tidak memiliki kloroplas. Jamur air memiliki dinding sel terbuat dari selulosa, yang berbeda dengan dinding sel jamur sejati yang terbuat dari polisakarida yang disebut kitin. Yang membedakan jamur air dengan jamur sejati adalah adanya sel bifl agellata yang terjadi pada daur hidup jamur air. Sementara jamur sejati tidak memiliki fl agella.

Protista Menyerupai Jamur – Sebagian besar jamur air hidup secara bebas atau melekat pada sisa-sisa tumbuhan di kolam, danau, atau aliran air. Meraka hidup sebagai pengurai dan berkoloni. Walaupun begitu, ada juga yang hidup pada sisik atau insang ikan yang terluka sebagai parasit. Contoh anggota Oomycotina adalah Saprolegnia, dan Phytoptora infestans. Selain bersifat parasit, jamur air juga bersifat patogen (dapat menimbulkan penyakit), seperti menyebabkan pembusukan kayu pada kentang dan tomat. Jamur air dapat bereproduksi secara seksual atau aseksual. Secara aseksual, jamur air menghasilkan sporangium di ujung hifa. Di dalam sporangium tersebut, dihasilkan spora yang berfl agella yang disebut zoospora. Ketika zoospora matang dan jatuh di tempat yang sesuai, maka akan berkecambah dan tumbuh menjadi mycelium baru. Adapun reproduksi secara seksual terjadi melalui penyatuan gamet jantan dan gamet betina. Gamet jantan dihasilkan oleh antheredium dan gamet betina dihasilkan dari oogonium. Penggabungan gamet jantan dan gamet betina menghasilkan zigot diploid. Zigot ini nantinya akan berkembang menjadi spora, yang berdinding tebal. Saat spora berkecambah, akan dihasilkan mycelium baru.

Protista Menyerupai Jamur

b. Jamur Lendir (Myxomycotina) Pada umumnya, jamur lendir berwarna (berpigmen) kuning atau orange, walaupun ada sebagian yang berwarna terang. Jamur ini bersifat heterotrof dan hidup secara bebas. Tahapan memperoleh makan dalam siklus hidup jamur lendir merupakan suatu massa ameboid yang disebut plasmodium. Plasmodium ini dapat tumbuh besar hingga diameternya mencapai beberapa sentimeter. Walaupun berukuran besar, plasmodium bukan multiseluler. Plasmodium merupakan massa tunggal sitoplasma yang mengandung banyak inti sel. Plasmodium menelan makanan melalui fagositosis. Mereka melakukan ini sambil menjulurkan pseudopodia melalui tanah yang lembab, daun-daunan, atau kayu yang membusuk. Jika habitat jamur lendir mulai mengering atau tidak ada makanan yang tersisa, plasmodium akan berhenti tumbuh dan berdiferensiasi menjadi tahapan siklus hidup yang berfungsi dalam tahapan reproduksi seksual. Contoh jamur lendir adalah jenis Dyctystelum discridium.

Protista Menyerupai Jamur

Peranan Protista dalam Kehidupan

Pernahkah kalian menikmati lezatnya es krim, agar-agar, dan es rumput laut? Jenis makanan tersebut merupakan contoh produk hasil olahan dari Protista. Selain bersifat menguntungkan, beberapa anggota Protista bersifat parasit pada hewan dan manusia yang dapat menimbulkan penyakit. Berikut ini akan diuraikan contoh-contoh Protista yang bersifat menguntungkan dan merugikan.

Protista Menyerupai Jamur
Protista Menyerupai Jamur

Protista Menyerupai Jamur

1. Protista yang Bersifat Menguntungkan Minyak bumi merupakan salah satu sumber daya alam yang memerlukan penghematan dalam penggunannya. Keberadaan minyak bumi dalam suatu lapisan batuan dapat dideteksi dengan ditemukannya Foraminifera. Sedangkan Radiolaria di dasar perairan akan membentuk tanah radiolarian. Tanah ini mengandung zat kersik yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok. Entamoeba coli hidup dalam usus besar manusia dan membantu proses pembusukan sisa-sisa makanan dan mensintesis vitamin K. Ganggang merupakan anggota Protista yang memberikan kontribusi, baik dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan maupun dalam bidang industri. Pada ekosistem perairan, ganggang bertindak sebagai fi toplankton yang dapat menghasilkan energi bagi organisme heterotrof karena kemampuannya untuk melakukan fotosintesis. Sedangkan dalam bidang industri, ganggang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam industri es krim, agar-agar, kosmetik, bahan pembuatan dinamit, dan sebagai bahan penggosok.

Protista Menyerupai Jamur – Dinding sel ganggang coklat (Phaeophyta) mengandung asam alginat yang dapat dimanfaatkan sebagai pengemulsi dalam industri es krim, sebagai obat-obatan, dan cat. Laminaria lavaniea mengandung kalsium, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk pertanian dan makanan ternak. Sedangkan Laminaria digitalis dapat dimanfaatkan sebagai penghasil yodium, untuk obat penyakit gondok. Ganggang merah (Rhodophyta) dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam es, bahan kosmetika, bahan pembuatan agaragar dan sebagai pemadat media pertumbuhan bakteri. Contoh spesies yang sering dimanfaatkan antara lain Gracilaria sp., Gellidium sp., dan Eucheuma spinosum. Ulva, Caulerpa dan Enteromorpha dapat dijadikan sebagai sumber makanan berupa sayur, sedangkan Chlorella dapat dijadikan sebagai sumber makanan alternatif bergizi tinggi. Tanah diatom merupakan deposit silika dari cangkang ganggang keemasan (Chrysophyta). Bahan ini dapat digunakan sebagai agen penyaring untuk menjernihkan cairan, sebagai ampelas, dan penggosok perak. Tanah diatom juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan isolasi, bahan pembuat dinamit, bahan pembuat saringan, dan bahan pasta gigi.

2. Protista yang Bersifat Merugikan Beberapa anggota Protozoa yang bersifat parasit sering menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Misalnya Entamoeba ginggivalis merupakan Rhizopoda parasit dalam tubuh manusia. Entamoeba ginggivalis menyebabkan kerusakan gigi dan gusi (penyakit ginggivitis), sedangkan Entamoeba hystolitica menyebabkan desentri. Beberapa jenis Trypanosoma juga menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Organisme tersebut antara lain Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodesiense, menyebabkan penyakit tidur pada manusia di benua Afrika. Hospes perantara Trypanosoma gambiense adalah lalat Tse tse jenis Glosina palpalis, sedangkan hospes perantara Trypanosoma rhodesiense adalah lalat Tse tse jenis Glosina morsitans. Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra (malas) pada hewan ternak. Hospes perantaranya adalah lalat Tabanus.

Protista Menyerupai Jamur – Contoh yang lain adalah Trychomonas vaginalis, menyebabkan penyakit pada alat kelamin wanita (keputihan) dan juga pada saluran kelamin pria. Trypanosoma cruzi, menyebabkan penyakit chagas (anemia) pada anak-anak. Trypanosoma brucei, menyebabkan penyakit nagana pada hewan ternak. Leismenia donovani, menyebabkan penyakit kala azar (leishmaniasis) pada manusia. Penyakit ini ditandai dengan gejala hati dan limpa membengkak, serta demam yang berkepanjangan. Hospes perantaranya adalah nyamuk Pholobotomus. Anggota Sporozoa yang sering menyebabkan penyakit adalah Plasmodium dan Toxoplasma. Plasmodium menyebabkan penyakit malaria, sedangkan Toxoplasma dapat menyebabkan penyakit toxoplasmosis yang menyerang manusia, kucing, babi, dan kambing. Toxoplasmosis dapat menyebabkan radang pada hati, paru-paru, otot, saraf pusat, dan keguguran. Toxoplasma masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang tercemar kista Toxoplasma dan tidak dimasak secara sempurna dan dapat hidup bertahun-tahun dalam tubuh manusia. Protista menyerupai jamur yang sering menimbulkan masalah antara lain Saprolegnia yang bersifat parasit pada sisik dan insang ikan yang terluka dan Phytoptora infestans yang menyebabkan penyakit late blight pada kentang.

Ikhtisar

1. Ciri-ciri Protista yaitu makhluk hidup bersel satu atau bersel banyak, ada yang me nyerupai jamur, ada yang menyerupai hewan, dan juga ada yang menyerupai tumbuhan. 2. Anggota Protista yang menyerupai jamur yaitu jamur air (Oomycotina) dan jamur lendir (Mixo mycotina). 3. Anggota Protista yang menyerupai hewan adalah anggota Protozoa. 4. Anggota Protista yang menyerupai tumbuhan adalah bermacam-macam ganggang yang terbagi dalam 6 Filum, yaitu Pyrhophyta, Euglenophyta, Phaeophyta, Chrysophyta, Ahodophyta, Chlorophyta. 5. Filum Protozoa dibedakan menjadi 4 kelompok yaitu Rhizopoda (Sarcodina), Ciliata (Cilophora atau infusoria), Flagellata (Mastigophora), dan Sporozoa (Apicomplexa). 6. Ciri Rhizopoda antara lain tubuh uniseluler, bentuk tidak tetap, mempunyai sitoplasma, cara hidup bebas dan parasit, bereproduksi secara aseksual (pembelahan biner), dan mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi. 7. Ciri Cilliata antara lain tubuh uniseluler, bentuk tetap, mempunyai sitostoma, memiliki 2 inti sel, bereproduksi secara vegetatif dan generatif, memiliki trikokis yang berfungsi sebagai alat pertahanan diri. 8. Ciri Flagellata antara lain uniseluler, bentuk (bulat, oval, lonjong), mempunyai alat gerak berupa flagella, habitat kosmopolit, cara hidup (soliter, berkoloni, dan melakukan simbiosis), cara reproduksi secara vegetatif (membelah diri). 9. Ciri Sporozoa antara lain uniseluler, bentuk tubuh bervariasi dalam siklus hidupnya, tidak memiliki alat gerak, cara bereproduksi aseksual dengan cara pembelahan biner, seksual dengan pembentukan gamet. 10. Peran Protozoa dalam kehidupan yang menguntungkan antara lain sebagai bahan penggosok, petunjuk adanya minyak bumi, membantu proses pembusukan sisa makanan dalam usus. Sedangkan peran yang merugikan antara lain sebagai penyebab penyakit, seperti malaria. 11. Protista yang memiliki nilai ekonomi tinggi antara lain Chlorella, Ulva, Eucheuma spinosum, Gracilaria, Foraminifera, Radiolaria, dan Diatom. 12. Protista yang sering menimbulkan penyakit antara lain Trypanosoma, Plasmodium, dan Toxoplasma.