Jenis-Jenis Perilaku Menyimpang Manusia

Jenis-Jenis Perilaku Menyimpang Manusia

Jenis-Jenis Perilaku Menyimpang Manusia

Jenis-Jenis Perilaku Menyimpang Manusia selain merupakan makhluk sosial dan makhluk yang berpikir, juga memiliki pola-pola perilaku yang tidak tetap. Adakalanya manusia berperilaku sesuai dengan kehendak umum, tetapi di lain kesempatan tindakannya bertentangan dengan kehendak umum. Oleh karena itu, menurut Lemert (1951) terdapat dua konsep perilaku menyimpang, yaitu: a. Penyimpangan Primer Penyimpangan primer atau deviation primary adalah penyimpangan yang bersifat sementara (temporer) atau perbuatan menyimpang yang pertama kali dilakukan seseorang yang pada aspek kehidupan lainnya selalu berlaku konformis (mematuhi norma yang berlaku). Orang yang melakukan penyimpangan primer masih tetap dapat diterima oleh kelompok sosialnya karena tidak secara terus-menerus melanggar norma-norma umum dan penyimpangannya kecil sehingga mudah dimaafkan. Lemert mengatakan bahwa perilaku menyimpang akan tetap bersifat primer sejauh perbuatan itu dianggap sebagai fungsi sosial yang dapat diterima. Contohnya, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, anak perempuan yang tomboy (berperilaku kelaki-lakian).

Jenis-Jenis Perilaku Menyimpang Manusia
Jenis-Jenis Perilaku Menyimpang Manusia

b. Penyimpangan Sekunder Penyimpangan sekunder atau deviation secondary adalah penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sanksi telah diberikan kepadanya Oleh karena itu, para pelakunya secara umum dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Misalnya, pembunuhan, pemerkosaan, pecandu narkotika, ter masuk juga perilaku siswa yang selalu menyontek pekerjaan teman sekelasnya. Seseorang yang dikategorikan berperilaku menyimpang sekunder tidak diinginkan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat (dibenci). Seseorang yang melakukan penyimpangan primer masih dapat memiliki peran dan status dalam kelompoknya dan masih bisa melakukan jaringan hubungan dengan yang lainnya. Akan tetapi sebaliknya, terhadap orang yang telah melakukan penyimpangan sekunder, masyarakat cenderung mengucilkan atau menyingkirkan dari kehidupan kelompoknya dan dicap sebagai “kriminal.” Adapun berdasarkan jumlah individu yang terlibat, perilaku menyimpang dibedakan atas penyimpangan individu dan penyimpangan kelompok, yakni sebagai berikut. 1) Penyimpangan Individu Penyimpangan ini adalah penyimpangan yang dilakukan sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Hanya satu individu yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma umum yang berlaku. Perilaku seperti ini secara nyata menolak norma-norma yang telah diterima secara umum dan berlaku dalam waktu yang relatif lama (mapan). 2) Penyimpangan Kelompok Penyimpangan kelompok dilakukan oleh sekelompok orang yang patuh pada norma kelompoknya. Padahal norma tersebut jelas-jelas bertentangan dengan norma-norma umum yang berlaku dalam masyarakat. Perilaku menyimpang kelompok ini agak rumit sebab kelompok-kelompok tersebut mempunyai nilai-nilai, normanorma, sikap, dan tradisi sendiri. Fanatisme anggota terhadap kelompoknya menyebabkan mereka merasa tidak melakukan perilaku menyimpang. Kejadian seperti inilah yang menyebabkan penyimpangan kelompok lebih berbahaya jika dibandingkan dengan penyimpangan individu. Contohnya, sindikat perdagangan narkoba, teroris, kejahatan terorganisasi yang melakukan penye lundupan dan perampokan, serta kelompok separatis.

Sifat-Sifat Penyimpangan Berdasarkan uraian sebelumnya, dikatakan bahwa perilaku menyimpang tidak selamanya berakibat tidak baik. Dengan demikian, dilihat dari sifatnya penyimpangan dibedakan atas sebagai berikut. a. Penyimpangan Positif Penyimpangan ini adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku atau perilaku seseorang di luar kebiasaan masyarakat, namun pada akhirnya membawa dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Dalam artian, perilaku menyimpangnya dapat diterima dan tidak merugikan masyarakat. Contohnya, dalam tatanan sosial masyarakat, peran seorang ibu adalah mengurus rumah tangga. Akan tetapi, karena penghasilan dari suaminya kurang mencukupi, si ibu bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Apa yang dilakukan si ibu adalah menyimpang positif. Contoh lainnya, anak yang gemar membaca menghabiskan hari-harinya untuk membaca atau belajar. Hal ini adalah perilaku tidak umum, namun bersifat positif.

b. Penyimpangan Negatif Penyimpangan ini adalah perbuatan yang memang tidak sesuai dengan norma yang berlaku dan berakibat buruk, serta mengganggu sistem sosial. Perilaku ini berkaitan erat dengan tindakan kejahatan. Dalam pengertian sehari-hari, apabila ada istilah perilaku menyimpang, yang dimaksud adalah penyimpangan negatif ini. Seseorang yang berperilaku menyimpang negatif akan dikucilkan masyarakat dan mendapatkan sanksi sesuai perbuatannya. Contohnya pembunuhan, pemerkosaan, dan pencurian.

Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang

Bentuk-bentuk penyimpangan yang umumnya terjadi dalam kehidupan masyarakat, khususnya di kalangan remaja antara lain sebagai berikut. a. Penyalahgunaan Narkotika Narkotika bukan merupakan bahan yang tidak boleh diperjualbelikan, tetapi harus dengan pengawasan ketat. Narkotika adalah bahan atau zat pembius yang umumnya digunakan dalam bidang kedokteran, terutama digunakan untuk pasien yang akan dioperasi. Hal ini agar rasa sakit saat menjalani operasi tidak dirasakan oleh pasien. Dengan demikian, narkotika hanya boleh digunakan dalam bidang kedokteran saja. Narkotik adalah semua obat yang mempunyai efek kerja bersifat membiuskan, menurunkan kesadaran (depresant), merangsang meningkatkan prestasi (stimulans), menagihkan ketergantungan (dependence), dan mengkhayalkan (halusinasi). Jika narkotik digunakan tanpa resep dokter, akan menyebabkan kerusakan susunan saraf si pengguna. Akibatnya, si pemakai akan ketagihan dan tidak dapat dihentikan. Apabila si pengguna narkotik tidak dapat lagi membelinya karena kehabisan uang, ia akan berusaha mendapatkan uang untuk membeli narkotik dengan menghalalkan segala cara. Bahkan, ia dapat melalui tindakan melanggar hukum sehingga akan meng ganggu ketenangan masyarakat, seperti penodongan, pen jambretan, pencopetan, atau perampokan. Pengguna narkotik disebut morfinis, yaitu seorang yang memakai obat atau morphin dengan jalan diisap atau ditelan. Seandainya pemakai obat ini dihentikan tiba-tiba, akan timbul gejala abstinensi, seperti keluar ingus, air mata, keringatan, kulit kesakitan, tidak bisa tidur, tekanan darah naik, lesu seperti putus asa, seperti orang sakit badan, badan dilukai karena kesal, kejang-kejang, atau muntah. Narkotik jenis pil atau kapsul banyak diperjualbelikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab kepada anak sekolah, khususnya para remaja, sehingga tidak sedikit dari mereka menjadi pengguna. Hal ini mengakibatkan rusaknya masa depan mereka dan secara tidak langsung akan merusak masa depan bangsa dan negara. Proses berpikir secara sehat tidak lagi ia miliki. Oleh karena itu, negara sedang berusaha melakukan pengawasan terhadap obatobatan yang termasuk daftar G (mengandung narkotik), yang hanya didapat melalui resep dokter, agar masa depan para pemuda bangsa dapat terselamatkan.

b. Perkelahian Pelajar Perkelahian antarpelajar dapat bermula dari hal-hal yang sepele, seperti pertandingan olahraga antarsekolah, pelajar putra mengganggu pelajar putri dari sekolah lain, dan merasa tersinggung oleh perilaku pelajar dari sekolah lain. Perkelahian antarpelajar ini umumnya terjadi pada sekolah yang berbeda, kemudian ditunjang oleh solidaritas sosial yang salah. Pengelompokan antarteman sepermainan dan antarsahabat yang lebih luas, akan menimbulkan rasa kuat dan rasa setia kawan yang tinggi. Apabila di antara mereka ada yang merasa tersinggung atau merasa disepelekan oleh pelajar dari sekolah lain, mereka akan lapor pada kelompoknya untuk membantu menyelesaikan masalah. Tadinya masalah tersebut bersifat pribadi, kemudian berkembang menjadi masalah kelompok. Penyelesainnya bukan dilakukan secara musyawarah, melainkan dengan perkelahian. Jika perkelahian ini diketahui oleh yang berwajib atau oleh guru-guru mereka, biasanya hanya diselesaikan sesaat saja. Akibatnya, satu sama lain tidak puas dengan hasil yang dicapai walaupun mereka sudah diberi pengertian dan diadakan kesepakatan. Oleh karena itu, penyelesainya dilanjutkan sendiri di luar sekolah.

Perkelahian antarpelajar akan meresahkan masyarakat karena pelajar yang tidak terlibat dalam kasus awal akan merasa dirugikan begitu pula halnya dengan orangtua mereka yang khawatir akan keselamatan putra-putrinya. Akibat dari perkelahian pelajar ini, selain kerugian di kedua belah pihak, juga jatuhnya korban yang meninggal dunia. Selain yang menang harus berurusan dengan yang berwajib, yang kalah harus masuk rumah sakit (atau meninggal). Oleh karena itu, kegiatan belajar akan terganggu atau terhambat sehingga keseriusan belajar menjadi berkurang, pergi ke sekolah takut diancam, atau pendidikan terhambat.

c. Perilaku Seksual di Luar Nikah Perilaku seksual di luar nikah terjadi sebagai akibat keinginan yang muncul dari setiap remaja yang belum masanya, akibat rangsangan dari buku bacaan porno, film yang tidak layak ditonton, atau kebebasan bergaul antara dua pemuda yang berlainan jenis. Hal ini dapat disebabkan adanya dorongan dari luar untuk munculnya rangsangan yang tidak dikehendaki, seperti: 1) imitasi terhadap pola kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial bangsa sendiri; 2) longgarnya pengawasan sosial dari orangtua atau masyarakat terhadap bacaan atau film-film cabul; 3) adanya orang yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja memperjualbelikan barang-barang yang bersifat cabul kepada seseorang karena keuntungan bersifat materil semata. Masalah hubungan seksual pranikah pada para remaja sangat menghawatirkan. Hubungan terjadi karena pemahaman yang salah atas modernisasi, kebebasan, dan hak individual. Hubungan seksual pranikah tidak dapat dibenarkan dalam norma etika, susila, terlebih lagi pada norma agama. Jika perilaku seksual di luar nikah dilakukan oleh pelajar, akan terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki atau memiliki anak pada usia muda. Akibatnya, pendidikannya akan terhambat sehingga peluang untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi hampir tidak ada. Perilaku ini sangat berpengaruh pada masyarakat karenanya masyarakat merasa terganggu. Hal ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, juga menjadi masalah di kota kecil. Dengan demikian, diperlukan adanya penertiban terhadap barang-barang yang berbau cabul yang tersebar di masyarakat.

d. Penggunaan Alkohol Minuman yang mengandung alkohol dengan kadar tertentu dapat menyebabkan orang yang meminumnya mabuk. Akan tetapi, bukan berarti minuman tersebut dilarang dijual di pasaran, melainkan akibat yang ditimbulkan setelah seseorang meminumnya. Jika perbuatan meminum minuman keras dapat mengganggu keteraturan masyarakat, dapat dikatakan sebagai masalah sosial, hal demikian dianggap sebagai penyimpangan. Persoalan utama terhadap minuman yang mengandung alkohol adalah siapa yang boleh menggunakannya, di mana, bila mana, dan dalam kondisi yang bagaimana. Masyarakat pada umumnya menganggap bahwa minuman beralkohol adalah hal yang biasa dan diminum oleh orang tertentu, tetapi sekarang ini banyak minuman beralkohol tinggi dijual bebas. Akibatnya, banyak pemuda yang menggunakannya agar dalam dirinya timbul rasa percaya diri, keberanian, dan tidak ketinggalan zaman. Alkohol merupakan racun protoplasmik yang mempunyai pengaruh menekan sistem saraf sehingga pada orang yang mabuk, kemampuan sosial, fisik, dan psikologisnya akan berkurang. Mereka yang senang dan biasa melakukan minum minuman beralkohol terutama dengan kadar yang tinggi, biasanya dijauhi dalam pergaulan hidup bermasyarakat, karena setiap pelanggaran atau penyimpangan yang meresahkan masyarakat berasal dari kelompok mereka. Karena itu perlu pengawasan yang ketat terhadap minuman yang memiliki kadar alkohol memabukkan, baik bagi penjual maupun pembelinya. Penyimpangan sosial yang terjadi dalam masyarakat tidak akan begitu saja muncul apabila tidak ada faktor penarik dan faktor pendorong. Faktor penarik terjadinya penyimpangan, berada di luar diri seseorang untuk melakukan penyimpangan, sedangkan faktor pendorong berada di dalam diri seseorang atau keluarga yang memungkinkan seseorang untuk melakukan penyimpangan tersebut. Penyimpangan-penyimpangan tersebut pada umumnya terjadi akibat sosialisasi yang tidak sempurna, baik pergaulan di masyarakat maupun kehidupan di rumah yang dianggapnya tidak memuaskan. Hal ini dapat terjadi akibat kurangnya pengawasan dari orangtua sehingga anak mencari pelarian ke luar dengan mencari teman yang dapat memberikan perlindungan dan pengakuan akan keberadaan dirinya. Kemudian bergabung dengan kelompok yang sering melakukan penyimpangan.

Akibatnya, anak tersebut menjadi korban pergaulan karena merasa dirinya menjadi orang dewasa modern yang tidak ketinggalan zaman. Korban akibat pergaulan ini umumnya para remaja yang sedang mencari identitas diri melalui sosialisasi atau pembentukan pribadi yang salah jalan. Pada penyimpangan yang dilakukan melalui penggunaan narkotik atau minuman keras, misalnya seseorang tidak langsung melakukannya. Akan tetapi, diajak oleh teman sekelompoknya untuk mencoba atau mencicipinya terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa mereka telah menjadi orang dewasa modern yang tidak ketinggalan zaman. Lama kelamaan seseorang mendapat pengakuan di kelompoknya dan menjadi bagian dari kelompok tersebut. Perbuatan yang menyimpang akhirnya dilakukannya sendiri sehingga menjadikan kebiasaan. Begitu pula jika memiliki masalah pribadi, penyelesaiannya tidak lepas dari narkotik dan minuman keras yang dianggapnya dapat menolong untuk melepaskan diri dari masalah yang dihadapi. Setiap remaja yang sedang tumbuh memerlukan perhatian dan tuntunan dari orangtua, saudara, atau kerabatnya. Jika mereka tidak memperolehnya, akan muncul ketidakpuasan, kemudian mencari penyeselesaiannya sendiri. Dengan demikian, orangtua turut bertanggung jawab terhadap pembentukan pribadi anaknya. Jika tidak bertanggung jawab, orangtua akan mereka salahkan, seperti contoh berikut ini. a. Orangtua terlalu kolot atau terlalu bebas. b. Orangtua hanya memberikan nasihat, tanpa memberikan teladan yang mendukung nasihatnya. c. Orangtua mengutamakan pemenuhan kebutuhan material (kebendaan) belaka. d. Orangtua terlalu mementingkan pekerjaan kantor, organisasi, dan pekerjaan lain yang menyebabkan mereka jarang berada di rumah. e. Orangtua umumnya terlalu menekankan keinginannya sehingga tidak mau menyesuaikan diri dengan kebutuhan dasar anaknya yang mungkin berbeda. f. Orangtua mungkin kurang mencurahkan kasih sayang. Dengan demikian, untuk mencegah remaja termasuk ke dalam kelompok yang menyimpang, hal-hal tersebut harus diperhatikan karena menyangkut masa depan keturunannya.

Oleh karena itu, orangtua harus dapat mengawasi anak-anaknya terutama yang sedang menginjak remaja melalui: a. teman sepermainannya harus dikenal dan diketahui alamatnya; b. jangan dibiasakan anak pulang terlalu malam atau dibiasakan anak menginap di rumah temannya; c. orangtua senantiasa memeriksa kamar anaknya atau tas yang biasa dipakai ke sekolah; d. memberi dukungan positif terhadap kegemaran anaknya, terutama yang berhubungan dengan seni dan olahraga; e. mengajak berbicara dan berdiskusi apabila anaknya memiliki masalah, baik berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun masalah pergaulan dengan teman-temannya; f. memberikan pengertian terhadap kebutuhan anaknya, baik kebutuhan sekolah maupun kebutuhan akan perlengkapan pribadinya; g. memberikan nasihat apabila anak berbuat kesalahan; h. memberikan petunjuk untuk tidak mengikuti atau melakukan perbuatan menyimpang dan dianggap salah karena tidak sesuai dengan norma masyarakat ataupun norma agama; i. mengajak anaknya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan. Adanya perlakuan khusus terhadap remaja bukan berarti mengekang mereka terhadap lingkungan sosialnya, melainkan memberikan dukungan terhadap hal-hal positif yang biasa dilakukan, dengan tujuan agar remaja dapat menyosialisasikan dirinya yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Remaja tidak diberi kebebasan sepenuhnya dalam memilih lingkungannya, juga tidak dikekang, tetapi selalu diawasi agar dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk sehingga remaja dapat menentukan jalan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab orangtua, pendidik, dan masyarakat dalam membina remaja agar menjadi manusia yang berguna.

Menulis dan Mengenali Jenis-jenis Puisi Baru

Menulis dan Mengenali Jenis-jenis Puisi Baru

Menulis dan Mengenali Jenis-jenis Puisi Baru

Jenis-jenis Puisi Baru
Jenis-jenis Puisi Baru

Jenis-jenis Puisi Baru

Jenis-jenis Puisi Baru – Menulis memerlukan latihan yang terus-menerus. Sebagai sebuah keterampilan, menulis memang bisa dipelajari, tetapi selebihnya merupakan kreativitas seseorang. Oleh karena itu, daya kreatif sangat penting bagi seorang penulis. Menulis juga bukan sekadar menuangkan ide, melainkan harus benar-benar didukung oleh kemampuan menulis yang baik pula. Menjadi penulis yang baik inilah yang harus Anda cita-citakan. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memanfaatkan semua jenis media untuk dijadikan latihan menulis. Apabila di sekolah Anda terdapat majalah dinding (mading), buletin sekolah, dan tabloid sekolah, Anda dapat gunakan semua itu sebagai media belajar menulis. Mulailah menulis dari media-media itu, sebelum Anda menulis di koran-koran umum.

Jenis-jenis Puisi Baru – Tulisan berkait dengan dua aspek penting. Pertama, berkait dengan masalah materi (isi). Kedua, berkait dengan masalah teknik kebahasaan. Menulis puisi merupakan proses kreatif yang harus dilatihkan oleh mereka yang ingin menjadi penyair. Proses kreatif harus ditumbuhkan dalam diri sendiri agar kita dapat berkarya secara baik. Dalam menulis puisi terdapat hal-hal yang harus diperhatikan, yakni pemilihan tema, diksi, rima, dan gaya bahasa. Pada pelajaran sebelumnya, Anda sudah belajar menulis puisi lama! Senang, bukan? Bagaimana kalau kita mencoba lagi? Akan tetapi, sekarang kita akan menulis puisi baru. Mari kita mulai belajar menulis puisi baru! Semoga menyenangkan! Puisi baru tidak sama dengan puisi lama. Isi, bentuk, irama, dan bentuk persajakanyang terdapat dalam puisi lama sudah berubah pada puisi baru. Terutama mengenai isi pada puisi baru, isinya pun dilukiskan dalam bahasa yang bebas dan lincah. Berdasarkan jumlah baris dalam kalimat pada setiap baitnya, puisi baru dibagi dalam beberapa bentuk puisi, yaitu: a. Sajak dua seuntai atau distikon b. Sajak tiga seuntai atau terzina c. Sajak empat seuntai atau quatrain d. Sajak lima seuntai atau quint e. Sajak enam seuntai atau sektet f. Sajak tujuh seuntai atau septima g. Sajak delapan seuntai atau oktaf atau stanza Puisi baru selain dibagi berdasarkan jumlah baris yang terkandung dalam tiaptiap baitnya, juga dibagi berdasarkan isi yang terkandung di dalamnya. Bentukbentuk puisi baru yang dibagi berdasarkan isi yang terkandung di dalamnya adalah sebagai berikut. 1. Ode, yaitu sajak yang berisikan tentang puji-pujian pada pahlwan, atau sesuatu yang dianggap mulia. 2. Himne, yaitu puisi atau sajak pujian kepada Tuhan yang Mahakuasa. Himne disebut juga sajak Ketuhanan. 3. Elegi, yaitu puisi atau sajak duka nestapa. 4. Epigram, yaitu puisi atau sajak yang mengandung bisikan hidup yang baik dan benar, mengandung ajaran nasihat dan pendidikan agama. 5. Satire, yaitu sajak atau puisi yang mengecam, mengejek, menyindir dengan kasar (sarkasme) kepincangan sosial atau ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat. 6. Romance, yaitu sajak atau puisi yang berisikan cerita tentang cinta kasih, baik cinta kasih kepada lawan jenis, bangsa dan negara, kedamaian,dan sebagainya. 7. Balada, yaitu puisi atau sajak yang berbentuk cerita. Selain bentuk-bentuk puisi di atas, pada puisi baru juga terdapat satu bentuk puisi yang lain, yaitu soneta. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat mengenai puisi baru.

Jenis-jenis Puisi Baru

h. Soneta Perkataan Soneta berasal dari kata Sonetto dalam bahasa Italia yang terbentuk dari kata latin Sono yang berarti ‘bunyi’ atau ‘suara’. Adapun syarat-syarat soneta (bentuknya yang asli) adalah sebagai berikut. • Jumlah baris ada 14 buah. • Keempat belas baris terdiri atas 2 buah quatrain dan 2 buah terzina. • Jadi pembagian bait itu: 2 × 4 dan 2 × 3. • Kedua buah kuatrain merupakan kesatuan yang disebut stanza atau oktaf. • Kedua buah terzina merupakan kesatuan, disebut sextet. • Octav berisi lukisan alam; jadi sifatnya objektif • Sextet berisi curahan, jawaban, atau kesimpulan sesuatu yang dilukiskan dalam oktaf; jadi sifatnya subjektif. • Peralihan dari oktaf ke sektet disebut volta. • Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya antara 9 dan 14 suku kata. • Rumus dan sajaknya a-b-b-a, a-b-b-a, c-d-c, d-c-d. Lama kelamaan para pujangga tidak mengikuti syarat-syarat di atas. Pembagian atas bait-bait, rumus sajak serta hubungan isinya pun mengalami perubahan. Yang tetap dipatuhinya hanyalah jumlah baris yang 14 buah itu saja. Bahkan acapkali jumlah yang 14 baris dirasa tak cukup oleh pengarang untuk mencurahkan angan-angannya. Itulah sebabnya lalu ditambah beberapa baris menurut kehendak pengarang. Tambahan itu disebut Cauda yang berarti ekor. Karena itu, kini kita jumpai beberapa kemungkinan bagan. Soneta Shakespeare, misalnya mempunyai bagan sendiri mengenai soneta-soneta gubahannya, yakni: Pembagian baitnya : 3 × 4 dan 1 × 2. Sajaknya : a-b-a-b, c-d-c-d, e-f-e-f, g-g. Demikian pula pujangga lain, termasuk pujangga soneta Indonesia mempunyai cara pembagian bait serta rumus-rumus sajaknya sendiri.

1. Puisi baru dibagi dalam beberapa bentuk, yaitu (1) sajak dua seuntai atau distikon, (2) sajak tiga seuntai atau terzina, (3) sajak empat seuntai atau quatrain, (4) sajak lima seuntai atau quint, (5) sajak enam seuntai atau sektet, (6) sajak tujuh seuntai atau septima, (7) sajak delapan seuntai atau oktaf atau stanza. 2. Bentuk-bentuk puisi baru yang dibagi berdasarkan isi, misalnya ode, himne, elegi, epigram, satire, romance, dan balada. 3. Cerita pendek (cerpen) adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa atau kejadian.

Anda telah mempelajari beberapa kompetensi pada bab bertema “Peristiwa”. Di antaranya Anda mengaitkan nilai-nilai yang ada dalam cerpen dengan kehidupan sehari-hari. Dalam cerpen “Menunggu Saat Bintang Jatuh” Anda menemukan nilai tentang hubungan anak dan ayah angkatnya yang kurang harmonis. Sang ayah tidak menyetujui hubungan anak angkatnya dengan seorang pria yang dia anggap telah menyebabkan anak dan istrinya meninggal. Padahal sebenarnya anak dan istrinya tersebut meninggal karena penyakit deman berdarah. Peristiwa dan nilai-nilai dalam cerpen tersebut pernah Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana sikap Anda jika permasalahan yang terjadi pada Anda? Jawaban dapat menjadi bahan refleksi Anda.

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Pakaian pengantin perempuan itu sangat bagus. warnanya terang dan gemerlapan dihiasi dengan jalur-jalur keemasan. Begitu juga hiasan di kepala berkilauan ditimpa cahaya lampu. Semua itu dipandang oleh Diah dengan penuh perhatian. Sebenarnya banyak yang akan ditanyakan kepada Ibu, tetapi belum ada kesempatan sebab ibu masih asyik bercakap-cakap. Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerpen di atas adalah … . a. orang pertama pelaku utama b. orang pertama pelaku sampingan c. orang pertama pelaku utama d. orang ketiga di luar cerita e. orang kedua pelaku utama 2. Pasar burung itu kecil saja. Dan semakin terasa sesak karena dipenuhi oleh burung-burung yang kian hari kian berbiak. Selain dihuni oleh para burung, pasar itu dipimpin oleh Mister Omzet dan dijaga oleh Parnoranger. Pak boss punya cita-cita, walaupun pasar itu cuma sebuah pasar burung kecil tetapi bisa berkembang menjadi pasar burung besar dan modern. Mungkin kelak akan menjadi departement store burung. “Untuk itu harus dikelola secara baik dan profesional,” begitu kata Pak Boss. Cerpen “Pasar Burung” karya La Fang

Jenis-jenis Puisi Baru Nilai yang terkandung pada penggalan cerpen di atas adalah … a. Setiap orang mempunyai angan-angan di masa depan. b. Kita tidak boleh mempunyai mimpi yang terlalu tinggi. c. Mimpi seorang bos mungkin bisa terwujud. d. Setiap orang boleh mempunyai mimpi tetapi harus melihat kemampuan. e. Kita tidak boleh berangan-angan yang tidak mungkin bisa diwujudkan. 3. Satire adalah … . a. sajak yang berisikan tentang puji-pujian pada pahlwan, atau sesuatu yang dianggap mulia b. puisi atau sajak pujian kepada Tuhan yang Mahakuasa c. sajak atau puisi yang mengecam, mengejek, menyindir dengan kasar (sarkasme) kepincangan sosial atau ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat d. sajak atau puisi yang berisikan cerita tentang cinta kasih, baik cinta kasih kepada lawan jenis, bangsa dan negara, kedamaian,dan sebagainya e. puisi atau sajak duka nestapa 4. Sajak quartrain adalah … . a. a-a b. a-b-a-b c. a-b-b d. a-a-a-a e. a-b-b-a 5. Sajak tiga seuntai disebut juga … . a. terzina b. quartrain c. distikon d. quint e. sektet

Jenis-jenis Puisi Baru B. Kerjakanlah dengan tepat! 1. Bacalah satu buah cerpen dalam surat kabar mingguan, kemudian analisislah unsur-unsur intrinsik cerpen tersebut! 2. Analisislah nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen yang telah dibaca pada soal 1! 3. Tulislah keterkaitan cerita pendek “Labirin Cahaya” dengan kehidupan sehari-hari! 4. Tulislah sebuah puisi tiga seuntai (terzina)! 5. Tulislah sebuah puisi enam seuntai (sektet)!

Mengenal Jenis-Jenis Penjernih Air Bahan Buatan

Mengenal Jenis-Jenis Penjernih Air Bahan Buatan

Mengenal Jenis-Jenis Penjernih Air Bahan Buatan

Tujuan penjernih air dari bahan buatan sama seperti penjernih dari bahan alam yaitu mendapatkan air bersih. Pengolahan air bahan buatan tetap dilakukan secara fisika melalui beberapa tahapan, yaitu penyaringan, pengendapan, absorbsi, adsorbsi, dan ditambah dengan unsur bahan buatan manusia berupa bahan kimia. Perbedaan pada bahan yang digunakan, yaitu bahan buatan contohnya tawas dan bubuk kapur.

Mengenal Jenis-Jenis Penjernih Air Bahan Buatan
Mengenal Jenis-Jenis Penjernih Air Bahan Buatan

Bahan dan Alat Penjernih Air dengan Bahan Buatan

Selain bahan alam, bahan penyaring ada yang buatan atau hasil rekayasa. Beberapa bahan buatan yang dapat digunakan untuk menyaring air adalah sebagai berikut. 62 Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester I Bahan baku untuk memproduksi arang aktif di Indonesia tersedia sangat melimpah dan dapat diperbaharui (renewable), berupa limbah serbuk gergaji, limbah potongan-potongan kayu, limbah industri kelapa sawit, tempurung kelapa, tanaman kayu hutan, aspal muda dan lain-lain. Produksi arang aktif di Indonesia masih banyak dijumpai industri arang aktif secara tradisional, proses sangat sederhana atau disebut proses bergantian (batch process) dalam skala produksi yang sangat kecil dan rendahnya kualitas, disebabkan oleh investasi dan teknologi proses yang terbatas.

a. Klorin tablet digunakan untuk membunuh kuman, virus, dan bakteri yang hidup di dalam air. b. Pasir aktif biasanya berwarna hitam dan digunakan untuk menyaring air sumur bor dan sejenisnya. c. Resin Softener berguna untuk menurunkan kandungan kapur dalam air. d. Resin Kation biasa digunakan untuk industri air minum, baik usaha air minum isi ulang maupun Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (PAMDK). e. Pasir zeolit berfungsi untuk penyaringan air dan mampu menambah oksigen dalam air. f. Pasir mangan berwarna merah dan digunakan untuk menurunkan kadar zat besi atau logam berat dalam air. g. Pasir silika digunakan untuk menyaring lumpur, tanah, dan partikel besar atau kecil dalam air dan biasa digunakan untuk penyaringan tahap awal. h. Karbon aktif atau arang aktif adalah jenis karbon yang memiliki luas permukaan yang besar sehingga dapat menyerap kotoran dalam air. i. Tawas dan kaporit yang sering digunakan di kolam renang. j. Polyaluminium Clorida (PAC), dapat mengendapkan lumpur dalam air. Penggunaan alat dan bahan buatan perlu dipelajari agar tidak menimbulkan masalah karena sifat bahan kimia untuk penyaringan tersebut.

Ketersediaan bahan kimia yang digunakan bergantung pada daerah di mana kamu berada. Penyaringan dengan bahan buatan (Aluminium Chlorohydrate) AlClOH cara kerjanya sebagai penggumpal (koagulan) pada air yang keruh sehingga partikel lumpur terikat dan diendapkan di dasar bak atau tempat penampung, air di bagian atas menjadi jernih, namun prosesnya memerlukan waktu yang cukup.

Teknik Pembuatan Alat Penjernih Air dengan Bahan Buatan

Teknik pembuatan alat penjernih air bahan buatan sebenarnya lebih mudah, yaitu dengan menyiapkan bak atau tempat penampung air kotor yang memadai dan diberi pengaduk bahan kimia, selanjutnya disiapkan bak pengendap dan penampung air bersih. Pembuatan hal tersebut pasti akan menerapkan teknik melubangi, menyambung, memotong yang baik agar alat penjernih air tidak bocor.

Prosedur Pembuatan Alat Penjernih Air dengan Bahan Buatan

Penjernihan air dengan bahan buatan biasanya digunakan pada daerah yang memiliki tingkat kekotoran air yang cukup tinggi. Kekotoran yang dimaksud seperti tercampur salah satu atau lebih bahan pencemar (polutan) seperti lumpur, zat pewarna, dan kuman dan yang lainnya Prosedur pembuatan alat penjernih air bahan buatan harus melalui tahanpan survei bahan baku air yang akan dijernihkan sehingga dapat digunakan bahan kimia yang tepat. Penggunaan bahan buatan atau kimia cukup dengan kuantitas yang sedikit dicampurkan pada tempat penampungan yang besar sehingga lebih hemat dan aman. Penggunaan bahan kimia penjernih yang berlebihan tidak dianjurkan. Endapan lumpur pencemar harus sering dibersihkan.

Berdasarkan prosedur pembuatan penjernih air dengan bahan alam dan buatan, tuliskan hasil pengamatanmu ke dalam urutan/langkah prosedur pembuatan penyaring air.