Membaca Karya Contoh Sastra Melayu Klasik

Membaca Karya Contoh Sastra Melayu Klasik

Membaca Karya Contoh Sastra Melayu Klasik

Contoh Sastra Melayu Klasik
Contoh Sastra Melayu Klasik

Contoh Sastra Melayu Klasik – Banyak jenis karya sastra yang dapat kita nikmati. Setiap jenis karya sastra memiliki ciri-ciri dan sifat yang berbeda-beda. Demikian juga dengan karya sastra Melayu klasik. Karya sastra Melayu klasik memiliki ciri-ciri khusus, tetapi secara umum memiliki kesamaan dengan karya sastra lain. Sebagai contoh, karya sastra Melayu klasik juga memiliki unsur intrinsik sebagaimana karya sastra lain, terutama yang sama-sama berbentuk prosa. Agar lebih jelas, bacalah contoh karya sastra Melayu klasik berikut!

Contoh Sastra Melayu Klasik

Hikayat Sri Rama

Maharaja Rawana dibuang ke Bukit Serendib. Di Bukit itu ia bertapa dengan cara yang paling hebat: kakinya digantung, kepalanya di bawah. Selama dua belas tahun ia bertapa. Tuhan lalu mengasihaninya dan mengirim Nabi Adam untuk menanyai apa kehendaknya. Rawana memohon empat kerajaan pada Tuhan: satu kerajaan dalam dunia, satu kerajaan pada keinderaan, satu kerajaan di dalam bumi, dan satu lagi di dalam laut. Permohonan Rawana disetujui Tuhan dengan syarat, Rawana harus memerintah dengan adil dan dilarang mengerjakan pekerjaan haram. Dalam naskah lain disebut juga dilarang mengganggu anak-isteri orang. Di kerajaannya di keinderaan, Rawana kawin dengan Puteri Nila Utama dan beranakkan Indra Jat. Genap dua belas tahun, Indra Jat dirajakan di keinderaan. Di kerajaannya yang di bumi, Rawana kawin dengan Puteri Pertiwi Dewi dan mempunyai anak Patala Maharayan. Sesudah genap umur, Patala Maharayan dirajakan di bumi. Di kerajaannya yang di dalam laut, Rawana kawin dengan Gangga Maha Dewi dan beranakkan Gangga Maha Suri. Sesudah genap umur, anak ini dirajakan di dalam laut. Di dunia, Rawana membuat sebuah negeri yang sangat indah. Negeri itu ialah Langkapuri. Maka Rawana pun menjadi raja yang adil di Langkapuri. Semua kerajaan di dalam dunia takluk kepada hukumnya. Yang masih belum takluk hanya empat buah negeri saja, yaitu Indrapuri, Biruhasa, Lekorkatakina, dan Aspaha. ……………………………………………………………………………………………………………………………….

Dasarata Maharaja, seorang raja yang gagah, pahlawan di negeri Isafa, tidak mempunyai putera. Atas nasihat seorang brahmana, baginda mengadakan acara pemujaan Homam. Tidak lama kemudian kedua permaisuri baginda pun hamillah. (Dalam Shellabear karena memakan biji geliga yang diberikan oleh seorang brahmana). Mandudari puteri yang lahir dari buluh betung beranakkan Rama dan Laksamana. Baliadari, beranakkan Beradan, Citradan dan seorang anak perempuan Kikewi Dewi namanya (anak perempuan ini tak disebut dalam Shellabear). Sri Rama adalah seorang anak raja yang terlalu elok parasnya dan gagah berani, tetapi nakal. Karena kenakalannya itu, sekalian menteri lebih senang kalau anak Baliadri, Beradan atau Citradan yang dirajakan dalam negeri. Dasarata sendiri juga pernah dua kali berjanji akan merajakan anak-anak Baliadri dalam negeri karena jasajasa gundiknya ini. Rawana mendengar bahwa Dasarata sudah memperisterikan seorang puteri yang sangat elok parasnya. Timbul keinginan untuk memilikinya (puteri itu). Rawana lalu datang dan meminta puteri itu kepada Dasarata. Dasarata tidak keberatan. Mandudari segera diberitahu hal ini. Mandudari masuk ke suatu bilik. Tidak lama kemudian keluarlah seorang puteri yang serupa dengan Mandudari, Mandudaki namanya. Puteri itu lalu dibawa pulang oleh Rawana. Seketika itu juga keluarlah Mandudari dari biliknya dan menjelaskan apa yang sudah terjadi. Puteri yang dibawa Rawana bukanlah dirinya sendiri, melainkan puteri yang dijadikan dari mengubah daki. Dasarata sangat gembira sebab istrinya tetap ada. Di samping itu, ia meminta seorang perempuan tua membawanya ke istana Rawana. Pada malam hari ia meniduri puteri itu dan dengan demikian, menjadi ayah dari anak Rawana.

Contoh Sastra Melayu Klasik

Setelah beberapa lamanya, Mandudaki pun hamillah dan melahirkan seorang puteri yang sangat elok parasnya. Puteri itu ialah Sita Dewi. Menurut ramalan ahlinujum, suami Sita Dewilah kelak yang akan membunuh Rawana. Rawana terlalu murka, mau rasanya membunuh Sita Dewi ketika itu juga. Atas rayuan Mandudaki, Sita Dewi ditaruh dalam peti besi dan dihanyutkan ke laut. Sekali peristiwa Maharisi Kali, raja negeri Darwati Purwa, bertapa di laut dan mendapatkan peti besi yang dihanyutkan oleh Rawana. Sita Dewi diselamatkannya dan dipelihara dengan baik. Tak lama kemudian, mashyurlah kepada segala alam bahwa Maharisi Kali mempunyai seorang puteri yang sangat elok parasnya. Setelah umur Sita Dewi genap dua belas tahun, Maharisi Kali mengadakan sayembara untuk memilih menantu: barang siapa yang dapat mengangkat panah yang ada di halaman rumahnya dan dapat pula memanah pohon lontar dengan sekali terus empat puluh pohon, dia akan diterima menjadi suami Sita Dewi. Banyaklah sudah anak raja yang besar-besar berkumpul di negeri Maharisi Kali. Yang tidak datang hanyalah anak-anak Dasarata. Maharisi lalu pergi menjemput anak-anak Dasarata. Dengan hati yang berat, Dasarata melepaskan Seri Rama dan Laksamana pergi mengikuti Maharisi Kali ke negeri Darwati Purwa. Dalam perjalanan, Rama sudah menunjukkan keberaniannya. Raksasa Jagina (Sh. Jekin), badak, naga (ular) yang selalu mengganggu perjalanan manusia habis ditewaskan. Sayembara dimulai. Tetapi tidak seorang pun anak raja yang dapat dengan sekali panah, menerusi empat puluh pohon lontar. Rawana sendiri hanya dapat menerusi tiga puluh delapan pohon saja. Akhirnya, dengan tenang Rama masuk ke dalam gelanggang sayembara. Dengan sekali panah saja, keempat puluh pohon lontar teruslah semuanya. Bukan main terkejutnya anak-anak raja yang berkumpul di situ. Dengan demikian, Rama pun beroleh Sita Dewi sebagai isteri. Untuk mencoba kearifan Rama, Maharisi Kali menyembunyikan Sita Dewi dalam rumah berhala pula. Ia mengatakan kepada Rama bahwa Sita sudah hilang. Dengan mudah saja, Rama menemukan Sita kembali. Dalam perjalanan pulang pula, ada empat orang anak raja yang putus asa mencoba menghalangi Rama. Tetapi, semuanya dapat dikalahkan oleh Rama. Segala persiapan sedang diadakan untuk menabalkan Rama dalam negeri. Si Budak Bungkuk menghasut Baliadri menuntut Dasarata supaya menunaikan janjinya, yaitu menabalkan anak-anak Baliadri. Apa daya, kata raja tak dapat diubah maka terpaksalah Dasarata mengabulkan permohonan Baliadri. Rama dan Sita, bersama-sama Laksamana lalu meninggalkan negeri dan pergi bertapa di dalam hutan.

Contoh Sastra Melayu Klasik

Sementara itu, pembinaan jambatan (titian) hampir selesai. Gangga Mahasura, anak Rawana, berusaha membinasakan titian itu. Tetapi, semua ikan dan ketam yang dikirimkan untuk melaksanakan tugas itu, habis dibinasakan oleh Hanuman. Rawana mulai gentar dan berunding dengan saudara dan menteri-menterinya tentang serangan Rama yang bakal datang itu. Bibusanam, menteri yang tua, mengusulkan supaya Sita dikembalikan kepada Rama. Rawana marah dan mau membunuh Bibusanam yang terpaksa melarikan diri dan menyerah diri kepada Rama. Anak-anak Rawana, Indra Jat dan Kumbakarna juga menganjurkan supaya Sita dikembalikan saja. Rawana tetap berkeras. Akhirnya, peperangan pun berlangsung. Anak-anak Rawana satu demi satu gugur di medan perang. Mulamula Buta Dapat, kemudian Patala Maharayan, kemudian Indra Jat dan akhirnya Mula Patani. Selepas itu, keluarlah Rawana sendiri. Sesudah peperangan sengit, berpanah-panahan, akhirnya Rawana tewas juga. Dengan demikian, berakhirlah peperangan antara Rama dengan Rawana. Masuklah Rama ke dalam kota Langkapuri. Rama tidak mau menerima Sita kembali, takut kalau-kalau Sita sudah diperkosa oleh Rawana. Sita membuktikan kesuciannya dengan duduk di dalam api yang menyala. Akhirnya, berkumpullah Rama dan Sita kembali. ……………………………………………………………………………………………………………………………….

Di tempat Maharisi Kala, Sita melahirkan seorang anak, Tilawi (Sh. Lawa) namanya.

Contoh Sastra Melayu Klasik – Sekali peristiwa, Maharisi Kala membawa Tilawi berjalan-jalan. Tilawi tersesat jalan dan kembali sendiri ke tempat ibunya. Maharisi Kala takut kalau-kalau Tilawi sudah hilang, lalu memuja lalang. Dengan seketika terjadilah seorang anak lakilaki yang mirip dengan Tilawi. Anak tersebut diberi nama Kusa. Sesudah besar, Tilawi dan Kusa menjadi anak muda yang gagah berani. Banyak raksasa yang dibunuh mereka. Sesudah beberapa lama, Rama pun sadar akan kesalahannya dan meminta Sita kembali. Setelah Sita Dewi pulang, segala mergastua pun berbunyi kembali dan Kikewi Dewi datang meminta ampun kepada Sita. Tilawi dikawinkan dengan Puteri Indra Kusuma Dewi, anak Indra Jat, dan dirajakan di dalam negeri Durja Pura. Kusa dikawinkan dengan Gangga Surani Dewi, anak Gangga Mahasura, dan dirajakan di dalam negeri Langkapuri. Setelah beberapa lama, Rama membuat negeri di tempat orang bertapa. Negeri itu dinamainya Ayodhya Pura Negara. Sesudah empat puluh tahun lamanya hidup bersuka-sukaan dengan Sita dalam pertapaan maka Sri Rama pun kembalilah dari negeri yang fana ke negeri yang baka. Dikutip dari cerita Hikayat Sri Rama, menurut naskah Roorda dan Shellabear dan disarikan oleh Liaw Yock Fang. Dikutip tanpa pengubahan kebahasaan.

Contoh Sastra Melayu Klasik

Membuat Karya Tulis Musik Kreasi

Membuat Karya Tulis Musik Kreasi

Membuat Karya Tulis Musik Kreasi

Apa yang kamu persiapkan untuk menulis karya tulis musik kreasi? Untuk membuat suatu tulisan kita tidak luput dari pemahaman musik itu sendiri. Kata musik sering kali diucapkan orang, di setiap daerah orang mengenal musik, disaat apapun musik dapat terdengar dalam kehidupan seharihari.

Hal tersebut dikarenakan musik selalu menjadi bagian dari kebutuhan hidup manusia, musik dapat menjadi sebuah media untuk berkreasi, sebab hidup tanpa musik terasa hampa dan sunyi. Di berbagai wilayah di muka bumi ini, terdapat jenis dan ragam karya seni yang berbeda, baik musik tradisional yang dikenal dengan sebutan musik daerah, maupun seni mancanegara.

Sesuai dengan peran dan fungsinya, musik dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan estetis. Musik juga media dalam berkomunikasi mulai dari kegiatan yang bersipat sakral untuk upacara ritual, hiburan, sampai pada pergelaran dan pertunjukan, dan yang lebih utama musik dapat dipergunakan untuk media pendidikan.

Menurut sifat dan keragamannya, musik daerah yang merupakan kekayaan budaya bangsa memiliki karakteristik identitas daerah masing-masing yang berbeda dari setiap daerah. Seni musik selain sebagai identitas daerah juga dapat menjadi identitas bangsa yang mampu menarik perhatian para wisatawan mancanegara, dan akan lebih indah manakala ragam musik daerah tersebut dapat didokumentasikan dalam bentuk karya tulis.

Bagaimanakah gagasan-gagasan kamu terhadap munculnya karya seni musik, dan seni musik apa yang akan kamu tulis? Ada hal penting lainnya yang dapat mempengaruhi hal tersebut, yaitu sistematika dan tata tulis, penulisan tanda baca, tata kalimat, tata letak dalam unsur grafika, estetis, dinamis, dan menarik, serta tipografi untuk pemahaman tingkat keterbacaan.

Pergelaran Karya Musik Kreasi

Apa yang Anda bayangkan untuk membuat pergelaran karya musik kreasi di sekolahmu? Jika kita ingin menyelenggarakan pergelaran seni musik berhasil dengan baik, seharusnya kita memperhatikan beberapa aspek dalam skema diagram berikut

Membuat Karya Tulis Musik Kreasi
Membuat Karya Tulis Musik Kreasi

1. Perencanaan Pergelaran 

Pada dasarnya setiap kegiatan yang akan dilakukan, tentu saja harus dilandasi oleh perencanaan yang matang, sehingga sasaran yang dituju dapat tercapai secara efektif dan efisien. Perencanaan adalah merupakan kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam suatu kegiatan, selain merupakan langkah awal bagi suatu kegiatan, juga merupakan bentuk pedoman dalam melaksanakan suatu kegiatan yang dijadikan sebagai acuan juga sebagai titik tolak dalam pelaksanaannya.

Karya Tulis Musik Kreasi

Perencanaan adalah merupakan program kerja sama antara pimpinan dengan rekan kerja dalam suatu kelompok. Perencanaan harus menggambarkan keberhasilan, dan mempertimbangkan perubahan yang mungkin dihadapi, serta mempunyai tujuan yang pasti.

a. Menentukan Tema Pergelaran

Sebelum tema ditentukan, terlebih dahulu harus menentukan tujuan pergelaran, dimana isi dari pergelaran itu akan menampilkan hasil karya kamu atau hanya dalam rangka kegiatan lain. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah, yang terpenting sesuai dengan program kegiatan sekolah, pemeritah juga masyarakat. Ada beberapa contoh dari tema pergelaran musik di sekolah seperti berikut.

• Perlombaan, Festival, Kontes. • Konser musik ansamble, Festival Gamelan, Orkes shymphony, Big Band

• Paduan Suara, Vokal grup, Layeutan Suara, Koor, Rampak Sekar, Mamaos, Tembang, Anggana sekar

• Kontes musik (Dangdut, Pop)

b. Menentukan Rencana Kegiatan

Seperti telah diungkapkan bahwa suatu kegiatan harus betul-betul di rencanakan dengan baik. Perlu kita perhatikan hal-hal penting sebelum kegiatan berjalan, yaitu mulai dari persiapan pergelaran, tema pergelaran, jenis pergelaran, juga tempat dan waktu pergelaran.

• Tema harus diolah dengan baik, agar pergelaran tersebut dapat diterima dan menarik simpatik penonton.

• Jenis kegiatan harus sesuai, bukan saja sesuai dengan bidangnya, namun juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekitarnya.

• Tempat pergelaran, dapat dilakukan di sekolah atau di luar sekolah, ini bisa dilihat dari tema dan jenis pergelaran.

• Waktu pergelaran, dapat disesuaikan dengan program pendidikan.

Sebelum melangkah pada penyusunan program pergelaran, terlebih dahulu harus dapat menyelesaikan tahapan kegiatan berikut.

(1) Tahapan-tahapan yang dipersiapkan, seperti: – Mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk pergelaran – Penganalisaan terhadap data yang telah dikumpulkan – Menyeleksi data-data yang telah disiapkan.

(2) Tahapan-tahapan penyusunan – Perumusan dari tujuan yang telah disepakati – Alat atau media serta metode yang akan digunakan.

c. Menyusun Program Pergelaran.

Dalam penyusunan program pergelaran diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk merumuskan kegiatan yang akan di tampilkan. Buatlah kelompok khusus untuk ditugasi menyusun program pergelaran ini, kemudian setelah selesai lalu disampaikan kepada semua komponen yang terlibat dalam kegiatan ini.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada waktu pentas berjalan, hendaknya pada waktu proses penyusunan program kegiatan semua perencanaan yang akan dipergelarkan disinggung kembali mulai dari tema sampai keamanan.

d. Menentukan Tempat Pergelaran.

Dalam menentukan tempat pergelaran dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu pergelaran didalam kelas, pergelaran di Sekolah, dan pergelaran di luar sekolah atau umum, perlu di iketahui bahwa untuk pergelaran tikat Sekolah Dasar mungkin hanya bisa dilakukan di lingkungan sekolah saja.

Dalam pergelaran di luar sekolah atau umum pelaksanaannya dapat dibagi menjadi dua macam pertunjukan, yaitu (1) Pergelaran terbuka dan (2) Pergelaran tertutup 1) Pergelaran terbuka Pergelaran ini dilakukan ditempat yang lebih luas dengan jumlah penonton tidak terbatas, seperti lapangan olah raga, alun-alun. Di tempat seperti ini penataan panggung lebih leluasa namun penjagaan harus sangat ketat, karena keributan sangat mungkin terjadi. 2) Pergelaran tertutup Pergelaran ditempat tertutup adalah kebalikan dari pergelaran di tempat terbuka, seperti penataan panggung sangat terbatas, penontonnya terbatas, namun juga dalam segi keamanan tidak perlu terlalu ketat. Ada beberapa contoh panggung yang bisa dipergunakan untuk pergelaran musik, sebagai berikut:

a) Panggung prosenium: ialah suatu bentuk tempat pentas yang hanya dapat dilihat oleh penonton dari satu arah ( satu sisi ), bentuk ini dibatasi oleh penyekat yang memisahkan tempat untuk penonton dan menempatkan lantai panggung lebih tinggi dari tempat penonton. Ada beberapa keuntungan lain dari bentuk panggung prosenium, yaitu :

• Pengaturan tempat duduk bagi penonton mudah kita atur

• Mudah keluar masuk bagi penonton

• Konsentrasi penonton akan tertuju pada satu arah. Sedangkan kekurangan bentuk panggung prosenium adalah sebagai berikut:

• Komunikasi antara penonton dan yang ditonton akan terasa sulit, karena adanya jarak antara tempat pentas dan tempat penonton.

• Penonton yang ada dibagian belakang kurang jelas melihat kearah yang ditonton.

b) Bentuk Pergelaran Setengah Arena, adalah bentuk panggung dimana penonton dapat melihat totonannya dari tiga arah. Keuntungan dari tempat pergelaran setengah arena adalah :

• Terjadinya komunikasi antara penonton dan yang ditonton

• Panggung akan kelihatan, sehingga liku-liku dari dekorasi tempat pentas akan terlihat jelas.

• Bloking dapat terlihat oleh penonton.

• Kerugiannya dari tempat pergelaran setengah lingkaran antaralain

• Biasanya kadang-kadang konsentrasi dari pemain terganggu, karena jarak yang terlalu dekat dengan penonton.

• Pengaturan dekorasi sedikit sulit.

c). Tempat pergelaran bentuk Arena, bentuk ini memerlukan tempat yang luas, penonton dapat melihat tontonannya dari empat penjuru. sedangkan keuntungan dan kerugiannya sama dengan pergelaran setengah arena.

e. Membentuk Organisasi

Jika kita melaksanakan suatu kegiatan tentunya memerlukan suatu wadah, demikian juga pada pergelaran musik, tentu saja yang dibutuhkan adalah suatu organisasi.

Karya Tulis Musik Kreasi

Cara Apresiasi Karya Musik

Cara Apresiasi Karya Musik

Cara Apresiasi Karya Musik

Musik mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari janin di dalam perut sampai kita menjadi dewasa dan tua bisa memanfaatkan musik tersebut. Sehingga tidak heran bila dunia musik selalu berkembang seiring dengan kebutuhan umat manusia.

Cara Apresiasi Karya musik
Cara Apresiasi Karya musik

Apa yang Anda ketahui tentang perkembangan karya musik kreasi?

1. Perkembangan Musik 

Cara Apresiasi Karya Musik – Musik tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan hidup manusia. Jika ditinjau dari bentuk kekaryaannya, musik dapat dibedakan berdasarkan waktu atau zamannya. Sebagaimana diketahui ada beberapa contoh perkembangan musik yang berkembang di dunia pendidikan sebagai berikut:

a. Era Kuno (Zaman Kuno) Musik Barat awal terbentuk oleh tiga komponen budaya meliputi;

1) Timur Tengah dan Mesir Kuno Timur Tengah dan Mesir Kuno (daerah Mesopotamia di sekitar sungai Tigris dan Euphrate yang didiami suku-suku bangsa Sumeria, Babylonia, dan Assyria) meninggalkan artefak gambar-gambar instsrumen musik yang sudah lengkap (idifon, aerofon, kordofon, dan membranofon) untuk meminkan himne yang diukir pada batu tahun 800 SM.

Lima ratus tahun kemudian Bangsa Mesir melakukan hal yang sama, sedangkan bangsa Yahudi tercatat sejak tahun 2000 SM dan didokumentasikan dalam Kitab Pejanjian Lama yang lebih berkembang karena kemudian diadobsi dan diadaptasikan dalam liturgi agama Kristen. Tradisi peribadatan Yahudi di Synagogue (kuil) berupa gaya menyanyi silabis dan melismatis hingga kini tetap digunakan di seluruh dunia.

2) Yunani Kuno Yunani Kuno, merupakan budaya yang paling berpengaruh pada perkembangan musik di Barat melalui bangsa Romawi yang menaklukkan mereka tetapi sekaligus banyak mengadobsi budayanya. Sejarah Yunani baru mulai sekitar tahun 1000 SM tetapi segera mempengaruhi bangsa-bangsa sekitarnya. Dua dewa yang paling dipuja bangsa Yunani Kuno adalah Apolli dan Dionysus. Pemuja Apollo, memainkan instrumen musik berdawai kithara sejenis lyre adalah kaum yang berwatak objektif terhadap ekspresi, sederhana dan jernih. Sebaliknya pengikut Dionysus suka meminkan instrumen tiup seperti aulos yang bersifat subjektif dan emosional.

3) Romawi Kuno Bangsa Romawi Kuno memperoleh musik dari Yunani. Selama lebih dari lima abad, Roma memerintah wilayah Eropa (kecuali Jerman), Inggris, Afrika Utara dan daerah Turki.

Oleh karena itu, kebudayaan Romawi Kuno banyak dipengaruhi oleh daerah Yunani, begitu juga dalam hal musik. b. Era Abad Pertengahan (Medieval Era) 600-1450 Pada masa ini kehidupan dan seni ditujukan untuk pelayanan gereja. Musik hanya untuk keperluan ibadat. Mewarisi modus-modus Yunani, bangsa Romawi yang Kristen mengembangkan modus-modus gereja sebagai sistem tangga nada yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai peribadatan Kristen. Standarisasi dalam berbagai lapangan pengetahuan juga terjadi dalam musik, biarawan dan teoretikus musik Guido.

Cara Apresiasi Karya Musik

c. Era Renaissance (1450-1600)

Pada zaman ini vokal lebih dipentingkan daripada instrumen, sehingga komposer lebih memperhatikan syair atau lirik untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi lagu. Ciri khas musik renaissance :

(1) Acappella, bernyanyi tanpa diiringi instrumen dengan teknik dan harmonisasi yang bagus.

(2) Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem.

(3) Melodi dan tekstur musik masih menggunakan modus-modus sebelumnya, tetapi akord-akord mulai disusun dengan cara menghubungkan melodi-melodi yang menghasilkan konsonan atau disonan.

(4) Komposisi solo dengan iringan ansambel instrumental.

(5) Menggunakan teknik-teknik permainan instrumen yang idiomatis seperti ritme-ritme beraksen kuat, nada-nada yang diulang-ulang, wilayah nada semakin luas dan panjang, nada-nada yang ditahan dan frase-frase, dan banyak ornamentasi melodi. Komponis-komponis pada zaman renaissance antara lain Josquin des Pres, Orlandus Lassus, William Byrd, Giovanni Pierluigi, dan Palestrina.

d. Era Barok dan Rakoko Bukti adanya kemajuan pada zaman pertengahan, yakni ditandai dengan lahirnya beberapa jenis aliran musik seperti Barok dan Rakoko. Kedua musik ini hampir sama sifarnya yakni adanya pemakaian ornamentik. Perbedaan-perbedaan pokok antara Gaya Barok dan Gaya Rakoko yakni : (1) Bas tidak lagi terdapat sebagai suara yang bebas, tekstur polifonik berangsur-angsur menjadi homofonik, yakni (melodi dan iringan akor dalam satu komposisi)

(2) Pemakaian Kontinuo masih berfungsi dalam musik Gerejawi. (3) Pada Zaman Barok motif yang pendek diperpanjang melalui kontrapung dan sekuens, dalam Zaman Rokoko melodi-melodi berbentuk dalam frasefrase sepanjang 6 birama daengan banyak kadens. (4) Gaya Rokoko melodinya kontras terjadi perubahan nuansa. Komponis-komponis dari musik zaman Barok dan Rakoko antara lain Johan Sebastian Bach, Antonio Vivaldi, dan George Frideric Handel.

e. Era Klasik (1750-1820) Sejarah musik klasik dimulai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rakoko. Adapun ciri-ciri musik pada zaman klasik antara lain: (1) Penggunaan dinamika dari keras menjadi lembut, crescendo dan decrescendo (2) Perubahan tempo dengan accelerando dan ritartdando (3) Pemakaian arnamentik dibatasi (4) Penggunaan akor 3 nada Komponis pada zaman klasik antara lain W.A.Mozart, Beethoven dan J. Haydn.

f. Era Romantik (1820-1900) Musik pada zaman ini menggambarkan nasionalisme, lebih universal, pada komposisi orkestra terdapat tambahan pemakaian cymbal, triangle dan harpa. Ciri dari musik Romantik antara lain: (1) Musik emosional, subjektif, nasionalis, individual, eksotis, melarikan diri dan bahkan tidak rasional. (2) Gaya romantik sangat ditentukan oleh komposer yang memperkaya sumber-sumber inspirasi dan sumber-sumber material bagi komposisi mereka. (3) Orkestra, musik piano, solo vokal dengan iringan piano. (4) Opera dijadikan sebagai jenis musik utama. Komponis pada zaman Romantik antara lain J. Brahms Corbis, F. Chopin, dan F. Mendelssohn.

g. Era Kontemporer 1900-Sekarang Periode ini dalam sejarah musik sering disebut sebagai periode Modern sejak tahun 1900 sebagai titik awalnya. Era kontemporer musik dipicu oleh peran komposer-komposer Romantik yang mengembangkan gaya nasionalistik terutama yang berkembang di negara-negara Eropa Timur. Adapun ciri-ciri dari musik kontemporer sampai sekarang antara lain sebagai berikut: (1) Nasionalisme (2) Tema tentang alam, kepahlawanan, cinta, tragedi, mistik, kelucuan dan sesuatu yang eksotis (3) Claude Debussy dan Maurice Ravel mereka adalah komposer Perancis yang mengawali periode kontemporer dengan gaya impresionisme (4) Pola ritme yang tak terbentuk, tangga nada whole-tone, konsep tentang hubungan bebas pada harmoni-harmoni berdekatan, dan tekstur-tekstur kalaedokopik dari impresionisme musikal. Komponis yang terkenal pada era kontemporer sampai sekarang antara lain: Bella Bartok, G. Gerswhin, C. Debussy.

Cara Apresiasi Karya Musik