Pengertian Keanekaragaman Hayati Indonesia

Pengertian Keanekaragaman Hayati Indonesia

Pengertian Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati – Indonesia merupakan negara yang menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Tidak kurang dari 25.000 spesies tumbuhan berbunga tumbuh dengan baik di Indonesia, 3000 jenis di antaranya anggrek. Sebagai negara dengan bioma hutan hujan tropis memungkinkan tumbuh suburnya berbagai pohon penghasil kayu. Sekitar 400 jenis kayu meranti dari keluarga besar Dipterocarpaceae dengan nilai ekonomis yang tinggi terdapat di Indonesia. Hutan di Indonesia juga menyimpan tidak kurang dari 35.000 jenis lumut dan alga. Sekitar 6.000 jenis tumbuhan dan satwa domestik asli Indonesia telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk makanan, obat-obatan, kosmetik dan keperluan lainnya. Dari sekitar 38.000 spesies ikan yang ada di dunia, sekitar 9.500 spesies atau 25% hidup di perairan Indonesia (Djalal Tanjung, 2002).

Keanekaragaman Hayati – Manfaat keanekaragaman hayati Tahukah kalian apakah kegunaan keanekaragaman hayati Indonesia bagi kita? Untuk menjawabnya ikutilah uraian berikut.

1. Keanekaragaman hewan Dari potensi keanekaragaman hayati hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani, baik dimanfaatkan dagingnya maupun susunya. Beberapa hewan dapat dimanfaatkan tenaganya untuk membantu mengolah lahan pertanian seperti kerbau, sapi dan gajah. Di beberapa daerah di Indonesia ada yang memanfaatkan kuda dan lembu sebagai alat transportasi tradisional. Tidak sedikit hewan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti ikan arwana, ayam cemani, beberapa jenis burung berkicau yang sengaja dikembangbiakkan untuk dikomersialkan maupun sebagai hewan piaraan sekaligus untuk meningkatkan status sosial pemiliknya. Dalam bidang pertanian kehadiran serangga dan beberapa jenis burung sangat berarti sebagai polinator atau sebagai musuh alami dari hama.

Keanekaragaman Hayati

2. Keanekaragaman tumbuhan Banyak potensi dari kekayaan keanekaragaman tumbuhan di Indonesia. Sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Berbagai varietas padi banyak ditanam untuk kepentingan swasembada pangan tanpa meninggalkan jenis umbi-umbian, jagung, sagu maupun ketela sebagai alternatif bahan makanan pokok nonberas. Pemenuhan kebutuhan protein dan lemak nabati dapat diperoleh dari beberapa jenis kacang-kacangan dan pengembangan perkebunan kelapa sawit untuk kepentingan penyediaan bahan industri minyak goreng. Seiring dengan makin menipisnya deposit minyak bumi, sekarang mulai dirintis pengembangan tanaman jarak untuk menghasilkan bahan bakar biodiesel sebagai alternatif pengganti bensin dan solar. Beraneka ragam tanaman buah dan sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan. Berbagai jenis tanaman obat, terutama dari keluarga Zingiberaceae, akar, dedaunan maupun biji-bijian sudah banyak dibudidayakan untuk apotik hidup atau untuk keperluan penyediaan bahan baku industri jamu dan farmasi. Beberapa jenis tanaman seperti jati, meranti, mahoni dan beberapa jenis lain merupakan pemasok bahan baku mebel bahan konstruksi rumah maupun industri berbasis kayu. Jenisjenis pinus menghasilkan minyak terpentin atau bahan baku kertas, pohon karet, dan damar untuk disadap getahnya dan masih banyak potensi yang dapat diambil dari keanekaragaman tumbuhan untuk kesejahteraan manusia.

Keanekaragaman Hayati

3. Keanekaragaman mikroorganisme Beberapa jenis makanan dan minuman tradisional Indonesia dalam proses pembuatannya melibatkan mikroorganisme. Jamur Saccharomyces sp sangat diperlukan dalam fermentasi minuman beralkohol. Demikian pula jenis Aspergillus sp membantu proses fermentasi tape. Beberapa jenis jamur dan bakteri juga menghasilkan antibiotika. Pembuatan susu asam (yoghurt) maupun nata (sejenis jeli) untuk campuran minuman juga melibatkan bakteri. Dalam rekayasa genetika pun keterlibatan mikroorganisme tidak dapat diabaikan. Pembuatan insulin sintetis membutuhkan bakteri sebagai plasmid. Demikian juga dalam proses degradasi sampah kehadiran mikroorganisme pengurai sangat diperlukan. Dalam bidang pertanian beberapa bakteri pengikat nitrogen sangat membantu meningkatkan kesuburan tanah.

Keanekaragaman Hayati – Di bidang industri logam beberapa jenis bakteri membantu proses pemurnian bijih besi. Dengan demikian mikroorganisme merupakan salah satu kekayaan sumber daya alam hayati yang vital bagi kehidupan. Sebagian wilayah daratan Indonesia merupakan kawasan hutan, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua terdapat kawasan hutan. Meski dari waktu ke waktu terjadi penciutan kawasan hutan, tidak dapat dipungkiri bahwa hutan merupakan potensi sumber daya alam hayati yang teramat penting. Hutan sangat penting dalam daur hidrologi, karena kemampuannya dalam menyimpan air hujan. Sebagian besar hutan di Indonesia merupakan tipe hutan hujan tropis. Dengan melimpahnya keanekaragaman hayati yang sangat tinggi menjadikan hutan sebagai sumber kekayaan plasma nutah. Dalam hutan hujan tropis keanekaragaman jenis pohon penghasil kayu sangat tinggi, di samping potensi keanekaragaman jenis-jenis anggrek, lumut maupun tumbuhan paku. Jenisjenis mamalia besar seperti gajah, harimau, singa, orang utan, banteng, sapi hutan menjadikan hutan sebagai habitatnya. Beberapa jenis herbivora seperti rusa, kijang maupun kambing liar juga dapat dijumpai di hutan. Karena itu upaya konservasi dan pelestarian hutan menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan.

Keanekaragaman Hayati – Ada dua macam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu secara insitu dan eksitu. Pelestarian secara insitu adalah pelestarian sumber daya alam hayati pada habitat aslinya. Adapun pelestarian secara eksitu adalah pelestarian sumber daya alam hayati di luar habitat aslinya. Pemerintah sudah menetapkan beberapa kawasan hutan sebagai hutan lindung, taman nasional, dan suaka margasatwa. Ini merupakan upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati baik tumbuhan maupun hewan agar terhindar dari bahaya kepunahan. Sebagai contoh pelestarian gajah di Way Kambas Lampung dan komodo di pulau Komodo Nusa Tenggara Timur. Kebun binatang yang ada di Indonesia memiliki koleksi satwa yang beraneka ragam. Satwa-satwa yang dijadikan koleksi sengaja dipindahkan dari habitat aslinya ke dalam lingkungan kebun binatang. Di samping bertujuan melengkapi keragaman hewan, pemindahan hewan ini juga dimaksudkan sebagai sarana rekreasi dan pembelajaran pada masyarakat dan pengembangan satwa untuk pelestarian satwa yang bersangkutan. Ini merupakan pelestarian secara eksitu. Demikian pula pembangunan kebun plasma nutfah, kebun botani, dan kebun koleksi di beberapa daerah. Kebun plasma nutfah ditujukan untuk melestarikan jenisjenis tumbuhan baik jenis unggul maupun yang masih liar. Pada kebun koleksi tanaman terbatas pada jenis-jenis unggul saja. Adapun kebun botani, lebih bersifat melestarikan jenis daripada plasma nutfah dalam arti yang sebenarnya.

Kecakapan Akademik Jodohkan kata sebelah kiri dengan kata sebelah kanan yang memiliki keterkaitan konsep. 1. fenotipe a. sumber kayu yang utama 2. keanekaragaman gen b. suaka margasatwa 3. varietas c. perbedaan struktur dan susunan gen 4. endemik d. mangga golek, gadung, manalagi 5. hutan hujan tropis e. ciri yang dapat dikenali dari luar 6. insitu f. pelestarian jenis organisme di luar habitat aslinya g. penyebarannya terbatas di wilayah tertentu dan menetap h. pelestarian jenis organisme pada habitat aslinya

Rangkuman

Keanekaragaman hayati terbangun oleh tiga tingkatan keanekaragaman yaitu keanekaragaman gen, jenis, dan ekosistem. Keanekaragaman gen timbul karena adanya perbedaan struktur gen yang mengekspresikan sifat-sifat berbeda. Perbedaan bentuk, penampilan, dan sifat satu spesies pada individu sejenis menimbulkan variasi. Perbedaan bentuk, penampilan, dan sifat pada individu yang berbeda spesies menimbulkan keanekaragaman jenis. Keanekaragaman jenis lebih mudah kita kenali daripada keanekaragaman gen. Adanya perbedaan faktor biotik dan abiotik dalam ekosistem menimbulkan keanekaragaman ekosistem. Ada dua ekosistem utama di bumi, yaitu ekosistem darat (terrestrial) dan ekosistem perairan (akuatik). Ekosistem darat mencakup beberapa bioma. Menurut aliran airnya ekosistem perairan dibedakan menjadi ekosistem perairan mengalir dan ekosistem perairan tidak mengalir, sedangkan menurut salinitasnya ekosistem perairan dibedakan menjadi ekosistem air tawar, ekosistem air laut, dan ekosistem air payau. Keanekaragaman hayati di Indonesia, baik keanekaragaman hewan, tumbuhan dan mikroorganisme memiliki arti yang besar bagi upaya peningkatan kesejahteraan manusia. Namun, perlu upaya pelestarian baik secara insitu maupun eksitu. Pelestarian secara insitu adalah pelestarian keanekaragaman hayati pada habitat aslinya, sedangkan pelestarian secara eksitu adalah pelestarian keanekaragaman hayati di luar habitat aslinya.

A. Pilihlah salah satu jawaban soal berikut dengan tepat. 1. Keanekaragaman hayati terbangun oleh tiga tingkatan keanekaragaman yaitu keanekaragam …. a. individu, populasi, komunitas b. sel, jaringan, organ c. gen, jenis, ekosistem d. gen, genotip, fenotip e. gen, jenis, populasi 2. Bermacam-macam mangga seperti mangga madu, golek, gadung, mangga, nanas merupakan keanekaragaman tingkat …. a. gen b. jenis c. populasi d. ekosistem e. komunitas 3. Variasi antarindividu timbul karena adanya perbedaan …. a. kebiasaan hidup b. jenis makanan c. habitat antar individu d. perilaku antar individu e. struktur gen 4. Perbedaan bentuk, penampilan, dan sifat pada pisang ambon, pisang kepok, pisang biji, pisang raja menunjukkan adanya keanekaragaman tingkat …. a. gen b. jenis c. populasi d. komunitas e. ekosistem 5. Lebih mudah membedakan ciri antara padi dengan jagung dari pada membedakan ciri antara padi mamberamo dengan padi cisadane karena …. a. padi dan jagung satu familia b. padi dan jagung tergolong rumputrumputan c. padi dan jagung berbeda familia d. padi dan jagung berbeda species e. padi dan jagung satu species

Soal Dan Rangkuman Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

Soal Dan Rangkuman Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

Soal Dan Rangkuman Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis
Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Latihan 

1. Apakah penebangan hutan dapat berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati? 2. Sebutkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati! 3. Jelaskan perbedaan taman nasional, perlindungan alam ketat, dan perlindungan alam terbimbing! 4. Sebutkan usaha-usaha yang ditempuh oleh pemerintah untuk menjaga kelestarian hewan-hewan langka! 5. Sebutkan beberapa usaha manusia untuk mengoservasi keanekaragaman hayati!

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Tugas 

Bagaimana pendapat kalian tentang penggunaan kulit buaya atau kulit ular yang digunakan untuk pembuatan kerajinan tas, ikat pinggang, ataupun dompet? Apakah kalian setuju jika dikatakan bahwa kegiatan ini adalah peningkatan bidang industri? Bagaimana dengan kemungkinan terjadi kepunahan? Apakah tidak bertentangan dengan undang-undang perburuan? Uraikan pendapat kalian secara tertulis!

Info Biologi Berbagai Hewan dan Tumbuhan

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Langka yang Dilindungi dan Tumbuhan Langka yang Dilindungi Di Indonesia terdapat berbagai macam hewan dan tumbuhan langka yang dilindungi oleh pemerintah, di antaranya, harimau Sumatra, buaya muara, elang bondol, orang utan sumatra, badak jawa, gajah sumatra, biawak, komodo, burung cenderawasih, penyu hijau, penyu sukamade, dan Rafflesia arnoldii.

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis

a. Harimau Sumatra (Panthera trigis sumatrae) Harimau sumatra tersebar di seluruh Sumatra. Mulai dilindungi pada tahun 1973. Salah satu cara untuk melestarikannya ialah dengan penangkaran di suatu lokasi tertentu yang memenuhi persyaratan habitat alaminya. Diharapkan hal ini dapat dilakukan secara terpadu dan berfungsi sebagai pelestarian sumber keanekaragaman hayati, budaya, serta sebagai objek wisata dan sarana pendidikan. Pelestarian harimau ini dapat kita lakukan dengan cara tidak memburu harimau, tetap mempertahankan hutan-hutan sebagai tempat tinggal harimau, ikut berperan serta dalam meneliti aspek-aspek yang terjadi pada harimau dan akibatnya terhadap manusia, serta mengadakan pelestarian dengan penangkaran harimau. b. Orang utan di Sumatra (Pongo pigmaeus) Orang utan dilindungi sejak tahun 1931 dengan UndangUndang Ordonansi Binatang Liar No. 34 dan B. 36 yang menyatakan bahwa terhadap binatang yang telah dilindungi dilarang untuk ditangkap atau diburu, dipelihara, atau diperjualbelikan.

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Salah satu yang masuk dalam daftar tersebut adalah orangutan. Akhir-akhir ini jumlah orangutan semakin berkurang karena banyaknya perburuan liar. Jika keadaan ini dibiarkan terus-menerus, orang utan terancam punah. c. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) Gajah merupakan satwa langka yang menjadi kebanggaan nasional. Gajah dilindungi sejak tahun 1931. Untuk menyelamatkan dan melestarikan gajah dan satwa langka lain, di Sumatra telah ditunjuk kawasan konservasi alam. Kawasan ini diharapkan dapat memberikan tempat hidup yang aman bagi gajah serta hewan langka yang lain karena tidak akan diganggu oleh manusia. (Sumber: Khazanah Flora dan Fauna Nusantara)

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Rangkuman

1. a. Keanekaragaman hayati terjadi karena adanya perbedaan faktor genetik dan faktor lingkungan di sekitarnya. b. Setiap sistem lingkungan memiliki keanekaragaman yang berbeda. Keanekaragaman hayati ditunjukkan, antara lain, oleh variasi bentuk, ukuran, jumlah (frekuensi), warna, dan sifat-sifat lain makhluk hidup, sedangkan keseragaman adalah ciri yang sama yang terdapat dalam satu spesies. 2. Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem. 3. Keanekaragaman hayati di Indonesia termasuk dalam golongan tertinggi di dunia, jauh lebih tinggi daripada Amerika dan Afrika tropis, apalagi jika dibandingkan dengan negara yang beriklim sedang dan dingin.

Keanekaragaman Hayati Jenis Jenis – Di Indonesia dikenal beberapa bioma, yaitu: a. hutan hujan, b. hutan musim, c. savana, dan d. padang rumput. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan kepunahan makhluk adalah perusakan habitat, penggunaan pestisida, pencemaran, perubahan tipe tumbuhan, penebangan, dan seleksi. Sementara itu, aktivitas manusia untuk meningkatkan dan melestarikan keanekaragaman hayati adalah penghijauan, pembuatan taman kota, pemuliaan, serta pembiakan insitu dan exsitu. 5. Usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mengonservasi keanekaragaman hayati (flora dan fauna) agar tidak sampai pada Keanekaragaman Hayati 149 kepunahan adalah dengan upaya perlindungan dan pelestarian flora dan fauna, baik pada flora dan fauna itu sendiri maupun pada habitat dan ekosistemnya, dengan cara, antara lain, mendirikan cagar alam, taman nasional, hutan wisata, taman laut, hutan lindung, kebun raya, melakukan tebang pilih, dan aforestasi.

Istilah Penting Ekosistem Fauna Flora Habitat Keanekaragaman hayati Konservasi Refleksi Diri Refleksi Diri 1. Setelah mempelajari materi tentang keanekaragaman hayati, apakah kalian tidak menguasai, sedikit menguasai, menguasai, atau sangat menguasai untuk: a. merumuskan konsep keseragaman dan keberagaman dari makhluk hidup melalui kegiatan pengamatan terhadap lingkungan sekitar; b. membandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem; c. mengidentifikasi kegiatan manusia yang memengaruhi keanekaragaman hayati; d. mengomunikasikan keanekaragaman hayati Indonesia dan usaha pelestarian serta pemanfaatan sumber daya alam? 2. Dari materi dan beberapa kegiatan tentang keanekaragaman hayati, bagian mana yang paling kalian sukai? Mengapa?

Uji Kompetensi

I . Pilihlah salah satu jawaban yang benar! Pilihlah salah satu jawaban yang benar!

1. Di bawah ini yang bukan merupakan hewan-hewan yang dilindungi pemerintah adalah …. a. kuda d. gajah b. komodo e. harimau c. tupai 2. Makhluk hidup dikelompokkan dalam spesies yang sama jika …. a. mempunyai makanan yang sama b. mempunyai ciri morfologi yang sama c. hasil perkawinannya adalah keturunan yang fertil d. mempunyai ciri fisiologi yang sama e. hasil perkawinannya adalah keturunan yang sama dengan induknya 3. Irian dan Maluku masuk dalam wilayah tipe …. a. Oriental d. Australia b. Afrika e. Peralihan c. Eropa 4. Ekosistem yang stabil dapat diindikasikan dari tingginya tingkat keanekaragaman hayati. Hal ini karena …. a. terjadinya secara alami b. merupakan hasil interaksi antara faktor biotik dan abiotik c. merupakan hasil interaksi antarmakhluk hidup sehingga terjadi keseimbangan d. dijaga oleh manusia e. perubahan tidak mungkin terjadi 5. Orang utan, badak bercula satu, dan beraneka jenis primata hidup di daerah tipe …. a. Oriental d. Australia b. Afrika e. Peralihan c. Eropa 6. Suatu dareah yang dibiarkan apa adanya sebagai suatu ekosistem yang bebas dari segala macam eksploitasi disebut …. a. suaka margasatwa b. cagar alam c. taman bunga d. taman nasional e. kebun raya 7. Suatu komunitas yang terdiri dari berbagai komponen makhluk hidup yang menjadi suatu sistem yang saling berinteraksi disebut …. a. ekologi d. ekosistem b. komunitas e. habitat c. famili 8. Keanekaragaman hayati timbul karena dipengaruhi faktor …. a. dari dalam b. adaptasi yang dilakukan makhluk hidup c. lingkungan d. lingkungan dan gen e. makanan 9. Hubungan antara kelestarian alam dan kehidupan manusia adalah …. a. tingginya kekayaan alam menunjukkan kekayaan negara b. kepedulian lingkungan yang tidak sebatas negara dapat menyatukan umat manusia c. alam yang baik menunjukkan tingkat pendidikan manusia untuk mengerti pentingnya alam bagi makhluk hidup d. kelestarian alam menunjukkan besarnya penghargaan manusia terhadap alam sehingga kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi tanpa merusak alam e. kelestariaan alam erat kaitannya dengan baiknya perekonomian 10. Orang utan dan gajah mulai dilindungi sejak tahun …. a. 1932 d. 1972 b. 1931 e. 1971 c. 1933 11. Harimau sumatra mulai dilindungi pada tahun …. a. 1932 d. 1972 b. 1931 e. 1971 c. 1933 12. Undang-undang ordonansi binatang liar yang melarang perburuan binatang yang dilindungi adalah undang-undang nomor …. a. 33 dan 34 d. 35 dan 36 b. 34 dan 35 e. 34 dan 36 c. 33 dan 35 13. Berikut ini yang bukan merupakan peraturan tentang perburuan adalah …. a. hewan-hewan yang boleh diburu b. membuat surat izin c. melarang berburu hewan langka d. tidak membolehkan menangkap hewan yang hamil e. batas-batas daerah perburuan 14. Keanegaragaman hayati yang belum tersentuh adalah …. a. hutan tropis d. hutan subtropis b. hutan hujan tropis e. hutan lindung c. hutan bakau 15. Tempat perlindungan tanaman yang juga menjadi tempat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan adalah …. a. suaka margasatwa d. taman nasional b. cagar alam e. kebun raya c. taman bunga 16. Seluruh keragaman genetika yang ada dalam sebuah populasi disebut …. a. suaka d. ekosistem b. habitat e. plasma nutfah c. genus 17. Menghutankan suatu daerah yang bukan hutan sebagai pengganti hutan yang digunakan untuk kepentingan lain yang lebih besar manfaatnya disebut dengan …. a. aforestasi d. penghijauan b. reboisasi e. rehabilitasi c. erosi 18. Pemerintah mengizinkan pihak asing untuk ikut melestarikan alam Indonesia karena …. a. keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah b. pengaruh kekayaan alam Indonesia terhadap ekosistem dunia c. pemerintah ingin mendapatkan devisa d. keinginan pemerintah untuk mempromosikan kekayaan alam Indonesia e. keterbatasan ahli di dalam negeri 19. Dalam rantai makanan, tumbuhan berfungsi sebagai …. a. konsumen tingkat I c. produsen b. konsumen tingkat II d. pemangsa c. konsumen tingkat III 20. Dalam rantai makanan, karnivor bertindak sebagai …. a. konsumen tingkat I c. produsen b. konsumen tingkat II d. pemangsa c. konsumen tingkat III 152 Biologi Kelas X II. Pilihlah! Pilihlah! (A) Jika (1), (2), dan

II. Pilihlah! Pilihlah! (A) Jika (1), (2), dan (3) yang benar (B) Jika (1) dan (3) yang benar (C) Jika (2) dan (4) yang benar (D) Jika (4) saja yang benar (E) Jika semuanya salah 1. Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi …. (1) keanekaragaman gen (3) keanekaragaman ekosistem (2) keanekaragaman jenis (4) keanekaragaman jaringan 2. Keanekaragaman hayati di Indonesia melebihi dua daerah, di antaranya adalah …. (1) Amerika (3) Afrika tropis (2) Eropa (4) Australia 3. Di Indonesia terdapat beberapa bioma, antara lain …. (1) hutan linding (3) hutan musim (2) hutan hujan (4) savana 4. Hutan agathis campuran terletak pada ketinggian …. (1) > 1000 (3) > 500 (2) > 1500 (4) > 2500 5. Pemanfaatan SDA secara berlebihan akan berdampak terhadap … (1) kepunahan (2) peningkatan pendapatan negara (3) kerusakan keanekaragaman hayati (4) terpenuhinya kebutuhan 6. Pembagian fauna menjadi dua berdasarkan adanya …. (1) Paparan Sunda (3) Paparan Sahul (2) garis weber (4) garis wallace 7. Di bawah ini yang merupakan fauna di daerah Oriental adalah …. (1) kuskus, rodensial, dan oposum (2) ayam hutan berdada merah dan jalak bali (3) kanguru dan burung berwarna indah (4) orang utan dan kukang 8. Faktor-faktor penyebab punahnya keanekaragaman hayati adalah… (1) reboisasi (3) insitu (2) pemuliaan (4) penggunaan pestisida 9. Faktor-faktor yang dapat memelihara keanekaragaman hayati adalah …. (1) penghijauan (3) insitu dan exsitu (2) pembuatan taman kota (4) seleksi 10. Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia dapat dilakukan dengan cara …. (1) perlindungan alam (3) pengawetan hutan (2) pembelian hewan langka (4) pembelian tumbuhan langka

IV. Jawablah dengan singkat dan jelas! IV. Jawablah dengan singkat dan jelas! 1. Sebutkan hewan-hewan langka yang hampir punah dan dilindungi di Indonesia! 2. Sebutkan usaha-usaha yang dilakukan manusia dalam melestarikan keanekaragaman hayati! 3. Sebutkan tiga tipe keanekaragaman hayati! 4. Apa sajakah isi undang-undang yang mengatur perburuan? 5. Sebagai masyarakat awam, usaha apakah yang dapat membantu melestarikan lingkungan, hewan, dan tumbuh-tumbuhan langka?

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Pelestarian Keanekaragaman
Pelestarian Keanekaragaman

Pelestarian Keanekaragaman – Alam yang ada di sekitar kita mempunyai sifat yang beraneka ragam, tetapi secara alamiah tetap tampak serasi dan seimbang. Coba kalian berpikir, perlukah kita menjaga keanekaragaman ini? Secara konkret, yang dimaksud dengan upaya pelestarian keanekaragaman hayati adalah upaya-upaya untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan flora, fauna, tanah, air, dan ekosistem lainnya.

1. Perlindungan Alam

Pelestarian Keanekaragaman – Alam merupakan tempat manusia hidup sekaligus tempat untuk memperoleh bahan kebutuhannya. Dari alam, manusia mendapatkan makanan dan energi. Kebutuhan manusia yang diperoleh dari lingkungannya bukan hanya sesaat, melainkan selama spesies itu ada sehingga kebutuhan itu tetap ada, bahkan makin meningkat. Untuk dapat menyediakan kebutuhan hidup secara berkesinambungan itu, manusia harus selalu berusaha menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

Pelestarian Keanekaragaman – Keanekaragaman hayati dalam lingkungan perlu dilestarikan untuk mempertahankan beberapa nilai yang terkandung di dalamnya, antara lain, sebagai berikut a. Nilai ilmiah, artinya pelestarian keanekaragaman hayati dapat digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini dapat dilakukan penelitian yang memungkinkan ditemukannya sesuatu yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. b. Nilai ekonomi. Semua kebutuhan manusia diperoleh dari lingkungannya.

Pelestarian Keanekaragaman – Oleh karena itu, menjaga kelestarian berarti menjamin ketersediaan kebutuhan manusia secara berkesinambungan. c. Nilai mental spiritual. Alam yang serasi dan seimbang adalah alam yang indah dambaan setiap manusia. Kekaguman terhadap alam dapat meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. d. Nilai keindahan dan keselarasan. Alam yang mengandung komponen-komponen ekosistem secara seimbang akan menjamin keselarasan proses yang terjadi di dalamnya. Perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia telah dilaksanakan semenjak pemerintahan Hindia Belanda, tepatnya tahun 1912, yang berpusat di Bogor. Setelah merdeka, perlindungan alam dilaksanakan oleh Departemen Kehutanan dan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. Perlindungan alam secara umum berarti melindungi semua komponen alam secara keseluruhan yang meliputi kesatuan flora, fauna,

Pelestarian Keanekaragaman

dan tanahnya. Perlindungan alam secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut. a. Perlindungan alam ketat. Keadaan alam dibiarkan menurut kehendak alam tanpa campur tangan manusia, kecuali jika diperlukan. Biasanya, daerah ini digunakan untuk kepentingan ilmiah atau penelitian, misalnya, Ujung Kulon dan Pulau Panaitan. b. Perlindungan alam terbimbing. Keadaan alam di suatu daerah tidak dilepaskan begitu saja, tetapi dibina oleh para ahli, misalnya, Kebun Raya Bogor. c. Taman nasional. Biasanya meliputi daerah yang luas, tidak boleh ada bangunan tempat tinggal, dan biasanya berfungsi sebagai tempat rekreasi.

Pelestarian Keanekaragaman – Ciri-ciri taman nasional, antara lain: 1) tersedianya kawasan yang cukup luas bagi pengembangan satu atau lebih ekosistem yang tidak banyak dijamah oleh manusia. Dalam kawasan ini berkembang jenis tanaman dan hewan yang memiliki nilai ilmiah; 2) karena kepentingannya yang khas bagi ilmu pengetahuan, pengelolaannya berada di tangan pemerintah; 3) karena memiliki unsur ilmu pengetahuan dan daya tarik ilmiah, kawasan ini dapat dikunjungi dan dikelola untuk kemanfaatan manusia, tanpa mengubah ciri-ciri ekosistem. Saat ini pemerintah Indonesia telah mengembangkan 14 taman nasional, antara lain, sebagai berikut.

a. Taman Nasional Gunung Leuser terletak di Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Di tempat ini, sekurangkurangnya ada 50 jenis anggota famili Dipterocarpaceae (meranti, keruing, dan kapur) dan beberapa jenis buah, seperti jeruk hutan (Citrus macroptera), durian hutan (Durio exyleyanus), buah limus (Mangifera foetida), rukem (Flacuortia rukam), serta flora langka Rafflesia arnoldii var atjehensis dan Johannesteisjmannia altrifrons (sejenis palem). Delapan puluh sembilan jenis satwa langka yang dilindungi, antara lain, gajah (Elephas maximus), beruang Malaya (Ursus malayanus), harimau sumatra, badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), orang utan sumatra (Pongo pygmaeus abelii), kambing sumba, dan tapir (Tapirus indicus).

b. Taman Nasional Kerinci Seblat terletak membentang di empat provinsi, yaitu Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Bengkulu. Jenis flora terutama famili Dipterocarpaceae, Leguminosae, dan Liana, juga terdapat tanaman langka, yaitu bunga bangkai Amorphophallus titanium dan Rafflesia arnoldii. Jenis lainnya adalah palem (Livistona altissima), anggrek (Bilbophyllum sp., Dendrobium sp.), pasang (Quercus), dan kismis (Podocarpus, sp.). Jenis-jenis fauna yang dilindungi, antara lain, kelinci hutan, bangka ungko, rusa, harimau kumbang, badak Sumatra, gajah, tapir, muncak, kera ekor panjang, siamang, berang-berang, serta jenis burung dan reptilia. c. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan membentang dari ujung selatan Provinsi Bengkulu sampai ujung selatan Provinsi Lampung. Jenis-jenis flora, antara lain, meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus), pasang (Quercus spp.), damar (Agathis alba), kemiri (Aleurutes mollucana), pengarawang (Hopea, spp.), temutemuan (Zingiberaceae), cemara gunung (Cassuarina equisetifolia), mengkudu (Morinda citrifolia), danRafflesia arnoldii. Sementara itu, jenis fauna yang ada, antara lain, babi rusa, beruang madu, macan tutul, gajah, tapir, kijang, landak, ular sanca, dan berbagai jenis burung. d. Taman Nasional Ujung Kulon terletak di ujung paling barat Pulau Jawa. Taman nasional ini adalah habitat terakhir dari hewan-hewan yang terancam punah, seperti badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus), banteng (Bos sondaicus), harimau loreng (Panthera tigris), Surili (Presbytis aygula), dan owa jawa (Hylobathes moloch).

e. Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango terletak di Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Taman nasional ini mewakili hutan hujan tropis pegunungan di Jawa. Karena iklimnya lembap, kawasan ini didominasi oleh jenis paku-pakuan, misalnya, Hymmenophyllaceae, Gleischenia, Gaulthenisa, dan semak Rhododendron. Pohon raksasa yang ada ialah rasamala (Altingia exelsa) yang dapat mencapai tinggi 60 m. Di samping itu, juga terdapat bunga abadi yang tidak pernah layu, yaitu bunga Anaphalis javanica.

f. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membentang di Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang, Jawa Timur. Jenis tumbuhan yang spesifik adalah cemara gunung (Cassuarina junghuniana), sedangkan jenis fauna yang dilindungi adalah kijang, ayam hutan, babi hutan, ajak, rusa, dan macan tutul. g. Taman Nasional Baluran terletak di ujung timur Pulau Jawa. Taman nasional ini merupakan contoh ekosistem dataran rendah kering, dengan musim kering yang panjang antara 4 – 9 bulan. Flora yang dilindungi di sana, antara lain, dadap biru (Eythrina eudophylla), pilang, kosambi, kemloko, widoro, klampis, kemiri, talok, wungur, laban, dan asam. Faunanya, antara lain, banteng, rusa, kerbau liar, ular piton, macan tutul, ajak, linsang, kijang, dan babi hutan. h. Taman Nasional Tanjung Puting terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Taman ini menjadi pusat rehabilitasi orang utan sebelum dilepas ke alam. Jenis flora yang dilindungi adalah Gluta renghas, yaitu tanaman yang mengandung getah dan merusak saraf, serta durian (Durio spp.), sedangkan fauna yang ada, yaitu muncak, kucing hutan, musang, lutung merah, dan orang utan.

2. Pengawetan Hutan

Kalian mungkin sudah tahu bahwa hutan adalah ciptaan Tuhan yang merupakan sumber keanekaragaman hayati yang sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Kalian sebagai generasi muda juga wajib memelihara keaslian hutan tersebut. Akan tetapi, akhir-akhir ini manusia cenderung mengulangi kesalahan dalam memperlakukan hutan. Hutan yang terpelihara dengan baik dapat memperkaya hidup manusia secara material dan spiritual sehingga manusia harus berusaha untuk memelihara semaksimal mungkin keanekaragam hayati tersebut. Adapun tujuan dari pengawetan hutan, antara lain, sebagai berikut. a. Menjaga keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna, dengan mencegah tindakan manusia yang dapat merusak macam-macam flora dan fauna yang masih asli.b. Menjaga keseimbangan air di musim penghujan dan musim kemarau. Humus menggemburkan tanah. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan. Selain itu, pada musim kemarau, sungai dan sumur tetap berair karena air-air tanah itu keluar sebagai mata air. c. Mencegah erosi. Permukaan tanah mudah tererosi. Tanah terlindung oleh humus dan terikat akar. Pada saat terjadi hujan humus akan menghambat terlemparnya butiran-butiran tanah permukaan dari tempatnya sehingga terhindarlah dari erosi. d. Mencegah banjir. Terjadinya erosi akibat hutan gundul menyebabkan berkurangnya humus serta pendangkalan sungai dan danau sehingga dapat terjadi banjir pada musim penghujan. e. Sumber perekonomian. Penyediaan kayu untuk berbagai industri terpentin dan rotan merupakan hasil hutan yang sangat besar pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia. Sementara itu, berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk pengawetan hutan adalah: a. tidak melakukan penebangan pohon di hutan secara semena-mena, tetapi dilakukan dengan sistem tebang pilih, b. mengusahakan agar penebangan pohon diimbangi dengan penanaman kembali, c. mengadakan peremajaan hutan dan reboisasi, yaitu menanami kembali bekas hutan yang telah rusak, dan d. mencegah kebakaran. Kerusakan hutan yang paling besar terjadi karena kebakaran. Jika terjadi kebakaran hutan, harus diusahakan pemadaman secepat mungkin.

3. Perlindungan Margasatwa

Untuk menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem, harus diusahakan agar tidak ada satu atau lebih komponen ekosistem yang mengalami kepunahan. Oleh sebab itu, usaha pelestarian keanekaragaman hayati harus dilakukan secara terpadu, artinya dalam suatu pelestarian itu, seluruh komponen ekosistem harus dilestarikan secara keseluruhan. Sikap manusia sangat berpengaruh terhadap perlindungan satwasatwa langka yang mulai terancam kepunahan ini. Manusia harus sadar bahwa makhluk hidup apa pun jika telah punah, keberadaannya di alam tidak dimungkinkan lagi. Dalam usaha melestarikan hewan-hewan langka, cara yang ditempuh oleh berbagai pihak yang berkompeten adalah: 1. membuat undang-undang perburuan dengan aturan-aturannya yang meliputi batas-batas daerah perburuan, masa berburu, jumlah hewan yang boleh diburu, jenis hewan, umur, jenis kelamin hewan, dan yang paling penting adalah hasil buruan tidak untuk diperjualbelikan; 2. membiakkan hewan-hewan langka yang hampir punah, misalnya, dengan mengisolasi hewan-hewan tertentu, memelihara, dan membiakkannya, kemudian dilepaskan kembali ke asalnya; 3. memindahkan hewan langka yang hampir punah ke tempat lain yang habitatnya lebih sesuai dan lebih aman; 4. mengambil telur hewan-hewan tertentu pada saat tertentu untuk kemudian menetaskannya, membiakkannya, dan mengembalikannya ke habitat semula.