Kasih yang Tidak Membedakan

Kasih yang Tidak Membedakan

Kasih yang Tidak Membedakan

Kasih yang Tidak Membedakan
Kasih yang Tidak Membedakan

Karena manusia adalah citra Allah, maka idealnya semua manusia diperlakukan sebagaimana manusia memperlakukan Allah. Dengan demikian tidakan diskriminatif atas dasar apapun seharusnya tidak terjadi. Tetapi dalam kenyataannya masih banyak tidakan yang diskriminatif itu. Di banyak tempat, seseorang akan lebih dihargai bila ia mempunyai kedudukan atau pangkat tinggi, ia seorang yang kaya raya, atau karena ia berpenampilan rapi, dan sebagainya. Hal ini tidak sejalan dengan pandangan dan ajaran Yesus Kristus. Selama hidup-Nya Yesus selalu berjuang agar setiap orang diperlakukan secara bermartabat dan dikasihi tanpa harus dilihat pangkat derajatnya atau kedudukannya. Setiap orang harus dikasihi, bahkan musuh sekali pun. Cinta kepada manusia harus mampu menembus berbagai macam perbedaan ras, suku, agama, jenis kelamin, sebagaimana Tuhan lakukan kepada manusia. Dalam pelajaran ini kamu akan memperluas wawasan dan menemukan segi kedalaman iman Kristiani tentang cinta yang selalu terarah pada orang lain, yang sesuai dengan teladan Yesus, yaitu cintai tanpa membedakan.

Doa

Allah, Bapa kami yang bertahta dalam kerajaan surga. Dalam kehidupan kami, masih sering dijumpai orang yang membeda-bedakan dalam berteman. Hadirlah ditengah-tengah kami ya Bapa, bantulah kami memahami sabda Putera-Mu, untuk mengasihi sesama kami tanpa pilih-pilih. Bantulah kami untuk dapat melaksanakan sabda Putera-Mu, sehingga tercipta kedamaian yang kami dambakan, sesuai dengan kehendak-Mu sendiri. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.

Perlakuan dan Cinta Diskriminatif yang Memprihatinkan

Masih ditemukan kebiasaan kita mengukur martabat seseorang berdasarkan penampilan. Orang yang berpenampilan rapi lebih dihormati, lebih dilayani, dibandingkan dengan yang berpenampilan biasa-biasa saja. Berikut penuturan pengalaman Bapak Anton.

Hanya Gara-gara Penampilan

Suatu hari Bapak Anton pergi ke satu kota dengan seorang Pastor hendak memberi penataran. Mereka pergi berdua menggunakan sebuah mobil yang dipinjamkan salah seorang mantan murid Pastor waktu di seminari. Bapak Anton duduk di depan di samping Pastor Frans yang menyetir mobilnya. Tetapi guru-guru belum pernah mengenal Pak Anton mau pun Pastor Frans. Saat tiba di halaman gedung tempat penataran, guru-guru sudah berkumpul menunggu. Mereka berdua turun dari mobil mendekati para guru itu.Tetapi yang mengherankan, guru-guru itu hanya menyalami Bapak Anton. Mereka mengira Bapak Anton itu Pastor. Mereka bahkan tak segan-segan mencium tangan Bapak Anton yang dikira Pastor itu, bahkan ada yang meminta diberkati. Pastor Frans yang berdiri tidak jauh dari pak Anton, diabaikan oleh guru-guru karena disangka hanya sopir. Karena terlanjur dianggap Pastor, Bapak Anton pun makin berpurapura mejadi pastor. Ketika dari mereka bertanya: “Lho, pembicara satu lagi Pak Anton mana?” Maka Pastor gadungan itu menjawab dengan santai:”Ia tadi telpon ke saya terlambat datang. Nanti akan menyusul, dia masih dalam perjalanan” Beberapa guru lain sibuk membuatkan kopi dan mengajak duduk untuk bercakap-cakap dengan Pak Anton. Sementara Pastor Frans duduk sendiri tidak ada yang menemani. Ketika pertemuan dimulai Bapak Anton meminta Pastor Frans untuk memulai acara sekaligus memperkenalkan diri. Pada saat itulah guruguru itu terkejut. Ternyata yang mereka duga sopir itu adalah Pastor Frans. Seorang peserta lalu berbicara: “Mohon maaf, kami menyangka Pak Anton itu Pastor Frans, dan Pastor itu sopir. Sekali lagi mohon maaf”. Pastor Frans pun hanya tersenyum.Ia tidak marah sedikitpun. Hanya saja dalam hatinya ia merasa prihatin.

Kejadian di atas merupakan satu saja dari sekian banyak kasus lainnya. Sekarang coba berdiskusi dengan teman-teman lain untuk membahas beberapa hal berikut! Cari contoh-contoh kasus yang menunjukkan perlakuan seseorang yang diskriminatif terhadap kesukuan, ras, agama, budaya, penampilan, jabatan, dan sebagainya. Kamu dapat mencarinya di koran, buku-buku perpustakaan atau internet. Beri komentarmu atas kasus-kasus tersebut !

Yesus Mengajarkan Kasih tanpa Membedakan

Semasa hidup-Nya Yesus menghadapi situasi manusia yang secara sosial memprihatinkan. Dalam masyarakat Yahudi pada saat itu, ada berbagai macam pandangan yang mengkotak-kotakkan manusia yang satu dengan yang lain. Ada orang yang mengganggap dirinya suci, ada yang dianggap kelompok pendosa. Kelompok orang suci tidak boleh bergaul atau mendekati orang berdosa jika ia tidak mau ketularan dosa. Ada kelompok orang yang menggangap dirinya paling baik dan benar di hadapan Allah, ada yang dianggap kafir dan tidak layak disebut anak Allah, dan sebagainya. Yesus berjuang menghancurkan sekat-sekat itu sebagaimana tampak dalam kisah Orang Samaria yang baik hati. Bacalah dan renungkan kutipan Injil: Luk 10: 25-37 berikut ini:

Luk 10: 25-37)

25Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 26Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kau baca di sana?” 27Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

28Kata Yesus kepadanya: “Jawabanmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” 29Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?” 30Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulnya dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati. 31Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 32Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33Lalu datang seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiramnya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 36Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” 37Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Diskusikan dalam kelompokmu tadi beberapa pertanyaan berikut ini!

a. Bagaimana situasi hidup pada zaman Yesus menurut bacaan tadi? ………………………………………………………………………………………………………..

b. Apa kritik yang hendak disampaikan Yesus melalui perumpamaan tersebut? ………………………………………………………………………………………………………..

c. Apa yang dikehendaki Yesus berdasar kisah yang disampaikan Yesus? ………………………………………………………………………………………………………..

d. Cari contoh sikap dan tindakan Yesus dalam Kitab Suci dalam upayanya mengikis sikap mengasihi secara pilih-pilih! ………………………………………………………………………………………………………..

e. Bagaimana mewujudkan cinta yang tanpa pilih-pilih dalam kehidupan sehari-hari? ………………………………………………………………………………………………………..

Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar.

Refleksi dan Aksi

Yesus memberikan teladan kepada kita, bahwa Ia mengasihi semua orang tanpa membedakan. Kasih yang tanpa membedakan ini, memungkinkan terjadinya kehidupan yang penuh dengan kedamaian. Berdasarkan pengalaman belajar kamu hari ini, nilai apa yang kamu peroleh dalam pelajaran hari ini? Kebiasaan mana yang menjadikan kita mengasihi tanpa membedakan? Apa teladan yang telah Yesus tunjukkan dalam hal cinta tanpa membedakan ini? Apa kebiasaan yang akan kamu usahakan untuk mewujudkan kasih yang tak membedakan ini? Setelah mengikuti proses di atas, tuliskan hasil refleksi tersebut di buku catatanmu!

Doa Marilah kita mengakhiri kegiatan belajar dengan mengungkapkan doa bersama-sama! Allah, Bapa kami yang Mahakasih, Engkau telah mengajarkan kepada kami untuk mengasihi sesama tanpa membedakan. Bantulah kami ya Bapa, agak kami mampu untuk mewujudkan kasih, seperti yang dikehendaki oleh Yesus Putera-Mu.

Bantulah kami ya Bapa, agar kami mampu menghilangkan keegoisan kami dan kelemahan manusiawi kami, sehingga kami mampu mengasihi sesama tanpa membedakan satu dengan yang lain. Semua ini kami haturkan kehadirat-Mu ya Bapa, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan juru selamat kami. Amin

Remaja pada umumnya memiliki tokoh yang diidolakan dalam hidup. Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang yang terkenal, rupawan, dan berprestasi. Dengan memiliki tokoh idola, kita dapat menjadikan tokoh idola sebagai acuan dalam kehidupan. Tokoh idola dapat menjadi semacam inspirasi, motivasi dan pendorong semangat dalam setiap segi kehidupan. Bagaimana dengan Yesus? Apakah kita saat ini mengidolakan Yesus? Remaja SMP merupakan remaja yang masih mencari tokoh idola. Dengan pelajaran kita semakin mengenal Yesus secara lebih luas dan lebih mendalam, sehingga memungkinkan kita untuk menjadikan Yesus sebagai tokoh idola.

Yesus yang Berbelas Kasih

Yesus yang Berbelas Kasih

Yesus yang Berbelas Kasih

Yesus yang Berbelas Kasih
Yesus yang Berbelas Kasih

Kalau kamu mencari data tentang kondisi sosial negara kita, maka sangat mengherankan bahwa angka kemiskinan makin bertambah.Kenyataan itu dapat kamu lihat dengan makin banyak pengemis, gelandangan, anak-anak kecil yang mengamen atau membersihkan kaca mobil tersebar di jalanan, banyak orang mengalami kekurangan makan dan gizi, banyak orang tidak mampu memberikan pengobatan anggota keluarganya, banyak orang terpaksa tinggal di gubuk-gubuk karena tak mampu membangun rumah, dan sebagainya. Dengan kata lain, makin banyak orang yang ada di sekitarmu yang miskin dan menderita yang membutuhkan pertolongan sesamanya. Siapa yang harus menolong mereka ? Situasi yang serupa dihadapi Yesus semasa hidupnya. Banyak warga masyarakat di sekitar Yesus yang hidup dalam kemiskinan. Menghadapi situasi tersebut, Yesus tidak pertamatama menyalahkan pemerintah. Ia selalu “tergerak hatiNya” untuk menolong siapun yang dijumpai atau yang datang kepadaNya. Melalui pelajaran ini, kamu akan belajar dari Yesus yang berbelas kasih kepada orang-orang yang miskin, menderita dan tertindas. Dengan demikian dalam kehidupan sehari-hari kamu pun menjadi pribadi yang mudah tergerak oleh belas kasihan untuk senantiasa menolong mereka yang miskin, menderita dan tertindas itu sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki.

memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Doa Tuhan Allah Bapa kami yang penuh kasih, Engkau senantiasa memberikan berkat kepada kami, Namun kami sering masih egois, kami masih kurang peduli pada sesama kami. Engkau memberikan berkat secara cuma-cuma pada kami, namun kami begitu pelit untuk berbagi. Bukalah hati dan pikiran kami, ya Bapa, agar kami mampu memahami ajaran Yesus Putera-Mu, Untuk senantiasa mengasihi-Mu melalui sesama kami. Buatlah kami mampu untuk melawan keegoisan kami, dan mampukan kami meneladan Putera-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin

1. Pengalaman Mendapat Belas Kasih

Ada saat di mana kita merasa tidak berdaya, dan pada saat itulah kita membutuhkan pertolongan dan belas kasih dari sesama. Mendapatkan pertolongan atau belas kasih dari sesama dapat menjadi awal untuk mau membantu sesama yang membutuhkan. Lakukan hal-hal berikut ini!

1. Cobalah untuk hening, memejamkan mata, dan mengingat satu peristiwa yang pernah kamu alami. Pilihlah salah satu peristiwa, saat kamu pernah merasa sedih atau menderita dan pada waktu itu kamu mendapatkan pertolongan dari orang yang mengasihimu. 2. Ingatlah kembali peristiwa itu, rasakan kembali peristiwa itu dalam keheningan. Bagaimana perasaanmu waktu itu?

3. Tuliskan pengalamanmu itu dalam selembar kertas! 4. Bagikan pengalamanmu itu kepada temanmu di dalam kelompok!

2. Kita Dipanggil untuk Berbelas Kasih

Begitu banyak kita jumpai di sekitar kita, keadaan dan kondisi sesama yang mengalami berbagai penderitaan seperti tampak pada gambar. Apapun alasan dan penyebabnya, mereka pantas untuk mendapatkan belas kasih dari sesama yang memiliki dan berkecukupan. Sudahkah saya peduli dan berempati kepada mereka? Setelah mengamatinya, diskusikan dengan teman-temanmu halhal yang dapat kamu lakukan untuk berbelas kasih terhadap sesama.

Belajar dari Yesus yang Berbelas Kasih 

Lukas 6:27-37 27

”Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan aku, Aku berkata: Kasihanilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang membenci kamu; 28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. 29Barang siapamenampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barang siapa yang menagambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. 30Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kempbali kedapa orang yang mengambil kepunyaanmu. 31Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian kepada mereka. 32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun berbuat demikian. 34Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. 35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan ounjamkan dengan tidak mengharapkan belasan, maka upahmu akan besar dan kamu menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. 36Hendaklah kamu murah hati, sama seoertu Bapamu adalah murah hari.” 37”Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.”

Marilah kita belajar dari Tuhan Yesus dalam berbelaskasih kepada sesama yang menderita. Pertanyaan Pendalaman a. Berdasarkan bacaan tadi, seperti apa kasih yang dikehendaki Yesus? b. Sikap apa saja agar dapat melaksanakan kasih seperti yang dikehendaki Yesus itu?

Lukas 7:11-17 11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain Muridmurid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.” 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya

c. Bagaimana mewujudkan kasih seperti yang dikehendaki Yesus itu dalam kahidupan sehari-hari dirumah dan di sekolah?

• Setelah membaca teks Kitab Suci tersebut, tanyakanlah hal-hal yang belum dapat kamu pahami! • Kemudian jawab beberapa pertanyaan berikut ini ddalam buku catatanmu! 1. Tindakan belas kasih apa yang dilakukan oleh Yesus? Mengapa Yesus mau melakukan itu? 2. Menurutmu, bagaimana perasaan ibu dari pemuda di Nain tersebut? Mengapa? 3. Tindakan belas kasih apa lagi yang telah dilakukan oleh Yesus kepada orang yang menderita? 4. saat kamu dapat melakukan tindakan belas kasih pada sesama yang menderita, bagaimana perasaanmu ketika melihat kegembiraan dari orang itu? Mengapa? 5. Apakah benar ungkapan bahwa “setiap pertolongan orang lain, mam pu mendorong orang untuk bersyukur kepada Allah”? Berikan penje lasan! Agar dapat saling melengkapi komunikasikan jawabanmu dengan temantemanmu!

Refleksi dan Aksi

Di tengah masyarakat kita, sering kita jumpai berbagai bentuk penderitaan yang dialami oleh orang. Begitu memprihatinkan keadaan mereka. Setelah kita belajar dan mengetahui sikap Yesus yang penuh belas kasih, apa yang dapat kita lakukan untuk mereka yang menderita? Apa yang telah kalian pahami tentang berbelarasa? Belarasa dalam hal apa saja yang telah Tuhan Yesus teladankan kepada kita? Kebiasaan seperti apa yang akan kalian lakukan sebagai bentuk penghayatan dan perwujudan atas pelajaran hari ini?

etelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya untuk menuliskan hasil refleksi!

Doa Nyanyikan lagu berikut ini dengan penuh penghayatan sebagai ungkapan doa kita! Bahasa Cinta Madah Syukur No. 120 Hal. 101 Andaikan aku lakukan yang luhur mulia Jika tanpa kasih cinta, hampa tak berguna Reff: Ajarilah kami bahasa cinta-Mu Agar kami dekat pada-Mu ya Tuhanku Ajarilah kami bahasa cinta-Mu Agar kami dekat pada-Mu Andaikan aku pahami, bahasa semua Hanyalah bahasa cinta, kunci tiap hati Reff. Cinta itu lemah lembut, sabar sederhana Cinta itu murah hati, rela menderita Reff.

Yesus Sang Pengampun 

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan baik terhadap diri sendiri, terhadap orang lain maupun terhadap Tuhan. Namun demikian tidak semua orang bila melakukan kesalahan cepat-cepat untuk meminta maaf atas kesalahannya. Demikian pula tidak semua orang yang mau dengan senang hati untuk memaafkan atau memberi pengampunan kepada orang yang bersalah kepadanya, apa lagi jika dirasa bahwa kesalahannya sungguh terlalu berat dan menyakitkan hati. Kasih yang diberikan Yesus tertuju pada semua orang, baik bagi mereka yang menderita, juga bagi mereka yang bersalah kepadaNya. Yesus memberikan teladan kepada kita tentang bagaimana memberikan pengampunan tanpa batas. Hai inilah yang akan kamu dalami bersama pada bagian ini, yaitu tentang bagaimana keteladanan Yesus dalam memberikan pengampunan tanpa batas kepada semua orang yang datang dan memohon pengampunan kepada-Nya.